[2min] Your my precious part. 1 of ?


Foreword :

Icant take it anymore, hhuhuhu… i wanna write 2min again and again, please forgive me suunders..😦
Gue mau banget nulis pairing yang lain, tapi gue gak bisa, dan gue harus bikin cerita ini dan ini HARUS 2min, so enjoy aja deh yah? buat pairing yang lain kan udah sering gue tulis di oneshoot REQ, kekekek~
OH ya , req masih dibuka, tapi ditulis sesuai permintaan terbanyak, so be patient yah? tapi gak menutup kemungkinan yang lain juga di buatin kok🙂

READ, ENJOY, AND LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEY🙂
ILYSM ~<333 SUUNDERS !

by : Sanniiew

Pairing : Minho x Taemin (2min)
Genre : Romance, smutt
Rate : NC 17-21
Warned : BOYxBOY or YAOI (if you dont likey, please just leave it!)

.

.

MINHO POV~

“Choi Minho, apakah kau bersedia menerima Lee Taemin sebagai istri mu dalam sudah senang dan sedih sampai akhir hayat memisahkan kalian?”, aku melirik ke sebelah ku, dia sangat cantik, aku tidak bisa bilang tidak sekarang.
“Ya.”, jawab ku singkat lurus menatap pendeta didepanku.
“Lee Taemin, apakah kau bersedia menerima Choi Minho sebagai suami mu dalam susah senang dan sedih sampai akhir hayat memisahkan kalian?”, aku melirik dari sudut mata ku, dia terdiam sesaat, pandangannya menunduk dan pipinya memerah seperti kepiting rebus, imut sekali, aku tidak tahan melihatnya.
“Ya…”, jawabnya pelan, aku mengulum senyumku, kau milikku sekarang, aku tidak percaya ini terjadi, dan pendeta membacakan beberapa kata sementara aku sibuk dalam pikiran ku sendiri, dia masih tertunduk malu, seluruh orang diruangan bersorai riang, muali dari kerabat, teman kerja ku, dan juga para sahabat.

Aku tidak percaya Lee Taemin yang selama ini hanya bisa kupandangi dan bahkan aku tidak berani menyentuhnya  secara sah menjadi istriku. Aku menarik nafas dan memejamkan mataku, aku masih teringat ketika pertama kali aku mengetahui bahwa ia akan menjadi milikku.

Aku Choi Minho, 24 tahun, anak seorang pengusaha Choi siwon dari perusahaan Hyundai, aku dibesarkan menjadi young master dikeluarga ku untuk meneruskan bisnis keluarga, dan aku dididik untuk menjadi pengusaha sejak kecil, sampai akhirnya aku nanti bisa menjadi penerus keluarga Choi.

Flashback~

“Perkenalkan ini Lee Taemin, dia tunanganmu. “, aku terkejut, aku mengalihkan pandanganku dari buku ditangan dan menatao lurus ke depan, ke sosok yang duduk didepanku dengan wajah tertunduk malu, hati ku serasa copot seketika, aku tidak menyukai perjodohan, itu sangat menggelikan, karena hei, aku gay, dan aku tidak mungkin bisa hidup dengan seorang wanita.

“H-hai Minho sshi… aku Lee Taemin.”, katanya pelan namun cukup terdengar di telingaku, aku tidak percaya, suaranya saja sangat indah, sesuai dengan wajahnya, aku tidak percaya yang kulihat, bagaimana seorang pria bisa secantik ini? Aku terpaku ditempat ku, mata ku tidak bisa lepas darinya, nafas ku sesak, apa ini? aku tidak pernah percaya dengan love at the first sight.

“Hai, aku Minho.”, jawab ku dingin , dammit Minho, kenapa kau tidak bisa bersikap biasa saja?

“Nah, jelas kan apa yang pernah Appa katakan padamu, Taemin adalah cucu jauh dari Kakek Lee, dan Kakek kalian telah setuju untuk menyatukan kalian, aku harap kau bisa menjaga Taemin dengan baik Minho.”, kata Appa membuka pembicaraan.

“M-mohon bantuannya …”, kata Taemin tersenyum padaku, matanya menatap ku lembut, aku hampir saja menangis melihat sorotan matanya, mata puppy eyes itu berwarna biru dan indah menatap ku polos. Ia seperti anak anjing yang minta dikasihani, imut sekali … jantung ku terus berdebar.

“Ya..”, jawab ku dingin, dan membuang muka, damn, aku tidak bisa terus melihatnya, aku melirik sedikit, aku melihat tatapan kekecewaan di matanya karena sikap ku, oh tidak … kau baru saja membuatnya takut padamu Minho. Aku melihatnya, dan dia langsung menunduk dan meremas tangannya sendiri, aku bisa liat dia gemetar, oh tidak Minho … dia takut pada mu, apa yang harus ku perbuat sekarang.

“Oke, appa harus kembali ke kantor, tolong antarkan dia pulang Minho.”, kata Appa ku berdiri dan dengan cepat mengakhiri perjodohan singkat ini, aku hanya mengangguk.
“Taemin sshi … kau pulang dengan Minho yah? Ahjusshi harus pergi dulu, oke?”, katanya lagi mengelus kepala Taemin, Taemin hendak berbicara namun tidak sempat keburu appaku pergi, aku melihatnya terus mengikuti appa ku pergi seakan ia tidak mau bersamaku.

“Dia tidak akan kembali kesini.”, kata ku, dia menoleh dan menunduk hanya mengangguk mengerti, aku menelan ludah, aduh, apa yang akan ku katakan lagi kali ini?
“Berapa umur mu?”, jawab ku tiba-tiba, aku bisa melihatnya terkejut, apa aku mengejutkannya? pffh , lucu sekali…

“A-aku 20 tahun…”, mata ku membulat, what? aku pikir 17 tahun? kenapa anak umur 20 tahun bisa seimut ini? dan lagi, badannya sangat ramping dengan kulit yang putih seperti susu, aku tidak percaya … dia terlihat feminim.
“Oh.”, jawab ku singkat, dia meneguk gelas kopinya dan memainkan tangannya di gelasnya. Aku mengulum senyum ku, pasti dia gugup.

“Kau tahu kita di jodohkan?”, tanya ku. Dia mendongak menatap ku, namun ketika mata kami bertemu ia membuang mukanya, aku melihat wajahnya memerah.
“Y-ya …”, jawabnya malu.
“Lalu kau tahu kalau calonnya adalah aku?”, dia mengangguk, what? dia tahu?! kenapa aku tidak?
“Bagaimana kau bisa tahu?”, tanya ku lagi sambil menyeruput kopi ku dan menatapnya dari balik gelas.

“A-aku diberi tahu ..d-dan yah, aku pernah melihat mu di acara keluarga sebelumnya…t-tapi aku tidak menyapa …”, katanya, aku terbelalak, aku tidak pernah mengenalnya?bahkan melihatnya saja belum? aku beberapa kali ke acara keluarga Lee karena keluarga kami dekat, tapi aku tidak tahu ini?

“Kenapa tidak menyapa? bukanya lebih baik kalau kita kenal lebih dulu?”, tanyaku, dia menelan ludahnya aku tahu itu.
“I-itu karena…mm…k-karena kau membuat ku takut …”, kalimat terakhirnya berbisik , namun aku mendengarnya dengan baik, dia takut padaku? benar kan? apa salah ku? apa aku segitu menakutkannya?

“A-m-maaf Minho sshi  … bukan begitu, h-hanya saja…”
“Ya aku mengerti.”, kata ku cepat , dia mendongak kaget dan menatap ku takut. Aku meminum kopi ku dan melihat keluar jendela restoran.
“Maaf kalau membuat mu takut, aku janji tidak akan menyakitimu, bagaimanapun kau tunanganku, aku sepakat akan hal ini.”, kata ku dingin, aku bingung harus bersikap bagaimana? aku juga menjadi sangat takut, karena aku bingung apa yang harus kulakukan agar semua ini berjalan semestinya, aku rasa aku menyukainya, dan aku senang tunanganku ini dia, tapi aku tidak yakin dia akan menyukai ku …

“M-minho sshi…”, panggilnya lirih, aku bergumam dan melihat padanya, dia menunduk memilin bajunya, aku menunggunya berbicara.
“Apa?”, tanya ku tidak sabaran, dia mendongak.
“A-ah, aku mohon bimbingan mu, aku berterima kasih k-karena kau mau… jadi tunanganku … aku senang kau mau menerima ku.”, katanya tersenyum, senyumnya sangat indah, wajahnya memerah, dan tangan ku hampir bergetar dan menjatuhkan cangkir ku, aku kulum senyum ku, aku senang…
“Hmmh.”, hanya ini? dammit Minho, tidak adakah jawaban lain??!!!

Dan setelah itu tidak ada pembicaraan yang dapat kukatakan padanya, kami hanya saling bertukar pandang, dan tiba aku harus mengantarnya karena aku harus datang ke pertemuan kolega bisnis. Didalam mobil dia hanya diam saja, dan memegangi ponselnya, aku sesekali melihatnya mengetik pesan untuk seseorang dan tersenyum, aku tidak tahu siapa yang bisa membuatnya tersenyum seperti itu? aku tidak bertanya, aku hanya terus memperhatikannya dari sudut mataku, well… aku tidak tahu kenapa? sedikit cemburu karena dia tersenyum bukan untukku, tapi pada ponselnya, aneh bukan?

“Kita sampai Young Master.”, kata supir ku, aku menoleh ke arah Taemin yang bersiap turun dengan membereskan tas ransel yang dibawanya.

“Taemin.”, panggil ku, dia menoleh padaku.
“N-neh?”, katanya,
“Minta nomer Hp mu.”, kataku dingin.
“E-eh?”,
“Iya, bagaimana aku bisa menghubungi mu jika kita ada pertemuan berikutnya?”, dia terkejut dan membenarkan kata-kata ku, aku menyerahkan ponsel ku padanya, dengan tangan kecilnya dia mengetik nomer nya,dan menyerahkannya padaku.

“B-baiklah, aku masuk … terima kasih sudah diantar Minho sshi…”, katanya membungkuk sopan, aku menunduk sedikit dan dia keluar dari dalam mobil ku.
Ketika pintu ditutup dia berlari menuju gerbang rumahnya yang besar, sebelum mobil ku pergi aku dapat melihatnya menuju keseorang pria dan memeluknya, hati ku panas, aku tidak bisa dengan jelas melihat siapa pria itu, tapi yang pasti dia pasti sangat dekat dengannya…

“Jalan.”, perintah ku pada supir ku.

End flashback~

.

.

Aku masuk kedalam kamar ku yang disulap jadi kamar pengantin, well, Appa sudah menyiapkan tempat kami untuk honeymoon keluar negeri, namun aku mengatakan kalau Taemin akan ada ujian kuliah. Jadi Appa mengundurnya.

Aku mendengar pintu kamar tertutup, aku melihat Taemin ragu-ragu masuk kedalam kamarku, wajahnya tertunduk dan memilin bajunya.
“Kau jangan berdiri disitu, duduk disana.”, kata ku menunjuk sofa di ujung kamar, dia mengangguk dan pergi ke sana, aku tidak tahu apa yang akan kulakukan sekarang, aku sekamar dengannya? well, aku tahu ini pasti terjadi, tapi aku tidak siap untuk kena serangan jantung setiap melihatnya.

“Taemin, kau mau mandi?”, tanya ku, dia mendongak dan mengangguk malu.
“Baiklah, ini kau bisa pakai handuk ini.”, kata ku menyerahkan handuk bersih, dia berdiri dan berjalan ke arah ku.
“T-terima kasih Minho Hyung..”, katanya, aku tersenyum.

“Kau bisa pakai baju ku sementara, koper mu belum dibawa kan?”, kata ku, dia menunduk malu dan mengangguk, aku berdecak dan menuju lemari pakaian mengambil beberapa baju ku yan sekiranya cukup dengannya.
“Ini.”, jawab ku.

“T-terima kasih.”, dia berjalan masuk kekamar mandi, ketika pintu ditutup aku membanting diriku dikasur dan menatap langit-langit kamarku, aku memejamkan mata, apa yang harus kuperbuat, tadi saja saat aku mau menciumnya di altar aku tidak sanggup, aku bisa melihat dia memejamkan mata karena takut, maka aku putuskan mencium pipinya saja, itu sudah cukup membuatnya terpaku dan tidak bergerak, aku rasa aku benar-benar membuatnya takut… eottokhe?

“AAAAHHHHHH…”, aku terlonjak kaget, apa itu? kenapa?!! Aku bangkit dari tidur ku dan berjalan menuju kamar mandi dimana Taemin berada, aku terdiam sebentar, hanya ada suara keran mengalir, kenapa dia.
“Taemin? …ada apa?”, tanyaku mengetok pintu, tidak ada jawaban, gawat! ada apa ini?
“Taemin! buka!”, diam sesaat.

“T-tidak bisa…a-aku…AAAHHHH…TOLOOONGGG…”, what the fuck?!!
“TAEMIN! BUKA PINTUNYA!”, teriakku panik, aku tidak tahan lagi, mau tidak mau harus kudobrak, dammit, sorry Taem…
1 …2…3…

BRAK!!
“TAEMIN!”, aku berteriak dan mencarinya dikamar mandi ku yang luas,

“Taemin?”, aku berjalan masuk mencari dari balik uap kamar mandi.
“H-hyung…”, aku mendengar suara lirihnya, aku memicingkan mata dan melihatnya berjongkok memeluk dengkulnya sendiri di pojok rungan dibalik bathup.

“Hei, ada ap—?”
“Jangan kesini!”, katanya teriak, setelah ku tahu maksudnya, mata ku terbelalak.

“SORRY!”, aku membalikkan tubuh ku.
“K-kau apa yang kau lakukan? ada apa?!”, tanya ku heran, aku bisa mendengar dia sesenggukan.

“A-ada serangga, i-itu dibalik closet..”, katanya,WHAT??!!!
“JANGAN LIHAT!”, teriaknya ketika aku ingin berbalik melihatnya heran, aku langsung mengalihkan pandanganku dan berjalan ke balik closet.

“Serangga?”, gumamku menuju ke balik closet. Dan…wuushhh…
“AAAAHHHHH….”, aku menoleh serangga itu terbang dan menuju ke arah Taemin.
“Yah tenang—Taem…”

“AAAHHHHHHHH…”, dia berdiri dan berlari kearah ku.
“AH!”, BRUK!!
Kami bertabrakan, dan dia jatuh di atas ku, aku meringis sakit karena kepalaku terbentur lantai.

“A-aduuhh…” aku memicingkan mataku, tu-tunggu dulu.
“Aahhh…HUWAAAAAA…”, aku menutup telingaku, dia bangkit dari atas ku namun,
“WAH TAEMIN AWAS!”, nice!!, aku tepat menangkapnya ketika ia hampir terjungkal kebelakang karena bangkit secara tiba-tiba.

“K-kau tidak apa-apa?”, kata ku panik, jarak kami sangat dekat, OMO!! aku langsung melepaskan tanganku dan berbalik , walau dia hanya menggunakan boxernya tetap saja, dammit… tenang Minho, calm down.
“Berisik saja, serangga nya sudah pergi, cepatlah, aku juga ingin mandi.”, kata ku keluar dari kamar. Damn, lagi, aku terlalu dingin berkata padanya, dia tidak menjawab.

“M-mianhe hyung…”, aku meneloh kebelakang pintu yang sudah kututup, apa dia bilang barusan? maaf? aish, seharusnya kau Minho yang bilang maaf. Baiklah, sebaiknya aku tunggu dia selesai mandi saja.

.

.

Mengerang, aku merentangkan tangan ku, dan mengusap mata ku, aigo, jam berapa ini?aku dimana? bagus .. aku masih dikamarku, hmm…
“OMO!”, aku terbangun, dammit, aku teringat, ini jam berapa?kemana Taemin, aku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan, tidak ada,kemana dia? aku melihat jam didinding, pukul 6 pagi, kemana dia?
Aku berjalan ke kamar mandi, dia tidak ada disana, aku ketiduran sehingga lupa untuk mandi semalam, aku kelelahan dan langsung tertidur tanpa menunggu Taemin keluar kamar mandi.

“Taemin…?”, aku memanggilnya ditengah kamar, tentu tidak ada jawaban, dengan cepat aku keluar kamar dan memeriksa isi rumah baru ku, aku sengaja membeli rumah ini hanya untuknya, tentu dia tidak tahu, setidaknya, rumah ini hasil tabungan ku seumur hidup karenam membantu appa dikantornya.

“Taemin…”, panggil ku lagi berjalan menuju kamar lain, seharusnya ini kamar tamu, tapi karena belum sempat dibereskan jadi tidak bsia digunakan, tetap saja aku mencarinya disana. Dammit, kemana dia?
Aku berjalan ke arah dapur, dia juga tidak ada, dan kaki ku mengarah ke ruang tamu, ketika kepalaku tersembul melihat ruangan itu hati ku tercekat, tubuh kecil Taemin terbaring pulas di sofa , dia berselimutkan selimut sampai ke pundaknya dan badannya miring seperti udang, mulutnya terbuka sedikit, kenapa dia bisa tidur disini?

Aku mendekat padanya, aku perhatikan setiap inci wajahnya yang tertidur pulas, wajahnya sangat imut dengan mulut terbuka, dia tidur disini semalaman? kenapa dia tidak tidur dikasur? oh aku lupa, aku tidur di kasur memakan tempatnya, aih Minho…
Tangan ku bergerak ingin membangunkannya dan menyuruhnya pindah ..
“Minho hyung…”, what? o////O A-apa barusan? dia memanggil namaku dalam tidurnya? aku tersenyum seperti orang gila sekarang, kenapa dia bisa menyebut namaku disaat ia tidur?

Aku menarik nafas dan ingin membopongnya, aku gerakan tanganku menuju kepalanya dan,SNAP! dia membuka matanya.
“M-minho h-hyung?”, aku melepas tangan ku dan berdiri didepannya, dammit, aku kaget, dia terbangun.

“Maaf membangunkanmu.”, kata ku, dia langsung duduk di sofa dan menunduk.
‘T-tidak apa-apa… oh, selamat pagi .”, sapa nya tersenyum, aku menelan ludah lagi, imut sekali.
“Ya pagi. kenapa kau tidur disini?”, tanya ku, dia memiringkan kepalanya dengan imut,
“Oh, hmm. itu, semalam saat aku selesai mandi, kau tertidur … aku ingin membangunkanmu, tapi aku rasa kau lelah, jadi yah… aku tidur disini saja, hehehe…”, dia menggaruk kepalanya, aku terkejut, jaid semalaman dia tidur disini? sendirian? dia tidak kedinginan?

“Kau tidak dingin?”, tanya ku, dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Tidak, aku ada selimut , aku menemukannya di kamar tamu.”, katanya berdiri dan melipat selimutnya sendiri, aku menngangguk dan pergi.

“M-minho Hyung..” , panggilnya, aku menoleh, dia menunduk dan memandangku malu.
“Ng.. kau mau sarapan apa? akan kubuatkan..”, kata nya, dia akan membuat sarapan untukku?
“Apa saja.”, yah benar, apa saja … apa yang kau masak, aku akan memakannya, kemudian aku pergi kekamar untuk mandi, badanku terasa lengket.

Aku masuk kekamar mandi , aku memandang diri ku dikaca, kenapa aku ini? kenapa aku tidak bisa sedikit saja lembut padanya? setidaknya aku ingin bersikap baik padanya dan tidak berkata dingin padanya, namun dia seperti biasa saja bahkan dia baik padaku, apa yang telah kulakukan untuknya tidak sebanding dengan yang ia lakukan padaku.

Flashback~

Ponselku berbunyi, siapa sih yang menggangu waktu ku? aku harus cepat menuju ke rapat anggota perusahaan.
“Yoboseyo?”, jawab ku sambil menyalakan mesin mobil, bersiap menancap gas mobil ku.
“M-minho hyung…”, sapanya, Taemin, ada apa ini? kenapa dia tiba-tiba menghubungi ku? kami tidak pernah saling menghubungi via telpon kecuali sms.

“Taemin? ada apa?”, aku mengerutkan alisku, kenapa terdengar suara bising dan ditambah suara nafasnya yang berat, kenapa dia?
“H-hyung, kau dimana…?”
“Aku mau kekantor, kenapa?”, diam lagi

“…”
“Taemin.”, panggilku.

“Kalau begitu aku langsung kekantor mu saja yah, aku membawakan berkas rapat mu yang tertinggal dirumah ku, appa yang suruh.”, katanya, mwo? aish, aku lupa tadi pagi setelah bertemu appanya, bagaimana ini?
“Iya iya, aku kesana sekarang.”, aku menutup telpon dan langsung menancap gas mobil ku untuk cepat sampai.

Aku langsung membanting pintu mobil dan berjalan ke arah lobi kantor, kemana Taemin?
“Permisi, ada titipan untuk ku?”, tanya ku pada resepsionis kantor.
“Atas nama siapa?”
“Choi Minho.” dia memeriksa sebentar , sementara aku melirik jam tanganku, sekitar 5 menit lagi rapat dimulai.
“Tidak ada tuan.” katanya.
“Kau yakin? tidak ada anak laki-laki mengantarnya kesini?”, resepsionis itu menggelengkan kepalanya, gawat!

“MINHO HYUNG!”, aku menoleh, Taemin dari kejauhan berlari menuju kearah ku, ditangannya ada map coklat yang ia lambaikan padaku.
“I-ini..m-maaf terlambat ..k-keretanya telat datang..m-maaf…”,dia memberikan map itu padaku, nafasnya tersengal dan keringat bercucuran di keningnya. Kereta?
“Kereta?”, tanya ku heran.
“I-iya… tadi aku ingin memberikan ini saat pulang kampus, tapi ternyata aku diberitahu appa kalau rapatnya sekarang … jadi aku langsung dari kampus …”, katanya menggaruk kepalanya.
“Mobil pribadi mu?”, tanya ku, dia cemberut dan mengangkat bahunya.
“Dia pergi, lalu kejebak macet, jadi aku putuskan berangkat sendiri.”, katanya terkekeh, aku menganga.
“Kuliah mu?”, tanya ku, dia mendongak dan terkekeh malu.
“Aku titip absen.”, katanya bergumam, apa?jadi dia kesini sendirian, dan bolos kuliah karena ini?
“Terima kasih , Tae.”, kata ku, dia mendongak dan tersenyum.
“Ya, semoga berhasil Hyung.”, katanya tersenyum, aku hanya diam dan mengangguk.

“Baiklah, aku pulang dulu…”, katanya

“Tunggu!”, dia berbalik dan menatap ku bingung.
“Kemana? kekampus?”, kataku, dia menggeleng.
“Aku tidak ada mata kuliah lagi, jadi aku mau pulang kerumah saja.”, kata nya, aku mengangguk.
“Baiklah, bye hyung.”, kata nya berlari meninggalkanku.

Aish, setidaknya aku menawarkannya untuk menunggu ku kan? aish Minho…

Endflashback~

“Minho hyung… sarapannya sudah siap.”, aku terkejut, aku bisa mendengar Taemin mengetuk pintu kamar mandi, aku mematikan keran air dan mengambil handuk.
“Ya. aku kesana sebentar lagi.”, kataku, dan aku mendengar pintu kamar tertutup, aku rasa dia sudah kembali kedapur. Aku keluar dari kamar mandi, mengambil kaos dan celana street panjang, berjalan ke dapur untuk sarapan.

Aku melihatnya duduk di meja makan sambil menyeruput susu digelas.
“Ah, Minho hyung.. ini sarapannya..”, kata nya menunjuk sebuah piring berisi scramble egg di sana.
“Terima kasih.”, kata ku duduk dan bersiap makan, namun aku melihatnya tidak ada apapun yang ia makan.
“Mana makananmu?”, tanyaku, dia mengangkat alisnya dan tersenyum malu.
“Aku minum ini saja … aku masih kenyang.”, katanya, aku mengerutkan alis, mana bisa minum susu bisa bikin kenyang.
“Kau makan saja.”
“Jangan… tidak apa-apa, aku minum susu saja .. makanlah hyung…”, katanya menatap ku ,tatapannya berharap aku akan memakannya, aku menyuap sesendok dan dia melihat ku dengan seksama.
“G-gimana rasanya?”, tanya nya, aku mengunyah dan berpikir, not bad .. walau agak asin, terlalu banyak garam.
“Enak.”, kata ku menyuap lagi. Aku meliriknya , kali ini ia menunduk dan meneguk susunya, wajahnya memerah dan mulutnya tersenyum lebar, kenapa dia bisa senang sekali.
“Syukurlah…”, katanya, aku tersenyum, dia lucu sekali.

“Hei Taemin.”, kata ku,dia mendongak.
“Hari ini kau mau kemana?”, tanya ku, dia berpikir sejenak.
“Mmm.. aku ingin ke supermarket .. kita tidak punya persediaan bahan makanan.”, katanya, aku mengerutkan alis, jinjja? omo, aku lupa membelinya untuk persediaan.. aih pabo Minho.
Aku langsung berdiri dan memeriksa kulkas, benar, hanya sekotak susu, sedikit kimchi yang pernah kutinggal sekitar 2 hari lalu, dan keju cair? what the?
“Aku temani kau.”, kata ku, dia mendongak, saat nya membalas kebaikanmu.
“B-benar? aku bisa sendiri Hyung.. kau jaga rumah saja…aku tidak apa-apa…”, katanya, aku menggeleng dan tersenyum.
“Tidak apa-apa …”, kata ku dan tanganku bergerak sendiri mengusap sisa susu diujung bibirnya, dia menunduk kaget menerima sentuhanku dan memalingkan wajahnya, aish Minho, dia takut disentuh oleh mu.
“Sorry.”, kata ku, dia menggeleng dan bangkit.
“A-aku siap-siap dulu.”, kata nya dan berlari kekamar mandi. Aku melihatnya menarik  nafas, aku memandang jari ku, bibirnya lembut, sabar Minho .. sabar, jangan berpikiran kotor, kalau kau buru-buru itu akan membuatnya takut, dan kau akan dibencinya, sabar …sabar…

.

.

Aku membawa keranjang belanjaan sementara ia berjalan disetiap sudut toko memeriksa apa yang perlu dibeli, dia mengambil beberapa sayuran, buah, telor, dan berbagai keperluan dapur yang bisa digunakan, dan terakhir, dia mengambil cemilan, dan susu banana?
“Susu lagi?”, tanya ku, dia menoleh dan tersenyum.
“Iya, aku suka susu banana .. kau mau yang mana?”, tanya nya,
“Vanila saja.”, dia mengambil kotak susu 1 liter vanila dan menaruhnya dikeranjangnya sendiri, dan kemudian ia berlari ke arah tempat cemilan, dan dia mengambil chiki.
“Untuk apa?”, tanyaku, dia menoleh lagi dan tersenyum,
“Aku bosan jika mengerjakan tugas tidak makan ini…”, katanya, aku menarik nafas, bagaimana bisa ia memakan semua makanan ini tapi badannya tetap kurus?

Selesai , waktunya membayar
“T-tunggu..”, aku menoleh mengerutkan alisku saat ia mencegah pramuniaga menghitung belanjaan kami.
“Kenapa tuan?”, tanyanya, dia terkekeh malu.
“Maaf, yang ini tidak usah saja.”, katanya mengeluarkan kembali cemilannya yang setumpuk dari keranjang.
“Yah, kenapa?”, tanyaku bingung, dia terkekeh malu.
“A-ani.. hanya saja uang ku tidak cukup, debit card ku ketinggalan di rumah tadi.”, katanya berbisik, aku mengerutkan alisku, jadi maksudnya dia mau membayarnya sendiri? semua ini? yang benar saja?
“Aku yan bayar, tolong yang ini dihitung semua ya?”, kataku pada pramuniaga, dia bercanda? buat apa aku ikut tidak membayar semua ini? ini keperluan rumah, well. ehm, aku suaminya jadi wajar aku yang bayar juga.

“H-hyung tapi..”, aku menoleh dan menatapnya , dia langsung terdiam dan tidak berkomentar, aku rasa dia mengerti bahasa isyarat ku.
“Terima kasih.”, kata ku setelah semua selesai dibayar.

“Hyung … terima kaish yah…”, katanya, aku tersenyum.
“Tidak apa-apa, sudah tugas ku membayar keperluan rumah kita.”, jawab ku, dia menatap ku takjub dan kemudian membuang mukanya, OMO! apa tadi? aku banyak omong.

“Ayo, Taemin … Taemin?”, aku menoleh, dia berhenti dan melihat ke arah lain, aku mengerutkan alisku dan melihat kemana arahnya berasal.
“Taemin?”, aku mendekat, dan dia menoleh terkejut. “Ada apa?”, tanya ku, dia menggeleng.
“A-ani hyung…”, kata nya dan berlalu, aku melihat ke arah dia tadi melihat,aku tersenyum dan tanpa ia tahu aku segera masuk ketoko itu.

.

.

Aku memperhatikan Taemin yang asik mondar-mandir seisi rumah, sejak pulang dari belanja tadi dia sibuk membereskan rumah. Aku meliriknya dari balik tumpukkan kertas dokumen di depanku.
Aku tersenyum, nanti aku akan memberikan hadiah itu untuknya.

.

Aku mendongak, aku melirik jam didinding, sudah pukul 5 sore, aku suka lupa waktu jika serius bekerja, aku mendongak mencari keberadaan Taemin, kemana dia? kenapa tidak terdengar sama sekali?

Aku bangkit dari duduk ku dan berjalan mencarinya.
“Taemin—” aku terpaku, dia tertidur pulas dengan tangan bertopang di atas meja, aku menarik nafas, kenapa dia senang sekali tidur disembarang tempat?aku menghampirinya dan dengan lembut mengelus kepalanya.
“Taemin…”, panggilku, dia  hanya bergumam dengan mata tertutup, aku menarik nafas dan menggendongnya dengan bridal style, dapat dengan jelas aku melihat wajahnya di tanganku, aku ingin sekali merengkuhnya, dan sekarang dia didepanku, aku menelan ludah, ketika leher putihnya terekspos ketika aku meletakan tubuhnya di kasur.

Jantung ku berdegup cepat, aku duduk disamping kasur dan memandangi wajahnya, dia bergumamkan suara lucu dari bibir mungilnya, dan ia membalikkan tubuhnya menghadapku dengan kasar, sehingga selimut yang aku tutupi tubuhnya jadi turun, aku berdecak dan menyelimutinya lagi. Tanganku bergerak membelai rambutnya dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. Dia bergerak menerima sentuhan tanganku, aku bangkit dari duduk ku dan berjalan kesebuah bungkusan yang kubeli tadi dari dalam lemari baju ku, aku mengeluarkan boneka Keroro besar dan meletakannya dipelukannya, tanpa membuka matanya dia tersenyum dan bermanja dengan bonekanya.

Aku tersenyum dan membelai kepalanya lagi, “I love you Taeminnie…”, kata ku berbisik dan mencium keningnya, kemudian aku keluar kamar dan kembali ke ruang kerja ku.

.

.

TING TONG!

Aku menoleh ke arah pintu, siapa yang bertamu pukul jam 7 malam begini? Aku berjalan menghampiri pintu rumah dan membukanya, didepan ku berdiri seorang pria dengan well, bisa kubilang dia punya kulit yang putih layaknya Taemin, dan memakai kacamata hitam dengan rambut berpotongan A simetris dengan warna unik, bisa kubilang dia juga mempunyai selera berpakaian yang unik.

“Jangan melihat tamu seperti itu, tidak sopan!”, katanya cuek, aku terkejut, what the?
“Sorry.”, kata ku, dia membuka kacamatanya dan menatapku dari atas kepala hingga ujung kaki, aku tidak tahu apa maksudnya menatap ku seperti ini.

“Jadi .. ini kediaman Choi Minho?”, tanyanya,
“Ya… dan.. kau siapa? apa aku mengenalmu?”, tanya ku, dia memutar bola matanya.
“Hell yess, siapa yang tidak kenal dengan Choi Minho, pewaris tunggal keluarga Choi?”, tanyanya balik dengan menyengir, aku mulai tidak suka dengan pria ini.
“Oke, lalu ada perlu apa kau datang kesini?”, tanyaku lagi, dia terdiam dan menatap ku bosan.

“Yah Minho sshi, apa kau tidak pernah tahu menyambut seorang tamu? tidak sebaiknya aku disilahkan masuk?”, tanyanya, aku mengerutkan alis ku, bagaimana aku bisa membawanya masuk? dia orang yang aneh.
“Maaf, tapi aku tidak mengenalmu, jadi ku rasa sebaiknya kau perkenalkan dirimu dan katakan mau perlu apa atau mencari siapa?”, jawabku, dia mengerang kesal.

“Oke oke… Aku–”
“KEY HYUNG!!”, aku menoleh kaget, Taemin berdiri dibelakang ku dengan rambut berantakan dan tangannya memeluk boneka yang kuberikan.
“TAEMINNIEEEE~~…”, pria itu langsung menabrak ku dan berlari menghampiri Taemin dan memeluknya, WHAT THE HELL!!

“Taeminnieee~ i miss you so baddd~~…”, katanya terus memeluk Taemin, Taemin tersenyum dan memeluknya erat, entah kenapa aku kesal sekali.
“Kapan kau balik dari Brazil Hyung?”, tanyanya ketika melepas pelukan mereka.
“Aigoo baru saja, kau tidak lihat? kulit ku hampir terbakar, disana panas sekali, ini semua kalau bukan karena Dino head pabo itu, aku tidak akan mau kesana…”, katanya ngedumal kesal, Taemin terkikik riang sampai wajahnya memerah.
“Tapi kan kau yang minta, dan itu juga yang membuat mu tidak datang ke acara pernikahanku..”, Taemin cemberut, dan pria itu langsung memeluknya lagi.
“Mianheee… makanya sekarang aku kesini untuk menyapamu …”, katanya, Taemin terkikik geli ketika pria itu mendekatkan hidungnya dengan hidung Taemin, posisi apa itu?!! bibir mereka berdekatan.

“EHM!”, aku terbatuk menyadarkan mereka bahwa aku masih disini untuk melihat mereka bernostalgia. Mereka berdua melihat ke arah ku , pria itu menatap ku sinis, sedangkan Taemin menundukkan kepalanya malu,

“Well, ini … Minho itu, baby?”, tanya nya pada Taemin merangkul pundaknya dan masih tetap mengoreksi ku dari ujung kaki ke ujung kepala.

“Y-ya Hyung… dia Minho hyung … dia… dia…”, Taemin tidak meneruskan kata-katanya dan menunduk malu, pria itu tertawa dan menepuk pundaknya dengan semangat.
“Ya ya ya baby i know already, he’s you hushband right?”, katanya tertawa lagi, apanya yang lucu?
“H-hyung…”, Taemin cemberut, aku masih memperhatikannya.

“Well, im Kim kibum, panggil aku Key, dan aku … soulmatenya.”, kata pria bernama Key itu memeluk pundak Taemin, Taemin tersenyum malu. Soulmate? wtf?

“Soulmate?”, tanyaku, dia mengangguk.
“Oke then, im hugry, siapa yang mau masakanku?”, tanyanya, aku tidak menjawab, dia memutar bola matanya dan berlaih ke Taemin,
“Kau baby?”, tanyanya, Taemin mengangguk setuju,
“Good, kajja, kita buat makan malam, aku juga sudah lapar, oh Minho shhi, aku pinjam dapur mu, oke?”, katanya, tapi sepertinya persetujuanku tidak ia perdulikan , karena ia telah berjalan kedapur menyeret Taemin besertanya.

Aku menatapnya sinis, mau apa dia kesini? dan Soulmate katanya?
“H-hyung…”, aku berbalik, dan Taemin sudah berdiri didepanku.
“Ya?”, aku bingung, dia menunduk dan menggenggam erat bonekanya.

“Ini…”, katanya menunjukkan boneka itu padaku
“Oh, itu yang kau mau saat tadi kita belanja kan? aku belikan untukmu.”, kataku, dia terkejut dengan wajah memerah,dan tersenyum lebar.
Dan tanpa bisa kuduga dia datang padaku dan memelukku erat.
“Gomawo Minho Hyung…”, katanya , jantung ku berdetak cepat,d an kemudian dia berlari kembali ke dapur karena pria bernama Key itu memanggilnya, benar-benar perusak suasana.

Aku tersenyum, aku masih bisa merasakan kehangatan tubuhnya dan wangi rambutnya yang tercium didekat ku tadi, aku menutup mataku , sabar Minho …  kau menginginkannya, tapi kau harus sabar…

 

END

Yihaaaaa~ agak gaje ya cin? bosan kan? tapi ini baru perkenalan, next part mungkin lebih seru, akankan Taemin menyampaikan perasaannya dengan mudah? dan akankah mereka bisa bersama dengan mudah? wuhuuuu~

RCL GUYS🙂
SEE YA🙂

134 thoughts on “[2min] Your my precious part. 1 of ?

  1. Ciee kodok jatuh cintee pada pandangan pertamaa😄

    Kayaknya ff nya bakal seru nih ^^ taemin juga kyaknya cinte ama si kodok😄

  2. 2min sama2 suka tapi msih ngga mau ngungkapin perasaan masing2..
    kayaknya si ming mesti dipanasin dulu nih baru beraksi..

  3. mereka sama2 suka tapi yg satu malu2 dan yang satu dingin dan gak tau harus berbuat apa, yg bodoh siapa sih hahahaha lucu jadinya, masa malam pengantin pisah gitu, bakalan susah nih pedekate nya, tapi jadi berasa perkembangan hubungannya, next baca

  4. mereka sama2 suka tapi yg satu malu2 dan yang satu dingin dan gak tau harus berbuat apa, yg bodoh siapa sih hahahaha lucu jadinya, masa malam pengantin pisah gitu, bakalan susah nih pedekate nya, tapi jadi berasa perkembangan hubungannya, next baca hehehehe🙂

  5. baru baca ff iniiiiii. duhhh 2min-nyaaaaaaa☺☺☺☺ oiya btw kibum pairingan sama mas dino?

  6. Suka cerita pengantin baruuu^^
    Ih minho kok kaku bgt.. gak asik.. mana belum first nite lagi..
    Dih moga 2min ada kemajuan part berikutnya..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s