[2min] Your my precious part. 3 of ?


Foreword :

Annyooenggg~ miss me guys? kekekek~ gimana kerjanya Keyshaa? terkejut dia anak SMP, bokis banget tuh, dia udah tua, otaknya yang tuwir maksud gue , tapi sorry, gue nggak bisa ngasih almt FB nya dia, dia sendiri yang nggak mau … takut ketauan kalau dia yadong sih kayaknya, wkwkwkwk LMAO
Oke, then .. sorry banget kalo masih ada yg kecewa sm hasil kerja kami yah? maklumin ajalah yah?🙂

So, here it is …
Read, enjoy, and leave ya comment if ya likey🙂

by: Sanniiew

.

.

Author Pov~

“Hai … kau..siapa?”, tanya Jinki tersenyum dan merangkul pundak Taemin, Minho menatap lurus Jinki dan ia sempat melihat kemana tangan Jinki berada.

“Aku Minho, Choi Minho …”, kata Minho datar, Taemin tidak berani melihat ke arah Minho, ia menunduk sedalam-dalamnya.
“Oh, omo, kau… jadi kau anak keluarga Choi itu? “, kata Jinki tertarik, dia merangkul Taemind an berjalan mendekat serta mengulurkan tangannya.
“Hai, aku Lee Jinki … panggil aku Onew.”, katanya tersenyum lebar, Minho menjabat tangannya dan tersenyum sekenanya.

“Well, kau kenal dengan Minnie ku?”, tanyanya senang, Minho terdiam dan melihat ke erah Taemin yang semakin membenamkan wajahnya.
“Iya..begitulah.”, kata Minho datar,
“Taemin, ya… kau kenapa? kau kenal baik dengan Minho?”, tanya Jinki meraih dagu Taemin sehingga mukanya menatap lurus padanya, Taemin mengalihkan pandangannya dan menelan ludahnya.
“D-dia itu—“

“OMO ONEW HYUNG!!!”, teriak sebuah suara menggelegar, Jinki menoleh ke arah suara itu berasal, senyumnya semakin lebar terkembang ketika ia tahu siapa itu.

“Onew Hyung….!!!”, Key berlari dari arah berlawanan dan langsung menghampiri Jinki dan memeluknya, ia tidak perduli ada Taemin disampingnya, mereka berpelukan bertiga, membuat Taemin merasa sesak.
“Yah Key! Taemin terjepit!”, teriak Jonghyun dari arah lain, “Hai Onew!”, sapa Jonghyun.

“YANG SOPAN SAMA HYUNG MU! AISH!”, teriak Key memukul lengan pacarnya, Jonghyun menjulurkan lidahnya dan berjalan ke arah Jinki dan memeluknya.
“Hai Jjong, i miss you…”, kata Jinki terkekeh.
“Ya ya ya… miss you too, aku pikir kau hanya rindu Taemin?”, ledek Jonghyun pelan, namun cukup didengat oleh Minho, dan Taemin hanya menundukkan kepalanya.

“Hai, Minho, kenapa kau disini? ohhh… mau jemput Taeminniie yah…?”, tanya Jonghyun mendekat ke arah temannya, Minho hanya tersenyum.
“Jangan ganggu dia Jjong…”kata Key merangkul Jonghyun menjauh dari Minho.

“Kalian kenal dengan Minho? aku baru saja bertemu dengannya, dan Minnie juga kenal dengan nya, kalian akrab yah?”, kata Jinki tersenyum lebar menatap Minho, Jonghyun, dan Key bergantian.

Key dan Jonghyun saling bertatapan , dan tersenyum. “Ya begitulah…”, kata Key merangkul Jonghyun lebih erat.

“Hyung, kapan kau datang? kenapa tidak hubungi kami? kami bisa menjemputmu dibandara kan?”, tanya Key mengalihkan pembicaraan, Jinki tersenyum lebar.
“Surprise Key, terutama buat Taeminniie …’, katanya merangkul Taemin mendekat lagi, Key melirik ke arah Minho yang sedari tadi diam saja dan melihat ke arah lain, ia tahu ada hal yang gawat akan terjadi, Minho cemburu. Key menyolek pelan Jonghyun, Jonghyun mengerti maksudnya.

“Ah. Onew Hyung, bagaimana kalau kita bicara di suatu tempat saja, disini tidak enak sambil berdiri.”, kata Jonghyun , Jinki tersenyum dan mengangguk.

“Kau ikut Minnie?”, tanya Jinki, sebelum Taemin bisa menjawab Key sudah interupsi.
“Hyung, Minnie harus latihan dance , kau tahu kan? dia masih menari sampai sekarang … jadi kita bertiga saja.”, kata Key merangkul lengan Jinki, Jinki mengerutkan alisnya.
“Oh, mau kuantar?”, tawar Jinki tersenyum pada Taemin.
“T-tidak usah Hyung…ng.. aku sama Minho hyung saja…”, kata Taemin menunjuk Minho yang sedari tadi diam saja, Jinki mengalihkan pandangannya menatap Minho sesaat dan kemudian tersenyum.
“Oke , kalau begitu, sampai jumpa lagi, aku akan menghubungi mu…”, kata Jinki mengelus pucuk kepala Taemin. “Minho, tolong jaga dia yah? hati-hati saja bawa mobilnya.”, kata Jinki tersenyum dan menghampiri Minho untuk melepas Taemin.
“Kapan-kapan kita harus ngobrol sama-sama, ya kan Taemin?”, tanya Jinki, Taemin hanya mengangguk.
“Iya hyung…”, Minho membalasnya dengan tersenyum sekenannya.

“Ayo Taem…”, kata Minho , Taemin mengangguk.
“Bye semua… bye Jinki hyung…”, kata Taemin melambai, Minho membungkukkan badannya sedikit untuk berpamitan dengan yang lain. Jonghyun dan Key yang melihat itu hanya saling bertukar pandang ketika Minho dan Taemin pergi ,dan menarik nafas mereka.

“Ng…Key..”, panggil Jinki.
“Ya hyung?”,

“Siapa Minho itu? sepertinya ada hubungan khusus dengan Minnie , ya?”, tanya Jinki tanpa menoleh, Key menelan ludahnya dan menatap Jonghyun memohon bantuannya, Jonghyun mengangkat bahunya bingung.

“Siapa dia Key, Jonghyun?”, tanya Jinki lagi membalikkan badannya. “Mau kan kalian cerita kan padaku?”, katanya tersenyum lebar, Key dan Jonghyun tersenyum miris,mereka tahu, dibalik senyum Jinki itu ada hal lain.

.

.

Taemin tidak berkata apapun, begitu juga Minho, semakin buruk, Minho memang pendiam, tapi keadaan begini sama saja membunuh Taemin perlahan, karena ia tidak tahu harus bersikap seperti apa didepan Minho. Ia hanya duduk dan melihat ke luar jendela, apa yang harus ia katakan, apa yang harus ia mulai untuk membuka pembicaraan?

Kruyuukkk~

Taemin terkejut, ia memejamkan matanya malu, tangannya menyentuh perutnya, aduh, dia lapar… dammit, kenapa harus sekarang sih bunyinya? memalukan… pikirnya. Ia mengangkat tangannya keperutnya dan mengelusnya sambil bergumam dalam hati, pabo..pabo..pabo.

Kruyuuukk~

Taemin memejamkan matanya lagi, stupid stomach, tidak bisakah ia diam disaat begini? aishhh~ dia malu sekali. Saat menunggu Minho tadi ia memang sudah sangat lapar.

“Kalau lapar bilang saja, perut mu berisik..”, kata Minho dingin, Taemin mendongak ingin bicara sesuatu, namun ia menunduk, ia ingin sekali menangis karena menahan malu, tapi tidak disini, tidak didepan Minho.

“M-maaf…’, katanya pelan, Minho berdecak kencang, membuat Taemin semakin kalang kabut, ia bingung apa yang harus ia perbuat.
“Kita makan diluar saja.”, kata Minho, Taemin hanya mengangguk, apa saja, yang penting perut bawelnya berhenti bersuara, ia tidak tahan lagi.

Tidak lama mobil Minho berhenti di sebuah restoran sea food, Taemin mendongak, bagaimana ini? dia .. ingin makan ramen kali ini, tapi percuma, ia tidak berani mengatakannya, dan ia hanya ikut saja ketika Minho membuka pintu mobil dan keluar. Tanpa menunggu Taemin, Minho langsung berjalan masuk kerestoran, Taemin menarik nafas dan mengusap air mata yang tergenang di ujung matanya, dia tak boleh menangis, ia harus sabar.

“Kau mau apa?”, kata Minho melihat menu makanan, Taemin melihat sejenak, ia masih ingin makan ramen, tapi yasudahlah.
“Aku .. Kerang saus tiram saja.”, kata Taemin pelan, Minho bergumam dan mengatakanya ke pelayan.

Ketika pelayan itu pergi tidak ada yang bisa mereka katakan, Taemin sibuk melihat tangannya sendiri dan tidak melihat Minho. Disis lain, Minho melihat layar ponselnya, dan diam-diam yang ia lihat adalah wajah Taemin yang sempat ia ambil ketika pesta pernikahan mereka, Taemin sedang tersenyum berbicara dengan teman-temannya, hatinya marah, kesal, cemburu, dan sedih, karena ekspresi ini jarang ia temukan ketika mereka bersama, dan alhasil.. beginilah setiap mereka bertemu, rasa canggung.

“Ng…M-minho hyung..”, kata Taemin , Minho mendongak dan melihat Taemin yanng menggerakan badannya, ia mengerutkan alisnya bingung.
“A-aku mau ke toilet sebentar..”, kata Taemin menahan pipis, Minho ingin tertawa, namun ia mengulum senyumnya dan melihat ke arah lain.
“Ya.”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, Taemin menatapnya sedih dan berjalan ke arah toilet.

Taemin masuk ke dalam toilet dan menyelesaikan hajatnya, setelah itu ia duduk diatas kloset dan menutup wajahnya, perlahan ia menangis dalam diam, ia bingung, ia tahu pasti Minho marah karena melihatnya bersama Jinki hyung tadi, dan ia bingung apa yang harus ia katakan pada Minho untuk menjelaskan siapa Jinki, ia sangat takut, ia ingin Minho setidaknya berbicara padanya, karena ia akan bingung setengah mati jika Minho bersikap dingin padanya.

“Eottokhee…?”, gumam Taemin, setelah beberapa lama ia mengelap air matanya dan keluar, membasuh wajahnya di wastafel, dia melihat matanya sedikit agak merah, ia hanya berharap Minho tidak menyadarinya, ia membasuh wajahnya lagi dan menepuk-nepuk pipinya, dan mengelap wajahnya sebelum keluar dari kamar mandi.

.

Ketika ia sampai, makanan sudah tersedia diatas meja, Minho tidak menyentuh makanannya juga.
“M-maaf lama..”, kata Taemin pelan, dan duduk di atas kursi, Minho melihatnya beberapa saat dan kemudian menunduk.
“Ya ..tidak apa-apa, makanlah.”, kata Minho pelan dan memulai menyantap makanannya.

Minho tidak bisa menikmati makanannya dengan baik, karena apa yang baru saja ia lihat mengganggu pkirannya, apa yang ia lihat barusan adalah wajah Taemin yang memerah, dan juga matanya yang sedikit merah dan sembab, ia berpikir apakah Taemin habis menangis? dan apakah ini salahnya? ia menjadi bingung apa yang akan ia lakukan.

“Jadi .. kau juga menari?”, tanya Minho berusaha membuka pembicaraan, Taemin mendongak dan mengangguk.
“Y-ya… dulu, tapi sekarang sudah jarang..”, katanya, Mino melihatnya sekilas.
“Kenapa?”, tanyanya bingung.
“Eum.. karena.. aku banyak tugas kuliah, aku tidak bisa mengatur jadwal ku… dan…eum, aku takut kelelahan.”, kata Taemin, Mino menelan makanannya hambar, ia lelah? apa karena ia menikah dengannya jadi ia juga tidak punya waktu untuk dirinya sendiri? apa karena ia selalu membantu membereskan rumah, memasak untuknya, dan melakukan hal lain dirumah jadi ia tidak lagi menari? Mino merasa bersalah akan hal itu..

“Hmm.. kau bisa menari lagi jika kau mau?”, kata Minho, Taemin mendongak, dan kemudian ia menggeleng dengan tersenyum.
“Aku bisa menari dimana saja, tidak harus distudio..’, kata Taemin, Minho menatapnya dan mengamati sosok Taemin yang serius menyantap makanannya.

“Baiklah, lakukan apa yang menjadi kesenanganmu kalau itu membuat mu senang.”, kata Minho akhirnya, Taemin menelan makanannya, ya… tapi, dengan bersama Minho setidaknya itu sudah lebih dari cukup membuat hatinya senang, dan Minho tidak tahu itu, yang ia tahu, ia merasa bersalah, karena Taemin melepas semua kesenangannya hanya karena menikah dengannya, ia tidak mau begitu, ia mau Taeminnya bebas melakukan apapun yang ia suka.

.

.

“Kau tidur lah duluan..”, kata Minho membuka pintu rumah, Taemin menatap Minho.
“K-kau sendiri?”, tanya Taemin.

“Aku harus mengurusi pekerjaan ku sebentar, jadi kau mandi dan istirahatlah.”, kata nya, Taemin hanya mengangguk dan berjalan ke kamarnya, ia menundukkan kepalanya, ia hanya ingin tidur dengan Minho malam ini, tapi ia tidak bisa mengatakannya.

.

“M-minho hyung, aku sudah selesai mandi, kau bisa mandi dulu..”, kata Taemin datang menghampiri Minho yang sudah duduk di kursi kerjanya, Minho mendongak dan merenggangkan ototnya sebentar dan menguap.
“Baiklah.”, katanya berdiri dan menuju kamar mandi.

Taemin memperhatikan punggung Minho yang menghilang dari balik pintu, dan kemudian sebuah ide muncul di otaknya, ia tersenyum dan berjalan ke dapur.

.

Minho keluar dari kamar mandi, lengkap sudah berpakaian, ia menemukan pakaian gantinya sudah tersedia dikamar mandi, itu semua pasti Taemin yang melakukannya, ia sempat tersenyum ketika mendapati pakaian gantinya sudah diletakkan di kamar mandi.

Ia berjalan ke ruang kerja, sempat matanya menatap pintu kamarnya yang tertutup, ia buka sedikit dan melihat Taemin telah tidur dengan damai di atas kasurnya, ia tersenyum melihatnya, dan menutup kembali pintu dengan perlahan. Namun kembali, pikiran itu muncul lagi, Jinki… apa hubungan mereka, Minho dengan cepat menggelengkan kepalanya membuang smeua pikiran itu, itu membuatnya gila jika terus menerka apa yang terjadi.

Ia duduk di atas kursinya, ketika ia bersiap menyelesaikan semua projectnya malam itu juga ia terkejut dengan sesuatu di atas mejanya. Ada sebuah ceret kecil dan secangkir teh madu didepannya, dan sepiring kecil cookies gandum tersedia di sana, kemudian ada sebuah memo tertempel di ceret itu.

Jangan terlalu lelah, jaga kesehatan lebih baik, kudapan malam ini bagus, dan teh madu menolong mu untuk tetap fit. Hwaiting!
Taemin (^o^)/

Minho tidak bisa menahan senyumnya lagi, ia menarik nafas, seakan semua beban dan rasa lelahnya hilang seketika, semangatnya untuk menyelesaikan projectnya kembali berkobar. Ia mengambil cookies dan menggigitnya sambil tangannya memulai untuk mengetik dan bermain di laptopnya.

.

Minho menguap kesekian kalinya, ia merentangkan tangannya sambil tersenyum bangga, akhirnya selesai, ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya hanya dalam satu malam , dan ini akan menjadi hasil yang sempurna, ia melirik ke ceret yang sudah agak kosong dan cookies yang sudah habis termakan, ini semua berkat kudapan malam ajaib dari Taemin, ia tersenyum lagi memperhatikan memo kecil itu, ia mengambilnya dan tersenyum sebelum ia menguap lagi bahwa ia tahu sebaiknya ia pergi tidur, ia sudah cukup lelah, jam didinding sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.

Ia membereskan alat kerjanya dan berjalan kedapur untuk mencuci cangkir, ceret , dan piring itu, ia tidak mau ketika Taemin bangun ia harus mencucinya sendiri. Kemudian setelah memeriksa semua pintu terkunci dan mematikan lampu yang tidak perlu ia berjalan ke kamarnya, ia membuka pintu secara perlahan dan masuk untuk tetap tenang tidak menggangu Taemin.

Ia berjalan untuk menuju sisi kasur satunya, ia tidak jelas melihat wajah Taemin karena gelapnya kamar, dan hanya sinar lampu taman yang memantulkan cahaya dari luar kamar.
Saat ia ingin naik ke atas kasurnya ia mendengar suara isakan dan rintihan, ia memicingkan matanya, dan mempertajam pendengarannya, itu berasal dari Taemin. Ia langsung menuju ke sisi Taemin memeriksa keadaannya kenapa ia merintih, perlahan ia menarik turun selimut yang menutupi kepala Taemin.

Ia terkejut, tubuh Taemin mengigil dan ia meracau tidak jelas, dan air mata mengalir dari pipinya, Minho panik, ia menyalakan lampu kamar dan kembali ke sisi Taemin, ia sekarang bisa melihat dengan jelas tubuhnya, tubuhnya berkeringat hebat dan mengigil sambil terus merintih, hati Minho miris melihatnya.

Ia meraih kepala Taemin dan mengelusnya.
“Ssshh…Taemin…bangun… apa yang kau rasakan…bangun Taemin..”, bisik Minho pelan sambil mengguncang badan nya perlahan, Taemin membalasnya dengan erangan dan perlahan matanya membuka, Minho mengusap air mata yang mengalir dipipinya.

“Hei, kenapa… mana yang sakit?”, bisik Minho lembut, Taemin tidak menjawab, ia mengigil hebat dan mencengkram lengan Minho, mata Mino melotot melihat apa yang ada ditangan Taemin, ia baru sadar, sekujur tubuh Taemin memerah, mulai dari tangan, wajah, dan lehernya juga.

“God, Taemin… kita harus kedokter…’, kata Minho berlari mengambil jaket dan langsung membalutnya di tubuh mungilnya, Taemin tidak berkata apapun, ia hanya mengigil dan air matanya terus mengalir. Dengan sekuat tenaga ia mengangkat Taemin dengan bridal style dan berjalan keluar menuju mobilnya yang terparkir digarasi.

Perlahan Minho meletakan Taemin di jok penumpang dan menurunkannya sedikit agar Taemin berbaring dengan nyaman, ia merapatkan jaketnya dan menambah selimut menutupi tubuh mungilnya.
“Please .. bertahan ya?”, bisik Minho dan mendaratkan ciuman di keningnya dan menghapus air mata Taemin, kemudain berlari ke jok sebelah , sebelum ia menancapkan gasnya ia melihat ke arah Taemin dan mengelus kepalanya.
“Bertahan lah Minnie.. i love you.”, bisik Minho, dan dengan cepat ia menuju rumah sakit terdekat, jantungnya berdegup cepat , apa yang terjadi, seharian ini ia tidak melihat tanda Taemin sakit, ia harus cepat, apapun itu, Taeminnya tidak boleh sakit.

CUT!

HAHAHAHAHAH… GIMANA GIMANA? belum pada tahu kan apa yang diomongin Jongkey couple pada Onew? hahahah…

Apa yang akan dilakukan Minho untuk menjaga Taeminnie tersayang? kekekek~

aduh, tapi maaf bikin kecewa karena saya harus mengCUTnya disini, hahahah..

Oke next part mungkin akan ditulis Keyshaa

see ya🙂

COMMENT!

114 thoughts on “[2min] Your my precious part. 3 of ?

  1. Taemin kenapa.. alergi seafood kah.. aduuhh si jinki juga siapanya taem.. pasti bukan abangnya.. kalo abangnya harusnya dia tau kan kalo taem nikah ama minho.. penasaran hueee…

  2. emang yg dipegang taemin apaan?
    ya ampun aku malah kepikirannya taemin minum obat perangsang lol

  3. Yahh itu jinki gak tau kalo taemin dah nikah?

    Nah taemin knp tuh….??? duh makin cinta nih sama 2min di ff ini…

    Suka sama jongkey couple nih ♥

  4. tae knpa alergi ya??
    cihh ming beraninya pas tae lagi sakit aja..
    mudah2an tae sadar ma apa yg udah dilakuin ming, trus ditagihin ma tae hehehehehe

  5. jinki siapanya taemin? huwaaaa penasaran, apa jinki menyukai taemin, itu pasti si taemin alergi sea food dan bodohnya dia gak berani bilang, dasar minho jangan kasar dan dingin ama taemin jd takut t anak,,,, disaat sprti itu baru deh kluar kata cinta dari mulut dingin si minho, taemin dengar gak ya

  6. duh minho selalu jadi ice prince yg diam2 menghanyutkan/? wkwkwk eeeee jinki jadi siapaaaa? siapanya taem???

  7. Itu taeminnya kenapa alergi kah?? Semoga dengan sakitnya taemin, minho bisa salebih menunjukkan rasa cintanya ketaemin,

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s