[2min] Your my precious part. 4 of ?


Myword:

Hai semuanya , apa kabar? semoga sehat selalu yah? makasih udh dukung aku dlm nulis FF, aku tauk masih banyak yg jelek yah? oh ya, aku baca komen kalian, hihihi … iya aku msh SMP bener banget, dan untuk NC hmm, itu karena sering baca asianfanfics, jd gitu deh, hihi .. >////<
Dan mohon dukungannya yah smeoga aku bisa nulis lagi yg bagus :p
ILY🙂

Part 4 by KeyshaaKim

Comment please … dont be silent reader.
Chcek and re-check by : Sanniiew eonni🙂

.

.

Minho berlari masuk kedalam rumah sakit sambil membawa Taemin di tangannya, dia panik dan mencari suster jaga yang sekiranya masih bisa memberikannya bantuan di tengah pagi buta.
“God, diman ruangan dokter, dia menggigil, cepat!”, tanya Minho pada seorang suster di informasi, Suster itu dengan sigap mengangguk dan menyuruh MInho meletakan Taemin di kasur dorong, dan membawanya, Minho menggenggam tangan Taemin dan tidak dilepaskan, ia mengelus kepalanya karena khawatir akan keadaan Taemin yang maish merintih kesakitan.
God, buatlah dia baik-baik saja, pintanya.

Ia melepas tangan Taemin dan menunggunya diluar ketika dokter memintanya, dia hanya mengangguk dan menggenggam jaket yang dipakain Taemin tadi, ia duduk di kursi tunggu dengan cemas, tangannya berkeringat, apa yang salah? apa penyakitnya? ia mereas kepalanya, seandainya ia lebih concern terhadap kesehatan Taemin, seandainya ia lebih peduli … seandainya… arrgh, dia semakin frustasi, karena sebanyak apapun yang ia lakukan rasanya membuat Taemin merasa dikecewakan, dengan semua sikapnya berbanding terbalik dengan apa yang selama ini Taemin lakukan padanya.

“Maaf Taemin… maaf…”, bisiknya parau , tanpa ia sadari ia menangis, ia tidak pernah menangis dalam hidupnya, terkecuali saat ia kecil dan saat ibunya meninggal, setelah itu ia berjanji untuk jadi anak laki-laki yang kuta dan tidak akan pernah menangis, tapi tidak untuk kali ini … ia merasa kecewa dengan dirinya sendiri, ia mencintai Taemin lebih dari separuh hidupnya, tapi ia tidak bisa mengungkapkannya, bahkan membuatnya bahagia.

“Keluarga pasien?”, Minho mendongak ketika seorang dokter keluar dari kamar periksa, Minho dengan sigap langsung berada didepannya.

“Ya, saya keluarganya…bagaimana keadaannya?”, tanya Minho panik, dokter itu tersenyum dan menepuk pundak Minho, ia melihat ekspresi Minho yang panik dan terlihat letih.
“Tenanglah tuan, dia baik-baik saja, dia hanya terkena keracunan makanan .. dia sedang istirahat, demamnya sudah sedikti turun, tapi mungkin dia akan mual sewaktu-waktu, kami akan membarikannya pengobatan sebaik mungkin.”, katanya panjang lebar, what? keracunan? apa? OMO! Minho menampar pikirannya sendiri, tidak mungkin karena mereka makan seafood hari ini?

“T-tunggu, apa benar tidak bahaya? kami makan seafood malam ini, dia makan kerang, apa itu penyebabnya?”, tanya Minho
“Wah, itu mungkin terjadi, bisa dikarenakan masak yang kurang matang, atau ada beberapa kerang yang berbahaya jika tidak selektif pemilihannya dalam menjadikannya masakan.”, kata dokter itu. Minho mengangguk mengerti.

“Baiklah, jika ada bantuan tekan bel saja, kami semua siap membantu Tuan.”, katanya, Minho mengangguk dan membungkuk berterima kasih.

Dia berbalik dna membuka pintu kamarnya, ada suster yang masih sibuk mengecek selang infus, setelah melihat Minho ia berpamitan keluar. Minho berjalan ke sisi tempat tidur, ia duduk mendekat dan menggenggam tangan kecil Taemin, wajah Taemin sedikit tenang, tidak lagi ada rintihan atau tangis yang keluar, namun wajahnya tetap pucat, Minho membelai wajahnya dan ia bangkit mencium kening Taemin dengan lembut , dan berbisik sambil menatap wajahnya yang tertidur pulas.
“Mianhe Minnie… cepatlah sembuh, ku mohon …”, katanya dan mendaratkan ciuman di bibirnya, kemudian ia tersenyum dan duduk lagi tangannya tetap menggenggam tangan Taemin, perlahan matanya mengantuk, namun ia tidak tahan lagi, ia tidak bisa menahan kantuknya, ia merebahkan kepalanya di sisi tangan Taemin yang ia genggam, ia menatap tangan mereka dan mengelus pucuk tangan Taemin dengan jempolnya, kemudian yang ia tahu, ia tertidur.

.

Minho membuka matanya ketika ada sesuatu yang membuatnya bergerak, ia langsung terkejut, ia melihat Taemin berusaha untuk bangun.
“Ya, mau kemana?”, tanya Minho menarik tangan Taemin untuk tetap tenang, Taemin menoleh dan menutup mulutnya dengan tangannya yang lain.
“OH!”, kata Minho sadar, ia membantu Taemin menuju kamar mandi sambil membawa selang infus, dengan cepat Taemin berjongkok di closet dan muntah, Minho berjongkok di belakangnya dengan mengelus punggungnya. Taemin terus memuntahkan isi perutnya,dan batuk menyertai muntahnya.

“P-pergi …*uhuk*…k-keluar Hyung…*uhuk*uhuk*uhuk*…”, Taemin berusaha mengusir Minho agar keluar dari kamar mandi, karena ia tidak mau Minho melihatnya muntah, namun Minho tidak perduli, ia tetap berada di belakang Taemin dan mengelus punggungnya.

“Gwencana..?”, kata Minho mengambil handuk ketika Taemin selesai munta, ia membantu mengelapnya dengan air dan mengelapnya dengan handuk. Taemin tidak menjawab, ia terduduk di closet dengan memegang perutnya.
“Perut ku mual…” , kata Taemin lirih dengan wajah pucat. Minho menarik nafas dan kemudian ia menggendong tubuh Taemin membuatnya terkejut.

“M-minho h-hyung…a-apa yang..”
“Aku hanya ingin menolongmu, kau terlihat lemah..”, kata Minho lembut, wajah Taemin memerah, dengan perlahan ia melingkarkan tangannya ke pundak Minho, debaran jantungnya berdetak keras, begitu juga Minho, diam-diam mereka berharap agar jantung mereka tidak terdengar.

Minho meletakkannya di kasur dengan perlahan, dan wajah mereka berdekatan, Minho menatap kedua mata Taemin yang bulat, ia menelan ludahnya, ia tidak bisa diam saja melihat wajah imut itu.
“Hyung… terima kasih..”, kata Taemin lembut, Minho duduk di kursinya dan mengelus kepala Taemin.
“Ya… istirahat lagi, cepat lah sembuh..”, kata Minho lembut, Taemin tidak mau, tapi badannya lemas sekali.
“Air minum…”, kata Taemin, Minho mengambilkan untuknya.

“Kau .. tidak akan kemana-mana kan Hyung..?”, kata Taemin melihat ke ujung tangannya, Minho tersenyum dan mengelus pucuk kepalanya lagi.
“Tidak .. tidurlah, aku akan disini menemani mu..”, kata Minho tersenyum lagi, kali ini Taemin tersenyum sangat lebar dari balik wajah pucatnya.
“Terima kasih hyung…”, kata Taemin lembut, Minho ingin sekali langsung menciumnya jika ia tidak mengontrol emosinya. Minho hanya bergumam dan melihat ke arah lain, namun tangan mereka saling menggenggam, tidak lama ia mendengar nafas Taemin yang teratur, ia sudah tertidur lagi, Minho tersenyum dan membelai pipinya.
“I love you Minnie… i love you so much…”, bisiknya , ia sering mengatakan ini, ia berharap Taemin memiliki hal yang sama.

.

.

Minho membuka matanya, jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, apa yang harus ia lakukan sekarang, ia ada urusan kantor, ia masih punya project yang harus ia persentasikan jam 10 nanti, tapi keadaan ini tidak lagi memungkinkannya untuk pergi, tidak ketika Taemin sakit dan terbaring lemah di rumah sakit, namun projectnya sangat penting.

Ia bangkit dari duduknya dan menatap Taemin sekilas, kemudian ia keluar dari kamar dan berjalan ke telpon umum karena ia tidak membawa ponselnya.
“Yoboseyo?”, ia menghubungi keluarga Lee, berharap ada yang bisa membantunya untuk menjaga Taemin sebentar.

“Ne, ini Choi Minho, bisa saya bicara dengan salah satu keluarga Lee?”, tanyanya, pelayan diseberang memintanya menunggu, dan tidak lama kemudian sebuah suara terdengar.

“Minho? ini aku Jinki, ada apa?”, jantung Minho berdegup, Jinki? kenapa dia bisa ada dirumah Taemin? tunggu, benar, Jinki marganya adalah Lee, jadi tidak salah lagi kalau mungkin mereka sekeluargakan, diam-diam ia lega akan obserasinya.
“Minho? kau masih disitu?”, tanya Jinki membuat Minho tersadar.

“O-oh ne Hyung, mianhe, hmm begini.. bisakah kau datang ke RS.Cheondang sekarang? atau siapapun untuk menjaga Taemin sementara?”, tanya Minho.
“Omo, apa yang terjadi dengannya?”, tanya Jinki panik
“Nothing hyung, dia hanya keracunan makanan semalam.. dan sekarang sedang di rawat, bisakah kau mengirim orang sekarang? karena aku ada rapat dikantor jam 10.. aku harus pergi..”, kata Minho merasa kecewa dengan kata-katanya.
“Oke i got it Minho, aku akan kesana ASAP!”, kata Jinki
“Oke makasi–”
tutt…tutt…tutt…
Minho menatap telpon ditanganya? langsung di tutup … ia menarik nafas, Jinki rasanya sangat khawatir, ia benci harus meminta tolong orang lain bahkan untuk menjaga istrinya sendiri. Namun tidak ada pilihan lain, dengan langkah gontai ia kembali ke kamar Taemin melihat ke adaannya.

.

Ia masuk kedalam kamar, dan ia melihat Taemin sudah bangun dan asik memindah chanel TV dengan bosan sebelum matanya beralih ke Minho yang baru saja masuk, ia tersenyum lembut dan mematikan TV nya.
“Kau dari mana Hyung…?’, tanya Taemin pelan, Minho tersenyum dan duduk di sampingnya.
“Aku menghubungi keluargamu …”, katanya, Taemin terkejut.
“K-kau menghubunginya? untuk apa? aku baik-baik saja Hyung… mereka pasti panik.. aku kan tidak sakit parah..”, kata Taemin cemberut, Minho tersenyum dan menggenggam tangan Taemin, membuat Taemin kembali tertunduk malu dan membiarkan tangan mereka menggenggam.
“I know Minnie .. tapi aku harus, karena… aku harus ke kantor untuk rapat..”, kata Minho memelankan suaranya, Taemin mendongak sedih, Minho tahu ia ditatap seperti itu, makanya ia tidak melihat ke arah Taemin.
“O-oh.. begitu ..”, kata Taemin sedih, Minho mendongak dan menatap Taemin yang menahan air matanya.
“Tenang, aku akan kemari setelah semuanya selesai, aku janji … maaf yah…”, kata Minho lembut, Taemin menggeleng dan mengusap matanya.
“N-ne tidak apa-apa hyung, jinjja… aku akan baik-baik saja .. siapa yang akan datang kemari menemani ku?”, katanya, Minho menelan ludah dan terpaksa tersenyum
“Mungkin Jinki hyung, dia yang berbicara padaku di telpon tadi..”, kata Minho pelan, Taemin terkejut, ia lupa kalau Jinki dirumahnya, dan sekarang ia akan kesini, ia menatap Minho tidak enak hati.
“H-hyung … aku lapar…”, kata Taemin mencoba mengalihkan suasana, Minho mendongak terkejut, kemudian ia melihat ke arah samping dimana ternyata makanan dan obat sudah disediakan.

Minho menarik meja berisi makanan dan mengambil bubur yang terbungkus alumunium voil dan mengambil sendok kemudian menyodorkannya ke mulut Taemin.
“H-hyung..a-aku bisa sendiri…’, kata Taemin malu, Minho tersenyum dan terus mengulurkan sendoknya. Perlahan Taemin membuka mulutnya dan memakan nya, Minho tersenyum senang, sedangkan Taemin merasa wajahnya sangat panas.

“Rasanya nggak enak…”, kata Taemin ngedumel, Minho terkekeh.
“Jelas, kau sedang sakit Minnie…”, wajah Taemin memerah, setiap Minho memanggilnya dengan nama itu, membuatnya ingin berteriak senang.
“Keluar dari sini aku akan teraktir makan yang lain..”, kata Minho, Taemin tersenyum senang.
“Jinjja? aku ingin ramen dari kemarin,dan berharap tidak makan seafood lagi, aku kapok…”, kata Taemin menggembungkan mulutnya lucu
“Ramen? kenapa tidak katakan padaku kemarin? kalau begitu kau tidak akan sakit begini … mianhe Minnie…’, jawab Minho merasa kecewa, Taemin menyadarinya dan ia meraih tangan Minho yang memegang sendok.
“Gwencana Hyung… a-aku itu karena…well, kau diam saja… aku rasa kau marah atau apa..jadi…”, dia tidak meneruskan kata-katanya, Minho terkejut, jadi ini semua karena sikapnya kemarin? dammit Minho, tidak bisakah kau bersikap sewajarnya? kenapa ia selalu melukai Taemin seperti ini?

Taemin yang merasa tidak dihiraukan bangkit dan menggoncangkan tubuh Minho.
“Hyung… gwencana? maaf Hyung… aku tidak bermaksud…maksud ku…”
“Tidak Minnie… maaf, aku yang minta maaf …”, potong Minho, Taemin menatapnya bingung.
“Maaf.. aku selalu berlaku kasar padamu… aku minta maaf jika selama ini aku tidak berlaku baik padamu…”, kata Minho, Taemin ingin menangis, ia ingin memeluk Minho. itu tidak benar, Minho sudah banyak melakukan hal yang membuatnya merasa dilindungi.

Perlahan Taemin bangkit dan memeluk Minho, ia tidak tahu keberanian dari mana, tapi ia tahu itu yang bisa ia lakukan.
“T-taemin?”, Minho gugup, karena Taemin melakukan ini.
“Mianhe Hyung… kau baik sekali padaku, jangan berkata seperti itu.. kau orang baik Minho hyung,terima kasih..”, kata Taemin melepas pelukannya, Minho menatap Taemin sesaat yang menundukkan kepalanya, dna ia tersenyum kemudian meraih dagu Taemin.

“Terima kasih Taemin … “, kata nya mencium kening Taemin, Taemin terkesiap, ia memundurkan badannya dan terbaring membalikkan tubuhnya membelakangi Minho, jantungnya berdegup kencang samapi ia dapat mendengarnya sendiri.

“Taemin?”, tanya Minho lembut.
“A-apa?”
“Kenapa?”, tanya Minho bingung, perlahan Taemin berbalik dan tidak berani menatap Minho, ia menutup wajahnya.
“A-aku malu, kau tiba-tiba mencium keningku..”, katanya berbisik, Minho melotot, ia baru sadar, wajahnya jadi memerah juga, jantungnya berdegup kencang.
“W-well, lain kali aku tidak akan meminta ijin mu dulu ..”, kata Minho pelan “Ayo habiskan makannya, aku..harus pulang ke rumah sebentar lagi…”, kata Minho akhirnya, Taemin membuka tangannya dan membuka mulutnya. Ia menghabiskan makanannya dan juga meminum obatnya, sampai saatnya Minho harus berpamitan.

“Aku harus pergi Taemin … apa kau tidak apa-apa?”, tanya Minho khawatir, Taemin mengangguk.
“Ya..pergilah Hyung, mungkin sebentar lagi Jinki hyung akan datang ..”, kata Taemin lembut, MInho tersenyum dan mengambil jaketnya.
“Aku akan langsung kesini jika sudah selesai..”, kata Minho tersenyum. Taemin mengangguk.
“Ada yang mau kubelikan untukmu?”, tanya Minho lagi, Taemin menggeleng.
“Tidak usah, cukup …k-kembali kesini saja.”, ia berbisik dikata-kata terakhirnya, Minho dapat mendengarnya dan tersenyum.
“Baiklah..”, jawabnya, namun ketika ia ingin keluar kamar Taemin memanggilnya.

“Ya?’, tanya Minho bingung. Taemin menunduk dan memainkan jarinya.
“B-bisakah kau…mencium kening ku…i-itu  membuat ku lebih baik…”, pintanya, Minho tidak menyangka itu akan keluar dari mulut Taemin, jantungnya berdegup cepat, namun ia mendekat ke arah Taemin dan ia sudah menyentuh pucuk kepalanya.
“Cepatlah sembuh Minnie…’, bisik Minho sebelum ia mencium keningnya, Taemin memejamkan matanya, merasakan elektrik yang mengalir di tubuhnya, entah kenapa hanya kecupan ini saja membuat tubuhnya panas, jantungnya berdebar cepat, dan perutnya seperti ada kupu-kupu.

Minho melepas ciumannya dan tersenyum kemudian pergi setelah mengelus kepala Taemin dengan lembut, Taemin menatap Minho keluar dari kamar, setelah ia pastikan Minho tidak ada , ia terlonjak senang dan menutup wajahnya dengan bantal berteriak layaknya fansgirl, wajahnya memerah dan tersenyum senang. Ia mencintai Minho, sangat mencintainya.

.

.

Jinki keluar dari dalam mobilnya dengan tergesa-gesa, ini semua karena paper sialan yang harus ia tanda tangani terlebih dahulu, ia terlambat 1 jam dari waktu yang ia rencanakan untuk menggantikan Minho dirumah sakit, ia langsung berlari ke resepsionis dan bertanya dimana kamar Taemin.

Ia dengan cepat berjalan ke ruangan yang dituju , ketika ia sampai didepan pintu, ia menarik nafas panjang , membereskan pakaiannya dan memeriksa bunga ditangannya dan juga kresek ditangannya berisi susu kesukaan Taemin.

“Taemin?”, panggil nya pelan, namun tidak ada jawaban. Perlahan ia masuk, ia tersenyum ketika ia melihat Taemin terbaring diatas kasur, ia sedang tertidur pulas. Perlahan ia mendekat , meletakan semua barang bawaannya dan duduk di sampingnya.

Ia perhatikan wajah angelic yang selalu mengisi hatinya selama ini, bagaimana ia tidak sadar Taemin nya sudah tumbuh dewasa dan menjadi namja yang tampan? ia mengangkat tangannya dan membelai wajah nya dengan lembut.
“Mmhm … M-minho hyung…”, Taemin mengigau, Jinki langsung menarik tangannya, ia terkejut, Minho? senyumnya menghilang, dan ini smeua mengingatkannya akan perkataan Key dan Jonghyun kemarin.

Flashback~

Key, Jonghyun, dan Jinki duduk bersama mengitari meja disebuah cafe didekat kampus Taemin.

“So, aku ingin tahu  .. apa hubungan Taemin dan Minho? aku melihat Minnie ku bersikap lain dengannya?”, kata Jinki tersenyum, Key dan Jonghyun saling menyolek dibawah meja untuk memulai bercerita.

“Hallo… aku tanya pada kalian dongsaeng..”, ledek Jinki terkekeh, Jonghyun berdecak .

“Well, Minho dan Taemin mereka…”
“Mereka sudah menikah.” kata Key langsung to the point, membuat Jinki tersedak makanannya.

“M-mwo?!!”, tanyanya dengan mata melotot. Jonghyun menyerahkan air minum ke Jinki untuk tenang.
“K-kapan? kenapa aku tidak tahu ini?”, tanyanya lagi.

“Yah, sudah kami duga kau tidak tahu, rencana perjodohan ini sudah lama sejak kakek mereka berteman, aku pikir kau tahu soal ini…namun melihat ekspresi mu bertemu Minho , aku berpikir lain..”, kata Jonghyun.

“Sungguh Hyung , bukan maksud kami untuk tidak memberitahu mu, tapi kami berpikir kau tahu pasti, itulah mengapa kau pergi ke luar negeri untuk menetap disana dan .. meninggalkan Taemin saat itu…”, kata Key.

“YAH! aku tidak meninggalkannya Key, kau tahu alasannya kan? “, cecar Jinki.
“Iya..iya aku tahu.. maaf, tapi sungguh, aku pikir kau sudah tahu akan hal ini, keluarga Lee pasti sudah mengabarimu, mengingat ini adalah pernikahan dua keluarga besar…”, kata Key mengelak. Jinki diam saja.

“Maaf Hyung… jika kau terkejut akan hal ini…kami hanya…”
“Tidak apa-apa Jjong… aku mengerti..”, kata Jinki akhirnya tersenyum dan menatap kedua dongsaengnya.
“Benar, aku baik-baik saja, jangan khawatir, aku ikut senang ia menikah dengannya, jika ia bahagia dengannya, kenapa tidak?”, tanya Jinki tersenyum lebar berusaha membuat dongsaengnya merubah tatapan kasian mereka padanya.

“Kau yakin?” , tanya Jonghyun, Jinki mengangguk mantap
“Kau akan menemukan orang lain yang akan mencintai mu dan menikah dengan mu Hyung..”, jawab Key , Jinki tertawa.
“Apa sih? aku ini tampan kau tahu, kalau sekarang aku mau menikah juga banyak yang mau dengan ku… termasuk kau, ya kan Key?”, kata Jinki menggoda Key.
“YAH! HE’S MINE DUBU!”, teriak Jonghyun histeris, Key memukul lengannya gemas.
“HE JUST KIDDING PABO!”, kata Key kesal, diikuti gerutuan dari Jonghyun dan tawa dari Jinki. Mereka tidak tahu dibalik tawa Jinki tersembunyi rasa sedih karena Taemin nya telah pergi darinya,dan jadi milik orang lain.

End flashback~

Jinki tersenyum miris mengingatnya, ia tidak menyangka suatu hari nanti dan tepatnya saat ini juga ia sudah kehilangan Taemin, seandainya saat itu ia lebih peka, dan mencoba untuk membuka hatinya untuk Taemin,semua tidak akan ia sesali, namun percuma, nasi sudah jadi bubur, ia tidak bisa mengulang waktu, mungkin benar, jika bukan jodoh mu maka semua tidak akan menjadi milikmu, manusia hanya bisa berencana dan berharap, namun semua tetap Tuhan yang menentukannya. Jika memang ia jodoh Taemin, mungkin di kehidupan yang lain, mereka akan bersatu, ya kan?

Ia bangkit dan mengelus kepala Taemin.
“I love you Taemin… maaf aku telah meninggalkan mu begitu saja dan tidak perduli dengan mu saat itu.”, bisik Jinki kemudian mencium bibir Taemin lembut, ia tersenyum dan kembali duduk.
Saat itu, ia tahu ada perasaan yang lain yang ia rasakan lebih dari sekedar kakak baginya, menjadi anak angkat keluarga Lee adalah nasibnya, dan ia tidak sadar bahwa anak didepannya memberikan arti lebih dalam kehidupannya, bebannya menjadi penerus keluarga Lee selain Taemin tentunya membuatnya buta akan cinta sekitarnya, dan semua itu ia sadari ketika ia berada jauh darinya, cinta itu rumit, dekat kita tidak tahu apa itu, ketika jauh kita merindukannya, pabo neh?

.

Taemin perlahan membuka matanya, ia mengusap mata kantuknya, ia melihat kesekeliling, tidak ada siapapun, ia melihat jam didinding, sudah jam makan siang, tapi perutnya belum lapar. Ia ingi  bertemu Minho, ia membayangkan kapan ia akan kembali lagi?
Ceklek!
Taemin melihat ke arah kamar mandi, matanya melotot melihat siapa yang keluar dari sana,
“Jinki hyung!”, teriaknya, Jinki menoleh dan tersenyum lebar menghampiri Taemin.

“Hai sleeping beauty… merasa baikkan?”, tanyanya memeluk Taemin, Taemin tersenyum dan memeluknya balik, ia menarik nafasnya, ia menghirup harum tubuh Jinki yang khas yang selama ini memenuhi kehidupannya dari kecil.
“Ya , aku agak baikkan, aku sudah tidak mual, aku ingin cepat pulang saja… makanan disini buruk..”, kata Taemin cemeberut.
“Ya, kau akan pulang … makanya jangan sakit lagi..”, kata Jinki terkekeh mengelus kepalanya, Taemin menjulurkan lidahnya.
“Ini bukan salah ku, tubuh ku saja yang lemah…”, katanya, Jinki hanya tertawa.

“Ah, hyung , sejak kapan kau disini? kau tidak pergi ke kantor?”, tanya Taemin, Jinki tersenyum.
“Dari jam 10 mungkin, aku sudah bilang Appa untuk menjengukmu, dia menitip salam untuk mu …”, katanya lembut.
“Appa ya? aku kangen keluarga Lee..”, kata Taemin cemberut.
“Pulang sesekali…”, kata Jinki tersenyum , membuat Taemin tersadar.
“K-kau tahu aku tidak tinggal maksudku…”, Jinki mengangguk

“Kau menikah dengan Minho kan? aku tahu dari Key dan Jonghyun… aku ikut senang, aku bahagia jika kau bahagia…”, kata Jinki membelai rambut Taemin , Taemin terdiam, hatinya gundah, apa tidak apa-apa? bagaimana ini? ia merasa mengkhianati perasaan Jinki, mereka memang tidak pernah saling menyatakan perasaan masing-masing, namun mereka dulu tahu ada sesuatu di antara mereka.

“Hei, kenapa?”, tanya Jinki bingung melihat Taemin terpaku menatapnya, perlahan air matanya mengalir membuat Jinki tersentak kaget dan memeluk tubuh Taemin dan membelai punggungnya untuk tenang.
“Sshhh… hei, kenapa Minnie…? sudah lah, ada apa? cerita kan padaku…”, tanya Jinki mengatupkan kedua tangannya di pipinya dan menghapus air matanya.

Taemin menggigit bibir bawahnya dan mengusap matanya.
“A-aku.. minta maaf Hyung…maaf kalau menyakitimu … a-aku meninggalkanmu … a-aku tahu ini membuat mu terkejut, t-tapi aku mencintai Minho hyung, dia segalanya bagiku sekarang …t-tapi, aku juga mencintaimu…sebagai saudara ku…”, kata Taemin disela isakannya, hati Jinki sakit mendengarnya, namun ia berjanji akan merelakan Taemin dengan Minho, dan ia tahu Minho orang yang baik, ia bisa melihat dari sorotan mata Minho.

“Sssh … tenanglah, kau tidak perlu minta maaf padaku… aku ingin kau bahagia Minnie, percayalah padaku, aku senang jika kau bahagia… karena aku juga mencintaimu…”, sebagai orang yang kucintai, tambah Jinki dalam hati, dan memeluk Taemin, Taemin terisak.
‘Terima kasih Hyung… jeongmal mianhe…”, kata Taemin tersedu, Jinki memejamkan matanya.
“Ya… sudah jangan minta maaf…”, katanya lembut mencium rambut Taemin, hanya ini yang bisa ia lakukan, ia akan selalu di sisi Taemin jika suatu saat ia membutuhkannya lagi.

Mereka melepaskan pelukan mereka dan saling tersenyum, namun Kruyuukkk~
“Ah!”, Taemin memegang perutnya, Jinki tertawa.
“Kau lapar? lucu sekali..?”, kata Jinki tertawa geli.
“Hyungggg~”, Taemin menggerutu dengan wajah memerah, Jinki tertawa dan mengambil makanan yang tersedia dari rumah sakit.
“Ini tidak enak…” kata Taemin cemberut. Jinki tersenyum dan mengelus kepalanya.
“Makan saja lah … karena aku jamin, jika aku beli ayam untuk mu, dokter akan menendang ku keluar.”, kata Jinki meledek.
“Kau terlalu mencintai ayam, hanya makanan itu dipikiran mu Hyung?”, tanya Taemin meledek, Jinki mencubit pipinya.
“Ayam sudah menjadi bagian dari separuh hidup ku..”, katanya tertawa, Taemin berdecak.
“Onchicken”, gumamnya, Jinki hanya tertawa mendengar julukan lama yang mereka buat sejak lama itu.

.

Minho berjalan menuju taman dengan bungkusan ditangannya, ia membawa susu banana kesukaan Taemin, ia tahu ia akan suka. Namun dengan apa yang baru ia lihat, ia mengurungkan niatnya, ia duduk di bangku taman, merenungkan apa yang barus saja ia dengar.
“…karena aku juga mencintaimu…” kata-kata Jinki itu terngiang ditelinganya.

Ia meremas kepalanya, apa hubungan mereka sebenarnya, kenapa Taemin menangis mendengar kata-kata itu? dan kenapa mereka berpelukan sangat erat? ia mengepalkan tangannya, ia termakan cemburu, ia bingung ada apa sebenarnya, bagaimana ia harus bersikap?

CUT~

Yeah selesai … hihi…

comment yah, semoga kalian suka :)bye bye…

112 thoughts on “[2min] Your my precious part. 4 of ?

  1. Ohh jadi. Jinki itu anak angkat keluarga Lee trus dulu taem suka jinki tapi di cuekin ama jinki.. ya faham faham.. jangan termakan cemburu minho.. taem always milikmu forever.. arra.. hehehe

  2. eng ing eng.
    jadi jinki itu kakaknya tapi kakak angkat? -.-
    wah parah tuh masa sampe keracunan gitu? bisa kena tuntut dong?

  3. Cemburuuu..
    Kekeke..
    Sabar minho. Taemin pasti milikmu.
    Jinki aa~
    Kau denganku saja ne???? Kita langsung menikah. Aku janji akan membahagiakanmu. #serius

  4. Ohhhhh,,,jadi jinki anak angkat kluarga Lee,,,,,,,nah Ming cemburu again,,,hahahahahahahahaa
    2min momennya kuraaaaannnnggggggggg…….
    Nextttt

  5. selalu saja minho ada disaat yang salah,, ujung2nya dia bakalan berpikiran yg macam2 ma tae…
    greget juga ma 2min kpn bisa ngungkapin perasaan masing2

  6. jinki lope2 m taem trnyataaaaa….
    mino niii ngupingnya separoh2 doaaannkk..dengerin ampe abis keee..hadeeeehhh..manyun kan tu keroro..

  7. jadi jinki anak angkat, dan taemin pernah mencintainya, jinki juga mencintainya, gak masalah sih sekarang kan taemin udah mencintai dan menikah dgn minho, masalahnya adalah si minho dengar adegan lovey dovey nya taemin ama jinki, salah paham akhirnya….. padahal hubungan mereka udah berkembang gitu,,,,

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s