[2min] Your my precious part 5 of ?


Foreword :

YAH! ANNYEONG!
HAHAHAHA… aduh , ampun deh, aku pusing ini, semakin lama tugas kuliah dan UTS nya semakin susah😦
But, hey guys, thanks for comment, im really happy, and so does Keyshaa🙂
Pada marah” nih yeh gak sabaran liat NCnya, kekekek~ sabar Suunders, aku akan buatnya sangat lama, aku suka liat menong merasa sedih, kekekek~ dont kill me guys! And, oh, welcome my new Suunders, keep supporting me and Keyshaa🙂

This is PART 5, ENJOY AND COMMENT🙂

by : Sanniiew

.

.

Minho berjalan masuk ke dalam lorong rumah sakit setelah menghabiskan waktunya untuknya menenangkan pikirannya ketika ponselnya berbunyi
“Yoboseyo?”
“Minho?”, Jinki hyung.
“Neh Hyung?”
“Kau dimana? aku sedang dijalan untuk ke kantor, maaf ada urusan mendadak, bisakah kau cepat kembali ke rumah sakit? ku rasa Taemin membutuhkanmu sekarang.”, katanya, Minho terkejut, dengan cepat ia berjalan masuk kedalam lorong.
“Neh hyung,gomawo hyung…bye…”, kata Minho tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia merasa khawatir karena telah meninggalkan Taeminnya sendiri.

Dengan cepat ia sudah berada didepan pintu kamar Taemin, ia mengatur nafasnya dan membuka knop pintu perlahan. Ketika ia masuk , ia terkejut, ia tidak melihat Taemin di atas kasurnya.
“Taemin?”, panggilnya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan , namun ia tidak menemukannya, ia mulai khawatir.
“Taemin!”, panggilnya lebih keras dan memeriksa kamar mandi, dia juga tidak ada disana, dimana dia?

Minho berlari keluar ruangan, dan bertanya pada suster yang lewat, namun nihil, mereka juga tidak tahu dimana. Dammit! pikirnya, kemana Taemin?
“Permisi, kau mencari pria kecil dengan rambut coklat?”, tanya seorang pasien yang sudah tua dengan tongkat dikakinya.
“N-ne… apa kau tahu dia dimana?”, tanya Minho,
“Oh, aku melihatnya ia berdiri di telpon umum cukup lama, aku tanya apa dia mau menghubungi seseorang? namun ia menggeleng karena ia tidak tahu nomer orang itu, dan .. kurasa kau bisa melihat dia di taman sana.”, kata orang itu menunjuk ke ujung taman, Minho membungkuk dan segera berlari ke ujung lorong. Semoga orang itu adalah Taemin.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh taman mencoba mencari nya. Setelah lama mencari ia menemukan sosok berambut coklat kemilauan sedang duduk di ujung taman, rambutnya yang coklat tertiup angin dan tangannya yang memegang tiang infus yang masih menempel ditangannya. Minho tersenyum dan mendekat perlahan, ia menanggalkan jaket tebalnya dan kemudian menyelimuti tubuh kecilnya.
“Kau bisa sakit kalau duduk disini terlalu lama..”, kata Minho, Taemin menoleh terkejut.
“M-minho hyung…”, katanya menoleh dan hampir menangis, Minho tersenyum dan duduk di samping Taemin melihat lurus ke depan.

“Apa yang kau lakukan disini? kau bisa sakit…”, kata Minho datar tanpa menoleh ke arah Taemin. Taemin diam saja, ia memperhatikan Minho dengan seksama, dia bingung ingin berkata apa padanya. Dia hanya menatapnya dan kemudian menundukkan kepalanya, ia rindu Minho, dan sekarang ia sudah ada didepannya tapi ia tidak bisa mengatakannya.

“Taemin?”, Minho menoleh, ia melihat Taemin hanya tertunduk lesu, dia menarik nafas, tidak mengerti apa yang ada dipikiran istrinya itu.
“Ya… kenapa?”, tanya Minho membelai kepalanya, Taemin perlahan mendongak dan menatap Minho dengan mata menggenang air mata, Minho panik dan membelai wajahnya. Taemin memejamkan matanya dan meraih tangan Minho dan menempelkannya sendiri ke pipinya, jantung Minho berdegup cepat, ia menelan ludah.
“Kenapa?”, tanyanya lagi berusaha mengendalikan perasaannya. Taemin menggeleng dan mengusap air matanya.

“A-aku pikir kau tidak datang, aku ingin menghubungi mu… tapi aku tidak tahu nomer ponsel mu… a-aku takut kau tidak akan datang..”, kata Taemin berbicara di sela hiccupnya, Minho terbelalak, jadi benar, orang yang dikatakan pria tua itu adalah Taemin, Minho tidak bisa tinggal diam, dia langsung memeluk Taemin dengan erat, merasakan harum tubuhnya dengan mencium rambutnya, Taemin terkejut, ia memberanikan diri memeluk tubuh Minho, wajahnya memerah, ia bisa mendengar degup jantung Minho, ia tidak yakin, apa yang ia dengar itu benar.

“Mianhe Minnie… aku tidak akan pergi lama-lama lagi, aku janji…”, kata Minho mencium kening Taemin dengan lembut, Taemin memejamkan matanya dan mereka berpelukan lagi, kali ini Taemin tersenyum, Minho selalu membuatnya nyaman.
“Janji?”, tanya Taemin menunjukkan pinkky jarinya, Minho berdecak dan mengaitkan kelingkingnya.
“Janji …”, kata Minho tersenyum.

.

.

“Welcome to home sweet home~”, kata Taemin membuka pintu dan langsung berlari kedapur, Minho berdecak melihat tingkah Taemin, dia menutup pintu dan masuk menaruh semua tas pakaian Taemin dan menyusulnya di dapur.

Minho tersenyum ketika melihat Taemin yang asik menyeruput susu banana dan duduk di kursi bar, ia mendekat dan mengambil botol air mineral dan meneguknya, apa yang harus mereka lakukan sekarang? Minho sengaja meminta ijin untuk tidak masuk kerja karena ia harus menjemput Taemin di rumah sakit.

“Hmm.. kau mau melakukan apa sekarang? mau istirahat lagi?”, tanya Minho berdiri didepan Taemin, Taemin mendongak dan berpikir,
“Ng.. aku lelah terus istrahat, bisakah kita dirumah saja? “, tanya Taemin imut, Minho mengangguk dan tersenyum.

TING TONG.

Mereka berdua menoleh, ketika Taemin ingin membuka pintu Minho mencegahnya, dengan segera ia berjalan ke pintu rumah melihat siapa yang datang disore hari yang tenang.

TING TONG TING TONG TING TONG

AISH! Ia mulai kesal jika ada orang yang memencet bel secara bergantian dengan tidak sabaran.
“Ne~”, jawabnya malas.
“TAEMINNIE!!!”, Minho menganga, ia langsung di tabrak oleh Key yang berlari masuk ketika pintu dibuka,
“YAH!”, teriaknya kesal, Key tidak perduli dan masuk kedalam rumah mencari Taemin.

“Hai, Minho ah~”, tegur Jonghyun dari luar, Minho berbalik dan tersenyum.
“Hai,Hyung … pacar mu itu tidak bisa sopan sedikit?”, tanya Minho menunjuk ke arah Key, Jonghyun terkekeh dan langsung masuk ke rumah.
“Kenapa kau tidak beritahu ku Taemin dirawat? kau tahu? setelah Onew hyung memberikan kabarnya kemarin malam, Key terus mengambek untuk pergi menemui Taemin ditengah malam .”, kata Jonghyun membanting dirinya di sofa.
“Mianhe, aku tidak mau membuat kalian khawatir, Taemin juga meminta untuk tidak diambil pusing.”, kata Minho duduk didepannya.
“Well, bagiku ya~ tapi bagi si umma satu itu tidak~ , kau tahu, aku harus membujuknya sekuat tenaga.”, kata Jonghyun berdecak.
“Dengan cara?”, tanya Minho, Jonghyun berdecak dan menyengir usil.
“Kau tidak tahu siapa aku Minho? im master of skinship, you know what i mean~”, kata Jonghyun memeragakan dirinya sedang memeluk seseorang dan menciumnya. Minho bergidik jijik.

“YAH! SHUT UP JJONG!”, teriak Key yang tiba-tiba datang dari dalam rumah dengan Taemin di pelukannya.
“Aigoo~ dont be mad at me yeobo~ i know you like it~ … oh~ apakah masih sakit? aku sudah bilang, jangan banyak jalan dulu~”, kata Jonghyun usil
“YAH!” wajah Key memerah, Minho berdecak.
“Umma, kau sakit? k-kenapa? mana yang sakit?”, tanya Taemin panik memeriksa tubuh Key, Jonghyun tertawa kencang, dan Minho menutup mulutnya untuk menahan tawanya
“JONGHYUN! SHUT UP OR NO KISSING ANYMORE!”, teriak Key, Jonghyun langsung terdiam dan terus terkikik.

“Oh Minnie… tidak apa-apa, aku baik-baik saja..”, kata Key tersenyum membelai kepala Taemin,
“Jinjja?”, tanya Taemin, Key hanya mengangguk mantab dan menarik Taemin duduk disebelah Minho, Taemin menunduk malu karena jarak ia dan Minho menjadi sangat dekat.
“Aigoo~ my Taeminnie wajahnya memerah, neomu yeopo ~ “goda Jonghyun
“Jonggie, please shut up, can ya?”, tanya Key duduk disampingnya, Jonghyun berdecak dan merangkul pinggang Key dan mencium bibirnya, Key mendorongnya.
“Yah!”, sergahnya, Jonghyun tertawa. Minho memalingkan mukanya dan Taemin menunduk melihat tangannya, semua menjadi sangat canggung.

“Wowowo… Oke, hmm … apa yang akan kita lakukan hari ini? aku dan Key tidak ada urusan, kalian mau kemana?”, tanya Jonghyun, Minho melihat ke arah Taemin.
“Hmm, tidak tahu, dia hanya bilang mau istirahat dirumah.”, kata Minho tersenyum menatap Taemin,
“Hmm, baiklah, bagaimana kalau kita makan dulu, setelah itu kita pikirkan akan melakukan apa? kalian pasti lapar kan?”, tanya Key, Jonghyun mengangguk, dan Taemin Minho juga,
“Good, kajja Taemin, aku ingin tahu ada apa dikulkas mu untuk dimakan.”, kata Key bangkit dan menarik tangan Taemin.

“So, what do we do now,Minho?”, tanya Jonghyun bingung, Minho mengangkat bahunya bingung.

“JONGGIIE~ BISAKAH BELIKAN SOJU DAN MINUMAN RINGAN?”, teriak Key dari dapur. Jonghyun menyengir.
“Nah, kajja Minho.”, perintah Jonghyun.
“Soju? sekarang?”, tanya Minho.
“Iya, kenapa?kita pesta…”, kata Jonghyun senang, Minho menggeleng.
“Tidak dengan Taemin.”, katanya, Jonghyun memutar bola matanya.
“Iya iya .. pelit, dia kan sudah cukup umur.”, katanya
“No hyung,”, sergah Minho, Jonghyun berdecak dan mengalah, ia tahu Minho sangat concern pada Taemin, setelah mengambil jaketnya mereka berjalan keluar mencari pesanan yang diminta Key.

.

.

“So, Minnie, tell me, bagaimana Minho?”, tanya Key ketika mereka sedang mencuci sayuran. Taemin mendongak dan menunduk malu.
“B-bagaimana maksudnya?”, tanya Taemin malu. Key tertawa.

“Ya jelas kan? kau bahagia tidak dengannya? apa kau mencintainya?”, tanya Key terkekeh, Taemin semakin menundukkan kepalanya.
“M-minho hyung sangat lembut padaku, dia… juga baik, dan …y-yah…begitulah ..”, kata Taemin malu, Key berhenti melakukan kegiatannya, dan beralih ke Taemin, Taemin melihat ke arah Key dengan wajah memerah.

“Serius Minnie, sejauh mana hubungan kalian?”, tanya Key serius bersilang tangan, Taemin menunduk.
“Maksdunya?”, Key menarik nafas dan merangkul Taemin dengan lembut.

“Hmm, apa dia sudah … menyentuh mu?maksudku .. itu, sesuatu yang paling berharga dari mu..”, kata Key tersenyum, Taemin menatapnya bingung. Key memutar bola matanya, dan ia berbisik ke telinga Taemin.

“H-hyung!”, wajah Taemin memerah, sehingga ia menutupnya dengan kedua tangannya. Key mengerutkan alisnya
“Sudah belum?”, tanya Key lagi, Taemin membuka wajahnya dan kembali bekerja mencuci sayuran.
“A-anio …”, bisiknya pelan, namun cukup terdengar oleh Key,
“JINJJA?! DARI PERTAMA?!”, tanya Key kaget membalikkan tubuh Taemin, Taemin hanya mengangguk lesu
“Sudah lah Hyung.. bisakah kita tidak bicarakan ini? a-aku rasa …Minho hyung tidak menyukai ku …”, kata Taemin semakin bersuara pelan, dan perlahan terdengar suara isakan, Key membalikkan badannya dan melihat Taemin yang sudah menangis.

“Aigooo~ Mianhe Taeminnie~ … im sorry Oke? Minho pasti menyukaimu, mungkin ia hanya menunggu waktu yang tepat, dia hanya tidak mau membuat mu takut dan memaksamu… aku yakin itu..”, kata Key memeluk Taemin dan membelai punggunya.
“T-tapi…”
“Ssshh.. tidak ada kata tapi, kau percaya intuisi ku kan? Minho tidak mungkin tidak menyukaimu, tidak ada orang yang bisa menolak mu Minnie, kalau kau tidak menyukaimu, kenapa ia ingin menikah dengan mu? sedangkan banyak wanita cantik di luar sana yang mau dengannya?”, tanya Key, Taemin mengusap air matanya.
“M-mungkin karena terpaksa akan perjodohan kami?”, tanya Taemin, Key menarik nafas dan menggenggam tangannya.
“Dengar ya? kau tidak akan pernah bisa tahu jika kau tidak mencoba mengatakannya, cobalah berikan dia sedikit sinyal, kau tahu maksud ku kan? sudahlah, percaya padaku, 100% Minho suka padamu,titik.”, katanya menepuk pundak Taemin, Taemin tidak bergeming, ia hanya mengangguk pasrah, semoga saja…

.

.

“Wah, ahjuma itu baik sekali, kita dapat extra soju malam ini, hahaha.. pesta pora..”, kata Jonghyun senang sambil membawa setenteng soju dan Minho membawa cemilan ditangannya, Minho hanya berdecak.
“Jelas, kau berflirting ria dengannya, aku rasa seru kalau Key hyung tahu.”, kata Minho terkekeh,
“Oh, dont you dare Alien…”, kata Jonghyun memukul lengan Minho yang tidak ada efek apapun.

“Ng…Hyung…”, panggil Minho.
“Ne?”,
“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”, tanya Minho, Jonghyun tersenyum.
“Oke, apa saja.. katakanlah.”, kata Jonghyun, Minho menarik nafas sebentar.

“Ng … Jinki hyung itu … apa dia dan Taemin…”, tanya Minho, Jonghyun meliriknya dan terkekeh.
“Kenapa? kau mau tahu? penasaran yah…?”, goda Jonghyun mendekat ke arah Minho.
“Anio, hanya ingin tahu saja.”, sergah Minho, Jonghyun tertawa kencang. Minho menarik nafas kesal dan berjalan mendahului nya.
“Menyesal aku bertanya pada dino head!”, gerutu Minho yang diikuti tawa Jonghyun.

“Ya Minho ah~”, panggil Jonghyun, namun Minho terus berjalan dan tidak menghiraukannya.
“Minho ah~ mau tahu tidak?”,
“Oh, forget it hyung.” kata MInho.
“Yakin? kau tidak mau tahu apa hubungan mereka?”, tanya Jonghyun kali ini mencegah Minho didepannya dan dengan wajah serius, Minho terdiam dan mengangguk,Jonghyun menyengir dan melanjutkan jalan mereka.

“Well, gimana yah? aku buat simple saja, hubungan mereka sangat dekat, aku tidak bisa mengatakan sejauh mana, tapi yang jelas, Taemin sangat menyayanginya ..”, kata Jonghyun, Minho mendengarkan nya baik-baik.
“Tapi … tidak dengan Onew hyung, ia hanya menganggap Taemin sebagai adiknya… itulah mengapa ia sangat concern padanya, tapi siapa tahu? perasaan orang bisa saja berubah kan?”, tanya Jonghyun melihat ke arah Minho, Minho mengerutkan alisnya.
“Maksud mu?”, tanya Minho bingung.

“Kau pasti berpikir bahwa Taemin menyukai Onew hyung, maksud ku sebagai orang yang ia cintai kan setelah aku berkata seperti ini?”, tanya Jonghyun, Minho terdiam, hatinya cemas, mungkin ya…
“Tapi , kalau kau menduda seperti itu, kau salah besar.”, kata Jonghyun, Minho membelalakkan mata.
“Kau jangan khawatir, yang ada di mata Taemin hanya kau, aku tahu itu, mungkin kau akan cemas dengan keberadaan Onew hyung di sisinya, tapi dia hanya mencintaimu, mencintaimu sebagai orang yang ia cintai …”, kata Jonghyun. Minho diam saja, ia tidak yakin, tidak yakin dengan apa yang ia dengar waktu itu.
“Dari mana kau tahu kalau dia hanya mencintai ku?”, tanya Minho dengan suara dingin. Jonghyun menarik nafas dan menepuk pundak sahabatnya itu.
“Aku hanya tahu, kau juga akan tahu jika kau buka mata dan hati mu lebar-lebar menerima semua tanda darinya, dan ikuti kata hati mu Minho ah~”, kata Jonghyun tersenyum, Minho hanya terdiam dan akhirnya mengangguk
“Ya.. terima kasih Hyung…”, kata Minho, Jonghyun tersenyum, semoga saja… pikir Minho.

.

.

Mereka duduk melingkar di ruang TV, mereka menikmati makan malam tidak di atas meja makan melainkan bersifat nyantai dengan duduk di karpet, sesekali bersenda gurau, dan saling bercanda sampai menggoda satu sama lain, sesekali Minho melirik ke arah Taemin yang tertawa senang, ia ikut tersenyum melihat senyum Taemin, setidaknya ia bahagia bisa melihat senyum itu, dan ia berharap senyum itu akan selalu ada untuknya sampai nanti, dia tidak ingin senyum itu lenyap, ia ingin terus menjaganya.

“M-minho hyung..kenapa?”, bisik Taemin yang merasa diperhatikan Minho, Minho terkejut dan tersadar kalau ia terus memandangi Taemin terus menerus.
“Anio … aku hanya senang kau sembuh..”, kata Minho tersenyum dan mengambil coke untuk Taemin.
“Gomawoo Minho hyung.. ini semua berkat mu..”, kata Taemin dengan wajah memerah, Minho hanya berdecak dan membelai kepalanya dengan lembut.
“Jangan pernah sakit lagi..”, kata Minho, Taemin mengangguk, diam-diam pasangan lain didepannya memperhatikan mereka, dan mempunyai ide bagus.

“YAH! kita main game…”, kata Jonghyun bersemangat.
“Ya ya.. kita harus bermain sebuah game, biar seru…”, kata Key menepuk tangannya.

“Game? aku ikut hyung…”, kata Taemin tersenyum semangat, Minho berdecak, ia heran, kenapa Taemin selalu tampak semangat akan hal-hal begini?
“K-kau ikut kan Hyung?”, tanya Taemin pada Minho, Minho ingin berkata tidak karena ia harus meneruskan urusan projectnya. Namun ketika ia ingin membuka mulutnya , ia ditatap oleh dua pasang mata yang mengancamnya, Key dan Jonghyun menatapnya sinis.
“Baiklah..”, kata Minho menarik nafas dan melirik ke arah Jongkey couple yang tersenyum mengetahui keputusannnya.

“Good! kajja, kita mulai..”, kata Key kemudian mengambil 4 sumpit, dan salah satunya diikat dengan karet.
“Ambil satu persatu, yang mendapat karet diujungnya, harus mendapat hukuman dengan…”.
“Dengan meminum soju ini satu gelas kecil.”, kata Jonghyun mencela.

“Yah yah! tidak bisa, Taemin tidak minum soju..”, kata Minho mencegah, Key mencibir dna Jonghyun memutar bola matanya.
“Are you kidding Minho? dia sudah cukup umur.. kau pernah minum sebelumnya kan Minnie?”, tanya Key, Taemin mengangguk pasrah, ia ingat dulu ia mabuk karena minum soju saat ulang tahun Jinki karena ia salah mengambil minuman karena ia kepedesan memakan sesuatu.

“Tuh kan? nah, kajja, junbi..sijjak!”, kata Key mengocok sumpit dalam gelas, sebelum Minho dapat berprotes lagi. Dan stop, mereka mengambil satu persatu.
“Oh oke… im first..”, kata Jonghyun tertawa, Key menuangkan soju digelas kecil, dan Jonghyun meminumnya dengan santai, dan kemudian giliran terus terulang, Jonghyun sudah kena 3x dan Key 2 x, sedangkan Minho 2x, Minho bersyukur Taemin tidak mendapat giliran,
“Kenapa aku tidak dapat?”, tanya Taemin setelah Minho selesai meminum sojunya, Minho melirik dan tersenyum senang, semoga tidak, pikirnya.
“Kenapa? kau mau juga? ini munum saja lah…”, ledek Jonghyun
“Hyung!”, cegah Minho melotot, Jonghyun hanya tertawa.
“Sudah hentikan, tidak seru lagi”, kata Minho berdiri meninggalkan permainan.
“Yah Minho ah~ jangan marah begitu, kita main yang lain saja..”, kata Key membujuk, namun Minho tidak perduli dan berjalan menuju kamar mandi.

Minho masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, kenapa dia harus mengikuti permainan gila Hyungnya? untung ia termasuk orang yang kuat minum, hanya 2 gelas kecil tidak berpengaruh apapun baginya. Ia menarik nafas dan keluar, sebaiknya ia mengusir hyugnnya, Taemin baru saja keluar dari rumah sakit, dan dia harus istirahat.

“Hyung sebaiknya–”
“Hmmmm…Minhoooo~ hyungg~~ semuanya berputar~…”, Minho berhenti ditempatnya ketika melihat Taemin berdiri didepannya.
“T-Taemin?”, Minho terkejut, Taemin tersenyum lebar dan matanya sayu, ia ber hiccup terus menerus. DAMMIT! Bau soju! dia…

“HYUNG!”, Minho teriak melihat ke belakang Taemin, namun percuma, kedua Hyungnya entah pergi kemana.
“Mmm Minhooo~ *hik* hyunggg~”, Taemin menarik lengan Minho dengan manja, Minho meremas kepalanya, awas nanti kalau ia bertemu mereka.
“Taemin.. sudah kubilang, jangan minum soju…” kata Minho menepuk pundak Taemin. Taemin tersenyum dan ia ingin jatuh kelantai, dengan cepat Minho menangkapnya, Taemin tersenyum dan meletakkan tangannya di belakang leher Minho.
“Minhoo~ hyungg~ aku *hik*sedikit~ saaajaaa~ *hik* ,aaah~ wajah mu ada *hik* banyaak~~”, katanya menyentuh wajah Minho dengan tangan mungilnya dan tersenyum dengan mata sayu, ia mendekatkan wajahnya untuk melihat Minho lebih fokus, Minho menelan ludahnya karena jarak mereka begitu dekat.

“Aish~ aku antar kau ke kamar…”, kata Minho menarik tangan Taemin kepundaknya dan membopongnya, Taemin di sisi lain terkikik dan bergumam ‘keroro keroro keroro~’ Minho menggelengekan kepalanya, dengan pelan ia meletakkan Taemin ke atas kasur dan memberikan boneka keroronya , dengan cepat Taemin memeluknya dengan tersenyum, Minho menarik nafas dan mengelus kepalanya, ia berjalan ke ruang ganti untuk berganti pakaian agar bisa tertidur dengan pulas.

Ia membuka kloset dan mengambil pakaian yang bersih, ia menanggalkan pakaiannya, namun saat ia ingin menanggalkan celana jeansnya, sepasang tangan mungil melingkar ditubuhnya dari belakang, tubuhnya menegang dan ia berbalik.
“T-taemin?”, wajah Minho memerah, Taemin tersenyum sinis dengan mata sayu dan lurus menatap Minho. Taemin memeluk Minho melewati lehernya, dan ia berjinjit sehingga tingginya bisa sama dengan Minho.
“Minho hyung…”, bisiknya ditelinga Minho membuat Minho merinding, Minho mendorong pelan pundak Taemin untuk melihatnya.
“T-taemin.. apa yang—” sebelum Minho bisa berkata lagi Taemin sudah melepaskan tangannya dan membuka kaosnya sendiri. Minho terkejut dan melihat ke arah lain.

“Minho…”, Taemin menyentuh pipi Minho untuk melihatnya, Minho dengan berani melihat ke arah Taemin, Taemin tersenyum lebar “Gerah …”, katanya mendekat dan meraih Minho dalam pelukannya lagi, kali ini tubuh mereka saling berdekatan, Taemin memeluk tubuh Minho dan membenamkan wajahnya di dekat leher Minho.
“Minho hyung… i love you… i want you…”, bisik Taemin dan mencium leher Minho, tubuh Minho menegang, ia memejamkan matanya dengan kuat, ia tidak bisa lagi menahannya, dengan sekali gerakan ia menggenggam kedua tangan Taemin dan mendorongnya ke tembok.

“Taemin…”, bisiknya mendekat ke wajah Taemin.

CUT!!!

MUAHAHAHAHAHAHA…. DONT KILL ME, PLEASE DONT KILL ME~~~

WKWKWKWKWKWK….

comment!🙂

Penasaran? kalian mau NC apa nggak? trus mau ini smpe Mpreg gak? kayaknya susah klo smpe mpreg deh, sequel aja apa yah? hahaha… ayo sarannya!
Buat Onew… aku akan menemukan pasangan untuknya, tapi itu aku dong :p

Please dont kill me, hahahahaha….

107 thoughts on “[2min] Your my precious part 5 of ?

  1. Waduuhh..
    Aku juga ‘gerah’ lihat mereka masih sembunyi2.
    Ayoooo, smakin tunjukkan kemajuan hubungan kalian..

  2. Wahhhh,,,,,,,,,JongKey sungguh trlalu!! Pa yg kn trjadi dgn 2min slanjutnya??????? Pa bsa Ming nahan godaan Minnie?????????
    Neeexxxxttttt

  3. ya ampun kerjaannya jongkey ini…
    bisa2nya yah tu couple,
    tae agresif kalau mabuk. hehehehe.
    minho. luarnya aja nolak dalamnya kegirangan

  4. ini kerjaan si dinoooo mestiii pasti!!!! istri orang dibuat mabok ahahahhaha… bayangin imutnya taem. kalang kabutnya keroro n dino yg ketawa cekikikan..

  5. ada aja pengganggu,,, kuwaaaa jangan sampe deh mereka making love, taemin kan lagi mabuk, maunya sama2 sadar biar lebih kerasa hahahahaa dasar jongkey ada2 aja kerjaanya. lucu kalo taemin mabok hahaha

  6. Wah.. Jongkey bisa ajah ngeracuni taemin ha…ha.. Semoga hubungan taemin ama minho makin mulus boleh lah nc biar merekanya makin mesra

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s