[2min] Your my precious part. 6 of ?


myWord:

Hai hello semua… aku datang kembali melanjutkan FF ini, wah, maaf nih yah kalau kemarin banyak yang komen dan gak puas karena di CUT seenaknya sm eonni, aku juga kesel tuh bacanya, jadi aku sekarang harus kerja keras*ini smeua gara” eonni!!* Nc gak yah? gak tauk deh yah~ mungkin eonni yg bakal buat kali? aku udh gak sanggup deh buat smutt mereka bisa melting ditempat nih.. hehehe

BTW, makasih Suunders udah nge LIKE hasil karya kami kali ini, kami sangat senang atas perhatian kalian, keep supporting us, and keep reading🙂 WLYSM :*

Part 6 by: KeyshaaKim
dipantau oleh THE ONE AND ONLY MRS. SANNIIEW kekekek~

.

.

“Taemin …”, Minho tidak tahu apakah ia benar-benar waras kali ini.

Taemin dengan setengah mata terbuka , dan nyawa yang setengah sadar menetap lekat Minho dengan mata bulatnya, nafas mereka saling menerpa wajah masing-masing.

“Minho hyung…” , bisik nya melingkarkan tangannya di leher Minho, mata mereka sendu memandang satu sama lain, Minho mendekatkan wajahnya… kali ini kah? ini kah yang mereka mau? dan ini kah yang diam-diam Minho tunggu?

“Taemin … i love you…”, bisiknya membelai wajah sebelah kirinya, dan tangannya yang lain bertengger dipinggang rampingnya, Minho perlahan memejamkan matanya sedikit dan mendekar ke bibir Taemin, perlahan bibir mereka menyatu dengan sangat lembut, Minho menahan nafasnya merasakan getaran yang di terima dari sentuhan lembut mereka, ini bukan pertama kalinya ia menyentuh bibir mungil itu, namun ia merasa tubuhnya panas, ini mungkin karena pengaruh alkohol.

Mengejutkan, Taemin menariknya lebih dekat dan beranikan diri menghisap bibir Minho, Minho membuka matanya mencoba mencerna situasi, namun percuma, ia terlalu menikmatinya, ia memejamkan matanya lagi dan membelai wajah Taemin menyusuri rahang, telinga, dan membelai rambutnya, ia menjilat bibir Taemin, Taemin melenguh , dan Minho mengambil kesempatan untuk menjelajahi bibir nya dengan lidahnya.

Tangan Taemin bermain di rambut Minho, sementara tangan Minho yang lain mengelus secara perlahan bagian sensitif tubuh Taemin melalui punggungnya.
Ciumannya turun ke leher mulusnya, Taemin memejamkan matanya dan memiringkan sedikit kepalanya memberikan akses pada Minho,
“Hhh…”, desahnya, Minho mengerutkan alisnya, ia memejamkan matanya kuat-kuat, dammit!
Hanya dengan mendengar desahannya membuat Minho menjadi panas, ia memeluk tubuh Taemin lebih erat dan diam-diam merangsangnya dengan gerakan kecil, tangan kecil Taemin menjelajahi pundak Minho.
“Taemin … i love you…”, bisik Minho ditelinganya dan kembali mencium lehernya, membelainya dengan nafasnya.

Namun saat ia ingin mencium pundaknya ia merasa tubuh Taemin semakin berat di pelukannya, ia berhenti sejenak dan memperhatikan Taemin yang kepalanya bersandar di tembok.
Minho memperhatikannya seksama, Taemin bernafas teratur.
“Taemin?”, Minho membelai wajahnya, Taemin bergeser menerima sentuhannya dan kepalanya tumbang, dengan cepat Minho menangkapnya dan merebahkannya di pundaknya. Minho terbelalak, Taemin… tidur?!! WTF !!

Minho berdiam sesaat, ia memejamkan matanya dan menarik nafas, tenang … dia harus tenang …
Dengan perlahan ia mengangkat tubuh Taemin dengan bridal style dan membawanya keluar dari kloset, dengan muka datar ia meletakkan Taemin di atas kasur, ia perhatikan dengan seksama wajah angelicnya yang tertidur pulas, ia tidak percaya apa yang baru saja terjadi, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Taemin bahwa ia mencintai Minho, dan ia tidak percaya sekarang ia harus menahan semuanya …

Ia mengepalkan tangannya dna menarik nafasnya, ia melihat Taemin meringkuk karena kedinginan, Minho berjalan mengambil sebuah baju dan memakaikannya.
“Good night Minnie…”, bisiknya dan berjalan ke kamar mandi.

Ia menatap dirinya di sana, ia menyentuh bibirnya sendiri, tidak percaya, baru saja lagi, dia akan melakukan hal yang akan membuat ia menyesalinya, ia akan melukai Taeminnya, ia seharusnya tidak melakukan itu, tidak ketika Taemin tidak sadar dengan apa yang ia perbuat, dalam hatinya menyesal karena ia dan Taemin telah salah memulai semuanya.
“Aargh..”, Minho mengerang kesal, seraya melhat ke arah celananya, ia harus mengatasi itu sekarang.

.

.

Taemin mengerang, ia membuka matanya, dan memegang kepalanya yang terasa pusing, ia mengusap mata kantuknya dan melihat kesekeliling ruangan, sudah pagi …
Ia bangkit dan terduduk di kasurnya, pukul berapa? ia memegang kepalanya lagi, kepalanya pusing, ia ingat semalam meminum segelas soju, ia tidak tahu akan mabuk dengan segelas kecil itu, dan siapa yang membawanya ke atas kasur? dan apa yang terjadi setelah ia meminum soju? ia tidak ingat.

“Minho hyung…?”, panggilnya, namun tidak ada jawaban, setelah merasa baikkan ia turun dari kasur dan berjalan keluar kamar.

“Minho hyung?”, panggilnya lagi,ia berjalan ke arah dapur, dan melihat dimeja ada sebuah makanan tersedia, ia mendekat dan membukanya, ia tersenyum , ada nasi goreng kimchi dengan segelas susu banana, dan memo kecil disana.

Makanlah, semoga rasanya enak. Aku harus segera ke kantor, maaf tidak membangunkanmu.
Minho

Taemin hanya bisa tersenyum, ia duduk dikursi dan menatap makanannya. Ia mulai menyendok nasinya dan menyuapnya kedalam mulutnya, ia mengunyah dengan perlahan, dan tersenyum.
“Not bad .. lebih enak dari masakanku..”, gumamnya dan menyuap lebih banyak nasi lagi ke mulutnya, Terima kasih Minho.. pikirnya , memegang wajahnya sendiri dengan senang dengan memerah.

.

.

Minho masuk kekantornya , masih pukul 9 pagi, ia terlalu awal untuk datang kekantor, ia masuk keruangannya dan merebahkan tubuhnya, ia menarik nafas seraya memejamkan matanya, ia mengangkat tangannya menuju wajahnya.
Apa yang ia lakukan? ia tidak seharusnya pergi begitu awal meninggalkan Taemin, ini masih terlalu pagi, bagaimana kalau ia masih membutuhkan bantuannya? namun tidak bisa, ia tidak bisa membiarkan dirinya terus bersama Taemin

“Hhh…”

Minho membuka matanya tiba-tiba, ia pasti sudah gila, sekarang pun ia masih bisa mendengar suara desahanya, he’s must to be pervert! Ia meremas kepalanya, bahkan ia masih bisa merasa kehangatan tubuhnya, ia menjadi takut, takut jika berdekatan dengan Taemin, ia takut akan hilang kontrol.

DRRT DRRTTT

Minho melihat ke ponselnya, ia melihat ID diponselnya
“Yoboseyo , appa?”, jawabnya, Minho menyapa appanya dengan wajar.

“Oh, ne appa .. aku akan kesana saat makan siang, gamsahabnida, annyeong..”, katanya, ia menatap ponselnya, now what?

.

.

Key berjalan mondar mandir di teras rumahnya, ia sudah menunggu selama satu jam, dan Jonghyun! tidak datang juga, ia mulai habis kesabaran, ia tidak suka menunggu, menunggu adalah hal yang paling membosankan.

Tidak lama ia melihat mobil BMW biru masuk kegarasi rumahnya, ia menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap sinis mobil itu.
“Yeobooo~ im sorryy~~”, Jonghyun keluar dengan cepat dari mobil dan berlari memeluk Key dengan erat , namun Key tidak membalasnya, ia hanya memutar bola matanya.
“Ya right, 20 menit yah? well, aku rasa 20 menit sudah berubah jadi 60 menit di era 2011 ini.”, oceh Key sinis, O-OH! Jonghyun melepas pelukannya dan menatap melas ke arah Key.

“Im sorry yeobo~ ada sesuatu yang harus ku urus ~ mianheee~”, kata Jonghyun meraih pinggang Key dan mengelus pipi Key, Key memalingkan wajahnya karena ia menolak menerima tatapan puppy eyes Jonghyun yang bisa meredakan emosinya seketika.

“Alright then.. tell me , why did you come late?” , sergah Key melirik Jonghyun, Jonghyun menyengir dan berbisik.
“I’ll tell you , if you give me a kiss.”, katanya, Key menganga, ia mendorong tubuh Jonghyun.
“Oke, enough Jjong, pertama , kau datang telat di hari jadian kita dan kita akan pergi menghabiskan waktu seharian, kedua, kau merahasiakan sesuatu padaku, dan ketiga, you tease me!”, gerutu Key masuk kedalam rumah dengan kaki dihentakan, Jonghyun menarik nafas dan mengikutinya, ia tersenyum, Key nya selalu seperti ini, tapi ia tahu ia bisa mengatasinya.

Key berjalan dan duduk di kursi menyalakan TV, mood nya untuk pergi hilang seketika.
“Yeobo~”, panggil Jonghyun duduk di sebelahnya dan merangkul pundaknya, Key tidak bergeming, ia tidak menghindar juga.
“Kibummie~”,
“…”
Jonghyun menarik nafas dan menyengir, ia bergerak dan mencium leher Key
“YAH!”, sontak Key kaget dan menyentuh lehernya, wajahnya memerah, Jonghyun menangkap ekspresinya itu dan tersenyum usil.
“What? i think you like it when i did it to you?”, jawab Jonghyun innocent. Key ingin berkata lagi tapi ia tidak meneruskannya dan menggeser duduknya menjauh.

Jonghyun menarik nafas.
“Yeobo~ i cant tell you, because thats a secret … but i can tell you another news.”, kata Jonghyun meraih lengan kiri Key,
“…”
“Ini mengenai Minho dan Taemin.”,
Benar, Key sangat concern dengan hubungan mereka, dan itu berhasil membuat Key beralih dari TV dan melihat serius ke arah Jonghyun.

“What? kenapa dengan Minho dan Taemin? ceritakan padaku.”, katanya penasaran dan mendekat lagi, Jonghyun cemberut.
“Kau hanya tertarik pada mereka, karena aku menyebutkan mereka kau beralih padaku, kau ini kejam Key.”, kata Jonghyun cemberut dan bergantian menjauh dan menatap layar TV.
Key menganga tidak percaya, apa Jonghyun mengujinya, yang benar saja?
“Yah~ Jjonggiie~ im sorry oke~ bukan maksud ku begitu..”, Key mengalah dan merangkul lengan Jonghyun dan meletakan dagunya di pundak Jonghyun, Jonghyun tidak bergeming, ia masih asik dengan pikirannya sendiri, ia berpikir, kenapa Key tertarik jika berhubungan dengan Minho atau Taemin? tidak, lebih tepatnya Taemin. He’s like his umma, but…

“Jjonggiie~~”, bisik Key ditelinganya, membuat Jonghyun tersadar dan menoleh, melihat ke arah Key yang menatapnya bersalah. Jonghyun tersenyum dan membelai kepalanya.
“Oke, im sorry too…kiss me please, and i can tell you about that.”, goda nya dengan mengelus pipi Key, Key menarik nafas dan mencubit pelan lengan Jonghyun.
“You pervert dinosaur.”, bisik Key merangkulkan tangannya kelehernya.
“A-ha, but you love me right?”, bisik Jonghyun menempelkan hidung mereka.
“A-ha, and you love me too.”, balasnya, dan tanpa kata-kata lain bibir mereka menyatu, sangat lembut dan mesra, bermain dengan lidah mereka untuk mendominasi, dan tangan yang memberikan sentuhan lembut satu sama lain, sampai akhirnya mereka harus menyudahi untuk mengambil nafas.

“So, tell me…”, kata Key, Jonghyun menarik nafas.
“Oke, aku akan cerita , tapi kita harus pergi sekarang, aku masih mau menghabiskan waktu ku dengan mu, itu kalau kau tidak keberatan, aku akan jelaskan padamu di jalan.”, kata Jonghyun, Key cemberut lagi karena ditunda lagi, namun akhirnya ia mengangguk dan berdiri merangkul Jonghyun untuk pergi keluar masuk kedalam mobilnya.

.

.

Taemin berlari membuka pintu karena bel sudah cukup lama berbunyi.
“Ne jakkaman…”, teriaknya dari dalam dan membuka pintunya.

“Halo Minnie…”,
“Jinki hyung!!”, Taemin terlonjak kaget dan memeluk hyungnya dengan senang. Jinki tertawa dan membelai lembut kepalanya.
“Ayo masuk.”, kata Taemin menarik lengannya. Jinki tersenyum senang.

“Wah, rumah mu bagus yah?”, katanya memuji, Taemin tersenyum malu
“Ini.. Minho hyung yang beli, dia ..membelinya dengan uang nya sendiri…”, kata Taemin malu,
“Oh ya? dari mana kau tahu?”, tanya Jinki mengelus kepalanya.
“Hmm… dari Minho’s Appa.. dia mengatakan padaku ketika pesta pernikahan…”, kata Taemin tersenyum ,
“Minho orang yang baik…’, katanya, Taemin mengangguk semangat.
“Kau berpikir seperti itu juga hyung? “, kata Taemin semangat, Jinki hanya mengangguk.
“Aku tidak salah …”, kata Taemin tersenyum malu.
“Hah?”
“Nothing hyung…” Taemin tersenyum sendiri, seraya menarik lengan Jinki ke dapur, ia senang karena Jinki mengatakan bahwa Minho juga baik, dan ia senang karena banyak orang yang menyadari bahwa Minhonya sangat baik.

“Kau tahu dari mana alamatku? dan oh, kau tidak kekantor?”, tanya Taemin setelah menyediakan segelas cangikir teh pada Jinki.
“Aku tahu dari butler kita dong, dan .. aku sedang tidak ada hal sibuk, jadi aku pikir ingin mampir sebentar untuk memastikan kau baik-baik saja..”, katanya menyeruput minumnya dan mengdarkan pandangannya kesekitar.

“Gwencana hyungg…”kata Taemin tersenyum,
“Ah, hyung, kau sudah makan? ini sudah makan siang, kau mau makan apa?”, tanya Taemin seraya memeriksa isi kulkas untuk memasak sesuatu, Jinki berjalan dan menutup kulkasnya.
“Kita makan diluar saja bagaimana? sudah lama tidak makan bersama, itu kalau kau tidak keberatan.”, kata Jinki tersenyum, Taemin menangguk dan mengatakan akan bersiap dalam 10 menit.

Jinki tersenyum dan berjalan ke arah ruang tamu , tidak ada yang bisa ia temukan tentang 2 orang ini, rumah mereka sangat nyaman bagi Jinki, ia masih tidak bisa percaya Taemin akan menikah dengan orang lain, namun ia tetap tidak boleh menyesalinya, ia ingin Taemin bahagia, ia menatap satu-satunya foto mereka berdua di rumah ini, foto dengan figura sedang terpajang di tembok ketika mereka berjalan ke luar dari altar, dan Taemin tersenyum menunduk malu dengan tangan melingkar di lengan Minho, sedangkan Minho melihat ke arahnya dengan senyum simpul namun siapapun yang melihatnya bisa mendapatkan gambaran jelas bahwa mereka bahagia

“Hyung? aku sudah siap!”
“Ah, iya…”, Jinki tersenyum melihat Taemin tersenyum semangat. Dan mereka berjalan keluar untuk menghabiskan makan siang bersama.

.

.

“Ada apa tiba-tiba Appa mengajakku makan siang?”, tanya Minho disela makan siangnya, Appanya tersenyum
“Appa ingin bertemu denganmu .. dan, ada beberapa hal yang ingin aku katakan mengenai perusahaan.”, katanya, Minho mendongak

“Apa..ada masalah serius dengan perusahaan?”,
Appanya tersenyum simpul, Minho susah mendeskripsikannya, apakah senyum itu mengatakan ya atau tidak?
“Well, sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan, namun ada kendala dalam produksi kita dan juga masalah saham kita yang tidak teratur, untuk itu kau kupanggil kesini untuk membantu ku menghandlenya sementara..”, kata Appanya

“Oh, apa itu? aku akan membantu semampu ku Appa.”, kata Minho yakin, bagaimanapun juga suatu saat nanti ia akan menggantikan posisi ayahnya.
Appanya tersenyum sesaat. Dan mengatakannya pada Minho dengan lembut, Minho mendengarkannya secara seksama, namun semakin lama berita itu terdengar olehnya, ia merasa resah.

.

.

“Kau mau makan apa?”, tanya Jinki pada Taemin,
“Aku ikut saja, aku ingin makan apa yang kau makan…”, kata Taemin tersenyum.

“Ayam?”, tanya Jinki terkekeh.
“Sudah kuduga, jadi tidak ada gunanya aku mengatakannya kan hyung? kajja, kita serbu ayammu.”,
Jinki tersenyum dna membelai kepala nya lembut “No, sekarang aku ingin mendengar kau mau makan apa? aku akan ikut dengan mu.”, kata Jinki, Taemin menoleh dan menatapnya keheranan.
“What?”,tanya Jinki.
“No, kau sadar hyung? kau baru saja menolak ayam!”, kata Taemin tertawa, Jinki tertawa juga.
“YAH! aku lebih menyukai mu dari pada ayam aku rasa..”, kata Jinki, membuat Taemin tertunduk malu dan bergumam
“Your so chessy hyung. o////o”, katanya, Jinki terkekeh.
“Tentu saja, kau kan adikku tersayang..”, kata Jinki membelai kepalanya, ini lebih baik, pikirnya, dengan menarik nafasnya pelan, apa ia tahu berita itu dari keluarga Choi, aku harap Minho bisa memberi tahunya pelan-pelan. Aku yakin Taemin mengerti. pikirnya

.

.

“YAH! Mau dibawa kemana aku Jjong?”, tanya Key yang matanya ditutup oleh sapu tangan dan  Jonghyun menggandengnya.
“Diamlah …”, katanya tersenyum dan menempatkan diri mereka.

“Oke, kita sampai.”, bisik Jonghyun dari belakang, jantung Key berdegup cepat, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Jonghyun padanya, yang bisa ia rasakan adalah hembusan angin kencang menerpanya, sekarang ia tahu kenapa Jonghyun menyuruhnya memakai jaket tebal.

“Sudah bisa dibuka mataku? aku bosan…”, sergah Key, Jonghyun tersenyum dan merangkulnya dari belakang dan mencium tengkuknya, membuat Key terkesiap, apa yang akan dilakukan padanya.
“Baiklah, buka sekarang.”, kata Jonghyun, dan melepas pelukannya

Perlahan Key membuka ikatan dimatanya, namun setelah ia membuka matanya tidak terlihat apapun, yang bisa ia lihat hanya tembok jeruji  di belakangnya dan sangat gelap.
“J-jong? aku tidak suka bercanda…cepat keluar!”, perintah Key, namun tidak ada jawaban, ia mencengkram tangannya sendiri.
“Jonghyun!!”, teriaknya kesal, ia mulai takut, dan kepalanya menoleh memperhatikan didepannya , ia menelan ludah.
“J-jong…?”, CLICK! Key menutup matanya ketika mendapat sinar yang terang, perlahan ia membuka matanya dan saat itu juga ia menganga. Didepannya ada jejeran lampu bertuliskan

WILL YOU MARRY ME
ditengah-tengah Love besar.

Key menutup mulutnya takjub
“Happy anniversarry Key …”, Jonghyun keluar dari balik tembok dengan membawa sebuket bungan mawar merah dan mendekat.
“And ..” , dia berlutut , jantung Key berdegup semakin cepat, Jonghyun mengeluarkan sekotak kecil dan membukanya.
“Aku tahu aku sering menggodamu, aku tahu aku menyebalkan, aku tahu aku selalu membuat mu marah, aku tahu aku tidak pantas untukmu, tapi ada hal yang paling aku tahu dari semua itu, aku mencintaimu dengan segala hidup ku Key, aku tahu … karena kau satu-satunya dihatiku, will you marry me?”, tanya Jonghyun tersenyum usil.

Key tidak bisa menahan air matanya, ini hal yang biasa .. ia sering menontonnya di TV, tapi ia tidak yakin bahwa ia akan menerima hal konyol dari Dinonya itu.
Key berlutut dan melingarkan tangannya di leher Jonghyun.
“Aku tahu aku egois, aku tahu aku pemarah, aku tahu aku selalu menuntut padamu, aku tahu aku tidak sesempurna yang selalu aku banggakan, tapi ada hal yang paling  aku tahu … kau pantas untuk ku, dan aku mencintaimu lebih dari yang kau bayangkan… and my answer is… OF COURSE I DO!”, jawabnya dan mencium bibir Jonghyun, Jonghyun memeluknya dan menciumnya lebih dalam. Mereka merasa perfect, seakan waktu berhenti, ia tidak tahu Jonghyun akan melamarnya, dan ini serasa mimpi.

“I love you…”, bisik Key melepas ciumannya, Jonghyun tersenyum dan menyematkan cincin di jari manis Key dan berbisik ditelinganya.
“I love you too my precious KEY!”, dan mereka berciuman lagi untuk kesekian kalinya.

.

“So, ada apa dengan Minho dan Taemin , Yeobo?”, tanya Key merebahkan kepalanya dipundak Jonghyun sambil menatap cincin ditanganya.
Jonghyun menarik nafas.

“Well, aku tidak yakin apa yang kudengar, aku khawatir Taemin akan sedih jika tahu, jadi…” Jonghyun mulai bercerita, dan Key mendengarkannya seksama, Key menegakkan tubuhnya setelah selesai mendengar Jonghyun berkata.

“B-bagaimana ini? apa yang bisa kita lakukan? aku tidak mau my baby sedih Yeobo~”, kata Key menarik lengan Jonghyun, Jonghyun memeluknya dan menepuk punggungnya.
“Tenanglah, ini bukan masalah besar, kita bisa atasi.. aku rasa Onew hyung juga sudah tahu.. tenang oke?”, bisik Jonghyun dan mencium kening Key, Key mengangguk.
“Benar katamu… aku percaya Minnie akan mengerti…tidak ada yang perlu dikhawatirkan…”
“Kau benar…”, mereka tersenyum.

.

.

Taemin keluar dari kamar mandi, ia baru saja pulang dari bermain seharian setelah makan siang bersama Jinki hyung, ia merasa senang , sudah lama rasanya mereka merasakan jalan-jalan bersama lagi.

CKLEK.
Taemin membuka pintu kamar, dan ia terkejut karena mendapati Minho sudah duduk di kasurnya.
“M-minho hyung? kapan kau pulang?”, tanya Taemin, dan berjalan mendekat.
Ia sekarang berdiri didepannya, Minho mendongak dan menatapnya lekat, entah mengapa wajah Taemin menjadi panas dan jantungnya berdegup cepat, kenapa hanya begini saja membuatnya kalang kabut?

“Taemin…”, panggilnya dan menarik lengan Taemin mendekat, jantung Taemin serasa mau copot, ia merasa tubuhnya panas, terlebih ketika Minho memanggil namanya, dan ia tidak tahu mengapa.

“Y-ya?”, jawabnya, Minho masih menatapnya lekat, dan kemudian menarik nafas, Taemin merasa ada yang tidak beres.

“M-minho hyung…? ada apa? kau sakit? gwencana..?”, tanya Taemin memberanikan diri menyentuh kening Minho, Minho langsung meraih tangan nya dan mencium telapak tangannya, sedangan tangannya yang lain menggenggam tangan Taemin, badan Taemin seakan lemas, dan Minho meletakkannya ke pipinya, merasakan tangan dingin Taemin.

“M-minho hyung…?”, panggil Taemin, Minho membuka matanya dan menatap Taemin lekat.
“G-gwencana?”, tanya Taemin lagi, Minho tersenyum dan berdiri, ia membelai wajah Taemin dengan lembut, dengan kedua tangannya, ia merasa degup jantungnya sendiri bergemuruh, ia ingin merengkuh Taemin sekarang juga , tapi setidaknya katakan dulu…

“Taemin…”, bisik Minho, Taemin menatap Minho menelan ludahnya.
“Aku tahu selama ini aku tidak bisa menunjukkan apapun padamu, aku bukanlah orang yang mampu mengutarakan perasaanku dengan mudah..”, Minho membelai rambutnya.

“Taemin…”, Minho menangkup wajahnya “I love you … i always have…”, katanya tersenyum. Taemin menutup mulutnya tidak percaya, air matanya mengalir sendiri dengan deras.

Minho mengusap air matanya dan tersenyum.
“Im sorry i never say this to you… “, bisiknya, Taemin menggeleng dan menangis, Minho memeluknya dengan erat, Taemin terkejut, namun ia membalas pelukan Minho, Minho merasa lega .

“K-katakan lagi hyung…”

“Apa?

“K-katakan lagi…”, kata Taemin, Minho berpikir sejenak dan melepaskan pelukannya.

Ia menatap Taemin lembut dan membelai wajahnya, jantung mereka berdegup kencang, seperti ingin lepas dari kerangkanya. Ini yang selama ini mereka tunggu, kata-kata yang simple yang harus mereka ungkapkan.

“I love you Minnie… your my precious, the one and only that i want to be mine.”, bisik Minho mengecup kening Taemin, Taemin memejamkan matanya merasakan elektrik diantara mereka.

Ia membuka matanya dan mengaitkan tangannya di leher Minho.
“I love you hyung… i love you so much…”, kata Taemin tanpa tergagap.

Minho tersenyum puas, ia meletakkan kening mereka menjadi satu, memejamkan mata mereka dan merasakan nafas masing-maisng.
“Terima kasih… “, bisik Minho.

“Ya…”, bisik Taemin, sebelum bibir mereka menyatu.

CUT!!
(Unedited*theres many wrong on it*)

hahahahah… aku nge CUT sembarangan lagi… ekekek~

YEAH!!!!!! AKHIRNYA JONGKEY AND 2MIN JJANG!

MAAF 2MINNYA DIKIT, YANG TERJADI SELANJUTNYA MAU NC APA NGGAK?
tanya sama eonnii aja… kekekek~

Btw, sekedar info, REQ FF mau di tutup, jadi bagi yang mau req ditunggu sampe tanggal 22, thank you🙂

Please comment, and no bashing…no copy without our permission🙂
See ya on next part!

116 thoughts on “[2min] Your my precious part. 6 of ?

  1. Yak… CUT kenapa tu???
    mmm tapi akhirnya minho mengungkapkan juga.. mmm walaupun teminnya dalam keadaan lagi g sadar.. dan WHAT.. teaminnie tidur aish.. ckckck kasian minho harus ‘menyelesaikannya’ sendiri..
    dan jongkey.. so sweet.

  2. ga kebayang.. bisabisanya tae tidur waktu lagi gituan.. babanh minhp udah hard noh tu ;3 hahsha #senyumsenyumgaje

  3. kenapa rasanya ini manis sekali >.<
    taemin dengan tingkah polosnya dan minho dengan minim ekspresinya lol

  4. Wow,,,,,,da pa dgn prusahaan Ming???????????? Trus knp sprti da yg mrka sembunyikn dr Minnie!!!! Waaaahhhhhhh ahrnya 2min saling ungkapin prasaan mrka!!

  5. yahhh akhirnya..
    best moment 💓💓
    ngga bisa bayangin warna pipinya tae kaya apa.
    itu ayahnya ming bicara apa??? kayaknya ada hawa2ngga enak nihhh.

  6. jongkey mau nyusul 2min ta chukkae……
    huwaaaa akhirnya tersampaikan juga isi hati masing2 dan yg gak enaknya kenapa di cut, aku sangka minho mau menghindar dari taemin karena gak bisa mengontrol diri….

  7. baru sekali baca ff yg ada jongkeynya biasanya selalu onkey kurang dpt feel bacanya tp ceritanya seruuuuu. akhirnya 2min bersatu juga/?

  8. Akhirnya mereka ngungkapin rasaya satu sama lain semoga ga ada penghalang bagi 2min tapi itu tadi appanya mau ngasik tau apa??

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s