[2min] Your my precious part. 7 of ?


Foreword :

Hai there .. hehehe.. miss me? nah nah.. this is part 7, who want NC? kekekek~ will see guys.
Im really sick of it, Minho and Taemin really annoyed me and all of you guys , am i right? kekeke~
So, this is part 7.

Leave a comment, theres many silent reader in here, why?
Karena visitor menunjukkan lebih dari 1500 pengunjung setiap harinya, tapi apa coba? yang komen dikit banget, dan itu” aja, so, dont be silent reader please, please appreciate my work, thnkiss

ONCE AGAIN, COMMENT!!🙂

by : Sanniiew^^

.

.

Minho memeluk tubuh Taemin dengan erat, seakan tidak ingin membiarkan ia pergi saat itu juga, ia tahu apa yang akan terjadi, disudut hatinya ia bahagia, akhirnya mereka jujur akan perasaan mereka sendiri, dan Minho tidak percaya bahwa dugaannya selama ini salah, Taemin mencintainya, MENCINTAINYA, rasanya ia ingin teriak sekencang-kencangnya bahwa ia bahagia.

Disisi lain, Taemin merasa ini mimpi, dan jika iya, ia berharap tidak akan pernah terbangun, dia tidak mau mengakui bahwa kenyataan yang sebenarnya Minho tidak mencintainya. Dengan pikiran itu Taemin mendorong tubuh Minho perlahan …

“Taemin..?”, bisik Minho membelai wajah Taemin dan masih memeluk tubuhnya, ia kecewa Taemin menolak ciuman nya.

“Taemin…?”, Taemin tidak menjawab, ia hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam dan sibuk dengan pikirannya sendiri, perlahan air matanya jatuh, Minho terkejut, ia menyadari apa yang terjadi. Ia perlahan mengangkat wajah Taemin.

“Hei…ada apa…?”, bisik Minho , hatinya miris, apa ia melakukan hal yang salah? Taemin menatapnya dengan air mata mengalir, Minho tidak suka itu, itu  membuatnya tidak nyaman.
“Jangan menangis, ku mohon… simpan air mata mu… aku tidak suka melihatnya..”, kata Minho lembut dan mengusap air matanya, Taemin membiarkannya, karena ia suka merasakan kehangatannya.

Minho meraih lengan Taemin dan ia duduk di atas kasur sedangkan Taemin dipangkuannya. Minho memeluk Taemin dan merebahkan kepala mungilnya di pundaknya, Taemin perlahan memeluk Minho dengan erat dan menangis, Minho tidak tahu ada apa, yang jelas ia membiarkan nya, sehingga ia dapat merasakan lehernya basah karena Taemin membenamkan wajahnya disana. Minho mengelus punggungnya dengan lembut dan mencium rambutnya berkali-kali, ada apa dengan Taemin? kenapa ia terlihat kecewa atau apalah ..

Setelah merasa tenang, Minho mendorong tubuh nya perlahan supaya dapat melihat wajah Taemin, wajahnya sembab, dan matanya merah, masih tersisa air mata yang mengalir diujungnya,Minho mencium keningnya dan membelai kepalanya.
“Katakan .. ada apa? kenapa kau menangis?”, tanya Minho lembut memeluk pinggangnya, Taemin menunduk dan menarik baju Minho.

“A-aku takut…”, kata Taemin, Minho mengerutkan alisnya.
“A-aku takut ini mimpi Hyung… aku tidak percaya kau..mencintaiku, aku tidak menyangka… aku pikir kau tidak menyukai ku selama ini…a-aku takut… jika aku bangun kau akan pergi .. aku takut…”, kata Taemin menutup wajahnya dan menangis lagi, Minho tidak percaya, jadi Taemin selama ini mengira kalau ia tidak menyukainya?

Minho menarik nafas dan membuka wajah Taemin, Taemin measih menutup matanya rapat dan air mata mengalir disana.
“Ikut aku… “, kata Minho menyuruh Taemin berdiri, Taemin mengikutinya dibelakang , Minho masuk ke ruangan closet dimana baju, sepatu, tas, dan aksesoris lengkap diletakkan layaknya ruang ganti besar.

Perlahan Minho menarik Taemin dan membawanya ke kaca besar. Ia berdiri dibelakang Taemin dan memeluknya dari belakang, ia tidak tahan melihat kesedihan Taemin karenanya.
“Buka matamu…”, bisik Minho menyandarkan dagunya di bahu ramping Minho. Perlahan Taemin membuka matanya, ia tidak mengerti, kenapa ia melihat pantulan dirinya dan Minho yang sedang memeluk pingganya, Taemin menyentuh tangan Minho .
“Kau lihat, itu kau dan aku …”, kata Minho tersenyum dan berbisik di telinganya.

“Kau berpikir ini mimpi Taemin.. jika iya, maka didalam mimpi bayangan tidak akan pernah ada ..”, Minho menunjuk ke kaca.
“Aku tahu ini tiba-tiba…”, Minho kembali merebahkan kepalanya di pundaknya, jantung Taemin berdegup dipeluk olehnya.
“Tapi, aku tidak tahan menyembunyikan ini Taemin .. aku cemburu kau akrab dengan yang lain, aku cemburu karena aku tidak bisa memeluk mu, bercanda denganmu, bermanja, layaknya kau atau mereka lakukan padamu…aku..ingin menjadikankau hanya milikku, hanya boleh milikku…”, bisik Minho dan mencium leher mulus Taemin.

Taemin terlonjak kaget, wajahnya memerah dan panas.
“Mianhe Minnie… maaf bersikap tidak baik padamu .. tapi percayalah, ini bukan mimpi, dan benar aku mencintai mu Minnie, aku tidak bohong…”, Minho membelai wajah kanan Taemin, turun ke rahangnya dan meraih dagunya, dan mencium bibir Taemin dengan lembut.

Perlahan Taemin memutar badannya, wajahnya memerah, ia merangkul leher Minho lebih dekat, dna Minho melakukan hal yang sama merangkul pinggang Taemin dengan erat. Perlahan Minho mendorong tubuh Taemin ke lemari, ia membungkuk sedikit menjajarkan tinggi mereka.

Tangan Minho meruam kesetiap inci tubuh Taemin, mengelus punggungnya dan bahkan pinggulnya, membuat Taemin menggeliyat geli, Minho ingin tersenyum, namun ia menahannya. Ia menjilat bibir Taemin, Taemin membuka mulutnya perlahan dan Minho mengambil kesempatan untuk masuk kedalam rongga mulutnya.
Mereka bergumul sebentar, baik berjuang untuk dominasi. Taemin perlahan-lahan menyerah dan memungkinkan nya untuk mengeksplorasi seperti  Taemin biarkan tangan nya sendiri mengembara.

Mengejutkan tangan Taemin meruam ke baju Minho, ia membawa tangan kecilnya masuk kebalik kemeja Minho, ia meraskan tubuh Minho yang kekar, wajahnya memerah, Minho menurunkan ciumannya keleher Taemin, Taemin memejamkan matanya seraya tangannya bekerja mengelus dada Minho atas bawah, Minho mengerang menerima perlakuan Taemin, dan tubuhnya menegang, ia perlahan menjauhkan dirinya dari Taemin, dan menatapnya khawatir.

“Kau… seharusnya tidak melakukan itu …”, kata Minho lembut, Taemin tidak mengerti.

“A-apa?’, jawabnya malu.

Minho menarik nafas, “Karena ..”, Minho mencium tulang dada Taemin dengan butterfly kiss membuat nya terkesiap dan mengigil menerima ransangan itu.
“Itu membuat ku ingin melakukan lebih padamu…”, Minho menatap mata Taemin lurus, Taemin langsung menunduk, tangannya gemetar, Minho merasa kecewa sedikit di hatinya,namun ia mengatur emosinya. Ia meraih dagu Taemin “Aku sangat mencintaimu, aku tidak mau melakukan sesuatu padamu kalau kau sendiri belum siap untuk ini.”, kata Minho lembut dan mencium kening Taemin, kemudian tersenyum, dan lagi .. ia mengelus kepala Taemin dan melepasnya.

Taemin terpaku, apa dia salah, bagaimana ini? hanya memikirkan Minho saja sudah membuat tubuhnya panas? apakah akan terus seperti ini? apa ia tidak apa-apa? Taemin menoleh, dia menggerakan kakinya.

“M-minho!!”, Taemin berlari memeluk Minho dari belakang, Minho terkejut, ia menoleh dan menatap Taemin yang sedang menggelayut di bajunya.

“Ya?”, jawabnya lembut, Taemin mendongak dan dengan air mata yang menggenang.

“A-aku tidak apa-apa… aku tidak tahu kenapa setiap memikirkanmu aku merasa aneh, d-dan… aku rasa tidak apa-apa jika kau y-yang menyentuh ku …”, kata Taemin dengan mata berair, Minho terkejut, jantungnya berdebar.
“Minho … a-aku hanya mencintaimu …kalau kau diam saja dan mengacuhkan ku aku tidak mau kau menyesal nantinya, t-tapi..kalau kau mau, a-aku bisa memberikan semuanya padamu…karena…a-aku milikmu Minho…”, kata Taemin malu dan mendekat ke dada bidang Minho, Minho mengernyitkan dahinya, tidak bisa lagi, dia mengepalkan tangannya.

Dan dengan sigap ia sudah menngangkat Taemin kegendongannya, ia letakan kakinya di pinggangnya, dan Taemin dengan segera melingkarkan tangannya ke leher Minho.
“Jangan salah kan aku.. karena kau yang minta, aku sudah cukup bersabar selama ini…”, bisik Minho , wajah Taemin memerah.
“Ya, ambil semuanya, im yours now Minho…”, bisik Taemin, Minho melihat perbedaan nya sekarang, ia tidak tahu sisi ini, ia terlihat begitu menggoda dan sexy.

-_- RATE SCENE -_-

Minho menggengdong Taemin dan menciumnya dengan lembut, Taemin memiringkan kepalanya dan memperdalam ciuman mereka, Minho perlahan merebahkan Taemin diatas kasur mereka tanpa melepas ciumannya, ia membelai wajah Taemin, melepas ciumannya dan mencium setiap inci wajah Taemin dengan butterfly kiss, Taemin memejamkan matanya merasakan kelembutan Minho. Sebelum Minho kembali kebibirnya dengan menjulurkan lidahnya, dengan sigap Taemin membiarkan lidah itu mendominasi nya, memutar dan juga menghisap setiap inci lidahnya dan juga bermain dirongga mulutnya.

Tangan Minho turun dengan lembut ke ujung kaos Taemin dan menelusupkan nya kedalam nipplenya, ia mengelus nipplenya dan sesakali memelintirnya.
“aahh…hh..Minho h-hyunggh…”, desah Taemin, disela ciumannya, Minho tersenyum dan mennyelusuri telinga, rahang dan bertengger dilehernya, ia jilat leher Taemin yang mulus, Taemin mendesah dan meremas rambut Minho sambil memiringkan kepala memberikan akses padanya.

“Minho…”, bisik Taemin, hanya seperti itu membuat bagian celana Minho terasa keras.
ciumannya turun ke tulang dadanya dan kemudian beralih ke nipplenya, ia menghisap dan menjilatnya, membuat Taemin melenguh dan wajahnya memerah, ia menggit bibirnya menahan sentuhan dari Minho, Minho sepertinya sangat pintar menemukan titik sensitifnya
“Minho…”, tubuh Taemin terangkat ke atas, tangan Minho berada di punggungnya dan mengelus ke tulang rusuknya, Taemin melingkarkan tangannya keleher Minho, ia tidak tahu badannya akan sepanas ini.

Tangan Minho turun ke ujung celana Taemin, ia mengelus membernya dari luar, Taemin membuka matanya…”No…aah..”, Taemin memejamkan matanya dan menutup mulutnya, tangannya yang lain meremas sprei kasurnya.
Minho memasukan tangannya kebalik celana Taemin, membuat Taemin melenguh karena ia sudah mengocoknya dengan lembut, ia ingin berteriak, namun bibir Minho tekah menciumnya lagi.

Dengan sekali hentakan Minho berhasil melepas celana dan boxernya sekaligus, ia takjub, tubuh Taemin yang setengah telanjang karena masih ada kaos yang menggantung di pundaknya terlihat begitu sexy dan cantik, wajahnya memerah, tubuhnya putih dan ramping, dan juga bibirnya yang menggoda, ini lah yang membuat nya untuk pertama kali menanyakan sexualitasnya, namun ia percaya, bahwa ia memang benar jatuh cinta padanya.

“M-minho…”, Taemin menutup wajahnya malu, Minho tersenyum dan membuka wajahnya,
“Kenapa?”,
“A-aku malu..”, kata Taemin, Minho mencium bibirnya
“Dont be, coz ill be gentle, i promise..”, kata Minho kembali mencium perut datar Taemin, Taemin memejamkan matanya ketika Minho sudah bermain dimembernya lagi,
“Aahh..M-Minho…a-aku merasa aneh…”, katanya ketika Minho menghisap habis membernya, ia merasakan hangat mulut Minho dimembernya.
“AAAHH…”, Taemin melenguh, dan klimaks dimulut Minho tanpa peringatan, dan membuat Minho terbatuk.

“M-minho hyung…m-maaf…”, Taemin bangkit dn meraih wajah Minho, Minho tersenyum dan mencium Taemin untuk merasakan klimaksnya sendiri. Perlahan ia rebahkan lagi Taemin sambil terus berciuman.
“M-minho…”, bisik Taemin,
“Ya?
“I-i want y-you…”, katanya malu menutup wajahnya, Minho terkejut , namun kemudian membuka wajahnya dan mencium keningnya.

“Oke, aku akan pelan-pelan..”, kata Minho dan bangkit untuk melepas pakaiannya, Taemin tidak bisa melepas pandangannya, kenapa ia bsia mempunyai suami yang begitu sempurna? wajah tampan, dada yang bidang, lengan yang kekar, perut yang bagus, dan… oh, apa ia juga tahu bagian pentingnya?

Minho tahu Taemin terkagum melihatnya, ia tersenyum dan merebahkan diri di atasnya, saling merangsang membernya menjadi satu sambil mencium bibirnya, kemudian ia meletekan jarinya ke mulut Taemin.
“Hisap baby…”, perintahnya, Taemin melakukannya dengan instingnya, Minho turun untuk mencium ke membernya lagi, setelah cukup merasa tanganya basah dengan air liur Taemin ia membuka kaki Taemin .

“Ini akan sakit, tapi nanti akan baik-baik saja ..kalau sakit bilang saja, aku akan berhenti, oke?”, kata Minho , Taemin mengangguk, dan mereka berciuman lagi seraya Minho mulai memasukkan satu jarinya, Taemin melenguh dan memejamkan matanya, sakit… namun ia tidak mau berhenti, ia harus menahannya. Minho melihat perubahan wajah Taemin yang keperihan, namun ia berusaha lembut dan melanjutkan kerjanya, dua jari dan tiga jari akhirnya masuk.

“A-aahh…hah..hah…Min..hoo…”, Taemin melenguh ketika Minho menggerakan jarinya.
“ah…nikmat…Minho… AAHH!”, mata Taemin terbuka ketika Minho berhasil menemukan prostatnya. Minho terus menerjang titik itu dan membuat Taemin meracau semakin gila.

Dan Minho menarik tangannya ketika Taemin ingin klimaks lagi, Taemin menatapnya kecewa.
“Kau siap?”, bisik Minho, Taemin mengangguk. Dan dengan lembut ia membuka lebih lebar kaki Taemin,dan memposisika dirinya, meletakkan membernya di bibir holenya.

“Aku mulai sayang…”, bisik Minho, Taemin memejamkan matanya dengan kuat bersiap menerimanya.
“AAAAAH…” ia teriak kencang dan menangis.
“Minho, Minho! sakit! sakit… keluarkan…ssakitt…”, Taemin berusaha mendorong dada Minho ketika membernya telah penuh didalamnya.
“Sst..relax sayang… aku janji tidak akan kasar, ini..akan lebih baik…”, kata Minho membungkuk dan mencium air mata Taemin, dan beralih ke bibirnya.

Minho mendapat sinyal dari pinggul Taemin, dan dengan segera ia menggerakan membernya, membuat Taemin melenguh dan meracau kesakitan, Minho meletakan hidungnya di leher Taemin dan menaik turunkan hidungnya sambil berbisik.
“I love you…”, Taemin meraih wajah Minho dan menciumnya , baru kali itu ia menciumnya duluan dan mendominasi.

“Aaah…hh…f-faster Minho…”, perintah Taemin, namun Minho menurunkan sedikit temponya, membuat Taemin bingung.

“AHH, DISITU!aahh… ohh..Minho…aaahh…itu..enak…”, kata Taemin menarik pundak Minho dan menerkam jarinya disana, mungkin sakit, tapi Minho tidak perduli, ia terus menerjangnya, seraya terus membelai sisi pinggul Taemin, Taemin melingkarkan kakinya di pinggul Minho, dan Minho menekan pinggul Taemin.

Bunyi tubuh dan kicauan mereka terdengar diseluruh kamar,
“MINHO!”, Taemin menegang, ia merasa kencang dibagian perutnya, dan akhirnya ia klimaks lagi, ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Minho, namun ia terus bekerja menerjangnya,dan akhirnya ia melenguh seraya mencium Taemin,dan Taemin merasa sesuatu yang hangat keluar didalam tubuhnya.

-_- END RATE SCENE -_-

Minho perlahan terbaring disamping Taemin mengatur nafasnya, matanya terpejam, Taemin meliriknya dan mengangkat tangannya menjalari jarinya ke rahang dan bibir Minho, ia tersenyum simpul.
Minho membuka matanya dan tersenyum.

“Hai cantik..”, pujinya, membuat Taemin memerah, Minho berdecak dan menarik lengannya membuat Taemin mendekat dipelukan dada bidangnya, ia dapat mendengar dentuman jantung yang sama yang ia punya, sangat indah.

“Aku tidak tahu kau akan senakal tadi..”, ledek Minho, membuat Taemin memukul pelan dadanya.
“Itu..karena kau…”, kata Taemin manja, Minho tertawa membuat dadanya bergetar dan menjadi suara yang indah.

“Minho..”bisik Taemin “Ya?”, jawabnya lembut.

“Bisakah jangan tinggalkan aku? “, tanya Taemin, Minho menatapnya bingung.
“Maksudmu?”,
“Tidak.. aku terkadang takut kau tidak membutuhkan ku, aku tidak bisa apa-apa, aku hanya bisa menangis dan—”
“Kau apa adanya lah yang aku cintai, jadi cukup untuk berandai-andai..”, kata Minho menutup mulut Taemin dengan jarinya, Taemin mengangguk.

“Janji jangan tinggalkan aku?”, Taemin menunjukkan pinky promisenya, Minho berdecak dengan keluguannya, ia mengaitkan jarinya
“Janji.”, katanya dan mencium bibir Taemin.
“I love you hyung.”, bisik Taemin memeluk Minho.
“I love you too Minnie..”, dan Minho menarik selimut menutupi tubuh mereka, ia melihat Taemin sudah terlelap, ia perhatikan wajahnya, ia tidak percaya, mereka melakukan itu.

Namun ekspresinya berubah ketika ia ingat janjinya barusan, apakah ia akan mengingkarinya? kalau ya, Taemin pasti kecewa, ia terlalu lelah berpikir, ia tidak mau memikirkannya untuk saat itu.

.

.

Taemin membuka matanya, ia merasa ada sesuatu yang hangat disampingnya, ia menoleh kebelakangnya, Minho memeluk erat tubuhnya dari belakang, ia tidak percaya, namja yang tampan itu akhirnya menjadikannya miliknya.
Setelah puas memerhatikan wajahnya, ia melepas tangan Minho dan berangsut turun ke lantai.

Ia berjalan ke kamar mandi, kemudian keluar setelah membersihkan badannya dengan mandi singkat.
Kemudian ia berjalan ke dapur, setidaknya ia harus menyiapkan sarapan untuk Minho kali ini, ia tidak berhenti tersenyum, kehangatan tubuh Minho masih terasa di tubuhnya.

TING TONG

Taemin melihat ke pintu, siapa pagi-pagi bertamu? ia berjalan menuju pintu dan membukanya.
“Annyeonghaseyo, ada paket surat untuk Tuan Choi Minho.”, kata seorang kurir, Taemin tersenyum dan menerimanya.
“Gamsahabnida…”, katanya, dan menutup pintu,

Ia perhatikan map coklat yang tidak terlalu terbungkus rapat itu, ia penasaran, apakah tidak apa-apa dibuka? tidak apa-apa, pikirnya.
Perlahan ia duduk di sofa dan membukanya, ada secari kertas dan juga sebuah tiket, ia mengerutkan alisnya, ia membaca surat yang ada.

To : My son, Choi Minho

Ini tiket untuk besok , Appa sudah siapkan semuanya, mulai dari pesawat dan penginapan. Appa harap kau bisa bekerja dengan baik, terima kasih.

Taemin terbelalak, ia melihat tiket itu, dan bertuliskan tujuannya ke Amerika. Minho akan pergi ke Amerika? dan itu besok?apa ini? pikirnya.
Tangannya bergetar, dia akan ditinggal sendirian?

“Taemin?”, panggil sebuah suara, Taemin terkejut dengan sigap ia memasukkan semuanya kedalam map.

“Taemin?”, Minho muncul dari dalam lorong, dan melihat Taemin yang terduduk di sofa dengan wajah panik, namun surat itu sudah berhasil ia sembunyikan di balik bantal sofa.

“Hei, apa yang kau lakukan disitu?”, Minho mendekat, Taemin segera berdiri dan memeluk Minho, Minho terkejut, ia tidak mengerti kenapa dengan Taemin.
“Hei..kenapa?” tanya nya lembut mengelus kepalanya.

“A-aku..ingin seharian ini menghabiskan waktu dengan mu, bisakan?”, tanya Taemin, Minho mnegerutkan alisnya.
“Tapi kau harus kuliah kan?”, tanya Minho, Taemin menggeleng mantap.
“Tidak mau, aku ingin denganmu.”, tegasnya dengan tatapan marah, Minho tidak mengerti, namun akhirnya ia membelai wajah Taemin dan mengecup bibirnya sesaat.

“Oke, anything you want baby..”, kata Minho mengangkat tubuh Taemin kelangit, membuat Taemin tersenyum dan meletakan tangannya di kepala Minho
“Gomawo…”, ia mengecup kening Taemin, Minho tersenyum,dan menarik Taemin untuk bersiap.

Setidaknya, Taemin hanya butuh Minho , ia akan bersama Minho hari ini.

CUT!

Yeah~~~ mau kemana kah mereka? kekekek~ jalan-jalan romantis, kencan lah~ bagaimana kencannya? dan kemana? dan NC lagi nggak? will seee~ kekekek~

so, leave a comment!

WELCOME NEW SUUNDERS

DAN selamat datang para author! kami menunggu hasil kalian!!

look at this pic!kekek~

MINHO : I WANT YOU TONIGHT

TAEMIN : AHHAHAHAHA…YOUR SO CHESSY HYUNG~

112 thoughts on “[2min] Your my precious part. 7 of ?

  1. Tukan bener ada sesusatu… aishh minho kenapa harus ke amrik sih.. kasian taem di tinggal sendiri gitu…

  2. Wowww..
    Ini NC kan??
    Srius mereka beneran itu. #bhuhahaha
    Daebak #plaaakkk.
    Tp minho mau ke amerika. Ck
    Cepet banget.
    Andwaeyo~

  3. Ohhhh akhirnya 2min bgituan jg!!! Pi knp Ming mao prgi,pi ga blang2 ke Minnie!! Whats wrong????????
    Nexxxttt

  4. cie first night…
    ming berapa lama perginya??
    knpa tae ngga diajak aja sekalian,, kasian kan ditinggl sendiri.. bru jg jdi suami istri sebenarny udah mau hdup terpisah..
    huffff ayahnya ming ngga peka bangat

  5. gak nyangka part NC nya gak diprotect….
    minho so gentle, taemin berisik banget kekekeee tapi iya nakal juga, baru juga selesai memadu kasih, taemin sudah dihadapkan dengan minho yg akan pergi ke amerika, kan taemin bisa ikut, lama gak ya? seminggu sih gak pa2 ini setahun yg masalah

  6. Fiuh…. Akhirnya 2min bener” bersatu, tapi minho bakal ngajak taemin kan?? Masak taemin ditinggal sendirian

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s