[OnKey] You’re Better Than Him


Anyeong~!!!

Muahahaha… Akhirnya aku bisa ngepost ff juga. Eh sebelumnya perkenalkan bagi yang belum kenal *ih ribet deh gw* aku Lulunyu but you can call me Lulu. Yeah, sebelumnya aku Suunders disini tapi sekarang lagi pengen coba-coba jadi Author. Dan ini ff pertama aku, so maklumin aja yang kalo hasilnya ancur banget, aku kan masih amatiran. Kekekek~

Uwokeehh deh, ini ff aku dapet idenya dari info yang pernah ak dengar entah dari mana aku lupa *maklum deh authornya udah tua, jadi rada pikun* yang bilang kalo Onew Leader itu lumayan dekat sama Lee Joon MBLAQ… Tau deh tu info bener kagak, ada Suunders yang bisa konfirmasi? Nah begitu inget itu, aku langsung kepikiran pengen jadiin ff. Plus ditambah dengan video ini nih (coba liat deh Suunders —> Click me!! I’m sexy vid)… Dan voilla jadilah ff gaje bin abal-abal ini!!!

Hope you like it Suunders!!! Oh, and it’s rate everyone, so don’t read this if you’re not legal, or not used to read rated fics… I warn you, okay!!!

Cast : SHINee (Main focus OnKey)

Rate : NC-? (ga tau deh gw, kekekek~)

Disclaimer : Seandainya SHINee punya aku, sayangnya bukan *nangis dipojokan*

Tampang jutek Key emang paling manteeeeppp!!! >,<”

By Lulunyu ~<333~

***

“Aku pulaaanngg!!!”, teriak Key ketika memasuki pintu dorm, yah Key baru saja pulang dari belanja bulanan untuk kebutuhan para member.

“Ah sudah pulang umma??? Selamat datang!!!”, sapa Taemin yang sedang asik menonton tv sambil berpelukan dan bermanja-manja ria dengan the only and the one boyfriend Choi Minho.

“Hmm…” gumam Key membalas sapaan Taemin sambil berjalan menuju dapur untuk membereskan belanjaannya. “Tae, dimana yang lainnya?”, tanya Key lagi dari dapur.

“Oh, Jonghyun hyung sedang ada latihan dengan SM The Ballad, sedangkan Jinki hyung tadi bilang ingin pergi ke dorm MBLAQ untuk menemui Joon hyung.” jawab Taemin santai sambil matanya tetap terpaku ke arah tv.

“Apaaa???”, jerit Key, langsung  berlari ke depan tv untuk melihat sang magnae. “Jinki pergi ke tempat Joon hyung? Lagi??”, tanya Key setengah berteriak karena emosi pada Taemin.

Taemin yang melihat hyungnya mulai marah, merasa ketakutan dan memeluk lengan Minho erat. “I-iya umma…”, jawab Taemin gugup.

“Yah, Key kenapa kau malah marah pada Taemin? Dia kan hanya memberitahu hal yang sebenarnya. Kalau kau ingin marah-marah, nanti saja kalau Jinki hyung sudah pulang.”, kata Minho yang merasa tidak terima Key marah-marah pada kekasihnya.

“Huh… Itu sudah pasti. Lihat saja nanti. Awas kau Lee Jinki, menolak menemaniku belanja karena capek dan bilang ingin tidur seharian, tapi sekarang malah pergi menemui Joon hyung. Rupanya ia sudah mulai berani macam-macam padaku. Kau ingin merasakan amukan Almighty Key rupanya.”, oceh Key kesal sambil berjalan kembali menuju dapur, menendang kesal semua benda yang menghalangi jalannya.

Melihat itu Taemin dan Minho hanya saling berpandangan, sama-sama memikirkan satu hal. ‘Oow… Jinki hyung dalam masalah malam ini’.

***

Malamnya…

“Aku pulaaaaannnngg…”, sapa Jinki riang sambil memasuki dorm.

“Jinki hyuuuuunnnnggg~!!!”, teriak Taemin, sambil berlari kearah Jinki dan langsung memeluknya.

“Huuuaaa… Ada apa ini Taem? Aku hanya pergi seharian dan kau sudah begitu merindukanku sampai seperti ini?”, canda Jinki, merasa agak kebingungan dengan sikap sang maknae hari ini.

Bletak… Sebuah jitakan dengan manis mendarat di dahi Jinki, dari Minho. “Yah!!! Buat apa itu??”, teriak Jinki kesal.

“Itu karena kau sudah membuat hari kami jadi sangat buruk.”, ketus Minho. Di lengkapi dengan anggukan dari Jonghyun dan Taemin.

“Huh??”, Jinki tampak kebingungan. “Memangnya apa yang aku lakukan? Sepertinya aku tidak melakukan kesalahan apapun hari ini.”

“Apa? Coba pikir lagi hyung.”, kali ini Jonghyun yang bicara sambil menatapnya kesal. “Gara-gara kau kami harus rela jadi budak si Almighty itu. Kami harus membersihkan seluruh isi dorm seharian, belum lagi ditambah dengan omelan-omelan yang bikin telinga panas.”

“Key?? Ta-tapi memangnya apa salahku? Aku benar-benar tidak tahu!!”, kata Jinki sambil menggaruk-garuk kepalanya frustasi, ia mulai cemas. Key marah dan ia tidak tahu apa salahnya. Uh oh… Ini akan jadi buruk.

“Kau ini memang benar-benar hyung. Apa salah kami harus punya hyung se-babo kau.”, Jonghyun hanya menggelengkan kepalanya putus asa melihat kebodohan Jinki.

“Akan kami beri petunjuknya hyung. Dengarkan baik-baik.”, kata Minho yang dibalas dengan tatapan penuh terima kasih oleh Jinki. “Petunjuknya yaitu Key, belanja, kau capek, dorm MBLAQ, Joon hyung. Bagaimana? Kau sudah paham hyung?”

Setelah mendengarkan petunjuk itu , pemahaman sontak memasuki pikiran Jinki. Wajah kebingungannya lenyap dan digantikan dengan ekspresi penuh horror. “Ya tuhan!!! Apakah kali ini buruk?”, tanyanya ketakutan. Yang hanya dibalas dengan anggukan dari ketiga membernya.

“Ya, buruk hyung. Sangat Buruk!!!”, jawab Taemin dengan sukses menambah ketakutannya.

***

Jinki saat ini sedang berada didapur, sementara Key yang sibuk mencuci piring hanya mengabaikan saja kekasihnya itu.

“Baby…”, Jinki mencoba memanggil kekasihnya itu, lagi-lagi hanya diabaikan saja. “Uh… Baby, kau marah padaku? Mianhe ne…”, kali ini Jinki mencoba untuk memeluk Key dari belakang.

Key menepis pelukan Jinki dan membalikkan tubuhnya lalu menatap Jinki tajam. Melihat tatapan Key itu membuat nyali Jinki ciut. Meskipun baginya, Key adalah orang yang paling manis di dunia ini, tapi saat marah Key akan berubah jadi orang yang paling menakutkan.

“Maaf kau bilang??”, kata Key sambil memicingkan matanya kesal. “Yah, Lee Jinki!!! Tadi kau menolak menemaniku belanja karena capek dan kau bilang ingin istirahat seharian di dorm. Tapi kenapa kau malah pergi ke tempat Joon hyung, huh???”, teriak Key kesal.

Mendengar teriakan kekasihnya itu membuat Jinki semakin gugup. “Eh… I-itu Key, tadi saat sedang beristirahat Joon meneleponku dan menyuruhku menemuinya, jadi…”

“Jadi, kau langsung berlari menemuinya begitu?”, potong Key, semakin kesal. “Jadi sekarang Lee Joon itu lebih penting dariku?? Sampai kau langsung buru-buru pergi menemuinya hanya karena ia meneleponmu?”

“Eh… Bu-bukan begitu Key!! Dia bilang padaku ingin menunjukkan gerakan koreografi terbarunya. Kau tahu kan Key kalau Joon itu pintar sekali menari, dan itu membuatku penasaran.”, jelas Jinki.

“Apaaa?? Jadi sekarang kau mau bilang kalau Lee Joon itu lebih pintar menari daripada aku?? Begitu maksudmu Lee Jinki???”, jerit Key semakin histeris.

“Ap-apa…??? Yah, a-aku tidak pernah bilang begitu.”, Jinki terkejut mendengar perkataan Key. “Baby aku…”

“Sudah, aku tidak mau dengar lagi penjelasanmu, dan malam ini kau tidur di sofa Lee Jinki. Aku tidak ingin tidur denganmu malam ini.”, bentak Key kesal sembari berjalan menuju ke kamar mereka.

“Ta-tapi… Baby please…”, Jinki mengejar Key, tapi sebelum sempat meraih kekasihnya itu, Key keburu masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu tepat didepan hidung Jinki.

“Yah Key!!! Buka pintunya baby!!!”, Jinki mengetuk pintu. Sejenak kemudian pintu terbuka, dan wajah Key muncul dari balik pintu.

“Baby…”, Jinki tersenyum penuh harap ketika melihat kekasihnya itu. Key hanya tersenyum sinis dan kemudian melempar selimut dan bantal tepat di wajah Jinki sebelum membanting pintu kamar lagi.

Ketiga member lain yang sedang duduk diruang santai hanya bisa menggelengkan kepala prihatin melihat nasib leader mereka.

***

Keesokan harinya Jinki menghabiskan seluruh harinya demi membujuk sang Diva yang sedang merajuk. Berbagai cara sudah dilakukan, mulai dari berbagai jenis rayuan chessy yang diketahui Jinki dari les kilat dengan Jonghyun, janji-janji manis untuk pergi belanja seharian (tentu saja Jinki yang akan membayar semuanya), bahkan Jinki juga sudah bersih-bersih dorm menggantikan tugas sang Diva. Namun tidak ada yang berhasil. Key menolak semua itu dan masih kekeh tidak mau melihat apalagi bicara pada Jinki.

“Haaahh!!!”, Jinki mendesah lelah sambil menjatuhkan pantatnya di sofa tepat disamping Jonghyun yang sedang asik melihat Minho dan Taemin main PS.

“Bagaimana hyung?”, tanya Jonghyun, sambil menatap Jinki penasaran. Minho dan Taemin mem-pause gamenya dan ikut menatap Jinki dengan raut wajah yang tidak kalah penasaran.

Jinki hanya menatap ketiga dongsaengnya dengan tatapan putus asa dan menggelengkan kepalanya.

Huuhhfftt… Ketiga dongsaengnya menghela nafas bersamaan, ikut bersedih atas kegagalan leader mereka dalam menaklukan hati Key.

Key memang sangat sulit dibujuk kalau sudah marah, dan Key yang marah moodnya benar-benar buruk dan dapat berimbas pada seluruh member. Hari ini saja mereka bertiga sudah beberapa kali kena marah tanpa alasan yang jelas. Namun mereka tidak berani membantah, takut membuat mood Key tambah buruk.

“Harus sampai kapan seperti ini hyung? Aku tidak mau dimarahi umma terus menerus.”, rengek Taemin pelan.

“Hmm… Entahlah Tae, maafkan aku yah.”, balas Jinki sambil mengelus pelan kepala magnae tersayangnya itu.

Braakk!!! Tiba-tiba saja pintu dorm mereka dibuka dengan kasar. Dan manager mereka masuk sambil tergesa-gesa.

“Kids… Kumpul diruang santai. SEKARANG!!!”, jerit manager hyung dengan suara ultra supersonic robotronicnya yang memekakkan telinga.

“Ada apa hyung?”, tanya Jonghyun setelah semua member kumpul di ruang santai.

“Kids, ada job baru untuk kalian.”, kata manager hyung lagi.

“Oh ya? Job apa hyung?”, kali ini Key yang bicara.

“Kalian akan jadi salah satu pengisi acara untuk Gayo Daejun!! Karena itu aku butuh kau Jjong untuk me-remake ulang lagu Julliette jadi versi acoustic. Kau bisa kan?”, tanyanya pada Jonghyun, yang dibalas dengan anggukan dari Jonghyun.

“Bagus Jjong, aku mengandalkanmu. Selanjutnya aku butuh 3 orang untuk melakukan cover dance lagu-lagu girl band. Siapa yang mau mengajukan diri?”, tanya manager hyung lagi.

Mereka semua saling menatap. Tidak ada yang berniat untuk mengajukan diri.

“Oh ayolah, masa tidak ada yang mau.?”, melas manager sambil menatap mereka satu persatu.

“Uhm, maaf hyung. Kau tahu kalau aku tidak bisa menari tarian girl band. Daripada aku jatuh dan menghancurkan acara.”, kilah Jinki masuk akal.

Manager hyung mengangguk tanda setuju. “Bagaimana dengan kalian?”

“Aku harus me-remake lagu Julliette. Tidak punya waktu untuk latihan.”, alasan Jonghyun.

“Jadi, hanya tinggal kalian bertiga guys. Tidak ada alasan untuk menolak.”, kata manager hyung yang disambut dengan keluhan oleh Key, Minho, dan Taemin.

“So, sekarang pilih, hanya tersisa 2 lagu yang akan di cover, karena kebanyakan lagu  sudah diambil untuk di cover oleh boyband yang lain, jadi hanya tersisa ini. Hm… Pertama 4minute Muzik, yang di cover oleh Shindong Suju dan Mir serta Joon MBLAQ…”

“Aku ambil yang itu!!!”, potong Key cepat begitu mendengar nama Lee Joon disebut.

“O… Kenapa kau jadi semangat Key?”, tanya manager hyung bingung melihat antusiasme Key yang tiba-tiba muncul.

“Karena aku ingin menunjukkan pada seseorang bahwa aku, Almighty Key, bisa menari jauuuuuuuuhhhh lebih baik daripada Lee Joon.”, kata Key sambil menatap sinis Jinki.

Manager hyung meskipun masih merasa bingung dengan alasan itu, memutuskan tidak perlu untuk bertanya lebih lanjut, mengangkat bahu cuek dan melanjutkan, “Kalau begitu kalian berdua akan mengcover SNSD Gee dengan Heechul, Sungmin, dan Leeteuk Suju.”

”Oke guys, itu saja. Aku mengharapkan kinerja terbaik kalian!!! Sekarang aku pulang dulu. Masih ada yang harus ku urus.”, kata manager hyung sambil berjalan menuju pintu.

Begitu manager hyung pulang, Key langsung membalikkan tubuhnya menatap Jinki, dengan pandangan berapi-api.

“Yah, Lee Jinki!!! Lihat saja nanti. Kau pasti akan mengakui kalau aku lebih baik dari si Lee Joon itu.”, katanya sebelum berbalik masuk kekamar dan membanting pintu hingga tertutup.

***

Berapa hari setelah itu Jinki benar-benar mengalami kesulitan untuk menemui Key. Setiap pagi ia terbangun Key pasti sudah pergi latihan, dan ketika malam ia pulang dari kegiatannya Key sudah mengurung diri lagi di kamar.

Jinki benar-benar menderita, ia sekarat karena rindu dengan Key, dan ia juga lelah dan pegal terus tidur di sofa. Awalnya ia menumpang tidur dikamar Taemin dan Minho, tapi lama-lama ia merasa tidak nyaman harus menganggu mereka berdua, sementara di kamar Jonghyun ia tidak bisa tidur gara-gara kebiasaan ngorok Jonghyun yang sangat mengerikan *please don’t kill me blingers*.

Bahkan hari ini ketika dia off dan tidak ada job satupun (yang jarang sekali terjadi), Key tetap tidak ada didorm. Jinki sedang duduk di dapur sendirian ketika Taemin dan Minho pulang dari latihan.

“Hai hyung.”, sapa mereka.

“Mana Key?”, tanya Jinki melihat kearah pintu dapur yang baru saja dilewati kedua dongsaengnya itu, berharap sang kekasih muncul dari sana.

“Masih latihan hyung. Mianhe…”, jawab Taemin dengan nada penuh penyesalan. Ia merasa kasihan melihat keadaan hyungnya itu.

“Oh begitu…”, Jinki menunduk lesu mendengar jawaban Taemin. Ia benar-benar tidak habis pikir, kenapa Key harus berlatih seperti orang gila. Taemin dan Minho juga akan melakukan cover tarian dance, tapi mereka selalu pulang tepat waktu.

Bukan berarti Jinki tidak tahu alasan Key menjadi seperti ini. Banyak yang bilang bahwa Minho orang yang paling kompetitif di SHINee. Tapi sebenarnya Key adalah orang yang tidak kalah kompetitif, terutama bila berkaitan dengan Jinki. Key selalu ingin menjadi nomor satu dimata Jinki. Ia tidak pernah bisa mendengar Jinki memuji orang lain. Jika itu terjadi maka ia akan melakukan berbagai cara untuk membuat Jinki mengakui bahwa ia lebih baik.

Jinki sebenarnya tidak perduli dengan hal itu. Karena baginya meskipun memiliki kekurangan Key tetaplah orang yang paling sempurna. Tapi Key tidak berpikir begitu. Dan terkadang kebiasaan Key ini membuat Jinki frustasi, karena bila hal itu terjadi, Key cenderung mengabaikan Jinki sampai ia berhasil membuktikan kehebatannya. Key sama sekali tidak sadar kalau hal itu malah membuat Jinki menderita. Yeah, seperti yang terjadi kali ini.

“Hm… Sudahlah Tae, kita tidak usah mengurus urusan orang lain. Kan ada hal yang lebih penting.”, kata Minho tiba-tiba, membuyarkan semua lamunan Jinki.

“Hum?? Hal penting apa hyung?”, Taemin menatap Minho bingung, tidak tahu apa yang dimaksud pacarnya.

“Jangan pura-pura lupa Tae. Kau sudah janji akan memijatku begitu kita sampai rumah.”, kata Minho lagi sambil menaik turunkan alisnya.

Mendengar itu wajah Taemin sontak memerah. “Hiyaa… Minho hyung geniiiiiiittt!!!”, pekik Taemin sambil mencubit perut Minho pelan.

“Aish kenapa malu-malu baby… Ayo cepat aku sudah tidak tahan.”, Minho menarik tangan Taemin dan mengeretnya masuk ke kamar meninggalkan Jinki yang hanya melongo melihat tingkah kedua dongsaengnya itu.

“Yah setidaknya ada yang bersenang-senang malam ini.”, Jinki mengela nafas pelan. Beranjak menuju sofa, dan bersiap tidur.

***

Suara riuh tepuk tangan membahana memenuhi gedung tempat dilaksanakan acara musik Gayo Daejun. Penampilan para member 2PM, 2AM, dan Beast yang melakukan performance cover BEG Sign baru saja selesai.

“Waaww, benar-benar keren!!!”, teriak Jonghyun berusaha megalahkan suara tepuk tangan para fans. Jinki hanya menganggukan kepala tanda setuju. Saat ini ia dan Jonghyun duduk di sisi panggung menonton cover tarian girl band yang dilakukan oleh para member boy band.

“Hyung, selanjutnya giliran siapa?”, tanya Jonghyun lagi.

“Entahlah Jjong. Mungkin T-Ara Boo Beep atau…”

Boom… Boom… Boom… Like it… Like it…

Boom… Boom… Boom… Like it… Ahh…

Tiba-tiba terdengar intro lagu Muzik dari 4minute. Membuat Jinki sontak menolehkan kepalanya ke arah panggung. Dan disanalah ia, kekasihnya Key mengenakan shirt hitam dengan aksesoris rumbai berwarna pink dan celana silver super ketat. Oh gosh…. He so damn sexy…

Musik mulai bermain dan para pelaku cover Muzik mulai bernyanyi sambil meliuk-liukkan badannya. Mata Jinki tidak bisa lepas dari Key. Ia hanya terus-menerus menatap Key. Tak sekalipun tatapannya jatuh pada Lee Joon yang menari dipanggung yang sama.

Seupikeo soge (Boom… Boom…)

Nowa hamke (Boom… Boom…)

Mata Jinki nyaris terlepas dari rongganya saat melihat Key menghentak-hentakkan dadanya. Ditambah dengan ekspresi Key yang seksi dan penuh gairah. “God, Key… Kenapa kau bisa menunjukkan ekspresi begitu… Shit!!! You being such a slut, Key… Damn!!!”, batin Jinki.

I like the muzik… Dddddd… Dancing musik…

I like the muzik… Ssssss… Sexy musik…

I like the muzik… Fffffff… Fuckin’ musik…

Key bernyanyi sambil menggoyangkan bahu dan pinggulnya dan menunjukkan ekspresi yang luar biasa seksi. Membuat Jinki menahan napas dan harus berusaha keras untuk tidak pingsan di tempat gara-gara tingkah Key itu.

Lupakan Lee Joon, Key bahkan lebih seksi ketimbang semua anggota 4minute dijadikan satu. Ia menari dengan sangat sempurna dan tanpa celah sedikitpun. Saat itu Jinki baru menyadari kalau ternyata kekasihnya Key adalah orang yang menakutkan.

Jinki terus menonton performance Key dengan seksama, setiap gerakan yang dilakukan Key membangkitkan sesuatu didalam dirinya. Perlahan ia merasakan celananya semakin sempit.

“Great!!! I’m turn on now. And it’s because you, Key!!!”, batin Jinki kesal.

I’m crazy in exciting muzik alive…

Key menyanyikan lirik penutup dari lagu 4minute Muzik, sembari menunjukkan ekspresi mendesah yang super seksi. Baiklah, sudah cukup. Jinki harus mengakui kalau ia kalah lagi kali ini. Key benar-benar lebih hebat dari Joon.

***

Key menyanyikan lirik penutup lagu 4minute Muzik dengan ditambah tatapan super seksi tepat ke arah kamera.

“Buahahaha… Bagaimana Jinki?? Kau pasti mengakui kalau aku lebih hebat dari Lee Joon itu kan? Aku yakin celanamu pasti sempit sekarang. Kekeke~”, batin Key.

Para pelaku cover Muzik kembali ke backstage setelah perform. Saling mengucapkan selamat atas penampilan mereka yang gemilang.

“Wah… Itu benar-benar hebat. Terutama kau Key.”, puji Joon sambil tersenyum pada Key.

Key hanya tersenyum mendengar pujian itu. “Yah tentu saja, aku memang lebih baik darimu.”, tukas Key dalam hati.

“Ah, terima kasih hyung. Kau juga tidak kalah hebat.”, balas Key.

“Ah anii hyuuunngg… Kau jauh lebih hebat. Joon hyung tidak ada apa-apanya ketimbang kau.”, kali ini Mir yang bicara.

“Hahaha… Mir kau bisa saja. Terima kasih nee… Ah aku masuk kedalam dulu. Aku ingin mengganti kostum ini. Anyeong…”, kata Key sambil berjalan kearah ruang ganti.

***

Key sedang berjalan dilorong ketika tiba-tiba seseorang menyergapnya dari belakang.

“What th… Hmpppfftt…”, orang itu menutup mulut Key dan menyeretnya masuk kedalam sebuah ruangan gelap.

Key meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman orang itu.

“Ssstt… Diam Key. Ini aku!!!”, Key mengenali suara itu.

“Yah Lee Jinki!!! Apa yang kau lakukan? Ingin membuatku jantungan huh??”, jerit Key kesal.

Namja berpipi chubby itu hanya terkekeh melihat kemarahan kekasihnya. “Mianhae baby… Aku hanya ingin memberi kejutan padamu.”, katanya sambil tersenyum konyol.

“Itu sama sekali tidak lucu!!!”, bentak Key lagi, masih kesal. “Untuk apa kau menyeretku kemari huh? Terus dimana ini? Gudang perkakas? Yah Lee Jinki, kau sudah gila???”

Senyuman Jinki perlahan menghilang ketika melihat ekspresi Key yang dingin. Huh, kekasihnya ini masih marah rupanya. Jinki menghela nafas pelan, kemudian meraih tangan Key, “Baby, jangan marah lagi pada ku ya… Aku minta maaf, sekarang aku mengakui kalau kau memang lebih hebat daripada Joon.”, bisiknya lembut sambil mengenggam erat tangan Key.

Mendengar itu Key hanya mendengus, kemudian menatap mata Jinki, “Aku sudah tahu itu, dari awal aku sudah bilang kan kalau aku pasti bisa mengalahkan si Joon itu. Aku pasti bisa menari lebih baik daripada Lee Joon. Dasar kau saja yang meragukan aku.”, kata Key dengan penuh kemenangan. “Tapi sayang sekali, hanya seperti ini masih belum cukup untuk mendapatkan maaf dariku.”, tambahnya kemudian.

“Hmm… Kalau begitu bagaimana dengan ini?”, Jinki tiba-tiba mendorng Key hingga terhempas ke dinding dan meraup wajah kekasihnya itu dan mulai menciuminya dengan lembut. Tindakan Jinki yang tiba-tiba itu membuat Key agak terkejut, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian Key mulai membalas ciuman Jinki. Beberapa detik kemudian Jinki melepaskan ciuman mereka. “Apa itu cukup?”, katanya sambil tersenyum.

“Hm… Usaha yang bagus Jinki. Sayangnya itu masih belum cukup. Bagamanapun kau harus dihukum karena sudah meremehkan kemampuanku.”, balas Key sebelum menarik kerah kemeja Jinki dan membanting bibirnya pada bibir tebal Jinki, dan menciumnya dengan penuh gairah.

“Hmm… Dan kau… Hmm… Juga harus dihukum… Hmm… Karena menunjukkan ekspresi seksimu… Hmm… Didepan umum. Kau hanya boleh menampilkan ekspresi itu… Hmm… Di depanku Key… Hmm… Hanya didepanku…”, balas Jinki disela-sela ciuman mereka.

Jinki mulai menjilati bibir bawah Key, berusaha meminta izin untuk memasuki rongga mulutnya. Tidak perlu menunggu lama karena Key langsung membuka mulutnya dan dengan sigap lidah Jinki menerobos masuk kedalam kehangatan mulut Key. Mereka saling berperang lidah (?) membelit dan menghisap satu sama lain berusaha untuk memenangkan dominasi, dan seperti biasa kali ini lagi-lagi dimenangkan oleh Jinki.

Jinki dengan leluasa menjelajahi bagian dalam mulut Key, ia menjilat barisan gigi-gigi Key, mengulum lidahnya, kemudian mengigit bibir bawah Key pelan dan kemudian menghisap bibir atasnya. Ia terus menyantap bibir Key dengan ganas seakan-akan Key adalah ayam yang paling nikmat didunia. Ah tidak, Key jauh lebih nikmat daripada ayam. Key adalah hal yang paling nikmat yang pernah dirasakan oleh Jinki di dunia ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa manis Key.

Mereka berdua terus berciuman seakan tidak ada hari esok. Saling mengulum, mengigit, menjilat, dan menghisap bibir satu sama lain. Ruangan gelap itu perlahan-lahan bertambah panas dipenuhi dengan gairah dan suara decakan-decakan erotis yang muncul dari kedua namja yang masih terus berciuman, saling bertukar air liur dengan nikmat.

Key mulai merasa sesak, ia perlahan mendorong Jinki untuk melepaskan ciuman mereka. “Stop baby… Hosh… Hosh… Aku sesak…”, kata Key sambil terengah-engah.

Jinki hanya tersenyum melihat kekasihnya yang terengah-engah karena kehabisan udara itu. God!!! Bahkan dalam keadaan seperti itu Key tetap saja terlihat sangat seksi. Celana Jinki perlahan terasa sempit lagi.

“Key… Noemu yeppeoh!!!”, bisik Jinki lembut tepat di telinga Key. Hembusan napas hangat Jinki ditelinganya membuat Key bergidik nikmat. Jinki perlahan mulai mengecup leher jenjang Key, menjilatnya sejenak, sebelum akhirnya menghisapnya kuat membuat Key mengerang nikmat. “Euughh… Jinkiiii…”. Jinki terus menghisap seluruh inci leher jenjang Key meninggalkan banyak tanda disana.

Sementara bibirnya sibuk dengan leher Key, tangan Jinki mulai bergerak masuk kedalam shirt hitam Key, mengelus lembut punggung mulus Key sebelu berpindah kedepan, menemukan nipple Key yang sudah mengeras. Memijat nipple itu pelan, mencubit dan menarik nipple imut itu yang dibalas dengan lenguhan nikmat yang keluar dari bibir tipis Key.

“Humm… Bajumu menganggu baby…”, kata Jinki sambil tetap terus menciumi leher jenjang Key. Mendengar itu Key hanya mengangguk dan segera melepaskan shirt yang dipakainya. Key sudah benar-benar diliputi nafsu sekarang. Ia sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi. Yang ia tahu hanyalah ia ingin merasakan sentuhan Jinki diseluruh tubuhnya. Gosh!!! Sentuhan Jinki benar-benar merupakan ekstasi bagi Key, membuatnya terus menerus menginginkan lebih.

Setelah mereka membuka semua baju mereka hingga hanya mengenakan boxer, Jinki mulai mengarahkan targetnya pada nipple pink Key yang sekarang sudah terekspos sempurna. Ia mengisap nipple Key bergantian, “Errrgghh… Suck it Jinki… Harr-derr please…”, Key mengerang nikmat, merasakan sensasi hisapan mulut ajaib Jinki di nipplenya. Memajukan dadanya ke arah Jinki, memohon agar sang kekasih menghisapnya lebih kuat.

Jinki melepaskan mulutnya dari nipple Key. Key yang menyadari itu merasa kecewa. “Wae ba… Errgghhh”, pertanyaan Key terpotong oleh erangan nikmat ketika dia merasakan kehangatan di sekitar juniornya. Mulut jinki sudah berpindah pada junior Key yang entah sejak kapan tanpa ia sadari sudah terlepas dari pembungkusnya *boxer*

Jinki terus menghisap junior Key dengan cepat. Memaju mundurkan kepalanya sembari sesekali meremas pelan twinball Key, membuat kekasihnya terus mengerang tidak terkendali. Menggigit pelan junior Key dan membelitkan lidahnya di sekitar batang junior Key membuat namja cantik itu nayris gila keran kenikmatan yang dirasakannya. “Aahh… Fass-terr Jinkii… Fass-ter…”, racau Key sambil meremas rambut Jinki , mendorong Jinki untuk menghisap juniornya lebih dalam. “Ahh… Baby… Gosh… Ahh… I’m gonna… Ahh… Jinkiiiiiiiii…”, Key menjerikan nama kekasihnya itu ketika ia mencapai klimaks dalam mulut Jinki, memuncratkan semua cairan cintanya kedalam tenggorokan Jinki yang langsung ditelan oleh namja tampan itu tanpa ragu-ragu.

Key terkulai lemah setelah klimaksnya, terengah-engah kelelahan. “Hosh… Hosh… Kau nakal Jinki…”, kata Key pelan.

“Hum… Tapi kau suka kan baby?”, bisik Jinki sambil mengigit pelan telinga Key. Membuat namja cantik itu mengerang lagi.

“Tentu saja sayang… Nah aku sudah mendapatkan hukumanku. Sekarang adalah giliranmu…”, Key mencengkram tubuh Jinki dan membalikan posisi mereka. Mendorong Jinki ke dinding. Berlutut dan kemudian dengan cepat membuka boxer Jinki, membuat junior yang sudah menegang itu muncul. Key selalu merasa takjub setiap kali melihat junior Jinki yang punya ukuran yang mengagumkan itu.

Tanpa basa basi lagi Key langsung memasukan junior Jinki kedalam mulutnya dan mulai menghisapnya, membuat Jinki mengigit bibirnya menahan nikmat akibat service yang diberikan Key. Key terus menjilat, dan mengulum junior Jinki seakan-akan ia sedang memakan lollipop yang paling nikmat didunia. Sesekali Key menjilat ujung junior Jinki, mebuat kekasihnya itu melenguh nikmat. “Huuhh… It’s so great baby, more fasterrr… Ahhh…”, pinta Jinki ditengah-tengah erangannya.

“As you wish baby…”, kata Key sebelum ia mulai menggerakkan kepalanya maju mundur, menghisap junior Jinki lebih cepat sesuai dengan permintaan sang kekasih.

Jinki merasakan juniornya mulai berkedut, dengan segera ia menarik Key berdiri, mengabaikan protes dari Key yang merasa ia belum selesai dengan tugasnya. Mendorong kekasih cantiknya itu hingga terduduk diatas tumpukan kardus. “Aku sudah tidak tahan lagi baby. Ayo kita langsung ke menu utama.”, bisik Jinki sambil memasukkan dua jarinya ke dalam hole Key.

“Arrrgghhh… Jinkiii, it’s hurt…”, jerit Key saat ia merasakan dua jari Jinki sudah masuk ke holenya.

“Ssshh… Relax baby, sakitnya hanya sebentar.”, kata Jinki sebelum mencium bibir Key, berusaha membuat kekasihnya melupakan rasa sakitnya. Jinki mulai mengerakkan kedua jarinya didalam hole Key, setelah dirasa cukup ia menambahkan satu jari lagi. Key mengerang ditengah ciuman mereka, Jinki segra mengerakkan jarinya untuk megurangi rasa sakit Key, menunggu Key terbiasa dengan perasaan itu.

Key melepaskan ciuman mereka, “Sekarang baby, cepat masukkan.”, perintah Key.

Jinki segera mengeluarkan jarinya dari hole Key dan menganti jari itu dengan juniornya. Perlahan-lahan ia mendorong masuk juniornya kedalam lubang sempit Key. Jinki benar-benar tidak habis pikir, mereka sudah sering melakukan hal ini tapi kenapa hole Key tetap saja sesempit ini. Seolah-olah Key adalah eternal virgin. Dengan sekali dorongan kuat akhirnya junior Jinki berhasil masuk dengan sempurna di hole Key. Jinki hanya diam sejenak, membiarkan Key terbiasa dengan keberadaan juniornya. Sampai Key berkata, “Move Jinki…”

Jinki pun segera mulai mendorong juniornya kedalam hole Key. Menimbulkan suara-suara erotis diruangan itu. Jinki mulai meningkatkan tempo permainannya, mendorong juniornya dengan lebih cepat membuat tubuh Key yang berbaring diatas tumpukan kardus berguncang hebat. Posisi mereka saat ini sebenarnya cukup berbahaya, karena mereka berbaring ditempat yang tidak kokoh. Tapi kedua namja yang sedang dimabuk gairah itu sama sekali tidak memperdulikan hal kecil macam itu. Yang ada dipikiran mereka sekarang hanyalah kenikmatan luar biasa yang mereka rasakan akibat kegiatan mereka saat ini.

“Aaahhh… There Jinki… There… Please harr-der Jinkiii…”, jerit Key tiba-tiba saat Jinki mengenai spotnya. Jinki semakin mempercepat dorongannya dan terus menghujamkan juniornya ditempat yang sama membuat Key meracau tidak jelas karena kenikmatan.

“Ahh Jinki… You’re so great… Ah… Fasterr baby… Ahh… Euughhh… Ahhh… So big… Ahhh…”, racau Key semakin tidak terkendali.

“Eugh… You’re so tight baby… Ahh… Errghhh… Uh…”, erang JInki sambil terus mempercepat tempo permainannya. Mendorong lebih kuat, lebih kencang, dan lebih cepat.

Jinki merasakan dinding hole Key tiba-tiba mengetat tanda kekasihnya itu akan segera mencapai klimaks. “Uhh… Baby, I’m fuckin close… Ahhhhh… Jinkiiiii…”, Key mencapai klimaksnya, menyemburkan cairan cintanya di perut Jinki, menimbulkan sensasi hangat yang luar biasa.

“Yeah… Me too baby… Ergh Keeeyyy…”, dengan dorongan terakhir Jinki pun akhirnya menyusul key mencapai klimaksnya.

Keduanya jatuh terkulai kelelahan. Jinki berbaring lemah diatas tubuh Key, terengah-engah. “Hum, kau hebat baby…”, bisik Key lemah kemudian memberikan ciuman lembut dibibir kekasihnya itu.

“Yeah, you too beib…”, balas Jinki, bangkit dan mengeluarkan membernya dengan perlahan dari hole Key.

***

Jinki dan Key berjalan sambil berpelukan mesra menyusuri lorong menuju backstage untuk kembali menonton acara Gayo Daejun. Ketika tiba-tiba mereka melihat sesuatu yang mengejutkan. Yah, bagi Key setidaknya. Disana, disudut lorong sepasang namja sedang berciuman mesra. Itu adalah Lee Joon dan… Mir???

“Ehm…”, Jinki berdeham mengagetkan kedua namja itu yang lansung terburu-buru melepas ciuman mereka.

“Oh, kau Jinki. Mengagetkan saja.”, kata Joon kesal.

“Ka-kalian… Kalian pacaran???”, tanya Key, wajahnya tampak shock.

“Um…”, Joon dan Mir menganggukkan kepala mereka. “Apa Jinki tidak cerita padamu? Kami sudah 6 bulan sekarang.”, kata Joon sambil memeluk pinggang Mir mesra.

“A-apa?? Yah Jinki kenapa kau tidak cerita padaku? Kalau tahu aku kan tidak akan cemburu seperti orang gila.”, oceh Key kesal.

“Hahaha… Mianhae baby… Soalnya kau juga tidak pernah tanya. Lagipula sebenarnya aku merasa senang saat kau cemburu padaku. Itu membuatku tahu kalau ternyata kau benar-benar menyayangiku. Saranghae baby…”, kata Jinki sambil memeluk Key erat, membuat wajah Key memerah.

“Hum… Nado saranghae nae Jinki.”, balas Key.

Dan kemudian mereka berdua berciuman kembali entah untuk yang keberapakalinya dalam hari ini.

~END~

Gaaahhh… Faaaaaaiiiillll… Shit!!! Entah setan apa yang ngerasukin aku hari ini sampe aku berani ngepost ff kayak gini. Sebenernya aku lagi ga mood banget pas bikin ini. Soalnya ff Onkey chaptered yang udah aku buat seharian dari kemaren ga sengaja kehapus karena ke-babo-an ku sendiri… Filenya ga sengaja ketimpa ama file lain yang namanya sama. Huks… *author curcol* Dan berhubung aku males banget buat nulis ulang akhirnya aku putusin buat ganti sama ff ini aja.

Aku tau ini ancur banget, plotnya aneh, jalan ceritanya berbelit-belit dan NC-nya gagal… Huks… Mianhae Suunders… Lain kali deh aku bakalan usahain bikin yang lebih bagus. Sekarang cukup ini dulu yah…

Hey, don’t forget leave a comment for me… Please, jangan bikin mood aku tambah buruk dengan jadi silent readers, okay!!!

I love you all Suunders

Lulunyu ~<333~

Advertisements

61 thoughts on “[OnKey] You’re Better Than Him

  1. key itu emang pengen selalu nomer satu di hati nya jinki..
    sebenernya key ga usah ngelakuin kaya gitu juga udh jd pemenangnya jinki hahaha 😀
    eh sekarang dia malah keliatan kaya orang bodoh yg tau kalo selama ini dia cemburu ama orang yg udh punya pacar hahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s