[2min] Your my precious part. 8 of ?


Foreword:

Annyeong suunders!! miss me? sorry for late update, gue lagi UTS, jadi masih sibuk belajar sana sini, sebenernya ini udh ada di draft, tapi blm selesai gue ketik semua, dan tiba” gue apus lagi dari awal karena menurut gue jelek banget!
Gawwwd~~ im sorry kalau masih banyak FF disini yang kurang bagus hasilnya, percaya deh, semua author di sini udh lakuin yg terbaik, keep supporting us and please dont bash us oke?

Dan, maaf kalau misalnya ada kesamaan cerita atau plot, atau kesamaan peristiwa, ini hanya sebuah FF yang saya bikin dengan kemampuan terbatas saya , maaf klo msh blm memuaskan kalian yah suunders
Leave a comment🙂
ILYSMA~~<3333

by: Sanniiew^^

.

.

“Hari ini aku tidak masuk, tolong cancelsemua jadwal meeting, berkas untuk besok tolong disiapkan…ya..oh, apa? benarkah? …aku belum terima, mungkin belum sampai …”

“M-minho hyung…”, Minho membalikkan badannya, dan ia terpaku menatap Taemin yang berdiri didepannya , ia hampir saja menjatuhkan ponsel ditangannya, Taemin berdiri didepannya dengan wajah malu-malu.

“Halo… halo… Tuan Minho?”,
“Ah ya…halo!”, Minho teringat ia masih ada pembicaraan di telepon, ia menyahut namun matanya masih ke arah Taemin menatapnya dengan tidak percaya.
“Baik terima kasih…”, BIP, Minho menutup ponselnya dan ia berdiri terpaku menatap Taemin yang masih malu-malu di depannya. Ia menelan ludah, ada apa ini? apa yang Taemin lakukan?

“Taemin? kenapa …”, Minho mendekat karena ia ingin tahu apakah yang ia lihat salah atau tidak. Taemin mendongak dan melihat ke arah lain dengan wajah memerah,
“A-apa aku tidak apa-apa seperti ini? m-maksudku … well, aku hanya coba saja…t-tapi kalau kau tidak suka aku akan ganti…”, kata Taemin yang meremas tangannya sendiri, Minho terpaku ditempatnya, matanya tidak bisa lepas dari Taemin, Taemin berdiri didepannya dengan tampilan, well… perempuan, dia tidak menyangka Taemin akan berpakaian seperti itu, rambutnya yang coklat kemerahan ia ikat kebelakang dan menyisakannya jatuh dengan alami dikedua pipinya, dan memakai dress berwarna krem, dan dengan vest blue jeans, dipadukan dengan flatshoes dengan warna pastel dan aksesoris lainnya di tangan
(A/N: kurang lebih begini lah)
“T-taemin…kau…”, Minho tidak tahu harus berkata apa, dia sangat terkejut Taemin memintanya untuk menghabiskan waktu berdua dengannya, dan sekarang ia sudha berdiri didepannya dengan pakaian seperti itu ketika ia siap untuk keluar bersama.
“K-kau tidak suka ya? b-baiklah.. aku ganti dengan pakaian biasa saja…”, kata Taemin yang merasa dilihat dengan tatapan aneh oleh Minho, ketika ia ingin berbalik Minho meraih pinggangnya dari belakang.

“M-minho?”, jantung Taemin berdegup cepat,
“Tidak usah, kau cantik kok… ayo …”, bisik Minho ditelinganya membuat Taemin bergidik geli, ia membalikkan badannya, Minho dengan segera mencium bibirnya,
“Cantik. come on…”, Minho merangkul pinggangnya dan berjalan keluar. Taemin tersenyum malu, berhasil.. pikirnya, terima kasih untuk Key hyung yang memberikan semua ini padanya, mungkin dulu terdengar gila, tapi sekarang ia sadar, ada gunanya juga…

.

.

“Kau mau kemana?”, tanya Minho tersenyum, entah mengapa ini terlihat konyol, ia bukannya tidak suka melihat Taemin dengan bergaya perempuan, tapi terkadang ini membuatnya menjadi hal yang unik.
“Hmm.. taman bermain, aku mau kesana, sudah lama tidak kesana…”, kata Taemin menangkupkan kedua tanganya, Minho berdecak dan mengelus rambutnya.
“Arrasoo… kita kesana…”, kata Minho mencubit pipinya, Taemin hanya menunduk dan terkikik sendiri, Minho melirik dan menggelengkan kepala melihat tingkahnya yang lucu.

Tidak lama ia sudah sampai, Minho mencari parkir yang dekat sementara Taemin tidak berhenti menggumamkan ‘Huwah’ dan ‘omo’ setiap melihat sesuatu yang unik.
“Hyung…hyung… ada gulali, nanti aku mau beli…”, Taemin menarik lengan Minho dna kembali melihat keluar dengan semangat, Minho hanya tersenyum dan mematikan mesin mobilnya, Taemin dengan cepat sudah membuka pintu mobil dan berdiri diluar dengan tersenyum lebar.
Minho tidak bisa berhenti tersenyum ketika ia keluar dari dalam mobilnya.

“Taemin…”, Minho memanggilnya yang asik sedang melihat ke sekeliling. Taemin menoleh dan berlari ke arah Minho.
“Ne? ayo masuk hyung..ayo cepat…”, Taemin berubah total, Minho mengerti sekarang, semakin bersama Taemin, dia semakin tahu bahwa ia punya banyak sifat yang unik dan berubah-ubah.

Minho menarik lengan Taemin dan menggandengnya, Taemin menoleh dan senyumnya menghilang, ia menunduk malu.
“Kenapa?”, tanya Minho bingung seraya menjajarkan pandangannya.
“A-anio… hanya saja, i-ini kencan pertama kita…jadi, aku nervous…”, kata Taemin , Minho tertawa,
‘Hyungg~~!”, Minho berhenti tertawa dan mengelus pipinya.
“Nervous? ini kan mau mu … kajja.”, kata Minho menggenggam tangannya lebih erat, Taemin tersenyum dan mengikutinya berjalan masuk kedalam.

.

“Ng ..hyung…?”,
“Ya?”,
“Apa aku terlihat aneh? apa mereka tahu aku laki-laki? aku merasa banyak orang melihat ku ketika kita berjalan dari tadi…”, jawab Taemin panik, ia memang tidak menggunkan bra dibaliknya karena menurutny itu tidak perlu.
Minho tersenyum dan merangkulnya, ia melihat kesekelilingnya , banyak pasang mata yang berbisik kearah mereka dan terkikik, dan ada juga yang tidak berkedip, dan ada pula tatapan pria yang membuatnya kesal, ia menarik Taemin lebih dekat dan berbisik ditelinganya.
“Tidak usah dipikirkan, mereka hanya iri karena kau cantik. itu saja.”, kata Minho tersenyum ketika melihat wajah Taemin memerah,
“Ish.”, Taemin memukul pelan lengannya dan melirik ke orang-orang disekitarnya, ia tersenyum sendiri, ia bangga, karena mereka semua pasti iri melihat nya bisa bersama pria tampan disampingnya. Minho.

Mereka berjalan menyusuri taman bermain, sudah beberapa permainan mereka coba, termasuk jetcoaster, ditangan Taemin sudah ada foto mereka berdua , Taemin tidak berhenti tersenyum melihat ekspresinya sendiri, Minho menggenggam tangannya dan tertawa, sedangkan dia menutup matanya kuat-kuat dengan mulut terbuka lebar.

“Kau suka fotonya?”, tanya Minho yang duduk dibangku taman.
“Mmm!”, jawab Taemin mengangguk seraya menjiat eskrim ditangannya dan tangan nya yang lain menggenggam foto tersebut.
Minho tersenyum, ia masih bisa melihat banyak orang yang melihat kearah mereka, ia menyengir, ia tahu Taeminnya terlihat sempurna, ia melirik ke arah Taemin yang asik menjilat eskrim,ia memang cantik… pikir Minho, namun semakin lama ia hanyut dalam pandangannya sendiri, ia tidak menyangka Taemin menjadi miliknya, hanya miliknya.

“Minho hyung?”, Taemin menyentuh tangannya,
“A-ah ya?”, Minho terkejut,
“Kenapa? kau sakit?”, tanya Taemin panik, Minho tersenyum dan menggeleng,
“Kau yakin?”, kali ini Taemin mengangkat tangannya dan menyentuh kening Minho, Minho terkejut, karena jarak mereka dekat sekali dan..Minho dapat dengan jelas melihat pundak Taemin yang putih karena baju sabrinanya. Minho mundur tiba-tiba dan memalingkna wajahnya.

“Minho hyung?”, Taemin menatapnya sedih, Minho jadi tidak enak hati.
“Tidak apa-apa… aku tidak apa-apa…”, jawabnya memastikan Taemin. Taemin masih curiga, ia tidak tahu kenapa Minho nya menghindar darinya.
“Ayo kita main yang lain…”, kata Minho berdiri, namun Taemin tetap ditempatnya, seharusnya ini  menjadi kencan yang menyenangkan , dan juga terakhir sebelum Minho harus pergi,tapi sepertinya Minho tidak menyukainya ..

Minho menoleh ke arah Taemin yang tidak juga beranjak dari tempatnya, ia mengerutkan alisnya dan menghampirinya, ia berjongkok dan menggenggam tangan Taemin.
“Hei..Minnie..kenapa? ayo kita main lagi..”, Taemin mendongak dan menyembunyikan air matanya, Minho menjadi panik dan menarik Taemin berdiri menuju tempat yang sepi.

“Hei..Taemin, katakan padaku..ada apa?”, tanya Minho menyentuh wajah Taemin yang berusaha menghindari tatapan matanya.
“A-anio..”, kata Taemin menghindar.
“Kenapa kau mau menangis?”,
“Anio…” , Taemin menghindar lagi,
“Minnie.. aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, kau tiba-tiba meminta ku bersamamu , kau berpakaian seperti ini, bukan aku tidak suka, tapi.. sekarang kau bersikap aneh, ada apa?”, tanya Minho kali ini menghadapkan wajah Taemin, Taemin melihat ke arah lain.
“A-anio…”, katanya, Minho sudah cukup sabar, ia menarik nafas dan melepas genggamannya.

“Baiklah, kalau kau tidak mau mengatakannya, kita pulang saja..”, kata Minho berbalik. Taemin mendongak, jangan! pikirnya,
“Jangan!”, Taemin menarik lengan Minho, Minho berhenti dan berbalik melihat Taemin yang berusaha menahan air matanya
“Jangan pulang… aku tidak mau pulang, aku mau disini dengan mu sampai malam, jangan pulang yah?”, kata Taemin memelas. Minho menarik nafasnya, dan memeluknya.
“Ya…sudah jangan sedih, kita tidak akan pulang.”, kata Minho tersenyum, Taemin balas memeluknya dengan erat seakan tidak mau kehilangannya, Minho mengerutkan alisnya, ia tidak mengerti ada apa, yang jelas, ia tahu ada hal yang aneh dengan Taemin, namun ia tidak mau menanyakannya lagi.

.

Tidak terasa mereka sudah menghabiskan waktu seharian di sana, hari sudah semakin sore, namun disana tetap ramai.
“Taemin?”, Minho menoleh ke arah Taemin yang tiba-tiba terdiam, ia sedang memandangi komidi putar didepannya dengan senyum simpul.
“Dulu aku dan umma suka ke taman bermain, dan aku sering memintanya untuk naik di atas kuda , dan aku berperan sebagai pangeran di dongeng .. aku jadi ingat umma…”, kata Taemin tersenyum dan menyeka matanya, menghapus air mata yang mau jatuh. Minho memperhatikannya, ia tahu umma Taemin sudah tiada ketika ia berumur 7 tahun, dan ia dibesarkan hanya dilingkungan keluarga dan penjagaan ayahnya. Kemudian ide meluncur diotaknya.

“Ayo kita naik…”, kata Minho menarik tangan Taemin,
“H-hah? t-tidak mau…aku kan pakai rok…”, kata Taemin dengan wajah memerah, namun percuma, tangannya sudah ditarik oleh Minho.
“M-minho… aku tidak mau…! aku tidak mau…” dia terus meronta sehingga semua orang yang disana melihat ke arah mereka.
“Tenang saja…”, hanya itu ucapan Minho, Taemin memejamkan matanya malu namun tiba-tiba.

“M-minho…?”, Minho menggendongnya bridal style dan
“Baiklah Tuan putri…”, katanya dan hap! meletakan Taemin disalah satu kuda yang ada, dan ia duduk disampingnya.

“Nah, kau layaknya tuan putrikan?”, bisik Minho terkekeh, Taemin menunduk malu, ia dapat mendengar suara bisikan orang-orang disekitar.

‘Wah so sweet…’
‘Wah aku mau begitu dong…’
‘Bikin iri deh.. cantik sekali perempuannya…’
‘Iya, cowoknya juga tampan…’

“Minho…aku kan malu…”, Wajah Taemin memerah, Minho hanya berdecak dan merangkul pinggangnya.
“Tidak usah malu, aku ini sudah jadi suamimu.. kau ingat itu.”, kata Minho berbisik dan tersenyum, Taemin hanya mengangguk dan terkikik.

.

“Waahh~ dari sini bagus sekali… aku sudah lama tidak kesini…”, kata Taemin melihat keluar dari bianglala, seluruh arena taman bermain bisa terlihat dengan jelas, dan suasana matahari sore menembus dari balik kaca , memantulkan sinar yang indah. Minho tersenyum menatap Taemin didepannya.

“Ng..Taemin…”, kata Minho memanggilnya. Taemin menoleh dan tersenyum.
“Ya?”,
Minho menunduk sebentar dan menarik nafas, “Ada yang ingin kukatakan…”, kata Minho pelan, Taemin menatapnya sejenak, kemudian ia tahu apa yang ingin Minho katakan,
“Apa tentang kepergian mu ke luar negeri?”, tanya Taemin menatap keluar lagi dengan senyum simpul.
Minho terkejut mendengarnya, ia dengan cepat duduk disamping Taemin dan membalikkan badannya.”Kau..tahu?bagaimana bisa?”, tanya Minho bingung, Taemin berusaha tersenyum wajar dan melepaskan tangan Minho dari bahunya.
“Yah… aku menerima paket tadi padi dan ada tiket juga surat dari appa mu..”, ia menarik nafas dan melihat keluar, Minho terpaku, jadi apa ini alasannya Taemin bersikap aneh hari ini?

“Tidak apa-apa Minho, aku tahu kau harus pergi … pergilah, selain itu, aku senang hari ini kita bisa sama-sama… aku akan tunggu kau dirumah, lagi pula…”, Taemin tidak meneruskan kata-katanya karena ia tersedak dengan tangisya sendiri. Taemin dengan cepat menutup mulutnya untuk menyembunyikan sendunya, namun percuma, itu cukup terdengar oleh Minho.

“Taemin…”, Minho berusaha membalikan badannya, namun Taemin menepis tangannya.
“A-aku baik-baik saja, aku akan baik-baik saja Minho…”, katanya , Minho mengepalkan tangannya dan membalikkan badannya secara paksa, tanpa bisa menolak Taemin sudah dipeluk dengan erat oleh Minho.

“Please Minnie… kumohon berhentilah menangis, aku tidak tahu harus berbuat apa..please berhentilah menangis..kumohon…maaf kan aku…”, kata Minho mencium keningnya, Taemin memejamkan matanya dan terus menangis.
“Taemin..pleasee…”, Minho mengerutkan alisnya sedih, ia menangkupkan wajah Taemin.
“Taemin pleasee..”, ia berbisik dan mencium bibir Taemin, ia dapat merasa air matanya mengalir, dan terasa dibibirnya, Taemin berhenti tersedu dan Minho melepaskan ciuamnnya.

“Aku akan pulang dengan cepat, aku akan menghubungimu terus, aku janji .. jadi berhentilah menangis..”, kata Minho , Taemin dapat melihat ekspresi sedih di wajahnya, ia tidak pernah melihat Minho seperti itu , ia merasa egois, tidak seharusnya ia menangis, ini semua akan menjadi buruk, bagi Minho, karena akan membuatnya khawatir jika ia terus bersikap manja.

“Mianhe Minho..mianhe… aku janji tidak akan menangis, pergilah, aku akan baik-baik saja, masih ada Key, Jonghyun, dan Jinki hyung, dan juga semua keluarga Lee dan Choi kan?aku akan kesana selama kau tidak ada…”, kata Taemin tersenyum dan membelai wajah Minho, Minho lega, ia tersenyum dan membelai wajah Taemin.

“Janji?”, bisik Minho.
“Janji…”, jawab Taemin sebelum ciuman mereka berlanjut, ciumannya sangat lembut dan mesra, Minho mengangkat tubuh Taemin kepangkuannya, mereka seakan tidak perduli karena sedang di tempat umum, Taemin melingkarkan tangannya keleher Minho, Minho membelai pipi Taemin dengan lembut dan menjalar ke belakang lehernya, mendalamkan ciuman mereka.

Ciuman Minho menjalar ke lehernya yang mulus, dammit! ia tidak bisa mengontrol dirinya.
“Mmm..Minho…”, desah Taemin membuat Minho menurunkan ciumanya tulang pundaknya.

“M-maaf…apa kalian ingin satu putaran lagi?”

Dengan cepat Taemin mendorong Minho, ia terkejut karena penjaga telah mengingatkan mereka,
“T-tidak usah.”, kata Taemin langsung bangun, ia malu sekali, ia bisa mendengat nada Minho berterima kasih dengan santai dan menyusulnya.
“Hei..hei… kenapa meninggalkanku?”, tanya Minho menarik tangannya, Taemin berbalik.
“H-habis…”, Taemin menundukkan kepalanya, Minho tersenyum dan mengecup keningnya.
“Ku manis sekali.”, kata Minho dan bejalan, Taemin tersenyum senang.

.

Taemin duduk di depan meja makan, dengan lampu yang indah disekelilingnya, ia duduk disana menunggu Minho yang pergi kekamar mandi seraya menunggu makanan mereka,ia menarik nafas, ia tersenyum harinya dipenuhi dengan Minho, walau besok ia tidak akan bertemu dengan Minho, namun ia janji, ia akan baik-baik saja.

TAP! Ia terkejut, semua lampu mati, dan ia dapat mendengar smeua orang perotes karenanya, gawat… ia takut tidak bisa menemukan Minho.
Tangannya gemetar dan mencoba meraih tas kecilnya mencari ponselnya, ia buka ponselnya dan menyalakan lampu, namun tidak cukup meneranginya.
“Minho…”, bisiknya. Dan TAP! ia memejamkan matanya kaget ketika lampu menyorot ke arahnya.

“Ehm. bisa perhatiannya sebentar?”, Taemin membuka matanya, ia tahu suara itu. Minho? kemudian lampu menyala seluruhnya dan yang paling terang mengarah ke satu titik, berpindah dari tempatnya.
“Minho?”, bisiknya mengetahui siapa yang berdiri disana, Minho berdiri dan tersenyum ke arahnya.

“Maaf mengganggu makan malam kalian semuanya, saya Choi Minho, saya disini ingin mengatakan sesuatu kepada seseorang yang ada disini, orang yang saya cintai ..”, katanya tersenyum, dan membuat semua orang terkejut, dan berbisik.

“Aku bukan orang yang mudah mengungkapkan hal romantis padanya, mungkin ini yang pertama, ini semua karenanya, yah..karenanya, dia orang yang sangat baik, dan luar biasa, senyumnya selalu membuat hari ku bersemangat, tawanya membuat hari ku terasa komplit, dan suaranya membuat ku merasa hidup, kami disatukan dari sebuah perjodohan, aku tidak tahu apakah dia juga mencintai ku sama seperti kumencintainya saat pertama kali, dan aku rasa, saat ini lah aku harus mengatakannya…”, Minho tersenyum dan berjalan, semua orang menatapnya menuju ke satu sudut, semua mata tertuju pada Taemin yang duduk terpaku disana, tangannya menutup mulutnya dengan rapat.

“Dan yang ingin kukatakan adalah…”, Minho berhenti didepan Taemin tersenyumd an meraih tangannya, kemudian berlutut. “Saranghae Choi Taemin.. aku harap kita selalu bersama..”, kata Minho mengecup tangannya dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kalung berbentuk sayap dan memakaikannya keleher Taemin.

“Saranghae..”,bisiknya ditelinganya, Taemin terkejut, air matanya mengalir, semua orang bertepuk tangan dan meneriaki mereka.
“KISS! KISS! KISS! KISS!”,
Minho tersenyum, Taemin meraih kerah Minho dan mencium bibirnya , Minho terkejut, baru pertama kali ini Taemin menciumnya duluan, dengan senang ia mengangkat tubuh Taemin keudara dan menciumnya. Semua orang disana bertepuk tangan gembira, seperti melihat sebuah sinetron happy ending.

“S-saranghae Minho…”, kata Taemin tersenyum malu, Minho tersenyum dan memeluknya.
“I know.. gomawo Minnie ah~”

.

.

“Minho, hati-hati… tenang saja, Minnie aman dengan kita…”, kata Jonghyun memeluk sahabatnya itu,
“Thanks Hyung, aku titip dia…”, kata Minho melirik ke arah Taemin.

“Dengar yah, cepat kau pulang,dan OH, jangan lupa oleh-oleh, kalau tidak… tidak kujinkan kau menyentuhnya lagi Choi.”, kata Key mendengus, Minho berdecak.
“I know Diva hyung.”
“YAH!”,teriak Key kesal, namun diacuhkan Minho dan beralih ke arah Taemin.

“Hei…”, Minho menggenggam tangannya, Taemin tersenyum.
“Hei..hati-hati ya?”, kata Taemin tersenyum, Minho berdecak dan memeluknya,
“Im gonna miss you so bad …”, bisiknya, Taemin ingin menangis,namun ia menarik nafas dan melepas pelukannya.
“Me too, but im fine Hyung.. i promise..”, kata Taemin,
“Promise?”, Minho menunjukkan pinky promisenya, Taemin tertawa, baru kali ini Minho melakukannya.
“Yeah..promise.”, katanya, Minho langsung mencium bibirnya didepan kedua temannya.

“Wuuu~ serangan publik…”, ledek Jonghyun.
“Aish those kid…”, decak Key kesal namun tidak menyembunyikan senyumnya, mereka melepas ciuman mereka .
Minho hanya berdecak dan Taemin menunduk malu.

“Oke, aku harus pergi sekarang..”, kata Minho, Taemin mendongak sedih, namun ia ingat janjinya dan mengangguk.
“Ya, hati-hati, sampai jumpa 1 minggu lagi.”, kata Jonghyun.
“Awas kalau tidak bawa oleh-oleh.”
“Hati-hati Hyung, jaga kesehatanmu.”, kata Taemin, Minho membelai rambutnya dan membawa kopernya, karena pemberitahuan mengatakan pesawat sebentar lagi take off.

Ia melambai sekali lagi dan tersenyum ke arah mereka, sebelum menghilang .

“Nah, apa yang akan kita lakukan sekarang Minnie?”, tanya Jonghyun, Taemin mengangkat bahunya.
“Shopping~~!!”, seru Key senang sambil merangkul Taemin.
“Aish Key… ingat kita harus menyiapkan untuk pernikahan, jangan buang uang..”, kata Jonghyun.
Taemin terkejut, “A-apa?!!”, serunya menatap kedua Hyungnya.

Key dan Jonghyun tersenyum satu sama lain, “Well, Jong sudah melamar ku, dan… ehm, 2 minggu lagi kita akan menikah.”, kata Key malu
“Yup,Minnie…”, Jonghyun memeluk pinggang Key dengan mesra, Taemin tidak percaya, ia menutup mulutnya dan memeluk Hyugnya.
“Selamat~~~ aku senang sekali Hyung~~ “, kata Taemin, Key dan Jonghyun berdecak dan membelai rambutnya.
“Kita rayakan!”, kata Taemin senang, mereka tertawa melihat ekspresi lucu Taemin.
“Baiklah.. mula-mula kita pulang kerumah mu dulu, dan kita undang Jinki hyung, gimana?”, tanya Key. diikuti anggukan yang lain.

.

“Nona? mobilnya sudah menunggu…”,

“Ya, aku tahu…ng, Yuki..”,
“Ya?”
“Kau lihat yang tadi kan?”
“Liat apa?”, tanya perempuan bernama Yuki itu.
“Itu.. tadi kau lihat pria yang bersama ketiga pria itu…”, katanya menunjuk ke arah lain, Yuki mengangguk.

“Aku yang salah lihat , atau memang benar pria itu Minho oppa?”, tanyanya lagi,
“Mungkin kau salah liat Nona.. memang agak mirip…ayolah Nona, Tuan sudah menunggu…”, kata asistennya itu.

Wanita itu menarik nafas dan mengangkat bahunya. “Well, day dreaming again… aku pikir itu Minho oppa…”, katanya, Yuki terkekeh.
“Kau hanya terlalu merindukannya, ya kan Nona?”, ledeknya, Nona muda itu tersenyum.
“Ya, aku sangat merindukannya…”, senyumnya lebih lebar lagi “Aku tidak sabar bertemu dengannya… aku sudah janji akan kembali kan?”, katanya masuk kedalam mobil mercy hitam.

.

.

“Kau yakin dia akan baik-baik saja Jong?”, tanya Key menyenderkan kepalanya di bahu Jonghyun sambil menikmati udara malam di teras rumah Taemin.
“Ya, berhentilah bersikap over protective Key, dia sudah cukup dewasa, dan aku yakin dia akan baik-baik saja, selama masih ada kita dan Jinki hyung menghiburnya, semua akan baik-baik saja, ya kan?”, tanya Jonghyun mengelus kepalanya. Key menarik nafas.
“I know … aku hanya ingin dia bahagia dan tidak disakiti orang lain..”, kata Key
“Tenang.. Minho bukan orang seperti itu, aku kenal dia… dia akan selalu bahagia, seperti kita…”, Jonghyun menoleh dan mencium kening Key. Key tersenyum dan memukul pundaknya.
“Aish.. chessy…”
“But you still love me…”, Jonghyun membelai wajah Key, Key terkikik.
“Yeah, and you still love me too..” Key melingkarkan tangannya leher Jonghyun
“Of course i do…”, bisik Jonghyun sebelum menarik Key kepelukannya dan mencium bibir tipisnya, saling mendominasi diciuman mereka.

Jinki menarik nafas dan tersenyum melihat kedua dongsaengnya yang memadu kasih, ia menarik nafas, kapan ia akan mempunyai pasangan? ia melihat Taemin digendongannya dan tersenyum, Taemin tertidur di sofa setelah lelah bermain dengan yang lain,dan Jinki mendapatinya hampir jatuh ketika ia kembali dari kamar mandi.

Perlahan ia membawa Taemin ke kamarnya dan meletakkannya diatas kasur. Namun seketika itu pula Taemin membuka matanya,
“Keroro!”, katanya, Jinki mengerutkan alisnya.
“Keroro?”, Taemin beranjak berdiri dan berjalan kemana boneka terletak diujung kamar, ia mengambil boneka keroro itu dan kembali ke atas kasur.
“Selamat malam Jinki hyung…”, katanya menguap dan bermanja pada bonekanya. Jinki tersenyum ketika Taemin sudah kembali tidur, ia membelai kepalanya.
“Good Night Taemin..”, katanya melihat senyum diwajah Taemin yang memeluk erat boneka itu.

.

.

Taemin membuka matanya ketika menghirup bau pancake , ia mengerjapkan matanya dan merasakan sinar matahari dan udaranya memasuki kamarnya yang sepi, ia terbangun, ia melihat kesekeliling, tidak ada Minho, ia ingin menangis, kenapa baru sehari ia sudah merindukannya?

Ia turun dari kasurnya, dan memeluk boneka keroronya, kemudian ia kekamar mandi menggosok gigi dan membasuh wajahnya, ia melihat pantulan wajahnya, entah mengapa ia dapat melihat pantulan wajah Minho di cermin yang tersenyum padanya, ia menggelengkan kepalaya, berhenti bersikap manja, dengan cepat ia tanggalkan pakaiannya dan berjalan ke closet, tanpa pikir panjang ia mengambil kaos Minho, dan memakainya, baunya yang khas dapat tercium, mungkin ia sudah gila, ia tidak bisa membuat otaknya berhenti bekerja untuk melepaskan Minho dari otaknya.

“Morning hyung…”, sapa Taemin , Key menoleh dan tersenyum lebar dan memeluknya.
“Morning baby… bagaimana tidurnya?”, tanya Key mengelus kepalanya.
“Nyenyak… kemana hyung yang lain?”, tanya Taemin dan duduk dikursi menatap  pancake didepannya,

“Oh mereka sudah berangkat kerja lebih awal, aku tidak ada kuliah hari ini, kau mau kuliah kan?”, tanya Key, Taemin menggeleng.
“Nope, aku sedang tidak ada kelas…”, kata Taemin menyantap makanannya.
“Nice! hari ini antar aku shopping,mau?”, tanya Key, Taemin berpikir sejenak dan mengangguk.
“Aigooo~ gomawooo~~”, kata Key memeluknya.

TING TONG

Kepala mereka menoleh ke arah yang sama, ke arah pintu, dipikiran mereka sama, siapa yang bertamu dipagi buta seperti itu?
“Ish, siapa yang bertamu pagi hari?”, tanya Key kesal dna beranjak berdiri.
“Biar aku saja, terkadang petugas pos atau pengantar susu ku.”, jawab Taemin tersenyum lebar dan berdiri, Key hanya mengangkat bahunya dan duduk kembali.

TING TONG

Taemin menarik nafas, rumahnya apa terlalu besar sehingga ia butuh waktu yang cukup lama untuk menuju pintu, atau orang yang bertamu tidak cukup sabar menunggu?
“Ya… sebentar…”, Taemin membuka pintunya, ia terdiam, seorang perempuan bertubuh tinggi , berbadan langsing, dengan rambut ikal kecoklatan dan wajah yang cantik berdiri tersenyum didepannya.

“Ada… yang bisa saya bantu?”, tanya Taemin gugup. Wanita itu tersenyum lagi

“Apa benar kau Lee Taemin?”, tanyanya, Taemin mengangguk,
“Ya saya Lee Taemin… apa aku mengenalmu?”, tanya Taemin.

“Siapa MInnie?”. tanya Key dari dalam dan melihat siapa yang datang, dia membentuk mulutnya berbentuk O melihat wanita cantik berdiri didepannya.
“Hai, anda mencari siapa?”, tanya Key ramah.

Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.
“Hai, aku Jung Shina, aku mencari Choi Minho, apa dia ada?”, tanyanya, Taemin meraih tangannya dan bersalaman sejenak.

“Minho? dia sedang pergi … kalau kami boleh tahu, kau siapanya yah?”, tanya Key menyelidik.
Wanita itu tersenyum “Aku tunangannya …”,

CUT!

Oke, ini freaky, this is fail! this is weird , oh no~~~~ im stuck!
im sorry this is bad !!
please dont bash me, but really, i cant write good in here omonaaaa~~~

but please, still commenting suunders!!

OH, check this out,this is really funny, i found this on AFF…LOLOLOLOL~

is really creazy!! LOLOLOLOL~

108 thoughts on “[2min] Your my precious part. 8 of ?

  1. Mwooooooo…..tunangan ming?????? Pa mksudnya????????? Ada2 aja!! 2min momen pas makan mlm sweeeeetttt bgt!!
    Nextttt

  2. WHAT…tunangan???
    masalah apa lagi ini,, disaat ming lg ngga ada knpa tu ajhuma datang dan ngaku2 tunangannya dia…
    ckckckckck memang udah nasibnya ming kali ya selalu jadi rebutan

  3. huh? tunangan? jelas banget t cewek mengada2, ada saja ya masalahnya, pasti itu mantan minho yg gak mau lepas dari minho, oh taemin,,, pasti nangis lagi
    padahal mereka begitu so sweetttt mengalahkan manisnya madu,,,,

  4. Gilak apa lagi ini baru ajah 2min damai eh malah ada penganggu semiga taemin ga gampang goyah, apalagi siminhonya ga ada pula

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s