[2min] Dearest part 1 of ?


Foreword : Nyuehehehe x3 abis ujian aku ke gudangnya kk ku and nemu banyak novel jadul yaolooh aku sukaaa xDD hahaha ada yang kenal Barbara Cartland? Si nenek tua/plakbuaghdezigh yang OMFG demi apa tulisannya so awesome hahaha *durhaka/ditendang ke puri inggris/plakk haha xD Aku terinspirasi ini dr novelnya yang judulnya Dearest Love eum yaah meskipun aku Cuma baca synopsis sekilasnya krn belum punya wkt untuk baca xD kkk~

Ini gaje, abhal, romance yang aneh (?) haha maafkan saya jika gaya nulisnya beda maklum pengaruh baca sesuatu jd amburadul begini *bowed

sanniew unn pinjem format centernya yaa ^^ hehe

Pertama kali seumur hidup bikin romance series, jd mohon bantuanya, kritik saran diterima, pujian apalagi huahaha xD/plakk

No bashing ! but flame masi aku terima *dudul

Taemin river masi nunggu mood, saya belum bertemu nae nampyeon huahaha XDXD

CUE !

By : Rinhyon ~ dear2min

~

[2min] Dearest part 1 of ?

“minho, kapan kau menikah eum..”

Ck~

Hanya tersenyum kecil, biasa, yah ia sudah biasa diberondongi pertanyaan semacam ini oleh ummanya setiap kali ia berkunjung ke rumahnya. merapihkan berkas yang berada di depannya, memandang sang umma yang masih sibuk dengan masakannya di dapur.

“nanti..”

Nanti, nanti & nanti, entah apakah ada kata lain yang bisa diucapkan minho kali ini, sedikit tersenyum masam memandang sang umma yang menatapnya penuh harap, seolah menyiratkan umma-sudah-ingin-cucu-nak.

“perlukah umma carikan?”

Sang umma berjalan menghampiri minho yang berada di meja makan sambil membawa sup untuk makan malam, duduk disampingnya sambil menghembuskan nafas berat, ia harus bersabar lagikah?

“aniyo umma, gwaenchana..”

Mengalihkan sedikit pandangannya dari berkas berkas kesehatan yang dipegangnya, menatap ummanya yang masih memandang penuh harap, yah pekerjaanya yang seorang dokter membuatnya tak punya waktu untuk mencari istri, hal itu yang membuat ummanya resah, ia tak bisa membiarkan anaknya terus-terusan seperti ini.

“terserah padamu sajalah.. sudah cepat makan”

Menyerah, Ya, ummanya memang tak bisa menang dari anak sematawayangnya itu, mungkin dia masih butuh watu eum.. entahlah sang umma sibuk dengan pikirannya sendiri.

~

Choi Minho.. yah siapa yang tidak kenal dia? Namja yang mingggu lalu baru saja di daulat menjadi dokter muda kebangggan Korea.

Tak sedikit yeoja cantik & namja cantik yang mencoba mendekatinya. yaah sebenarnya bukan tak ada waktu untuk mencari istri, toh para ‘calon istri’ menghampirinya setiap hari tanpa dicari.

 Merasa belum menemukan yang pantas? Mungkin.

Tak bisa dipungkiri, semua yeoja ataupun namja cantik pasti tergiur dengan kesempurnaanya

Tampan, memiliki jabatan dan..

kaya.

Dengan postur tubuh tinggi tegap, mata elangnya yang penuh charisma, potongan rambut cepak bergaya militer yang semakin menunjukan sisi ketegasannya. tak cukup disitu kesempurnaanya dia juga memiliki jabatan dan gelar yang tak kalah hebat, seorang Dokter muda kebanggan Korea. Terlebih lahir di sebuah keluarga yang Kaya.

Bangga? Entahlah semua terasa biasa saja untuk seorang ‘choi minho’. Dan semua menjadi menjengkelkan ketika banyak orang yang melihat dirinya dari luarnya saja, tak tahukah kalau hatinya ini begitu dingin..

“umma aku pulang dulu nee”

Minho mengambil tasnya setelah selesai memasukkan berkas-berkas hasil pemeriksaan kesehatan yang harus dia tangani besok

Sedikit tersenyum saat Mendengar dengungan ummanya yang sibuk di kamar dengan sang appa yang baru pulang

Ck~

Pasangan antik yang begitu romantis.

Haruskah dia siap untuk mempunyai dongsaeng tak lama lagi?

~

Minho menjalankan mobil Porsche hitamnya membelah kota seoul yang hujan di malam hari. Sedikit termangu dengan ucapan sang umma yang terus memaksanya untuk segera menikah. Jika melihat tingkah bumonimnya seharusnya jika ingin bayi mereka bisa buat sendiri kan..

Menatap jalanan kota seoul yang basah sambil menapaki jalan hidupnya, hanya ingin mendapatkan yang terbaik yah, apakah ia salah? Pandangannya terhadap semua yeoja ataupun namja cantik yang mendekatinya tidak bagus selama ini. Entahlah, merasa hanya dimanfaatkan eum..

Minho menghentikan mobilnya saat lampu merah, sedikit terpaku menatap sesosok.. namja? Wajahnya sangat cantik untuk ukuran seorang namja, diam sendiri kedinginan, hey~ dia seorang dokter yang dingin kan? Wae?

Seolah bergerak sendiri. Entahlah otak dan tubuhnya tidak sinkron saat ini, minho memberhentikan mobilnya kesisi, keluar dengan sebuah payung ditangannya lalu menghampiri namja cantik yang terpaku di sisi jalan dengan menundukan wajahnya. Mungkin sudah lama dia berada disana.

“hei.. apa ada yang bisa kubantu?”

Hah ! memang dasar namja dingin, tak bisakah basa basi sedikit? Langsung to the point sekali..

Namja cantik itu kaget ketika merasakan hujan tak lagi mengguyur tubuhnya, mendongakkan wajahnya mencari asal suara yang menyapapnya tadi, terpaku menatap sosok yang begitu.. sempurnya dihadapannya.

Seolah lupa dengan pertanyaannya tadi minho terpaku menatap sesosok cantik yang mendongakkan kepalanya dengan wajah lemah. Pundak yang kecil, Rambut almond sebahu yang basah, mata bulat yang sayu, pipi apelnya yang merah dan bibir tipisnya yang eum..

Seolah waktu terhenti saat itu juga, keduanya terdiam, hanya terdengar suara gemericik hujan yang seirama dengan detak jantung mereka, menambah suasana menjadi hangat, tak ada yang berbicara, tak ada yang saling menyadarkan, keduanya terpaku.. pada pandangan pertama.

“b-bisa bantu aku carika-“

BRUUK~

Namja cantik tadi jatuh pingsan sesaat setelah sadar dari kekagumannya pada sosok tampan dihadapannya yang dengan sigap menangkapnya sebelum menyentuh lantai. Menyadarkannya dari fatamorgana lain yang membuainya sesaat.

Minho sedikit panik mendapati namja cantik yang tadi dikaguminya jatuh dihadapannya dengan keadaan tubuh yang PANAS ! dengan sigap minho mengangkat tubuh mungil itu ke gendongannya dan memasukannya ke dalam mobilnya.

Satu pasien baru lagikah?

Ck~

Anii

~

Taemin mengerjapkan matanya, sedikit mengumpulkan nyawanya yang sempat tercecer, menggerakkan sedikit kepalanya hingga satu benda jatuh dari keningnya ‘kompresan? Aku ada dimana?’ taemin menggumam lalu melihat sekitar, kamar yang sederhana, tempat yang tidak ia kenali, hey~ ini dimana?

KLEEEK~

Tatapan matanya beralih kea rah pintu,  menatap namja tampan dengan nampan berisi makanan ditangannya

“sudah bangun?”

Taemin hanya mampu menunduk dengan wajah memerah ketika tangan namja tampan itu menyentuh keningnya. Hangat.. tiba-tiba teringat dengan pikiran awalnya, mengumpulkan seluruh keberaniannya dan mulai angkat bicara

“eum.. ini dimana?”

“dirumahku..” namja tampan itu menjawab dingin pertanyaan taemin, membuat taemin hanya menunduk dengan mulut berbentuk ‘o’

“maaf membuatmu repot eum..” sedikit terhenti karna ia tidak tau siapa nama namja tampannya ini?

“choi minho.. panggil saja aku minho, dan kau?” seolah mengerti arah kebingunan taemin minho –nama namja tampan tadi- mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan

“taemin, Lee taemin.. eum terimakasih minho-ssi” jawab taemin sambil menyambut uluran tangan minho dengan senyum khasnya, membuat minho tanpa sadar melengkungkan sedikit bibirnya membuat senyuman, hey~ seorang choi minho tersenyum? Ini sebuah keajaiban. Minho sendiri bingung dengan apa yang dilbuatnya, entahlah refleks ..

“aku harus pergi sekarang, masi banyak pasien yang menungguku, dan .. aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, kalau untuk makan siang kau bisa pergi ke dapurku”

Mengambil jas yang daritadi bertengger di tangannya dan mengenakannya, sedikit tersenyum sebelum menutup pintu meninggalkan taemin sendirian

Hey~ bahkan mereka belum saling mengenal kan?

~

Taemin menyunggingkan senyumnya sambil menata makanan yang baru selesai dimaksaknya, hanya ingin berterimakasih, yaah meskipun bahan-bahan masakan yang dia gunakan sebenarnya milik namja tampan yang telah menolonganya tadi.

Tersenyum menatap jam dinding yang menunjukan pukul 7pm. Yah setidaknya tidak telat pikirnya.

Senyum kembali mengembang ketika mendengar suara pintu depan terbuka, minho-kah? Ia tak berani menyambutnya di pintu, hanya berdiri terdiam di depan meja makan, menunggu minho menghampirinya, hey~ sebenarnya ada apa dengan namja cantik ini?

“apa yang sedang kau lakukan..” suara menginterupsi itu, itu ! itu suara namja penolongnya, taemin mengalihkan pandangannya memandang minho yang menatap meja keheranan

“hanya ingin berterimakasih eum.. well meskipun aku memasaknya dengan bahan makanan yang ada di kulkasmu” sedikit tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, membuat taemin kelihatan lebih imut dihadapan minho

“terimakasih..” jawab minho sambil berjalan menuju meja makan dan duduk disana, berusaha menutupi wajahnya yang menunjukan rona merah yaah meskipun itu tak terlihat. Entahlah dia merasa..

“b-bagaimana rasanya..?” taemin meyelidik mencari mata minho, penasaran dengan reaksi namja tampan-yang-demi-apa-pun-ia-terlihat-begitu-sempurna di mata taemin ketika mulai menyendok satu- persatu makanan yang ada di hadapannya, yah hanya makanan tradisional korea.

“not bad.. cocok dengan seleraku” lagi-lagi minho terseyum, ini sudah kedua kalinya dia menunjukan sikapnya yang lain di hadapan orang yang baru dikenalnya.

Taemin tersenyum lebar, yah mungkin terlalu lebar untuk ukuran sebuah senyuman? Entahlah~ ia bahagia.

“sebenarnya kau ini darimana dan apa tujuanmu hingga bisa berada di seoul? Dilihat dari tingkahmu kelihatannya kau pendatang..” minho bertanya sambil terus melahap hidangan makanan di depannya, ck~ seperti tidak pernah bertemu makanan enak saja.

“ah iya..” taemin menepuk jidatnya “aku dari incheon, datang ke seoul untuk mencari pekerjaan..” taemin terdiam sebentar “begini eum.. bisakah aku bekerja disini? Menjadi seorang pembantu rumah ini.. aku bisa memasak, mencuci baju, membereskan rumah & pekerjaan-pekerjaan..”

Dongdingdengdang~

Dongdingdengdang~

Omongan taemin terhenti ketika mendengar nada dering minho, minho mengalihkan pandangannya pada handphoenya dan melihat siapa nama yang tertera di layar handphonenya memutar bola matanya malas lalu mengangkat telponnya

“waeyo umma? Ah ne.. arrasseo, iya aku janji, mwo? Ah aku tidak tahu, lihat saja besok umma sudah dulu ne, na do annyeong” minho segera menutup telponnya dan kembali menatap taemin

“mian eum well jadi kau pergi ke seoul untuk mencari pekerjaan?” kembali menyendok makanan yang ada di depannya sambil sesekali menatap taemin

“aku punya tawaran pekerjaan yang bagus untukmu, bukan pekerjaan yang berat, yah meskipun tetap tak jauh dari pekerjaan rumah tangga..” menggantungkan sedikit perkataannya membuat taemin penasaran

“apa itu?” taemin bertanya dengan semangat, yah setidaknya perjalananya tidak sia-sia jauh-jauh dari Incheon-Seoul untuk mencari pekerjaan

“aku tidak yakin kau akan menerimanya ..” minho lagi-lagi menggantungkan perkataannya membuat taemin semakin penasaran

“aku mau ! yah apapun pekerjaannya, aku mohon..” taemin memandang minho penuh harap

Minho sedikit terdiam, menatap taemin sesaat yah tidak terlalu buruk, toh tipe ideal idaman minho berada pada taemin eum..

“jadilah istriku..”

~

Onkey ! to be continue

Hehe gaje yah? Mungkin karna baru part 1 jadi belum kebayang ceritanya bakal gimanah x3 alurnya kecepetan? Uhuuu~ mianhae smg terganti di part 2 nanti😀

 Hope you likeey yeaah~ kita tunggu aja sebenernya si 2min ini kenapa? HAHA😄

Weeitz mau kemana neng? Hayooo~ buka gratis baca CL ! haha xD berasa naik angkot ajeeee naik gratis turun bayar haha yaah saya sangat menghargai readers yang menghargai ffku dan bersedia ngasi masukan, yah setidaknya hanya 1kalimat ‘sumpah gue gangerti ceritanya’ aja udh buat saya bahagiaa TT^TT  berarti anda perhatian sama ff saya hahaha tp yang gamau juga gapapa si, berarti emang kekurangan aku yang belum bikin reader tertarik u/ komen, *ni afterword apa ff drabble? Hahaha xDXD

Oiya bikin panggilan akrab yuu hihi kalian bisa panggil aku ‘ta’ ataupun ‘nyon’ aku baru nyadar klo rinhyon tu kepanjangan & gamungkin banget dear2min jd panggilan huekekekek xD

Yah gomawooo~😀

199 thoughts on “[2min] Dearest part 1 of ?

  1. Baru ketemu udah main lamar aja lo ho… bagus nih kayaknya ceritanya.. moga aja gag susah dapetin PW nya amiinn.. hehehe

  2. Memang jadi istri itu pekerjaan yaa minho?? *jderr*
    Tp itu tadi termasuk lamaran gak yaa?? Hehehe

  3. Ya elah minho langsung nembak bwahahah xD
    i love your style ming xD
    kalo dipikir2 kek nya 2min udh kena love at first sight, cieee hahahah😀 baru aja ketemu langsung ngelamar..
    Ckck,minho bener tuh, kalo bumonimnya pen punya dedek bayi pan bisa bikin sendiri -_-a
    aah~penasaran sama reaksi taemin pas ketemu mertua C:

  4. Waaaah… Baru ketemu udah diajak nikah aja.
    Keren banget Minho ne.
    Mau aja Taemin!
    Kami 2min shipper pasti mendukung.

  5. Annyeong ^^
    Stlah ngubek2 nyari ff tumin, akhirnya nemu jg yang keren..😀 ijin baca ya “ta ^^;;

  6. to part ke 2, bagus tp agag pendek dan blm greget, mungkin krn blm ke part selanjutnya, oke meluncur..😀

  7. To the pointnyaaaaaa…. Ampun deh si minho xD
    Tp siapa jg sih yg nolak jd istri dia? Aku jg rela langsung terbang ke seoul sana hahaha
    Tp pasti jd istri boongan dl kan??

  8. sambil nungguin pasword take me in your arms part1 jdi baca ini..
    ming mw tae jadi istri bayarannya dia??
    awas lih ming kejebak ma permainan sendiri 😃😃😃

  9. Konyol! *digampar2min xD I like minho :* blum saling kenal, trus blum jga shari tpi udah nekat o.O minho yg trkenal dng sosok dinginnya brubah 180drajat mnjadi org yg hangat. Trus apa lgi ini, nikah? Nikah kontrak? Wah pasti seru nih.😀 next!

  10. whatttttt ?????????????? apa menjadi seorang istri itu suatu pekerjaan,,, ada2 aja si minho, pasti karena tuntutan eommanya. seinggaknya ada jalan buat mereka lebih mengenal, apa ini bakalan jadi istri pura2,,, oh no…..
    oh ya minta pw kemana sih author nim. twitternya di mention kok gak dibalas, gak di follback, kan amu mau minta pw huhuhuhu jebal,,,, tolong follback akun @najelitaemint18 biar aku bisa minta pw

  11. Ini minhonya to the point banget yah, langsung main lamar” anak orang baru ketemu taemin udah ngelamar heum… Sitaemin mau ga yah??

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s