[Oneshoot/Jongkey] Please dont go.


Foreword:

Annyeong, haha .. saya gila, ini saya nulis Jongkey coba? ada angin apa ini?kekek~
Ini terinspirasi disaat hari” saya galau abess mandangin fotonya Key and Jonghyun, gak tauk kenapa, Jjong ganteng banget! kesel gue jadinya(?) loh?
Oke langsung aja deh yah…

LEAVE A COMMENT!
DONT BE SILENT READER!!!
I CURSE YOU THEN! LOL

Cast: Jonghyun x Key
genre : Angst! i warn you!
+++++++++++++++

by : sanniiew^^

Sudah berapa kali? 1..2..3.. sudah habis hitungan. Ini yang kesekian kalinya Key mendengar Jonghyun masuk sangat larut , entah dari mana, ia tidak tahu, dari tempat Se kyung kah? lagi? ya tentu saja.

“Jonghyun?”,

“Key .. kau belum tidur?”, wajahnya terlihat lelah, dan… bau parfum perempuan.
“Belum, kau dari mana? jadwal mu padat sekali sehingga kau pulang larut malam?” tanya Key keluar dari dalam dapur dan menyerahkan secangkir teh pada Jonghyun.

“Thanks Key, aku harus pergi bersihkan badanku dulu, setelah itu mau istirahat, kau tidur lah duluan, ini sudah malam..”, katanya dan berjalan ke kamar mandi meninggalkan semua jas dan juga tas kerjanya begitu saja di kursinya.

Key menarik nafas, ia duduk disofa dan melihat jas Jonghyun, ia menggenggamnya dan menciumnya, bukan bau yang sama, bukan Jonghyun yang ia kenal 1 tahun ini, semuanya berubah .. apa karena Se kyung?

Cklek! Key menoleh ke arah kamar mandi.
“Kau belum tidur juga? apa yang kau lakukan, ini sudah malam, ayo tidur.”, perintah nya, Key berjalan dan sudah berdiri didepan Jonghyun yang hendak ke kamar.

“Katakan padaku Jjong, apa kau bertemu dengannya lagi?”, tanya Key menyodorkan jasnya yang seakan memberitahu, ia tahu dari baunya. Jonghyun menatapnya dingin dan melengos.
“Kita bicarakan ini esok saja, aku lelah …”,

“JONGHYUN!”, Key menarik tangannya karena kesabarannya telah hilang.
“APA?!”, bentak Jonghyun balik, membuat Key terkejut, Jong nya tidak pernah berteriak sebelumnya. Jonghyun meremas kepalanya.

“I-im sorry Key… i..i just …”, Jonghyun berusaha meraih tangan Key
“Tidak apa-apa… aku mengerti, masuklah.. dan istirahat, aku akan menyusul ..”, kata Key mendorong bahu Jonghyun pelan. Jonghyun ingin menahannya, namun Key telah beranjak pergi, ia menatap Key dengan tatapan sedih.
“Mianhe Key…”,

Key tahu semuanya, siapa Se kyung, dia adalah mantan pacar Jonghyun yang masih gencar mendekatinya, dia bisa dibilang sangat teropsesi dengannya, namun Jonghyun tidak pernah memperdulikannya yang pernah menyakitinya, dan mengambil keputusan untuk hidup bersama dengan Key, sahabatnya …

Key tahu semua tentang Jonghyun, mereka berteman cukup lama, semenjak mereka SMA, Jong tahu Key adalah gay, dan ia menerimanya, sampai akhirnya Jong menyadari bahwa ia menjadi gay dan itu karena Key.
Key masih ingat setahun yang lalu, saat natal, Jong mengutarakan perasaannya, sangat mengejutkan , mengingat Jonghyun terlihat straight dengan banyaknya perempuan didekatnya yang mencoba berflirting ria dengannya.

Namun semuanya terasa berbeda, entah sejak kapan, semua berawal di musim dingin, ketika telpon itu berbunyi dan mengubah ekspresi dan juga sikap Jonghyun 180 derajat. Key tidak pernah tahu apa artinya lagi disisi Jonghyun, tidak ketika ia tahu satu-satunya pria yang ia cintai dan ia percaya berjalan dengan wanita lain, dan itu Se kyung, ia terlalu takut untuk menanyakan semuanya, namun ia takut jika ia tidak melakukan itu Jongnya akan pergi darinya.

“Apa yang harus aku lakukan …uhukk uhhuk…aahhh…”, dia tiba-tiba mengerang pelan dan terbatuk lagi, ia menutup mulutnya , dada nya sesak.
“Oh tidak…”, desisnya ketika melihat darah ditangannya, dengan cepat ia membasuhnya diwastafel dan menuju lemari makan mengambil sebuah botol tablet yang ia sembunyikan dari Jonghyun.

Ia tenggak obat yang biasa ia minum itu, tinggal beberapa tablet lagi, hanya cukup untuk 5 hari, itu juga kalau dia minum 2x sehari saja. Obat itu tidak murah, ia hanya bisa membelinya hampir seluruh gajinya ia bekerja di radio dan kantor desaign.

“Aku rasa aku harus terima tawaran Taemin untuk bekerja di studio dancenya..”, pikirnya , tidak ada cara lain, hanya itu yang bisa membuatnya mampu membeli obat tarveca untuk penyakitnya itu.

Ia berjalan ke kamarnya, membuka pintu dan disambut dengan remangnya kamar oleh cahaya bulan. Perlahan ia meraih kasurnya dan melihat sosok Jonghyun yang tertidur pulas, ia duduk perlahan di ujung kasur, mengamati wajah kekasihnya itu, betapa ia tidak mau meninggalkannya, ia tidak pernah menyerah dengan kehidupannya, ia tidak takut akan kematian bahkan ketika kanker paru-paru itu bersarang di tubuhnya, namun semua berubah … ia takut, sangat takut kehilangan Jonghyun, itu alasan kenapa ia membiarkan Jonghyun bersama Se kyung.

“Key?”, Jonghyun bersuara seraya mengusap matanya, ia tidak bisa melihat jelas sosok Key yang sedang menghapus air matanya.
“Kau sedang apa? ayo tidur…”, Jonghyun membuka selimutnya, Key perlahan masuk dan memeluk tubuh Jonghyun, merasakan harum tubuhnya, bermanja di dada bidangnya,

“Jong…”
“Hmm?”,

“Jangan pernah tinggalkan aku ya?”,
Jonghyun terdiam sesaat, jantungnya berdetak teratur.
“Ya..”, katanya sambil mengelus kepala Key.

“Gomawo… saranghe…”, Key sangat lelah, ia gampang lelah, dan tertidur, seperti mimpi, ia mendengat Jong berkata.
“Nado saranghae .. mianhe ..”,

.

.

Kulitnya semakin kering, dan wajahnya timbul jerawat, badannya yang kurus sekarang bertambah kurus, itulah mengapa sekarag Key tidak suka bercermin, ia menilai dirinya sangat buruk sekarang. Apa penyakit biadap itu memakan tubuhnya perlahan? membuatnya tidak lagi terlihat seperti Key yang luar biasa, membuat para wanita berteriak dan membuat pria kagum akan keindahan sosoknya? Dan itu juga yang membuat Jonghyun perlahan menjauh karena ia sudah tidak lagi cantik ?

“Kibum sshi, apa kau baik-baik saja?”,

“Ah, im fine… gomawo Jinki sshi, aku hanya kurang tidur dan istirahat saja…”, kata Key tersenyum dan membereskan berkas kerjanya, ia ada janji bertemu Taemin kali ini di studio, ia janji membantunya, walau ia merasa tubuhnya tidak begitu baik.

“Kau yakin? apa mau aku antar?”, tawar Jinki, Key tersenyum
‘Gomawo Jinki sshi, tapi aku ada janji dengan teman .. aku baik-baik saja, mungkin lain kali ya?”, balasnya sopan dan membungkuk sebelum pergi.
“Ne.. hati-hati..”, Key hanya tersenyum.

Ia merapatnya jas nya, udara sangat dingin, entah mengapa rasanya ia berada di musim salju, padahal hanya musim semi sekarang, namun anginnya cukup membuatnya menggertakan gigi, mungkin karena kondisi tubuhnya sedang tidak sehat.

Ia berjalan menyusuri koridor monorail, masih ada waktu 35 menit lagi, ia menyuruput kopinya sambil bergumam mendengar musik mengalun di iPodnya, matanya memperhatikan keramaian sekitar, ia tersenyum melihat seorang anak kecil memakan bulgoggi dengan ayahnya, melihat kedua anak muda saling bermesraan, melihat pedagang yang tak kenal lelah melayani tokonya, dan…

“Jonghyun?”, Key berbisik melihat sosok diseberang jalan.

Ia melihat Jonghyunnya, Jonggienya sedang berbicara dengan seorang perempuan, entah siapa, apa Se kyung? ia maju selangkah lebih maju ke trotoar. Ia ingin memastikan apa itu Jonghyun?

Ia memicingkan matanya, namun entah mengapa pemandangnnya kabur, ia merasa pusing, ia bersandar ditiang lampu disampingnya ..

“It cant be true right? tell me if this is a hallusination, right?”, bisiknya, kali ini wanita itu meraih kerah Jonghyun dan mencium bibirnya, dan saat itu air mata Key mengalir ketika wanita itu berbalik masuk kedalam mobilnya, Se kyung. Semua yang ia duga benar adanya, kenapa? kenapa Jjong?

Kenapa?
“Kyaaa…tolonggg… ada yang pingsan…” hanya itu yang bisa Key dengar kemudian.

.

.

“Kyaaa…tolonggg… ada yang pingsan…” Jonghyun mendongak, melihat ke seberang jalan, ia tidak bisa melihat ada apa, namun ada yang pingsan ditengah jalan, ia ingin melihatnya, namun yang bisa ia lihat adalah jaket pink dengan aksen batik dan berbulu dilehernya, ia tidak perduli, ia hanya perduli dengan apa yang ada di tasnya sekarang.

Ia tersenyum sendiri dan mengacuhkan keributan disana, “Tunggu aku Key, aku akan membelikan obat untuk mu kali ini… “, kata Jonghyun tersenyum dan segera memanggil taxi menuju rumah sakit yang bisa ia beli obat untuk Key. Ketika taxi itu melewati keramaian itu, Jonghyun tidak menoleh sedikit pun, tidak ketika tandu ambulan membawa sesosok pria dengan wajah pucat dan darah dari mulutnya.

.

Jonghyun turun dari taxi dan berjalan naik ke tangga menuju kamar apartemennya dengan kantong obat ditangannya, ditambah dengan masakan italia kesukaan Key, Key pasti suka. Pasti! ia tidak sabar untuk menemuinya.

“Jonghyun hyung!”

“Minho? sedang apa kau disini…?”, tanya nya melihat ekspresi Minho yang panik dan memegang pundaknya kencang.
“Yah, kenapa sih? sakit tauk…”, tepis Jonghyun, namun Minho tidak menggubris.

“Hyung, ini penting…”, tegas Minho,Jonghyun tersenyum dan membuka pintu rumahnya.
“Oke, i know… about Minnie? kau mau minta advice apa lagi? masuk dulu lah…”,

“Hyung! ini Key bukan Taemin!”, itu membuat senyum Jonghyun hilang dan menoleh tegas,
“Key?”, Minho menangguk,

“Sekarang kita harus pergi Hyung, aku tidak bisa menghubungi mu tadi, maka aku disini–“
“ADA APA DENGAN KEY?!”, bentak Jonghyun tidak sabaran, Minho menunduk pasrah. Jonghyun tahu ini buruk.

“Key hyung…dia…masuk rumah sakit, ia ditemukan terkapar di pinggir jalan, dan Taemin orang pertama yang bisa dihubungi setelah rumah sakit melihat contact nya selain kau.”, benar, ponselnya lowbate. Hatinya tercekat, Key? Key nya yang berharga?

“Ayo!”, kata Jonghyun tegas dan berlari turun ke tangga diikuti Minho. Dengan cepat mereka meluncur ke rumah sakit.

.

.

Jonghyun duduk disebelah Key yang bernafas dengan bantuan tabung oksigen dan juga bunyi suara bip yang sangat mengganggu, bagaimana ia meyembunyikannya selama ini? kenapa juga ia tidak mencoba untuk berbagi penderitaannya, ia tahu Key mengidap penyakit mengerikan itu, ia tahu sejauh mana penyakit itu menyerang tubuh mungilnya, ia tahu persis dari buku harian Key yang selalu dilarang dibaca oleh siapapun, bagaimana perasaanya ketika mengetahui hal itu, bagaimana ia bekerja keras dengan mandiri untuk membeli obat dan melakukan pengobatan diam-diam, bagaimana mereka pertama bertemu, bagaimana Key mencintainya, ia menyesal, ia menyesal tidak pernah jujur pada Key, dia menerima tawaran Se kyung hanya untuk uang, hanya untuk kesembuhan Key, bukan obat yang murah untuk penyakitnya.

“Please… dont go Key, i need you… im sorry Key… im sorry…”, bisik Jonghyun membenamkan wajahnya di tangan Key. Tidak ada respon sama sekali, semua teringiang ditelinganya.

“Tuan Kibum sudah menginjak stadium 4, kanker sudah menyebar ke tubuhnya, kondisi ini bernama mestastase , saya terkejut ini cepat terjadi, ini dikarenakan kurangnya perawatan, saya sangat menyesal memberikan informasi ini Tuan.”

“Apa tidak ada cara lain? tolong dia dokter..dia tidak punya siapa-siapa lagi, saya lakukan apapun untuknya, asal dia bisa sembuh… tolong lah dokter..”

“Ada cara, dengan pembedahan.. namu resikonya besar, bisa juga dengan pengobatan baru …yaitu photodynamic, namun semua kembali pada kuasa Tuhan tuan, kita hanya bisa berdoa dan berusaha sebaik mungkin, aku harap anda paham akan hal ini…”

“Lakukan, kumohon, lakukan apapun untuknya… kumohon berapa pun biayanya…” dengan menjadi gigolo pun aku rela, pikirnya.

.

“Jonghyun hyung , pakailah uang kami.. ini dari tabungan kami berdua, mungkin tidak banyak, tapi kami rasa ini cukup…”, kata Minho menyerahkan amplop coklat pada Jonghyun.

“Tidak, aku tidak bisa menerima ini cuma-cuma, aku tidak bisa… ambilah, ini juga untuk masa depan kalian kan? aku akan cari cara…”, tolaknya.

“Hyung… tidak ada waktu untuk menolaknya, ambilah … kami masih bisa mencarinya lagi .. jadi terimalah…”, sergah Taemin , Jonghyun masih menggeleng.

“Hyung!! berhenti bersikap tolol, tidak ada waktu lagi kau membuang waktu mu untuk mencari cara Hyung, kau lihat siapa yang terbaring di balik pintu itu kan? dia Key , Key hyung, pacar mu dan sahabat kami, kau tega melihatnya menunggu mu sampai mendapatkan uang?”, teriak Minho kesal , baru kali ini Minho marah.

“Hyung…terimalah.. kami mohon, jika kau menganggap kami sahabat mu, terimalah…”, kata Taemin menangis, Jonghyun menatap kedua sahabatnya itu dengan ragu. Dan akhirnya mengambil amplop itu, ia menangis,
“Gomawooo…gomawooo…”, katanya membungkuk 90 derajat. Minho mengangkat tubuhnya dan memeluknya, begitu juga Taemin, mereka saling mendukung.

.

.

“Kita bisa jalankan operasi pembedahan besok .. silahkan anda periksa berkasnya dan tanda tangan Tuan.”

“Aa-apa? t-tapi uangnya belum cukup kan dok? maksud ku pemrohonan uang ku itu—“
“Tenang tuan, semua sudah beres, dan siap dilaksanakan.. ada donatur baik hati yang menyumbangnya untuk anda dan khusus untuk Tuan Kibum..”,

Jonghyun tidak percaya, malaikat dari mana yang rela memberikan uangnya untuknya, bahkan ia tidak tahu itu siapa?

.

Saat itu tiba, semoga Key akan sembuh, ia sangat berharap itu …
“Key.. kau dengar aku ? aku Jonggie mu .. kau kuat Key, berjuang lah untuk dirimu sendiri, dan berjuanglah demi kita Key, aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi sendiri… Saranghae Key… i always have…”, Jonghyun mengecup bibirnya lembut, dilihat oleh pasang mata suster, mereka hanya menikmaitnya dan menganggap itu hal yang manis, ia tidak perduli orang berkata apa tentang mereka, ia hanya terlalu mencintai Key.

Ia melihat Key masuk kedalam ruang operasi, jantungnya berdegup cepat, operasi akan memakan waktu 8 jam, ia tahu apa yang ia lakukan, berdoa… hanya itu saja.

.

.

“Key.. aku datang … bagaimana keadaan mu sekarang? lihat aku bawa apa? aku bawa bunga lili… aku taruh di sana yah? bunga kemarin sudah layu…”, kata Jonghyun berjalan ke arah meja disamping tempat tidur Key, setelah selesai ia mendekat dan mencium bibir Key.

Sudah 2minggu, ia hampir gila, Key berhasil melewati krisinya, namun ia masih tidak mau membuka matanya, ia total berhasil menghadapi pasca operasinya, namun tetap, tubuhnya menolak bereaksi oleh sekitarnya, dokter menyarankan teruslah bicara padanya. Dan itulah yang sejauh ini dilakukan oleh Taemin, Minho, bahkan Jonghyun, dan Jinki yang belum lama ini ia kenal sebagai teman kerja Key.

“Please baby… im waiting you .. please wake up..,”, dan mencium bibirnya dan menggenggam tangannya erat, ia merasakan ada gerakan sedikit sangat sedikit namum membuatnya lega, ia ingin menangis, namun ia tahu, orang sedang koma tahu segalanya, tahu kondisi didekatnya walau ia tidak melihat ia bisa mendengar , otak tengahnya bekerja saat itu.

Jonghyun menggenggam tangannya dan bergumam lagu untuknya, ia bergumam lagu One(hana) untuknya, ia ingat Key suka lagu itu, tidak lupa ia selalu mencium Key dan mengingatkannya untuk bangun, dan cepat membuka mata indahnya itu.

.

4 minggu berlalu, Jonghyun benar-benar sudah merasa gila, dia sudah tidak ada akal lagi, habis semua kesabarannya, ia sempat mengamuk , namun Minho dan Jinki menahannya, tidak ada yang bisa disalahkan, kembali pada Key sendiri, apa ia ingin bangun atau tidak, itu bergantung padanya, semuanya hanya Tuhan yang tahu.

“Key … aku mencintaimu … bangunlah Key … aku mohon, kau tidak rindu padaku? tidak rindu dengan gombalan ku? kau mau kucium lagi kan? ayolah Key…”, bujuk Jonghyun membenamkan wajahnya ke tangannya , Jinki yang duduk di sofa hanya menghela nafas dan melihat ke arah Minho, sementara Taemin tertidur dipangkuan Minho.

“Key bangunlah …”, bujuk Jonghyun lagi, lagi, ia merasa getaran itu, ia mendongak dan mengelus pipinya.
“Ingatlah aku Key… aku Jonghyun, akan selalu disampingmu…” kecupnya di pipi dan membenamkan wajahnya di leher Key.

“J-jong… “, Jonghyun terkesiap, ia melihat wajah Key, perlahan mata itu terbuka, Jonghyun menyentuh pipinya tidak percaya,
“K-key… kau bangun…”, Jonghyun gemetar.
“Hai Jong… i love you too…”, kata Key tersenyum lemah, Jonghyun tidak bermimpi,
“Oh god, thanks Key, thank you so much you awake! thanks Key … thanks…”, Jonghyun memeluknya , Key hanya tersenyum dan membelai kepalanya.

“Key!!”, Jinki dan Minho berseru, Key hanya tersenyum melihat temannya sementara Jonghyun masih menangis dipelukannya.
“Sudah Jong… i still love you…”, bisik Key, Jonghyun melepasnya dan menatap dengan mata basah.
“Me too… i still love you Key…”, dan mereka berciuman.

.

.

“Key, come on baby … ini sudah waktunya, kita bisa telat …”,teriak Jonghyun.

“Jakkaman …”Key berlari dari kamar dengan pakaian rapih, lengkap dengan jaket tebalnya.

“Sudah?”, tanya Jonghyun memeluk pinggangnya, Key mengangguk malas, dia sebenarnya tidak suka hari dimana ia harus berobat, dengan keajaiban, penyakitnya sembuh,namun harus terus dalam perawatan, berkat Jinki, ia tahu tempat dimana Key dapat berobat dengan harga murah dan juga berkualitas, ia lebih memilih pengobatan herbal yang alami.

TING TONG

“Siapa?”, tanya Key heran, Jonghyun mengangkat bahunya dan mengikuti Key yang berjalan ke arah pintu.

“Selamat pagi, benar ini kediaman Kim kibum?”, tanya seorang pengantar bunga.
“Ya…saya Kibum, ini… buat saya?”, tanya Key bingung.

“Ya, tuan, ini untuk anda…tolong tanda tangan dulu..”, katanya, Key menandatanganinya dan menerima buket besar berbagai jenis bunga.

“Dari siapa?”, tanya Jonghyun heran,
“Ada suratnya..”, tunjuk Key, Jonghyun mengambilnya.

Dear Kibum,
Semoga lekas sembuh, aku tahu aku banyak salah padamu selama ini, kau juga Jonghyun, aku sekarang tahu apa itu cinta, dan aku melihat cinta didiri kalian, semoga semuanya dapat membalas kesalahanku, aku harap kau dapat menjaga Jonghyun dengan baik, karena ia sangat mencintaimu, ia rela melakukan apapun untuk mu Key, hanya untuk mu…

Yang belajar dari cinta kalian,
Shin sekyung

Setelah Jonghyun selesai membaca ia melihat Key yang terpaku ditempatnya, air matanya mengalir, dengan cepat Jonghyun memeluknya.
“Apa yang dia lakukan? kenapa dia baik padaku?dan apa yang kau lakukan padaku Jong? apa aku begitu menyusahkan kalian? kata Key sesenggukan, Jonghyun ber-ssht nya untuk diam.

“Key… aku mencintaimu, tanpa mu aku bukan apa-apa, kau hanya mempunyaiku, dan aku juga, jika salah satu kita tidak ada , tidak ada artinya…”, Jonghyun menghapus air matanya.

“Apa yang ia lakukan mungkin sama yang aku lakukan, aku hanya ingin ka sembuh, dan selalu disamping ku, terima kasih kau mau berusaha melawan penyakit mu dan menemaniku Key…”, bisik Jonghyun, Key tidak tahu harus bicara apa.

“Gomawo Jong… i love you…” bisik Key, Jonghyun tersenyum
“I love you too…”, mereka berciuman sangat mesra sampai harus mengambil nafas satu sama lain.

“So, lets go?”, kata Jonghyun, Key mengangguk.

“Kira-kira, siapa yang memberikan bantuan uang pada operasi ku Jong?”, tanya Key, Jonghyun melihat ke langit dan mengangkat bahunya.
“Hanya tuhan yang tahu, dan aku yakin, dia seorang malaikat berhati mulia, yang inign menolong malaikat ku juga…”, Jonghyun mencium kening Key.
“Chessy…”Key memukul dada Jonghyun.
“But you still love me…”
“And you too…”

END

Huwaaahh~ tadinya nggak mau happy ending, tapi aku gak tega … awalnya doang agak angst! tapi yasudahlah~

Ayo comment! awas kalau tidak!!!

bye bye🙂

thnx you
ILYSM SUUNDERS!!

39 thoughts on “[Oneshoot/Jongkey] Please dont go.

  1. Ih gila jjong, bikin terharu, rela jadi gigolo biar bisa bantuin key~ ><
    Keren eonn~ buat jongkey lagi dong~ kan banyaknya cuma onkey sama 2min. hoho. oiya, jongyu juga ya eonn.*apaan sih minta-minta aja*
    Siplah, saya suka ff iniiiiii~😄

  2. Hiks sedih unn critanya TT.TT
    Happy ending aja aku udh nangis darah gni #lebay
    Apalgi klo sad ending yah? Hoahhh tsunami kali ya? Kkk~
    Sekyung ny baik eoh dsni suka dh y ampunn ..
    Yg ngbiayain oprasinya key jg sekyung yh kyanya unn?
    Hwaiting unn!!

  3. kayaknya udah telat banget buat coment ya?
    -lirik tanggal publish-

    tapi dari pada gak kan?

    ah, pas bagian jjong nyanyi lagu one(hana), aku jd inget…, pas the first comcert shinee in tokyo…,
    waktu itu kan key nangis pas nyanyi hana…,
    hah sampe skrg, klo aku nonton ulang video itu aku pasti langsung berkaca-kaca!!#gak nyambung

  4. Couple yg slalu bkin aku envy adlah Jongkey.Mrka slalu trlhat mesra di ats panggung.Bhkan Jonghyun slalu melkukan Skinship dgn Key sbgai korbannya.Ahahah.. ff ini mmbuatku sedih brcampur senang,so COOL !!

  5. Akhirny happy end juga…
    Kyakny yg nyumbang jinki ya??
    Tp siapapun dia psti orang yg mnyayangi jongkey…
    Ah,chingu aq usahain komen d setiap one shoot dulu ya,nnti klo dh koment aq bs dpet pw kan?
    Gomawo..

  6. Makin nge-fans aku sama kamu thor… Ff buatanmu bagus semuaaaaa…. Aku suka! Ih, Jjong co cuit bngt…. Pengen digituin juga ama Jjong T,T happy ending… Pokoknya jempol dah buat Ff buatan Eon! b^^d

  7. hyaaaaaaa, kenapa FFnya gk biasa ketebak sih? kirain Key bakalan meninggal, atau gk Key sama Jjong kepisah.
    padahal udah beruarai air mata kesedihan nih tadinya, tapi malah jadi air mata haru, apa lagi waktu tau Jjong mau jadi gigolo buat Key. huwee pengorbanan cintanya dalem bgt T^T

  8. Daebak..bagus ceritanya..authornya keren bikin saya nangis baca ceritanya..onie bikin jongkey lagi donk yg banyak^_^

  9. Haaaàhhhhhhhh….legaaaaaaaaaa !!!😧😧😧
    senangx happy ending😀
    abs awlx blg angs q udh waswas bcx😄

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s