[2min] Your my precious part. 9 of ?


Foreword:

Annyeong, pada kebelet (?) baca FF ini nggak, sumpah, gue nggak tahu ini bakal smpe part berapa, so enjoy aja deh yah? masih banyak yg musti gue tunjukin ttg 2min ini disini, aku suka mereka disini soalnya, bermain-main sedikit dgn mrk🙂
Btw, makasih udh pada komen dan juga nge like this , omo na~~ im really happy!
Oh ya, masih banyak bgt silent reader disini, pengunjung udh bejibun tetep aja masih jd silent reader? hello~~ jaman sekarang utk menghargai karya orang begitu sulitkah? oke, mungkin ada kesulitan dlm pengisian email kali yah? gpp deh … gue maafin🙂

So, enjoy this … leave a comment🙂

by : Sanniiew^^
P/S :
Gomawoo suunders yang udh pada dukung aku, dan juga komennya, makasih muach!! :*

.

.

“Well, Jung …”
“Jung shina … panggil aku shina saja.”, kata perempuan itu tersenyum manis dan duduk menyeruput tehnya.
Key memutar bola matanya dan menyilangkan tangannya didepan dada.
“Kau tidak salah sebut kan? kau yakin kau tunangannya? well, kalau mata mu masih bisa jelas melihat , Minho sudah menikah.”, kata Key santai menunjuk foto dengan figura dibelakang kepalanya, dimana terdapat foto pernikahan Taemind dan Minho.

Perempuan itu berhenti tersenyum, memperhatikan foto itu, dan melirik ke arah Taemin yanh menunduk sedari tadi,
“Aku rasa ini hanya konspirasi saja, tidak mungkin Minho melupakanku dan kemudian menikah dengan …laki-laki?”, tanyanya menyindir dan merendahkan Taemin, Key mengepalkan tangannya, kalau tidak ingat dia perempuan, mungkin sudah sedari tadi ia meninjunya.

“Apa salahnya dengan hal ini? aku rasa sekarang tidak ada yang tidak mungkin, semua sama saja. Setidaknya Minho menikah dengan orang yang tepat.”, kata Key kesal dan menatapnya sinis, Shian mengangkat bahunya acuh dan berdiri.

“Well, aku kesini hanya ingin bertemu dengan Minho, bukan untuk bicara dengan kalian…”, katanya, Key menggertakan giginya.
“Taemin shii .. aku pulang yah? sampaikan salam ku dengan Minho jika ia kembali, dengan segara aku akan bertemu dengannya setelah ia pulang, terima kasih minumnya, sampai jumpa.”, tanpa mendapat sautan dari Taemin dan Key ia sudah menghilang dari balik pintu. Key berdiri dan menutup pintu dengan keras dan mengutuk semua kata-kata tidak pantas didepan pintu.

BLAM!
Ia menoleh , Taemin tidak ada, ia berjalan kekamar Taemin untuk memeriksanya.
“Minnie… aku masuk yah?”, tanpa perlu jawaban dia sudah berjalan mendekat, duduk di ujung kasurnya, dan membelai kepala Taemin yang sedang terbaring dan membenamkan wajahnya di boneka keroronya.

“Minnie… are you oke dear?”, kata Key lembut , ia tidak tega melihat dongsaeng tersayangnya bersedih, Taemin diam sesaat dan membuka wajahnya, matanya memerah dan mengeluarkan air mata.
“U-umaa…”, Taemin bangkit dan langsung memeluk Key, Key ber-ssht dan mengelus punggungnya supaya tenang.

“Sudahlah Minnie… berehentilah menangis, tenang saja, dia hanya perempuan pengganggu… aku tidak yakin Minho juga menyukainya…”, kata Key menangkup kedua pipinya, Taemin sesenggukan.
“T-tapi…”
“Sshht… ingat dengan yang kukatakan kan? Minho hanya mencintaimu, dan kau pasti sudah tahu itu, untuk yang satu ini, serahkan padaku saja jika ia berani mengganggu hubungan kalian…”, kata Key tersenyum dan mengelus kepalanya,

KRINGG KRINGG
Mereka berdua terkejut ketika ponsel Taemin bergema, Taemin dengan cepat mengambilnya dari meja belajarnya.
“MINHO HYUNG!!”, teriaknya histeris,
“Yang benar?”, tanya Key semangat, tangan Taemin bergetar, wajahnya panik, dan dia mulai mengetukkan kakinya kalantai tanda panik.

Key mengerutkan alisnya dan berdecak kencang, “ANGKAT! PALLI!!”, teriak Key kesal , Taemin menggeleng gugup.
“Nggak mau… aku takut…”, kata Taemin hampir menangis, Key menganga.
“ISSHH… apa yang ditakutkan sih? akh!! cepat angkat!! aish!!angkat!!”, perintah Key kesal, membuat Taemin merasa tersudut, akhirnya ia meletakkan jarinya di tombol answer dan

“Y-yoboseyo?”. jawab Taemin memejamkan matanya.

“Minnie ?? i miss you baby…”, tepat ketika Minho berkata seperti itu Taemin terpaku dan air matanya mengalir, dia terdiam , tidak ada kata yang keluar, hanya air mata yang jatuh menandakan bahwa ia sangat senang mendengar suara Minho hyungnya.

Key yang melihat hanya bisa berdecak dan menyenggol badannya untuk berbicara hal lain.
“Taemin? kau disana? Minnie… kau baik-baik saja kan?”

“I-iya… hyung ah~ …”

“Mianhe baby aku telat menghubungi mu, aku lelah sekali kemarin, apa kabar mu?”
“B-baik Hyung …” kemudian diam, Minho diseberang sana tahu ada yang salah.

“Minnie…”
“N-ne?”
“Apa ada sesuatu yang membuat mu merasa terganggu? kau bisa katakan padaku sekarang juga…”, apakah harus? apakah ia harus tanya tentang perempuan itu padanya? Key yang mendengarkan disamping telinganya menyuruhnya mengatakannya, namun Taemin menggeleng.

“A-anio Hyung … aku baik-baik saja kok, apa kau sehat?”, diam sesaat dan hanya helaan nafas yang terdengar.
“Ne, im fine baby … just miss you so badly… berjanjilah padaku kau akan sehat-sehat saja, oh, aku harus pergi, nanti aku hubungi lagi yah sayang?”, Taemin melirik ke arah Key dengan wajah sedih.
“Ne hyung… ”
“I love you…” diam sesaat dan menahan air matanya.
“I-i l-love you too…” terdengar suara tawa kecil disana,
“I know baby … muach… bye…”
“B-bye…”, dan mati, tubuhnya jatuh di atas kasur, ia lemas, entah apa yang ia rasakan, obrolan singkat, dan merubah semua moodnya, ia bingung, apa ia harus percaya dengan Minho, atau dengan perempuan itu , tapi dengan Minho melakukan itu semua padanya, kepercayaan dirinya timbul lagi.

“Hei kenapa? apa yang ia katakan? kenapa kau tidak katakan padanya, bahwa ada son of a bitch datang mengganggu hubungan kalian?”, tanya Key gerah, Taemin melirik ke arahnya dan menarik nafas.
“Hyung…”,
“Wae?”

Taemin menarik nafasnya dan menatap lurus Key, “Aku … aku percaya dengan Minho hyung…”, Key mengerutkan alisnya, dan sedetik kemudian dia tersenyum lebar.
“Horeeee~~ Minnie, kau sadar apa yang kau katakan barusan? kau hebat, itu baru Minnie ku, bagus, ini awal yang bagus untuk hubungan kalian, benar memang, kepercayaan adalah hal utama, good then..jangan percaya dengan omongan nenek grandong itu, arra?”, Key memeluk Taemin dengan semangat, Taemin tersenyum dan memeluknya balik. Yah, hanya itu yang bisa ia lakukan, ia tidak mau lagi menjadi lemah, ia tidak mau kehilangan Minho nya, ya kan? ya…

.

.

Berkali-kali Minho melihat ke arah luar, matanya kurang fokus dengan berkas yang ada dimejanya, ia tahu ada yang terjadi dengan Taemin kemarin malam, dan ia tahu harus mencari tahu kesiapa.

“Tuan Minho…”,
“Ya?bagaimana? ada berita apa disana?”, tanya Minho pada butlernya.

“Well, Tuan … sebenarnya tidak ada yang terjadi, namun…” Yoseob sang butler setianya itu berhenti sebentar.
“Namun? apa ?”

“Hmm… Nona Shina kembali ke Seoul, dan … menurut berita yang saya terima, ia tiba ketika Tuan berangkat kesini, dan.. kemarin berkunjung kekediaman Tuan..” wajah Minho mendadak tegang, kekediamannya? dimana? keluarga Choi? atau…
“Kerumah ku atau ke rumah Choi?”, tanya Minho, butlernya itu hanya terdiam dan ketika ingin menjawab ia langsung berdiri

“T-Tuan, Tuan mau kemana? kita masih ada rapat …”
Minho berhenti sejenak, “Aku akan keluar cari udara , aku akan telat 20 menit, bilang mereka untuk menunggu ku , jika tidak mau, silahkan pergi”, kata Minho tegas, membuat butlernya terkejut, namun tidak bisa bilang tidak dan membiarkannya pergi begitu saja.

Shina, Jung shina, mau apa lagi kau? kenapa kembali setelah sekian lama? apa yang kau rencanakan? pikirnya, dia harus segera pulang bagaimanapun ia harus cepat menyelesaikan pekerjaannya dan kembali pada Taemin, ia tahu, wanita itu tidak akan diam saja tanpa mengganggu Taemin sedikit pun.

.

.

“Taemin shii…”, Taemin menoleh, dia terkejut, wanita itu, Jung shina, sudah berdiri didepannya.

Stay cool Taemin, kau bisa mengatasinya, “Hai, Shina Noona…”, jawabnya tenang, Shina tersenyum dan memajukan langkahnya.

“Bisa kita bicara sebentar?”, tanya nya, Taemin terdiam sesaat dan mengangguk.

.

“DUBU! AKU TIDAK MAU TAHU, CEPAT SUSUL MY MINNIE!! AKU TIDAK ADA WAKTU UNTUK MENJEMPUTNYA, AKU DAN JJONG SEDANG..AAHH NANTI DULU JJONG!!”

Jinki menjauhkan ponselnya dari kupingnya, aish, bocah ini suka berteriak dari dulu…”YAH, JINKI HYUNG, CEPAT JEMPUT TAEMIN, AKU DAN KEY SEDANG ADA BISNIS BUAT ANAK…AWWW!! SAKIT!!”

“YAH SHUT UP YOU DINO PABO HEAD!!”,
“YA-YA YAH!! SHUT UP YOU BOTH! ARRASOO …”, teriak Jinki kesal.

Key hanya mendengus “Good, gomawo, annyeong!!”, tuut tuut tuut …
Jinki melihat ponselnya kesal , tanpa mereka suruh juga dia sudah ada niatan untuk bertemu dengan Taemin, sementara Minho tidak ada, sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga dongsaeng tercintanya itu. Dan disinilah ia, sudah berdiri diparkiran dan bersiap menuju gedung Taemin.

“Loh itu …”, Jinki berhenti sejenak dan terpaku, itu bukannya Taemin dan …

.

“Jadi … ada apa?” tanya Taemin membuka pembicaraan, dia masih bersikap tenang, hanya ini yang bisa ia lakukan, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk pertahankan Minho, dan dia juga sudah janji akan percaya dengan Minho.

“Well, aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu…”, kata perempuan itu menyeruput tehnya,
“Tentang?”,
“Jujur saja, aku terkejut mendengar berita Minho oppa sudah menikah, dan ternyata dia menikah dengan mu… kau tahu kan aku ini tunangannya?”, tanya perempuan itu, Taemin terdiam, setahunya ia tunangannya, dan kakek mereka yang menentukan, mana mungkin ia punya saingan sebelumnya?

“Aku tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya, aku tidak mau meributkan siapa yang menjadi tunangannya terlebih dahulu, aku hany ingin tahu, kemana arah pembicaraan mu sebenarnya?”, tanya Taemin dingin, wanita itu tersenyum lagi.
“Kalau aku minta kau bercerai dengan Minho dan mengembalikannya padaku kau bisa?”, tanya wanita itu, wanita jalang sialan! dia pikir Minho itu barang? Taemin menahan emosinya, ia mengepalkan tangannya kesal, air matanya ia tahan sebisa mungkin.

“Kau bisa minta sendiri dengannya jika mau.”, kata Taemin singkat, dan berdiri.
“Maaf, aku masih ada urusan, kalau kau masih mau membahas ini lain kali saja, aku tidak punya waktu untuk berbicara hal tidak penting seperti ini…”, kata Taemin membungkuk sopan.

“Dan ..”, Taemin berbalik lagi “Coba saja kau rebut darinya jika kau bisa, aku tidak akan diam saja jika kau mau mengangkat masalah ini.”, kata Taemin berlalu, Shina hanya diam saja, dia menggertakan giginya, sementara Taemin keluar dengan langkah mantap, walau jantungnya berdebar cepat, kau lihat Minho? aku bukan lagi Taemin yang lemah, dan ini karena dirimu, aku akan kuat karena mu.

“Shina…?”,

“J-jinki oppa?”

“Kenapa kau disini? dan kapan kau kembali? lalu … kau kenal dengan Taemin?”, Shina terkejut, dari mana Jinki mengetahui Taemin,dan kenapa ia bisa bertemu dengannya disaat seperti ini?

.

.

Taemin berjalan menyusuri stasiun dengan tatapan kosong, apa yang ia lakukan, ia baru saja mengibarkan bendera perang pada orang lain? apa yang akan dikatakannya jika Minho tahu akan hal ini? apa reaksi Minho jika ia tahu bahwa ada orang di masa lalunya datang dan memintanya untuk mengembalikannya.

Taemin berhenti berjalan, bagaimana kalau ternyata mereka dulu benar bertunangan, dan bagaimana kalau Minho menyukainya, bagaimana kalau ternyata Minho ada hubungan spesial dengannya dulu. Ia mulai panik, ia bersandar di dinding, matanya melihat ke ujung kakinya, apa yang akan ia lakukan? apa ia mampu mempertahankan Minhonya?

“Aku pasti bisa… aku pasti bisa, kau mencintai ku kan? ya kan Minho?”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, ia menarik nafas dan mengusap kedua matanya, mencegah air mata jatuh di pipinya.

Drrtt drrt drrt

Taemin mengambil ponselnya, ia mengatur nafasnya berusaha sebaik mungkin.

“Yoboseyo Hyung …”,
“Minnie… kau dimana?”
“A-ah? aku di stasiun? wae?”
“Stasiun dekat kampus?”,
“Ne?”
“Oke jakkaman .. jangan naik kereta dulu, aku kesana, annyeong..”
“Eh Hyung—“

Taemin menatap ponselnya yang mati seketika, ia menarik nafas, setidaknya ia lega, Jinki hyung akan menemaninya, ia hanya butuh seseorang sekarang.

.

“Key, ini aku Minho.”
“YAH! ADA APA?”

Minho mengerutkan alisnya, apa ia memang suka menggebu-gebu? “Hei, aku menyapa dengan sopan ya? kau tidak bisa memelankan sedikit suara mu itu hyung? aish.”

Terdengar erangan bosan dibalik sana, “Mworago? palli, aku sedang sibuk.”,
Minho memutar bola matanya , ” Oke, aku buat singkat saja, aku sudah tahu disana ada seorang wanita bernama Jung shina, apa kau sudah dengar namanya, dia pasti akan mengatakan hal yang aneh tentang hubungan kami, yang aku mau katakan, semua yang ia katakan itu tidak benar, yang jelas, kau harus membantu ku untuk meyakinkan istri ku itu kalau kami tidak ada hubungan Key.”, kata Minho dengan sekali nafas,

“YAH! kenapa kau tidak jelaskan sendiri?!”,
“Aku bingung mengatakannya, yang ada dia nanti menangis, aku tidak mau itu… ayolah Key… “, terdengar erangan lagi.
“Baiklah baiklah… tapi dengar yah kau choi, kalau sampai ada suatu hal yang membuatnya terluka, akan kupatahkan leher mu, dan CEPAT KEMBALI PABO!”, teriak Key dan mematikan ponselnya, Minho mengerang kesal, masalah satu selesai, sekarang, tinggal 2 masalah lagi, pertama, dia harus cepat bereskan semua kerjaannya, dan menghubungi Taemin, dan pulang secepatnya.

Ia melihat note di ponselnya.
16 juli,  2 hari lagi … ia harus cepat pulang.

.

.

“Hyung, kita mau kemana?”, tanya Taemin bingung yang sedari tadi diam duduk di kursi penumpang, dan Jinki sudah membawanya pergi selama 1 jam, entah mau kemana.

“Kemana yah? cari udara segar dan menyegarkan pikiran…”, katanya singkat dan mengelus kepala Taemin, Taemin sedang malas berdebat, ia hanya mengangguk dan melihat keluar.

Jinki melirik ke maknaenya, ia menarik nafas, aku tahu kau berpikir yang tidak-tidak Taemin, tapi percayalah, Minho tidak akan mengkhianatimu, aku tidak kenal baik dengannya , tapi aku percaya dia, itu alasanku melepaskanmu Taemin. kata Jinki dalam hati.

“L-loh loh loh… HYUNG!”, Taemin tersadar dia ada dimana, ia menoleh ke arah Jinki yang tersenyum lebar.
“Hehehe… sudah lama yah? “

“Hyung~~~ aku tidak sangka kau akan membawa ku kesini… huaaahh~~~”, Taemin membuka kaca mobil dan menghirup udara segarnya, bau pepohonan , dan semilir angin, dan juga terdengar desiran ombak, dia tidak akan pernah lupa suasana ini, meski lama sekali.

Jinki tersenyum melihat Taemin kembali sedia kala, ia menarik nafas.

“Hyung, palli… huaahh~~ ombak…”, Taemin berlari melepas sepatunya dan kepinggir pantai.
“Dinginnn~~ hyung siniii~~~”,

Jinki hanya tertawa dan duduk di pinggir pantai tidak jauh dari tempatnya Taemin bermain air, ia selalu seperti itu, sama seperti 15 tahun yang lalu, semua akan selalu tampak sama dimata Jinki, ia selalu menjadi orang yang spesial, menjadi saudara terbaiknya, dan akan selalu menjadi adiknya yang paling imut sedunia, ia tidak pernah menyangka akan mempunyai adik sepertinya, keluarga Lee sangat baik hati, dan ditambah hari-harinya dengan Taemin,semua terasa sempurna, ia mempunyai banyak hutang dengan sema kebaikan keluarga Taemin.

“Hyung!!”,

Jinki terkejut melihat Taemin berdiri didepannya.
“Wae?”, jawabnya tersenyum,
“Gomawo!!”, kata Taemin menunduk dan mencium kening Jinki, Jinki terkejut.
“Gomawo hyung… kau selalu ada untukku…” Taemin langsung duduk di sampingnya.

Tidak ada kata yang terucap, Jinki hanya terdiam, ia mengingat semua yang terjadi saat di cafe itu.

Flashback~

“Kau … mengenal Taemin?”, tanya Jinki, wajah Shina bingung sekaligus panik.
“K-kau bagaiamana kau juga kenal dengan Taemin? dan … kenapa kau disini Oppa?”, tanya Shina bingung.

Jinki duduk didepannya, “Aku adalah kakaknya, kau lupa keluarga ku bermarga Lee juga.”, katanya tenang, Shina terkejut dan matanya menghindar dari tatapan Jinki.
“Lalu, ada urusan apa kau dengan Taemin? dan kenapa dia tadi begitu terlihat marah padamu…? ada apa Shina?”, tanya Jinki, dia masih tidak mau menjawab dan tangannya gemetar, apa ia harus mengatakannya?

Jinki menarik nafas dan menggenggam tangan Shina yang dingin, ia terkejut “O-oppa…”
“Katakan padaku, ada apa? kau lama berteman dengan ku kan?”, Shina menelan ludah, tidak bisa, tidak pada Jinki yang selama ini baik padanya.
“Ayolah Shina…” bujuk Jinki, Shina ingin mengatakannya namun …

PLAK!
“Hei, ada apa dengan mu?”, tanya Jinki heran karena tangannya ditepis oleh nya.
“Ini bukan urusan mu sama sekali oppa aku ada urusan apa dengan Taemin, kau tidak tahu apa -apa tentang ku, aku hanya ingin dia meninggalkan Minho secepatnya, kalau perlu ceraikan dia, dan berikan Minho padaku, kalau dia tidak mau menerima resiko.”, kata Shina berdiri, Jinki tidak mengerti ada apa.

“Hei tunggu dulu, apa maksudmu, kenapa kau berbuat seperti ini? aku tidak mengerti? ada apa dengan mu Shina?”, tanya Jinki heran mencegah tangannya, lagi, Shina menepisnya dan membuang mukanya.
“Aku sudah bilang kau tidak tahu apa-apa Oppa. Sampai jumpa.”

“Tunggu!”, Shina terpaku ditempatnya.
“Shina, aku tahu ini bukan kau, aku tidak tahu ada apa, tapi ingatlah aku akan membantu mu, kita teman kan? dan kumohon, jangan lakukan apapun pada adikku, dia tidak sekuat yang kau pikir.”, kata Jinki pelan, Shina terdiam dan berbalik.

“Teman ya? tapi ak berbeda sekarang oppa, dan terima kasih atas infonya, tapi aku tidak akan melepaskan Minho begitu saja.”, katanya dan berlalu.

Jinki menatap punggungnya yang menghilang, ada apa dengan temannya itu, teman yang ia kenal baik di Amerika, dan dia sangatlah berbeda sekarang, apa yang merubahnya? ada sesuatu yang tidak beres.

Endflashback~

“Hyung…hyung!!!”, Jinki terkejut,
“Hyung! kau kenapa? kenapa kau melamun? aku pikir kau kenapa? bikin aku takut saja…”, kata Taemin panik. Jinki tersenyum dan mengelus kepalanya.

“Anio…mianhe Taeminniee .. aku hanya sedang banyak urusan dikantor.”, kata Jinki berbohong,
“Benarkah? appa tahu masalah ini? apa kau baik-baik saja? haruskah aku katakan pada appa hyung?”, tanya Taemin panik, Jinki berdecak dan mencubit hidungnya.
“Sakit~~” cemberutnya.
“Tidak usah, aku ini kan hebat, aku masih bisa atasi semuanya sendiri…”, kata Jinki merangkul pundaknya.

“Jinjja? aku hanya khawatir padamu Hyung, menjadi pewaris utama itu tidak mudah…’, kata Taemin menarik nafas, Jinki berdecak.
“Yang harus dikhawatirkan itu adalah kau … bukan aku…”, kata Jinki menatap Taemin penuh arti. Taemin jadi salah tingkah dan melengos.
“A-apa? aku tidak apa-apa…?” jawabnya gugup.

“Liar …”, ledek Jinki.
“No.”
“Yes.”
“No”
“No”
“Yes”
“NAH!”, teriak Jinki menang, Taemin menganga.
“ANIO ANIO ANIO!!!”, Taemin menggeleng mantap. Jinki berdecak dan menatapnya curiga, Taemin menarik nafasnya.

“Baiklah… yess…”, jawabnya pasrah, Jinki tersenyum.
“So what is it?”,

“Hmm… i dunno, aku hanya meragukan kemampuanku..”
“Tentang?”, Taemin menatap Jinki dan kemudian menatap lurus ke ombak yang saling bergulir.
“Aku … tidak yakin apakah aku cukup baik untuk Minho Hyung, aku ragu aku bisa pertahanin dia Hyung .. aku takut..tidak bisa—” sebelum Taemin meneruskannya ia sudah menangis, shitt! selalu seperti ini, dia benci punya sikap sensitif , dia benci pada dirinya yang mudah menangis. Jinki menarik nafas dan membenamkan kepala Taemin kepundaknya, membiarkan nya bersender dibahunya.

“Taemin, berhentilah berfikir negatif, kau hanya perlu percaya pada dirimu sendiri, kau juga harus percaya pada Minho, kau tahu, terkadang menjalani suatu hubungan itu sangat sulit, layaknya ombak, bisa pasang surut, dan layaknya bumi bisa berotasi dan berevolusi, layaknya matahari yang timbul tenggelam, semua harus ada prosesnya, dan itu tidak semudah membalikkan telapak tangankan? Tuhan menciptakannya secara teratur dan terorganisir dengan baik di suratan takdirnya, jadi aku rasa, jika kau memang sudah di takdirkan dengan Minho kau pasti bisa bersamanya, namun takdir masih bisa berubah, jika manusia mau berusaha, arraso?”, jelas Jinki panjang lebar.

Taemin terdiam sesaat, ia mencerna kata-kata Hyungnya ini, ia tahu Jinki bukan bermaksud menggurui, itulah Jinki hyung, dibalik sikapnya yang clumsy dan cengar cengir, dia adalah orang yang tenang dan juga bijak.

“Hyung…”

“Hmm?”,

Taemin menegakkan tubuhnya, “Aku tidak tahu jika aku tidak memilikimu, aku bersyukur kau ada disampingku, berkat mu aku belajar banyak Hyung… gomawo..”, kata Taemin memeluk Hyugnya itu, Jinki tersenyum dan membelai kepalanya.
“Ne… sama-sama … aku akan ada untukmu kapan pun kau butuhkan…’, jawabnya, Taemin tersenyum dan memeluknya lebih erat.

.

.

“Yoboseyo Mr.park, bisa carikan info untukku? ne …cari tahu tentang keluarga Jung shina … ne..gomawo…”, Jinki menoleh ke arah Taemin yang tertidur pulas di kursi penumpang, ia tersenyum dan membelai rambutnya.

“Tenang lah Minnie… semua akan baik-baik saja, aku janji.”, katanya, dan menancapkan gasnya menuju kediaman keluarga Lee.

.

.

Taemin menngerjapkan matanya dan merenggangkan tubuhnya, ia mengusap mata kantuknya, dimana ini? ini bukan kamar nya.. tunggu tunggu…

Dia mengenal tempat ini, ia terduduk dan mengedarkan pandangannya, setelah ia tahu ia dimana ia terlonjak senang.
“IM HOME!”, teriaknya senang, ia senang berada di rumahnya sendiri, ia merindukan rumahnya. Ia beranjak dari kasur, kekamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya.

Setelah itu ia keluar kamar dan berpapasan dengan para pelayan, ia memeluk mereka satu persatu, sudah lama rasanya, ia merindukan suasana rumah ini, pelayannya senang karena bisa bertemu lagi dengan majikannya yang tidak pernah membedakan status mereka, dan menganggap mereka teman, tidak.. semua keluarga Lee memang begitu.

“Appa?”,

Mr.Lee menoleh dari balik korannya dan tersenyum ketika melihat namja didepannya.
“Anakku … kemarilah…”

“APPPAAA!!”, Taemin berlari dan memeluknya. Appanya tertawa dan memeluk anak keduanya itu.
“Appa… aku kangen sekali, bagaimana kabar mu? kau sehat? maaf kan aku tidak pernah menjenguk mu appa… apa kau masih sibuk appa”, tanya Taemin beruntun.

“Hhahaha… appa mu ini sehat nak, kau lihat kan appa masih gagah? tidak apa-apa… appa tahu kau sibuk juga …”, kata nya mengelus kepala Taemin lembut.

“Minnie?”, Taemin menoleh.
“Key umma….”, Taemin berlari ke arah Key dan memeluknya.

“Wowowowo… kenapa kau bisa disini? aigo!! aku senang sekali…”, teriak Key senang.
“Yah, calm down Key … dia hanya pulang kerumah, tidak usah heboh, aku yang membawanya kemarin.” sergah Jinki dari belakang mereka.

“Jinki hyung?” “Onew Hyung?”, sahut mereka bersamaan, Taemin berlari ke pelukan Jinki.
“Morning Hyung…”, Jinki mengelus kepalanya,
“Morning Minnie… tidur nyenyak?”, tanyanya, ia mengangguk.

“Oke, cukup nostalgianya, bisakah kita sarapan?”, ledek appanya, mereka bertiga tertawa dan menyapa Mr.Lee kemudian duduk dikursi masing-masing, menikmati sarapan mereka dengan riang , saling bercanda dan membicarakan ini itu, pagi yang indah, pemandangan yang sudah jarang , mengingat keempatnya saling sibuk satu sama lain, namun mungkin kali ini adalah kebetulan yang menyenangkan bagi mereka.

.

.

“Ng..hyung…”,

“YAP?”, tanya Key yang asik mengaduk adonan kue untuk Taemin, mereka berdua mengisi waktu didapur untuk mencoba resep kue baru buatan Key dan masak bersama, tepatnya Key yang masak dan Taemin duduk melihatnya.

“Hmm.. kalau kau ulang tahun, apa Jonghyun hyung memberikan kado untukmu?”, tanyanya, Key tersenyum dan melirik kearahnya.
“Kenapa? kau menginginkan sesuatu dari Minho untuk ultah mu besok?” wajah Taemin memerah, Key berdecak, kenapa sudah mau berumur 21 tahun dia masih seimut ini?

“A-anio… aku hanya tanya hyung…’, sergah Taemin, Key berhenti mengaduk adonan dan duduk didepan Taemin.
“Hmm… jjong memberikan sesuatu untuk ku, waktu tahun lalu dia belikan aku anting-anting ini …”, kata nya menunjukkan pada pearchingan ditelinganya yang berwarna biru, well… Key berteriak senang ketika ia menerima kado itu, batu saphire dari jonghyun.

Taemin hanya mengangguk “Tapi … kau tahu, hmm.. gimana yah? aku dan Jonghyun selalu berakhir di…ranjang…”, kata Key dengan wajah merah, Taemin yang mendengat langsung menunduk malu dan memerah juga.
“Ahahaha… sudahlah lupakan itu…’, kata Key tertawa garing, dan berdeham menghilangkan suasana canggungnya.

“Well, kenapa kau tidak bilang apa yang kau mau dengannya?” tanya Key, Taemin cemberut.
“Hyung~~ kau lupa? dia di Amerika sekarang, aku tidak berhubungan dengannya, dia juga belum menghubungi ku dari 2 hari lalu itu, aku rasa dia juga tidak ingat ultah ku…”, jawab Taemin sedih dna air mata menggenang, ia menopang dagunya malas.

Key menarik nafas.”Aish, si alien itu ya… sudah sudah, jangan dipikirkan, Minho pasti sedang ada urusan sangat penting, nanti aku suruh Jonghyun menghubunginya, gimana? kau mau melanjutkan cake banana ini tidak?”, tanya Key, Taemin mengangguk pasrah, Minho… aku kangen, pikirnya.

.

.

“Permisi, Tuan Jinki …” Jinki mendongak dari berkas-berkas dimejanya.

“Oh, Mr.park, silahkan masuk … bagaimana?”,tanya Jinki.

“Ya, aku berhasil mendapatkan informasi Tuan, dan ini laporannya tentang keluarga Jung …”, Jinki memeriksa berkas ditangannya dengan teliti, matanya terkejut dan menatap butler didepannya.

“Oh, ini…”, Mr.park mengangguk,
“Ya benar Tuan, dan untuk masalah Nona Shina…dia…”

Jinki mendengarkan butlernya itu bicara , ia tidak percaya yang ia dengar kenapa bisa begini?

.

.

“Tuan Minho, semua sudah siap…”, kata Yoseob butlernya itu, Minho memutar kursinya dari arah jendela dan tersenyum, ia berdiri dan mengambil jasnya.

“Gomawo Yoseob … kajja…”, katanya tersenyum , memakai jasnya , dan kemudian keluar sambil menekan tombol send message.

Minnie … i miss you
Saranghae Minho ^^

CUT!!

Adudududuh … pegel …nah segini dulu yah? kayaknya masih panjang nih partnya , kekekek~

Btw, comment dong, dan hargai semua FF disini, no bashing juga, kalau ada kritik dan saran, harap disampaikan secara sopan yah? ingat! hanya komen yang baiklah yang dapat diterima.🙂

Terus dukung semua author disini🙂

Cek hasil kerja kami di page Collection FF yah? ehehehe~~

Gomawo^^bye (^^)/

102 thoughts on “[2min] Your my precious part. 9 of ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s