[jinboon]straight-because you love me


ANNEYONG HASEO!!WKWKWKW..TAK INGIN BANYAK BICARA. HANYA INGIN BILANG INI JINBOON! JINKI X GWIBOON..RCL PLEASE.. YANG KAGAK RCL PANUAN, KUDIAN, SIAL PERMANEN DAH!! XDXD OH YEAHH..INI SEBENERNYA VER JINBOON DARI ONE NIGHT AT HAN RIVER…KEKEKEKEY~
Oh ya..ini song fic dari lagu celine dion-because you love me.. mari putar lagunya!!!

Title                  : BECAUSE YOU LOVE ME
Author              : Keysha
Cast                 : Jinki x gwiboon
Genre               : STRAIGHT, romance, fluff
Length              : One shot (song fic)
=======================================================================

For all those time you stood by me.
for all the truth that you made me see.
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I’ll be forever thankful baby
.
.
“Lama menunggu?” sebuah suara lembut yang mampu memecah keheningan seorang namja tampan di ujung sana. Duduk termangu menumpu dagu diatas tangan yang bertumpu pada lutut yang di tekuk. Mata sabitnya menerawang kosong kedepan, menatap sungai han yang memantulkan kilauan silau lampu kota seoul di malam hari. Oke, mungkin ia akan dianggap gila jika ada yang memergokinya sendirian disini, di tengah malam terduduk dengan suhu yang diluar batas. Err..yeah.. seoul mulai masuk musim dingin, dan ia disini tanpa penghangat tubuh yang berarti. Gila. Err..yeah..walaupun seperti itu kegilaannya tentu beralasan hingga membuatnya ada disini sekarang. Hmm..untuk yeoja manis yang sedetik lalu menepuk pelan bahu lebarnya. Zzz…yeppeo! Dengan balutan kaos lengan panjang krem, ditumpuk sweater putih rajut yang agak tebal dan scarf motif tipis transparan yang melingkar pada leher jenjang itu. Rambut coklatnya di kuncir dua dan diposisikan menutupi kedua bahu sempit itu. Dipadu skin tight jeans coklat serta kupluk rajut warna senada. Yeppeo..neomu yeppeo. Tak pernah bosan menggumamkan kata itu walau mulutnya harus berbusa nanti karena over dosis kata ‘yeppeo’ untuk memuji betapa cantiknya makhluk yang sekarang menghempaskan butt-nya teoat di samping si namja. Menatap si yeoja yang tersenyum simpul, memelintir ujung scarfnya setelah sebelumnya menyapa dengan lirih. Mungkin tak terdengar karena namjaini terlalu terpana dengan apa yang sedang di kaguminya sekarang. Hanya saling diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing tanpa ada yang bersuara.

“Err..otte? apa sudah rampung dengan proyekmu?” oohh..akhirnya membuka percakapan setelah lima belas menit saling membisu. Yeoja itu mengerjapkan matanya pelan, menarik ujung-ujung bibir cherry yang tipis membentuk seulas senyum.

“Almost done..hehe” yeah..hanya terkekeh pelan, meremas ujung scarfnya lebih erat, menatap ke bawah. Memandangi ujung flat shoes krem yang ia kenakan.

“Lembur?” mengangkat wajah tampan itu pelan , menolehkan pandangannya pada si yeoja. Diam, menatap lekuk-lekuk wajah cantik itu lekat selagi menunggu jawaban pasti selain sebuah dengungan tak jelas darinya.

“Ya..kim gwiboon, answer me please..” mencubit gemas pipi tirus yang sedikit bersemu dan semakin merona. Pengaruh suhu udara kah?  Ck, berhasil membuat yeoja bernama kim gwiboon itu mengangkat wajah yang sedari tadi di tundukkan. Mengerucutkan bibir dan menatap kesal pada si namja.

“Nee..lee jinki, aku lembur..” balas memencethidung bangir yang melengkapi wajah tampannya. Kyeopta! Mengelus pipi gembul jinki, membuat namja itu terkikik geli.

“Mian nee.. aku terlalu asyik dengan pekerjaanku sampai-sampai aku lupa kau menungguku disini..mianhae..” menyisipkan jemari lentik itu di sela-sela poni hitam jinki yang agak turun menutupi mata.
.
.
You’re the one who held me up.
never let me fall.
You’re the onew who saw me trough it all
.
.
“Gwaenchana..umm..” menangkap tangan kurus yang masih asyik bermain pada poninya. Membelai lembut punggung tangan yang terasa dingin. Pabo. Bahkan sama-sama lupa untuk memakai sarung tangan. Gwiboon tersenyum canggung, menatap wajah tampan yang hanya berjarak sekitar sepuluh centi dari wajahnya sendiri. Melayangkan tatapan teduh serta senyum lebar yang membuat pipi gembulnya mengembang, menghilangkan dua mata sabit menjadi sepasang garis vertical sejajar. Aigoo..aigoo..dengar detak jantung itu bergemuruh dalam rongga dada gwiboon. Membiarkan telunjuk jinki berjalan pelan menyusuri lekuk-lekuk wajahnya. Yeaahh..so cheesy..
.
.
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith cause you believe
I’m everything I am
Because you love me
.
.
“Hihi..yeppeo!” mengapit hidung mancung gwibon di antara jari telunjuk dan tengah. Sukses membuat yeoja manis itu meringis pelan, menepis kasar tangan jinki yang masih mengapit hidungnya, kemudian merenggut kesal. Menepuk kepala namja itu keras-keras hingga jinki mengaduh dengan volume yang nyaris mencapai maximal. Err..memicingkan mata indahnya pada jinki.

”DUBU JELEK!!” menjulurkan lidah keluar, beringsut bangkit dari duduknya dan berdiri.

”So?” menaikkan alis tebalnya sebelah seolah menantang perkataan gwiboon barusan. Err..hanya dibalas sesingkat itukah?

”Menyebalkan!!” merengek dengan nada kekanakan seraya menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Membuat rumput basah yang tumbuh di sekitar menjadi lepek dan berantakan.

”Ya! Aku memang menyebalkan.. waeyo? Tak suka eoh?” menumpukkan dagunya pada topangan kedua tangan. . mengerling nakal pada gwiboon yang mendngus keras, menciptakan kepulan asap tipis yang jelas terlihat beradu dengan suhu malam. Err..yeppeo! yeppeo! Neomu yeppeo! Seperti ingin selalu mengatakan kata itu..seratus kali, seribu kali, sejuta kali, semilyar kali..aahh..berapapun itu selama ia ada di sisi yeoja manis bernama gwiboon ini.

”Nee1 kau menyebalkan..sebal..sebal..sangat menyebalkan! Aku tak suka!” menyilangkan kedua tangan di depan dada, bersidekap dan mengambil posisi memunggungi jinki.

”Lalu..kenapa kaumau denganku eoh?” beranjak berdiri menyusul gwiboon yang masih bermanyun ria. Melingkarkan kedua lengan kekarnya pada pinggang ramping itu. Menariknya kebelakang hingga bagian depan tubuhnya menempel dengan punggung gwiboon. Menaruh dagu itu di bahu sempitnya. Masih menunggu respon dari yeoja ini selain sebuah dengusan dan gumaman tak jelas. Sesekali terdengar seperti umpatan yang begitu lirih.

”Hey baby..eottohka baby girl?” berbisik tepat di telinga gwiboon, membuat yeoja itu merinding. Yeaahh..melepaakan tubuh mungilnya dari dekapan jinki, membalikkan tubuhnya gesit hingga saling berhadapan dengan namja tampan itu. Menatap sengit kedalam mata sabit jinki, semakin memicing saat namja itu mulai menaik-turunkan alisnya menggoda. Oh..please! stop it!

”Nappaun! Nappeun! Nappeun namja..i hate you jinki-ah!” memekik histeris seraya melayangkan kepalan tangannya ke dada bidang jinki. Mulai memukuli namja itu secara brutal. Bahu, lengan, dada, bahan kepalanya pun tak luput dari incaran pukulan gwiboon.

”Aw! Aw! Ya! Gwiboonie..stop it. Appo!” menjauhkan wajahnya dari kepalan mungil gwiboon yang masih terus bergerak. Meringis pelan kepalanya yang baru saja terkena pukulan telak. Uhh..butuhkah sebuah jawaban dari bibirtipis itu dari pertanyaannya tadi? Sepertinya tidak, karena jinki tau semua alas an gwiboon memilih dirinya. Maju beberapa langkah mendekat pada gwiboon.

”Kita putus!” pekik yeoja itu menatap tajam jinki yang sedikit terlonjak kaget dan sedetik kemudian menyeringai lebar. Eoh? Putus? Putus? Hanya karena masalah ini? Aigoo..
bahkan diam saat namja itu tersenyum simul saat meraih tas selempang yang tergeletak di atas kursi kayu panjang, hendak meninggalkannya sendiri di sini.

”OKe, kalau itu maumu kim gwiboon. Kita putus. Anneyong gwiboon-ssi” melambai lemah pada yeoja yang malah sekarang membulatkan mata.

SRET

berlari kecil, menarik lengan jinki dan menahan namja itu untuk melangkah lebih jauh lagi.

”Ya! Waeyo? Kau bilang ingin putus kan?!” mendelik tajam pada gwiboon yang mengeluarkan puppy eyesnya setelah sebuah tatapan nanar yang ia berikan pada jinki.

”Aku tahu kau hanay bercanda jinki-ah..” menyipitkan matanya seraya memainkan bibir tipis itu imut. Jinki terkekeh, melepaskan gamitan gwiboon pada lengannya dan berdiri tegak.

”oohh..jinjja? bias kau jelaskan kenapa kau bias menyimpulkan spesikulasimacam itu kim gwiboon?” menaikkan lagi sebelah alisnya, memandang remeh. Membenarkan letak tas selempang hitam yang agak merosot dari bahu lebarnya.

”Because you love me”

.
.

You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I’m grateful for each day you gave me
Maybe I don’t know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you
.
.
tersenyum simpul, meletakkan kembali tas selempangnya ke atas kursi keyu panjang. Menepuk-nepuk pelan kepala gwiboon sebelum menyisipkan kedua lengan kekarnya untuk menggapai pinggang ramping itu dan menariknya.

”Are you sure?” menghembuskan nafas hangat tepat di sisi leher jenjang gwiboon, mengecupnya sekilas mekudian mengangkat wajah hingga wajah mereka sejajar.

”yes I’m sure…” memainkan jemarinya di tengkuk jinki. Menatap wajah tampan itu tersenyum simpul, menatapnya dengan tatapan teduh. Terpana hingga tak menyadari bahwa bagian sensitive itu telah bertumpuk ,merasakan deru nafas hangat jinki yang menerpa pori kulit pipi tirusnya yang bersemu merona, merasakan hidung bangir itu menekan wajahnya. Manis..yeah..manis.
.
.
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You’ve been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn’t speak
You were my eyes when I couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn’t reach
You gave me faith ’coz you believed
I’m everything I am
Because you loved me

I’m everything I am
Because you loved me

END

RCL PLEASE

73 thoughts on “[jinboon]straight-because you love me

  1. so sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttt
    JinBoon emang Couple yang selalu bkin iri hehehhehehhehehhehehehehe

  2. Ahh ternyta d sni jg ada ff jinboon sbnr’y paling suka dg main cast ini tp yaoi jg tak masalah
    hhihi lg ada” aj itu gwe asal blg putus aj pdhl brcnda tp jinki ohh noo sweet bgt lah ama 2 sejoli ni🙂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s