[Onkey] Perfect for each other part. 1 of ?


My word :

Hai adudududuh… saya gak jadi buat FF yang Lies, gak mood, saya ganti Onkey  aja yah? seneng dong? tapi nanti saya akan buat Jongkey *tetep* lagi suka Jongkey nih🙂
Btw, aku ganti nama akh, habis ntar sm kayak Keyshawol eonni🙂 *btw , req’a nanti yah eon :)*

Oke deh, semoga semuanya suka, dont be silent reader, no bashing too🙂

Dan saya minta maaf jika ada kesamaan cerita atau plot, ini hasil saya sendiri, jika ada kemiripan ini adalah fiktif belaka, terima kasih🙂

++++++++++++++++++++++++++++++++++++

by : Kimechaa

.

.

“Well, Jinki shii … seperti yang kita tau, kau sdah mencapai tujuan mu, dan sekarang hari terakhir mu debut, lalu setelah ini apa yang mau kau lakukan?”, tanya seorang precenter padanya, Jinki tersenyum ke arah kamera dengan senyumnya yang menawan yang membuat seluruh fangirl berteriak kencang oleh penyanyi solo yang baru saja selesai melakukan debut comebacknya ke Jepang.

“Yah, saya ingin cepat pulang rasanya sudah lama sekali.”, katanya tersenyum,

Key menarik nafas, well … rasanya ia tidak percaya melihat sosok didepannya, kenapa pria itu bisa terlihat sangat sexy didepan kamera, beda sekali jika ia sudah berada didekatanya.

Key menarik nafas dan berkacak pinggang, ia berdiri didepan ruang TV yang sangat besar , Roya suite dengan grnad piano disekitarnya, bisa dibilang kamar mandinya saja 3 kali rumahnya, dan sekarang ia berdiri di apartemen itu dengan sendirian, tidak ada siapapun dan tidak ada Jinki.

Ya benar, Lee Jinki, pria dengan suara yang sangat indah , tubuhnya yang tegap, senyumnya yang manis, dengan pipi yang chubby, dan membuat semua namja dna yeoja tergila-gila dengan penyanyi solo itu.

“Haish… kenapa ia tidak kembali juga? kenapa juga aku harus ikut ke jepang, dan sekarang aku harus tinggal sendirian di sini?”, erang Key menghempaskan dirinya di sofa yang sangat besar.

Entah apa semua itu hanya mimpi, semenjak 1 tahun yang lalu, mereka resmi menjadi suami istri, ia tidak percaya Jinki memberanikan dirinya untuk lebih terbuka dengan hubungan mereka, masih segar dipikirannya, mulai dari ia menyembunyikan hubungan mereka demi karir Jinki, kemudian cercaan dari masyarakat dan juga kecaman dari keluarga, namun semuanya mereka jalani bersama dan membuktikan bahwa mereka tidak main-main,dan sampai akhirnya sekarang, mereka bisa bebas mengakui hubungan mereka.

.

.

“Lihat itu Lee Jinki … apa kabar, bagaimana debut anda disini? apa menyenangkan?

“Jinki shii apa yang anda lakukan setelah ini? promo album baru atau mengadakan tour asia?

“Jinki shii bisa komentar tentang pernikahan anda sejauh ini?”

Jinki berhenti dan membuka kacamatanya, lampu kamera menyorot kearahnya, teriakan para fansgirl menggila ketika ia keluar dari studio TV.

“Komentar ku tentang pernikahan ku?”, tanyanya, kemudian ia tersenyum sesaat ke Taemin, Minho, dan Jonghyun disebelah mereka.
“Aku bahagia..” katanya singkat dan menebar senyum, ketiga temannya hanya berdecak karena teriakan fangirl semakin menggila mendengar kata-katanya, karena iri seorang Jinki sudah mempunyai pasangan hidup, dan ia bangga menjadi seorang gay.

“Kau hebat Hyung… aku salut padamu .. kau berani mengatakan semuanya didepan pers dan fans mu tentang hubunganmu, walau awalnya berat, tapi mereka menerimanya …”, kata Taemin masuk ke mobil dan duduk dibelakang,diikuti pacarnya Minho.

“Yah. aku rasa dia melakukan itu karena ia takut Key akan direbut oleh ku Minnie…”, kata Jonghyun tertawa, Jinki meliriknya kesal , ia tahu bahwa Jonghyun memang sering berflirting dengan ‘istrinya’ itu.

“Shut up jjong!”, kata Jinki kesal, Jonghyun tertawa melihat kecemburuan temannya itu.
“Take a chill Onew … aku tidak akan merebutnya , toh dia sudah tergila-gila denganmu, aku lebih suka Sekyungku sayang…’, kata Jonghyun membayangkan tubuh Sekyung yang sexy, Jinki menggeleng, karena ia tahu temannya itu mulai berpikiran mesum tentang pacarnya sendiri.

“Aku harap aku bisa seperti Key hyung…”, gumam Taemin, Minho menoleh dan mengelus kepalanya.
“You will …”, katanya dan mencium bibir Taemin, Jinki tersenyum.

“Hyung, kemana Key?”, tanya Jonghyun
“Oh, dia sudah kembali ke apartemen, aku tidak mau ia lelah mengikuti jadwal ku, terlebih aku harus ada project dengan mu..”, Jonghyun hanya membentuk mulutnya menjadi ‘O’ tanda mengerti.

Yah, mereka berempat berteman baik sejak dulu, well tepatnya bertiga, Minho seorang artis film, Jonghyun solois juga dan bermain musik , Jinki penyanyi solo, dan Taemin adalah teman baik Key, dia seorang dancer kekasih Minho, dan Key adalah desaigner baju untuk baju-baju konser Jinki, dan sekarang menjadi pasangan hidupnya.

Jinki tersenyum mengingat semuanya, ia memandah keluar jendela mobil, ia tidak sabar bertemu dengan Key.

Flashback~

“Apa jadwal setelah ini?”, tanya Jinki pada managernya sambil berjalan dengan cepat menyusuri koridor studio TV.

“Habis ini kau harus fiting baju, dan setelah itu ada pemotretan untuk majalah Femme.” kata managernya, Jinki hanya mengangguk dan

BRUK!!
“AAHH…. MIANHE MIANHE…MIAN—“,
Jinki terpaku , ia berhenti di trek nya, dan melihat ke arah bajunya , bagus … tinggal 20 menit lagi dia harus sudah Take di TV dan seseorang dengan tidak sengaja menabraknya dari arah berlawanan, dan menumpahkan kopi digenggamannya ketubuhnya.

“HEI, KALAU JALAN KAU LIHAT-LIHAT!! AISH, JINKI, AYO CEPAT KITA KEMBALI, KITA HARUS GANTI BAJUMU!!”, perintah managernya itu sambil melirik kesal ke arah orang yang menabraknya.

“M-Mianhe … mianhe… aku tidak sengaja, aku juga sedang buru-buru.. maaf aku tidak melihat jalan ku…maaf…”, kata orang itu menunduk terus menerus, Jinki diam saja, dia meremas kepalanya dengan tangannya dan menarik nafas.

“YAH, MEMANG KALAU KAU MINTA MAAF BISA MEMBAYAR BAJU YANG TERNODA INI? KAU PEGAWAI BARU YAH? KAU TIDAK TAHU SIAPA DIA HUH?”, bentak managernya itu, Jinki hanya terdiam dan tidak melihat sosok didepannya, ia sibuk membersihkan noda dengan tisu yang diberikan oleh menagernya.

“YAH! AKU SUDAH MINTA MAAF, APA KAU TULI? SOMBONG SEKALI SIH, DIA SAJA TIDAK MARAH PADAKU, KENAPA KAU YANG SEWOT? AKU BISA GANTI DENGAN BAJU YANG BARU, BAHKAN AKU BISA MEMBUAT YANG LEBIH BAGUS DARI PAKAIAN NYA!”, teriak nya balik, kali ini Jinki mendongak, ia terpaku, melihat sosok didepannya yang masih beradu mulut dengan managernya yang menyebalkan dan bawelnya minta ampun itu, ia tersenyum melihat sikapnya, karena baru kali ini ada orang yang bisa memenangkan adu mulut dengannya, bahkan Jinki pun tidak mampu melawan managernya itu.

“Sudah sudah …”, kata Jinki menarik managernya itu menjauh dari sosok didepannya, mata orang itu melihat ke arah Jinki dengan sinis, Jinki tidak bisa berhenti menatapnya , matanya sangat indah …

“Tapi Hyung, dia sudah merus–“
“Kau bilang kau bisa mengganti baju ku ini dengan baju yang baru kan?”, tanya Jinki pada sosok namja cantik didepannya itu. Namja itu mendengus dan melirik kesal ke managernya sejenak.

“Ya, aku punya beberapa .”, katanya menunjuk tas yang dibawanya, Jinki tersenyum dan menarik tangan namja itu masuk ke ruang ganti terdekat dan menutup pintu dibelakangnya.

“Y-yah… apa yang mau kau lakukan disin—KENAPA KAU BUKA BAJU?!”, teriaknya histeris dan menutup matanya, Jinki berbalik dan tertawa, perlahan namja cantik itu membuka matanya
“Kau yang bilang mau menggantinya kan? palli … aku ada take 10 menit lagi, tidak ada waktu banyak.”,kata Jinki melanjutkan membuka bajunya, namja itu mengangguk dengan wajah memerah, dan membuka isi tasnya, mengeluarkan baju yang cocok untuknya, dengan cepat ia serahkan pada pria itu dan menunggunya berganti pakaian.

“Waw, baju ini sangat cocok ukurannya dengan ku. Dan sangat nyaman dipakai, apa kau yang buat?”, tanya Jinki mengancingkan blazernya, ia memakai kemeja abu-abu, dipadukan dengan blazer yang sama warnanya, dengan dasi animal print, dan celana skinny animal print, dipadu dengan fantovel coklat yang elegan.

“Ya.. sebenarnya, ini hanya baju cadangan saja… aku tidak bisa memberikan mu baju yang lain… karena sudah pesanan.”, kata namja itu tersenyum, Jinki yang telah selesai memakai blazernya ikut tersenyum.
“Oh, sebentar, aku bantu …”, kata namja itu mendekat dan membereskan kerah dan juga letak dasinya, Jinki terbelalak, tidak bisa dipercaya, wajahnya sangat mulus dan cantik dari dekat, bagaimana laki-laki bisa terlihat secantik ini? pikirnya.

Tanpa ia sadari Jinki sudah meraih tangannya, “E-eh?’, namja itu bingung. Jinki diam saja dan menatapnya dalam – dalam.
“Bagaimana kau bisa mempunyai wajah yang sangat cantik? dan … kenapa aku bisa langsung menyukai mu mulai saat ini?”, tanya Jinki polos dan terus menatapnya, namja itu mengedipkan matanya…satu…dua…

“EEEHHHH?!!”, dia mendorong Jinki hingga terjengkang dan mengerang ketika kepalanya terbentur tembok dibelakangnya, namja itu terkejut.
“A-ah…mianhe..mianhe… kau tidak apa-aa—“, chu~~ Jinki sudah menarik lengannya dan mencium bibir namja itu dengan lembut sampai memejamkan matanya, namja itu tidak menjauh karena shock.
“P-PERVERT!!!!”PLAK!!

Namja itu langsung berlari keluar meninggalkan Jinki yang masih terduduk dilantai dan menyentuh bibirnya sendiri, ia tersenyum. manis… anak yang manis, god~~ dia tidak sabar untuk mencari tahu siapa dia?
“YAH! CEPAT LEE JINKI!”, teriak managernya, Jinki bangun dengan decakan keras dan berlalu melewati managernya yang terus bawel.

>skip<

“Maaf lama menunggu , ada baju yang harus saya am—KAU!!”, namja itu berhenti didepan pintu ketika melihat siapa sosok yang duduk dengan tenang di ruang ganti galerinya,

“OH, kau?!! hai… kau yang punya janji fitting baju dengan ku ? jadi kau yang buat bajunya? aigoo~~”, Jinki berdiri dan meraih tangan namja cantik itu. Namja itu menepis tangannya.
“Get out!!”, teriaknya kencang, membuat Jinki mengernyitkan alisnya karena pitch suara namja itu.

Jinki tersenyum dan chu~
“YAH!”, teriaknya dan kali ini memukul kepala Jinki terus menerus karena Jinki lagi-lagi menciumnya tiba-tiba.
“A-aw awww aww… ya-yah, sakit tauk… aduh…hei stop!! wajah ku ini aset ku kau tau…awww”, teriak Jinki menepis tangan namja itu yang terus memukulnya
“YAH, PERVERT! KELUAR! GET OFF! GET OFF!!!”, teriaknya lebih kencang lagi dan terus memukulnya, membuat Jinki mundur kebelakang, dan BRUK!

“AAAHHHH…”, jinki mendarat dilantai karena keserimpet karpet animal print dan wajahnya kepentok ujung meja.

“KELUARRRR!!!”, teriak namja itu. Jinki tidak bergeming, ia berusaha duduk sambil meringis, perlahan namja itu terdiam dan merasa tidak enak .
“H-hei … kenapa?”, tanya nya berusaha melihat ke arah Jinki, Jinki mendongak dan menatapnya dengan cemberut dan mata puppy eyes.
“Look! wajah ku aset ku… dan kau merusaknya sekarang…sakit …”, kata Jinki manja, namja itu terkejut melihat luka goresan disana.

“OMO! IM SORRY …IM SORRY…”, kata nya berjongkok sejajar dengan Jinki dan berusaha menyentuh wajahnya, namun Jinki menghindar dan cemberut.
“Sudah lah aku mau pulang saja, bajunya kau kirim saja ke apartemen ku, melihat yang tadi siang sepertinya baju buatan mu sudah cocok dengan ukuran ku, jadi tidak usah aku coba.”, kata Jinki berdiri dengan wajah kesal.

Namja itu berdiri dan menarik tangan Jinki.
“Tunggu dulu…”,cegahnya, Jinki tersenyum, namun berbalik memasang tampang dingin.
“Apa?”, tanyanya dingin, namja itu menunduk , Jinki menjadi tambah senang menggodanya, dia lucu ketika merasa bersalah.

“Biar aku obati dulu lukanya ..”, kata nya pelan, dan kemudian berlari kedalam, Jinki mengerutkan alisnya, ia tersenyum menang, ia duduk dikursi tunggu.

>skip<

“Jadi ini galeri mu sendiri?”
“Ya”
“Jadi ini semua hasil karya mu?”
“Ya”
“Jadi kau penata fashion ku yang baru?”
“Ya.”, katanya terus mengobati wajah Jinki, Jinki tidak bisa lagi lebih lama menahan senyumnya, namja didepannya begitu cantik untuk ditolak.
“Jadi kita akan sering bertemu?”
“Ya.”
“Jadi kau mau jadi pacarku ?”
“Ya”,
“GOOD!!”, Jinki berteriak, kemudian diam sesaat.

“YAH! TIDAK!!!”, teriak namja itu membuat Jinki cemberut,
“JANGAN MACAM-MACAM… SANA PULANG!”, teriaknya melempar hansaplas pada Jinki.

“Aku tidak akan pulang kalau kau tidak mencium ku.”, kata Jinki.
“MWO?!”
“Mau tidak? kalau tidak aku tidak pulang loh!”,
“YAH!”
“Nah nah… kau manis sekali kalau kau marah.”
“YA–” chu~
“A-aahhhhh!!!”, namja itu berteriak menutup mulutnya frustasi, namun kali ini tidak memukulnya, Jinki tersenyum.

“Aku rasa aku menyukaimu…”, kata Jinki, namja itu ternganga.
“M-Mwo?!!”, teriaknya lagi.

Endflasback~

“Mulai gila ya kau hyung?”, tegur Jonghyun berdecak melihat Hyungnya senyam senyum sendiri.
“SHUT UP!”, bentak Jinki dan kembali melihat keluar jendela.

“Hyung, jangan lupa pesta besok malam … “, kata Taemin turun diikuti Jonghyun dan Minho,
“Oke…”, Jinki mengangguk , ia meneruskan perjalanannya lagi ke apartemennya, Key im comming~

.

.

Key benar-benar sudah bosan, Jinki tidak juga mengubunginya,
“Aaah~~ aku bosann~~…”, kata Key menggaruk kepalanya, ia sudah mengahabiskan waktunya dengan menggambar desaign baru, menonton TV, memakan cemilan, tapi ia bosan harus terus berada di apartemen yang luasnya hampir sebesar lapangan bola.

Lee Jinki penyanyi asal Korea baru saja menyelesaikan debut come backnya di Jepang, dia merupakan idola yang bertalenta cemerlang diindustri musik, dengan ..

Key menoleh ke sumber suara, ia melihat sosok Jinki yang tersenyum manis didepan semua kamera, dan cuplikan dirinya menyanyi dihadapan seluruh penonton Jepang.
Key tersenyum, ia bangga … entah apa mimpinya, ia bisa mencintai orang yang sangat hebat, dia Lee Jinki, yang merubah hidupnya dan melengkapinya untuk menjadi lebih indah, bersamanya menggapai mimpinya, betapa ia terkadang berpikir, suaminya itu sangat jauh dari jangkauannya, namun Jinki selalu menepis semua pikirannya, ia selalu datang pada Key ketika ia merasa jauh satu sama lain, saling melengkapi … betapa ia terlihat sangat cocok satu sama lain, tidak bisa dipisahkan.

Key memeluk lengannya dengan erat, terkadang Jinki terlihat begitu sexy, dia menjilat bibir bawahnya, dan menarik nafasnya kencang,
“What a sexy dubu~”, bisiknya pelan.

>WARNED : RATE SCENE <

“Dan ..kau tahu? sebenarnya benda yang paling hangat itu ada didalam sini…”, kata Jinki memeluk Key dari belakang tiba-tiba, mencium leher mulus Key dan merengkuh membernya dari luar celananya.
“J-jinki…nngh…”, Key tidak bisa menahan desahannya, karena Jinki mengelus bulgenya dari luar celananya.

“Wae baby ? miss me? lama di studio membuat ku bosan, aku butuh hiburan …”, kata Jinki kali ini sudah mengigit dan mengulum leher Key sehingga membekas hickey disana. Membuat Key meraih tangannya dan meremas rambut Jinki, memeringkan kepalanya memberikan akses padanya.

“I-i miss you …”, desah Key, Jinki memasukan tangannya ke dalan baju Key dan meraba inci perut ratanya dan menuju nipplenya, ia elus dan pelintir sambil bibirnya terus bekerja dan mencium leher Key.
“Nnh… Jinki nghh…”, desah Key dan berbalik, mereka bertatapan, penuh dengan tatapan haus akan sentuhan masing-masing.

Jinki meraih pinggang Key ntuk lebih dekat dengannya , Key memeluk lehernya
“I miss you …”, bisik Jinki ketika bibir mereka saling berdekatan, nafas saling bertemu, dan tatapan mereka mengunci satu sama lain
“Kita .. baru saja berpisah …beberapa jam…”, bisik Key, Jinki berdecak.
“You dont miss me?”, ia mulai melihat bibir Key yang merah menggoda,Key tersenyum.
“No…” ledeknya memiringkan kepalanya,
“Liar ..”,bisik Jinki sebelum mereka berciuman,

Dengan sangat mesra, lidah mereka saling bertemu, mencoba untuk saling mendominasi satu sama lain, Jinki selalu memenangkannya, Key melenguh menerima lidah Jinki yang menjilat habis gigi dan juga menghisap setiap inci lidahnya. Tangannya ia eratkan dirambut Jinki, Jinki meruam setiap inci tubuh Key dengan tangannya, mengelus tubuh sampingnya, kepunggungnya, dan kemudian mendarat dipantatnya yang sexy.damn .. so sexy…

“Nggh…”, desah Key ketika Jinki menekan pantatnya ke tubuhnya, sehingga bulge mereka bersentuhan,
“You so hard babe..”, bisik Jinki disela ciumannya
“Its because of you …”, kata Key tersenyum, Jinki menyengir dan menggosoknya pahanya keselangkangan Key, Key melepas ciumannya, kepalanya mendongak mengerang nikmat, Jinki mengambil kesempatan mencium jakun Key dan turun ke tulang lehernya.

“Aku mau mandi … kau mau ikut?”, tanya Jinki disela ciumannya dan terus memberikan ransangannya keselangkangan Key.
Key hanya mengangguk pasrah, Jinki tersenyum.
“You look so sexy baby…”, bisiknya dan menarik pantat Key, Key mengerti, dengan cepat ia mengangkat kakinya dan melingkar dipinggang Jinki, Jinki menggendongnya dan membawanya kekamar mandi yang sangat luas itu.

Ia menurunkan Key di bathup yang besar dan membuka bajunya dengan cepat, Key melakukan hal yang sama padanya.
Sebelum ciuman mereka saling meruam satu sama lain.
“Touch me Jinki…”, desah Key, Jinki menurunkan tangannya menggenggam membernya,
“Aahh…ngnh…”, desah Key ketika jempolnya menyentuh ujung membernya. Key memajukan pinggulnya meminta lebih,Jinki menyambutnya dengan menggenggamnya dan mengocoknya naik turun seraya bibirnya menjalar ke nipple Key, tangannya yang lain memainkan nipple satunya, ia pilin dan ia sentil dengan usil.

“Nggh… feels…so…ngg..good ..hh…”, desah Key memainkan jarinya di kepala Jinki.
“You like it baby?”, tanya Jinki mencium turun keperutnya. Key hanya mengangguk, Jinki tersenyum sampai akhirnya ia mencium ujung member Key, membuat kepala Key mendongak, matanya terbuka sedikit, mulutnya terbuka dan air liurnya keluar sedikit, nafasnya memburu karena nafsu.

“O-ooh…J-jinki…hhhmm…”, desahnya ketika Jinki mengulum dan menghisapnya dengan lembut. Tangan Jinki yang lain menyentuh membernya sendiri, mengocoknya seiring dengan gerakan mulutnya pada member Key, tangan Key menggapai rambut Jinki dan tangannya yang lain mengulum jarinya dimulutnya, ia selalu merasa sentuhan Jinki membuatnya gila.

“J-jinki s-stop…im gonna…” PLOP. Jinki tersenyum dan menjilat mulutnya yang terdapat cairan percum Key, ia meriah dagu Key dan menciumnya,
“mmhh…taste good…”, Key menjilat bibirnya, Jinki berdecak melihat kesexyan Key.
“Baby… i wanna taste you …”, bisik Key , Jinki tersenyum dan terduduk menarik lengan Key, Key menciumnya dan perlahan tangannya menyentuh member Jinki, sangat besar, terkadang ia ngeri membayangkan benda itu masuk kedalam hole nya yang sempit.

“Sshh..Key…good…ggh…”, desah Jinki ketika Key mengulum maju mundur member Jinki, sesakali menggunakan giginya membuat Jinki mengerang.
“Belajar…ggh…dari mana babe..nggh…”
“Dari mu…mmmhhmm…”, desahnya dan bersenandung lagu Jinki membuat getaran pada membernya, membuat Jinki meriah pundak Key untuk berhenti.
“S-stop …”, cegah Jinki sebelum ia sampai klimaks, Key tersenyum dan menjilat bibirnya.
“Wae? im not doing good ?”, katanya menggoda, Jinki membalikkan tubuhnya dan mencium lehernya
“Anio … i just…”,

“AAAH! JINKI!!”, teriak Key kaget, ketika jari Jinki sudah masuk kedalam holenya.
“Sorry … aku mau keluar didalam mu …” Key mengerang, ia menaikan pinggulnya ketika Jinki menambahkan jarinya, ia bangkit dan menungging, tangannya bertumpu didepan bathup, dan Jinki dibelakangnya ikut menahan tubuhnya.
“J-jinki…stop teasing…move faster…nggh…”,desah Key ketika Jinki menggerakan jarinya. Jinki mencium tengkuk Key dna turun kelehernya, Key menoleh dan menyambut bibirnya.

“N-now babe…”, bisik Key, Jinki tersenyum, nakal sekali Keynya… jarinya ia keluarkan, namun tidak diganti dengan membernya.
“Jinki apa yang—Nnghhh…”, desahnya ketika lidah Jinki menjilat holenya.
“J-jinki..a-apaan…ooh…ssh…stop…j-jorok Jinki…” namun Jinki tidak perduli, ia terus meremas boal kembar Key dan menjilat holenya.

“O-ohhh…ssh…Jinki palli…ssh….”,
‘What baby?”,ledek Jinki , ia ingin Key memohon padanya.

“Palli!!”
“Aku harus apa? aku tidak…mmm…tau…hmmm…”, jelas Jinki terus menjilat holenya, Key menoleh kesal.

“FUCK ME HARDER NOW LEE JINKI!!”, teriaknya, Jinki tertawa dna bangkit mencium Key, ia mengelus hole Key dan menyentuh pinggulnya erat.
“You ready baby?”, bisik Jinki, Key hanya mengangguk. Dan perlahan Jinki memposisikan dirinya, dan blesh…

“A-aahh…Jinkii…oooh…fuck!!”, maki Key, Jinki mengelus pinggul Key dan mencium tengkuknya, nafasnya tersengal.
“F-fuck…so tight nngh…”, desah Jinki, Key tersenyum walau ia merasa sakit luar biasa.

“Move… kalau tidak semakin nggh sakit..nnh…”Jinki mengangguk, perlahan ia menggerakan tubuhnya, tangannya yang lain merangkul Key dari belakang.
“O-oh…”, desah Jinki. Ia merebahkan kepalanya di bahu Key dengan menciumnya, nafasnya tersengal sambil terus menggerakan tubuhnya, dammit… Key so tight…
“THERE! OOH… FUCK ME HARDER!OOH!FUCK!”, teriak Key. Jinki terus menghujam titik yang sama, membuat Key meracau kencang memenuhi kamar mandi.

“J-jinki…i-im…cumm…” desah Key “Touch me…touch me Jinki…nggh…”, Jinki menyentuh member Key dan mengocoknya
“Me too…ooh..aaah…”, mereka keluar bersama, Jinki didalam Key dan Key didepannya membasahi dengkulnya.

Setelah mengatur nafas Jinki keluar dari Key, bersandar dibathup, Key merebahkan dirinya di depan Jinki, Jinki memeluknya dan mencium bau rambutnya.
“I love you …’, bisik Key, Jinki tersenyum dan meletakan kepalanya di pundak Key.
“I love you too…”

Setelah itu mereka mandi, membersihkan diri mereka, kemudian keluar dengan berganti pijama dan tertidur kelelahan.

>END RATE SCENE<

.

.

Key membuka matanya, merasakan sinar matahari mengintip dari jendela kamarnya yang besar sekali.
“Morning baby…” bisik Jinki yang sudah bangun sejak satu jam yang lalu dan memilih untuk tetap diatas kasur menatap namja cantik dipelukannya itu. Key menoleh dan tersenyum, ia bangkit dan tiduran di atasnya.
“Morningg…”, kata dan mencium hidung Jinki. Sebelum kembali berciuman kembali

“Oh.. mau mulai lagi baby?’, bisik Jinki, Key terkekeh. Sebelum mereka berciuman lagi telpon Key berdering.

“Yoboseyo?”, jawab Key,

“MWO?!!”, teriaknya panik dan menjatuhkan ponselnya, tangannya bergetar, Jinki memeluk Key yang gemetar.
“Kenapa baby?”, tanyanya panik.

Key menoleh dan matanya keluar air mata, tangannya bergetar hebat..
“T-tidak mungkin..bagaimana bisa…?”, tanyanya sendiri dan menangis.

CUT!!

(edited : sanniiew^^ khusus warned NC nya)

heheheheh~ yadong kan yadong kan? parah deh nih saya…ckkckckc…

btw, gak ada warned yah? maaf yah, hehehe… ini bakal saya buat 3 part kayaknya.

so, RCL RCL RCL … jangan jadi silent reader terus dong.

Oya, baca karya” kami di Page collection FF yah🙂

annyeong~~~

75 thoughts on “[Onkey] Perfect for each other part. 1 of ?

  1. hohoho, penasaran awal key nerima jinki gmn?? bukan yg tdii flashback kand??
    omo, jinki pervertmu itu loh.. dikit” cium dikit” cium.. cium kok dikit”…🙂
    belum kenal juga main sosor aja..

  2. OnKey pasangan yg sweet.. Saling menerima apa.adanya..hihihihi.. daku iri.. >.<

    NCnya hot….. _kipas_kipas__

    … Ada apa ?? Siapa yg tlpn key umma ?????

  3. kirain ini sequel crt sblmx yg tell me now ap lh itu siah lupa, eh trnyt bkn. kyaaa suka ceritax sweet banget. NCx WOOW

  4. ommo….ommooo…

    nc nya hoot pake bangeet……

    key…sp ygnelpon….

    koq jd paniik gituuu…..

  5. Hahahaha… Jinki pervertttttt… Kekeke baru bertemu main cium aja, untung jadi istrinya….

    Eh Key kenapa ???

  6. jinki cinta pandanhan pertama ke kibum..
    padahal si kibum awalnya ga suka ama dia..
    tp karna si jinki ga nyerah buat ngedapetin kibum akhirnya luluh juga kn😀
    malah sekarang mereka udah nikah mana harmonis lg xD
    kenapa key nangis?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s