[2min] Meaning of Forgiveness part 1 of ?


Anyeoooonnnggg~!!!

Hai… Hai… Aku muncul lagi ini… Kali ini aku bawa fic 2min… Yeah!!! Sebenarnya aku bukan 2min shipper sih, tapi aku cukup suka sama couple ini (meskipun masih lebih suka Ontae *digaplok 2min shipper*). Soalnya mereka berdua tu kayaknya so sweet banget kalo lagi sama-sama. Tapi terus terang aja aku agak khawatir pas bikin ff ini. Takut ga dapet feelnya. Tapi aku coba aja deh, moga-moga hasilnya ga mengecewakan ya Suunders…🙂

Kali ini aku bw ff yg berkategori angst gitu… Abis aku liat ada banyak banget ff fluff belakangan ini, biar ada selingan aku kasih yang angst dikit yah… Ga papa kaaaannn??? Tapi terus terang aku sendiri gak yakin deh kalo ini bisa bikin nangis hehehehe~ *author aneh*

Sebenernya ide ff ini aku dapet dari sebuah film. Aku lupa judulnya apa *udah pada tau kan kalo authornya pikun*, tapi yang jelas itu film mandarin dan bergenre silat gitu. Eh tapi tenang, ff ini ga ada silat-silatannya kok, don’t worry Suunders… Yang jelas cuma awalnya aja yang aku ambil dari film itu, sisanya hasil pemikiran aku sendiri.  So, bila ada kesamaan cerita dan plot itu hanya kebetulan semata dan harap dimaklumi…🙂

Hope you like it Suunders, especially for 2min shippers…🙂

.

.

Cast : SHINee (Main focus 2min)

Rate : Yeah… It’s rate everyone… Beware…

Genre : Little Angst??? *entahlah aku lagi kena demam angst belakangan ini*

Disclaimer : Ga tau deh saia… Yang ngerasa memiliki 2min ayo angkat tangan!!!

.

.

Nyari picu-nya susah…😦

 

Credit : Saya tidak tau, bagi yang merasa memiliki gambar ini, saya izin pinjam ya… Gomawo *bows*

By Lulunyu ~<333~

.

.

 “Errgghhh… Fa-ssterr hyuuunngg… Ahh… Uhh…”, erang seorang namja cantik berpipi chubby dengan rambut panjang kecoklatan. Tubuhnya yang kecil berguncang hebat diatas ranjang akibat dorongan yang diberikan oleh namja tampan yang saat ini sedang berbaring diatas tubuh namja cantik itu.

Yeah, mereka berdua saat ini sedang melakukan having seks session. Menyebabkan suhu diruangan itu berubah menjadi panas dan dipenuhi dengan suara-suara erotis dan erangan serta desahan nikmat yang berasal dari bibir keduanya. Mereka berdua saling bergumul, tangan mereka saling menyentuh satu sama lain, dan bibir mereka sibuk mencium, mengigit dan menjilat seluruh tempat yang bisa dicapai.

“Uugh… you’re so tight baby… Ahh…”, erang namja tampan itu sambil terus mendorong juniornya kedalam hole namja cantik itu, berusaha mempercepat tempo permainannya. Terus menyodok juniornya dengan keras dan cepat, membuat namja cantik yang berada dibawahnya terus meracau tidak terkendali.

“Aakkhh… Ahh… Hyuung, there… Ahkh… There… Lebih cepat hyung… Uhhh…”, teriak namja cantik itu disela-sela erangannya ketika junior namja tampan itu mengenai spotnya.

Mendengar itu, si namja tampan semakin mempercepat dorongannya, menghujamkan juniornya tempat yang sama terus menerus membuat namja cantiknya memejamkan mata sambil mengigit bibir seksinya dan menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan berusaha menahan sensasi kenikmatan luar biasa yang dirasakannya.

“Akhh… Hyung I’m gonna… Ukhh… Please touch me hyung… Akhhh… I need you touch…”, desah namja cantik itu, memohon sentuhan lebih dari namja tampannya.

“As you wish babe…”, tangan namja tampan itu tiba-tiba mencengkram junior namja cantik itu dan mulai mengocoknya dengan cepat, sesekali menyentuh kepala junior itu, membelai lembut lubang junior namja cantik itu yang sekarang sudah mulai basah dan mengeluarkan cairan. Kemudian beralih pada twinballnya meremasnya lembut membuat namja cantik itu bergidik dan mengerang keras.

“Akkhh… Hyuuunngg… I comm-inngg… Graaahh…”, bersamaan dengan teriakan itu, tiba-tiba junior namja cantik itu mulai berkedut dan sperma menyembur dari sana membasahi perut dan tangan si namja tampan.

Melihat partnernya sudah lebih dulu mencapai klimaks, si namja tampan kembali mendorong juniornya keluar masuk kedalam namja cantik itu dengan semakin cepat, mendorong sekuat tenaga, dan pada akhirnya dengan satu dorongan kuat terakhir namja tampan itu pun menyusul mencapai klimaksnya sambil menjeritkan nama namja cantiknya itu, “Arrrggghhh… Taeminiiieeee!!!”

.

.

Taemin POV

Hari ini hujan. Arrghh… Aku benci hujan!!! Tidak pernah ada hal baik yang terjadi ketika hujan turun. Ketika eomma meninggal, hari itu juga hujan turun dengan deras. Mungkin sejak itulah aku benci dengan hujan. Aku tahu, bukan salah hujan sampai eomma meninggal, tapi tetap saja melihat hujan selalu membuatku teringat akan kenangan itu, kenangan ketika eomma meninggalkan kami semua untuk selamanya.

Kupercepat langkahku menyusuri jalan, sambil merapatkan mantel yang kupakai untuk melindungi tubuhku dari kebasahan. Saat ini aku dalam perjalanan pulang sehabis latihan dance, gara-gara hujan aku jadi pulang terlambat. Satu lagi alasan yang membuatku semakin benci hujan.

Padahal seharusnya aku pulang cepat hari ini. Sebab hari ini tunanganku Minho akhirnya pulang dari perjalanan dinasnya. Sudah seminggu ia pergi ke Amerika karena urusan bisnis. Ini semua salah appa ku. Yah, appa ku lah yang memerintahkan Minho hyung untuk berangkat ke Amerika untuk mengurus bisnis appa yang ada disana. Seharusnya appa sendiri yang berangkat kesana, tapi ternyata ada urusan penting yang tidak bisa ia tinggal. Jadilah ia memerintahkan Minho hyung yang berangkat kesana untuk menggantikannya.

Minho hyung memang salah satu dari sedikit orang yang dipercaya oleh appa. Tapi itu bukan tanpa alasan, Minho hyung adalah orang yang sangat cerdas dan berkompeten, itulah sebabnya diusia yang masih muda ia sudah bisa memduduki jabatan yang cukup tinggi diperusahaan. Bukan karena ia memiliki hubungan khusus denganku (hanya sekedar memberitahu, kami sudah resmi bertunangan), tapi karena ia memang mampu dan pantas untuk mendapatkan jabatan itu. tidak ada orang di perusahaan yang meragukan kemampuan Minho hyung. Itulah yang membuatku sangat bangga dapat menjadi tunangannya. Yeah hal itu dan juga fakta bahwa Minho hyung memiliki wajah yang sangat tampan. Hahahaha… Aku memang orang yang beruntung.

Aku mulai berlari ketika hujan kembali turun dengan deras. Aish… Kenapa hujannya harus turun lagi sih. Padahal tadi sudah mulai reda. Untung saja rumahku sudah dekat. Aku dan Minho hyung tinggal bersama dirumahku. Sebenarnya ada alasan kenapa Minho hyung bisa tinggal dirumahku. Itu bukan karena ia tunanganku, tapi karena Minho hyung sebenarnya adalah anak dari sahabat appa ku sejak kecil. Namun sepuluh tahun yang lalu sahabat appa itu dan istrinya sudah meninggal karena kecelakaan pesawat, meninggalkan satu-satunya anak mereka. Yeah, anak itu adalah Minho hyung. Karena Minho hyung sudah tidak memiliki saudara dan keluarga lain. Akhirnya appa ku memutuskan untuk membawa Minho hyung, dan sejak saat itu Minho hyung tinggal bersama kami. Karena kami tinggal serumah aku perlahan-lahan mulai jatuh cinta padanya, dan selanjutnya begitulah…

Aku membuka pintu rumahku dan berjalan masuk, melepaskan mantelku yang sudah basah gara-gara hujan, dan melemparkannya sembarangan. Aku tahu itu bukan sikap yang baik. Tapi biarlah, toh ada banyak pembantu dirumah ini, dan untuk inilah mereka digaji.

Aku berjalan menuju kamar Minho hyung, aku yakin saat ini ia pasti sudah ada dikamarnya, mungkin sedang istirahat karena aku tahu ia pasti capek. Tadinya aku ingin membiarkan ia istirahat dan menemuinya besok saja. Tapi, aku sangat rindu dengannya. Akhirnya aku putuskan untuk menemuinya saja, lagi pula aku yakin ia tidak akan keberatan, toh aku kan tunangannya.

Sekarang aku sudah sampai di depan kamar Minho hyung. Huwaaahh… Kenapa aku berdebar-debar ya? Tiba-tiba aku merasa sangat gugup. Apa karena aku sudah lama tidak bertemu dengannya sehingga sekarang aku gugup.

“Oke Taemin calm down!!!”, aku menenangkan diriku sendiri. Setelah menarik napas dalam-dalam aku meneguhkan hatiku dan memutar kenop pintu memasuki kamar Minho hyung.

End Taemin POV

.

.

“Minho hyuuungg!!! Kau sudah pu…”, kata-kata Taemin terhenti di  tengah-tengah ketika ia melihat pemandangan yang ada didepannya. Minho… Minho-nya saat ini tengah bergumul dengan seseorang diatas tempat tidur, seseorang yang sangat ia kenal.

“Apa yang sedang kalian berdua lakukan???”, teriak Taemin, mengagetkan kedua orang yang tengah asyik melakukan hal itu diatas ranjang.

Minho yang mendengar teriakan itu sontak bangun dari posisinya, dan menatap sosok yang ada di depan pintu dengan wajah kebingungan. Sementara pria cantik yang tadinya berada dibawahnya hanya manatap ke arah Taemin dengan pandangan kosong tanpa ekspresi.

“Minho hyung, bagaimana mungkin kau tega melakukan ini padaku? Terlebih lagi dengan dia??”, jerit Taemin histeris sambil menunjuk sosok yang ada diatas tempat tidur.

“Ta-taemin? Ka-kau Taemin?”, tanya Minho sambil menatap Taemin, masih dengan ekspresi bingung. “Ka-kalau begitu, kau??”, Minho membalikkan tubuhnya menatap kearah namja cantik yang masih duduk diatas tempat tidurnya.

“Ya… Aku Taesun…”, jawab namja cantik itu dingin, membuat Minho terperangah.

.

.

Minho POV

“Apaaa??? Kau Taesun???”, aku benar-benar terkejut saat mengetahui bahwa namja yang baru saja aku tiduri ternyata bukan Taemin, melainkan Taesun saudara kembar Taemin.

Taesun hanya menganggukkan kepalanya, bangkit dari tempat tidur dan mulai memunguti pakaiannya yang berceceran dilantai kemudian memakainya. Wajahnya benar-benar datar dan tanpa ekspresi, tidak ada sedikitpun raut penyesalan di wajahnya. Seakan-akan ia tidak pernah melakukan hal yang salah.

Aku masih menatap Taesun dengan pandangan tidak percaya ketika aku merasakan tamparan di wajahku. Itu Taemin. Taemin menamparku!! Aku benar-benar sangat terkejut dan tidak tahu harus berkata apa. Ini semua membuatku bingung. Tapi hatiku terasa sangat sakit saat aku melihat air mata yang mengalir dipipi Taemin. Aku berusaha meraih tubuh Taemin, merengkuhnya dalam pelukanku hanya untuk ditepis dengan kasar olehnya.

“Tae, please dengar dulu penjelasanku. I-ini semua hanya salah paham…”, aku mencoba untuk menjelaskan.

“Salah paham apa hyung? Aku sudah melihat dengan sangat jelas apa yang sudah kau lakukan dengan Taesun. Kau tidur dengannya hyung!!! Aku tidak percaya kau bisa mengkhianatiku, dan terlebih lagi dengan Taesun… Demi tuhan ia saudaraku hyung!!!”, jerit Taemin histeris ditengah-tengah tangisannya yang semakin deras.

“Tapi Tae, a-aku benar-benar tidak tahu kalau itu Taesun. Aku bersumpah, aku mengira kalau itu adalah kau dan…”, aku meraih tangan Taemin dan mengenggamnya erat.

“Kau pembohong hyung. Apa kau pikir aku akan percaya dengan alasan konyol semacam itu??”, jerit Taemin sambil terus meronta, berusaha melepaskan diri dari peganganku.

“Tapi itu kenyataannya Taemin… Aku tidak bohong. Taesun benar-benar menipuku, ia mengaku kalau ia adalah kau.”, jelasku sambil terus menahan tangannya, bertekad untuk tidak melepaskannya.

“Aku tidak percaya!!!!”, teriak Taemin, membuatku merasa frustasi. Aku menolehkan pandanganku pada Taesun yang sekarang sudah berpakaian lengkap dan memandang kami berdua dengan tatapan dingin. “Yah Taesun, cepat jelaskan padanya apa yang terjadi.”, perintahku sambil menatap Taesun dengan tatapan paling tajam yang bisa kulakukan.

Taesun hanya mendengus mendengar perintahku. “Apa lagi yang harus aku jelaskan? Toh Taemin sudah melihat semuanya. Memang benar tadi aku menipumu, tapi bukankah kau sendiri seharusnya bisa menyadari kalau aku bukan Taemin. Aku tidak tahu kalau kau begitu bodoh sampai tidak bisa mengenali kekasihmu sendiri.”, katanya kemudian membuatku semakin terperangah.

Aku tidak percaya Taesun seperti ini. Taesun yang aku kenal biasanya adalah namja yang manis dan lembut, serta sangat penurut. Beda dengan Taemin yang meskipun juga baik hati, tapi memiliki sedikit sisi pemberontak dalam dirinya.

“Taesun apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau jadi seperti ini?”, tanyaku tidak percaya.

“Apa? Sejak dulu aku memang seperti ini. Kalian saja yang tidak memperhatikannya.”, jawabnya cuek. “Dan kau…”, ia menunjuk pada Taemin. “Anggap saja aku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.”

“Apa? Aku tidak paham semua ini. Apa maksudnya?”, aku benar-benar kebingungan dengan maksud perkataan Taesun.

“Tanyakan langsung pada tunanganmu itu.”, jawab Taesun singkat sembari tersenyum sinis pada Taemin.

End Minho POV

.

.

Taemin POV

Minho hyung menatapku dengan raut wajah kebingungan. “Taemin, apa maksud perkataan Taesun?”, tanyanya lagi padaku.

Aku tidak tahu harus berkata apa. Aku sangat terkejut saat ini, tidak menyangka kalau Taesun masih menyimpan kemarahan karena kejadian itu. Yah sebenarnya wajar jika Taesun sangat marah, ia memang telah berbuat jahat dengan merebut Minho hyung dari Taesun.

.

.

~Flashback~

“Taemin, aku sedang jatuh cinta~!!!”, jerit Taesun sambil melemparkan tubuhnya keatas tempat tidurku.

“Oh ya?? Dengan siapa?”, tanyaku cuek sembil terus membaca majalah yang sedang aku pegang.

“Ayo tebaaaakk~!!”, sahutnya dengan manja.

“Aish… Cepat beritahu saja, aku sedang tidak minat untuk main tebak-tebakan.”, Taesun hanya cemberut mendengar jawabanku.

“Huh… Kau memang saudara yang menyebalkan. Yah tapi karena aku sedang senang akan aku beritahukan padamu. Orang itu adalah… Minho hyung~!!!”, pekik Taesun sambil mengucang-guncangkan tubuhku kencang.

Mendengar itu jantungku terasa berhenti. ‘Apa? Taesun juga jatuh cinta pada Minho hyung?’ pikirku dalam hati. Bagaimana ini…

“Hey kau dengar tidak? Kenapa kau malah bengong?”, tanya Taesun, membuyarkan semua lamunanku.

“E-eh tidak ada apa-apa.”, jawabku agak tergagap. Membuat Taesun memandangku dengan curiga. Tapi pada akhirnya ia hanya mengangkat bahu cuek dan kembali berbaring di tempat tidurku,

“Kau lihat saja, aku akan melakukan berbagai cara untuk membuat Minho hyung jatuh cinta padaku.”, katanya sambil tersenyum. “Kau mendukungku kan??”, tiba-tiba ia bertanya padaku sambil menatapku dengan tatapan penuh harap.

Aku hanya bisa menelan ludahku gugup sebelum akhirnya menjawab, “Ya, tentu saja aku akan mendukungmu.”

“Gyaaaa~!!! Terima kasih!!! Kau memang saudara terbaikku.”, jeritnya gembira sambil memeluk tubuhku erat.

.

.

Aku hanya menatap kotak bekal yang terbungkus rapi dihadapanku lengkap dengan sepucuk surat yang diselipkan diatasnya. Huh, apa Taesun benar-benar yakin Minho hyung akan jatuh cinta dengannya hanya karena hal sepele macam ini?

Yeah, kotak ini adalah bekal buatan tangan Taesun yang dibuatnya sendiri khusus untuk Minho hyung, sejak hari itu setiap pagi Taesun selalu bangun sangat awal hanya untuk memasak semua makanan kesukaan Minho hyung, kemudian membungkusnya dengan rapi dan meletakkannya secara diam-diam di dalam tas Minho hyung, tidak lupa dengan sepucuk surat yang berisikan kata-kata penyemangat untuk Minho hyung.

Aku sendiri tidak habis pikir untuk apa Taesun melakukan hal yang merepotkan semacam itu, kenapa tidak langsung saja menemui Minho hyung dan menyatakan perasaannya. Daripada harus sembunyi-sembunyi seperti ini. Apa Taesun benar-benar yakin kalau Minho hyung bisa menebak bahwa ia lah yang berada dibalik semua ini. Benar-benar cara yang aneh untuk mendapatkan hati seseorang.

Aku menatap sekeliling, mencari keberadaan Taesun. Dimana dia? Kenapa ia meninggalkan kotak bekal berharganya ini disini. Bukankah seharusnya ia meletakkannya di tas Minho hyung, sebelum ia pergi kerja.

Aku masih menatap kotak bekal itu dengan pandangan kosong ketika seseorang memasuki dapur, dan orang itu Minho hyung.

“Selamat pagi Minnie…”, sapa Minho hyung sambil membuka pintu lemari es dan mengambil pitcher berisi jus jeruk.

“Pagi hyung…”, balasku, menatap Minho hyung mengambil gelas dan menuangkan jus jeruknya dan kemudian meminumnya.

“Apa yang sedang kau lakukan di dapur? Tidak biasanya kau ada di dapur sepagi ini. Dan apa itu?”, tanyanya tiba-tiba ketika melihat kotak yang ada diatas meja dibelakangku.

“Ah i-ini…”, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku melihat mata Minho hyung melebar karena terkejut ketika ia menyadari kotak apa itu.

“I-itu… Itu kan… Jadi itu kau Minnie…”, tanyanya lagi.

“A-aku…”, apa yang harus aku jawab? Bagaimana ini? Aku benar-benar kebingungan. Namun tiba-tiba Minho hyung berjalan cepat kearahku dan langsung memelukku dengan erat. Membuatku sangat terkejut.

“Terima kasih Minnie… Terima kasih… Aku benar-benar senang. Kau tahu kotak bekal itu dan semua surat-surat itu benar-benar membuat hariku terasa sangat baik. Ketika aku merasa lelah, aku akan membaca suratmu dan aku menjadi bersemangat kembali. Terima kasih Minnie… Terima kasih atas semua perhatian dan kebaikanmu padaku…”, kata Minho hyung sambil tetap memelukku erat.

Bagaimana ini, sepertinya Minho hyung salah mengira kalau aku yang melakukan semua ini. Jauh dilubuk hatiku aku ingin mengatakan pada Minho hyung bahwa itu bukan aku, tapi disini, didalam dekapan hangat Minho hyung membuatku merasa benar-benar baik. Dan akhirnya sisi egoisku menang, aku ingin memiliki Minho hyung.

“Itu bukan apa-apa hyung. Aku melakukannya karena aku mencintaimu.”, kataku akhirnya sambil membalas pelukan Minho hyung. Aku tidak salah kan? Ini semua terjadi hanya karena aku sedang beruntung, dan anggap saja Taesun sedang sial. Salahnya sendiri kenapa meninggalkan kotak bekalnya begitu saja di dapur. Dan yang paling penting, salahnya sendiri kenapa dia tidak mengakui perasaannya pada Minho hyung sejak awal.

“Aku juga mencintaimu Taeminnie…”, bisik Minho hyung ditelingaku sebelum ia melepaskan pelukan. Perlahan wajahnya mulai mendekat padaku, dan akhirnya aku merasakan bibir lembutnya menyentuh bibirku, menciumku dengan lembut dan penuh kasih. Awalnya aku terkejut, namun kemudian aku memejamkan mataku menikmati dan mulai membalas ciumannya.

Traaannggg!!!

Kami segera melepaskan ciuman ketika kami mendengar itu. Dan disana, tepat diambang pintu dapur, Taesun berdiri dengan ekspresi shock diwajahnya.

“Ka-kalian…”, katanya sambil menatap kami dengan tatapan tidak percaya.

“Ah, Taesunnie… Aku punya berita baik untukmu.”, kata Minho hyung berjalan mendekati Taesun sambil menarik tanganku. “Aku sudah menemukannya!!! Orang yang aku ceritakan padamu kemarin, yang selalu memberikan kotak bekal dan surat-surat itu untukku. Ternyata ia adalah Taemin.”, lanjut Minho hyung sambil memeluk bahuku erat.

“A-apa??? Ta-taemin? Di-dia bilang ia yang melakukan semua itu.”, tanya Taesun gugup.

“Hum… Iya dia bilang padaku kalau itu semua ia lakukan karena ia mencintaiku. Benarkan Taemin?”, Minho hyung menatap kearahku sambil tersenyum bahagia.

Aku hanya melihat kearah Taesun yang sekarang menatapku dengan ekspresi menuduh. Aku benar-benar merasa tidak enak, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya sudah menjadi seperti ini. Akhirnya aku menganggukan kepalaku, “Iya hyung, aku melakukannya karena aku mencintaimu.”, kata-kata itu keluar dari mulutku. Kata-kata yang aku tahu pasti sangat menyakiti hati Taesun sekarang.

“Aku juga mencintaimu Taeminnie… Kau tahu semua yang kau lakukan itu adalah penyemangat untukku. Dan aku sangat senang akhirnya aku bisa mengetahui siapa orang yang sudah begitu menyita hati dan pikiranku belakangan ini, dan ternyata itu kau. Aku bahagia Taeminnie.”, dengan kata-kata itu Minho hyung mengecup pipiku lembut, tepat didepan Taesun, membuat wajahku memerah.

“Ah, aku harus berangkat kerja sekarang. Tapi aku ingin nanti siang kita makan siang bersama. Kau bisa kan Taeminnie?”, Minho hyung menatapku dengan penuh harap. Melihat itu aku benar-benar tidak bisa menolak, yah lagipula aku juga tidak akan menolak, sudah lama aku ingin bisa makan siang bersama Minho hyung.

“Iya, tentu saja hyung…”, aku menganggukkan kepalaku sambil memberinya senyum manis.

“Bagus… Kalau begitu aku tunggu jam setengah satu siang dikantorku. Okey”, katanya lagi sambil berjalan keluar, namun tiba-tiba ia berbalik. “Oh, aku tidak boleh lupa asupan semangatku hari ini.” ia meraih kotak bekal diatas meja, dan mengecup pipiku sekilas sebelum akhirnya ia keluar dari dapur dan berangkat ke kantor.

.

.

“Jadi apa itu tadi?? Apa maksudnya itu huh? Jelaskan padaku Lee Taemin.”, Taesun menatapku tajam, ada kekecewaan dimatanya.

“Apa yang harus kujelaskan? Kau sudah melihat semuanya. Aku memang mencintai Minho hyung. Dan soal kotak bekal itu adalah salahmu kenapa kau meninggalkannya begitu saja di dapur. Bukan salahku ketika Minho hyung masuk dan melihat kotak itu kemudian menyangka kalau kotak itu milikku.”, ya tuhan, aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi padaku. Kenapa aku bisa mengatakan kata-kata kasar seperti ini. Tapi aku benar-benar tidak tahan ditatap dengan cara seperti itu. Aku tidak menyukai tatapannya itu.

“Itu bukan alasan bagimu untuk kemudian mengakui hal yang tidak pernah kau lakukan!!!”, Taesun mulai berteriak. Wajahnya tampak sangat kesal. “Kau seharusnya bilang padanya kalau itu bukan kau, tapi aku. Aku!!!”

“Dan kenapa aku harus melakukan itu. Bukankah sudah kubilang aku mencintai Minho hyung. Dan aku melihat kesempatanku. Kenapa aku harus membuangnya.”, aku mulai membalas teriakannya.

“Kau harus katakan yang sebenarnya padanya Taemin…”, jerit Taesun lagi.

“Tidak… Aku tidak mau… Aku tidak akan melakukan itu. Terima saja Taesun, kami sudah bersama sekarang. Sebaiknya kau melupakannya.”, kataku sambil berjalan menuju pintu meninggalkan dapur. Meninggalkan Taesun yang hanya terdiam menatapku dengan pandangan penuh kebencian dan kekecewaan dimata yang mulai menitikkan air mata.

“Kau jahat Taemin… Kau jahat…”, bisiknya yang masih tertangkap oleh pendengaranku. Aku hanya mengabaikannya dan terus berjalan meninggalkannya. Aku tahu aku jahat, tapi aku sangat mencintai Minho hyung dan aku tidak mau kehilangan dia. Tidak sekarang!!! Tidak ketika aku pada akhirnya sudah berhasil memilikinya. Maafkan aku Taesun, batinku dalam hati.

~Flashback End~

.

.

Tubuhku terasa lemas. Aku tidak percaya Taesun masih menyimpan dendam karena kejadian itu. Mengingat itu sudah dua tahun yang lalu. Kami memang menjadi jauh sejak kejadian itu, sudah sewajarnya hal itu terjadi, bagi kami berdua sudah tidak mungkin untuk tetap menjadi akrab setelah semuanya. Tapi kenapa? Kenapa harus sekarang? Kenapa harus ketika aku dan Minho hyung sedang sangat bahagia atas pertunangan kami.

“Apa kau sudah puas sekarang?”, Taesun hanya mengangkat sebelah alisnya mendengar perkataanku. “Apa kau sudah puas menghancurkan hidupku?”, aku mulai menjerit.

“Aku tahu aku yang salah karena kejadian itu, tapi haruskan kau membalasku dengan cara seperti ini?”, aku menumpahkan semua emosi dan kekesalanku.

“Itu belum seberapa dibandingkan apa yang aku rasakan selama dua tahun ini Taemin. Kau seharusnya yang paling tahu betapa sakitnya perasaanku. Dua tahun Taemin, dan itu bukan waktu yang singkat. Aku hanya membuatmu merasakan bagaimana sakitnya dikhianati oleh saudaramu sendiri.”, kata Taesun dingin.

“Baiklah. Kau sudah berhasil sekarang. Kau puas???”, teriakku. Aku berbalik dan berlari keluar dari kamar itu. Aku ingin pergi jauh dari semua bayangan buruk itu. tidak kuperdulikan panggilan Minho hyung yang terdengar dibelakangku. Sudah cukup semuanya. Aku sangat lelah. Aku hanya ingin lari.

Tidak kuperdulikan hujan yang menguyur deras tubuhku. Aku hanya terus berlari semakin cepat, berlari kemanapun asalkan jauh dari rumah itu, dari mereka…

“Aku benci hujan…”, batinku sakit.

.

.

TBC

.

.

Yeah finally, I’m done with 1st part… Kayaknya ini cerita malah jadi aneh dan ngebingungin yah… Sorry Suunders, aku emang ga ahli bikin fic…😦

Sebagai tambahan aja nih biar ga bingung, pas flashback itu model rambut Taemin ama Taesun itu beda, makanya Minho bisa langsung ngenalin. Si Taemin rambutnya yang pas Julliet era, sedikit panjang dan rada-rada keriting gitu. Sementara Taesun rambutnya yang pas Ring Ding Dong era, yang pendek dan rada kelimis namun tetep imut itu loh. Nah yang saat ini model rambut mereka ceritanya samaan, anggap aja yang pas Lucifer era, panjang, blonde, dan sexy. Makanya si Minho ga bisa ngenalin dan akhirnya ngelakuin hal itu sama Taesun. Gimana cukup ngejelasin ga? Sorry banget yah kalo jadi pada bingung *bows*

Dan satu lagi, untuk next part aku ga tau kapan, untuk part awal ini aja aku ngetiknya butuh empat hari. Karena selain kuliah aku juga kerja, so harus curi-curi waktu buat ngetik… Harap bersabar yah Suunders *kepedean kayak ada yang bakalan nungguin lanjutannya aja*

Aku ga bakat nih ngutuk orang, please deh kesadarannya aja, kalau udah baca tolong tinggalin comment buat aku, supaya aku tau gimana pendapat kalian tentang ff ini… Thanks ya bagi yang udah baca🙂

All comment always loved…

.

.

Lulunyu ~<333~

30 thoughts on “[2min] Meaning of Forgiveness part 1 of ?

  1. tp ttp aja taemin jg dulu salah masa ngehianatin saudara sndri, nah skrng taesun jg lbh salah udah tau tungan taemin masa diembat lbh lg mereka kan blm muhrim ko udah yadongan *gubrak…!!!!*

  2. bner bgt.. TWINS EFFECT 2 mank keren bgt critax wlo kgak nymbung ma TWINS EFFECT yg prtama, hehe. kalo TWINS EFFECT prtama tntg prince vampire gtu yg dperanin ma edison chen^^ kalo yg kdua tntg yeoja kmbar yg slah stux jd jhat krna dendam dhianati pdhl cmua it zlah adk kmbrnya,jd dy ngbwt supaya ddunia ne cwo ga bz brkuasa lbih dan mengutuk cmua cwo jd siluman.. film twins effect maenx udh bolak balik tp aq g pna bosen lytx.. td aja aq bru lyt twins effect d indosiar.. pkokx daebak deh.. aq jd mkir minnie kalo kmbar kyg jo twins gmana ea.. tentunya hebat..

  3. kyaaa… koc` tetem sadis amat ea… aduh koc` gag trima ea…
    autoorr… tolong di terusin TBC a… #mmbungkuk 90 drajat..
    ditunggu part slanjut a…

  4. kyaaa….
    seru banget…
    tapi kasian c tetem pasty yg trus.2an tersiksa…

    thor,, jangan terlalu lama update.na ya….
    moga aja udah ada next chapter.na…
    *ngubek.2 blog*

  5. Waow Author nya suka ontae ! Aku juga suka ontae *high 5 #ab4ikan

    lanjuuut dong thor ?!penasaran nih jadinya ?!
    Tapi btw tuh si minho nc an sama taesun ?! Bukan sama taeminnie ?!

    Oh ya bikin ff ontae juga ya thor!!!?

    Gomawo ~wush
    hilang seketika

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s