[onkey] reason-1shot


anneyong…wkwkwkw
buat si echa, ntar ya saii taekey.a on progress kok, tenang aja neee…
buat readers..  RCL-nya selalu saya nanti..yeahh

Happy reading ^^

===================

Title                 : REASON

Author             : key’Sha

Cast                 : Onkey❤

Support cast     : 2min

Genre               : romance

Length             : one shoot

======================

“Ukh…onew bisa tidak sih kau itu tidak berkeliaran keluar ruangan?” menuntun seorang namja tampan dengan balutan pakaian rumah sakit berwarna biru langit. Hanya terkekeh pelan mengelus tengkuknya lembut saat seorang namja cantik berjas putih itu menuntunnya masuk kedalam kamar sembari mengoceh panjang lebar. Membuat bibir tebalnya tak henti-henti menarik ujung bibir untuk mencipta selengkung senyum lebar di wajahnya. Membiarkan tangan lembut kurus itu menggenggam pergelangan tangannya. Mendudukan dirinya duduk di ranjang besar dengan seprai warna cokelat yang elegan. Eum..ruang VVIP yang mewah dengan ranjang besar empuk, TV layar datar 21 inci, AC, dan segala fasilitas yang mendukung kesembuhan pewaris utama Lee corp. okeh.. itu berlebihan mengingat namja tampan ini hanya terserang tipus dan di opname selama seminggu. Tapi..tapi.. itu bulan lalu. Sekarang? Yah.. ia kembali masuk rumah sakit karena sebuah kecelakaan yang mengakibatkan tulang di lengan kirinya patah dan harus di operasi minggu depan, kali ini di opname selama sebulan. Hmm.. sebulan di tambah seminggu kala tempo hari ne? cukup..cukup untuk membuatnya jatuh cinta pada seorang dokter muda cantik kebanggan lee corp. dokter kim. Dokter yang baru di pekerjaan di rumah besar lee dua bulan lalu.

“Ergghhh…sini..sini.. mana lenganmu! Biar kulihat?” mengawai tangan mengisyaratkan namja tampan itu untuk memperlihatkan lengan kirinya yang di balut perban. Mengamati lengan kiri yang di balut perban coklat.

“Eum..kau harus ganti perban, tunggu sebentar biar kuambil dulu..” beralih menuju laci obat-obatan di sudut kamar, mengambil segulung perban dan kembali menghampiri namja tampan bernama onew. Yah.. onew, nama panggilan dari seorang lee jinki. Anak kesayangan tuan besar lee yang di sebut-sebut sebagai pewaris uatama perusahaan elektronik terbesar di korea.

“Key-aa… aku lapar..” menggelayut manja di lengan dokter cantik itu, memberikan tatapan puppy eyes yang selalu jadi senjata ampuh untuk menaklukan namja cantik ini. Namja cantik yang di panggil key itu hanya menatap kesal pada onew yang terus merajuknya, mengulur waktunya untuk mengganti perban.

“Ishh.. kau mau makan apa sih?” berdecak sebal, menepuk-nepuk kepala onew yang masih menggelayut di lengan kurusnya.

“Hehe.. aku mau makan spaghetti buatanmu.. ne?” menampilkan deretan gigi putihnya termasuk gigi kelinci di barisan terdepan. Tersenyum lebar membuat pipi chubby-nya menenggelamkan kedua matanya yang sipit. Ukh! Melepaskan tangan onew dari lengannya halus, memicing sinis pada onew yang terus tersenyum.

“Kau bisa minta chef lain untuk memasakkan spaghetti untukmu kan?” menyilangkan kedua tangannya di depan dada, masih memegangi gulungan perban di tangan kiri. Menatap kesal pada namja tampan yang sedari tiga minggu kemarin selalu membuatnya naik pitam karena begitu manja. Menyuruhnya untuk menemaninya di kamar, menemaninya untuk mengobrol, bahkan memintanya untuk memasak. Hey! Ia seorang dokter! Bukan seorang asisten ataupun chef.. ia seorang dokter.

“Tapi aku mau buatanmu.. neee?? Baby..?” kembali mengguncang-guncang lengan key yang bersidekap. Okeh.. dokter cantik ini menyerah, selalu kalah dengan tatapan itu. Puppy eyes seorang lee jinki dengan wajah yang imut. Ukh! Terkadang kesal pada dirinya sendiri kenapa bisa menjadi dokter pribadi keluarga kim?

“Ne..ne.. akan aku buatkan, tapi jangan panggil aku baby lagi! aku bukan baby-mu onew.. arasseo?!” mengacung telunjuknya tepat di depan wajah onew yang hanya tersenyum lebar. Tertawa kecil melihat dokter cantik itu berbalik dan hilang di balik pintu.

“Ya! Aku harus mengganti perbanmu dulu… kkaja!” kembali masuk kedalam kamar seraya mengacungkan gulungan perban yang masih ia pegang. Menghampiri onew yang duduk di tepian ranjang. Memicing tajam pada onew yang entah kenapa selalu tersenyum..atau memang urat senyumnya itu memang permanen?

“Jangan selalu menyusahkanku nee?? Kau itu membuatku susah.. kau pikir aku asistenmu apa? Eum.. nah, sudah selesai..” membalut lengan kiri onew yang ia pegang, mengikatnya dengan kecang dan menepuk rambut cokelat onew.

“Gomawo baby..” mendongak manatap ke dalam mata kucing indah milik key, tersenyum seolah menghipnotis key untuk terhanyut dalam tatapan onew. BLUSH.. pipi tirusnya bersemu merah, membuat onew terkekeh pelan.

“Isshhh… sudah sudah.. aku mau masak dulu..” menggeleng cepat menyadarkan diri dari pengaruh namja tampan itu. Onew tertawa renyah, membiarkan key mneggelengkan kepalanya kencang-kencang.

“Baby… neomu yeppeoyo..” menyentuh ujung mata kucing itu, membuat key terdiam sejenak. Ah! ia malu! Cukup..cukup.. namja ini memang selalu berhasil membuat jantungnya berdegup tiga kali lebih cepat. Eerrgghh!!

“eum..eh? sudahlah.. aku harus pergi. Dan jangan panggil aku baby lagi!” menjauhkan wajahnya dari onew yang dirasa terlalu dekat. Onew menarik tangannya dari sudut mata key, mengelus tengkuknya lembut dan tersenyum lebar. Lagi-lagi senyum yang berhasil membuat dokter cantik di depannya semakin bersemu.

“Wae? Kenapa tidak boleh memanggilmu baby?” bertanya polos dengan wajah yang….ukh! demi apa key ingin berteriak bahwa namja di depannya ini begitu KYEOPTA!!!!! Dengan senyum dan gigi kelinci yang menyembul dari deretan terdepan, pipi chubby, hidung bangir, mata sipit…SEMPURNA! HE’S PERFECT!

“Karena.. karena aku bukan baby-mu onew! Ukh! Sudah kubilang berapa kali sih? Baby itu untuk orang yang kau cintai…” memicing tajam menembus manik mata onew yang terbingkai kelopak bulan sabit. Tampan.

“Aku mencintaimu..” berujar pelan, menundukkan kepalanya hingga poni cokelatnya terjuntai jatuh menutupi wajah.

“Kau bercanda.. sudahlah.. aku harus kembali bekerja, spageti-nya nanti kubuatkan” mengusak rambut onew pelan hingga terlihat sedikit awut-awutan. Ukh! Menatap punggung sempit berbalut jas putih itu menghilang di kelokan pintu kamar. Memegang dadanya yang terasa berdebar, meringis pelan mengepal tangan kirinya yang terkulai di sisi badan.

“Aku tidak bercanda key..uh..” meremas baju pasiennya, tersenyum miris masih berdiri terpaku di dekat ranjang. Menikmati kesunyian yang datang menghampiri.

=======================

“say ‘AAAA’ kajja! Buka mulutmu.. kau harus menjaga stamina agar kondisimu tidak kembali down..” menyodorkan sesendok bubur ikan hangat di depan mulut onew yang masih terkatup rapat. Menggeleng pelan, memalingkan wajahnya dari key yang menautkan kedua alisnya bingung.

“wae? Nanti kau sakit lagi…” meletakkan kembali mangkuk bubur itu di meja sisi ranjang. Membenarkan posisi duduknya di tepian ranjang, menyentuh punggung tangan onew yang terasa dingin.

“Biar saja.. biar aku bisa terus denganmu..” menjawab asal seraya memandang keluar jendela besar yang memperlihatkan rintik-rintik hujan yang mulai turun. BLUSH..kembali bersemu, menundukkan kepalanya dalam, mencegah onew agar tak melihat wajahnya yang bisa di pastikan pasti sudah memerah.

“kau bicara apa sih? Kalau kau sakit..kau menyusahkan tau..” kembali meraih mangkuk yang ia letakkan di meja kecil sisi ranjang. Mengaduk bubur itu pelan hingga tercampur seluruhnya. Menyendokkan sesuap bubur dan mengangkatnya lagi ke depan wajah onew. Masih menggeleng pelan, terus menatap keluar memandangi rintik hujan yang semakin lebat.

“Kau tak suka ya jika aku terus dekat denganmu?’ menolehkan wajahnya tiba-tiba pada key yang terdiam seketika, mengerjapkan mata kucingnya cepat. Menagtup bibir tipisnya rapat-rapat. Entahlah.. ia tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan onew barusan.

“Naa..molla.. eum.. sudahlah..ayo makan ne?” menyodorkan untuk yang ketiga kalinya sendok bubur di depan bibir onew yang masih terkatup. Mata sipitnya memandang sejenak ke dalam mata kucing key sebelum ia membuaka mulut dan menangkup sendok itu, mengunyah buburnya pelan dan menelan.

“Baby..” panggil onew yang masih menatap key yang mengaduk buburnya, terus menunduk seolah tak mendengar panggilan itu.

“Baby..baby..” menyentuh dagu key lembut, mengangkatnya pelan membuat mata kucing dan mata sipit itu bertemu. Hanya saling diam, tak mengatakan apapun dari bibir mereka.

“Onew.. aku ada urusan lain.. kau makan sendiri saja ya?” menyodorkan mangkuk buburnya kedalam tangan onew yang dingin. Tersenyum kecut menepuk kepala itu lembut, beranjak dari tepian ranjang hendak meninggalkan onew sendiri lagi.

SET…BRUKK..

Menarik lengan kurus key hingga jatuh menimpa onew yang terkekeh.

“Aww..oneeummhhpp…” meringis tertahan saat bibir tebal itu menempel pada bibir tipisnya. Manis. Masih membelalakkan matanya lebar-lebar membiarkan onew mengulum lembut bibirnya. Ukh! Ingin memberontak namun mengapa terasa lemah sekali?

“Hhh.. sudah sana pergi.. katanya ada urusan” melemparkan senyuman khasnya begitu tautan bibir mereka terlepas. Memandang geli pada pipi tirus key yang benar-benar sudah memerah. Bahkan debaran jantung dokter cantik itu bisa terdengar saking dekatnya. Sebegitunyakah? Ukh! Buru-buru mengangkat tubuh kurusnya yang menimpa sebagian onew. Berjalan cepat dengan kepala yang di tundukkan, meninggalkan onew yang masih tersenyum lebar. Menyentuh bibir tipisnya perlahan dengan ujung jemari lentik, hangat! Masih terasa hangat dan manis.. ukh! Sadar! Sadar! Ia majikanmu walau kau memang di beri kelonggaran karena onew adalah teman semasa kuliah. Berdiri bersandar di dinding depan kamar onew, memegang dadanya yang lagi-lagi berdebar seakan mau meledak. Mengatur napas yang entah sejak kapan menjadai tersengal satu-satu.

“Ukh! Key! Key! Sadar! Apa yang terjadi padamu eoh?!” menampar-nampar pelan pipi tirusnya yang masih terasa panas, berusaha menormalkan kembali control diri yang sempat hilang.

“Hyung! Apa yang kau lakukan eoh?” sebuah suara imut datang menyapa gendang telinga, mengalihkan fokus key pada seorang namja cantik berambut almond yang asik menggelayut manja di lengan seorang namja tampan tinggi dengan mata besar.

“Ah.. taemin-aa, eum.. ani.. aku baru saja memeriksa keadaan hyung-mu..” memasang senyum manis pada namja cantik yang di panggilnya taemin. Masih sedikit shock karena kemunculan yang tiba-tiba di tambah menangkap basah seorang dokter yang tengah melakukan hal konyol..menampar dirinya sendiri?

“Oh.. baiklah.. aku kedalam dulu ya hyung.. ayo keroro, pasti onew hyung sudah menunggu kita” menarik lengan namja tinggi yang mengelus tengkuknya terkekeh pelan.

“Anneyong key hyung..” melambai pelan saat namja tinggi itu melewati key yang masih tercengang. Eum.. menggeleng pelan sedikit merutuki diri karena bisa melakukan hal konyol di tenpat umum. Yahh.. walaupun tadinya lorong itu sepi sebelum taemin dan minho datang. Menghela napas panjang, menyeka keringat dingin yang mulai bermunculan di permukaan dahi.

========================

“Anneyong hyung!” sapa taemin riang pada onew yang tengah duduk bersandar bantal di ranjang, menutup novelnya yang tebal. Tersenyum lebar pada sang dongsaeng dan tunangannya, menepuk-nepuk tepian ranjang menyuruh namja cantik itu untuk duduk di sisinya.

“Anneyong taemin.. anneyong minho!” melambai pelan saat mereka sudah duduk di sisinya. Taemin tersenyum riang, meletakkan keranjang buah apel yang ia bawa di atas meja kecil sisi ranjang.

“Anneyong hyung.. hmm.. otte? Sudah baikan? Apa masih sakit/?” menunjuk-nunjuk lengan kiri onew yang baru saja mengganti perban. Namja tampan itu mengangguk mantap, masih menyunggingkan senyum lebarnya pada sang dongsaeng.

“Nee.. tadi key sudah mengganti perbannya.. hehe..” mengelus tengkuknya lembut. Melempar pandang pada namja tinggi bernama minho ayng sedari tadi diam tak bersuara, hanya menampilkan senyum penuh karismanya pada calon hyung ipar. Hh..sudah biasa, minho bukanlah orang yang banyak bicara seperti key, ia hanya mengatakan apa yang perlu untuk di katakan atau menjawab pertanyaan yang di lontarkan.

“Hmm.. mian aku tidak bisa menghadiri pertunangan kalian lusa kemarin. Aku sibuk..” menampilkan wajah memelas pada taemin yang langsung menggembungkan pipinya imut.

“Nee..gwaenchana.. aku tau kau sibuk..sampai-sampai menahan key hyung di kamarmu kan?” memicing tajam pada onew yang terkekeh pelan, mengangguk pelan dan mengapit hidung mancung taemin.

“Hahaha.. kau ini ada-ada saja.. aku kan pasien spesial, jadi aku suruh saja dia memasak makan malam untukku.. lagipula masakannya enak” mengacungkan kedua ibu jari ke depan wajah taemin yang masih menggembung kesal.

“Isshh.. dasar! Hyung pabbo! Aku kan juga ingin key hyung hadar di pertunanganku!” menyilangkan tangannya di depan dada kemudian menoleh pada minho yang sedari tadi diam.

“ya kan keroro? Kita kan juga ingin key hyung hadir di pertunangan kita.. hyung pabo ini malah menyitanya dariku… ukh!” menatap tajam kedalam manik indah yang di bingkai kelopak besar.

“Ne..ne.. onew hyung memang terlalu protektif..” menjawab ragu-ragu, melirik pada onew yang mengerucut bibirnya ke depan.

“Apa kau bilang choi minho? Aku protektif?” memicing tajam pada minho yang tertawa renyah, mengangguk pelan tersenyum kecut. Sedikit takut mengingat namja tampan ini sangat menakutkan jika sudah emosi.

“Hyaaa! Kau tidak boleh menikah dengan dongsaengku!” menepuk kepala minho keras, membuat namja tinggi itu meringis pelan, mengelus kepalanya yang dirasa sedikit sakit.

“Ish..ish.. hyung ini! Huh! Sudah sudah.. keroro,, ayo kita tinggalkan saja ayam itu.. kita ke ruangan key hyung saja.. kajja! Kajja!” menarik lengan minho untuk beranjak meninggalkan onew.

“Eh? Eh? Kalian mau kemana?” mencegah kepergian kedua dingsaengnya yang sudah berdiri di ambang pintu.

“Ke ruangan key hyung! Anneyong hyung! Get well soon!” meleletkan lidah kemudian melangkah pergi masih menarik lengan minho hingga menghilang saat pintu kayu berpelitur itu tertutup dengan dentuman yang cukup keras.

“Ukh! Dongsaeng kurang ajar.. hh.. key! Key!” menggerutu sedniri, mengacak rambut cokelatnya yang sedikit berantakan dengan poni coklat ayng sedikit jatuh ke dahi. Meraih ponsel touch coklat yang tergeletak di atas meja. Menekan beberapa nomor dan menempelkan benda canggih itu ke telinga, menunggu seseorang di seberang menyapanya dengan suara yang lembut.

Cklik.. koneksi tersambung, membuat namja tampan itu kembali mengembang senyumnya lebar.

“Anneyong baby!” menaypa riang setelah terdengar seidkit dengungan di seberang sana.

“Hyyaa!! Jangan panggil aku baby onew-aa!” memekik keras membuat onew mnejauhkan poneslnya dari telinga, meringis pelan mengucek telinga kanannya yang terasa sedikit denging karena pekikan namja cantik itu.

“Ukh.. pelankan suaramu.. telingaku sakit..” menggerutu pelan diselingi tawa kecilnya yang renyah.

“Ne..ne..mian.. eum, ada apa kau meneleponku? Apa ada yang sakit?”

“Ani.. hanya rindu padamu.. bogoshippo neee?” mengeraskan volume suaranya di speaker.

“ishh..ne..ne.. ya sudah kalau hanya ingin mengatakan itu. Aku masih banyak pekerjaan”

“Ukh! Memang pekerjaan apa? Kau kan dokter pribadiku..” mengerucutkan bibir tebalnya kedepan, imut!

“Ya..tapikan aku juga masih banyak urusan onew-aa.. sudahlah.. aku harus ke ruang dokter Park ne?” terdengar memelas namun kesal?

“yee…ne..ne..ne.. anneyong key.. saranghae..” terkikik seraya memutus sambungan koneksi, melempar ponselnya ke tengah ranjang. Menghela napas panjang dan tertawa kecil. Membayangkan wajah cantik itu ada di depannya. Terobsesi? Eumm..tidak juga.. mungkin yahhh…mencintai. Tak lekas menyerah ketika berkali-kali namja cantik itu menolak pengakuan cintanya, masih berusaha keras mendapat secuil perhatian sebagai seorang kekasih. Bukan sebagai dokter dan pasien.

=================================

“Eum.. onew, aku harus ke jepang memenuhi panggilan, mungkin akan kembali minggu depan..jadi mian aku tak bisa menemanimu operasi..gwaenchana?” menatap lembut kedalam mata sipit yang memancar bilar kecewa.

“Tak bisakah menemaniku operasi?” meraih tanagn kurus itu kedalam genggamannya..hangat.

“Mian.. eum..aku berangkat nanti sore.. otte? Kau baik-baik ya!n jangan lupa makan teratur. Dokter park akan menggantikanku merawatmu minggu ini” menepuk lembut rambut cokelat onew yang harum.

“Ukh! Ya sudahlah.. kau harus sering-sering meneleponku ne?” memicing pada key yang etrtawa kecil, geli mendengar pasiennya ayng manja permanen ini.

“Ne..ne.. hehe.. kau ini.. seperti aku akan pergi lama saja..” mencubit gemas pipi chubby onew hingga namaj tampan itu meringis.

“Aww..appo! ukh! Seminggu itu kan lama key..” menggembungkan pipnya pelan, terlihat sedikit memerah karena terlalu keras di cubit.

“ya! Bagimu.. bagiku tidak hehehe.. hanay seminggu” memutar bola matanya, menatap keluar jendela besar yang memamerkan langit cerah dengan birunya langit.

“ya! Bagiku.. pokoknya kau harus berjanji akan sering meneleponku!” mengguncang pelan lengan kurus key, mengalihkan pandang lembut key kembali padanya. Hanya terkekeh pelan sambil mengangguk mantap, membuat poni legam yang terselip di sela telinga jatuh menutupi sebagian wajah.

“Yaksok?” menyodorkan kelingkingnya ke depan wajah key yang masih menyunggingkan senyum, membuatnya terlihat semakin manis. Menautkan kelingking kurusnya pada kelingking onew dan tersenyum lebar. Melirik sekilas pada jam tangan silver yang melingkar di pergelangan tangan kanan, menghela napas panjang dan menepuk kepala onew pelan.

“Ahh..sudah dulu ya, aku harus bersiap-siap.. pesawatnya akan berangkat dua jam lagi. Jino menungguku di apartemen. Anneyong onew.. sampai umpa” melepaskan tautan kelingkingnya dari onew, bangkit dari duduk di tepian ranjang. Melambai pelan pada onew yang menggembungkan pipinya imut.

CHU~

Mengecup pipi chubby itu sekilas sebelum berlari keluar kamar tanpa menoleh kebelakang, mendapati namja tampan itu tersenyum lebar memegangi pipinya yangsedetik lalu di sentuh oleh bibir tipis itu.

“Hati-hati nee..” bergumam pelan masih dengan degup jantung yang tak normal. Menghentak-hentak bagian dadanya membuat aliran darahnya berdesir lebih cepat.

========================

“Chukaeyo!!!!!!!” suara-suara riuh serta sorakan menyambut gendang telinga namja tampan yang baru saja masuk kedalam sebuah ruang mewah yang ditata begitu elegan dengan lampu kristal bergelantungan di langit-langit. Menyusul tepuk tangan riuh saat si namja tampan melemparkan senyumnya pada tamu undangan yang bisa bisa dibilang tak terlalu banyak. Hanya masing-masing kepala divisi perusahaan, appa, umma, taemin, minho, dan beberapa sanak-saudara serta rekan kerja sang tuan besar Lee.

“Hyung!’ menghambur kedalam pelukan namja tampan yang tersenyum girang menyambut pelukan hangat sang dongsaeng yang memakai kaos putih polos selutut dan di balut sweater abu-abu serta sepatu keds putih yang melindungi kaki mungilnya.

“anneyong taemin-aa!! Hh… otte? Aku sudah sembuh sekarang!” melepaskan pelukan taemin yang semakin erat bagai akan mencekiknya hingga kehabisan napas. mengelus lembut rambut almond taemin yang di kuncir ke atas. Yeppeo! Menjabat tangan minho yang entah sejak kapan berdiri di belakang taemin, tampan seperti biasa dengan balutan jas semi-formal abu-abu yang menutupi kaos putih garis-garis serta celana jeans hitam dengan rambut yang ditata sedemikian rupa.

“Chukae hyung.. sekarang hyung bisa bergabung bersama kami kembali.. hehe” mengelus tengkuknya yang sedikit berkeringat, yahh.. penuh karisma namun pemalu. Entahlah..terlalu pendiam, hanya dengan taemin namja itu bisa berbicara panjang lebar.

“Gomawo minho, ahhh..senangnya bisa bergabung kembali bersama kalian” menepuk-nepuk pundak lebar minho di sertai kekehan dari ketiganya.

“Onew..” suara lembut nan merdu menghampiri gendang telinga, menolehkan manik indahnay pada seorang namja cantik berbalut gaunyang anggun, sangat serasi berdiri di sebelah namaj tampan yang tersenyum penuh wibawa.

“Umma..appa..” memekik pelan, mendekati sang bumonim yang tersenyum menatap kesembuhan anak kesayangannya.

“Haha..sekarang kau tak perlu ada di rumah sakit lagi neee?? Kau bisa kembali kerumah bersama kami!” mengangkat gelas winenya tinggi-tinggi mengajak bersulang pada taemin dan minho ayng ada di sekitar.

“untuk kesembuhan pewaris utama lee corp.. onew!” terkekeh pelan menatap anaknya yang mengelus tengkuk malu.

“Ahh..sayang tidak ada key hyung disini.. pasti akan semakin meriah jika ia ada disini..” taemin bergumam pelan namun dapat terdengar dengan baik oleh onew yang tepat berada disebelahnya.

“Hyung! Kapan hyung akan melamar key hyung?!” bertanay tiba-tiba, menarik lengan jas onew. Membuat namja tampan itu tersedak wine, terbatuk-batuk pelan sebelum mengusap tumpahan wine yang membasahi sedikit jas-nya.

“Taemin! Kau bertanya apa sih?!’ memprotes keras, melempar tatapan tajam pada taemin ayng memasang wajah polos.

“Lho? Memangnay salah jika bertanya seperti itu/ ukh! Lagipula hyung kan sudah lama menyukai key hyung. Memangnay hyung mau akku menikah duluan sementara hyung jadi bujang lapuk (?)” mengoceh panjang lebar, mengetuk-ngetuk dagu memutar bola matanya ke kanan. Berhasil membuat onew salah tingkah karena ucapan dongsaengnya. Oke! Cukup! Ia tak dapat menjawab pertanyaan taemin, karena sebenarnya ia sendiri bertanya-tanya dalam hati kapan ia akan melamar key sebagai calon istri? Ukh! Bingung nee??

“Hyung.. lusa saja, lagipula besok malam key hyung sudah pulang dari jepang kok! Ne? Ne? Ne?” menarik-narik lengan jas onew, membuat kekehan dari sekitar. Hanya dapat bersemu merasakan panas menjalar pip chubby-nya.

“Ukh! Berisik! Sudah..sudah..anak kecil tak perlu mengurusi masalah orang dewasa!” menepis tanagn taemin yang masih meremas lengan jasnya erat-erat. Menggembungkan pipinya imut sebagai tanda protes pada sang hyung. Membiarkan namja tampan itu berkutat dengan pemikirannya sedniri, menimbang-nimbang perkataan sang dongsaeng yang memang ada betulnya juga.

=========================

Seorang namja cantik dengan jaket kulit hitam terduduk, memegangi koper putih yang berdiri manis disisinya. Sesekali melirik kesal kearah jam tangan silver yang melingkar di pergelangan tangan kurusnya. Mengerucutkan bibir kesal seraya memandangi lalu lalang yang semakin sedikit karena sudah semakin larut. Ck, dua jam..kau tau? Dua jam bukan waktu yang singkat untuk menunggu kedatangan seorang namja tampan yang mengumbar janji akan menjemputnya di bandara. Tapi alhasil? Sekarang sudah pukul setengah dua belas malam, sementara namja tampan itu tak juga memunculkan batang hidungnya. Menghentakkan kaki kesal ke lantai, berdiri cepat, menyeret kopernay keluar area bandara memutuskan untuk naik taksi saja.

“Eummpphh!!!” memekik tertahan saat seseorang membungkam mulutnya dari belakang, menutup kedua matanya dengan kain hitam. Ingin berteriak namun mulutnya sudah disumpal, lagipula siapa yang akan mendengarnya sementara sedari atdi ia tak menemukan satupun taksi di tengah malam dan akhirnya memutuskan untuk berjalan mencari taksi. Dan sialnya jalan ini sepi! Hamper menangis saat kaki tangannya di ikat dan tubuh kurusnya di bopong dan di hempaskan kasar kedalam jok mobil. Masih meronta-ronta namun sebuah tangan kekar memeganginya hingga nyaris tak mmapu bergerak. Tenaganya tak sebanding dengan tangan yang memeganginya sekarang.

Merasakan mobil terus berjalan dan tiba-tiba saja berhenti, membopong kembali tubuh kurus itu dan meninggalkannya disana dalam keadaan terikat? Ukh! Menakutkan. Sudah mennagis membuat kain hitam yang melingkat disekitar kepala basah karena air mata.

Tap..tap..tap.. mendengar samara-samar suara langkah kaki mendekat ke arahnya, berharap orang itu akan menolongnya.

“Ukh! Lihat..siapa ini? Seorang namja cantik sendirian di tengah malam.. tersesat eoh?” menoel dagu key cepat, membuat key semakin kehilangan kendali. Ingin segera pergi dari tenpat ini, terus meronta saat suara tadi membawanya berdiri dan memaksanya terus berjalan dalam keadaan seperti itu.

“Sudah sampai!” bersorai, melepaskan ikatan mata key. Membuat namja cantik itu mengerjapkan matanya yang basah karena air mata, berusaha mengenali tempat dimana kini ia berpijak. Menatap bingung pada sesosok namja berjaket hitam dan bertudung yang memakai masker hitam. Melepaskan sumpalan di mulut key, ingin berteriak namun entah kenapa merasa tak sanggup. Terlalu takut mungkin? Melepaskan ikatan di tangan dan kaki key, nemun lemas tak mampu berlari ataupun bergerak. Hanya diam tak bergeming saat sosok misterius itu memeluknya erat.

“Welcome key.. hehe”

DEG! Suara yang sangat di kenalnya. Meronta dari pelukan sosok itu, melepaskan lengan yang tadi melingkar mengekang tubuh kurusnya.

“O..onew?” menatap tak percaya saat sosok misterius itu melepas masker serta tudung kepalanya. Tersenyum lebar memperlihatkan dua gigi kelinci yang sangat ia rindu seminggu ini.

“Ne nae key? We? Kau suka?” maju melangkah mendekati key. Namun key mundur kebelakang seolah tak mempercayai namja itu sebagai onew.

“Ini aku.. onew!” membuka jaket hitamnya, memperlihatkan kaos putih dengan tulisan besar-besar berwarna pink bertuliskan “HAPPY VALENTINE DAY! WOULD YOU MARRY ME??’. Menutup mulutnya yang setengah terbuka dengan pounggung tangan kurus, menghambur kedalam pelukan onew yang teratawa kecil.

“Jadi.. apa jawabanmu?” melepaskan pelukan key dan berlutut di hadapan namja cantik yang mulai berkaca-kaca..terharu! yaaahhh!! Merogoh saku celana jeans, mengeluarkan sebuah kotak beludur pink, membukanya dan memperlihatkan sebuah cincin emas putih ayng di ukir sedemikian rupa!

“Yeppeo” desis key menatap cincin itu.

“Nae key lebih yeppeo.. hehe” nagkit dan memsangkannya kedalam jari manis kurus key. Mengecup pip tirus itu lembut hingga mendengar sebuah kata ‘YA’ ayng sangat pelan, dibisikkan sengan halus oleh key.

“saranghae..” menuntun namja cantik itu untuk segera mengikutinya masuk kedalam semak belukar yang gelap.

“Kita mau kemana?” bertanay, mengeratkan genggamannya pada onew yang diam terus menuntunnya semakin masuk kedalam hutan kecil itu.

“Hya!!! Semuanya.. ini calon istriku!!! Tepat jam dua belas tadi ia resmi menjadi calon istriku!!!” bersorak riang pada keempat namja yang tengah duduk termangu mengelilingi api unggung kecil. Memunculkan wajah-wajah sumringah dari keempatnya.

“Ya! Jonghyun! Jino! Aku akan menyusul kalian naik ke pelamaninan!” menepuk senang punggung lebar seorang namja tampan dengan rambut ayng dicat dua warna, tengah merangkul seorang namja cantik mungil yang hanay tertawa kecil.

“Key hyung! Kau akan jadi iparku nanti! Yeay!” memeluk erat leher key yang masih bingung pada kejadian ini. Menatap tiga buah tenda besar ayng terpancang mengelilingi api unggun.

“Kalian sedang apa disini?” tanay key bingung, menunjuk tiga tenda yang ada disekeliling.

“Berkemah.. sekaligus menunggu onew hyung melamarmu di hari ini! Hahahaha!!!!!” pekik taemin di sambut gelak tawa lainnya. Membuat pipi tirus key kembali bersemu, menghambur memeluk leher onew yang tertawa kecil.

“Gomawo..” berbisik sebelum ia mengecup bibir tebal onew sekilas dan melepaskannya kembali. Siap menerima kata baby yang biasa onew lontarkan untuknya. Siap untuk menempuh hidup bersama seorang namja tampan yang malam ini menculiknya hanya untuk melamarnya tepat pada tanggal empat belas februari, namja tampan yang pernah membuat degup jantungnya berkali-kali tak normal. Dan itu…sangat menyengakan!

END

39 thoughts on “[onkey] reason-1shot

  1. Ciyeeeeee onew sweet bangeeett ..
    NgeLamarny sadis euy , pke dicuLik segaLa key nya .
    But it’s OnKEY , yg penting key nya nerima onew jadi suaminya !
    Uyeeeyyyy , onkey forever !!

  2. yeyyyyy ini so sweet bangeeett!! BANGETT!!
    ahhhh yaampuunnn key lucu deh waktu jd dokter sok sok gamau gitu, padahal mau buangett hahah

  3. aaa .. Aku sukaa ..

    Itu itu ada jonghyun lagi nyelip-nyelip namanyaa😀

    aa mau deh jadi keyy

  4. So sweet bgt, ash key ny malu2 meong gtu eh, klo suka mh y blg aja suka ..hhahaa
    Tpi kpndekan ni thor, ga spnjang yg minho side .. Hummm
    Ttep kren tpi ko, hhehe
    Kya ny author di SYF t pda pnter2 yh nlis ny.. Hhehehe

  5. Uhh banyak typo nya…
    Tpie crta’y sosuett aplghie pas plmran’y d’hari valentine romantis bangetsss

  6. aku takut bgt pas key di culik..,,lega ternyata yang nyulik onew
    ternyata dubu pinter juga bikin surprise
    romantisssssssssss bgt
    bkn iri tau..hehheeh

  7. OMO~~~
    Key jadi Dokter pribadinya Onew…
    betapa beruntungnya kau…kibumie, baby….

    tingkah Onew bener2 kaya anak kecil yg butuh perhatian bnyak… kekekekekeke…
    tiap x bilang baby.. key lgsg blushing….

    dan ituuu~~~~
    cara nya Onew ngelamar Key….aaaaa~~~~ itu cara yg keren walau terkesan kriminal di awal surprice….. kekekekeke…
    Onew pake masker dan bertudung….
    Onew ngelamar Key…
    aaaaaa~~~ neomu choa…..

  8. Halah onew alesan aja pke sakit segala,,, udah Key jadi dpkter pribadi scra tak langsung,, mereka mau nikah ya??undang dong thor….

  9. sudah sekitar 3 tahun udah gak pernah baca ff onkey lagi dan sekarang baru baca lagi dan yaaa not bad~ i will read the other ff tho, ofc at this site laaa hehehe~ hwaiting!

  10. Uuh si pewaris manjanyaaa ~~~~
    Key jadi dokter cantik gitu yah ?
    Kalian cocok,,perjuangkanlah cintamu onyu..

    Demi apa udah olahraga jantung waktu key diculik..
    Ternyata yg nyulil si dubu..
    Uyeeaayy..
    Teruslah berbuat manis seperti ini, okay ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s