[onkey] I LOVE YOU-1 shot


anneyong! akhirnya kesampean juga bikin historical romance.. asik-asik..hahaha
ini sebenernya proyek dari pas kawinan prince will-kate
haha.. ya udah deh..moga ga gaje dan maaf kalo ada miss typo, seperti biasa.. saya malas ngedit..
oke..

Oh ya, buat yang bca note fb punya sasha..saya kasih tahu ya.. sasha itu saya! hahaha…

Cue!!

Title                 : I LOVE YOU
Author             : Keysha
Cast                 : Onkey
Genre               : Historical Romance, romance, a bit of angst (?)
Length             : One shoot

========================================================================

I must be crazy now
Maybe I dream too much
But when I think of you I long to feel your touch
To whisper in your ear
Words that are old as time
Words only you would hear
If only you were mine
I wish I could go back to the very first day I saw you
Should’ve made my move when you looked in my eyes

[“Kau tau aku hampir gila karena merindukanmu kibum-ah” memindahkan poni legam yang hampir menutupi matanya yang menghalangi mata bulan sabit itu untuk menatap mata kucing di depannya.

“Kau aneh! Aku tidak bilang kalau aku tidak akan datang ke pesta dansa minho. Lagian, bukankah kemarin kita bertemu hubby~” mencubit gemas pipi gembul namja tampan di depannya.

“Tapi tetap saja aku merindukanmu kibum-ah~ bogoshippo jagi!” manjanya kemudian merangkul leher jenjang itu agar wajah mereka saling berdekatan.

“Hahaha..kau kan bisa membantu yeoja-yeoja itu untuk memperbanyak kartu absen dansa mereka dengan berdansa bersama mereka. Itu juga alternative untukmu agar terhindar dari kejaran para umma yang lainnya menurutku” menatap sang namja tampan geli sambil bermain-main dengan simpul cravat si tampan.

“Shireoyo! Aku tidak mau melakukan itu!” tegasnya.

“Wae? Bukankah mereka cantik-cantik dan sangat sexy??” namja cantik itu mulai menggodanya, kemudian melingkarkan tangannya pada kedua pinggul si tampan.

“Cause I love you…I need you..only you” ]

Dan memori dua minggu lalu itu terus menerus berulang, berputar dalam kepala seorang Lee Jinki. Wajahnya tampak kusut, berbeda seratus delapan puluh derajat dengan jinki yang biasanya. Ranjang ukuran king size-nya sudah tak teratus lagi, begitu berantakan karena namja ini hanya menggulingkan badannya kesana-kemari membuat bed cover serta sprei coklat bermotif senada itu menjadi berantakan. Suara-suara serta ketukan pintu kamarnya sudah di abaikan sejak tiga jam lalu demi mendukung penolakan terhadap perjodohan bodoh yang melibatkan dirinya. Errgghh..tak ingin yang lain selain seorang Kim Kibum! Hanya ingin seorng Kim Kibum! Karena jantungnya hanya berdenyut untuknya, hanya padanya. No other!
Tok..tok..tok..

“Young master. My lord lee jaejoong ingin bertemu dengan anda” oh! Sungguh tidak tahan dengan suara berat yang barusan menyapa gendang telinga. Tak cukupkah umma-nya itu mengatur segala kehidupannya setelah kepergian sang appa? Tak puaskah menyiksa anak sulungnya ini eoh? Great! Saat pintu menjeblak karena di dobrak paksa. Menampilkan sesosok namja cantik dengan garis wajah yang begitu mirip dengan sang anak., dowager duchess of Sutherland.  Lee Jaejoong. Berdiri di kaki ranjang dengan wajah geram sekaligus anggun menatap sang anak yang melemparkan picingan tajam ke arahnya.

“Kau fikir kau bisa berhasil hanya dengan penolakan semacam ini? Aku tetap tak setuju kau menikah dengan seorang viscount selagi masih ada yang lebih darinya. Tak akan pernah…” menyeringai sinis membalas picingan jinki ke arahnya.

“Apapun yang kau katakan aku tak akan mau di jodohkan. Aku hanya akan menikah dengan seorang Kim kibum. Tidak degan yang lain walaupun aku harus merelakan segalanya..” mengepalkan tangan geram di atas paha. Menyaksikan sang umma mulai tertawa pelan atasnya.

“Hah? Kau fikir kibum akan dengan senang hati menerimamu lagi begitu? Aku tahu persis viscount of huntingdon Kim Kibum itu. Dia orang yang sadar diri dengan gelar bangsawannya yang berbeda jauh dengan kita. Bahkan ia meninggalkanmu saat tau kau akan di jodohkan. Cih.. apa itu yang dinamakan cinta?!” menyilangkan kedua tangannya di depan dada, bersidekap seolah meremehkan sang anak yang memandang tajam. Diam tanpa suara hingga sang umma kembali keluar disusul pintu kamarnya yang tertutup.

Errr..betapa bodohnya ia saat malah mengiyakan perkataan namja cantik  paruh baya itu. Tapi itu memang benar kan? Kibum meninggalkannya saat tahu ia akan di jodohkan. Tapi bukan karena kibum tak mencintainya lagi! Ia hanya takut! Yeah..takut! dan setidaknya sadar diri ia akan bersaing dengan siapa? Seorang marquess.

[“Kibum-ah..please..jebal..” menahan tangan kurus itu agar tak lepas dari tautan jemarinya. Namja cantik itu hanya tersenyum miris, melepaskan tangannya dari genggaman jinki yang begitu erat. Lihat mata kucing itu mulai tergenang! Err..menyedihkan.

“Already done my lord..sorry..” menegakkan tubuhnya dan membungkuk hormat, begitu dalam dan penuh kesopanan. Khas bangsawan. Yeahh.

“Kibum-ah, andwae! Please..dont go..tetap di sampingku jebal..” berusaha menangkap sosok itu lagi, sosok yang kustru mundur selangkah. Mencoba berkelit dari namja-nya. err..menggelengkan kepala lemah dengan seraut wajah kecewa.

“Tidak Jinki..kau harus menuruti appa-mu. Aku tak pantas bersaing dengan seorang marquess my lord..anneyong” tersenyum simpul walau jinki tahu itu senyum yang begitu di paksakan. Menyaksikan punggung sempit itu berjalan menjauh dengan segala keanggunan yang ada. Perlahan menjauh hingga akhirnya menghilang dari pandangan.]

Cause by now I know you’d feel the way that I do
And I whisper these words as you’d lie here by my side
I love you
Please say you love me too
These three words
They could change our lives forever
And I promise you that we will always be together
Till the end of time

Hanya ingin berbisik bahwa ia mencintainya. Sangat mencintainya. Tiga kata. I love you. Tolong katakan bahwa ia juga mencintai namja bernama lee jinki ini. Tapi apa itu akan terjadi? Apa itu akan membuat kibum-nya berubah fikiran?

Dan seandainya itu terjadi bahwa namja ini akan berjanji untuk selalu bersama sampai akhir waktu. Akan selalu bersama .

So today,I finally find the caurage
Deep inside
Just to walk right up to you door
But my body can’t move when I finally
Get to it
Just like a thousand times before

“Hyung..kau mau kemana?” sebuah suara lembut yang mengalun begitu jinki melangkahkan akkinay ekluar dari kamar. Hanya seorang lee taemin dengan sweater baby blue dan jeans biru dongker yang membungkus tubuh kurusnya. Menatapnya dengan bingung ketika menatap wajah sang hyung yang terlalu serius dengan dahi yang mengkerut.

“Kerumah kibum..” menjawab singkat, memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celana, tampan.

“Umma melarangmu menemuinya hyung..kau mau jadi anak durhaka eoh?” memicingkan mata menatap jinki ayng berdecak pelan.

“Terserah sajalah. Aku mau kesana. Anneyong taemin” melangkah cepat meninggalkan namja cantik yang masih terpaku di tempat. Melangkah cepat kelouar menuju halaman rumah yang luas, bersiap menaiki Ferrari merah metalik miliknya yang terparkir manis di sana. Langsung duduk di balik kemudi dan menyalakan mesin kemudian memacu mobil itu keluar dari area rumah megah ini.

Then without a word he handed me
This letter
Read I hope this find the way into your
Heart,

menyandarkan kepala pada senderan jok selagi menunggu pagar besar ini terbuka, menampilkan sebuah rumah yang tidak terlalu besar bergaya modern dengan banyak corak garis hitam putih. Yeahh..hanya kediaman pribadi milik seorang viscount of huntingdon kim kibum.
JGREK…
pagar itu terbuka, jinki langsung melajukan mobilnya pelan untuk masuk dan memarkirkan mobilnya di pekarangan.
menurunkan kakinya perlahan dengan anggun, khas seorang bangsawan. Membiarkan seorang pelayan membawanya masuk untuk menunggu kibum di ruang tamu. Menghempaskan butt-nya duduk di sofa hitam yang empuk. Degup jantungnya tak beraturan, berdetak tak menentu setiap detikya. Seperti genderang yang di tabuh kencang, terlebih saat namja cantik itu hanya terpaku terdiam dari lantai dua. Mengamatinya dengan akspresi dingin, tak turun untuk menemuinya. Hanya diam disana sementara seorang pelayan turun membawakan sebuah amplop putih pada jinki. Jinki menatap sekilas kibum yang langsung masuk kembali kedalam kamarnya. Mengulum senyum sendu saat ia sempat melihat selengkung senyum di bibir tipis itu. Jinki meraih surat yang disodorkan sang pelayan. Perlahan membuka amplopnya dan mengeluarkan sebuah kertas surat berwarna soft pink dengan tulisan ramping yang amat di kenalnya. Tulisan kibum.

It said..
I love you,please say
You love me too, these three words
They could change our lives forever
And I promise you that we will always be
Together
Till the end of time

Well maybe I,I need a little love
Yeah…
And maybe I, I need a little care
And maybe I, maybe you, maybe you

melirik sekilas pada tulisan ramping itu.

dear my lord, earl of Sutherland lee jinki. Oh, ani! Aku tak biasa memanggilmu seperti tu. Onew! Hahaa
apa kabarmu? Baik? Sepertinya begitu karena aku melihat pipimu bertambah gendut. Hehe..
err..kalau tebakanku benar, kau dating kesini untuk membicarakan hal yang tempo hari itu kah?
Emm..aku hanya ingin bilang. Mianhae, jeongmal mianhae. Mungkin waktu itu aku terbawa emosi hingga tak memikirkan perasaanmu. Aku egois. Mianhae. Aku hanya ingin bilang, aku sangat mencintaimu.. amat sangat mencintaimu.
maafkan aku waktu itu mengatakan hal yang menyakitkan, aku hanya ..terkejut. yeahh..maybe.
emm.. onew, soal perjodohanmu. Aku tak memaksa kau memilihku, itu pilihanmu.

Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu..
err..aku butuh cinta darimu, aku butuh perhatianmu, yeahh..kesimpulannya. aku membutuhkanmu.
saranghae

sincerenly

Kim Kibum

Oh you need somebody just to hold you
If you do, just reach out and I’ll be there

menarik ujung-ujung bibir tebalnya kesamping membentuk seulas senyum tipis di wajah tampan itu. Yah..ia tahu, ia tahu namja ini membutuhkannya. Sangat persis. Ia kenal kim kibum bukan sehari dua hari. Tapi bertahun-tahun.  Ia tahu kibum adalah seorang  namja cantik yang rapuh dan berusaha terlihat kuat. Ia hanya pintar menyembunyikan perasaannya kecuali di depan seorang lee jinki.

I love you , please say you love me too
Please say you love me too
End of mine
These three words
They could change our lives forever
And I promise you that we will always be together

Perlahan menaiki tangga menuju kamar namja cantik itu. Wajahnya berseri dengan senyum lebar yang mengembangkan. Menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar kibum, meremas ujung jas semi formal yang ia kenakan. Sedikit gugup? Maybe.. maybe yes..maybe no..
Tok..tok..
mengetuk sekali pintu itu. Tak ada respon.
Tok..tok..
mengetuk yang kedua kalinya, menyandarkan punggung lebarnya pada dinding di samping daun pintu.. masih tak ada respon. Wae?
Tok..tok..
mengetuk yang ketiga kali, err..sedikit bertekad untuk pergi jika nanti pintu ini tak terbuka untuknya. Melirik sekilas pada jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangan kanan.
Satu menit..dua menit..tiga menit..
Yeahh..mungkin ia memang harus benar-benar pergi dan mengurungkan niatnya. Mungkin akan kembali besok, atau lusa, atau tidak sama sekali? Molla.. menghela nafas panjang , meremas ujung jas semi formal yang ia kenakan. Sedikit gugup? Maybe.. maybe yes..maybe no..
Tok..tok..
mengetuk sekali pintu itu. Tak ada respon.
Tok..tok..
mengetuk yang kedua kalinya, menyandarkan punggung lebarnya pada dinding di samping daun pintu.. masih tak ada respon. Wae?
Tok..tok..
mengetuk yang ketiga kali, err..sedikit bertekad untuk pergi jika nanti pintu ini tak terbuka untuknya. Melirik sekilas pada jam tangan perak yang melingkar di pergelangan tangan kanan.
Satu menit..dua menit..tiga menit..
Yeahh..mungkin ia memang harus benar-benar pergi dan mengurungkan niatnya. Mungkin akan kembali besok, atau lusa, atau tidak sama sekali? Molla.. menghela nafas panjang setelah menatap kecewa daun pintu yang tak bergeming sedikitpun untuk memberinya kesempatan. Menatap sekali lagi surat kibum yang ia genggam. Hufftt..mungkin memang bukan waktunyta. Mungkin nanti. Membalikkan badannya dan hendak melangkah pergi.
Cklek..
pintu di belakangnya tiba-tiba saja terbuka, menciptakan segurat wajah senang jinki. Masih terpaku di tempat memunggungi kibum yang sudah ada di ambang pintu. Tak percayakah bahwa sekarang pintu itu terbuka untunya?

“Onew..” err..suara yang amat di rundukannya itu. Suara kium yang terdengar lebih merdu dari sebelumnya. Masih terpaku tanpa membalikkan badan hingga namja cantik itu berdesis lirih memanggil nama kecilnya lagi.

“Onew..”  ya! Sukses membuat jinki sadar bahwa ini nyata. Ini real ketika ia membalikkan badan dan menatap sosok cantik itu ada di hadapannya.

“Hai..err..bummie..” mencoba menciptakan seulas senyum. Canggung. Sangat! Membiarkan kibum menatapnya dengan tatapan heran hingga kedua alisnya bertaut.

“hai hyung..emm..mau masuk?” mundur selangkah dan membuka pintu lebih lebar. Benarkah? Benarkah ia membiarkan jinki untuk masuk dan yeah..sekedar mengobrol tak penting?

“bolehkah?” Tanya jinki dengan mata yang membulat. Kibum tersenyum tipis kemudian mengangguk.

“of course..kajja! masuklah..” mengambil tangan kanan jinki dan menariknya pelan untuk masuk kedalam kamarnya. Tak begitu luas, namun rapi dan tertata dengan baik. Mempersilahkan jinki untuk duduk di sofa putih di sudut kamar.

“jadi..apa yang membawamu kemari my lord?” menaikkan sebelah alisnya dan menyunggingkan sebuah senyuman jahil pada jinki. Jinki terkekeh pelan, meletakkan surat kibum di atas meja kecil yang ada di depannya.

“Aku sudah Membaca suratmu kibum-ah..” tersenyum tipis dan..BLUSH! membuat pipi tirus itu merona kemerahan dan bersemu.

“I love you..i love you so much kibum-ah..” mengambil tangan kurus kibum dan mengelus punggung tangannya lembut. Uhh..kenapa terasa begitu manis? Saat merasakan ada yang menggelitik perutnya. Atau merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam sana.

“Me too..” menjawab lirih, nyaris seperti sebuah bisikan yang tak terdengar. Tapi jinki mendengar itu, mendengar apa yang barusan terucap dari bibir tipis kibum.

“So…” menyentuh dagu lancip kibum, mengangkat wajah cantik itu agar bisa menatapnya. Kibum masih tak mwlihat manic mata yang dibingkai kelopak sabit itu. Hanya, mengalihkan pandangannya ke bawah menatap lantai berkarpet yang mereka injak.

“Would you marry me?” BINGO! Membuat mata kucing itu membulat dan menatap langsung kedalam maya jinki dengan tatapan tak percaya.  Jinki tersenyum lebar. Tampan! Sangat tampan!

“Are you kidding eoh?” masih denga mata yang membulat dengan bibiryang setengah terbuka. Imut! Menutup mulutnya dengan punggung tangan begitu jinki menganggukan kepalanya keatas dan kebawah seraya terkekeh.

“Yes..yes I do onew!” menghambur memeluk leher jinki hingga namja tampan itu sedikit terlonjak dengan hal barusan.

“Haha..ne kibum-ah.. kita akan menikah..” mengelus rambut yang telah berganti warna menjadi blonde itu. Tapi tetap yeppeo!

“tapi..” elepaskan pelukannya dari leher jinki, kembali membenarkan posisi duduk kemudian menatap jinki serius.

“wae?” Tanya jinki begitu mendapati pereubahan raut wajah kibum yang signifikan.

“Tapi perjodohanmu?” mengerutkan alis, menatap jinki dengan sendu.

“Mari abaikan sejenak masalah itu. Aku hanya ingin merasakan bahagia sekarang. Nee?” mengelus pipi tirus yang kembali bersemu. Kibum tersenyum lagi, menganggukkan kepalanya pelan membuat jinki tak tahan untuk mencicipi bibir tipi situ. Bibir tipis yang manis, yang membuatnya merasakan sesak yang berdebar. Perasaan yang melesakyang bias memaksanya untuk melakukan hal diluar batas pemikiran orang lain.

“I love you..” berbisik tepat di telinga kibum sebelum kembali mengecupi bibir tipi situ lagi, menciptakan sembuart merah yang semakin menjadi. Ya! Karena ia mencintai namja cantik ini. Amat sangat mencintainya.

Oh… I love you
Please say you love me too
Please, please
Say you love me too
Till the end of time
My baby
Together, together, forever
Till the end of time
I love you
I will be you light
Shining bright
Shining through your eyes
My baby…

End

46 thoughts on “[onkey] I LOVE YOU-1 shot

  1. Ommo adegan di kamar sweet” banget :*
    Hoho OnKey menikah ,aseekkk
    Tapii beneran menikah kan yah ?
    Perjodohan batal :v

  2. I love you too onkeeeeeyyyyyy 😘😘😘
    Meskipun ceritanya ngegantung, kurang detail juga, tp yaudah lah~
    pokok akhirnya mereka gajadi pisah gt aja udah seneng kok 😍😍😗

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s