[taekey]it’s okay even it’s hurts


YEAHH!! GA PENGEN BILANG I’M BACK..
CUMA LAGI MALES BIKIN PEMBUKAAN ATAS FF HUBUNGAN HARAM INI.. HUAAHHAA!!
BAIKLAH..DENGAN SEGALA TANGGUNGAN MALU YANG SAYA MILIKI.. SAYA PERSEMBAHKAN FF GAJE INI..ECHA!! INI RIKUESANMU!!

nb: disarankan buat nyetel seohyun-it’s okay even it’s hurt

btw, ini bukan songfic..hanya terinspirasi dari lagu itu..haha

saya sangat minta maaf pada 2ms, OKS, sama aff(x)tion apalagi yang demen ama amber.. *bow*

Title                 : IT’S OKAY EVEN IT HURTS
Author             : Keysha
Cast                 : TaeKey, KeyBer, 2min (apebanget dah castnya)
Genre               : Angst
Length             : One shoot
========================================================================

Hanya sebuah lagu yang sama yang kudengarkan sejak dua jam lalu. Lagu yang terlalu pas untuk dapat membuatku berurai air mata seperti sekarang. Well..i’m okay. I’m okay.  Mungkin hanya kata itu yang dapat aku ucapkan sekarang. Bodohnya aku bisa mengatakan hal seperti itu sementara jika kau melihatku sekarang..kau akan tahu apa yang kurasakan. I’m okay..i’m okay. Sesekali mengusap kEdua mata yang rasanya begitu berat untuk terbuka. Errgghh..lihat pantulan wajahku di cermin sekarang! Mengerikan! Aku bahkan tak pernah seperti ini sebelumnya. Hanya duduk meringkuk, memeluk lututku seraya melayangkan pandang keluar jendela sana. Ah..bahkan sepertinya suasana begitu mendukung untuk membuatku lebih parah dari ini. Kenapa sih? Yeah..aku akui kalau aku memang mendramatisir keadaan. Tapi tidak sepenuhnya kan? Aku mendramatisir karena cuaca mendukung. Haha..alasan yang tidak rasional dan masuk akal. Tapi itulah aku sekarang. Kehilangan segalanya seolah itu lenyap tertelan bumi dan menghilang tanpa jejak. Dimana kesempurnaan yang kata orang-orang melekat pada diriku?! I’m almost perfect person! Yeah..itu yang mereka bilang. Tapi apa mereka akan bilang seperti itu jika melihat diriku yang sekarang? Mengerikan! Hanya menatap kosong jalanan seoul di luar sana. Jalanan kosong yang sekarang di timpa rintik-rintik air hujan. Err..aku ingin keluar, ingin menikmati hujan di luar sana, ingin meluapkan apa yang sekarang memenuhi diriku hingga membuat sesak sepert ini. Aku mengangkat kepalaku saat lagunya berputar ulang. Lagu seohyun, it’s okay even it hurts. Oh..begitu parahnya diriku yang sekarang. Aku bahkan ingin menghilang saja dari peredaran. Kabur mungkin ke madgascar? Atau ke pulau tak bertuan? Atau mati sekalipun aku tak apa. Mungkin lebih baik di banding merasakan hal menyakitkan yang berkepanjangan seperti ini.

“I’m almost perfect person..hihi..” terkikik tak jelas seperti orang mabuk. Hah! Aku mabuk! Mabuk laut? Mabuk darat? STUPID TAEMIN! I’m almost perfect person, tapi tidak jika kau tahu aku bahkan tak punya siapa-siapa untuk ada di sampingku. Tidak setelah kejadian tempo hari. Kejadian yang membuatku seperti ini sekarang. Oke, harusnya sekarang aku ada di luar sana bersama jino atau kevin atau mir. Yah..sedikit bersenang-senang mungkin untuk merayakan kelulusan kami semua. Ke café, atau hang out yaahh..kemanapun ke tempat yang lebih menyenangkan daripada berpundung ria di dalam kamar suram ini. Tapi tidak. Yang ada hanya secangkir teh yang sudah dingin yang ada di ujung kakiku sekarang. Yang ada hanya aku yang meringkuk sendirian di dalam kamar super berantakan yang sedang kuhuni. Oh! Mereka pasti akan menatapku tak waras lagi jika melihat kamarku sekarang. Bukan kamar yang super rapi lagi. Bahkan lantai kamarku sudah tenggelam oleh gumpalan tisu toilet yang kubeli tadi pagi. Err..menghemat mungkin di banding jika aku harus membeli tisu kotakan. Hahah! Lagipula tisu toilet lebih murah dan lebih panjang untuk kugunakan dalam ..perkara macam ini. Hehe..

“Err..key hyung..hehe” lihat aku meracau lagi! Aaahh! I’m okay..i’m okay.. walaupun itu rasanya sakit. Walaupun itu rasanya menghimpit. Walaupun..walaupun..yah apapun itu aku tetap baik-baik saja. I’m okay even it hurts.

[ “Taem..err,, aku harus pergi” mengecup keningku lembut. Sorot matanya begitu teduh tapi seperti ada sesuatu. Membuatku mengkerut dan merasakan sesuatu yang tak enak. Wae? Bahkan genggaman tangannya tak lagi hangat. Err..oke, mungkin hanya perasaanku. Taemin! Jangan berfikir yang macam-macam ara! Aku tersenyum tipis padanya, ia menarik pinggangku pelan,. Merangkulku seperti biasa.

“Taem..aku mencintaimu..” ia bergumam pelan membuatku terkekeh.ah! ia memang selalu mengatakan seperti itu bukan. Dapat kurasakan tangannya semakin erat memeluk pinggangku. Aku hanya tersenyum tipis, mengelus punggung tangannya dan ia menatap padaku. Memandang mataku dalam.

“Wae?” aku mencubit gemas pipitiusnya yang sepertinya agak mengurus?. Tapi kenapa tatapannya berubah sendu? Ia melepaskan pelukannya pada pingganku. Err..wae? dia kenapa sih?

“Taem..” ia memanggil namaku lagi. Lirih..err..mungkin nyaris berbisik? Entahlah. Yang aku tahu sekarang hanyalah dia menyapu bibirku lembut. Aku hanya diam sementara dia mengulum bibirku, begitu lembut, hangat dan..manis. begitu manis sampai-sampai aku ketagihan di buatnya.. Eoh? Aku sedikit membuka mataku. Dia menangis?! Yah! Dia menangis, air matanya jatuh menyusuri wajah imutnya. Ia masih mengulum bibirku, semakin lama semakin cepat. Err..wae? dia kenapa sih? Aku mendorong dadanya pelan untuk mengambil nafas. Ia menunduk setelah sebelumnya menatapku begitu lekat.

“wae?” dan hanya pertanyaan itu yang terus terulang dari bibirku. Dia memelukku begitu erat, membenamkan wajahnya dalam bahuku. Bahkan kaosku sudah basah oleh air matanya. Aku mengusap rambutnya lembut, mnepuk-nepuk punggungnya pelan. Aku tahu ada yang tak beres disini. Aku bahkan tak pernah melihatnya segalau ini. Dia terisak seraya menggumamkan namaku. Membuatnya terdengar tak begitu jelas.

“Gwaenchana..gwaenchana..”  menepuk lagi punggungnya. Tapi ia hanya menggerakkan kepalanya tak jelas, mengecupi tengkukku lembut. Masih dalam keadaan menggumamkan namaku hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya. Matanya tak menatapku, bahkan ia tak menoleh sedikitpun padaku. Ia hanya berusaha mengatur nafasnya yang sedikit tersengal, membuat dadanya naik turun. Wae? Wae? Aku tahu ini bukan pertanda baik. Dan benar saja, ia maju selangkah. Menangkup pipiku dan membelainya lembut.

“Aku harus pergi..ehm..gwaenchana? saranghae..”]
Dan hanya kata-kata terakhir yang masih terngiang-ngiang di telingaku. ‘aku harus pergi..ehm..gwaenchana? saranghae’ kata saranghae terakhir yang kudengar darinya. Karena sekarang ia sudah pergi. Aku bahkan masih bisa merasakan lembutnya permukaan bibir tebal itu saat mengecupi bibirku. Begitu manis, begitu hangat, begitu lembut. Aku merindukannya! Sangat merindukannya!

[Aku tersenyum tipis saat berjalan bersama jino. Yah..sama-sama tersenyum. Siapa yang tak senang tentunya jika hari ini kau tak lagi berstatus siswa SMA. Ya kan? Aku menggenggam map sertifikatku. Err.siswa berprestasi. Well, tak begitu senang juga sih mengingat tak ada yang hadir di saat momen terpenting dalam hidupku. Err..tak ada bumonim yang mengucapkan selamat. Yang ada hanya aku yang iri menatap teman-teman lain berfoto bersama keluarganya, atau setidaknya kekasihnya. Sementara aku? Aku bahkan tak tahu dia dimana sekarang.

“Taem..kau mau ikut kami? Err..jalan-jalan sebentar mungkin..hehe” jino menggerakkan tanganku, membuatku sedikit terbangun dari lamunan yang baru saja menghampiri. Aku tersenyum tipis padanya dan merogoh ponsel dalam saku jaket. Masih siang. Aku pikir tak apa jika aku jalan-jalan sebentar dengan teman-teman. Lagipula siapa yang peduli? Aku tinggal sendirian di dunia ini. Aku mengangguk mantap dan mengikuti langkah jino menuju kevin dan mir yang sudah menunggu di parkiran. Haahh..menyenangkan jika seperti ini. Kami sampai di café tempat kami biasa datang. Untuk makan atau hanya sekedar mengobrol tak jelas. Tapi hari ini aku sedang tidak mood untuk banyak bicara. Jadi kubiarkan saja tida orang di depanku ini berceloteh begitu ramai. Sesekali menimpali atau terkekeh pelan saat ada yang di rasa lucu.

“guys, aku ke toilet dulu sebentar. Hehe” aku beringsut bangkit dan menuju toilet. Err..sedikit gangguan pencernaan menyerangku akhir-akhir ini. Haha.. aku menatap pantulan diriku di depan cermin besar setelah menyelesaikan urusanku dengan panggilan alam. Hehe. Menyisir pelan poni yang agak jatuh dengan jemari. Perfect! Haha..neomu yeppeo! Yeah..aku memang agak narsis sih. Tapi tak apalah, sedikit memuji diri sendiri kan tidak salah. Kekeke~

Cklek..
Pintu di belakangku terbuka, yaahh..tidak terlalalu memperdulikan sih. Aku bahkan masih sibuk memuji diriku sendiri di depan cermin. Hyah! I’m almost perfect person..lihat aku..cantik, berprestasi, berkecukupan. Tapi kenapa rasanya hidup begitu tak adil setelah aku kehilangan semua yang membuatku tersenyum. Oke, berlebihan mungkin. Aku masih punya jino dan teman-teman. Tapi..err..kau mengerti kan maksudku. Hufftt.. aku membuka keran air dan sedikit membasuh wajahku. Mengelapnya dengan selembar tisu dari tas.menghela nafas sejenak kemudian tersenyum. Cklek.. pintu bilik kamar mandi di belakangku terbuka, dan..aigoo! what the??!!! Lihat siapa yang baru saja keluar dan tatapan kami bertubrukan lewat cermin besar di hadapanku ini.

“Taemin..” dapat kulihat bibirnya itu menyebut namaku dalam kebisuan. Sedikit Membaca gerakan bibirnya dan tatapan kucing yang membulat. Yeahhh..tak jauh berbeda denganku yang juga membulatkan mata. Kupejamkan mataku erat-erat berharap setelah membuka mata nanti sosok itu hanyalah sebuah halusinasi yang akan lenyap dalam sekejap.

“Taemin..” oph..ia memanggilku! Aku sedikit bergetar saat tangannya mengambil bahu sempitku dan memutar tubuhku untuk menghadap ke arahya.

“Anneyong..” ia tersenyum, agak di paksakan sih..tapi aku dapat melihat pancaran matanya yang sedikit sendu. Aku tersenyum tipis, kecut. Errghh.. wae? Wae? Kenapa harus bertemu dengan dia?

“Hai hyung..” eum..kemana suaraku pergi??!! Kenapa terdengar begitu lirih?!

“Apa kabarmu?” ia menepuk kepalaku pelan, mengusak rambutku dengan lembut. Uh! Stop it! Tak tahukah bahwa aku begitu ingin untuk berlari memelukmu?! Yahh!! Nappeun!
Ckelk.
good..ada orang yang masuk, setidaknya bukan hanya ada kami berdua di dalam sini. Tapi lihat siapa yang dating? Seorang…apa yah?? Dia yeoja atau namja sih? Dia mendekati key hyung dan menggamit lengannya. Aku mengekerut heran dan memberikan sebuah tatapan pertanyaan pada key hyung.

“Nugu?” err..sosok yang aku kira namja tadi bersuara. Suara yeoja, aku tahu walaupun itu suara bass versi yeoja. Tapi lihatlah! Bagaimana bisa seorang kim key bum menyukai seorang yeoja macam ini? Tidak terlihat cantik sama sekali. Dadanya rata, bahunya lebar dengan potongan rambut lelaki dan berwarna hitam. Wajahnya polos tanpa make up. Ukhh.. apa bagusnya sih dia?  (author: please buat aff(x)tion..khususnya yg demen ma amber..mianhae (_ _) bow)

“Taemin..kenalkan..ini amber, dia..”

“Tunangan..kami akan menikah lusa..” good! Bahkan sebelum key hyung selesai bicara, namja jadi-jadian ini malah memotong?

“Ya..kami akan menikah lusa..” key hyung mengangguk, mengiyakan perkataan si yeoja setengah namja ini. Err..aku membulatkan mata saat key hyung mengiyakan. Jadi karena ini> karena yeoja ini dia mneinggalkanku begitu?!

“Kau tak mengundangku?’ aku berbisik lirih. Dapat jelas terlihat wajah key hyung yang kembali sendu.

“Tadinya hari ini aku mau kerumahmu. Tapi karena kita bertemu sekarang..jadi..ini” mengeluarkan sebuah surat undangan berwarna baby blue keperakan. Aku mengambilnya dan menatap miris sejenak undangan itu.

“datanglah ke pernikahan kami taemin” cih..dengar yeoja setengah namja itu berbicara. Yah! I hate my life!!]

oke, mungkin waktu itu aku berfikir aku membenci hidupku sendiri. Hmm..mmebuang gumpalan tisu terakhir yang aku miliki dan beranjak bangkit dan jendela yang sejak entah kapan membuat pantatku kaku dan keram karena terlalu lama duduk meringkuk disana.
tok..tok..tok..
eoh? Itu pasti dia, segera kuterobos lautan tisu ini menuju pintu kamar dan..BINGO! seorang namja tampan jangkung yang tersenyum tipis padaku. Kyeopta!

“Anneyong Minnie..otte? tampaknya kau belum siap untuk berangkat eoh?” menjulurkan kepala kedalam. Sedikit mengintip dari celah pintu yang terbuka.

“Hehe..mianhae minho hyung.. err.. tadi aku sedang kacau. Kau tahu yeahh..err..masuklah.. aku siap-siap dulu sebentar..” membuka pintu lebih lbar seraya menanggung malu yang begitu dalam karena keadaan kamarku yang tragis ini. Buru-buru kuambil sapu dan pengki, membersihkan secepat kilat lautan gumpalan tisu yang aku bias jangkau dengan peralatan seadanya. Minho hyung hanya terkekeh pelan melihatku dan aku tersenyum tipis. Finish! Aku bergegas menuju kamar mandi, tak ingin berlama-lama karena minho hyung telah begitu sabar menghadapiku sebulan belakangan. Memang sih, mungkin karena hubungaku dengan minho hyung juga menjadi factor utama retaknya hubunganku dengan key hyung. But..gwaenchana, setidaknya aku masih punya sandaran saat key hyung malah meninggalkanku dan menikah dengan orang lain.

“Siap?” minho hyung merangkul bahuku, membawaku keluar rumah dan mendudukanku pada jok mobil.

“Ne hyung..gomawo sudah mau menemaniku..” mengelus lengan minho yang sudah memegang perseneling siap untuk melaju ke tenpat yang sesungguhnya tak ingin aku datangi saat ini. Tapi entah karena namja tampan di sebelahku ini selalu tersenyum (atau aku pikir urat senyumnya sudah putus dan tak berfungsi dengan baik -,-) sehingga ada yang mendorongku untuk menuju kesana.

“Jadi..apa kau sudah bisa melupakan key hyung-mu eum?” menatap lurus ke jalanan di depannya sementara aku hanya berdengung tak jelas.

“Sedikit..wae?”

“Karena aku mau mengambil kesempatan untuk mengambilmu..hehehe”

END

tuhkah?? Gaje seperti biasa..dengan ending yang standar alias biasa-biasa aja, kurang greget dan agak menggantung..huahaha..saya sadar diri kok readers.. saya memang masih harus banyak belajar..kekeke~ mari tunggu STRONG 3!!
TAPI BAGAIMANAPUN JUGA..MOHON DI RCL LENGKAP YAH..MESKIPUN INI GAJE BANGET..

29 thoughts on “[taekey]it’s okay even it’s hurts

  1. ide cerita’ny unik…sukaaa😀
    tp iya ngegantung…tk aplah yg penting udh am abng minho aja,,,,kkk~
    pdahal td berharap dy bneran am key🙂

  2. KeyBer? Nikah? Gimana jadinya dunia -?- xD
    Taemin jadinya ama Minho kan? Yeay tepok tangan xD *coment gaje

  3. disini Taemin seme-nya Key?! dia kelihatan lebih manly sih u,u
    aigoo~ sabar ya Taem…. tuh ada kodok yang bisa cinta sama kamu sampe mati kok, tapi Key sama Amber~ wohoo straight couple yang lucu banget~ gak kebayang siapa cewek siapa cowok -_____-
    naiseu fanfic~

  4. Ceritanya gantung min..bingung..yg seme taemin atau key nya?soalnya kalimat nya bingung..idenya udah bagus..tapi terakhirnya gantung…
    Gomawo

  5. Entah knp aku malah ngakak liat taekey.. apa lagi pas mereka ciuman.. hihihi.. gak bs bayangin krn di pikiran aku mereka itu sejenis xD
    Jd sebenernya minho sdh hadir y sebelum taekey putus? Tp tae msh jln sama key.. wah tae player jg kkkkk..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s