[2min] Your my precious part 12 end


Foreword:

Annyeong~~ wuhuuu … akhirnya selesai juga, dan ini part terakhir, aduh aku sedh harus akhirin ini semuanya 😦
makasih yang udah pd komen dan like this selama ini, semga amal ibadah anda diterima oleh Tuhan YME amien 🙂
Demi apapun, gue stress sm uji coba bikin skripsi gue, gue mau mati aja deh, sumpah, baru kali ini gue takut jalanin sesuatu, gue takut gak mampu  …ya allah 😦
Oke, cukup curcolnya, so, please bare with me, hope you like it
Semoga ini gak bikin kalian merasa kecewa, part terakhir, dan akan benar-benar berakhir, sorry yang minta epilog, i cant write tht, b’coz im so busy 😦

Ilysm suunders 🙂
oke deh. bakal ada ff lainnya nanti, dan masih mau nerusin yg onjongkey itu loh, so be patient neh?
Leave a comment 🙂
<33333

by : Sanniiew^^

.

.

“JINKI OPPA!”,
Jinki menoleh, tanpa bisa membalas sapaan orang yang memanggilnya sudah menghambur kepelukannya,
“OPPA … GOMAWO OPPA…GOMAWO…”

“Wowowo… kenapa ini Shina sshi?”, tanya Jinki menahan berat tubuhnya, Shina melepasnya dan tersenyum lebar, Jinki balas tersenyum dan memiringkan kepalanya.

“Oppa, gomawo … berkat kau appa membatalkannya, bagaimana aku bisa membalas kebaikan mu Oppa? aku mohon .. aku harus membalasnya…”. kata Shina berlonjak-lonjak senang, Jinki tersenyum dan membelai kepalanya.

“Tenang tenang … kau jangan berlebihan, aku hanya membantu mu , dan aku tidak tahu kalau ternyata appa mu itu teman appa ku dari kecil juga, ck .. dunia sempit neh?”, tanya Jinki menggaruk lehernya, Shina menangguk.
“Tapi , tetap aku harus membalas mu neh?”, tanya Shina senang. Jinki berdecak dan membelai kepalanya.

“Oke, kalau begitu bantu aku sesuatu …”, kata Jinki, Shina mengangguk tersenyum.
“Hmm… kau lihat pria yang disana?”, tanya Jinki menunjuk pria yang sedang berdiri dengan map ditanganya dan bicara dengan klien dari kejauhan. Shina meliha sejenak.
“Yang tinggi dan berjas coklat itu?”, tanya Shina menoleh, Jinki tersenyum senang. Shina melirik curiga.
“Kau mau apa?”, tanya Shina sinis.
“A-aku … mau berbicara dengannya, bisakah kau bantu aku untuk dekat dengannya?”, tanya Jinki gugup, Shina mendengus dan memukul lengan Jinki.

“AAW, sakitt…”, kata Jinki meringis,
“Kau benar-benar tidak punya perasaan yah oppa? aku ini suka padamu, tapi kau malah meminta ku menjodoh kan mu, kau benar-benar tidak berkeprimanusiaan!”, tuduh Shina, Jinki terbelalak,
“A-anio… mianhe Shina… h-habis kau tahu aku tidak bisa dengan mu—”
Chu~~

“A-aa…”, Jinki menunjuk bibirnya yang baru saja dikecup oleh Shina.
“Sudah, itu sebagai hadiah terakhir yang kau berikan untuk ku…”, kata Shina menyilangkan tangannya, Jinki berdecak.
“Dan … aku kenal pria itu.”, kata Shina membuat Jinki mendongak.
“Jinja?”, tanya Jinki tertarik, Shina mengangguk senang.
“Apa sih yang tidak aku tahu? dia itu sepupu ku tauk!”, kata Shina menyengir lebar,
“JINJJA?”, teriak Jinki kali ini , Shina berdecak.
“Iyh, biasa aja kali … yaudah, kau tunggu disini… dan … see this!”, kata Shina menyengir dan berjalan ke arah pria itu.

Jinki berdebar-debar, ia tidak yakin pria itu gay atau tidak, tapi untuk kali ini ia ingin menyoba dari awal lagi, dia memperhatikan Shina menghampirinya, berbicara sebentar dan tertawa, kemudian ketika pria itu melihat ke arah Jinki, Jinki tidak bisa menahan rasa gugupnya, dan kemudian hal terakhir yang ia tahu, pria itu menatapnya dengan lama, dan tersenyum, kemudian ia berjalan menghampiri Jinki, jantung Jinki berdebar cepat, mungkin kalau ia ingin pingsan, bisa saat itu juga.

“Hai.”, sapa pria itu.
“H-hai.” shitt! kemana Jinki yang cool? . Pria itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Kau Lee Jinki kan? penerus keluarga Lee, perkenalkan, aku Sim Changmin …sepupu Shina.”, kata nya mengulurkan tangan, Jinki dengan ragu-ragu menyambut tangan itu.
“Ya… a-aku Lee Jinki, dan.. aku sudah tahu nama mu juga..”, kata Jinki berdecak, Changmin tersenyum.
“Well … mungkin kita bisa ngbrol sewaktu-waktu jika kau punya waktu?”, tanya Changmin mengelus tangan Jinki digenggamannya sebentar, membuat jantung Jinki semakin berdetak kencang.
“N-neh…”, well, mungkinkah orang ini yang bisa membuat Jinki membuka hatinya

.

.

Wait .. dimana ini? kenapa terasa lembut, nyaman, dan … tunggu, apa aku sudah ada disurga? kenapa semua terasa nyaman? tidak … tidak.. aku tidak boleh berada di surga, aku belum bertemu dengan Minho, tidak .. aku mohon Tuhan, jangan sekarang, jangan ketika umur ku baru beranjak 21 tahun, aku ingin bersama Minho hyung, aku mohon… sebentar saja…sebentar saja Tuhan .. aku mohon… aku mohon padamu…

‘Taemin… taemin… taeminnie…’

Tuhan, jangan bercanda, kenapa aku sekarang bisa mendengar suara Minho hyung? apa ia juga berada di Surga? Tuhan, kau jahat, jangan biarkan dia mati juga…

‘Taemin… yah… bangun baby… taemin…’

MINHO HYUN? KENAPA GELAP? INI DINERAKA ATAU DIMANA? MINHO HYUNG TOLONG, AKU TIDAK MAU MATI SEKARANG.

“MINHO HYUNG!!!”,

Taemin teriak sekencangnya, matanya membuka lebar, air matanya mengalir , tubuhnya bergetar hebat, dan keringat mengucur di keningnya.
“Baby… Minniie…?”,
sebuah suara terdengar di telinganya, wait!!

“Hei … kau baik-baik saja baby?”,
baby? Taemin menoleh, melihat Minho yang duduk disampignnya, dengan mata khawatir dan menyentuh pipinya.

“M-minho hyung…?”, Taemin mengangkat tangannya berusaha meraih wajah Minho, ia takut semua ini mimpi, dengan lembut Minho meraih tangannya dan meletakkannya di pipinya, hangat … ini nyatakah? pikirnya.
“Yes baby… im here … im home… i come back to you …”, katanya tersenyum dan membungkuk mengecup kening Taemin, Taemin masih tidak mencernanya dengan baik, apa mimpi? kenapa tiba-tiba ia terbaring di kasurnya, dna sekarang ia melihat Minho nya didepannya, ia sudah gila , benar-benar gila …

Taemin terbangun , ia melepas genggaman Minho dan menatap sosok didepannya, ia pasti sudah gila, ia ingat sedang mengejar Minho, mencari semua teka-teki dari Minho nya, berusaha mencarinya dan sampai ia melihatnya dari kejauhan, dan melihat mobil menuju ke arahnya, ia pasti sudah gila, ia pasti sedang bermimpi, ia pasti sedang dirumahnya sampai detik ini dan tidak kemanapun, tidak ada Minho, tidak ada teka-teki itu, tidak semuanya.

Ia bangkit dan berlari ke kamar mandi membasuh wajahnya dengan air, terasa dingin di wajahnya, dan segar. Benar, ia pasti sudah gila, bahkan sekarang ia memaki pijamanya, benar, ia hanya berhalusinasi bertemu dan bermain petak umpet dengan Minho, dia menyiram lagi wajahnya dengan air.
“Aww…ssh…”, Taemin berdesis ketikas sikunya menyentuh ujung wastafel. Dia melihat ke sikunya, luka? luka ini…

“Minnie… kau tidak apa-apa?”,
Taemin terlonjak kaget, ia menoleh ke belakangnya, ia memundurkan badannya.
“Minnie—”
“J-JANGAN MENDEKAT! T-TUNGGU, K-KAU SIAPA?”, kata Taemin takut , ia pasti hantu atau apa..kenapa hantu bisa berubah jadi Minho nya?

“Minnie?”
“KAU SIAPA?”, tanya Taemin berteriak dan terus mundur ke tembok,
“Minnie… ini aku Min–”
“LIAR! KAU BUKAN MINHO, SIAPA KAU? HANTU? SANA PERGI?!!”,

sosok itu berhenti dan menatapnya aneh, Taemin terus memundurkan tubuhnya dan sayang, sudah tidak ada jalan lagi untuk menghindar dari sosok itu.
“Minnie… ini aku Minho…”, katanya lembut , Taemin menggeleng kuat.
“Nggak, aku pasti halusinasi, aku terlalu kangen Minho, pasti kau bohong, kau tidak bisa menipuku, Minho tidak disini… “, kata Taemin bergumam, sosok itu menarik nafas dan mendekat, Taemin berteriak, namun tidak diperdulikan.

“Kyaaaa LEPASKAN!! LEPASKAN…KYAAA…”, ia berteriak layaknya fansgirl yang menggila ketika lengannya sudah dicengkram dengan tangan sosok Minho itu.
“Minnie…dengarkan…”
“ANDWEEE….ANDWEE…LEPAS—HMPFH?!!”,

Sebelum ia bisa berkata lagi, bibirnya sudah di cium oleh sosok itu, ia berusaha menghindar dengan menendang , memukul dan juga menolehkan kepalanya, namun tangan pria itu kuat mencengkramnya, tangannya yang lain menarik pipinya dengan kuat ,
“Hmmpfh ….ahh …”
Taemin tidak bisa menghindar, namun ketika lidah itu membasuh bibirnya, ia terkejut , hangatnya, sentuhannya, ini semua nyata…ia membuka matnya lebar-lebar, menatap sosok didepannya yang menciumnya dengan lembut, menjilat bibirnya, menghisap bibir bawah dan atasnya bergantian.

“M-minho …”, bisiknya ketika ia dapat bergumam disela ciumannya, pria itu berhenti dan membuka matanya, menatap sosok didepannya dengan senyum
“Nah, kau percaya kan ini aku?”, kata soso itu membelai bibir Taemin lembut dna menatapnya sayang.

Taemin terpaku, ia tidak bergerak, bagaimana bisa, apa yang terjadi sebenarnya? semua membuatnya bertanya-tanya.
“M-minho hyung? t-tapi bagaimana… tunggu dulu…”, kata Taemin memegang keningnya berpikir, ia menarik nafas dan membuanganya, sosok didepannya tidak bisa menahan senyumnya.

“Hei .. cukup, apa perlu aku cium lagi untuk memastikan padamu kalau ini aku, Minho mu…”, kata Minho berdecak. Taemin mendongak, ia memperhatikan sosok didepannya, dan kemudian ia mengangguk.
“Ya, cium lagi … aku mau pastikan… cium aku…”, kata Taemin polos, bukan dibuat-buat, dia hanya ingin memastikan ia tidak berciuman dengan hantu.

Minho berdecak dan membelai kepalanya, “Close your eyes…”, kata Minho membelai matanya untuk tertutup, entah apa, Taemin mengikutinya, dia benar sudah gila, gila karena terlalu merindukan Minho, sehingga tidak tahu apa yang didepannya ini nyata.

Perlahan Minho menarik pinggang Taemin, membelai wajahnya, dan menyelipkan rambut almond yang terurai dipipinya kebalik telinga. Saat mereka sudah merasa desahan nafas masing-masing, dengan cepat Minho mengangkat Taemin  kelangit.
“A-aa…”Taemin terkejut dan membuka matanya
“Wah, Minnie ku enteng juga yah? seperti punya sayap…”, kata Minho tertawa , wajah Taemin merah sekali, ia menatap sosok didepannya dengan bingung.

“Aku bukan hantu, dan bukan halusinasi … aku sudah pulang Minnie… aku Minho mu…”, kata Minho menurunkan sedikit dan mencium dagu Taemin, Taemin terkejut , ini nyata!!

“Minho hyung…”, katanya meraih kedua pipi Minho, Minho tersenyum dan menurunkannya mencium hidungnya.
“Yes, its me baby…”, katanya membelai wajahnya ” i miss you …” kata Minho memeluknya dan berbisik di kupingnya, Taemin terpaku sejenak, ia benar Minho… ia tidak bermimpi kah?

“Hei, peluk aku… kau tidak kangen padaku?”, bisik Minho ditenguknya, Taemin berdesir geli,perlahan tangannya meraih punggung lebar Minho, dan memeluknya, dengan erat, bahkan mungkin cukup membuat Minho sesak nafas.
“Minho… minho… minho… minho…”, katanya terus berulang kali, Minho tersenyum dan mencium pucuk kepalanya.
“Yess baby… im here now… “, kata Minho, Taemin melepas pelukannya.

“T-tapi… bagaimana bisa—dan kau—”
“Sshht… “, Minho membungkam mulutnya dengan telunjuknya
“Bisa saja, aku jelaskan apa yang terjadi … ” kata Minho,”Tapi yang pasti aku kesini…”, dia mengangkat tubuh Taemin bridal style dan menggendongnya keluar kamar mandi. ” ..aku pulang untuk mengucapkan…” dia meletakkan Taemin di atas kasur dan berjongkok didepannya. “Happy late birthday baby … saranghae…”, katanya mengeluarkan gelang dengan aksen sayap dan memakaikannya di lengan Taemin.

Taemin terpana, indah … ia melihat ke arah Minho dan meraih pipinya,
“Thank you  … i miss you so much Minho hyung…”, katanya mencium kenignnya, Minho menarik nafas dan menggenggam tangan Taemin di pipinya, memejamkan matanya, seakan merasakan keberadaann mereka.

>RATE SCENE<

Perlahan Minho bangkit dan bertumpu dengan dengkulnya, posisinya sama dengan Taemin yang duduk di kasur.
“Taemin …”, bisiknya sambil tangannya menjalar ke rahang Taemin, Taemin memejamkan matanya.
“Minho hyung…” Minho tersenyum.

Ia mencium kening Taemin, mata namja didepannya itu terpejam, meresakan kehangatannya, tangan mereka menggenggam satu sama lain, Minho mencium matanya, kekedua pipinya, kehidugnya, dan kemudian sebelum ke bibir mereka saling bertatapan, menatap manik biru itu dengan seksama, ia rindu mata itu…

“I miss you …”
bisik Minho melihat ke arah bibir Taemin,
“I miss you too…”, bisik Taemin lirih, nafas mereka menyatu, dan akhirnya bibir mereka terpaut, ciuman yang lembut, dan mesra, buka ciuman penuh nafsu, hanya kuluman lembut secara bergantian,
“Hmm …”, Taemin merangkul leher Minho, tangan Minho menjalar masuk kebalik pijamanya, mengelus perutnya yang datar dan menyentuh nipplenya.
“Aah…”, Taemin mendesah, Minho tersenyum dan mengambil kesempatan menjulurkna lidahnya menyapu rongga mulut Taemin, lidah mereka saling terpaut dan beradu ..

desahan terdengar dari mulut Taemin, bagaikan musik yang indah yang Minho rindukan, perlahan baju Taemin terlepas seiring ia mengambil nafas. Minho kembali mencium bibir Taemin sebelum melanjutkannya keleher Taemin, Taemin mendesah ketika Minho menemukan titik sensitifnya, meninggalkan bekas disana, tangan Taemin bergerak ke baju Minho, Mino membantunya membukanya, ciuman Minho turun ke tulang dadanya, ia hisap dan layangkan butterfly kiss disana, membuat Taemin menjadi gila karenanya, tidka hentinya ia mendesah nikmat.

Perlahan Minho rebahkan tubuh Taemin, sementara ia terbaring diatasnya ,menumpu dengan satu tangan yang ia tahan sambil membelai rambut Taemin seraya bibir mereka bersatu lagi.
“Nnnhgh …Minho…”, Taemin mendesah ketika Minho mengelus bulge Taemin dari luar celana pijamanya.
“Oh … kau sangat rindu padaku ya baby? you turned on…”, bisik Minho , Taemin hanya diam dan meraih celana Minho, mengelusnya dari luar, membuat Minho mengerang, dammit … mereka slaing merangsang dengan menyentuh satu sama lain.

“M-minho … please…”, desah Taemin, Minho tersenyum dan mengerti, ia mencium bibirnya dan menurunkan celana Taemin dan juga celananya, ia cium lagi tubuh Taemin,
“Minho…”, ia meremas rambut Minho ketika ciumannya ia daratkan ke selengkangan Taemin, tanpa menyentuh membernya, ia hampir gila, ia ingin disentuh, ia sentuh membernya sendiri namun ditahan oleh Minho.
“Dont touch your self baby … you owe me now… let me do this for you babe…”, bisik Minho, Taemin menatap Minho dengan mata sayu dan mengangguk.

“Oooh…hhh…Min …hooo …”, Taemin mendesah hebat, ia meliukan badannya, kepalanya ia palingkan kekanan kiri dan tangannya mencengkram rambut Minho dan sisi kasurnya. Minho tersenyum dan menjilat, menghisap, mengulum, dna mengocok member Taemin, terasa lezat percum yang sedikit keluar disana, rasa banana milk.

“Minho …im…cum—aaahh~~”, Taemin tidak selesai bicara, ia sudah keluar di mulut Minho tanpa peringatan. Minho langsung menghisap habis semuanya, dan menjilatnya disisi bibirnya, ia bangkit dan mencium Taemin.

“M-minho hyung…let me do it for you now..”, bisik Minho pelan dan mendorong tubuh Minho kesamping, ia kagum dengan Taemin, terkadang ia bisa berubah sikap dan juga tindakannya.
Taemin mencium leher Minho sedangkan tangannya menggenggam member Minho yang sudah tegang,
“Ooh…Minnie…feels so good…”
“Kau suka hyung?”, tanya Taemin, Minho hanya tersenyum dan menggangguk, ia tidak tahu tangan Taemin bisa terampil memuaskannya.

Taemin  tersenyum dan menuju kebawah, ia melihat member Minho digenggamannya dan menjilat bibirnya
“Aaah…T-taemin…hmm …aah …”, Minho mendesah tak karuan ketika Taemin menghisap habis membernya.
“T-taemin …stop… i want to cum inside you …”, kata Minho, Taemin berhenti dengan kecewa, dan berdiri.

“H-hyung…”
“Neh?”,
“Ng…i want a top …”

Minho terbelalak, what?
“A-apa?”,
“N-no … hmmm… you inside me… but, im …ng…you know.. on top…”, Taemin malu-malu, Minho mengerti dan berdecak, ia dengan lembut menarik Taemin dan membuatnya duduk di atas tubuhnya.
“Suck.”, perintahnya menjulurkna jarinya. “Aku hanya mau mempersipkanmu, aku tidak mau kau kesakitan…”, kata Minho, Taemin dengan wajah memerah membawa tangan Minho ke mulutnya, ia menunduk malu-malu mengulum jari-jari Minho untuk cukup basah dengan air liurnya, Minho tersenyum melihat tingkah istirnya itu.

“Cukup baby…”, kata Minho, Taemin melepasnya dan merebahkan dirinya di atas Minho, mereka berciuman lagi dan bersiap untuk mendapatkan sesuatu dari Minho.
“AAhh…nnh …”, Taemin meringis, Minho mengecup bibirnya.
“Sorry …”, Taemin menggeleng dan menatapnya dengan senyum, memintanya untuk meneruskannya, Minho memasukkan jarinya yang lain, Taemin merebahkan dirinya dan membenamkan wajahnya di leher Minho, ia bernafas dengan tidak karuan, keringat mengucur di tubuhnya,
“M-minho… n-now…” katanya menegakkan tubuhnya , Minho melepaskan jarinya dan membimbing membernya ke hole Taemin, Taemin memejamkan matanya, dan perlahan memasukkan member Minho ke holenya.

“Nngghhh….M-minhooo…”, teriaknya, Minho berdecak, Taemin memang begitu, bukan tipe yang bisa menahan desahannya.
“You oke..?”, tanya Minho membelai wajahnya, Taemin mengangguk sebentar, dan menggerakan tubuhnya ke atas dan kebawah.

“O-ohhh….”, desahnya, Minho menyentuh pinggulnya
“I wanna…move baby…nnh…”, kata Minho memposisikan tubuhnya. Taemin mengangguk, dan Minho mulai menggerakan pinggulnya, membuat Taemin mendesah dan mengerang hebat,

“OOH! THERE …NNH…M-MINHOOOO..NNGHH….”, teriaknya ketika prostatnya kena, dan kepalanya mendongak kebelakang, tangannya menumpu tubuhnya di dada bidang Minho, ia bernafas tersengal dan memejamkan matanya, sementara Minho terus memacu membernya seirama dengan gerakan tubuh Taemin.

“M-minhoooo!! im cumm—”
Minho meraih member Taemin dan mengocoknya seirama dengan gerakan tubuhnya.
“O-oh…feels..ssooo nnghhh MINHO!!”, Taemin teriak ketika ia mencapai klimakasnya di atas dada Minho dan spreinya, Minho belum sampai, ia tiba-tiba membalik posisi, Taemin di bawahnya, dan ia masukan lagi membernya, membuat Taemin meracau

“Minnie…nngh…i-ilove you…”, desahnya mengangkat kaki Taemin kepinggulnya, Taemin tersenyum dan melingkarkan tangannya dileher Minho,
“I–I L-love y-you t-toooo—aaahh…”, Taemin bergetar ketika merasakan sesuatu menyembur di holenya.
Minho menarik nafas lega daan rebahan di tubuh Taemin, ketika mereka telah mengambil nafas Minho terkulai di sampingnya.

“It was hot baby…”, bisik Minho memeluk Taemin dari belakang, Taemin tersenyum dan matanya sangat lelah, padahal ia sudah tidur lama , namun ia sangat ngantuk, ia berbalik dan memeluk Minho, mencium tulang dadanya dan memejamkan mata.
“I love you Minho…”
Minho membelai rambutnya dan mengecup keningnya
“Nado sarangahae…Minnie ah~”, dan mereka terlelap.

>END RATE SCENE<

.

.

Taemin membuka matanya lagi, dia merasa lelah dan menguap, ia merasakan kosong di kasurnya, ia berbalik tidak ada Minho!! Dia mulai panik, apa yang terjadi, kenapa Minho tidak ada, dan sekarang ia sudah berpakaian lengkap, dengan pijamanya lagi…

“Minho hyung!!”, panggilnya bangkit terduduk, tidak ada jawaban, tidak mungkin semua hanya mimpi.
“Minho hyung!!!”, teriaknya lagi bangkit dari kasur dan memeriksa closet baju dan juga kamar mandi.

“MINHO HYUNG!!!”, teriaknya lebih panik keluar kamar dan berlari ke dapur, tidak ada siapapun. Dia menerawang kan pandangannya ke penjuru rumah, dimana Minhonya? apa semua hanya mimpi? dia mulai panik, air matanya keluar, Minho nya tidak mungkin pulang, benar kan dia hanya mimpi, dan dia pasti benar sudah gila karena ditinggal Minho tanpa menghubunginya selama ini.

“Minho hyunggg!!!!”, teriaknya terduduk dilantai dan menangis.
“TAEMIN?!”, Taemin menoleh, melihat sosok Minho berdiri dan berlari ke arahnya, membanting semua karton belanjaan dan memeluk Taemin erat.

“Ssshh… Hei… kenapa? im here… im here…”, bisik Minho, Taemin memeluknya.
“Minho… minho… d-dari mana?”, tanyanya.
“aku hanya belanja beberapa bahan makanan yang tidak ada… kau kenapa?”, tanya Minho menangkup pipinya, Taemin menangis dan mengelap matanya.
“a-aku terbangun…d-dan…kau tidak ada… jangan pergi Minho hyung… aku merindukanmu… please…”, kata Taemin sesenggukan, Minho menarik nafas dan memeluknya
“Im here baby… im home… dont cry neh? cup cup…”, kata Minho membelai kepalanya, Taemin memeluknya dengan erat, please, jangan biarkan Minhonya pergi lagi…

kruyuukkk~~
Minho melepaskan pelukannya dan menatap Taemin dengan heran, wajah Taemin memerah.
“M-maaf … h-habis.. aku belum makan dari kemarin siang…”kata Taemin malu
“Jinjja?!” tanya MInho panik, Taemin hanya mengangguk.
“Kajja, akan kubuatkan makanan untuk mu, ini sudah hampir tiba makan malam… aigoo… mianhe Minnie…”, kata Minho bangkit dan menuntun Taemin duduk di kursi makan, sedangkan ia mulai menyiapkan bahan makanan sementara Taemin menyeruput susu banananya sesekali melihat ke Minho dan tersenyum ketika mata mereka bertemu.

.

.

“Hmmm… enakk… hyung pintar masak… tidak seperti masakanku…”. kata Taemin menghabiskan sesuap nasi terakhir, Minho tersenyum dan mencubit pelan pipinya, mereka duduk didepan kaca diruang TV yang langsung menghadap ketaman belakang rumah,
“Masakanmu juga enak…”kata Minho memeluknya dari belakang, Taemin merebahkan kepalanya di pundak Minho.
“Anio… kau cuma pura-pura merasa enak masakanku.. aku sering mencobanya ketika kau selesai makan dan masih ada sedikit dipanci, dan rasanya… uuh… aku heran kenapa kau tetap memakannya?”, tanya Taemin cemberut, Minho tertawa dan memeluknya lebih erat
“Itu karena istri ku yang buat, apapun yang ia buat dengan tangannya, aku akan menghargainya …”, kata Minho berbisik , Taemin terkekeh
‘..dan setidaknya aku tidak pernah sakit perut samapi sekarang…hehehe”
“Hyung~!!”, kata Taemin cemberut, namun Minho semakin mengeratkan pelukannya.

“I love you Choi Taemin …” bisiknya.
“I love you too Choi Minho…”

“OH!”, Taemin berbalik mengingat sesuatu.
“wae?”,

“Tunggu.. ada beberapa hal yang ganjal disini…”
“Apa?”, tanya Minho bingung, Taemin berbalik dan bersila didepan Minho.
“Bagaimana aku bisa ada di kasur ku, seingat ku kemarin aku bermain teka teki untuk menemukan mu… dan… aku ketabrak mobil kan?”, tanya Taemin penasaran, Minho tersenyum dan meraih tangannya.

“Ya kau benar baby… kau melakukan itu semua kemarin … dan ..benar, semua itu aku yang melakukannya.”kata Minho.
“Lalu apa yang terjadi, kenapa aku masih disini? kenapa aku tidak ketabrak mobil? apa aku hantu sekarang?”, tanya Taemin,
‘Kau ini, dari kemarin hantu terus… kau bukan hantu .. jadi begini.”,

FLASHBACK~

“MINHO HYUNG—”

DDDIIIIIIIIINNNN….

Taemin terpaku, sinar lampu dari kejauhan menerpanya,
“TAEMIN!!!”, teriak seseorang disana,
“AAAAAAAAAAAH….”, Taemin teriak melihat sebuah mobil besar menuju ke arahnya.

“TAEMIN!! “, teriak Minho dari seberang jalan,
“KYAAA…ADA YANG PINGSAN…” teriak seoarang wanita, Minho berlari menyebrang jalan, dan melihat Taemin terkapar di tanah dengan wajah pucat .

“TAEMIN! YAH BANGUN! TAEMINN!!”, teriaknya, namun tidak mendapatkan respon, tanpa pikir panjang ia membopongnya dan membawanya kerumah.

END FLASHBACK~

“Intinya, kau hanya pingsan karena kelelahan dan juga kurang cairan dalam tubuh…”, kata Minho tersenyum, Taemin terkekeh.
“Mianhe Hyung… habisnya…”
“Nope, aku yang minta maaf, aku telah membuat mu susah di hari ulangtahunmu…” kata Minho membelai wajahnya
“Anio, aku senang kok … hehehe… lalu, apa hadiah untukku? hanya gelang? tidak adil aku sudah susah payah loh Hyung…”, kata Taemin cemberut, Minho tersenyum simpul.
“Sudahlah, aku hanya ingin memeluk mu sekarang…”, kata Minho menariknya kepelukannya, Taemin hanya berdecak dan membalikkan badannya membiarkan Minho memeluknya dari belakang.

.

“L-loh Minho ..apa yang—”
“Sshht… ikutin saja mau ku…”, kata Minho menutup mata Taemin dan menunggu hingga matahari terbenam.

“Good… buka matamu sekarang.”, kata Minho, Taemin membuka matanya perlahan, dia tidak bisa melihat dengan jelas, gelap…
“Hyung? what—” ketika ia berbalik badan ia terkejut, Minho berdiri dibelakangnya dengan menggenggam banyak bungan ditangannya, tapi bukan hanya itu, ia melihat sesuatu dibelakang Minho, sebuah glow in the dark yang ia susun sedemikian rupa di tembok dan berbentuk

SARANGHAE CHOI TAEMIN

Taemin yang terkejut sudah menangis kagum, ia tidak pernah tahu Minho bisa berubah maksudnya, seorang Choi Minho yang ia kenal dengan sikap dinginnya, sikap acuhnya, sikapnya yang pendiam , melakukan ini untuknya , untuknya, sekali lagi …oh tidak, berkali-kali untuknya.

“Happy birthday Choi Taemin … and … its all for you …”, kata Minho tersenyum, hanya lampu remang-remang dari dapur yang menerangi mereka, Taemin menerimanya dengan air mata senang, ia menerima nya dengan senyum.

“Mawar Pink .. ini artinya aku sangat bahagia bisa memilikimu, terima kasih Taemin.”, Minho maju selangkah.
“Bunga Lily … artinya aku mencintai Taemin yang manis, cantik dan juga rapuh…”, Minho menghapus air matanya.
“Ini bunga chrysanthemum putih … artinya aku percaya kau juga mencintaiku.”, katanya memeluk pinggang Taemin.
“Bunga mawar merah .. kau pasti tahu artinya, dan…”, Minho menangkup dagu Taemin,menatap lekat mata birunya itu.
“Yang terakhir … bunga tulip … “

“Bunga tulip … aku percaya padamu bahwa kau mencintai Choi Taemin ini…” kata Taemin memotongnya, Minho tersenyum lebar dang sangat lembut,
“I love you too Choi Minho …”, bisik Taemin sebelum bibir mereka melekat dengan sangat lembut, mesra, hanya sebuah ciuman biasa, bukan ciuman penuh nafsu, tapi ciuman cinta…

“Terima kasih .. kau menjadi milikku yang paling berharga…”, bisik Minho mengangkat tubuhnya sedikit kepelukannya,
“Ya… sama-sama…”, kata Taemin terkikik.

“Btw… aku mau susu banana… belikan lagi…”, kata Taemin melepas pelukannya. Minho berdecak dan mencubit hidungnya.
“Kajja…” kata Minho menarik lengan Taemin.
“Dari mana kau tahu semua tentang bunga? aku tidak tahu kau orang yang romantis?” ledek Taemin.
“Untuk jadi romantis itu gampang, apa kau pernah dengar yang namanya teknologi canggih internet? kau bisa dapatkan ide dan info disana dengan cepat.”, kata Minho.
“Yeah …  aku tahu kau search semuanya, kau salah mengartikan bunga chrysanthemum putih … yang kau artikan itu yang berwarna kuning.”,
“Jinjja?”
“Jinnja…”
“Tahu dari mana?”
“Ck, kau tidak pernah dengar yang namanya teknologi canggih bernama internet Choi Minho?”, ledek Taemin.
“YAH!”
“HAHAHAHA…”

.

.

“CHUKAEEEE~~~~”, teriak semua orang ketika Key dan Jonghyun keluar menyambut para tamu yang sudah berkumpul di ballroom besar , yang disulap menjadi sebuah pesta pernikahan yang meriah, bukan Kim kibum namanya kalau pernikahannya sendiri tidak ia set dengan sangat luar biasa.

“Umma chukaeee~~~”, Taemin memeluk Key dengan erat,
“Gomawoooo honey…”, balasnya, Minho diam saja melihat Taemin bergantian memeluk dan memberikan selamat pada kedua Hyungnya itu.

“Yah Minho, kenapa kau?”. tanya Jonghyun.

“Ani … aku baru saja berpikir, tidakkah kalian terkadang berlebihan memperlakukan Minnie ku? dia itu sudah jadi milikku kan? berhentilah melakukan skinship berlebihan…”, kata Minho datar, semua mata yang ada disitu, Jonghyun, Key, Jinki, dan juga Shina terpaku. OH, Minho nya berkata dengan sangat jujur, ajaib!

“Wae?” tanya Minho bingung, Taemin menunduk dan merangkul lengan Minho, yang lain berpandangan dan tertawa, Minho semakin bingung ada apa.
“YAH! ADA APA?!”, teriaknya kesal, Jonghyun tertawa dan menepuk pundaknya.

“Aigoo Minho ah~ ..kau sudah bisa mengekspresikan apa mau mu dengan baik sekarang, good job Minnie…”, kata Jonghyun beralih mengelus kepala Taemin yang langsung dilihat Minho, Jonghyun mengangkat tangannya dan memeluk pinggang Key disebelahnya.

“Well… setidaknya, kita sudah tenang melepas anak kita Jjongiie~~” kata Key bernyanyi
“Dia bukan anakmu Key .”, kata Minho datar, Taemin terkikik.

“Setidaknya ia properti mu Minho…”, balas Jinki.
“Ya, Milikmu~~”, ledek Shina.

“Taemin bukan properti! aish kalian—-”
“UGH!”, semua mata tertuju pada Taemin, yang wajahnya tiba-tiba pucat dan menutup mulutnya.

“Minnie?kenapa?”tanya Minho merangkul pundaknya, Taemin menatap Minho dengan pucat dan lemas.
“A-aku… mual…d-dan… uugh!”dia ingin muntah. “Bau apa ini?”
“Hah?”, tanya Minho
“B-bau…ugh, a-aku mual…hoek..ugh…”, ia terus menahan rasa mualnya.

“Y-yah! jakkaman… jangan bilang Minnie…” kata Jonghyun menatap ke arah Key, Jinki dan Shina, kemudian mereka menatap Minho dan Taemin.

“Mwo?”, tanya Minho bingung.
Mereka tersenyum dan bertepuk tangan.

“TAEMINNIEE HAMILLL~~!!!!”, jawab mereka serempak, Minho terkejut setangah mati ,dan sedetik kemudian Taemin berlari ke kamar mandi, Minho menatapnya aneh.
“Kejar!!”, suruh Jinki. Minho langsung berlari , diotaknya hanya satu , mana mungkin?

END!!!

Yeah~~ its ending !! huhuhuhu i wanna cry, i love this FF so much..  im sorry for late update 😦
Aku menghabiskan waktu 3 hari dalam menulis ini, karena diselingi tugasku, semoga hasilnya memuaskan dan kalian suka yah?

Oh ya, maafkan kata-kata kasar saya kemarin yang Suunders , saat itu saya lagi emosi dan khilaf, karena melihat komen yang membuat saya emosi dikala saya lagi galau dengan tuga, im sorry… really sorry .. no offense…
Benar kata kalian, harus gunakan kepala dingin dan anggap angin lalu…

So, saya minta sekali lagi, jika kalian tidak mau membacanya maka jangan dibaca yah? berikan komen yang membangun dan juga positif … aku sangat menghargai semua komennya selama itu positif  yah 🙂

Buat silent reader, i know you love me, love my blog, love all my FF , aku tidak keberatan kalian tidak komen, tapi sebaiknya komen sih:)

makasih sekali lagi, dan maaf jika selama ini banyak tulisan yang salah, makasih atas komen dan juga like nya di postan sebelumnya.

Keep supporting me 🙂
Leave a comment, no bashing, and no plagiarism!
ILYSM SUUNDERS <33333

SANNIIEW ^^

Advertisements

95 thoughts on “[2min] Your my precious part 12 end

  1. Akhirnya tamat…. ini ff terpanjang yg pernah kubaca..
    Tapi ceritanya keren bgt so ngga bosen n justru bikin penasaran dr awal sp akhir….
    Pokoknya keren keren keren thor…..

    Minho bisa romantis juga, sdh bisa mengekspresikan cinta nya yg sangat luar biasa buat taemin… sweeettt….

  2. ahhh akhirnya happy end…tapi apa bener tae hamil…?? gomawo pw nya main ada part yg aku ga koment,tapi aku benar2 berusaha mudah2an yg ini masuk dan author baca :)…

  3. ga ada lanjutan nih? beneran ga ada? penasaran sama jinki nih…..

    salut deh buat author”nya. DAEBAK ini ff. author JJANG lah pokoknya hehehehehe…

    keep writing ya thor….
    FAIGHTING!!!!

  4. Finally…happy ending..
    Gak sia2 baca ceritanya dr awal yg mskpn panjang banget tp keren! Daebak!
    Kamsahamnida thoorr…

  5. untung taemin gag kenapa kenapa…
    dan akhrx mereka encehan lagi
    hahahahaha
    taemin gara2 takutx minho pergi lagi sampe gag bisa d tinggal bentar ><
    sejak kapan kodok jd romantis gt 😛

  6. bingung ma tae kadang2 dia manggil minho hyung kadang2 manggilnya nama doang..
    tetem hamil???? wah jongkey keduluan 2min nih padahal intensitas nc nya diatas 2min.. atau ming yg udah paksa tae kerja rodi buat ming junior :D:D

  7. Huaaa tamat 😂😂
    Pntesan anak org pingsan lom makan ya hahahahha 😂😂
    Lucu yaa pingsan syukur deh yg pntg 2min together forever 😊😗..
    Prnikhan onkey jga ramai 😂 . What is he ? I don’t think so 😅😑.. yeah makasi yaa #TwominYeah. !

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s