[Onkey] Perfect for each other part. 2 of 3


my Word:

Halohaaa semuanya, maaf menunggu sangat lama, sekarang aku lagi mau ujian😦
jadi yah gitu deh, lagi banyak les, duh, aku liat blog yang komen semakin sedikit, tapi kemarin cek pake username eonni sanii banyak yg dateng, tapi kenapa masih banyak yg silent reader yah? kan kasian kita dong yang udh begadang tp gak dikomen*curcol, tapi gpp deh… habis gimana yah? kekeke~

Oh, ya, jangan bosan dengan Onkey yah? maaf lo aku buat Onkey terus😦
Kalau kalian tidak suka just leave it oke? gomawoo

Leave a comment, yang positif yah🙂
Gomawo eonni SUUNDERS ku semuaaa~~^o^

by : Kimechaa nyu<3

.

.

JINKI POV~

“Key… yeobo…kenapa? hei…”, kenapa dengannya, tiba-tiba menerima telpon barusan dan sekarang ia bergegas mengepack semua barang bawaannya, dia mengacuhkan ku dan terus menangis, aku semakin bingung, aku tidak tahu ada apa?

“Key…”, aku berusaha mengikutinya yang mondar-mandir dengan panik dan mengacuhkan ku,

“KEY!”, kau menarik tangannya dan membuatnya sekarang menatap ku, dia berhenti, dan menatap ku dengan tatapan nanar dengan air mata, dan terus terisak,
“Hei..tenang sayang… ada apa? katakan padaku, jangan buat aku khawatir melihat kau uring-uringan begini?”, tanya ku, dia terisak dan meraih baju ku, aku menarik nafas menuntunnya untuk duduk di kasur, memberikan segela air minum yang selalu ada di dekat meja tidur.

“Oke, katakan perlahan ada apa ya?”, aku mengelus pipinya lembut dan memeluk pundaknya, dia menatap ku dan memeluk ku.
“M-maaf Jinki…a-aku panik…”,
“Ya… lalu…?” dia terisak dan menatap ku dengan air mata yang terus mengalir.

.

KEY POV~

Da menatap dengan cemas, aku harus katakan pada Jinki.. tapi pasti dia ingin ikut… aku tahu, tapi bagaiamana lagi…
“J-jinki… butik ku…”, aku menunduk dan terus terisak, aku tidak bisa membayangkan apa yang barusan saja kudengar dari Taemin, tidak mungkin ini terjadi…

“Ya baby…kenapa? katakan padaku…” kata Jinki kali ini mengelus pipi ku berkali-kali.

Aku mendongak, ” B-butik ku…Taemin…dia…telpon…kebakar …”, dammit, sulit untuk bicara ketika kau sedang menangis, lebih buru lagi ketika kau menerima berita buruk tentang kehidupanmu, oh tidak, bagian hidupmu, hampir seluruh hidup mu itu untuk sebuah hal yang kau cintai.

“Sshht… tenang baby… bicara perlahan…”, dia meletakkan keningnya padaku, aku terus menangis sementara ia menatap ku dengan jarak yang dekat, terkadang inilah kenapa aku mencintainya, dia lembut padaku…

Setelah beberapa saat aku tenang, aku memeluknya dan merebahkan kepala ku di dadanya, dia mengelus kepala ku dengan pelan.
“Butik ku Jinki … Taemin menghubungi ku bahwa dia dapat kabar kalau butik terbakar karena konsleting listrik, dan terbakar habis..”, kataku menangis lagi, butik ku yang aku bangun selama bertahun-tahun dan menghabiskan seluruh waktu ku untuk semuanya, hampir seluruh hidup ku, dan tempat dimana aku dan Jinki bertemu dan semua berawal.

FLASHBACK~

“Key ah~~ yeoboo~~ im here~~”

Jinki masuk kedalam butik dengan senyum terkembang sangat lebar, ini sudah keseribu atau entah berapa kali hitungan ia kembali lagi ke butik Key disela kesibukkannya, ia selalu kesana karena Key tidak mau pernah datang ketika ia fitting baju, tapi herannya, semua baju yang ia kenakan sangat fit dengannya meski Key tidak pernah mengukur ukuran tubuhnya, mungkin itu sbeuah takdir, pikir Jinki.

“Mau apa kau kesini? baju mu sudah aku kirim semua…”, kata Key asik mengerjakan sketsa baju yang lain,

“Anio… aku hanya kangen padamu …”, kata Jinki berdiri disamping Key dan chu~ sudah mencium pipi Key lagi, PLETAK!
“JANGAN SUKA CIUM-CIUM!!!”, teriak Key frustasi, Jinki datang selalu mempermainkannya, menciumnya secara tiba-tiba, bahkan terkadang di bibirnya..well, bukannya dia tidak suka, didalam hatinya ia merasakan sesuatu yang berbeda, entah apa… dia menikmati semua afeksi yang diberikan Jinki, hanya saja ia tidak mau percaya dengan hatinya, terutama dengan Jinki, terlebih ia seorang selebriti yang mempunyai banyak fans dan juga perempuan di sekelilingnya.

“Dont be harsh to me Yeobo… i love you , you know that right?”, katanya, Key menoleh dan menatapnya serius, tapi yang ia dapat selalu senyuman menggoda darinya.

“Berhenti permainkanku Jinki…”, kata Key kembali ke sketsanya,
“Kenapa? kau tidak percaya?”, tanyanya, Key hanya mengangkat bahunya.

“Aku bisa buktikan… aku benar menyukai mu sejak pertama kali kita bertemu dengan insiden pakaian itu, dan aku mencintai mu Key…”, katanya, Key hanya berdecak dan mengacuhkannya.
“Lebih baik kau kembali bekerja, jangan buang-buang waktu mu untuk merayu…terlebih merayu ku…”, kata Key berdiri dan mengecek baju jahitannya.

“Key… aku serius… “, kata Jinki, Key berhenti dan menoleh , lagi… ia melihat Jinki tersenyum dengan senyum cookynya.
“Yah right Jinki… sudah selesai? dan sekarang kau keluar .. aku sibuk, kau juga kan?”, tanya Key memutar badannya.

Jinki menghela nafas frustasi…
“Key…”, Key diam saja, ia mengambil langkah maju.
“Key…dengarkan aku…”, kata Jinki mulai merajuk, suara itu membuat Key ingin berbalik, namun ia tahu , jika ia lakukan itu, Jinki akan terus mengganggunya.
“Key—“PLAK! Key menepis lengan Jinki yang hendak menyentuh pundaknya, namun terpleset dan kena wajahnya, wajah Jinki terpaling ke arah kiri, Key terkejut, ia menutup mulutnya, ia tidak sengaja…

“J-jinki…m-maaf…aku tidak—“
“Oke Key…sudah tidak apa-apa… aku mengerti …”, potongnya.

Key menatapnya tidak enak, “J-jinki aku minta ma–”
“Tidak usah minta maaf Key…’, katanya tersenyum maksa. “Aku yang salah telah mengganggumu, kau mungkin merasa bosan dengan segala tindakanku, aku minta maaf… “, katanya tersenyum, Key diam seribu bahasa, hatinya tidak nyaman melihat Jinki seperti itu.

“Oke, aku akan kembali bekerja… jaga kesehatanmu Key…bye…’, kata Jinki meninggalkannya, sebelum Key dapat bersuara Jinki sudah menghilang dari balik pintu, ia menyesal, kenapa ia selalu seperti itu? kenapa ia selalu bertindak kasar pada Jinki? Jinki hanya bersikap tulus padanya, ya kan?

>skip<

Sudah hampir 1 minggu Key tidak tahu kabar Jinki, well… dia tidak juga ke butik, dan bahkan mengirimkan pesan singkat padanya, dengan kata-kata iseng atau manis padanya, namun cukup membuat harinya bersemangat.

“Hyung, ini mau di taruh dimana…?”, tanya asistennya Mir,
“Itu baju Jinki?”, tanya Key, Mir mengangguk,
“Ya, dia tidak ada di studio, dan aku dihubungi untuk mengembalikan ini karena ia tidak datang untuk isi schedule…”, katanya,

“Hah? kenapa?”

“Katanya dia ada promo album sekitar 3 hari lalu di China, kemudian saat kembali dia off … kabarnya dia sakit Hyung.”
“MWOO?!”, teriakan Key itu cukup membuat Mir terlonjak kaget den menjatuhkan baju ke lantai, membuatnya untuk kerja 2 kali membereskannya.

SAKIT??!!!
“Aku mau pergi…”, kata Key yang siap mengambil jaket dan kunci mobilnya,
“Loh, kemana hyung?”,
“Ke—“

KRIINGGGG KIRINGGGG~~

Key terhenti dan mengangkat telpon dimeja kerjanya.
“Yoboseyo? ….oh, neh…hah? malam ini?!!! apa tidak bisa diundur?!…oh…neh…neh…annyeong…”, kata Key menutup telpon dengan lemas.

“Kenapa Hyung?”, tanya Mir menghampiri, dengan begitu Key sudah kembali duduk di meja jahitnya dan memulai pekerjaannya, membuat Mir bingung,
“Bukannya kau mau pergi?”, tanyanya, Key menggeleng,
“Leetuk hyung meminta ku membereskan bajunya malam ini juga, karena besok ia akan pakai…’, kata Key, Mir menarik nafas.
“Baiklah, mau kubuatkan minuman? aku akan kembali ke studio untuk membantu fitting baju yang lain…”, kata Mir,
“Ne, teh madu dan juga biskuit gandum ku oke?”,
“Oke.”,

Setelah itu Mir pergi dan Key menarik nafasnya, ia mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan, berharap Jinki membacanya, setidaknya ia harus bersikap baik selama 1 minggu ini tidak ada kabar dan insiden kemarin.

>> to : dubupaboya~ <<

// Jinki shhi .. kau sakit? aku minta maaf tidak bisa menjenguk … aku harap kau cepat sembuh , jgn terlalu keras dengan tubuhmu … jaga dirimu Jinki sshi … //

>>from : Keylocked <<

Key menarik nafas, maaf kan aku Jinki,batinnya.

Sudah larut malam … jam hampir menunjukkan waktu 12 malam, Key baru saja selesai, ia merebahkan dirinya di sofa panjang, ia menarik nafasnya, badannya lelah sekali seharian duduk di atas kursi dan menjahit sepanjang hari, sulit baginya untuk menyuruh anak buahnya, terkadang hasilnya kurang memuaskan, terlebih ia suka perfectionist, jadi… dia merasa puas memberikan pada pelangggan jika itu hasil karyanya.

“Lebih baik aku menginap di sini…”, kata Key menguap.
Sebelum ia menutup matanya, ia mendengar suara orang masuk dari pintu depan, ia terbagun dengan sigap, siapa? maling?dia berdirid dan mengambil tongkat bashball di samping sofa.

Ia perlahan mendengar suara langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya,
“Hyaaa—-“
“AAH!”, Key hampir memukulnya jika ia tidak lihat siapa orang itu, dan tepat beberapa inci ia menghentikan pukulannya.

“J-jinki?”, ia tidak percaya, Jinki datang didepanya, dengan senyum lebar.
“Hai yeoboo~~ i miss you~~~”, katanya lemas.

“OMO!!”, Key terkejut ketika Jinki jatuh kelantai.
“J-jinki…hei…apa yang kau lakukan?”, Key meletakan kepalanya di pahanya.Jinki tersenyum dan membelai wajah Key, ia …menangis?!!!OMFG!!

“J-jinki…hei kenapa…ssht….”, kata Key mengusap air matanya, Jinki meraih tangan itu dan menciumnya.
“Key…maaf kan aku… aku tidak sengaja waktu itu … aku tahu kau tidak menyukai ku Key… tapi kumohon, biarkan aku disisimu ya? aku janji tidak akan memaksamu … aku hanya ingin disamping mu Key, tidak apa-apa kau memanfaat kan ku…aku benar-benar tidak mau kau pergi Key…”, katanya panjang lebar disela tangisnya . Key ternganga, ia tidak percaya, seorang Lee Jinki, memohon padanya, memohon pada desaigner biasa sepertinya?

Dengan itu Key membelai wajah Jinki dan mengusap air matanya, namun matanya sendiri menangis,
“Jinki paboya… kau datang seenaknya, kau mencium ku setiap hari, kau selalu merendahkan ku… kau meledekku, menggodaku, dan juga membuat ku malu… kemudian kau bilang cinta tapi tidak pernah membuktikan dengan serius padaku… lalu kau menghilang .. kau tahu tidak aku sangat mengkhawatirkanmu karena ucapanku waktu itu…”

Jinki tersenyum dan berusaha bangun, Key membantunya dengan melingkarkan tangannya kepundaknya, Jinki tersenyum dan merebahkan kepalanya di pundak Key.
“So Key… kau mau biarkan aku untuk tetap bersamamu kan? please.. aku tidak akan menganggu lagi jika kau biarkan aku begini saja…’, kata Jinki, Key menarik nafas.

“Tidak bisa…’, katanya, Jinki menegakkan tubuhnya, dan menatap Key dengan kecewa.
“Please…’, mohonnya lagi menyentuh pipi Key. Key menggenggam tangannya itu dan tersenyum.
“Tidak bisa jika aku hanya biarkan kau disisi ku, kau harus jadi milikku juga pabo… aku mencintaimu, you got it?”, tanya Key terkikik, kali ini wajah Jinki tersenyum sumringah. Tidak tahu kekuatan dari mana ia berdiri dan menarik Key kemudian memeluknya dan mengangkat badannya sedikit.

“Godd~~~~ i love you…i love you Key…”, kata Jinki tersenyum memeluknya, Key berdecak
“I love you too Jinki…”, kemudian mereka saling mengeshare ciuman lembut dan mesra sebelum melepas untuk mengambil udara.

“OMO!!”, Key berteriak lagi ketika Jinki mulai tumbang.
“Pusing~~~”, kata Jinki memegang kepalanya, Key berdecak.
“Siapa suruh kau kesini? kau sedang sakit, kau bodoh atau apa?”, tanya Key menopangnya.
“Ck , aku kan mau bertemu denganmu baby…”, katanya cemberut, Key hanya mencium keningnya dan menuntunnya ke dalam kamar kecil yang terdapat kasur biasa Key tidur di butiknya.

ENDFLASHBACK~

.

.

NOONE POV~

Key tertidur dipundak Jinki setelah lelah menangis dan juga bertengkar dengannya , well… mereka sedikti cecok karena Key ingin pulang sendiri ke Seoul untuk melihat semuanya, Jinki sebagai suami yang baik, dan juga mencintai Key sangat besar, ia tidak membiarkannya begitu saja.

Ia tidak perduli karirnya kalau karirnya ini satu-satunya adalah Key dibalik semua kesuksesannya, dukungan moril selalu ia dapat dari istrinya satu-satunya itu. Ia sangat mengerti kenapa Key sangat cinta dengan butiknya, dia berjuang membangun semuanya dari nol dengan kerja keras, dia selalu memimpikan dirinya akan pergi ke paris suatu hari nanti. Jinki melihat sosok disebelahnya , betapa ia bangga memilikinya, ia mandiri dan juga percaya diri.

Jinki selalu menawarkan investasi untuk bisnisnya, namun Key selalu menolak karena ia mau usahnya sukses bukan karena dopleng popularitas suaminya, ketika mendengar itu Jinki sangat kagum, dan terbukti, Key bisa maju tanpa label dari Jinki atau siapapun, tapi dari Key sendiri, dan sekarang … butiknya hanya kenangan, ia memikirkan cara untuk membuatkan Key butik yang lain, namun masalahnya, apakah Key mau menerima bantuannya?

“Jinki~~”, Jinki tersenyum, kenapa dia bisa bergumamkan namanya?Jinki menurunkan sedikit posisinya, dan mencium bibirnya, namun ia terkejut ketika Key membalas ciumannya, ia membuka matanya dan melihat Key tersenyum padanya.

“Aku pikir kau tidur Yeobo?”, tanya Jinki mencim keningnya, Key tersenyum.
“Anio.. aku sudah bangun beberapa menit lalu…” katanya, Jinki hanya tersenyum dan membelai kepalanya.

“Jinki?”,
“Ya?”, Key menatap Jinki serius.

“Apa yang kau pikirkan?”, tanya Key akhirnya, ia tahu Jinki menyembunyikan sesuatu.
“Ani… aku tidak berpikir apapun?”, katanya berbohong, Key menarik nafas dan menarik kerahnya.

“Aku tahu kau bohong… saat aku bersandar tadi kau berulang kali menarik nafas, dan sekarang kau menghindari tatapanku…kau pasti menyembunyikan sesuatu…katakan…”, kata Key, Jinki menarik nafas, ia tidak akan bisa berbohong pada Key.

“Baiklah,dengarkan aku dulu baru beri komentar yah?”,Key tersenyum semangat.

“Oke, begini … aku sedang berpikir untuk…memberikan bantuan padamu untuk…well, membangun butik mu lagi… aku tahu kau akan menolak, tapi kumohon, untuk kali ini saja, aku ingin memberikan sesuatu padamu, dalam hidupmu setidaknya aku menjadi bagiannya, temasuk dalam butik itu, aku harap kau bisa mengingatku berjalan dengan sejalannya butik yang baru…”, kata Jinki tersenyum, Key tersenyum dan melingkarkan tangannya keleher Jinki, sekali lagi, ia mencium bibir Jinki.

“Hm.. W-well..baby… a-aku baru ingin mengatakan hal itu padamu, aku..duit ku mungkin tidak cukup…”, katanya dengan wajah memerah, Jinki terpana, dan kemudian ia terkekeh, dan memeluk Key dengan erat.

“Aigooo~~ my Yeoboo~~~ so cutee~~ kau tidak perlu malu, kau tahu, aku akan selalu dukung apa yang kau lakukan, dan aku akan bantu selama itu membuat mu senang dan tersenyum..”, kata Jinki memeluknya.

“Jinjja? gomawoooo~~~”. balas Key.
“Ya sama-sama…”,

Key melepas pelukannya dan saling menatap
“I love you Lee Jinki.”

“Love you too Lee Kibum.”

.

.

Jinki menyenggol pelan Key yang tertidur di pundaknya, karena ia sudah sampai, dan bersiap turun dari taxi. Hari sudah sangat malam ketika ia tiba disana, dan Key ngotot ingin lihat keadaan butiknya sebelum ia harus pulang ke rumah mereka.

“Key…bangun yeobo~~ kita sudah mau sampai…”, kata Jinki pelan, hanya dengan itu Key bangun dan mengusap mata kantuknya

“Kita sudah sampai baby~~?”, tanyanya imut, Jinki tersenyum dan mencium bibirnya
“Neh… bersiaplah baby…”, katanya,

Tidak lama mereka tiba di depan butik mereka, ekspresi mereka pertama kali adalah…WTF??!!

“Baby… kau yakin ini jalannya?”, tanya Key yang tiba-tiba ragu menjadi pikun karena baru beberapa bulan mereka tinggal di Jepang untuk promo album Jinki.

Jinki mengerutkan alisnya dan menatap Key bergantian dan kembali ke gedung didepannya.

“Pak. kau yakin ini alamat yang saya tuju?”, tanya Jinki pada supir taxi. Supir taxi mengangguk pasti dan menatap mereka seperti orang yang sedang kesasar.

“Oh come on baby… kita keluar dulu memastikan , aku masih tidak pikun, ini butik ku…”,kata Key berusaha mendorong Jinki keluar.
“I-iya..tapi baby…kau lihat kan?”
“Ck, ayolah cepat, kalau kau tidak keluar, mana kita tahu?”, tanya Key kesal, Jinki mengangguk dan membayar taxi kemudian keluar diikuti Key disampingnya.

Mereka berdiri dengan tatapan heran, saling bergandeng tangan, dan menatap tidak percaya.
GEDUNGNYA UTUH!! MASIH BERSIH! DAN JUGA TIDAK ADA TANDA KEBAKARAN SEDIKIT PUN!!

“Baby… ini benar butik ku kan?”, tanya Key lagi, Jinki mengangguk.
“Ya kurasa… soalanya tulisannya…masih sama …”, kata Jinki menunjuk nama butik itu.

> LOCKer’s boutique <

“Tapi…”, kata Key,
“Kajja kita cek…”, kata Jinki menarik Key , Key hanya mengangguk dan mengeluarkan kunci, namun butiknya tidak terkunci.

Dan …

“WAAAAAAAAAA…”

CUT!!!!

eheheheheh~~ ada apa kah didalam sana? ini bener deh saya bingung, sebenernya ini fluff seharusnya, tapi yah… ada smutt campur dikit lah, saya author aneh memang…kekekek~~

oke deh, makasih yang duah komen, tinggal part akhir, sabar yah :))

leave a comment if ya likey🙂

bonus piccu :

ONEW TEASINGGG TO MUCH <3333

Onew : Ciee… yang on top NC nya kemaren… kamu hebat deh unyyuu :3

Key : ISH…. >////< apa sih kamu… *malu-malu ucing*

LEAVE A COMMENT SEE YA :))

75 thoughts on “[Onkey] Perfect for each other part. 2 of 3

  1. Annyeong ^^
    Hah ?! Mwoo ?! Jadi maksudnya semua ituh apa ?!! Padahal key udah nangis” ampe kayak gitu…
    Ya udahlah mau lanjut baca lagi dah kk~ ^^

  2. Dduuh onkey gemes bgt gua..XD
    Ini mah sya emng uda pnya prasaan di balik butik key…ahhahahahha..bner kn msih utuh…:-D
    Enk bgt ci key…pnya dubu yg cintrong (?)❤. Bgt dri awal kisah mreka…daebak!!!!^^..
    Emm pnasran nih yg sbnr2ny tntng butik key….thhoor i'm so curious yyeaah~~*abaikn.
    Gua cinta bgt thor sma gmbr bonus yg pling bwah itu..<3<3 neomu joahae….:-)

  3. penasaran ma lanjutannnya………

    kasihan juga sih kibum ma jinki dibohongin………

    pingin tau…………..

  4. ah ternyata begitu toh awal key nerima jinki. akhirnya terjawab jg
    lagian sih jinki senyum senyum mulu.. kayak nggak seerius yah alhasil key mana mau percaya..
    tp pas jinki 1 minggu ga nmuin key. akhirnya jey sadar kalo dy cinta sm jinki
    karena udah terbiasa ada d sekelilingnya pas jinki ga ada. key jdii kangen n khawatir deh..:)

  5. aduh…. ni knpa tbcnya disaat yg tidak tepat.. xo

    Kasian Jinki appa perjuangan dptn.umma hrs sakit dulu.. hiks.. pi akhrny berbuah manis.. saling mencintai..

    Knpama.butiknya umma ?? ada surpise kah ???

  6. kyaaaaaa suka sangat denger appa mnyebutkan nm Lee Kibum, euugghhh rasa itu manisnya banget3x gak ktulungan.hhe~
    suka:)

  7. sangtaemu kumat nyu….
    kau tega amat bohongin key….

    gimana kalo key penderita penyakit jantung…

    bisabisa det di tempat kan dia denger kabar ituuu…..

  8. Jiahhh… Jangan2 ini kejutan dari JongMinTae #sokDubu

    hihihi… Key malu2 tapi mau, cuek tapi suka, jurek tapi cinta… Apa dah

  9. key judes ama onew buat nutupin perasaannya.. padahal mah kn dia juga punya rasa ama onew tp blm peka aja😀
    baru sadar pas ada yg bilang dia sakit😀
    onew suami idaman bgt dh ya xD dia mau ngorbanin apa aja demi key..

    lah kalo gedung nya masih utuh, alesannya apaan si taemin bilang kalo butik key kebakar??

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s