[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 2


ANNEYONG..HAHA. cepat kan update nya?? wkwkw.. give aplus buat maits..wkwkw..nih chap rada panjangan lah..hahabuat chap ini maitsa’ yang bikin, aku cuma ngedit and nyelipin beberapa kalimat aja.. hahabaiklah.. oh ya, saya mau bilang.. STRONG gulung tikar aja deh, pusing saya,,, keke~

NO BASHING

NO SILENT READERS

RCL PLEASE AND

HAPPY READING

 ps; don’t like don’t read

Title : I’m Your Love Doctor

Author : Keysha feat Maitsa’

Cast : Onkey

Genre : Romance

Rate : PG-15

Length : sequel

======================================================================

“Gomawo Onew-ssi..” hanya itu. Kata-kata yang sempat meluncur dari bibir tipis sosok yang tengah terbaring dengan jarum infuse menancap di punggung tangannya. Sementara Onew – namja aneh yang telah menolongnya – telah keluar dari ruangan kecil itu. Yang tanpa Key sadari, sedikit menarik ujung-ujung bibir tebalnya membentuk seulas senyuman samar.

Ia membalikkan tubuhnya yang terbaring menghadap ke samping, menjadi terlentang. Errr.. Sedikit sempit, tetapi tak begitu bermasalah bagi namja cantik dengan tubuh ramping itu. Menatap ke seluruh penjuru ruangan dengan mata kucingnya seraya mengingat-ingat kejadian sebelumnya.

Hmm.. Ya, kesadarannya sudah mulai kembali. Begitu ia duduk di bangku ia merasakan debaran yang terasa amat keras mengetuk-ngetuk dinding dadanya. Kemudian matanya terpejam menahan sakit yang sangat menyiksa lalu akhirnya semua terasa gelap, dan ringan. Selanjutnya.. Entahlah.. Apa namja tadi-kah yang membawanya kemari? Kalau iya, baik sekali. Segurat senyuman kecut terbentuk di bibir soft pink itu jika mengingat siapa yang menolongnya. Sayang, sikapnya terlalu dingin untuk namja setampan dan sebaik dirinya.

Err.. tampan? Yeah, cukup tampan.

Cukup tampan? Ani, lebih.

Key memejamkan kuat-kuat kedua kelopak matanya. Ya, stop it! Berhenti memikirkan namja aneh tersebut. Yeah, mungkin memang dia yang telah menolongnya, tapi bukan berarti ia harus mengaguminya bukan?

Tiba-tiba selintas ia teringat sesuatu. Ya. Namja tadi sempat bilang bahwa sebentar lagi pesawat akan sampai. Cepat Key melirik jam monol putihnya. Mata kucingnya sedikit membulat disertai bibirnya yang membentuk huruf ‘O’. Omo!

Key berusaha bangkit dari sofa empuk tempatnya berbaring. Sedikit pening, mungkin pengaruh dari insiden pingsan tadi-kah? Selangkah ia hendak keluar, tangannya tertahan oleh sesuatu. Selang kecil yang mengalirkan cairan ke dalam tubuhnya masih menancap di punggung tangan kurus itu. Key menepuk jidatnya pelan. Huh, bahkan di saat seperti ini.

Dengan paksa Key mencabut jarum kecil itu. Dan meringis pelan saat ada sedikit cairan berwarna merah pekat timbul dari bekas suntikan yang ia cabut serampangan.

“O shit!” Matanya melirik ke sekeliling ruangan. Ah, bingo! Terburu-buru membasuh punggung tangannya di wastafel. Dan.. Oh ya! Ini hampir tertinggal, menata rambut highlight merahnya  yang terlihat sangat.. ukh,, tidak karuan, di depan cermin. Tak lupa Key mengoleskan tipis lipbalm strawberry mint yang selalu ia letakkan di saku bajunya, hanya sekedar menutupi bibirnya yang terlihat agak pucat.

Keluar ruangan, Key mengedarkan pandangan bola matanya ke sana kemari untuk mengingat-ingat tempat duduknya. K9669. Eh, ia ingat? Sepertinya karena tragedi perebutan kursi tadi membuat otaknya mengingat susunan nomor bangkunya dengan sangat baik.

Key menghempaskan tubuhnya di atas bangku sembari menghembuskan napas lega. Perlahan memejamkan matanya. Mencoba menikmati secuil pening yang masih tersisa. Dan kembali mengikatkan seatbelt di lingkar pinggulnya. Ia menengok ke jendela di sampingnya. Awan yang berarak terlihat semakin menipis. Disusul pramugari yang menginformasikan bahwa pesawat akan segera mendarat di Incheon Airport, Seoul.

========================================================================

Tuk.. Tuk..

Suara ketukan dengan tempo yang sama bersumber dari seorang namja cantik yang tengah duduk di kursi ruang makan sembari mengetukkan jari-jari mungilnya pada permukaan meja kayu tepat di depannya. Menopangkan dagu lancipnya pada tangan kanannya. Sesekali melirik ke arah jam dinding. Tinggal 5 menit lagi setelah satu jam sudah ia menunggu.

Bosan. Kini menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Memainkan rambut almond sebahu miliknya dengan jemari mungil yang bergerak memutar.

“Hhh..” Menghembuskan napas kesal dan sedikit menggerutu dalam hatinya.

Ting Tong Ting Tong

Sret. Mengangkat wajah mungil itu sekilas, senyum mengembang di wajahnya. Yeppeo! Menggeser sedikit kursinya dan sejurus kemudian bangkit. Berlari kecil ke arah pintu depan rumah yang bergaya semi minimalis itu.

Ckrek. Pintu terbuka. Menampilkan sesosok tubuh tinggi nan tegap dengan rambut hitam cepaknya. Mengenakan jaket coklat tipis yang dipadukan dengan celana jeans, sangat pas. Apalagi dengan senyuman khasnya yang dapat membuat namja cantik manapun meleleh.

Tetapi senyum si namja cantik yang tak lain adalah Lee Taemin itu memudar. Berganti dengan tatapan dingin yang mengagetkan namja tampan di hadapannya.

“Kau tak mempersilahkan aku masuk Minnie?” tanyanya dengan alis berkerut. Hanya melengos kecil, Taemin membuang pandangan ke arah lain. Seolah tak ingin menatap namja tampan itu.

“Wae? Kau tak suka aku datang kemari eoh?” namja tampan itu berusaha menerka keanehan yang terjadi. Mengibaskan tangannya di depan wajah manis Taemin yang terlihat begitu muram. Diam, tak berbicara sepatah kata apapun. Marahkah?

HUP.

Sukses membuat namja tampan itu terheran-heran. Taemin memeluknya erat. Errr… sangat erat! Melingkarkan tangan kurusnya pada leher minho. Menjadikan napas namja tampan itu agak terengah-engah. Tapi taemin tak peduli. Karena ia sangat merindukan namjanya. Merindukan tubuh tegap yang selalu menjadi sandarannya ketika kodisinya tidak stabil. Hmm.. wangi yang khas. Wangi yang hanya dimiliki oleh namjanya. Yang menciptakan rindu pada setiap detik ia tak bersama dengannya.

“Ya! Minho hyung, kau datang lama sekali!” pekiknya pelan menarik ujung-ujung bibirnya, membentuk sebuah senyuman dan kemudian melepaskan pelukan itu.

“Wae? Kau rindu padaku eoh?” Minho memajukan wajahnya mendekati wajah manis di depannya. Seketika rona wajah Taemin bersemu kemerahan. Matanya menunduk malu. Bagi Minho, jawaban itu sudah cukup.

“Aigooo.. hahaha.. kukira kau kenapa. Kalau begitu, tak kau izinkan aku masuk-kah?” Minho menggenggam pundak Taemin. Menaikkan sebelah alisnya menggoda.

“Hahaha, tentu.. silakan..” tangan kurus Taemin mengarah pada sofa di ruang tamu itu. Sementara Minho masuk, Taemin menyeduhkan dua cangkir teh manis hangat di dapur.

Dan kini keduanya duduk berhadapan dalam diam.

“Ya! Minnie, bukankah kau akan mengadakan pesta penyambutan?” Tanya Minho setelah menyeruput sedikit teh-nya. Lagi-lagi pertanyaan bodoh.

“Tentu saja. Mengapa kau terus-terusan menanyakan hal bodoh seperti itu sih?” Namja cantik itu kembali mengerucutkan bibirnya. Tawa Minho seketika meledak.

“Wae? Apa ada yang lucu denganku? Huh..” Minho malah semakin mengeraskan tawanya, kemudian beranjak dari sofa dan menghampiri Taemin. Tanpa disangka, memeluk leher putih Taemin yang mengakibatkan mata namja cantik itu membulat.

Deg… deg…

Detak jantungnya kembali berulah. Menjadi semakin cepat dan cepat. Dan semakin menjadi ketika Minho mengecup pipi tirus itu lembut.

“Saranghae..” terucap dengan frekuensi suara sekecil mungkin, 20 Hz-kah?? Tetapi seakan menjadi 20.000 Hz di telinga Taemin. Semburat merah menghiasi wajah manisnya. Yeppeo!

Minho melepaskan rangkulannya ketika Taemin bangkit dan menatapnya tajam. Dengan mukanya yang masih merah padam menahan malu, Taemin mengepalkan tangannya dan meninju kecil bahu Minho yang tak kuasa menahan tawanya.

“Ya! Ini bukan saatnya menggodaku. Kita harus menyiapkan segalanya. Kajja!” Mencoba menutup mulutnya yang masih tertawa ketika Taemin menyeretnya ke arah dapur.

========================================================================

“Selamat datang di Incheon International Airport. Kepada seluruh penumpang Korean Air dapat mengambil barang-barangnya sesaat lagi.”

Ucapan selamat datang bergaung di seluruh penjuru bandara Incheon yang nampak begitu ramai. Mungkin hendak menjemput keluarganya eoh? Pikir namja cantik dengan kemeja kotak-kotak merah dan jeans, senada dengan rambut highlight merah-nya. Siapa lagi kalau bukan Key?

Ia berjalan sedikit agak cepat menuju mesin pengambilan barangnya. Ternyata sudah banyak orang yang berkumpul di sana. Ukh, sebenarnya ia benci harus berdesak-desakkan seperti ini. Untunglah masih ada sedikit celah sehingga ia dapat maju ke dekat mesin itu. *aku ga tau namanya apa*

Key meneliti tiap koper dan barang yang melintas di hadapannya. Sejurus kemudian, ia menangkap sebuah koper putih berukuran sedang mulai mendekat. Ah, itu dia! Pikirnya senang. Saat sudah tepat berada di depannya kedua tangan kurusnya meraih koper itu dan mencoba mengangkatnya. Tiba-tiba sebuah tangan besar menahannya tepat pada saat ia baru saja hendak menyeret koper putih itu. Yah, sedikit terkejut, namun tidak lagi saat mengetahui siapa yang mencegatnya. Namja aneh bermata sabit yang menolongnya di pesawat. Ukh, ada apa lagi? Dan kenapa harus dia ? Tuhan, apa dosaku? -.-

“Ya! Apa lagi urusanmu, Tuan gunung es?!” Teriak Key membentak dan memicingkan matanya pada namja itu – Onew –,  yang masih memasang tampang dingin. Cih..

Onew mengangkat sebelah alisnya, yang kemudian berganti menjadi decakan ringan.

“Kau salah membawa koper Kibum-ssi..” Ucapnya pelan namun tegas. Dan kali ini, Onew menatapnya. Menatap Key setelah sekian lama bertahan memalingkan wajahnya pada namja cantik itu setiap kali bertemu. Menjadikan mata kucing di depannya ini membulat. Lucu sekali. Sejenak membuat Onew terpana. Tetapi ia segera menepis pikiran anehnya itu.

“Mwo?” Tanya Key tidak percaya. Lagipula, darimana ia tau namanya? Onew berdecak lagi, kali ini lebih keras.

“Perlu kusebutkan lagi? Kau sa-lah mem-ba-wa ko-per.” Yah, kebiasaan itu muncul lagi. Menekankan suara pada kata-katanya ketika orang lain tidak mendengarnya dengan baik.

“Oh ya? Ani! Ini sudah jelas-jelas koperku! Aku sangat mengenalnya, Onew-ssi!” Bentak Key sembari mendorong sedikit bahu Onew. Syukurlah, kali ini bukan menoyor jidatnya sembarangan. Sementara orang-orang di sekeliling mereka memperhatikan dengan pandangan heran. Mungkin kebingungan melihat kedua namja yang tak henti-hentinya bertengkar.

“Ck, sudahlah.. Jangan terlalu lama, orang-orang di sekitar memperhatikan kita. Kau lihat, ada tanda di koper putih itu.” Dahi Key mengernyit bingung. Kemudian mengecek koper yang sedang dalam genggamannya. Benar, ada seperti.. Err.. sedikit coretan dengan tinta hitam spidol permanen.

“Apa ada tanda seperti itu di kopermu?” Selidik Onew  yang semakin menatap tajam, namun jauh lebih dingin juga.

“A.. ani…” Key menggeleng lemah, tidak mengerti. Kalau begitu, mana koper miliknya?

“Itu koperku. Ara? Dan ini milikmu..” Kaget ketika namja aneh itu menyerahkan koper dengan warna dan ukuran yang serupa. Persis. Tapi di koper itu memang tak ada coretan aneh atau apa pun. Sepertinya memang ia salah ambil karena terlalu terburu-buru.

“So, jangan ceroboh lagi, Tuan keras kepala..” Ujar namja berambut coklat cepak itu dengan nada kemenangan seraya tersenyum meremehkan. Membuat namja cantik itu kaku, menundukkan sedikit kepalanya untuk menutupi wajahnya yang memerah menahan malu. Kemudian ia meraih kopernya dari genggaman tangan Key yang sudah melonggar.

“M.. mmianhae..” Kalah. Ya, kini Key yang harus mengucapkan kata itu, tak lupa membungkuk berulang kali tanda penyesalannya. Onew hendak berbalik pergi, ketika sesaat kemudian berbalik menatap Key.

“Dan jangan terlalu lelah..” Seolah-olah melanjutkan kata-katanya tadi, Onew menepuk bahu Key tanpa sedikit pun menatap ke arahnya. Kemudian bergegas pergi menyeret dua koper di tangannya, koper hitam dan satu koper putih. Benar-benar melangkah pergi. Menyisakan sedikit rasa heran di benak namja cantik itu.

Deg.. Deg.. Deg..

Jantung itu.. Berdegup kencang lagi. Apa ia kambuh lagi? Ani.. Ini.. rasanya berbeda. Tidak menyakitkan, malahan.. menyenangkan.

Sambil tersenyum kecil Key melangkah keluar dari bandara untuk menyetop taksi, lalu pergi ke alamat yang dituliskan di secarik kertas putih dalam genggamannya.

========================================================================

“Ya! Minho-ya, jangan menaruh benda panas di atas meja tanpa menggunakan alas, ara?!” Teriak taemin dari ambang pintu dapur. Sedangkan yang ditegur hanya mengangguk patuh.

Ya, Taemin dan minho yang kini tampak begitu sibuk menata meja makan. Hmm.. Menu chicken rollade dan omelet keju sudah tersaji di atas meja, di tambah berbagai kudapan ringan dan buah-buahan segar yang terlihat menggoda.  Taemin menyusul, saat namja tampan dengan tubuh tegap itu  menaruh sepiring besar pudding anggur dengan saus putih manis kental di atasnya sebagai dessert.

“Perfect.” Gumamnya pelan. Tersenyum lebar saat membayangkan bagaimana hyung-nya akan sangat senang melihat pesta penyambutan kedatangannya ini.

Ting tong ting tong..

Taemin terhenyak. Apakah itu Onew-hyung? Cepat-cepat ia berlari kecil ke arah pintu ruang tamu.

Ckrek. Pintu terbuka, dan seorang namja tampan berjas abu semi formal sudah beridiri di depannya.

“Onew-hyung!” Sembur Taemin sambil memeluk tubuh hyung-nya yang sangat ia rindukan itu. Yang dipeluk hanya tersenyum hangat. Benarkah itu Onew yang sama dengan yang ada di bandara? Sungguh berbeda!

“Anneyong.. Kau merindukanku ne, Taemin-ah?” Tanya Onew yang sedetik kemudian melepaskan pelukan dongsaengnya itu.

“Ya! Kau ini, masih saja tidak peka! Kalau begitu, siapa yang mau bersanding denganmu eoh?” Namja cantik itu mengerucutkan bibirnya. Disambut tawa hyung-nya yang terdengar merdu.

“Haha, ne.. aku tau.. tapi sekarang, biarkan aku masuk dulu ok!” tangan kurus itu menggandeng tangan besar Onew, mendudukkannnya di sofa ruang tamu. Baru saja duduk, tiba-tiba seorang namja kecil dengan pipi gembil berlari menghampirinya. Dan tak jauh dari situ, Minho menyilangkan kedua tangannya di depan dada seraya tersenyum menyaksikan reuni keluarga yang tengah berlangsung di depan matanya.

“Aaah.. Onew-hyung!” Pekik bocah kecil yang tak lain adalah Yoogeun. Hup. Melompat ke dalam pangkuan hyung-nya. Menggemaskan! Membuat hyung-nya tak tahan untuk tidak mencubit pipinya.

“Ne, Yoogeun-ah. Kau senang, aku pulang ne?” Yoogeun mengangguk mantap. Semakin masuk ke dalam pelukan Onew, membuat namja itu terkekeh geli. Onew melayangkan pandangannya ke sekeliling ruangan, dan menangkap sosok yang tak asing lagi baginya.

“Ya! Bukankah kau yang waktu itu mengusili dongsaengku eoh?!” Tiba-tiba saja wajahnya menjadi begitu menyeramkan bagi Minho. Mata sabit itu kian menyipit, menjadikan Minho mengangkat kedua tangannya ke atas.

“Hehe.. Mian hyung. Tapi sekarang tidak lagi kok..” sedikit.. yah.. takut. Haha.. Menatap wajah menyeramkan di depannya ini. Onew mendengus kecil, kemudian beralih menatap Taemin. Seolah berkata, apa itu benar?. Dan kembali tenang ketika dongsaengnya itu mengangguk pelan sembari menahan tawa.

“Ok. Sudah kangen-kangenannya. Sekarang, kau harus ke ruang makan hyung! Kami sudah meyiapkan sambutan kecil untukmu.” Ujar Taemin sambil tersenyum, lalu menggendong Yoogeun dan menepuk pundak Minho yang masih agak tegang. Onew membulatkan mata kemudian tersenyum tipis, bangkit dari sofanya mendengar kata ‘sambutan’ tadi.

========================================================================

Cklek.

Pintu apartemen itu terbuka. Menampilkan sebuah ruangan yang cukup besar dan didesain mewah. Tatanannya terlihat sangat rapi dengan perabotan yang mengkilap serta warna cat dominan krem. Di dalamnya, terdapat 2 buah kamar.

Key menutup pintu dan menjatuhkan dirinya di atas sofa. Hufft.. Nyamannya.. Setelah melalui hari yang begitu melelahkan. Matanya mengerjap-ngerjap, berusaha menghilangkan letihnya.

Mengedarkan pandangannya, dan berhenti di satu titik. Dapur. Mata kucingnya membulat senang. Tersenyum dan mulai bekerja di sana. Membuka- tutup lemari yang ada. Dan berbinar saat menemukan dua buah telur di lemari es. Juga ada keju dan berbagai macam bahan. Nampaknya umma memang telah menyiapkan semua ini untuk kedatangannya.

Finally.. Yeah! Jadi! Entah makanan apa itu namanya, yang pasti terlihat sangaaat lezat! Ya, Key memang sangat pandai memasak. Hmm.. Kini ia makan dengan lahap.

Seusai makan, ia menata barang-barangnya di kamar yang ia rasa paling nyaman. Ah, sepertinya tinggal sementara di Seoul akan terasa sangat menyenangkan. Ia berdendang kecil menaruh satu persatu bajunya kedalam  lemari.

Huft.. Merentangkan tangannya dan menjatuhkan tubuh ramping itu ke sofa. Kemudian perlahan memejamkan matanya.

Sret.

Selintas bayangan di bandara kembali terputar di pikirannya. Namja aneh itu, Onew-ssi. Aiiish.. Kenapa kau sekarang mulai terus berpikiran aneh Key? Ck. Sesaat kemudian, ia meraih tasnya. Matanya membulat kaget ketika mendapati gantungan kunci berukirkan namanya lenyap. Sial! Pasti terjatuh di pesawat. Uh! Padahal itu kenang-kenangan yang hyung-nya berikan sewaktu di Australia.

“Aaah..” Key terkulai lemas. Entah bagaimana caranya ia melapor pada Jonghyun-hyung.

Ah, tapi sebaiknya sekarang ia mandi dan beristirahat. Bukankah besok ia harus segera cek ke rumah sakit? Yap. Tujuannya datang ke Seoul kan  memang untuk berobat ke dokter spesialis jantung yang katanya hebat itu. Selain untuk jalan-jalan tentunya.. Hehe..

Hup. Bangkit dari sofanya dan melangkah ke dalam kamar mandi.

========================================================================

“Aah.. Kenyang. Enak sekali, Taeminnie.. Kau yang membuat ini semua?” Onew mengelap mulutnya yang telah menyantap habis satu piring besar chicken rollade. Sementara Taemin hanya terkikik pelan mendapati hyung-nya terlihat begitu puas.

“Tentu. Kau sepertinya kurang makan di sana?” Selidik Taemin. Onew menggeleng cepat.

“Oh, tidak. Hanya saja aku terlalu letih selama di bandara..” Disusul Taemin yang mengangguk-angguk kecil.

“Yah.. karena namja aneh itu..” desis Onew, namun masih bisa tertangkap oleh pendengaran Taemin.

“Mwo? Namja aneh?” Taemin menghentikan aktifitasnya.

“Ah, tak usah dipikirkan.” Sahut Onew sambil mengibaskan tangan.

“Oh ya hyung, katanya besok akan ada pasienmu yang kemari ya?” Tanya Minho, yang juga telah selesai menghabiskan makanannya.

“Kau tau?” Selidik Onew yang memicingkan matanya. Aiih.. Benar-benar..

“Ne.. Dari Taemin..” Jawab Minho sedikit takut. Onew menghela napas. Taemin melirik kearah Onew menunggu jawaban.

“Yup! Besok dia akan datang.Menurut keluarganya, sakit jantungnya sudah mulai parah.. Entahlah, kemudian mereka memintaku mengobatinya.”

“Hmm.. semoga kau berhasil hyung! Fighting!” Senyum Onew merekah, dongsaengnya ini, selalu bisa membuatnya tersenyum.

========================================================================

Key melirik pada  secarik kertas yang dibawanya.

“Hmm.. Dr. Lee Jinki, spesialis Jantung.” Kemudian mengangguk-angguk kecil, merasa alamat yang ditujunya sudah tepat. Key membuka pagar rumah desain semi minimalis itu dan berjalan menuju pintu depan.

Ting tong ting tong.. Menekan bel yang ada di samping kanan pintu.

“Ne.. sebentar!” seru suara seseorang dari dalam rumah. Key menunggunya sabar.

Perlahan, pintu terbuka. Seorang namja cantik dengan kemeja krem berdiri dan tersenyum di hadapannya.

“Anneyong haseyo.. Apakah dokter Lee Jinki ada?” Key bertanya ramah. Yeppeo. Pikir Key saat namja cantik itu tersenyum.

“Ada..maaf, anda siapa ya?” tersenyum tipis membuat key semakin mengangumi kecantikan namja di depannya.

“Ah..mian, aku kim kibum. Pasien dokter lee jinki. Tadi aku menelepon rumah sakit, dan katanya dokter jinki belum ada di rumah sakit, jadi mereka emberikan aku alamat rumahnya” membalas senyuman namja cantik itu hingga ia  mengangguk, kemudian menunjukkan arah menuju ruang kerja sang dokter.

Tok tok tok..

“Ya, silakan masuk..” ujar suara dari dalam. Eh? Sepertinya Key mengenal suara ini. Seperti suara milik… Ah, mana mungkin? Aih, tidak tidak Key. Itu pasti orang yang berbeda.

Pintu terbuka, seorang namja tampan tengah duduk menghadap pada laptop besarnya. Menggunakan kacamata tipis dibingkai frame berwarna putih. Dan di seberangnya, tertulis nama, ‘DR. LEE JINKI’.

Key terkesiap, mata kucingnya membulat tak percaya. Pemandangan yang sama terlihat pada namja tampan itu. Terkejut, tapi tampak dingin.

ONEW?

Key terdiam di ambang pintu, membeku.

TBC

HAHA..OTTE??

mari RCL RCL dan RCL, yang ga RCL masih banyak kutukan yang saya simpan untuk anda XDXDXD

39 thoughts on “[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 2

  1. gelar ice prince minho sekarang di ambil ionew kayak-y niy hehe…
    lucu bgt tiap ketemuga pernah akur, penasaran liat lanjutannya
    next part

  2. wooaa.. trnyata part 2nya nyelip disini..
    saya meera moonligt.. dan kali ini saya komen via wp… *yah krna FB nya lelet*
    saya baru nemuu…author.. part 2 nya yg di list home SUUNSANNIEW nya malah menuju FF ‘ perfect for each other part 2’…
    saya baru kepikiran nyari via search di pojok kanan atas.. dan GOTCHA!!! im here now..
    wooaaa…
    saya suka bgt sama FF ini dan udah baca 2x…
    woaa.. setelah insiden ‘rebutan kursi’ di pesaawat..
    mereka kembali ketemu di bagian pengambilan tas di airport..
    and what? mereka lagi2 saling ngerebutin koper!!! jiaaaahh.. koper kog bisa sama? kaya koper couple ajaaahhhh *janjian belinya yah?_senyum penuh arti :))
    tapi kali ini key yg keliruu.. bwahaahhahahahahahaha.. *key malu-malu ucing gituu
    gemes… *poppo key*
    ngomongin bibir.. key selalu sedia lipgloss rasa strawberry di sakunya? O__O
    OMO… bhkan saya stiap ke kampus gak pernah pake lipgloss.. *terpana
    ……………………………………………………
    sampe di apartemennya, key lgsg menuju: DAPUR… *calon istri yg baik
    xixixixixix.. :p
    dan ending partnya key baaru taw klo onew=dr. lee jinki!!!
    waaaaa..dya shock!!🙂🙂

  3. sempet kelewat part ini ._.v
    ahhh..sedingin apapun onew pasti tetep luluh kalau udah ama key😄
    lagi-lagi masih ribut di bandara-__- tapi jodoh emang g kemana y!
    rasanya onew sebel sm minho deh.kk~

  4. haha hampir aja ini part kelewat .. untung ada ka sannie yg nyaranin searching di mbah google .. hihii😀
    ettdah itu sampe koper aja sama? tskkk jodoh ini namanya kalo kegini mah .. hihihi
    emm itu gantungan ny key pasti ada di onew yah?
    hahha onew sma minho juga judes ampun dah, kasian bang menong sampemenciut gitu .. hiiihii
    nahloh bner kan onew tu dokter ny key .. wahhh gimna ini jadinya ya? hahaha pasti lucu deh .. cus cus cus part3 im cominggggg😄

  5. muter2 (?) nyari part 2nya ternyata ada disini…..hehe

    jengjengjeng….dan ternyata si unyu dokternya key…hahhaha
    ah,,,makin seru aja ceritanya….

  6. muehehe.. xP akhirnya nemu juga part 2 nya..
    minho takut sama onew? apa kabar muka sangar mu minhoney?? *plakk
    sekarang meluncur ke part 3… ❤

  7. huaaa jd jinki ngenalin pake nama panggilan nya ke key? hahahahaha gk tau ternyata jinki adalah onyu xD kira2 key bakal sembuh gk ya klo di tanganin sama jinki? hm…

  8. berantem mulu prasaan😀 pertama berebut kursi trus berebut koper.. trus ini malah ketemu lagi dengan onew sebagai dokter and kibum pasiennya.. emng jodoh nih 2 orang..😀

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s