[jinboon] you’re my sweetest one-straight


Title                 : YOU’RE MY SWEETEST ONE
Author             : Keysha
Cast                 : Onew as Lee Jinki
Key as Kim gwiboon
Genre               : Fluff, STRAIGHT
Length             : One shoot

========================================================================

Hanya suara dentingan gelas dan sendok yang beradu dengan garpu yang memenuhi ruangan ini. Sesekali diselingi tawa kecil dari dua orang yang tengah duduk di meja makan. Saling melempar tawa saat ada sesuatu yang di rasa lucu.

“so..how about your sister now eh?” bertanya setelah selesai menelan sup ayam yang terhidang di depannya. Wajahnya cantik dengan hidung mancung, pipi tirus, rambut legam yang terurai dan terlebih lagi bibir soft pinknya yang begitu manis jika sudah tertarik ke ujung-ujungnya membentuk seulas senyum. Neomu yeppeo! Tersenyum tipis pada seorang namja tampan di depannya. Ck, hanya seorang tetangga yang hidup sebatang kara di seoul dan seringkali berkunjung ke apartemen si gadis untuk sekedar berbincang atau makan bersama.

“Yeahh.. I dunno.. haha.. aku pikir dia sudah melupakanku karena terlalu sibuk dengan world tour-nya hingga tak menguhubungiku sama sekali..hehe..”  tertawa lesu, mengaduk cappuccino yang masih mengepul di depannya.

“oh..i’m sorry jinki oppa..” mengambil tangan besar yang terbengkalai di atas meja dan mengelus punggung tangannya lembut, menciptakan sebuah senyum tipis dari bibir tebal itu.

“No problem gwiboonie.. ck, kajja..selesaikan makanmu lalu kuantar kau ke pub..” menggenggam tangan mungil itu dengan lembut setelah melirik sekilas pada jam meja yang berada tak jauh dari sana. Yeahh..hanya seorang lee jinki dan kim gwiboon. Saling mengisi kekosongan dalam hidup karena masing-masing saling di campakkan keluarga. Dengan latar belakang broken home yang membuat mereka demikian akrab dan saling pengertian.

Jinki menenggak habis cappuccino-nya seraya menunggu gwiboon bersiap untuk pekerjaannya. Hm..pekerjaan sebagai seorang DJ di sebuah pub paling terkenal di seoul, pekerjaan di dunia malam yang terkadang orang pandang sebelah mata. Tapi setidaknya itu cukup..ani.. bahkan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yeoja yang gemar berbelanja ini. Bekerja keras untuk memenuhi hidupnya yang sendirian, tak jauh berbeda dengan jinki yang seorang model di samping statusnya sebagai seorang mahasiswa.

“Kajja.. setengah jam lagi aku main, hehe..” menepuk pundak lebar itu pelan seraya menarik senyum tipis. Membuat mata sabit itu sebentar tak berkedip. Yeahh..terpesona! siapa yang tidak akan terpesona pada kim gwiboon. Primadona di kampus, pintar, supel, ramah dan..populer. ia seorang DIVA kau tahu. Selalu tampil cantik walau hanya dengan jeans dan selembar kaos seperti yang ia kenakan sekarang. Kaos pink longgar di padu belt hitam bertabur bling-bling dan celana jeans hitam selutut. Yeppeo! Rambut legamnya di kuncir tinggi-tinggi, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. Tangannya memegang sebuah jaket kulit hitam.

“Nee.. sebentar aku ambil jaket dan kunci motor dulu..hehe” beranjak dari kursinya kemudian kembali lagi setelah memakai sebuah jaket kulit hitam yang tak jauh berbeda dengan gwiboon pegang sekarang. hmm..tentu saja, mereka membelinya bersama saat jinki jadi rajin mengantar jemput gwiboon kemanapun atau hanya sekedar jalan-jalan di akhir pekan.

Gwiboon tersenyum tipis, menggamit lengan jinki kemudian membawanya keluar apartemen. Jinki hanya tersenyum, mengelus poni gwiboon yang sengaja tak ikut di kuncir dan di biarkan jatuh.

“Ready?” Tanya jinki seraya menolehkan kepalanya ke belakang. Gwiboon tersenyum setelah duduk di belakang jinki dengan nyaman, memeluk pinggang namja itu kuat dan sejurus kemudian motor sport merah metalik itu sudah melaju di jalanan seoul. Menerbangkan debu-debu di belakangnya.

========================================================================

“Oppa!!” suara melengking yang cukup keras demi mengalahkan dentuman-dentuman music yang bergema di dalam tempat ini. Jinki tersenyum tipis, sedikit menyipitkan mata sabitnya yang memang sudah sipit untuk memperjelas sosok cantik yang berjalan ke arahnya di sela terpaan lampu disko yang berkedip cepat. Err..hanya salah seorang dari para wanita penghibur yang bekerja di pub ini.

“Hai oppa!” mengecup pipi jinki sekilas dengan mesra seraya mengalungkan kedua tangannya pada leher jinki. Jinki hanya tersenyum kecut, menepis lengan yang melingkar pada lehernya kemudian mundur selangkah dan menatap gwiboon yang ada di sebelahnya.

“Kenapa oppa rajin sekali sih mengantar gwiboon kesini?” yeoja itu melirik sinis pada gwiboon yang asik memainkan poninya untuk mengacuhkan yeoja genit yang sekarang tengah berbincang dengan jinki.

“Hehe..tidak apa-apa, aku senang kok mengantar jemput gwiboon..” mencubit pipi tirus gwiboon hingga yeoja itu berjengit pelan kemudian memicingkan mata kucingnya. Jinki terkekeh pelan menatap gwiboon yang sekarang mengerucutkan bibir tipisnya.

“Huh..apa oppa kesini hanya untuk mengantar gwiboon? Kenapa tidak main sebentar?” Tanya yeoja itu lagi, jemarinya memelintir ujung kaos putih yang jinki pakai.

“Aku kurang suka keramaian.. hehe..” mengelus tengkuknya lembut, kembali menatap gwiboon yang mendnegus.

“Kalau tak suka keramaian lebih baik ke kuburan saja. Kau pikir pub itu tempat pemakaman apa yang sunyinya bukan main? Huufftt..” menyisir poninya agar sedikit jatuh. Jinki berdecak pelan, menepuk bahu sempit itu kemudian tersenyum lagi.

“Sudah sana.. aku mau pulang dulu, telepon aku kalau sudah selesai. Aku akan menjemputmu arasseo?” membenarkan kerutan di kaosnya kemudian tersenyum tipis pada yeoja genit di depannya.

“aku pulang ne.. ingat gwiboon, jangan pulang sendiri seperti kemarin. Kau membuatku cemas..” memencet hidung mancung itu keras-keras kemudian terkekeh.

“Ne..ne.. sudah sana pulang! Aku mau kerja!” mendorong pundak lebar itu untuk segera pergi dari tempat hingar-bingar yang mereka jejaki sekarang.

========================================================================

“Oppa!!” berlari kecil pada jinki yang tengah berbincang dengan beberapa  kru. Err..hanya studio pemotretan untuk majalah fashion ternama di korea. Kuncirnya bergoyang pelan membuat namja tampan itu terkekeh.

“Anneyong haseo..” gwiboon membungkuk sopan pada kru yang masih berbincang dengan jinki.

“Wuahh..kau beruntung sekali ya jinki-ssi, bisa mempunyai kekasih secantik dia..” seorang ahjussi yang memgang kamera mnepuk-nepuk pundak jinki.

“Ahaha..ani ahjussi, dia hanya teman dekat..” mengelus tengkuk belakangnya seraya tersenyum lebar pada gwiboon yang juga ikut tersenyum tipis.

“Wahh..padahal kalian terlihat serasi lho.. aha..atau aku usulkan kalian untuk jadi couple pemotretan bulan depan? Aku dengar mereka ada rencana untuk pemotretan koleksi musim gugur yang baru..” menatap gwiboon dengan mata yang berbinar, sementara gwiboon hanya terkekeh pelan seraya berdengung tak jelas.

“Haha..nee ahjussi.. kalau begitu aku istirahat dulu nee.. setengah jam lagi aku kembali” membungkuk sopan pada namja paruh baya itu kemudian tersenyum pada gwiboon, melingkarkan lengan kekarnya merangkul bahu sempit yang terbalut sweater putih tipis.

“Kami duluan..” gwiboon ikut membungkuk sebelum di bawa pergi oleh jinki ke café di lantai dasar.

“Oppa..” memanggil jinki pelan, nemun hanya dengungan yang di keluarkan jinki tanpa menatap wajah cantik itu.

“Oppa..hehe.. ya ampun, kenapa tak menjawab sih? Kau mulai tuli yah?” menarik pelan daun telinga namja itu hingga sedikit meringis. Bibir tipisnya menyunggingkan senyuman tipis yang di selingi kekehan saat mendapati rekasi namja itu. Yeahh.. namja yang ia sukai sejak pertama kali ia pindah ke apartemen itu dan mendapati jinki sebagai tetangganya yang sering menumpang untuk makan.

“Ne..ne.. wae??” menyentuh daun telinganya yang sedikit memerah seraya mengapit hidung mancung gwiboon dan enariknya keras-keras.

“Aww! Appo oppa..ukh! nappeun!” memukul pundak jinki pelan kemudian tertawa bersama-sama.

“Haha..habisnya kau itu menyebalkan. Ck, wae gwiboonie?” kembali melingkarkan lengannya namun kali ini pada pinggang ramping gwiboon. Menariknya untuk saling menempel. Gwiboon tersenyum tipis, menghirup dalam-dalam aroma pepper mint yang selalu ia suka dari namja di sebelahnya. Yeahh…apapun tentang jinki, ia sangat suka!

“Aku ingin ke namsan tower..” menggamit lengan kiri jinki dengan sedikit bergelayur disana. Manja. Selalu manja dan kekanakan, itu yang jinki selalu katakana padanya tiap kali gwiboon bertingkah seperti ini.

“Eh..? kapan?” menutup mulutnya yang setengah menguap. Tampak sedikit lingkaran hitam di sekitar matanya walau terlihat samar karena tertutup make-up. Lelahkah? Er..sangat. dengan jadwal pemotretan yang begitu padat bahkan terkadang tak sempat untuk mengantar gwiboon ke pub karena masih ada jadwal.

“Besok otte??” menatap jinki dengan puppy eyes yang terlihat sangat imut. Jinki tampak kikuk, mengusak rambutnya yang baru saja berganti warna menjadi almond.

“Err..entahlah gwiboon, aku ada jadwal..hehe mianhae..” mengelus pipi tirus yang sedikit bersemu itu. Wae? Dinginkah? Apa AC di ruangan ini terlalu dingin hingga pipi itu sedikit bersemu.?

“Tapi kan besok minggu oppa.. kenapa ada jadwal?” kembali menggelayut manja pada lengan jinki membuat namja itu semakin bingung. Sedikit tidak enak tentunya untuk meolak permintaan sang diva satu ini.

“Justru karena besok hari minggu gwiboon.. mianhae..” mengambil tangan mungil itu untuk sekedar di genggam dengan hangat. Membuat gwiboon tak kuasa untuk kembali merajuk walaupun sekarang bibir tipisnya itu maju kedepan.

“Huftt.. ya sudah, aku pergi dengan jjong oppa saja..”membenarkan letak kupluk rajutnya kemduian berjalan lebih cepat di banding jinki. Menyilangkan kedua tangannya bersidekap di dada. Jinki menghela nafas sejenak, menggelengkan kepalanya pelan. Yeahh..selalu seperti ini. Cara yang bagus untuk membujuknya memenuhi permintaan sang diva.

“Baiklah.. tapi malam saja oke?” mengambil pinggang ramping itu untuk di rangkul kembali. Gwiboon tersenyum menang, menolehkan kepalanya pada jinki dengan mata berbinar.

“Jinjja? Bagus! Aku besok tak ada jadwal main.. “ masih berusaha menrima jawaban yang jinki berikan, namja itu mengangguk.

“Hihihi.. gomawo oppa.. saranghae.. chu~” mendaratkan sebuah kecupan sekilas pada pipi chubby itu. Membuat jinki terdiam dan meraskan rambatan hangat yang menjalari pipinya. Terdiam memandangi punggung mungil itu berjalan riang di depannya. Tersenyum tipis, menyentuh pipi kirinya yang barusan di kecup gwiboon. BLUSH!
tersenyum tipis saat merasakan debaranitu terasa lagi. Yeahh.. sudah laama seperti ini, merasakan sesuatu yang menggelitik [erutnya ketika berada di sisi gwiboon. Sesuatu yang menyenangkan, yang membuatnya betah untuk berlama-lama dengan yeoja yang tergolong cerewet itu.

========================================================================

“Kevin, aku pulang duluan nee??’ menepuk bahu sempit seorang namja cantik di sampingnya. Kevin hanya mengangguk pelan walau tak mengalihkan fokusnya sama sekali dari gadget tipis di tangannya sekarang. gwiboon mendengus pelan, membenarkan ikatan letak scarfnya yang terlalu longgar. Beranjak dari duduk setelah melirik sekilas pada jam tangan pink yang melingkar di pergelangan tangan kanan. Jam lima sore, itu artinya sebentar lagi dia akan bertemu dengan jinki. Menyunggingkan senyum simpul yang sumringah saat berjalan menuju taman namsan. Menghempaskan diri duduk di kursi panjang di bawah jam taman yang masih berdentang menunjukka angka lima sore tepat. Mengeluarkan sebuah i-pod putih dari tas selempang dan memasang earphone-nya. Menghubungkan benda itu dengan telinga gwiboon, mengalirkan beberapa lagu bertempo beat yang menyegarkan. Terus berdendang seraya memperhatikan lalu lalang di depannya. Orang-orang yang tersenyum bahagia dengan pasangan masing-masing atau sebuah keluarga kecil yang tengah bertamasya. Yeahh..manis. dan sebentar lagi ia akan merasakannya. Bersama jinki, namja yang selalu berhasil membuatnya merasakan aura yang berbeda. Aura positif yang menyenangkan.

Melirik lagi pada jam taman yang sekarang Menunjukkan angka 05.25, menghela nafas sejenak seraya mengeratkan sweter baby blue rajut yang membungkus tubuh ramping itu. Ya! Seoul mulai masuk musim gugur hingga angin agak sedikit kencang sekarang. menekan tombol playlist-nya untuk memutar lagu beat yang setidaknya mampu menyembuhkan jenuh yang mulai menghampiri.

“Huuftt..lima menit lagi..” memutar-mutar i-pod putih itu dan menekan-nekannya pada dagu.

tep. Jarum oanjang yang menunjukka tepat keangka enam Menunjukkan bahwa sudah tepat pukul 05.30. gwiboon menggoyangkan kakinya pelan, mencoba kembali berdendang walau gelisah mulai merambati dirinya. Yeah..tidak biasanya jinki terlambat, selalu tepat waktu demi yeoja ini. Wae?

“Oppa.. huufttt..” memilin-milin poninya yang jatuh, apakah itu menghilangkan rasa gelisahnya? Tidak. Bahkan saat jam sudah menunjuk tepat jam enam. Ini sudah setengah jam terlambat, apa ada yang sedang namja itu lakukan hingga begitu terlambat? Mengeluarkan ponselnya, menekan dial satu kemudian menempelkan benda itu pada telinga.

“nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, mohon hubungi beberapa saat lagi” pik. Menekan tombol end dengan lesu. Menelepon kembali namun suara wanita itu tetap sama dengan kalimat yang sama pula.

“Uhh..oppa.. kau dimana sih?” memeluk badannya sendiri yang mulai bergetar arena cuaca semakin tak bersahabat. Hanya dengan sepotong kaos abu-abu lengan panjang dan di balut sweater baby blue dan kupluk rajut yang membungkus tubuh itu. Tak cukup untuk menangkal angin musim gugur yang semakin menjadi. Kembali menekan dial 1 menunggu suara merdu yang di harapkannya sejam lalu.

“Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..” pik. Memutus line telepon yang masih menggumamkan maksud yang sama. Menyebalkan! Hal yang paling ia benci dari dulu adalah menunggu. Dan sekarang namja yang ia sukai..ani..cintai membuatnya menunggu sejam lebih?!

Memutuskan untuk akhirnya kembali pulang mengingat kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Menyetop taksi yang lewat walaupun sebenarnya ia berharap bisa pulang bersama jinki.

========================================================================

berjalan gontai setelah membayar taksi dan turun. Menyisir lagi poni itu ke samping, menyingkirkannya dari mata meskipun itu tak berguna karena poninya akan terus jatuh jika kepalanya di tundukkan. Merogoh kartu pass apartemennya setelah berbelok di koridor, mengambilnya lesu dan memainkannya pada dagu.

DEG!
merasakan jantungnya berhenti berdegup sesaat ketika manic mata itu menangkap sosok jinki disana. Membopong seorang yeoja yang pingsan dalam gendongannya, sangat terlihat kalau yeoja itu tengah mabuk. Tentu saja tahu, ia bergulat dengan dunia malam. Pemandangan yang wajar bukan bagi seorang DJ?! Jadi demi yeoja itu?! Yeoja yang bahkan sama sekali gwiboon tak tahu, yeoja yang sekarang di bawa masuk kedalam apartemen jinki. Yeoja yang membuatnya melakukan hal yang paling ia benci seumur hidup. Menunggu jinki yang etrnyata malah memlih untuk bersama yeoja itu?! Cih.. menatap tajam kedalam mata sabit yang membulat saat tatapan mereka bertubrukan. Dapat gwiboon rasakan matanya mulai berair sekarang. marah, kecewa, kesal, semuanya bercampur menjadi satu. Terealisasikan menjadi bulir-bulir air mata yang mulai deras jatuh dari pelupuk matanya.

“JINKI STUPID!” meraung marah sebelum akhirnya berlari secepat ia bisa keluar dari apartemen. Menyetop lagi taksi tanpa memperdulikan jinki yang mengejarnya dari belakang. Tapi secepat apapun jinki ia tak akan bisa mengejar gwiboon yang sudah berlalu di tikungan jalan.

========================================================================

Hook
Poppin bottles in the ice, like a blizzard
When we drink we do it right gettin slizzard
Sippin sizzurp in my ride, like Three 6
Now I’m feelin so fly like a G6
Like a G6, Like a G6
Now I’m feelin so fly like a G6

terdengar hingar bingar pub walaupun itu masih dari luar pintu masuk. Menghempas kasar pintu kaca yang membatasi bagian dalam pub dengan tepi jalan raya. Dahinya mengkerut dengan bibir yang sedikit di kerucutkan. Moodnya sudah turun. Amat sangat buruk, bahkan saat Kevin mendekat padanya ia tak menyapa sama sekali. Malah mendapat tatapan heran dari namja cantik yang sekarang menuntunnya duduk di bar. Memesan sebotol minuman selagi mengamati sekeliling ruangan ini. Suasana panas dengan namja-yeoja yang tengah asik menghabiskan lamanya disini.

Gimme that Mo-Moet
Gimme that Cry-Crystal
Ladies love my style, at my table gettin wild
Get them bottles poppin, we get that drip and that drop
Now give me 2 more bottles cuz you know it don’t stop

semakin menggema membuat orang-orang di dalam sini semakin bersemangat menggoyangkan tubuhnya. Yeahh..ia tak pernah seperti ini sebelumnya, duduk-duduk di meja bar untuk sekedar minum di tengah keramaian yang jinki tak suka. Ia kesini hanya untuk bekerja sebagai seorang DJ, bahkan seumur-umur ia bekerja di tempat ini hanya dua kali ia mencicipi apa itu alcohol. Itupun tak banyak, hanya segelas dan itu mampu membuatnya cukup berkunang membuat jinki agak kerepotan membawanya pulang. Dan sekarang?! gila! Sat sebotol penuh alcohol sudah tersedia di depannya.

“Ya! Gwiboonie.. kau mau mabuk eoh?!” menepuk pundak sempit itu saat mendapati gwiboon mulai menuanglan isinya kedalam gelas bir.

“Yeahh..kau mau ikut oppa?” menuangkan lagi kedalam sebuah gelas, menyodorkan gelas itu pada Kevin. Masih dengan wajah yang terheran-heran karena temannya ini tak biasa mabuk.

“Thanks, apa kau ada masalah eoh?!” menenggak gelas pertamanya dan langsung habis membuat gwiboon terkekeh geli.

“You know me so well oppa.. kekeke~” mulai mengecap minumannya sendiri.

Hell Yeaa
Drink it up, drink-drink it up,
When sober girls around me, they be actin like they drunk
They be actin like they drunk, actin-actin like they drunk
When sober girls around me actin-actin like they drunk

menaruh gelas ketujuhnya yang telah kosong, menarik tangan Kevin untuk berdiri. Kevin berdecak pelan mendapati temannya yang sudah setengah sadar ini.

“Gwiboonie.. kau apa eh?” mengerutkan alis heran saat gwiboon menariknya ke lantai dansa.

“Temani aku oppa.. aku hanya ingin melepaskan penat..hik..hehe..” berkata diselingi sebuah senggukan, menarik namja itu untuk turun ke lantai dansa. Mulai menggoyangkan badannya seiring dengan music yang semakin menjadi.

Hook
Poppin bottles in the ice, like a blizzard
When we drink we do it right gettin slizzard
Sippin sizzurp in my ride, like Three 6
Now I’m feelin so fly like a G6
Like a G6, Like a G6
Now I’m feelin so fly like a G6

“Oppaa..kenapa sendiri eoh?” suara yeoja yang menyambut kedatangan jinki di pub itu. Jinki hanya mendengus, melepaskan tangan si yeoja yang mulai melingkar di lehernya seperti biasa.

“Mana gwiboon?” tanay jinki sinis, sedikit menjulurkan kepalanya kedalam untuk mencari yeoja yang lari tadi.

“Eh? Yah.. aku malah bertanya seperti itu juga. Oppa bagaimana sih..” memainkan jemari lentiknya pada pinggiran jas jinki. Jinki mendengus lagi, mendorong pelan tubuh mungil di depannya dan menerobos masuk, menacri gwiboon yang membuatnya gelisah sedari tadi. Haruskah?! Bukankah ia yang membuat semua ini terjadi?! Mengedarkan pandang ke sekliling dengan alis yang di kerutkan. Yeahh..selalu tak suka dengan tempat seperti ini. Berjalan cepat setelah memastikan bahwa gwiboon ada di lantai dansa sekarang.

SRET~
menarik tangan kurus yang tenagh mengawang udara itu.

“Eh?” menolehkan pandangannya yang sudah berkunang kea rah jinki kemudian tertawa kecil, membuat jinki heran dan semakin menarik yeoja itu untuk keluar dari kerumunan. Lebih tepatnya menariknya keluar dari tempat ini karena sekarang mereka da di pelataran parkei pub.

“Yah! Apa yang kau lakukan bodoh?! Hiik..” asih dengan cegukan yang amat menganggu, dengan aroma khas alcohol yang menguar dari tubuh ramping itu. Jinki agak mengernyitkan hidungnya, menangkup pip tirus itu lembut namun segera di tepis oleh gwiboon.

“Don’t touch me..” agak limbung kebelakang kemudian terkekeh kecil. Jinki memajukan langkahnya, namun gwiboon segera mendorong tubuh itu untuk tak lebih dekat dari sekarang.

“gwiboonie.. wae?” berusaha meraih tangan gwiboon sementara yeoja itu terkikik geli.

“hik..kau bilang wae?! Hik..JINKI STUPID! Hik,, bodoh..hehe..” memainkan poninya sendiri dengan ujung  jemari lentik itu.

“Gwiboon, ada apa sih denganmu? Kajja kita pulang!” menarik cepat lengan kurus gwiboon. Gwiboon berjengit pelan, menarik lengannya lagi kemudian berusaha berdiri dengan benar.

“Pulang:?! Pulang saja sendiri dan urusi pacarmu itu oppa..hiik..” menatap jinki dengan pandangan sarkatis. Jinki memringkan kepala, mencoba mencerna lebih baik apa yang barusan dikatakan yeoja ini.

“Pacar? Nugu?”

“Kau pura-pura bodoh atau memang bodoh sih? Hik.. yeoja yang kau bawa ke apartemenmu itu! Nugu?! Dia pacarmu kan?! Hik..” membiarkan bulir-bulir air mata mulai menggenang lagi ada mata kucing itu. Jinki hendak membuka mulutnya, tapi gwiboon masih terus berbicara.

“Kau.. tega sekali oppa..hik.. kau memuatku melakukan hal yang tak kusukai.. hik,, aku menunggumu di namsan,. Aku kedinginan, bosan karena terus-terusan menunggumu..hik.. ponselmu mati dan aku hanya bisa menunggu disana.. hik.. dan apa yang aku dapat ketika aku pulang?! Kau membawa seorang yeoja kedalam apartemenmu! Bahkan aku pun tak pernah kau ajak berkunjung ke apartemenmu.. hik.. aku benci kau oppa..hik” mengacak rambutnya sendiri dengan kesal. Jinki maju, memeluk tubuh ramping itu dengan erat walapun gwiboon memberontak. Tapi tetap saja tenaganya tidak sebanding dengan seorang namja. Mengelus punggung sempit itu hingga kepala gwiboon berada pada bahunya.

“Hik..oppa jahat..hik.. apakah aku kurang cantik eoh? Hik..oppa bodoh..kenapa lebih memlih yeoja itu.. kenapa bukan aku eoh? Hik..hii..” memukul pelan dada bidang jinki. Tapi jinki terus mendekapnya erat, bahkan mulai mengecupi rambut itu. Rambut yang mengeluarkan aroma khas gwiboon.

“Oppa.. apakah oppa tidak tahu kalau aku mencintaimu.. hik.. hik.. oppa tega sekali..” masih mendorong dada bidang itu untuk menjauh. Jinki tersenyum tipis, melepaskan pelukannya dan menangkup pip tirus itu. Mengelus ujng mata gwiboon yang masih berair dengan jempolnya.

“Siapa yang bilang dia pacarku eoh?” menempelkan kening itu dengan kening gwiboon. Gwiboon membulatan matanya, meampik tanagn jinki yang masih membelai pip tirus itu.

“Jadi maksudmu?” suaranya sudah serak karena terlalu banyak minum dan menangis. Jinki terkekeh, mengecup pipi tirus itu lembut dan menatap dalam mata gwiboon. Menuncumanik mata indah itu untuk terus menatapnya.

“Dia adikku.. yang kuceritakan padamu. Hehe..” terkekeh pelan membuat pip tirus itu seidkit bersemu kemerahan.

“Jadi itu adikmu?” semakin membulatkan mata kucingnya membuat jinki tersenyum begitu lebar, menganggukan kepala mantap.

“Nee..” menempelkan kembali keningnya dengan kening gwiboon, menggosokkan hidung bangirnya dengan hidung mancung gwiboon hingga yeoja itu terkikik pelan.

CHU~

“Eh?” masih dengan mata terbuka saat merasakan bibir tebal itu mengecup bibir tipisnya dengan kilat. Jinki tersenyum, mendekatkan mulutnya pada telinga gwiboon kemudian meniupnya pelan, membuat yeoja itu bergidik geli.

“Cuz you’re my sweetest one..” kembali mengarahkan wajahnya berhadapan dengan wajah gwiboon yang entah sejak kapan sudah memerah merona. Dengan semburat kemerahan tipis yang membuat wajah itu semakin yeppeo. Memejamkan kelopak matanya perlahan saat kembali merasakan bibir tebal itu menyapu bibirnya dengan lembut. Membasahi permukaannya dengan saliva jinki, menekannya lebih dalam. Membuat lengan gwiboon tak kuasa untuk melingkar pada leher itu. Menahannya untuk tetap merasakan mais yang ia kecap sekarang. saat lidah itu mulai saling bergelut dengan campuran rasa alcohol.

“Saranghae..” bergumam pelan saat bibir tebalnya terlepas, masih dengan mata yang terpejam. Kembali menghadiahkan bibir tipi situ dengan kecupan berkali-kali, embuat sang punya terkekeh.

“Nado..nado saranghae..”

END

47 thoughts on “[jinboon] you’re my sweetest one-straight

  1. dua kata yg aq tangkep *menumpang makan*
    hehe
    knp jinki ga nembak” gwe c.. wah jinki ngegantungin gwe nih. emang gwe jemuran app di gantung..
    ff nya so sweet bgt d akhir..

  2. Uwoooo bagi gw you’re the sweetest one jg jinki ahhh
    gwe salah pham dluan tuh, tp untung dy meracau dlm mabuk’y dg kta lain menjelaskan jd jinki tau masalah’y dn bisa jelasin
    uhh jinja slalu deh manis

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s