[2min]cinta begini-one shoot


MIAN INI KALO BANYAK BANGET MISS TYPO.. SAYA LAGI MALES NONGKRONG LAMA2 DEPAN KOMPUTER, MAKANYA NGETIKNYA NGEBUT

PS; MARI SETEL LAGU CINTA BEGINI-TANGGA BIAR LEBIH TERENYUH (?) HAHAHA

Title                       : CINTA BEGINI

Author                  : Keysha

Cast                       : 2min, key

genre                    : Angst, romance

Length                  : one shoot

Aku bisa terima

meski harus terluka

karena ku terlalu mengenal hatimu..

Taemin memejamkan matanya erat-erat, mengusir segala pikiran negative yang mulai berhamburan di dalam otaknya sekarang. mencengkram kuat pegangan mug keroro hijau yang ia pegang. Sedikit meringis mendapati dua sosok yang tengah asik tertawa di ruang TV. Yeah.,.hanya seorang choi minho dan kim key bum yang duduk berdampingan di sofa. Lihat tangan kekar itu melingkar di sekeliling bahu key. Begitu serasi! Begitu mesra! Dengan minho yang tampan dan penuh karisma, besanding dengan seorang key yang notabene lebih cantik dan lebih berbakat darinya. Yah! Ia DIVA! Almighty yang pernah bersanding dengan seorang flaming charisma. Sangat cocok bukan? Sementara ia? Hanya seorang lee taemin, dance machine SHINee yang polos dan kekanakan. Jauh berbeda jika di bandingkan dengan seorang almighty. Menarik nafasnya kuat-kuat, berusaha memasukkan sebanyak apapun oksigen yang bisa paru-parunya tampung.

Aku telah merasa

Dari awal pertama

Kau tak kan bisa lama berpaling darinya..

Deg..deg..deg..

ukh! Kenapa begitu berdebar saat kaki-kaki kurusnya melangkah melintas di depan mereka? STOP BEATING! IT’S HURT! Sakit sekali, masih dengan meringis pelan karena keberadaannya seperti tak di gubris oleh dua makhluk yang masih asik tertawa. Menghempaskan diri terduduk lemas di kursi makan, mengambil air dalam mug kemudian menghabiskannya dalam sekali teguk.

[“Minho hyung! Saranghae!” memekik pelan walau dengan suara yang serak. Menatap penuh harap pada sosok jangkung yang berhenti tiba-tiba di ambang pintu karena kata-katanya barusan. Membalikkan badan kemudian menatap sendu pada taemin yang terbaring lemah di ranjangnya.

“Gomawo Minnie-ah.. I know but I can’t, sorry..” menarik lagi seulas senyum dari ujung-ujung bibir tebal itu. Diam, mengamati taemin yang meremas gugup ujung selimutnya, diam..masih dalam posisi memegang kenop pintu.

“Please hyung.. I’ll try..” nyaris seperti mencicit, menarik selimutnya hingga ke dagu. Minho melepaskan pegangannya pada kenop pintu, berjalan pelan menghampiri taemin kemudian kembali duduk di tepian ranjang. Membelai lembut rambut caramel itu.

“Are you sure eum?” menatap dalam manic mata taemin, sangat dalam. Membuat mata polos itu tak bisa memandang yang lain selain mata bulat indah yang sekarang mengunci pandangannya.

“Yes I’m sure hyung..” menganggukkan kepalanya mantap, membuat minho terkekeh dan menepuk puncak kepalanya.

“Gomawo Minnie-ah.. we’ll try.. “ mendaratkan sebuah kecupan lembut dan kilat pada bibir ceri itu. Membuat tubuh taemin menegang seketika, membulatkan matanya.

“Baiklah.. sekarang tidur. Get well soon baby.. “ mengelus punggung tangan yang terulur keluar selimut sebelum tersenyum tipis dan hilang di balik pintu kamar.]

yeah..harusnya ia kuat! Harusnya ia kuat untuk ini! Bukankah ia yang memulai semuanya? Bukankah ia sudah menyiapkan hatinya jauh-jauh hari sebelum minho seperti ini? Yeah.. ia jelas tahu resiko apa yang akan terjadi jika mencoba untuk bersama minho. Ia tahu persis minho belum bisa sepenuhnya melupakan key. Amat tahu!

Ternyata hatiku benar..

Cintamu hanyalah sekedar..

tuk sementara..

Meletakkan mug-nya di wastafel seraya mencuci tangan kemudian membasuh wajahnya agar lebih segar.

“Huftt..taemin.. be patiently.. fighting!” memekik pelan berusaha menyemangati diri sendiri. Ia tahu ia telah berbohong pada dirinya sendiri. Ia tahu kalau rasanya begitu sakit sekarang. rasanya begitu bodoh mengharapkan cinta seorang choi minho yang jelas-jelas masih mengaharpkan key. Huuftt.. meniup poninya hingga ujung-ujung anak rambut tersebut melayang pelan.

“Taemin..” membalikkan badannya menatap onew yang tengah tersenyum tipis padanya. Ck, tampan. Seperti biasa, mengambilair dari dispenser kemudian menenggaknya.

“Hyung..” ikut tersenyum kemudian duduk di samping onew. Onew memainkan jemarinya pada pinggiran meja, berdendang pelan lagu yang terdengar sendu.

“Kenapa hyung bernyanyi the name I loved? Apa ada yang sedang hyung fikirkan?” err..selalu tahu karakter masing-masing member. Onew terkekeh pelan, mengusak rambut caramel itu dan kembali berdendang di selingi siulan.

“ Hyung..answer me please…” mengerucutkan bibir tipis itu kedepan.

“Anio..hanya sedang ingin bernyanyi lagu itu..wae?”

“Kau bohong hyung.. apa karena key hyung eum?” memelankan suaranya nyaris seperti bisikan. Sontak membuat badan namja tampan itu menegang seketika kemudian menghela nafas panjang.

“Sudahlah hyung. Aku tahu apa yang kau fikirkan sekarang..haha.. ck..” menepuk-nepuk pundak lebar itu membuat onew tersenyum kecut.

“Kau juga.. jangan menyembunyikan perasaanmu seperti itu. Aku tahu kau miris kan dengan mereka.. haha.. bukankah lebih baik kau mundur eoh?” tersenyum sendu dan mengalihkan pandangannya ke lain objek. Taemin menggigit bibir bawahnya.. haruskah? Haruskah ia melakukan itu? Lalu onew hyung? Apa ia juga akan mundur demi merelakan key pada minho..lagi?

akhirnya kita harus memilih

satu yang pasti

mana mungkin terus jalani cinta begini

“Yeah..mungkin harus kupikirkan ulang saranku tadi. Mungkin aku juga harus mundur untuk minho.. haha.. sudahlah, saranku tadi tak perlu difikirkan. Anggap saja aku bercanda.. hehe” mengelus tengkuknya gugup, berusaha menampilkan senyum riangnya seperti biasa. Taemin tersenyum tipis,mendorong kursinya mundur kemudian mengambil sekotak susu pisang dari dalam kulkas.

CESS..

menempelkannya pada pipi gembul yang sedikit mengurus akhir-akhir ini. Onew tersenyum, meraih susu pisang yang di sodorkan taemin. Selalu begitu jika sang magnae tengah menghibur orang lain. Maka ia akan memberikan persediaan susu pidangnya pada member lain. Yeah..manis bukan? Begitu polos dan manis.

karena cinta tak akan ingkari

tak kan terbagi

kembalilah pada dirinya

biar ku yang mengalah

aku terima

Cklek..

“Eh? Hyung?” mengembangkan senyumnya ketika namja tampan itu masuk kedlam kamar. Membenarkan letak duduknya agar minho bisa ikut duduk di sana.

“Hai Minnie.. umm.. apa kabar?” ck, bukankah itu pertanyaan yang begitu konyol, membuat pipi itu menggembung begitu imut.

“Kau bodoh hyung. Masa menanyakan hal konyol pada kekasihmu?” yeah..kekasih. ia kekasih seorang choi minho kan? Tapi apa itu masih akan berlaku? Setelah taemin mengatakan ini.

“Hyung..” memanggil nama namja yang sekarang bermain dengan jemarinya, mata besarnya hanya menatap kosong keluar jendela. Apa ada yang begitu menarik sampai-sampai ia enggan untuk menatap taemin.

“Hyung..” dan hanya sebuah dengungan tak jelas yang ia dapat setelah memanggil untuk yang kedua kali. Taemin menghela nafas panjang, berusaha mnegumpulkan keberanian untuk mengungkapkan ini. Hal yang sangta mengganjal hatinya selama ini.

“Apa hyung masih mencintai key hyung?” DEG! Sontak mengalihkan pandangan minho dari luar jendela, menatap penuh selidik pada namja cantik yang menggigit bibir bawahnya gugup. Apa ada yang salah dengan kalimat barusan?

“Apa yang kau bicarakan sih taem? Kau ini lucu sekali..” menepuk lembut kepala taemin membuat namja cantik itu semakin gugup bercampur takut.

“Tapi benarkan?” menatap penuh harap pada minho yangs ekarang melengos. Mengacak rambutnya seolah-olah ia orang yang frustasi.

“Yeah..a little..sudahlah.. jangan bahas masalah ini..” beranjak bangkit dari duduknya kemudian melempar senyum pada taemin. Membalikkan badannya hendak keluar dari kamar.

“Kalau hyung memang masih..err..mencintai key hyung.. mungkin sebaiknya..” menarik nafas sejenak, membuat tubuh tegap itu menghentikan langkahnya. Tak berbalik, hanya diam di tempat untuk mendengarkan perkataan taemin selanjutnya.

“Mungkin sebaiknya aku mengalah..” DEG! Seakan-akan waktu berhenti, saat bulir air mata itu sudah tak mampu lagi di bending dan jatuh satu persatu. Mengambil bantal pisang besar dan membenamkan wajahnya dalam-dalam disana. Ia siap! Ia siap untuk semua kemungkinan terburuk. Ia akan terima itu!

Ku tak bisa terima

bila terus tak setia

menghianati dia

menduakan cinta

TEP! Menghentikan langkah panjangnya pada balkon gedung kantor SM. Yeah.. bersyukur kantor ini punya tempat yang sunyi untuk merenung. Ia suka kesini. Sangat suka. Meraih botol berisi orange juice yang ia bawa kemudian meminumnya seteguk. Hanya diam seraya memegangi besi pembatas, menatap seoul dari lantai lima. Yeah..semuanya kecil.

mengacak rambutnya lagi frustasi. Kata-kata taemin tadi masih terngiang-ngiang di telinga.

“Mungkin sebaiknya aku mengalah..” itu terdengar begitu menyedihkan kau tahu. Ia tak suka! Tak suka kalau menghadapi kenyataan bahwa sekarang ia di lema. Ck, mungkin ia memang bodoh karena ia masih mencintai key. Tapi itu bukan salahnya kan? Salahkan saja pada jantungnya yang masih tersisa debaran untuk namja cantik bernama kim keybum. Apakah ia terlihat bodoh sekarang? saat ia menyakiti seorang magnae SHINee. Jujur saja ia merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati taemin. Itu hal yang kejam.

ternyata hatiku benar

cintamu hanyalah sekedar

tuk sementara

begitukah? Apa cintanya pada taemin cukup sampai sini? Bahkan ini masih permulaan. Apakah ia harus terus atau berhenti? Err..mungkin ia akan gila hanya karena hal ini. Ia tahu betul namja cantik itu begitu menyukainya semenjak mereka terbentuk menjadi sebuah boy band. Dan kau tahu berapa lama itu?! Tiga tahun! Tiga tahun dan dapatlah ia membiarkan taemin membuang rasa itu begitu saja hanya karena ia lebih memilih key yang notabene sudah menjadi kekasih onew. Tega sekali ia jika harus seperti itu. Lagipula siapa yang bisa memastikan jika nanti ia putus dengan taemin ia akan bisa mendapatkan key seutuhnya? Tidak ada kan?

Akhirnya kita harus memilih

Satu yang pasti

mana mungkin terus jalani

cinta begini

Mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jaket, menekan dial 2. Taemin. Bahkan ia belum mengganti dial 1-nya untuk taemin, masih key.

“Ne hyung?” suara yang menggemaskan dan familiar, terdengar sedikit serak.

“Kenapa suaramu serak taem?” mengetukkan jemari pada besi pembatas.

“Ani..hanya terlalu lelah.. hehe.. waeyo hyung?”

“aku ingin bertemu..” membalikkan badan, menyandarkan punggung lebar itu pada pagar.

“Dimana?”

“Kantor SM..err.. aku tunggu di ruangan SHINee ne?” memasukkan sebelah tangannya kedalam saku jaket, menghindari hembusan angin yang begitu terasa dari atas sini.

“Ok.. sebentar lagi aku kesana..”

“Ne..”

“Sampai jumpa hyung..”

“Ne taem” pik. Mengakhiri sambungannya kemudian kembali memasukkannya kedalam saku jaket. Segera melangkah masuk menuju tempat yang baru ia sebutkan. Sesekali menyapa beberapa kru yang berpapasan dengannya.

Karena cinta tak akan ingkari

Tak kan terbagi

kembalilah pada dirinya

biar ku yang mengalah

aku terima

Tok..tok..

terdengar ketukan yang membuat badan tegap itu kangsung terduduk dengan wajah yang sedikit tegang. Sedikit menahan nafasnya saat sosok cantik yang di balut sweater kuning cerah itu tersenyum kecut padanya.

“Hai hyung..” berjalan menghampiri minho. Minho balas tersenyum, menepuk kursi kosong di sebelahnya mengisyaratkan namja cantik itu untuk duduk.

“Gomawo..” bergumam pelan, menundukkan kepala tak berani untu menatap mata bulat yang lekat padanya. Memainkan jemari lentik itu di atas paha. Gugup? Yeah..sangat gugup.. minho berdehem, berusaha mencairkan ketegangan yang masih di antara mereka.

“Hmm..mianhae,,” membuka suaranya setelah lima menit hanya saling diam dengan aura yang begitu membuat tubuh kaku. Taemin mengangkat wajahnya, mengambil poninya yang jatuh kemudian menyisipkannya ke sela telinga.

“Untuk?” sedikit bergetar, menahan tangiskah? Mengalihkan pandangannya gar tak menatap pada wajah tampan itu.

“Untuk menyakitimu taem..mianhae..” menyentuh punggung tangan taemin yang tergeletak di atas paha.

“Err..kau tak pernah menyakitiku hyung.. jadi untuk apa kata maaf?” membiarkan tangan mungilnya di genggam perlahan oleh tangan besar itu.

“Aku menyakitimu taem. Apakah itu sangat sakit sampai-sampai kau tak mau memandangku eum?” menyentuh dagu lancip itu agar bisa menoleh padanya. Taemin menghirup udara sejenak, memberanikan diri untuk saling bertatap dengan mata besar itu.

“Ani..hanya sedikit..gugup..yeah..gugup hyung..” menepis tangan yang menyentuh dagunya, membuat minho sedikit kaget namun langsung tersenyum tipis.

“Mianhae.. soal perasaanku yang masih terpaut pada key..mianhae..” bergumam lirih. Taemin hanya diam, sesekali berdengung menandakan kalau ia mendengar apa yang namja tampan ini bicarakan.

“Jadi..sepertinya aku memang harus mundur yah? Hehe..” terkekeh parau. Menyisir poninya dengan jemari berusaha menutupi kenyataan kalau sekarang ia butuh tempat untuk menangis disana. Toilet mungkin?

“…”

“Gomawo hyung.. untuk selama ini.. untuk memberikanku kesempatan walau aku tahu semuanya akan berakhir seperti ini..” bangkit berdiri, memnbungkuk pelan pada minho yangs eidkit terkesiap mendapati respon taemin seperti itu. Menahan pergelangan tangan yang hendak mejauh darinya.

“Ani.. aku tak bilang kau harus mundur taem. Aku hanya membuat pengakuan..” membuat wajah itu mengernyit heran, membuat alisnya saling bertaut bingung.

“Duduklah dan dengarkan aku bicara..” menarik tangan itu ubtuk kembali duduk di sebelahnya. Memutar badan agar bisa saling berhadapan.

“Dengar.. aku tak memintamu untuk mundur., aku kan hanya bilang akalu aku minta maaf karena masih menyukai key, tapi itu bukan berarti kau harus mundur dari ini semua kan?” menatap dalam pada taemin.

“Tapi ini sakit hyung..sangat sakit..” tes..hell no! saat bulir air mata itu kembali jatuh dari ekor matanya. Minho membualtkan mata, menatap air mata yang megalir di pipi mulus itu.

“Mianhae.. aku menyakitimu. We’ll try.. bukankah aku sudah bilang it berkali-kali.. we’ll try taem. Uljima..” menangkup pipi itu dan menyeka air matanya dengan iu jari, mengecupi kelopak mata itu bertubi-tubi.

“Jadi? Apa itu artinya aku tak harus mundur?” menatap minho walau terlihat buram karena tertimpa air mata.

“Ne..ne.. dan kau tahu? Aku akan selalu ada disampingmu. Aku akan menjagamu. Tak akan membiarkanmu seperti in lagi.. yeah.. I’ll try for you taem..” mengecup kilat bibir ceri yang masih terasa begitu manis. Taemin tersenyum, menaglungkan lengannya pada leher itu. Memeluknya begitu erat, ia bahkan tak peduli kalau sekarang namja tampan itu akan sesak nafas. Yang sekarang ia tahu, ia hanya ingin ini. Ingin namja-nya. Ingin bersamanya. Ingin membangun semuanya dengan sebuah kata “we’ll try”.. awal yang bagus bukan? Saat bibir tebal itu kembali menyapu bibir cerinya dan mulai menjulurkan lidah. Mencoba melahap seluruh sisi rongga mulut dan mengabsen giginya satu persatu.

END

 CLNYa SILAHKAN!! SAYA TAHU INI GAJE,. JADI MARI PROTES BERSAMA KALAU INI GAJE DAN MAU MELAPORKAN SAYA KE POLSEK TERDEKAT.. HAHAHA

64 thoughts on “[2min]cinta begini-one shoot

  1. ck cinta segitiga lagi.. eh enggak ding segi empat xD.

    we’ll try..

    kata katanya ambigu..
    sudahlah yang penting semoga 2min bersatu dan onkey juga ╮(╯▽╰)╭

  2. Eh, kibum udah jd pacar jinki? Tp kok masih mesra”an sama minho?
    Uuuuuugggghhhh nyebelin!!!!!!!!!!!!
    Kyaaaaaaaaaaaaa akhirnya 2min bersatu ><
    Aku pikir td jg minho bakal balik ke key.. tp ternyataaa~~
    Uwuwuwuwuwuwwuwuw~~~~
    Minho babo kalo sampe nyianyiain taem!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s