[OnJongKey] That will be chosen is … part. 3 of 5


Foreword :

Haloohaa~~~ saya tiba lagi, aduh alamak maaf yah postan sebelumnya banyak wrong typo, mianhe suunders🙂
Dan sorry banget, ini bakal berakhir di part 5 bukan 4 hahaha, seneng kan walau tambah satu part aja*gak ada yang tanya.
Makasih yang udah pada komen, yang gak komen biarlah tuhan yang balas.

Ada yang tanya klo gak salah, mereka dicerita ini kelas berapa gitu?
Well, gue salah nulis umurnya Jjong, disini Minho , Key, dan Jonghyun seumuran, cuma beda bulan lahir aja, mereka kelas 2 SMA, Jinki 3 SMA, dan Taemin 1SMA, kekekek~

Oke, lanjutannya dibawah ini!
Leave a comment if ya likey, dont plagiarism, no bashing, and… enjoy!

Cast:
Lee Jinki ( 19 tahun )
Lee Jonghyun aka Kim Jonghyun (18 tahun)
Kim kibum (18 tahun)

Support cast :
Kim Taemin aka Lee Taemin (17 tahun)
Choi Minho (18 tahun)
Cho Jino (17 tahun)

Genre:
Romance, fluff , yaoi, and smutt

Rate :
Pg and Nc 17-21

Disclaimer:
All SHINee is mine!!*smirk

By : Sanniiew^^

.

.

“O-onew!! ONEW HYUNG!!”, Kye berteriak dan menepis lengannya yang terasa perih,
“Maaf..”, kata Onew melepaskan tangannya, Key mendengus kesal.

“Cara mu berdua itu barbar, kau tahu?”, kata Key sinis, Onew terbelalak.
“O-oh…sorry..habisnya…”, Key berdecak.
“Puas sekarang, mau lakukan apa lagi padaku? mau lakukan yang lebih dari si Dino pervert itu?”, tanya Key kesal, Onew menarik nafas dan menghampiri Key, Key menatapnya sinis.

“Mau apa kau?”, tanya Key sinis, Onew membelai wajah Key lembut.
“Siapa kau sebenarnya?”, tanya Onew, Key mengerutkan alisnya.

“Maksudmu?”, Onew menarik nafas dan duduk di kursi taman.

“Key, pertama bertemu kau jutek padaku, lalu ketika di club kau sangat menyenangkan, kemudian disekolah kau berubah lagi, aku seperti melihat Key yang punya banyak sifat dan kepribadian …”, kata Onew kemudian melihat ke arah Key, Key diam saja,
“Jadi, aku tidak mengerti, mana Key yang sebenarnya?”, katanya lagi,

Key menatapnya dingin, ia tidak pernah merasa diperhatikan sebelumnya, Onew terlalu pendiam, dan berhati-hati, beda dengan Jonghyun yang gampang di tebak apa maunya, namun Onew berbeda, dia tidak pernah mendekati Key duluan, itu yang membuat Key penasaran, penasaran karena baru kali ini ia tidak dilirik oleh seorang namja.

“Lalu, apa urusan mu? aku seperti apa kau juga tidak perduli padaku kan?”, tanya Key, ah, apa yang ia pikirkan , buat apa berkata begitu pada Onew.
“Key … aku perduli padamu, kau tahu, aku tidak suka Jonghyun mendekatimu.”, katanya, Key mengerutkan alis.
“Kenapa? bukan urusan mu mengatur siapa yang harus mendekatiku dan aku harus mendekati siapa kan?”, tanya Key, Onew tersenyum dan kemudian menarik Key untuk duduk disebelahnya, namun Key menepisnya dengan kasar.

“Jonghyun itu sudah punya pacar , dia playboy, kau mungkin bisa lihat sendiri kan? aku tidak mau kau menyukainya dan sakit hati kemudian…”, kata Onew tersenyum, Key berdecak, orang ini …
“Kau lupa yah kalau aku sama sepertinya? kau pasti tahu kan gosip tentang ku dari yang lain?”, tanya Key bosan. Onew terkekeh, Key mengerutkan alisnya, apanya yang lucu.

“Tapi aku rasa itu bukan dirimu, kau pasti punya alasan kan kenapa kau berbuat seperti itu pada pria lain?”, katanya tersenyum ke arah Key, sialan, kenapa Onew selalu punya cara untuk membuatnya terdiam, dan kehabisan argumen?
“Jangan sok tahu ya? kau tidak tahu apa-apa…”, kata Key menghindar dari tatapan mata Onew, mata itu membuatnya tidak nyaman, entah kenapa?

Onew tersenyum dan bangkit menghampiri Key. Key melirik dan terkejut ketika Onew sudah didepannya.
“Apa—” Key terbelalak, sekali lagi Onew sudah menciumnya, namun ciuman ini berbeda, tidak seperti tadi, tidak ketika Jonghyun menciumnya kasar, tidak ketika Onew melakukannya depan Jonghyun, dan tidak ketika para korbannya menciumnya, entah mengapa ciuman simpel ini terasa sangat polos dan lembut.

Onew membelai pipi Key dengan mata terpejam, Key masih membuka matanya, bibirnya hanya terbuka sedikit, namun Onew tidak bertindak jauh, hanya mencium bibir pink itu lembut.
“Aku mau kau berhenti main-main, sudah saatnya kau menemukan cinta sebenarnya kan Key? aku rasa aku menyukaimu, kita mungkin bisa bersama kalau kau mau memberikan ku kesempatan?”, tanya Onew tersenyum membelai wajah Key, Key menelan ludahnya, dan kemudian memundurkan badannya.

“Kenapa?”, tanya Key, Onew mengerutkan alisnya.
“Kenapa kau berbuat begini? kenapa kau tiba-tiba perduli? kenapa kau memohon padaku, kau tahu persis apa yang sering aku lakukan kan? kau akan menyesal jika mengenalku.”, kata Key dingin, Onew tersenyum dan menyentuh tangannya.
“Entahlah Key, aku merasa nyaman dengan mu. Lagi pula, aku hanya tidak mau kau dipermainkan Jonghyun, dia sudah punya pacar Key…”, kata Onew. Key diam sejenak.
“Aku mau kembali ke kelas.”, katanya meninggalkan Onew.

“Key.”, panggilnya, Key menoleh.
“Aku serius, pikirkan ini yah? selamar belajar…”, katanya melambai dengan senyum lebar. Key diam saja dan berbalik, ia menyentuh dadanya, kenapa ia berdebar? itu sebuah kata-kata yang simpel yang keluar dari mulut Onew, namun rasanya berpengaruh dengan baik padanya.

.

.

Taemin tidak menunggu Key menghampirinya saat pulang sekolah, dia tidak mau Key melihat matanya yang bengkak karena menangis, semua karena Minho, dia harus bolos pelajaran sebentar dan menangis dikamar mandi.

“Minho pabo!”, gumam Taemin menendang krikil ditanah , kenapa dia begitu kecewa? seharusnya dia biasa saja, dia sering menolak banyak pria kan? sama hal yang baru ia lakukan pada Minho , terlebih karena ucapannya yang kasar, tapi.. entahlah, kenapa ucapan Minho sangat menyakitkan? ia tahu banyak pria disana yang sering me-cap nya sebagai bitchy, sluty, bla bla bla nama kotor lainnya, tapi ia tidak pernah peduli.

“Apa aku harus berhenti?”, kata Taemin.

Flashback~

“Kau yakin kau mau mengikuti cara ku?”, tanya Key . Taemin mengangguk.
“Neh, aku rasa aku setuju dengan jalan yang kau pilih, toh terlihat menyenangkan umma!”
“Yah! tapi aku belum cukup umur!
“Ck, apa bedanya? kau juga kan? bahkan buat tanda pengenal saja belum kan? tenang umma… aku bisa jaga diriku kok.”
“Baiklah … kau janji padaku , jangan serahkan apapun pada mereka, tidak ada sex bebas, jika kau merasa ingin ditinggalkan, kau lepas dia duluan, jangan biarkan mereka mempermainkanmu …arraso?”,
“Arraso… tapi…”
“Apa?”
“Kapan kau…maksudku, kita akan berhenti melakukan ini?”,
“Ketika kau menemukan seseorang yang benar-benar kau cintai tentunya, dan kau anggap dia layak untuk mu…”,
“Oh..arrasooo… hehehehe…”
“Good boy…”kata Key tersenyum dan memeluk adik kesayangannya itu.

Endflashback~

Satu-satunya alasan mereka melalukan semua ini adalah, mereka bosan, mereka kurang kasih sayang ,mereka kesepian, kenapa? karena tidak ada lagi orang yang bisa membuat mereka nyaman dan dicintai, tidak ketika mereka harus hidup sendiri berlimph warisan yang banyak mungkin tidak akan habis meski mereka sudah bekerja nantinya, warisan yang diberikan ketika kedua orang tuanya yang bekerja dan tiba-tiba mereka suatu hari mendegar berita bahwa keduanya meninggal dalam perjalanan bisnis ke luar negeri, ironis memang, tapi hanya itu yang membuat mereka senang … setidaknya mendapat perhatian dari orang lain.

“Aku tidak tahu harus bagaiamana… aku tidak tahu apa Minho baik untukku?”, tanya Taemin sendirian.

“Hai Taemin… long time no see…”, sapa seseorang didepannya, ia tidak sadar bahwa sedari tadi ada yang mengikutinya.

“Siapa?”, tanya Taemin dingin, sosok itu keluar dari mobil nya dan membuka kacamatanya.

“Hai babe… udah lupa suaraku? aigo.. kau tambah cantik dan ck, sexy…”, katanya, nafas Taemin tercekat , jantungnya berdegup cepat, tidak mungkin …

“J-joon…?”, desis Taemin, kenapa Lee Joon? kenapa dia bisa disini? pikirnya
“WAW! kau masih ingat dengan ku baby? aku senang sekali… “, katanya mendekat, Taemin memundurkan tubuhnya,
“Kenapa kau disini? apa maumu?”, tanya Taemin.
“Ck, jangan sinis begitu, aku kesini mencari mu, akhirnya ketemu , aku merindukanmu Minnie…”
“Jangan panggil aku begitu, kita sudah tidak ada hubungan , kau lupa?”, Taemin semakin memundurkan langkahnya siap berlari, kemanapun…asal tidak bersama pria ini. Joon tersenyum  , senyumnya membuat Taemin ngeri, dia tahu senyum itu.

“Jangan begitu, aku tahu kau masih mencintai ku kan?”
“Tidak pernah, sekalipun, aku tidak pernah mencintaimu…”, kata Taemin cepat, dan itu membuat air muka Joon berubah.
“Liar!”, ledeknya , Taemin menatapnya lurus,
“Im not!”, balasnya.

“Jadi kau sudah melupakanku? aku kesini hanya ingin bertemu dengan mu, kembali padaku, aku mohon …”, katanya lembut, Taemin berdecak.
“Kau tahu persis kan? aku tidak akan pernah kembali lagi ke mantanku, termasuk dirimu…”,

Joon terdiam dan berdecak, “Jangan bilang kau sudah menemukan target lain yah? apa dia lebih bodoh dari ku sehingga lebih mudah kau tipu?’, tanya Joon, Taemin meliriknya kesal,
“Itu sama sekali bukan urusan mu, jangan ikuti aku, lebih baik kau pulang, selamat tinggal.”, kata Taemin berbalik arah meninggalkan Joon, ia berjalan dengan cepat, namun BUKK!! ia terkejut, dan sedetik kemudian ia serasa pusing, pandagannya kabur dan gelap.

“Minnie… i love you … aku tahu ini kan? kalau kau lebih lembut, aku tidak akan lakukan ini padamu sayang…”, kata Joon merengkuh tubuh Taemin yang terkapar setelah ia pukul tengkuknya.

.

.

Jonghyun membanting pintu rumah dengan kencang, dia masih kesal dengan Onew, ia cepat masuk kedalam rumah untuk menemukan Onew yang menghilang dan tidak bisa ditemukan ketika membawa Key pergi tadi siang.
“ONEW! ONEW!!”, teriaknya,
“Kenapa kau hyung?”, tanya Minho dari balik sofa.

“MANA ONEW?!!”, tanyanya kesal, Minho mendengus,
“Belum pulang… Hyung ada—”
“AISH THAT TOFU IDIOT! AWAS NANTI KALAU SAMPAI DIA PULANG…”
“Hyung ada—”
“APA SIH KAU BERISIK SEKALI, CEPAT BERITAHU AKU DIMANA ON—”
“Jonggie hyung…”

Jonghyun terhenti ketika namanya dipanggil , ia terpaku ditempatnya, suara itu ..ia menoleh, ia terkejut, ia tidak percaya dengan yang ia lihat. Sosok pria putih dengan senyum yang manis tersenyum padanya, dan pria itu mendekat padanya dan memeluknya erat.
“Im home Jjongie~~ i miss you…” katanya, Jonghyun masih bingung, dia menoleh ke arah Minho, yang menggerakan mulutnya. ‘ ITU JINO’

Jonghyun mencerna, kemudian beberapa detika kemudian. “JINO??!!!”, teriaknya senang, Jino melepaskan pelukannya dan tersenyum.
“Yes its me… i miss you baby…”, katanya mencium bibir Jonghyun sekilas, Jonghyun tersenyum lebar dan memeluknya.
“Aigoooo~~ i miss you i miss you tooo~~~~ “, katanya, Jino tersenyum dan memeluknya erat.
“Kapan kau pulang? kenapa tidak menghubungi ku? aku bisa jemput dibandara? berapa lama kau disini? selamanyakan?!!”, tanya Jonghyun beruntun, Jino tidka berhenti terkekeh mendengar pacarnya begitu semangat.

“Baby… bisakan kita bicara dikamar mu saja, aku akan ceritakan semuanya… “, kata Jino memainkan kancing Jonghyun, Jonghyun tersenyum dan mencium bibir Jino.
“Oke. kajja… aigoo~ i miss you…”, kata Jonghyun dan menarik Jino ke kamarnya, melupakan niatnya mencari Onew.

Minho yang melihat adegan itu berdecak dan tersenyum, “Pabo…”, katanya, kemudian ia mengeluarkan ponselnya, ia menarik nafas, apa yang akan dia lakukan sekarang? hubungin Taemin dan minta maaf adalah jalan terbaik. Oh tidak, kerumahnya lebih baik.

.

.

Key mondar mandir di depan rumahnya berkali-kali mendial nomer yang sama, sudah pukul 8 malam, dan Taemin belum pulang juga, itu sudah cukup membuatnya mati khawatir dan hampir gila. Sesekali ia melihat ke jalan sepanjang perumahannya mencari sosok Taemin kembali dari sekolah.
“TAEMIN! ANGKAT TELPONNYA!!!!!”, bentaknya ke telpon digenggamannya walau ia tahu itu tidak akan berpengaruh sama sekali.

Dia sudah mulai gila, ponselnya tidak diangkat juga, ia mencoba kesekian kalinya, dan diangkat.
“YAH! APA YANG KAU PIKIRKAN INI SUDAH JAM BERAPA? CEPAT PULANG!!!”,
“Berisik!”
“MWOO?!! CEPAT PUL—“, Key terdiam, tunggu, siapa ini? ini bukan suara Taemin.
“YAH, SIAPA INI? MANA TAEMIN?”, teriak Key, suara diseberang sana tertawa, Key mengepalkan tangannya, ia punya firsata buruk.
“Cukup, jangan tertawa, aku tanya lagi, siapa kau? dimana Taemin? berikan ponselnya, aku mau bicara dengannya!”, kata Key kali ini lebih tenang.
“Kau lupa dengan ku Key? adik mu saja ingat, kau jangan khawatir dia sedang bersamaku, dia merindukanku tauk…”, katanya meledek, kesabarannya sudah habis, dia benar-benar emosi.
“Siapa kau?”, tanya Key lagi,
“Siapa yah? coba tebak… tenang saja, aku tidak akan melalukan apapun pada adikmu, Bummie… so, take a chill.. bye…”, kata nya memutus telponnya.
“YAH! HALO, HALOO!!!”, teriak Key, dia meremas kepalanya, siapa itu, dimana Taemin, dia pasti dalam bahaya, bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya?
“Taemin…”, dia bergumam, tidak terasa air matanya mengalir, dia tidak bisa berpikir dengan baik , siapa orang itu?

“Key…?”,
Key menoleh, Onew berdiri tidak jauh didepannya, Key diam saja air matanya mengalir, Onew terkejut dan langsung menghampirinya, Key memeluk Onew dengan erat dan menangis layaknya anak kecil.
“Shht…Key aku disini… ada apa…tenanglah…”, bisik Onew lembut membelai rambutnya.
“T-Taemin… dia telpon.. tapi bukan dia… dia tidak pulang… aku tak tahu itu siapa yang angkat, dia pergi…”
“Sshht… tenang Key, tenang…pelan-pelan saja oke?”, Onew memeluknya lagi dan menepuk punggungnya lembut, Key tetap menangis dan membuat baju depan Onew basah air matanya, Onew diam sejenak membiarkan Key menangis dipelukannya.

Ketika tangis nya sudah reda Onew membawanya masuk kedalam rumah dan mendudukannya di sofa, berlari kedalam rumah mengambi minuman dan duduk disebelahnya.
“Sudah tenang? sekarang ceritakan padaku, ada apa dengan mu, kenapa kau menangis dan berdiri di luar sana tadi?’, tanya Onew mengelus pipi Key dengan lembut.
Key mengusap matanya dan menunduk cemas.
Kemudian ia ceritakan sambil terbata-bata menahan sedihnya, Onew berulang kali mengelus punggungnya lembut.

“Oke, tenang Key… kita pikirkan jalan nya bersama-sama, yang penting, kau tenang dulu… aku akan ada disini membantu mu..”, kata Onew, Key menangis lagi.
“Apa yang terjadi dengan Taemin katamu?”, tanya sebuah suara, Onew dan Key menoleh, melihat Minho berdiri diambang pintu dengan tatapan resah dan wajah yang tegang.

“Kau dengar semuanya?”, tanya Onew pelan, Minho diam saja dan masuk duduk didepan mereka.
“Jadi… kemana Taemin?”, tanya Minho, Key menggelengkan kepalanya.
“A-aku tidak tahu..aku tidak tahu…”, kata Key menangis lagi, Minho ingin bertanya lagi namun terhenti ketika Onew memberikan isyarat untuk diam.

“Aku akan lapor polisi.”, kata Minho beranjak berdiri.
“Tidak bisa, kau tidak bisa melaporkan orang hilang sebelum 2 x 24 jam “, kata Onew tenang, Minho menatapnya tidak percaya.
“Kau gila hyung?!! ini Taemin!! Taemin ku! dia dibawa oleh orang yang entah apa–”
“MINHO!”, teriak Onew, Minho terdiam. “Bisakah kau tenang?”, katanya melembutkan suaranya lagi, Minho melihat ke arah Key yang buruk keadaannya, ia kehilangan , tapi ia tahu, Key pasti lebih tertekan. Minho menarik nafas dan menghempaskan tubuhnya ke sofa,ia meremas kepalanya.
“Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang?”, tanya Minho, Onew terdiam.
“Kita pikirkan bersama … pelan-pelan.. “, kata Onew yang masih memeluk Key dan mengelus kepalanya, Minho tidak bisa beragumen, ia sekarang sudah menghubungi temannya yang sekiranya bisa membantu mencari.

“Key… aku antar ke kamar ya? kau istirahat dulu..”, kata Onew, Key diam saja dan hanya menggeleng mengeratkan pelukannya di tubuh Onew, Onew menarik nafas, ia mengecup kening Key.

“Ada apa ini?’, tanya sebuah suara, mereka menoleh dan Jonghyun sudah berada di ambang pintu bersama Jino di rangkulannya. Ketika matanya menuju sofa ia terkejut.
“YAH HYUNG! APA YANG KAU LAKUKAN PADA KEY?! KENAPA DIA MENANGIS?!!”, bentak Jonghyun, Onew hanya berdecak.
“Key? siapa dia Jjongie?”, tanya Jino , Onew terkejut, melihat Jino dihadapannya.

“Jino?!”, kata Onew terkejut,
“Hai Onew hyung…”, sapa Jino, kemudian matanya melihat ke sosok yang sedang dipeluk Onew. “Oh, siapa ini? pacarmu Hyung?’, tanya Jino, Key melepaskan pelukannya dan menatap ke arah lain, ia sudah mulai merasa bosan, semua orang dirumahnya.

“Kau datang! cepat hubungi teman-teman, kita buthuh info dimana Taemin sekarang juga!”, kata Minho ke Jonghyun memotong pembicaraan Jino dan Onew.
“Yah yah.. ada apa ini? jelaskan dulu padaku?’, tanya Jonghyun bingung, Minho menceritakannya pada Jonghyun dan Jino,

Onew menoleh, Key sudah tidak lagi disampimgnya, dengan cepat ia berjalan mencari kemana Key,
“KEY!”, teriak Onew yang khawatir, tidak lama pintu kamar mandi terbuka,Key keluar dari sana.
“Key! jangan pergi tiba-tiba, kau mengagetkanku..”, kata Onew menghampirinya.
“Ck, aku tidak akan kemana-mana, sudah sana kalian pulang , kalian berisik sekali.”, kata Key dingin, Onew diam.
“Key … jangan begitu.. kami mau membantu mu…”, kata Onew pelan.
“Aku yakin Taemin sedang mempermainkan ku sekarang, dia pasti sedang bermain dengan targetnya yang lain..”, kata Key duduk di sofa dan mengambil majalahnya.

“Main -main? mana ada main-main seperti ini Key?!”, kata Minho, Key diam saja.
“Berisik, sudah sana pulang, aku akan menunggunya, sebentar lagi dia juga pulang..”, kata Key, didalam hatinya ia tahu, Taemin tidak akan pulang terlambat selain bersama Key, mereka selalu menghabiskan malam bersama.

“Kau ini otaknya rusak yah? bagaimana bisa kau tenang saat adikmu sendiri tidak tahu kemana, hey Kibum dengar tidak?”,teriak Jonghyun.
“Jjongi sudahlah… Key hyung, aku rasa kita harus pikirkan cara menemukan Taemin, hanya kau yang tahu tempat kalian bermain atau teman-teman dekat kalian kan?”, tanya Jino, kali ini Key melempar majalahnya
“KALIAN BERISIK SEKALI, APA URUSANNYA DENGAN KALIAN?! KAU JUGA, KAU SIAPA, AKU TIDAK KENAL KAU, JANGAN IKUT CAMPUR!”, teriak Key pada Jino,membuat Jino memundurkan badannya.
“YAH! kau tidak usah teriak padanya, dia hanya mau membantu!!”, teriak Jonghyun memeluk Jino.

“KAU DIAM! AKU TIDAK BUTUH BANTUAN KALIAN , KALIAN PERGI, KALIAN BUAT KU PUSING, KALI—” PLAK! semuanya diam, Key memegang pipinya yang sakit, tamparan di pipinya tidak begitu kencang, namun lumayan membuatnya perih, dna yang lebih terkejutnya, Onew yang melakukannya.

“K-kau… APA YANG KAU LAKUK—HMPFH?!!!”, sebelum Key dapat bicara lagi Onew sudah menciumnya, Key memukul tubuh Onew berkali-kali namun tangannya digenggam dengan kuat oleh Onew. Perlahan pertahanannya menghilang, ia menyerah diciuman Onew, merasakan kelembutan bibir itu untuk kesekian kalinya, sampai akhirnya ia membuka mata menarik nafas, air matanya mengalir lagi.

“Maaf Key…maaf… tapi bisakah kau tenang, aku tahu kau khawatir, kami semua juga tapi kumohon…tenanglah…”, kata Onew menyentuh pipinya, Key meraih tubuh Onew kepelukannya, ia benamkan tubuhnya ke pelukan Onew.
“M-maaf…maaf…”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, Onew tersenyum dan mencium pucuk kepalanya. Semua diam…

“Aku tahu apa yang bisa kita lakukan…”, kata Minho tiba-tiba, semua mata menuju ke arahnya,

“Benarkah, apa itu?’, tanya Jonghyun kali ini.

Minho menatap ke semuanya , menarik nafasnya, semoga berhasil
“Begini…”

CUT!!

HAHAHAHAHAHAHA
penyakit suka cut sembarangan saya kambuh dengan sangat sempurna kan? kekekek~~

Oke guys, RCLnya please…

sorry banyak salah typo!!
bye bye… muach! see ya!🙂

64 thoughts on “[OnJongKey] That will be chosen is … part. 3 of 5

  1. Taemin kamu dmna? Huaaaa
    Ampun onew main cium” key aja. Ngiri tau hehee
    Lanjut deh ini daebak eonni jjang! Hihiw

  2. jangan ampe taem diape2 joon bisa ngamuk key n ho gile… haduh key bisa gak semenit aja diam to mulut berisik penyets… nah, kan dibungkam beh, cerocol mulu sih ? asyikkk banyak skinship.a ? eh! ada hbungan apa onew dengan jino ? next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s