[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 3


anneyong haseo..keke~ ada yang bosan saya update terus?? hmm..mianhae dehh..haah..oke lah.. langsung aja yah..buat maits, maaf emailku rada lola and sedikit perlu di hajar..hahajerengjengjeng.. baiklah..

NO BASHING

NO SILENT READERS

RCL PLEASE

HAPPY READING

Title : I’m Your Love Doctor

Author : Keysha feat Maitsa’

Cast : Onkey

Genre : Romance

Rate : PG-15

Length : sequel

“Kau?!” membulatkan mata kucing itu dengan punggung tangan kanan yang menutupi bibir mungil yang setengah terbuka. Menatap nanar pada sosok namja tampan di belakang meja kerja itu.

“Eh?” seakan ikut terkejut membuka setengah mulutnya tak percaya. Bahkan terpaku dengan key yang masih berdiri di ambang pintu.

“Eh? Eh..ini pasti salah.. ckck. Aigoo!! Dosa apa aku bisa bertemu denganmu lagi?! Aishh!!” melirik panic pada kartu nama yang ia pegang sedari tadi. Punggung sempitnya di sandarkan pada pinggiran pintu, menepuk jidatnya dengan wajah memelas. Onew meraih sebuah map kuning dari dalam laci meja kerjanya, membukanya dengan cepat dan mengeluarkan selembar kertas form.

“Aku kira kim kibum yang lain.. yah! Kenapa harus kamu sih?!” mengumpat keras seraya melempar lagi kertas form itu kedalam mapnya dengan kasar.

“Aigoo..aigoo.. aku tak mau berobat denganmu namja gila..” pekik key, meremas kartu nama onew kemudian membuangnya sembarang ke lantai. Emosinya sudah memuncak sampai ubun-ubun, di campur dengan rasa panic tentunya. Memutar balikkan badan kemudian berjalan secepat mungkin untuk keluar dari sini.

“Lho? Apa onew hyung tidak ada? Kenapa mau pulang?” taemin yang kebetulan berpapasan dengan key mengernyitkan dahinya. Key hanya menghela nafas sekilas kemudian memaksakan diri untuk membuat seulas senyum walaupun itu tidak terlihat bagus.

“Emm..mianhae.. sepertinya aku salah alamat. Sebaiknya aku pulang dulu. Terima kasih dan maaf kalau menganggu..” membungkuk sopan sebelum kembali berjalan cepat dan menuju pintu keluar. Meninggalkan taemin yang masih mengkerut bingung.

tap..tap..tap..

derap langkah terburu dari arah tangga, menampilkan sesosok namja tampan yang menuruni tangga dengan tergesa. Tangannya memegang map kuning berisi data milik key.

“yah! Kibum-ssi! Kau belum selesai berurusan denganku! Aishh!” berteriak mencegat key untuk meraih kenop pintu dan keluar dari rumahnya segera. Taemin hanya berdecak pelan, menatap dua namja itu sibuk berkejaran sesekali di selingi umpatan dan celaan. Key memicingkan mata, memutar kenop pintu dengan cepat kemudian segera keluar. Membiarkan onew mengejarnya di belakang. Scarf tipis yang melingkar di lehernya melambai saat terkena hembusan angin, menemani langkah panjang key untuk segera kembali ke apartemen miliknya. Ck, bukankah itu lebih baik jika di banding bertemu tuan gunung es yang sangat menyebalkan itu. Poninya agak turun menutupi mata, namun tak menyurutkan langkahnya untuk segera kembali.

Tap..

membalikkan badan mengecek apakah onew masih mengejarnya atau tidak?

“Huuftt..namja gila..” menyisir poni legam kemerahannya dengan jemari lentik itu setelah tak lagi mendapati sosok onew di belakangnya. Menghela nafas panjang, menimbulkan kepulan asat tipis dari bibir mungil itu. Tangannya bermain pada ikatan scarf dan kancing atas sweaternya yang agak terbuka. Membetulkan sesuai letaknya lagi kemudian membalikkan badan lagi kedepan.

“Eh?” melebarkan kedua mata kucingnya, mengedarkan pandang kesekeliling tempat yang ia pijaki sekarang. Ck, apakah ia sudah melangkah terlalu jauh sampai-sampai ia tak mengenali tempat dimana ia berada?? huufttt, calm down key..don’t panic okay! Menarik ulur nafasnya mencegah panic merambati pikirannya. Mengedarkan lagi pandang ke sekeliling..sepi?! aigoo! Sial! Kenapa tak ada orang sih?! Lalu?! Lalu?! Apa yang harus ia lakukan sekarang? merogoh isi tas selempangnya mencari apapun yang bisa membantunya. Ini sudah sore dan sebentar lagi gelap. Haruskah ia tersesat di seoul? Yah! Itu tidak elit sama sekali kau tahu. Bagaimana bisa ia tersesat di kota kelahirannya sendiri? Itu memalukan! Tapi..hey. ia tinggal tujuh belas tahun  di Australia dan hanya menghabiskan tiga tahunnya di seoul. Itupun saat ia masih kecil.

“Oh..shit!!” mengumpat pelan saat mendapati gadget tipis berwarna pink itu tak bernyawa karena habis baterai. Merogoh lagi dalam-dalam isi tasnya, berusaha mencari peta yang biasa ia simpan di dalam sana.

“huuft..kenapa rasanya tinggal di seoul adalah sebuah kesialan untukku..augoo!!” meniup poninya hingga terbang ke atas.

“Eottohke? Aigoo..aigoo..” menepuk-nepuk jidatnya seraya memutar badan. Ck, tak adakah satupun orang yang lewat disini? Kenapa nasibnya begitu malang hingga ia terlihat seperti gembel yang duduk di pinggiran trotoar jalanan sepi? Memeluk lutut kurusnya dan menempatkan dagu lancip itu di sela-sela kedua lutut. Diam tanpa melakukan apapun seolah itu akan membantunya untuk kembali pulang.

“Yah! Kibum-ssi!!” bingo! Saat key menolehkan kepalanya pada onew yang berlari kecil dari ujung jalan sana. Tampak peluh bermunculan dari poermukaan pori kulit itu. Agak senang sih mengingat akan ada orang yang menolong dirinya. Setidaknya tahu tempat di seoul. Sedikit mengulum senyum tipis setelah onew menumpu tangannya pada lutut di hada[an. Terengah berusaha memasukkan sebanyak mungkin oksigen yang ada dalam kadar udara kedalam paru-parunya.

“Yah! Do! Kau membuatku harus olahraga di sore-sore seperti ini..” menepuk kepala key keras kemudian menjatuhkan dirinya duduk tepat di samping key. Key hanya tersenyum kecut, tak mampu lagi untuk melakukan perlawanan seperti beberapa saat yang lalu.

“Apa yang kau lakukan disini eoh?” mengeluarkan suaranya yang agak serak pada onew.

“mengejarmu tentunya namja aneh. Kau tahu..kau itu sangat menyusahkan!” menajamkan pandangannya menatap key lekat-lekat. Key berjengit pelan kemudian langsung mengalihkan pandang menatap objek lain selain namja di sebelahnya ini.

“Kalau aku menyusahkan, lebih baik kau tadi tidak usah mengejarku ara!” memainkan jemari lentik itu pada tempurung lutut yang di balut skin tight jeans putih, menampilkan lekukan kaki jenjangnya yang agak kurus.

“Kalau boleh aku juga ingin seperti itu, tapi aku bukanlah orang yang mau melepas tanggung jawab begitu saja namja aneh!” menyisir poni coklatnya yang berantakan karena tertiup angin.

“Eh? Apasih yang kau katakan? Apa kau memang benar-benar gila ya?!” kembali memicing mata mata sabit itu.

“Huuftt..umma-mu menitipkanmu padaku. Jadi, aku harus bertanggung jawab semua tentang dirimu pada umma-mu. Ahjumma bilang kau tinggal sendiri di seoul, jadi kau pasti butuh guide untuk mengenal lebih jauh kota in. arasseo?!” menyentil dahi key hingga namja cantik itu mengaduh keras.

“yah! Appo! Dasar namja gila!” memukul kepala onew keras, membuat onew reflex memundurkan kepala untuk menghindar.

“Berhenti memanggilku namja gila dan panggil aku onew hyung!” berkata datar sekaligus sinis seraya bangkit dari duduknya. Menepuk-nepuk sebentar butt-nya membersihkan celana bahan itu dari debu yang menempel.

“Kenapa aku harus memanggilmu begitu namja gila?” menekankan kata namja gila-nya dengan sarkatis.

“Karena kau sekarang ada di bawah pengawasanku kibum-ssi.. sudahlah. Dimana apartemenmu? Aku tahu kau tersesat..” memasukkan dua tangan kedalam saku celana, berjalan pelan meninggalkan key yang masih terduduk pada pinggiran trotoar.

“Eh? Yah! Chamkaman!” buru-buru bangun dari duduk dan menyusul langkah onew yang sudah agak jauh darinya.

><><><><>><><><><><><><><>

“Minnie-ah!” melambai pelan pada taemin yang terlihat asik melongokkan kepala dari ambang pintu kedai. Taemin tersenyum tipis setelah mendapati namja jangkung itu melambai ke arahnya. Segera melangkahkan kaki kerah meja di sudut ruangan yang terlihat penuh dengan pengunjung ini. Ck, hanya sebuah kedai es krim terkenal yang ada di myeongdong street.

“Anneyong hyung..” mengusak rambut hitam itu pelan sebelum menghempaskan diri duduk di hadapan minho.

“Sudah lama mneunggu?” mengetukkan jemari lentik itu pada pinggiran meja. Menatap mata bulat yang tengah menatapnya lekat dari seberang meja sana.

“Ani..mungkin sekitar dua puluh menit..hehe”

“Yah..aigoo! dua puluh menit  itu lama hyung..”

“Gwaenchana.. baiklah, kau mau pesan apa?” menyodorkan daftar menu yang ada di tengah-tengah meja. Taemin tersenyum kecil, meraih menu yang disodorkan dan tanpa melihat lagi apa tulisannya hendak membuka mulut mungil itu.

“Ah! Biar kutebak..” minho menyela taemin yang baru saja membuka mulut. Taemin mengernyitkan dahinya dan menatap kesal pada minho.

“Banana split neee??” melayangkan kedipan sebelah mata itu pada taemin yang langsung tersipu seraya mengangguk kecil.

“Yeahh..banana..” gumam taemin riang sebelum mengeluarkan sesuatu dari dalam tas putih yang di bawanya.

“Eh? Apa itu minnie-ah?” menjulurkan leher panjangnya kea rah kotak berukuran sedang berwarna biru tua. Taemin tersenyum tipis, mendorong kotak itu pelan hingga sekarang tepat berada di depan namja tampan itu.

“Untukku?” Tanya minho, menyentuh tutup kotaknya setelah mendapati taemin terkekeh. Membuka tutgup kotaknya dan sejurus kemudian membulatkan mata berbinar.

“Wow! Minnie..kau tahu darimana kalau aku menginginkan ini? Aigoo.. jeongmal gomawoyo..” menatap riang pada sepasang sepatu nike warna putih dengan garis biru di sisi-sisinya. Taemin tertawa kecil mendapati ekspresi wajah yang begitu tampan jika tengah seperti ini.

“Aku menitip barang ini pada onew hyung. Habis rasanya di seoul jarang sekali ada yang seperti ini. Jadi aku menyuruh onew hyung membelinya di Australia..hehe.. semoga kau suka hyung..” meremas jemarinya sendiri seraya tersenyum tipis. Minho terkekeh, mengangkat kotak itu dan memasukkannya kedalam plastic besar yang ia bawa.

“Kebetulan.. aku  juga punya sesuatu untuku.. ini..” menyodorkan sebuah bungkusan berwarna kuning cerah. Taemin membulatkan mata saat bungkusan itu disodotkan ke arahnya. Membuka bungkusnya dengan cepat dan memekik pelan.

“Neomu yeppeo.. aigoo.. kau membeli ini?” masih sibuk ber’wah’ ria dengan sebuah syal warna oranye dan kuning dengan motif garis-garis. Minho terkekeh, membelai poni almond yang sedikit jatuh itu.

“ani.. aku membuatnya sendiri. Noona yang mengajarkanku.. hehe,, mian kalau hasilnya kurang bagus..” mengelus rambut taemin dan tersenyum lebar.

“Wow.. kau hebat hyung, aku salut padamu.. hehe..” masih asik membelai permukaan syal rajut itu dengan punggung tangan kanannya.

“Haha.. nee Minnie-ah.. kalau begitu, kajja kita jalan-jalan habis ini..” mencubit pipi yang merona itu dengan gemas. Saling melempar senyum memenuhi hari ini dengan keceriaan.

><><><><><><><><><><><>

key asik mencomot gula kapas pink besar yang ada di tangannya sekarang. Mengemutnya hingga meleleh didalam mulut. Manis. Yeahh.. sangat suka dengan gula kapas yang manis. Sibuk dengan benda itu hingga hanya saling diam dengan onew yang duduk di sebelahnya. Ikut memakan gula kapas berwarna hijau dalam diam.

“Jadi..apa setelah ini kita pulang?” mengeluarkan suara beratnya setelah menelan gula kapas terakhir yang tersisa di tangannya. Mengeluarkan sebuah sapu tangan biru tua dari dalam saku celana kemudian membersihkan sekitar mulutnya walaupun tak ada satupun sisa gula kapas yang menempel disana. Mengayunkan kaki panjangnya berirama sembari menunggu namja cantik di sebelahnya itu menghabiskan gula kapas miliknya.

“Nee..gomawo sudah menjadi tour guide ku hari ini..” bergumam pelan, menjilati jemari lentik itu untuk semakin merasakan manisnya.

“umm..harusnya hari ini aku memeriksa keadaanmu, bukan menemanimu jalan-jalan di namsan.. huh..” mendongakkan kepalanya menengadah ke langit biru kehitaman yang di taburi bintang-bintang.

“Mianhae.. ck, sudah malam. Ayo antar aku pulang!” menurukan kakinya yang menyilang sembari mengemut gula kapas yang tinggal seperempat. Melirik sekilas pada onew yang mendengus, menciptakan kepulan asap tipis dari kedua lubang hidungnya.

“Huuftt..tau begini aku tak akan mau menjaga dirimu. Ck..” berdecak pelan, menyisir sebentar rambut coklatnya kemudian berdiri dan berjalan mendahului key.

“Ya sudah. Kalau begitu kau tak perlu menjagaku kalau tak mau repot. Kau hanya perlu merawat kesehatanku sebagai seorang dokter..” mengerucutkan bibr tipis itu kedepan dengan sangat menggemaskan.

“Aku bukan namja yang bisa seenaknya melepas tanggung jawab kibum-ssi., huh..” memasukkan kedua tangannya lagi kedalam saku celana. Key akui kalau namja di sebelahnya ini memang tampan dan terlihat berkelas. Tapi kenapa rasanya ia begitu dingin dan menyebalkan sih? Itu sangat  merusak image tentunya.

“ Ya sudah kalau itu memang maumu namja gila..” berjalan lebih cepat, memanjangkan langkahnya membalap onew.

“Ya! Sudah kubilang panggil aku onew hyung! Kau ini tuli atau bagaimana sih?!” sedikit menaikkan nada bicaranya agar namja cantik itu mendengar apa yang ia katakan barusan.

“Ne onew hyung! Haha… sudahlah.. ayo jalan namja tua! Kau ini lelet sekali sih..” membalikkan badan sejenak dan mengamati onew dari ujung rambut hingga ujung kaki. Onew ikut terdiam, mengikuti arah pandangan key pada dirinya.

SRET~

dengan cepat key menarik lengan kokoh itu, menyeretnya agar bisa berjalan lebih cepat lagi. Tak mempedulikan kalau namja tampan itu mulai meringis dan menggemakan kata-kata protesnya pada key.

“Yah! Kibum-ssi..pelan-pelan saja bisa tidak sih?!” berusaha menepis tangan yang masih menggamit erat lengannya itu.

“Ani..ini sudah malam, jangan berjalan dengan lelet. Ppaliya! Aku ingin tidur!!!” semakin mempercepat langkahnya walaupun onew terus menerus menyebit namanya dan sesekali mengumpat.

“Eh..kibum-si..yah! kau ini..aishh!!!”

“Stt..kau ini berisik sekali sih. Dan satu lagi. Cukup panggil aku key, ara?!” sedikit melonggarkan gamitan lengannya pada tangan onew kemudia tersenyum tipis. Onew segera melepas lengannya kemudian menepuk-nepuk bagian depan sweater yang ia kenakan. Melengos pelan kemudian berjalan sejajat dengan key walaupun agak tertatih karena key berjalan begitu cepat.

“Bisa kau pelankan sedikit jalanmu key?” bergumam pada key yang hanya terkekeh, memainkan jemarinya menyisir poni legam ber-highlight itu.

“Ani..nanti aku kemalaman. Aku ingin cepat tidur hyung..hehe:” tertawa kecil, berbicara tanpa menolehkan pandangannya pada onew yang kembali mendengus kesal. Apakah itu merupakn suatu kebiasaan di antara mereka? Saling berbicara tanpa menatap wajah lawan bicaranya? Err..molla..

onew menggandeng lengan key, membawanya untuk mneghentikan langkah sejenak.

“Eh? Kenapa berhenti?” Tanya key seraya memandang heran lengannya yang di tahan onew. Onew agak tersengal, dadanya naik turun mengatur nafas.

“Huuftt..kau ini. Apartemenmu kan masih jauh, ck, diam disini.. akan kutelepon taemin untuk membawa mobilku..” mengeluarkan ponsel putihnya dan menekan dial 1 disana kemudian menempelkannya pada telinga. Key hanya diam, memperhatikan namja itu berbicara dengan orang di line seberang sana. Sibuk meremas pinggiran kaos yang ia kenakan.

“Nah..lebih baik kita tunggu sebentar, taemin akan menjemput kita..” memasukkan kembali ponselnya kedalam saku kemudian berjalan kea rah kursi kayu panjang yang ada di dekat mereka. Duduk menyilangkan kakinya kemudian asik mengutak-atik ponsel putih yang kembali ada dalam genggaman tangan besar itu. Key hanya menghela nafas pelan, sedikit enggan untuk menghampiri namja itu dan duduk lagi di sebelahnya. Huuftt..setidaknya onew tidak semenyebalkan seperti yang ia kira jika dalam situasi seperti ini.

“Eh?? Key??” sebuah suara yang berhasil menghentikan langkah key untuk menghampiri onew. Membalikkan badannya dan mendapati seorang namja tampan yang tersenyum kearahnya.

“Haha..benar ini kau key.. ya ampun.. apa kau masih ingat denganku?!”  menepuk bahu sempit key membuat namja cantik itu tertawa kecil kemudian mengangguk mantap.

“Nee..tentu saja aku ingat denganmu..haha..”

TBC

HUAYOOO.. KIRA2 SIAPAKAH NAMJA YANG KEY TEMUI.. TUNGGU DI EPISODE SELANJUTNYA!! HAHAAYO AYO.. RCL..RCL..RCL.. XDXDXDYANG KAGAK RCL DI KUTUK JADI KERORO.. WKWKWKW

56 thoughts on “[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 3

  1. nuguyaaa?? siapa siapa siapaaaaa ituu???
    onew wlaupun dingin tapi dia bertanggug jawab,,nambah poin plus kekeke
    2min pacaran yah???

  2. Aigo ,, berantem mulu ni dua orang , ckckckckck
    Baikan atuh kan lebih baik , Onew tolong jaga Kibum dengan baik yah , ehem nanti pastinya si Key jadi cinta ama elu begitupun seblikny.
    Fighting ..

    Hoho siapa itu namja ? Jonghyun ?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s