[onkey]I’M YOU LOVE DOCTOR-chap 4


ANNEYONG!! ohohoho..bosen yah kayaknya sama saya.. ckck,,, baiklah.. ini deh langsung aja I’M YOUR LOVE DOCTOR chap 4, dengan star guest yang saya tunggu-tunggu (?) wkwkw.. NO PROTES YA! SUKA2 AUTHOR MAU YANG MAIN SIAPA!! HOY! PARA SILENT READERS.. KELUAR DARI PERSEMBUNYIAN KALIAN.. INI KENAPA TIAP CHAPTER JADI MAKIN DIKIT YANG KOMEN =,=YA SUDAH..

NO BASHING

NO SILENT READERS

RCL PLEASE

AND HAPPY READING!! ^^

Title                       : I’m Your Love Doctor

Author                     : Keysha feat Maitsa’

Cast                       : Onkey

Star guest            : Jung Jinwoon

Genre                   : Romance

Rate                       : PG-15

Length : sequel

 

========================================================================

“Haha.. Baguslah.. Kau masih mengingatku..” Namja tampan itu menunduk, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jeans. Errr.. sedikit gugup tampaknya. Begitu pula dengan namja cantik di hadapannya. Ya! Bagaimana bisa ia lupa sementara namja tampan yang kini berdiri tepat di depannya itu pernah mengisi ruang-ruang kosong hidupnya,  dan menyisakan memori yang masih begitu jelas hingga saat ini di dalam hati dan pikirannya.

“Errr.. Key..”

“Jinwoon..” Saling menatap dan tertawa kecil saat tak sengaja menyapa secara bersamaan.

“Ya! Ternyata kita masih sehati ne?” goda namja tampan yang bernama Jinwoon itu, menjadikan pipi tirus Key bersemu kemerahan,  terkikik pelan hingga mata kucingnya membentuk garis lurus. Yeppeo!

“Ngomong-ngomong.. apa yang kau kerjakan malam-malam begini?” tanyanya membuat raut wajah Key seketika berubah. Agak suram.

“Entahlah. Aku juga bingung mengapa aku ada di sini. Gara-gara namja gila itu!” Gerutu Key dan mengarahkan wajahnya pada Onew. Rupanya namja itu masih asik memainkan ponsel putih di kursi kayu itu.

“Ooh.. Siapa dia Key?” Pandangan Jinwoon mengikuti arah pandangan Key.

“Namja gila..”gumam Key setengah mengerutu.

“Huh? Are you sure?” Tanya Jinwoon tak percaya. Mana mungkin orang gila bisa memainkan ponsel seperti itu.

“Ah.. Baiklah.. Dia Onew hyung. Sebenarnya dia…. Ah.. ceritanya terlalu panjang.” Keluh Key sambil mendelikkan matanya sebal.

Tap.

“Lee Jinki imnida, kau bisa memanggilku Onew.” Tiba-tiba Onew sudah muncul di samping Key dan mengulurkan tangannya pada Jinwoon.

“Ah, ne. Jung Jinwoon imnida, cukup dipanggil Jinwoon.” namja tampan dengan rambut merah diponi-nya itu menyambut uluran tangan Onew seraya tersenyum. Key sedikit terkejut mendapati kemunculan Onew yang tiba-tiba. Apakah dia mendengar apa yang tadi ia bicarakan? Oh tidak..

“Ya, bagaimana kalau kita berbincang bersama? Sepertinya cukup menyenangkan..” mata kucing Key membulat, benar-benar bulat. Setengah tak percaya pada penawaran Onew. Bagaimana bisa? Tuan gunung es ini? Aiish.. apa yang dia rencanakan? Onew hanya menatap Key dan Jinwoon bergantian. Menangkap keterkejutan di raut wajah mereka, terlebih pada Key.

“Ah? Ehm.. Ne, tentu saja..” akhirnya Jinwoon membuka suara, menampilkan seulas senyum meski sedikit canggung. Onew menarik ujung-ujung bibr tebalnya membentuk seulas senyum simpul, melirik ke arah Key yang merengut sebal. Seolah berkata, ‘aku menang!’. Key membuang muka, berusaha mnegalihkan pandangannya pada subjek lain yang mebih bagus.

“Jadi, apa kau sudah mengenalnya sejak lama?” membenarkan letak kacamata yang agak turun dari hidung bangir itu, mulai  membuka topic  pembicaraan. Berusaha terlihat seramah mungkin, hingga membuat Key memutar bola matanya. Oh..ayolah! apa kau fikir namja ini begitu munafik eoh?! Menyebalkan!

“Ne, aku sudah mengenalnya sejak SMA. Bahkan kami, bisa dibilang agak dekat. Ehm.. sangat dekat.” Jinwoon melirik pada Key yang menatap tajam. Sementara Onew diam  menunggu kata-kata yang keluar daru mulut mereka selanjutnya.

“Kami pacaran.” Jelas Key to the point,

“hanya sekarang, tidak lagi, sejak jinwoon pindah ke Soul. Dan..err..yah! status itu bisa saja berlaku lagi. Apa kau sudah puas?” Key mendelikkan matanya pada Onew yang mengangguk-angguk mengerti. Jinwoon meraih tangan Key, agak mencengkeramnya, karena ia rasa Onew berumur di atas mereka, dan jelas, Key sangat tidak sopan terhadap onew. Yeahh..mungkin pengaruh hidup di Australia yang agak kebaratan hingga sangat berbeda dengan budaya timur.

“Ne, dan sekarang aku ingin mengobrol banyak dengan Jinwoon. Jadi, kuharap kau membiarkan kami pergi.” Ujar Key ketus, menarik lengan namja tampan di sampingnya dan berbalik menuju motor milik Jinwoon. Jinwoon terlihat kebingungan, sementara Onew membulatkan mata sabitnya.

“Ya! Bagaimana denganku?!” teriaknya walaupun agak  terdengar serak, pengaruh dingin sepertinya. Key menoleh tak acuh, menjulurkan lidahnya kemudian berlalu dengan santainya duduk di jok belakang motor jinwoon.

“Kau menunggu Taemin di sini tentunya.” Memeluk erat pinggang jinwoon kemudian berlalu dengan motor sport itu. Meninggalkan Onew yang menggerutu kesal.

“Aiishh!! Menyebalkan sekali sih..YA! KIM KIBUM STUPID!!” menendang kasar kerikil di sekitar kakinya kemudian mengacak rambut coklat itu frustasi. So?? Haruskah ia menunggu disini sendirian?!

“Namja aneh!” tak ada pilihan lain. Hanya tinggal menunggu Taemin-lah satu-satunya harapan. Berjalan menuju kursi panjang tadi kemudian menghempaskan dirinya kasar disana hingga tak lama kemudian, sebuah mobil audi putih meluncur ke arahnya.

“Ya! Hyung, ayo masuk!” Seru sebuah suara nyaring dari dalam. Namja yang sedang duduk itu menatap sekilas pada sumber suara yang menyapanya, bangkit menuruti perintah sang pemilik suara. Lalu, sejurus kemudian, suara deru mesin tercipta bersama hilangnya audi putih itu dari pandangan.

========================================================================

Ting.. ting..

Sendok yang sengaja dibenturkan pada  dinding gelas beling menciptakan dentingan di tengah canggungnya suasana. Hmm.. Key mencoba menghirup aroma cappuccino-nya. Sudah lama tidak merasakan suasana seperti ini. Masih kuat ingatannya, ini café yang sering ia kunjungi bersama namja tampan yang kini ada di seberangnya jika sesekali berkunjung ke seoul saat liburan semester. Tak lama memang, mungkin hanya sehari dua hari dalam liburannya demi menemui namja ini.

Aneh, tadi dia yang mengajak Jinwoon kemari. Tetapi sekarang, lidahnya terasa kelu untuk berkata-kata.

“Hmm.. Jadi, Onew hyung itu dokter khususmu yang dipesankan oleh ahjumma di Australia?” mencairkan keadaan dan menyisir poninya yang terlihat agak berantakan karena tertiup angin malam.

“Ne.. Begitulah..” angguk Key, menyesap sedikit cappuccino yang masih utuh.

“Sepertinya dia orang yang cukup ramah..” sekelebat bayangan Onew mengajak mereka berbincang terlintas di pikiran Jinwoon.

“Ramah  katamu? Ck.. Hanya berpura-pura..” desis Key yang memasang tampang sebal, sedikit menenggak capuccinonya hingga menyisakan sedikit pada sudut-sudut bibir tipis itu.

“Tadinya kukira berangkat ke Seoul akan jadi pengalaman yang menarik, Tapi sepertinya ini justru akan menjadi neraka dunia buatku.. Hah..robat di Seoul akan jadi pengalaman yang menarik,ya harapan. Tak lama kemudian, sebuah mobil audi putih melunc” lanjut Key seraya menghela napas panjang. Key tak menyadari, bahwa Jinwoon terus memperhatikannya sedari tadi.

“Kalau bisa aku ingin ganti dokter. Tapi siapa? Lagipula aku tidak mau merepotkan keluargaku di sana.. Kau tahu? Bersamanya begitu menyebalkan. Dia terus-terusan bersikap dingin. Aku heran ada dokter yang memiliki karakter se-gila itu. Siapa yang ingin menjadi pasiennya? Aku~” Key terus berbicara panjang lebar, namun seketika terhenti.

“Ya! Kau tidak mendengarkanku eoh?” Pekik Key kesal saat mendapati namja tampan itu tengah memandanginya seraya terus tersenyum.

“Rupanya gersangnya Australia tak banyak mengubah karaktermu Key.. Masih sama seperti Key yang dulu..” tutur Jinwoon sembari terkekeh pelan. Apa ini? Bukan topic yang sedang dibicarakan!

“Kau tau Key? Aku merasa sangat.. sangat kehilangan. Ketika keluargaku memutuskan untuk tinggal di Seoul setelah kta lulus SMA. Kukira.. Kita tidak akan pernah bertemu lagi..”

Deg.. deg..

Mwo? Apa sih? Entah mengapa pernyataan itu harus Key akui, menghasilkan debaran-debaran aneh di dalam rongga dadanya.

“Dan.. kau tahu? Sejujurnya aku masih merasa sedikit.. yah.. menyesal karena harus putus denganmu saat kelulusan SMA kita dulu..” terkekeh kecil, kemudian meminum habis orange juice-nya. Err..masih sama, hobi meminum orange juice dimanapun ia berada. Sangat berbeda dengan key yang lebih suka menyesap cappuccino ataupun susu.

“Key.. look at me..” Deg.. Menyentuh dagu lancip itu kemduian mengarahkannya untuk saling bertatapan. Menatapnya begitu dalam hingga manic mata key terkunci untuk terus menatap mata sipit yang tak jauh berbeda dengan milik onew.  Bola mata itu.. terlalu tajam, menyulitkan Key untuk tidak bisa menghindar. Oh.. Ayolah Key.. kau kira dia akan mengatakan apa?

“Kau.. kau.. apakah masih menyukaiku?” Deg deg.. debaran itu kian terasa kencang. Sama saja, namja tampan itu pun merasakan hal yang sama. Bahkan entah sejak kapan ia menahan napasnya, membuat tubuh ramping itu agak menegang. Apa itu sebuah pertanyaan untuk meminta status mereka kembali?

“Ehm.. Jinwoon.. kurasa, aku tak bisa menjawab itu sekarang..” jawab Key lirih. Jinwoon melepaskan napasnya yangperlahan. Sudah ia duga, tidak akan semudah itu. Tetapi dengan cepat ia mengubah ketegangan itu. Memanggil pelayan dan membayar semuanya, segera menggamit lengan Key dan menariknya keluar. Key terpaku di tempat duduknya, masih diam walau tangan itu sudah memegangi lengannya.

“Kajja, ini sudah terlalu malam, kau harus segera kuantar pulang.” Tak memedulikan pertanyaannya sendiri. Key mengangguk kecil ketika melihat jam monolnya menunjukkan angka 10.00 malam. Agak enggan sebenarnya, ia masih betah berlama-lama dengan Jinwoon. Tapi ya sudahlah.. Ia juga tak ingin ketegangan dan sedikit rasa canggung itu terus berlangsung.

“Kau ingat alamat apartemenmu?” Tanya Jinwoon yang sudah bersiap di atas motornya. Disusul Key yang melompat naik.

“Ne, hanya saja aku tidak tau arahnya. Kau bisa membantuku kan?” pertanyaan yang dijawab dengan sebuah anggukan, sedetik kemudian motor itu melaju kencang, membuat Key semakin mengeratkan pegangannya pada lingkar pinggang Jinwoon.

=======================================================================

Cklek.

Memutar kenop pintu dan memasuki rumah itu, gontai. Namja tampan dengan rambut coklat itu melangkah ke arah lemari es dan mengambil sebotol air mineral yang langsung ia tenggak habis. Sang dongsaeng hanya berdecak kecil menatap kelakuan hyung-nya.

“Kau terlihat sangat lelah hyung.. Mengapa tadi kau sendirian?” merapikan pakaian yang dikenakan onew, kemudian duduk di kursi yang ada di sebelahnya.

“Ne, lumayan. Berkat pasien aneh itu aku jadi sedikit berolahraga. Dan agak kesal.” Taemin terlihat berpikir sesaat, terus memperhatikan hyung-nya yang terus menerus meggerutu.

“Itukah pasienmu? Kibum hyung? Tapi mengapa dia malah berlari keluar saat bertemu denganmu? Kau apakan dia hyung?” pertanyaan yang disambut tatapan tajam dari sang hyung.

“Aku tidak berbuat sesuatu yang buruk terhadapnya.. Justru dia yang tidak tahu berterimakasih! Selalu merepotkan, sejak dari pesawat hingga saat ini. Huft~” Onew menyeret kursi dan kemudian duduk di samping Taemin. Membetulkan letak kacamatanya dengan jari telunjuk. Kebiasaan orang berkacamata. Taemin membulatkan matanya.

“Mwo? Jadi kalian sudah saling kenal?” Kaget juga mendengar hyung-nya bisa memiliki seorang kenalan di tempat umum. Mengingat tabiatnya yang dingin dengan orang baru, mana mungkin? Apakah ini keajaiban? Tapi mengapa pasien itu malah berlari keluar? Bertumpuk-tumpuk pertanyaan bergemuruh di pikiran Taemin.

“Ne, wae? Kau tidak menyangka aku punya kenalan eoh?” sidik Onew yang memicingkan mata sabitnya, seolah bisa membaca pikiran Taemin.

“Aa.. a.. ani.. Hehe.. Memangnya ada apa di pesawat hyung?” namja cantik berambut sebahu itu kini menopangkan dagunya di tangan kanannya yang bertengger di meja makan.

“Yah.. jadi dia, Kibum, sempat kambuh sewaktu di pesawat, kemudian aku menolongnya.” Jawab Onew singkat, sembari menyilangkan kaki kanan dan kirinya. Santai. Yah, dia memang orang yang tidak terlalu menganggap serius suatu masalah.

“Hanya itu?” selidik Taemin tidak percaya. Mana mungkin hanya itu? Kalau hanya karena itu tidak mungkin pasien itu, tidak mau berobat pada hyung-nya. Onew menghembuskan napas beratnya.

“Ya! Kau ini, cerewet sekali Taemin. Nanti juga kau akan tau.” Kilah Onew, beranjak dari kursinya dan melangkah pergi.

“Eh..Hyung, kau mau kemana?” Teriak Taemin kesal.

“Kamar, tidur. Aku lelah.” Jawab Onew seraya menaiki tangga. Disusul dengan Taemin yang mengerucutkan bibirnya.

========================================================================

Druuummdruumm.. cit..

Sebuah motor sport berhenti tepat di depan pintu masuk sebuah apartemen. Cukup elite. Hup. Key turun dan menatap jinwoon yang baru saja  mengantarnya selamat hingga depan apartemen.

“Gomawo.” Key membungkukkan badannya. Jinwoon mengacak rambut legam kemerahan itu pelan. Sementara Key hanya terkikik kecil.

“Cheonmaneyo. Jika kau memerlukan bantuan, segera hubungi aku ke nomor ponsel yang telah kuberikan. Ara?” menatap namja cantik di hadapannya itu lembut.

“Ne, Jinwoon-ah..” tersenyum manis, memainkan jemari lentik itu pada pinggiran poninya.

“Ehm.. Dan.. tolong pikirkan kata-kataku tadi. Anneyong!” namja itu pun berlalu, menyisakan kegalauan pada diri Key yang tertegun sejenak setelah mendengar kata-kata jinwoon barusan.

Apa yang harus ia katakan? Aah.. Membingungkan. Menerimanya kembali-kah? Meremas ujung kaosnya, lalu melangkah gontai ke dalam apartemennya.

========================================================================

Onew merebahkan dirinya di spring bed berukuran king-size miliknya. Sesekali mengerjap-ngerjapkan mata sabitnya. Yeahh.. begitu lelah. Lelah setelah apa yang dilaluinya seharian, dan lelah memikirkan apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya. Bersama sang namja aneh. Kim Kibum.

Tep.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Kemudian merogoh kantong celananya. Mengeluarkan sebuah gantungan kunci bertuliskan huruf hangul dengan hiasan-hiasan kecil di sekitarnya, ‘Kim Kibum’. Gantungan milik si namja aneh itu tentunya. Tadinya ia hendak mengembalikan, hanya saja, ia lupa. Ah, mungkin esok hari. Jika Key berkenan untuk datang lagi ke rumahnya tentunya. Meraih guling di sampingnya, dan memejamkan kedua matanya, mencoba untuk melupakan sedikit ‘gangguan’ yang kini tengah ia hadapi. Berharap keesokan hari semua itu hanyalah mimpi.

========================================================================

“Ya! Bagaimana ini?” Sementara itu di bagian lain kota Seoul, di apartemen Key tepatnya. Namja cantik itu resah memikirkan apa yang harus ia katakan jika bertemu dengan Jinwoon nanti. Antara menerimanya dan tidak.

Ini sebuah dilema kau tahu! Bagaimana bisa ia menghadapi dua masalah sekaligus?

Tolak? Ah, Jinwoon sangat baik padanya. Terima? Tapi ia sedikit canggung.

Tiba-tiba sebersit pemikirannya muncul. Menarik ujung-ujung bibir tipis itu membentuk seulas senyum. Ia pun mengeluarkan ponsel touchscreen pink dari saku celananya. Mengetik sebuah pesan.

To : Jinwoon

Aku tunggu kau di café biasa pukul 12 siang.

-Key-

Pik. Mematikan ponselnya, dan mulai mencoba memejamkan mata walau sinar matahari sudah menerobos penuh kedalam kamar dominasi warna pink itu. Menarik selimutnya hingga dagu kemudian memeluk guling pink besar di sebelahnya dengan erat.

“Tidur sebentar tidak apa-apa kan? Hufftt.. masih jam 8 pagi..” menggumam dengan mata terpejam.

Drrr..drrr..drrr..

“Errgghh..” mengerang kesal saat merasakan ponselnya bergetar di bawah bantal. Baru saja ia akan terlelap dan sekarang siapa yang berani mengganggunya?! Menjulurkan tangan ked alam bantal kemudian mengamati layar ponselnya yang berkedip cepat. Menunjukkan deretan angka tak di kenal. Menekan tombol virtual hijau kemudian mnempelkannya pada telinga.

“Halo..” suara yang agak serak, pengaruh tidur terlalu malam mungkin? Molla..

“Key nee?” membulatkan mata kucing itu seketika setelah mendengar suara di seberang sana.

“Onew hyung?!” menyibak kasar selimut yang sudah menutupi tubuh ramping itu, melirik panic pada jam dinding di sana kemudian menepuk jidatnya keras-keras.

“Kau dimana key?” yah! Ia lupa! Sangat lupa kalau harusnya sekarang ia ada di rumah namja gila itu untuk mengecek kondisinya.

“ Err..aku di jalan.. yeah..di jalan hyung, mian aku agak sedikit terlambat..” berlari kecil kedalam kamar mandi, memutar keran wastafel dan mencuci mukanya. Hanya itu?! Ani.. mengambil sikat gigi pink yang tergeletak di depan kaca besar itu, buru-buru menyikatnya kemudian kembali bersuara setelah kumur-kumur.

“Wae?”

“Eh..macet.. hehe” mengelap wajahnya dengan handuk kecil yang tersampir pada pintu kamar mandi. Kembali berlari masuk kedalam kamar, melempar keluar sepotong skin tight jeans biru muda dengan kaos putih longgar dari dalam lemari. Tidak mandi?! Oh..tidak !ini sudah sangat terlambat kau tahu. Dan itu artinya ia akan sial setelah bertemu namja gila itu.

“Memang sekarang kau dimana?” DEG! Apa yang harus ia katakana? Di dalam kamar?! Oh no! this is big trouble.

“Ehh..bus..” menjawab asal seraya memasukkan kepalanya kedalam lubang kepala kaos.

“Heh? Bus! Kalau kau naik bus kau tak akan terkena macet.. stupid!” terdengar mencibir dengan kata terakhir yang sangat di tekankan. Key hanya sedikit menggerutu. Mengambil sepatu kets putihnya dan memakai asal kemudian turun dari kamar.

“Yeahh..terserah kau saja. Sudahlah.. bye hyung!”

pik. Membuka pintu keluar kasar kemudian terhenti seketika. Seolah membeku saat mendapati onew sudah berdiri tepat di depan pintu apartemennya.

“Yah! Apa yang kau lakukan disini eoh?!” key membulatkan mata, mengacungkan telunjuknya tepat di depan wajah onew.

“Wow..wow..calm down key, aku kan hanya memastikan apa kau masih tidur atau sudah berangkat. Kau itu panic sekali sih sepertinya..sudah, minggir. Aku mau masuk” menyentuh bahu sempit itu dengan agak mendorong hingga key melangkah mundur, membiarkan namja tampan itu masuk kedalam apartemennya.

“Yaa!! Kau kenapa begitu meny~..KYYAAA!!” berhasil menginjak tali sepatunya sendiri hingga badannya libung kedepan. Onew membalikkan badannya reflex dan..

CHU~

WHAT?! Saling terbelalak saat tubuh ramping itu sukses menubruk tubuh onew hingga jatuh. Tapi bukan itu. Yang itu.. saat bibir tipis itu tertempel di atas bibir tebal onew. Unbelievable!

TBC

OH YEAHH.. haha.. maitsa’ itu adegan terakhir saya tambahkan gapapa yah?? haha.. baiklah.. mari RCL.. Read Comment Like./.. hoho.. buat yang kemaren udah vote, saya ucapkan makasih,, udah pada tau kan yang menang siapa?1. ONKEY/JINBOON2. 2MIN3. MINKEY

jadi harap bersabar karena ffnya lagi di proses.. gomawo ^^

53 thoughts on “[onkey]I’M YOU LOVE DOCTOR-chap 4

  1. bhahaahahahngaku dijalan ternyata dirumah bhahahaha
    aigoooooo insiden membawa kebahagiaan kkeekeekekke
    jinwoon masih cinta sama key eoh?? hmmmmmmm go away from kibum jinwoon

  2. Ternyata Jinwoon , asataga Kibum kesian Onew main tinggal aja -_-
    Hahah bohong nie yee , Kibum ketauan berbohong . Hohoho

    KYAAAAA mereka poppoan :* :*
    Astaga jan bilang kalo part selanjutnya mereka akan tumbuh benih” cinta :* aigoo

  3. jangan diterima key… gak usah ama dokter onew tercinta ajah mah ? oh ya ! 2min udah jadian lama ya ? huwahahaha… key panik amat kaya abis di kejaq hantu. gkgkgk eh, chu chu chu frist kiss onkey . next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s