[2min] Leavin On The Jet Plane


Foreword : annyeeoooong~~~

Map yah jarang update *gaada yang nunggu

Aku sibuk ngurusin SMA + kerja cari uang, maklum deh saya ini orang menengah dengan ekonomi pas2an #curhatgapenting

Ditambah modem yang dibawa ponakan pulang ke kampong OMFG jd musti ke warnet ._. dan aku gapernah repost untuk ke blog ini, jd dimaklum yaa :* klo aku publish dif b yaud fb aja, klo disini ya disini hehehe sebisa mungkin aku ngelakuin yang terbaik. Krn aku tahu yang baca ini sebagian temen fbku xD

Aku butuh kritik dooong :3 akhir2 ini aku frustasi perasaan tulisanku gabagus.. di post-anku yang sebelumna susah dikomen apa SR yang kelewat banyak? Di dashboard udh ada 100orang yang baca yang komen gaada satupun:/ hahahaha tp aku seneng banyak yang baca😀

Tp maw curcol dikit, jd SR itu ga selamanya enak karna gabisa kenal sama author-,- aku aja udh tobat jd SR :p haha udh ah nyampahnya kebanyakan, ini request-anya si yeoja tampan tp gajadi deh buat siapa ajah xD #ditabok ini songfic yaah kkkk~

Here~cue

By : Rinhyon~


Leavin On The Jet Plane

.

^~^

.

[All my bags are packed, I’m ready to go.

I’m standing here, outside your door

I hate you wake you up to say goodbye.]

 

“hati-hati di jalan..”

DEG!

Tangannya memainkan kerahku yang sedikit berantakan, membetulkan letak dasiku yang miring dan menatapku kosong. Apapun itu aku mohon, rasanya seperti ditimpa sebuah batu besar, ini sakit, APPO ! NEOMU APPO!

“yah..”

Memandang namja cantik di depanku  ragu, berharap bahwa ia akan menghentikan langkahku untuk keluar dari sini. Dari apartemennya.

Ia berjalan menuju dapur mengambil sesuatu. Sedikit miris, penampilannya yang sedikit berantakan. Rambut almondnya yang acak, tubuh yang hanya dibalut kemeja putih kebesaran milikku dengan tubuh yang penuh bercak merah perbuatanku semalam. Yeppoh! NEOMU YEPPOHYO! ditambah tatapan sendunya membuatnya semakin yeppoh.

“apa kau tak mau mengantarku..”

Hanya ini yang ku inginkan, dia menoleh melihatku DEMI APA! Namja mana yang tega membuatnya bersiap untuk mengeluarkan air matanya lagi dan sialnya itu AKU ! AKU NAMJA BRENGSEK YANG MEMBUATNYA MENANGIS!

Memalingkan wajahnya kea rah lain, tangannya mulai mengusap salah satu matanya, memandang sendu kemudian tersenyum miris.

“tidak..”

 membuatku semakin merasa bersalah untuk pergi, Lee Taemin..

 

[But the dawn is breakin it’s early morn

The taxi waitin, he’s blowin his horn

Already I’m so lonesome I could die.]

 

“aku pergi..”

DEMI APA! Mengapa kaki ini begitu kaku? Dimana sifat periangmu Taemin? mana janjimu?! Aku hanya mampu diam dan terus mengusap mataku kasar. Ingin demi apapun aku ingin, SANGAT INGIN mencegahnya untuk tidak pergi.

“hyung..”

Pelan, sangat pelan bahkan bergetar, tak bisakah mataku diajak untuk kompromi sebentar? Aku benci sifat cengengku untuk sekarang ini! berlari memeluk tubuh jangkung dihadapanku. Menyurukkan kepalaku kedada bidangnya, ini sakit, demi apapun APPO!

Tubuhnya bergetar, apa ia merasakan hal yang sama denganku? Ada yang sakit disini, di dalam sini. Satu bagian tubuh yang tidak terlihat tapi dapat merasa. Dan sesuatu yang tidak terlihat ini mampu membuatku seperti orang mati meskipun aku masih hidup. mampu untuk membuatku mati rasa karna satu kata. Kesepian..

Choi Minho, Please don’t go..

 

[So kiss me & smile for me

Tell me that you’ll wait for me

Hold me like your never let me go]

 

DEG! Mengusap perlahan rambut almondnya, GOD! Kenapa ia begitu bergetar sekarang, aku takut, kenapa bisa aku meninggalkan namja cantik yang begitu rapuh ini sendirian! Meskipun aku tahu ia mendukungku tapi ini sulit, SANGAT SULIT.

“dear..”

Mengangkat perlahan wajahnya untuk menatapku, ia menggeleng, mengusap matanya kasar dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“sayang..”

Aku menarik kedua lengannya, dia mulai berani menatapku, lama.. hanya saling menatap satu sama lain, mata beningnya terus berair, aku mengusap perlahan dan mengecup kedua matanya pelan dan beralih ke keningnya

“mianhae ne..”

Ciumanku turun kehidung, pipi dan bibirnya, memainkannya sebentar, mengulum bibir atas dan bawahnya, MANIS! Menyesapnya, tak ingin kehilangan manis ini sedikitpun. Sementara tangannya menggengggam erat lenganku berusaha menahanku untuk pergi.

 

[Cause I’m leavin on the jet plane

I don’t know when I’ll be back again

Oh, babe I hate to go..]

Menempelkan kedua kening kami, memejamkan mata merasakan hangat hembusan nafas masing-masing.

“saranghae..”

Berat, yah demi apapun ini berat, tak masalah jika hanya ditinggal 2-3 hari, ia sudah biasa, tp  ini lain, ini untuk jangka waktu yang lama, ia tak tahu kapan akan pulang. Kapan ia akan terus sendirian.

Nyaman..

Masih bertahan dengan posisi masing-masing hingga sebuah senyuman terukir di bibir kami, tersenyum dan mulai terkekeh kecil.

“aku rasa aku tak sanggup hyung..”

Mata cantik itu kini mulai berair dan menitikkan butiran bening membuat alur di pipinya. Sambil tersenyum miris.

 

[There’s so many times I’ve let you down

So many times, I’ve played around

I’ll tell you now, they don’t mean a thing]

aku mengusap pipinya yang sudah basah, baru kali ini, yah baru kali ini aku meilhatnya begitu kacau seperti sekarang ini. matanya sudah bengkak kemerahan karna terus menangis, bibirnya bergetar mengigil.

Aku memang sering meninggalkannya yah, memang pekerjaanku yang seorang pilot mengharuskanku untuk transit ke berbagai tempat. Sering bahkan sangat sering membuatnya harus menungguku, selama seminggu mungkin aku hanya bisa bertemu dengannya sehari.

[ .. aku melonggarkan dasiku yang begitu mencekik, lelah HUFT! Demi apapun aku SANGAT LELAH untuk sekarang ini. tak ingin diganggu siapun, aku menekan kode kunci apartemen seseorang yang setiap hari menungguku pulang menuliskan 080828 sebagai kode #2ms sejati apa hayoo tau ga itu kode apa xD# dan tersenyum kecil. Melirik jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 2am, ck~ sudah tidur pasti.

Pip!

CLEEK~

Aku membuka perlahan pintu apartemen kecil itu dan melongokkan kepalaku mencari sosoknya, demi apa rasa lelah ini HILANG! Hilang begitu melihatnya tertidur di sofa dengan tv yang menyala, yeppoh..

Menjalankan kakiku perlahan kehadapannya dan menyingkirkan helaian rambut merah yang menutupi wajahnya. Sedikit mendengung imut, merasakan ada yang mengganggu tidurnya YEPPOHYO JEONGMAL!

“hyuung..” mata bening itu mulai terbuka dan tersenyum tipis, mengerjap & mengusap matanya berusaha mengumpulkan nyawanya dan tersenyum ke arahku.

“lelah ne?” aku mengangguk menunjukan tampang memelas, sedikit aegyo aku berani bersumpah aku hanya melakukan itu dihadapannya (:D)

Dia tersenyum kemudian beranjak bangun menuju dapur, aku duduk di sofa mulai memindahkan chanel tv

“ hyung mau makan apa?” tanyanya diiringi suara dentingan alat-alat dapur. Aku tersenyum menghampirinya dan melingkarkan tanganku di pinggang rampingnya, menyurukkan kepalaku dibahunya yang sempit, menyesap aroma vanilla yang selalu kusukai, dan kini, aku merindukannya..

“hyuung geliii~” aku hanya terekeh saat dia menggerakkan bahunya berusaha menyingkirkan kepalaku dari bahu & tengkuknya.

“aku mau.. makan kau saja, sweetheart~” aku membalikkan tubuhnya dan mengangkatnya dengan baby koala style. Aku memutar tubuhnya dan mulai menyandarkannya di pintu kulkas. Hingga aku harus sedikit menenggak dan ia merunduk.

“yeppoh..” menyentuhkan hidung kami dan menggosoknya pelan

“hyung nakal!” dia mendorong bahuku sedikit keras, aku terkekeh dan mengunci bibirnya dengan ciumanku, menyapukan lidahku di bibir merahnya yang manis, demi apapun ini manis, menyesapnya perlahan, tak ingin menyakitinya, lidahku mulai menyapu permukaan kenyal itu agar terbuka, taemin yang seolah mengerti segera membuka bibirnya dan menyambut teman bermainnya.

“euumh~ hyuungh~” taemin mencoba memundurkan kepalaku karna kehabisan nafas, aku melepaskan ciumanku sejenak dan kembali mengunci bibirnya, kemudian turun ke leher jenjangnya, mengigit & menghisapnya lembut hingga meninggalkan warna kemerahan bahkan keunguan yang kontras dengan warna kulit putih susunya. Sementara taemin mengeratkan pelukan kakinya di pinggangku dan mulai mengacak rambutku sesekali memberi sinyal jika dirasa ciumanku terlalu kasar dan sakit.

Dia.. selalu tahu bagaimana cara menghilangkan lelahku

“saranghae” terus memeluknya dengan baby koala style, tanpa melepaskan ciuman kami yang semakin ganas, aku membopongnya menuju sofa. Terkekeh kecil merasa hal bodoh telah kami lakukan. Dia mencubit hidungku lalu tersenyum.

“hyung.. matikan dulu tv nya..”]

 

[Every place I go, I think of you

Every song I sing, I sing for you

When I comeback I’ll wear your wedding ring]

Aku memang sering berpergian, meninggalkannya sendirian di apartemennya, anii seharusnya kuralat dari awal, apartemen kami.

Terkadang aku berpikir menyesali profesiku yang seorang pilot. Kemanapun tempat yang kutuju. Setiap melihat suatu hal yang baru terlintas dia, yah Lee Taeminku.

Sosok mungil yang rapuh, aku tidak tahu sampai kapan akan menjalani kehidupan seperti ini dengan taemin, yang pasti aku ingin mengakhiri semua ini sampai aku pulang nanti.

“aku akan memberikanmu kejutan saat aku pulang nanti..”

Yah, aku janji..

 

[Now the time has come to leave you

One more time oh let me kiss you

Close your eyes and I’ll be on my way]

 

“benar tidak mau mengantarku..”

Lagi, aku menanyakannya, berharap ia mau mengantarku.

Ia menundukkan wajahnya dan menggeleng pelan, aku menunduk dan meraih wajahnya “gwaenchanayo?”

Tak ada jawaban, ia hanya mengangguk, namun air matanya menetes mengenai lenganku. Entahlah aku ada firasat buruk.

Aku mendekatkan wajahku perlahan menyentuhkan hidung kami, ia mulai memejamkan matanya merasakan hembusan nafas masing-masing, aku mengecup keningnya lama turun ke hidung hingga meraih bibir ranumnya.

“setiap kau merindukanku, tutup matamu dan hitung hingga 10” aku tersenyum ke arahnya yang sesenggukan sambil menatapku bingung

“aku aka nada saat kau menutup matamu..”

~

“ini pertama kali dalam sejarah korea hendak meluncurkan sebuah penemuan baru, jetplane.  hari ini adalah detik-detik menuju lepas landasnya jet plane Korean Air, hingga saat ini diketahui bahwa seorang pilotnya adalah Choi Minho..”

Huft! Tahan Lee Taemin TAHAN AIR MATAMU! Menyesap segelas susu coklat hangat yang ada ditangannya dan menaikkan kedua kakiku keatas sofa, menumpu kepalaku diatas lutut yang ditekuk.

sudah ada di sini pilot yang ditengarai akan mengendarai jetplane ini tuan choi minho-ssi bagaimana perasaan anda? ‘berat, aku merasa sedikit tertekan karna harus meninggalkan seseorang, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin’ yah, kami menanti anda tuan choi minho-ssi semoga sukses..”

Sedikit tersenyum miris ketika ia merasa disebut, ia rindu.. belum ada tigapuluh menit ia ditinggal tp kenapa sudah sangat rindu?

yak, kini pesawat jet L3214 telah siap untuk meluncur, kita hitung mundur sama-sama..”

Taemin masi menyesap susu coklatnya perlahan, menatap layar kotak hitam-putih disana lekat lalu menuup matanya

Tiga..

Dua..

Satu..

DDUUAAR!

Taemin membuka matanya begitu mendengar suara aneh dari tvnya, ia membelalakan matanya. Tangannya lemas, anii seluruh tubuhnya..

PRAAANG!

~

“umma..”

“umma..”

“illeona..”

“gwaenchanayo?”

Aku membuka mataku perlahan mendapati sepasang tangan kecil mengusap peluhku dengan tangannya, menatapku khawatir, air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.

“ah minhwa~ya” aku mengusap matanya yang mulai basah & tersenyum “gwaenchanayo..”

 

[Dream about the days to come

When I won’t have to leave alone

About the times that I won’t have to say..]

“cheongmal?” tanyanya denga suara kecil & genit, khas anak kecil. Aku terkekeh kemudian bangun untuk duduk dan memeluknya dalam pangkuanku “eum! Jeongmalyeoo~” aku mengecup keningnya dan memeluknya lagi.

Malaikat kecil yang dikirimkan minho untukku. Choi Minhwa 3tahun. Postur tubuh yang tegap, mata besar & pipi gembuknya yang mirip minho hyung seringkali mengingatkanku pada sosok appanya, Minho hyung.

“umma..” aku melonggarkan pelukanku dan menatapnya, errgh betapa manisnya nae aegya [ >< ]

“salanghae..” manis.. MANIS sayang, seandainya hyung masih hidup, aku ingin ditemani, diajari, diperhatikan bagaimana cara menjadi seorang bumonim yang benar. Dan tahukah hyung? Anakmu sudah gombal sekarang.

“na do sayang” aku mengecup keningnya kembali memeluknya dan membaingkannya di sisiku “kkaja, kita tidur ” aku mengusap punggungnya agar cepat tidur, ia mengangguk dan mulai memejamkan matanya

“besok kita ke makam appa ne? kkaja harus cepat tidur” aku mengelus punggungnya sambil sesekali mencium pucuk kepalanya, sementara ia memejamkan matanya, mengangguk  dan tersenyum.

[Cause I’m leavin on the jet plane

I don’t know when I’ll be back again

Close your eyes and I’ll be on my way]

-lyric taken from Leavin On The Jetplane by Chantal Kreavizeuk-

The End~

 

Okee gaje:/ hahaha ga sedih yah? aku emang gajago bikin 2min broken, gategaaa >0<d hahaha saya butuh kritik, flame, dan pujian *digetok

Gomawooo~ :*

Ah iya kelupaan dearest saya tarik, aku maw bikin new version, udh sampe part 5 maybe 2-3 chapter again kkkk~ aku janji sampe tamat😀 mianhaee *bowed

63 thoughts on “[2min] Leavin On The Jet Plane

  1. alurx campuran y?! dtengah crt ad wkt yg trs brbeda. oh… jd abang Ming benar pass away?! dan brsmaan itu Taeby Hamil?!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s