[onkey]-I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 5


Title                 : I’M YOUR LOVE DOCTOR
Author             : Keysha feat maitsa’
Cast                 : Onkey
Star guest         : Jung jinwoon
Genre               ; Romance
Rate                 : PG 15
Length             : sequel

========================================================================

“Yaa!! Kau kenapa begitu meny~..KYYAAA!!” berhasil menginjak tali sepatunya sendiri hingga badannya limbung kedepan. Onew membalikkan badannya reflex dan..

CHU~

WHAT?! Saling terbelalak saat tubuh ramping itu sukses menubruk tubuh onew hingga jatuh. Tapi bukan itu. Yang itu.. saat bibir tipis itu tertempel di atas bibir tebal onew. Unbelievable! Buru-buru bangkit dari posisinya yang sangat tidak pas itu. Menyeka bibir tipisnya kasar seraya memicing tajam pada onew.

“Omo…omo..! ya! Aishh!!” mengumpat pelan dan bangkit dari lantai, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Wajahnya bersemu kemerahan, antara panic dan err..marah? hey! Itu first kiss-nya kau tahu! Ia bahkan belum pernah melakukan itu pada jinwoon sewaktu mereka pacaran. Yeahh..bukan tidak mau, key tahu jinwoon adalah seorang namja yang begitu baik hingga tak berani menyentuhnya macam-macam walau sekedar kiss. Dan sekarang? ! first kiss-nya di ambil oleh namja sialan yang masih terduduk di lantai itu? ! aigoo.. sulit di percaya.

Memandang sarkatis pada onew yang menyeringai pelan seraya memegangi ujung bibirnya. Ekspresinya terlalu sulit untuk di jelaskan. Tapi itu cukup untuk membuat key bergidik ngeri. Pervert?! Aigoo.. saat namja tampan itu berdiri dan menepuk-nepuk bagian belakang celananya.

“Shit..” key mengalihkan pandangannya dari onew yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Terkekeh kemudian meraih tangan key dan menariknya masuk kedalam apartemen key.

“Itu manis kau tahu..” bergumam lirih bahkan nyaris seperti bisikan. Key membulatkan matanya, manis katanya? Manis?!

“yah! Lupakan itu! Beraninya kau merebut first kiss-ku!” menarik paksa tangannya dari genggaman onew. Onew terkekeh kecil, memasukkan kedua tangan kedalam jaket abu yang ia kenakan.

“Liar..” berbisik tepat di telinga key kemudian berjalan mendahului namja cantik itu.

“Yah! What are you speaking stupid?! I’m not a liar!” mempercepat langkahnya menyusul namja tampan yang sekarang duduk dengan santainya di sofa putih ruang TV. Onew melirik sinis pada key, memainkan jemarinya pada bibir tebalnya sendiri, mengetuk-ngetuknya seolah tengah menggoda.

“Kau bohong.. masa itu first kiss-mu? Memangnya kau belum pernah melakukannya dengan jinwoon eoh?” menumpu kaki dan duduk menyilang, menciir pada key yang sekarang menghampirinya.

“Yah..kau itu! Kau pikir aku bohong eoh?!” PUK! Memukul pelan kepala onew, membuat namja tampan itu meringis pelan, memegangi puncak kepalanya yang barusan di jadikan sasaran.

“yeah..what ever..” mengibaskan tangannya di depan wajah, kemudian mengambil remote TV yang tergeletak di atas meja, meraihnya kemudian menekan tombol on membuat LCD TV itu menyala. Key mendengus kesal, mengamati onew yang dengan santainya bersikap seperti itu. Hey! Ini apartemennya?! Sejak kapan onew bersikap seolah-olah kalau kedudukan mereka berbalik? Key tamu dan onew pemilik apartemen? Itu menyebalkan. Merebut kasar remote yang masih di pegang onew kemudian mmeatikan televisi.

“Hey! What are you doing eoh?!” menatap tajam pada key yang terkekeh sinis.

“What are you doing? Yah! Harusnya aku yang bertanya seperti itu stupid! Kau bersikap seolah-olah kau pemilik apartemen ini.. cih.. bahkan aku belum mempersilahkan dirimu untuk duduk tapi kau sudah duduk. Sopan sekali.. ” memasang wajah sinis yang begitu seram. Onew menghela nafas sejenak kemudian bangkit dari duduk.

“Eodiga?” menempelkan ujung bibir tipis itu dengan permukaan gelas, menyesap pelan susu coklat hangat didalamnya. Meletakkan ponsel pink-nya yang baru saja di keluarkan dari dalam saku celana.

“Ani.. sepertinya kau tak suka aku ada disini..” menyisir poni coklatnya kesamping, menatap dingin pada key yang memutar bola matanya senewen.

“Yeah..a little, ck..sudahlah. duduk lagi. Katanya kau kesini untuk memeriksa keadaanku? Ppaliya! Aku masih banyak urusan..” menarik tangan onew untuk kembali duduk di sampingnya. Onew terkekeh pelan, mengambil tasnya yang tergeletak di atas meja kemudian mengeluarkan stetoskop dari dalamnya.

“Just rilex ok?” menggenggam bahu sempit itu lembut membuat key seidkit gugup. Yeah.. bagaimana tidak gugup kalau sekarang wajah mereka hanya terpisah jarak sekitar lima belas centi. Ini terlalu dekat! Sedikit menahan nafasnya saat telapak tangan onew mneyentuh dada sebelah kirinya. Deg..deg..deg.. yah! Kenapa berdebar begitu keras?! STOP BEATING!

“Kenapa berdebar eoh?” mengetuk pelan dada key dan tersenyum sinis, ani..lebih tepatnya menyeringai. Key berdecak, menoyor jidat itu lagi. Huh! Masih kebiasaan yang sulit hilang.

“Berhenti bicara dan teruskan saja pekerjaanmu hyung..” berbisik lirih walaupun terdengar agak serak karena sedikit guup. Onew tertawa, menempelkan ujung stetoskopnya menyentuh permukaan kulit key yang putih. Membuat key merasakan dingin, menamati wajah yang tiba-tiba berubah serius tersebut. Tanpa senyum, tanpa seringai sinis atau wajah menyebalkan seperti yang ia lihat beberapa hari ini.

Deg..deg..deg..

“Kenapa berdebar lagi eh? Aku rasa jantungmu tak normal key..haha..” menepuk-nepuk pelan dada key. Key melengos, merapikan kerah kasonya yang agak turun karena diperiksa.

“Stupid..” mengumpat lirih, menyisir lagi poninya. Hobikah? Molla.. menatap lekat pada onew yang merapikan alat-alatnya.

“Sejauh ini kau baik-baik saja. Err..kecuali yang tadi.. kenapa kau berdebar tiba-tiba eoh? Tidak sakit kan? Itu aneh..ahaha..” terkekeh pelan setelah melihat pipi tirus itu menggembung lucu.

“Aku baik-baik saja hyung..kau menyebalkan..” menyilangkan kedua tangan di depan dada. Onew memutar bola matanya, kembali duduk di sebelah key dan merangkul bahu sempit itu. Key mendelik, berusaha melepaskan rangkulan onew tapi namja tampan itu sudah menguncinya.

“Yeah..aku memang menyebalkan. Taemin bilang aku menyebalkan.. haha..” berbisik jail di telinga key, sontak membuat key sedikit terperanjat kemudian mendorong dada bidang itu.

“Cih.. kau menyebalkan sekali! Hyaahh!! Sudah..sudah..sana pulang!” mengibas-ngibas tangannya di depan wajah onew membuat namja itu terkekeh.

SRET~

menangkap tangan kurus yang masih bergerak tak jelas itu, menarik pergelangannya hingga tubuh key ikut bangkit dari sofa.

“Yah! Yah! Apa yang kau lakukan eoh?!” berusaha mnearik tangannya namun itu terlalu kuat. Onew tertawa kecil, menarik key keluar apartemen kemudian menutup pintu di belakangnya. Key masih terlihat memberontak, tapi tak terlalu kuat seperti sebelumnya. Mungkin sadar kalau bagaimanapun caranya ia tak akan lepas dari namja ini kecuali onew yang melepaskan.

“Eh? Kita mau kemana sih?” Tanya key setelah sampai di pinggir jalan raya. Onew hanya menyeringai kecil, masih dengan tangan yang mencengkram pergelangan kurus key. Membawanya menyebrang setelah traffic light Menunjukkan warna merah.

“makan..” gumam onew seraya tersenyum begitu lebar. Membuat mata sabit itu tenggelam oleh pipi gembul yang mengembang. Key megap-megap tak jelas, ingin berucap sesuatu tapi tak bisa berkata-kata, membiarkan dirinya di tuntun onew untuk masuk kedalam McD yang tak jauh dari sana.

Duduk di pojokan ruangan menunggu onew memesan makanannya.

“Tak apa kan?” onew meletakkan dua porsi ayam goring di atas meja, duduk tepat di hadapan key kemudian tersenyum tipis. Aigoo! Bisa tidak sih tidak tersenyum terus? Apa pipinya itu tidak lelah?

“Apanya yang tak apa?” Tanya key seraya mengambil piringnya ke depan. Onew terkekeh, mulai mencomot ayamnya dan menelannya.

“Menemaniku makan siang..hehe..” menggigit lagi paha ayam yang terlihat begitu menggoda -,-
key berdecak pelan, mulai menyentuh ayamnya selagi memperhatikan namja tampan itu makan begitu lahap.

========================================================================

Mengetukkan jemarinya pada pinggiran meja seraya menyesap orange juice yang sudah terisa setengah di depannya. Sesekali bersiul pelan untuk menghilangkan kebosanan yang mulai memnuhi dirinya. Melirik lagi pada jam tanagn merek swiss army yang melingkar pada pergelangan tangan.

“Huufftt..dua puluh menit..” bergumam pelan, kembali menyedot minumannya. Yeah! Dua puluh menit sudah key terlambat dari waktu yang di janjikan. Mengamati sekeliling café yang sudah di sesaki pelanggan yang silih berganti. Merubah posisi duduknya yang menjadi terasa kaku. Meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas meja, menekan kontak key kemudian menempelkannya pada telinga.

“tuuutt..tuutt..” hanya suara itu yang keluar dari speaker, membuat jinwoon menghela nafas panjang. Menghubunginya berkali-kali tapi tak ada satupun yang menjawab. Kemana namja cantik itu pergi? Tak tahukah kalau ia sudah di rayapi kejenuhan. Bahkan namja ini rela mneyempatkan waktunya sebentar untuk sekedar berbincang dengan key.

“Aishh..key.. kau dimana sih?” menepuk meja dengan sedikit kasar. Menenggak habis orange juice yang masih dingin dengan embun di luar gelasnya. Mendorong kursinya ke belakang kemudian beranjak pergi setelah membayar semuanya di kasir. Melenggang santai pada trotoar jalanan seoul yang telah ramai. Yeah.. sengaja tidak membawa motornya karena ia sebenanrnya merencanakan untuk berjalan-jalan dengan key tanpa motor. Memutuskan untuk pergi ke apartemen key dengan bus. Memasukkan kedua tangannya kedalam saku setelah sampai di halte.

“JInwoon hyung!” sebuah suar bass yang menayapa pendengarannya tak jauh dari sana, menolehkan pandang pada seorang namja jangkung yang asik merangkul pinggang ramping milik seorang namja cantik berambut almond sebahu.

“Minho..” ikut melambai dan tersenyum tipis, menunggu kedua orang itu sampai di depannya.

“Apa yang kau lakukan disini hyung?” Tanya minho setelah tiba di depan jinwoon.

“Menunggu bus tentunya..” menatap sekilas pada taemin yang ikut tersenyum tipis.

“Motormu?”

“Tak kubawa..hehe.. by the way, nugu?” lirik jinwoon kea rah taemin, minho terkekeh, mengeratkan rangkulannya pada pinggang ramping taemin.

“Taemin, yang kuceritakan pada hyung waktu itu..hehe..” mengelus tengkuknya yang sedikit berkeringat.

“Ohh..haha..yeppeo.. seleramu bagus minho..” menepuk pelan pundak lebar minho kemudian terkekeh. Taemin tersenyum, membungkukkan badannya hingga rambut almondnya ikut jatuh.

“Anneyong haseo.. lee taemin imnida.. senang bertemu dengan hyung..”

“Aigoo..neomu yeppeo..haha.. anneyong taemin-ssi, naneun jung jinwoon imnida. Aku sunbae minho di club sepak bola..” menjabat tangan kurus yang lembut itu. Membuat minho berdehem pelan.

“Haha..ne minho-ah arasseo..” melepas jabatan tangannya dengan taemin kemudian terkekeh.

“Jadi..kalian mau kemana?” Tanya jinwoon membuat dua sejoli itu tertawa kecil.

“jalan-jalan.. makan mungkin. Kau mau ikut hyung?” jawab taemin riang, langsung di sambut tatapan tajam oleh minho. Taemin terkekeh, memeluk lengan kekar itu lebih erat.

“Hahah..tak usah taemin-ah, kalian berdua saja. Nanti aku mengganggu..” mengibaskan tangan seolah mengusir, minho menghela nafas lega. Memeluk pinggang ramping itu erat-erat.

“Hya..tak boleh menolak. Kajja! Aku ingin makan ayam. Ehehe..kita makan bersama nee..” ikut menggamti lengan jinwoon membuat minho kembali melengos sementara jinwoon mengusak rambutnya bingung.

========================================================================

“Aigoo.. hyung! Apa kau tak juga kenyang eoh? Kau makan begitu banyak! Pantas saja pipmu terlihat begitu gembul..” mencubit pipi gembul yang bergerak tak jelas karena asik mengunyah ayam gorengnya. Onew hanya terkekeh pelan, tak terlalu menghiraukan key yang sekarang menyesap cola-nya.

“Ayam menghidupiku selama 22 tahun key..haha..” terkekeh pelan menjilati ayamnya yang tinggal tulang belulang. Key membulatkan matanya kemudian sedikit menganga.

“Mwo? Kau 22 tahun?! Aigoo!!” menutup mulutnya yang terbuka dengan punggung tangan. Onew tertawa pelan, meletakkan tulang ayamnya yang tak lagi bersisa daging.

“Hahaha..aku tahu kalau wajahku ini memang menipu karena terlihat lebih muda.. betul kan??” berucap dengan pedenya, mengelap sisa-sisa remah ayam goreng yang menempel di sekitar mulut dengan tisu.

“Ani..aku kira kau berumur 27, 28..yeahh.. ternyata kau hanya satu tahun di atasku..haha” memegangi perutnya yang terasa geli karena tertawa.

“Cih..dasar namja aneh,. Aku ini masih muda tahu!” mencibir seraya menyipit-nyipitkan matanya yang memang sudah sipit, membuat namja cantik itu semakin tertawa. Namun tiba-tiba saja diam, membuat onew mengernyit bingung.

“Wae?” Tanya onew, melihat key yang terlihat kikuk.

“Jinwoon..” desis key lirih. Menatap kaku pada sosok namja tampan yang juga menatapnya dari pintu masuk bersama dua namja lainnya. Onew mengikuti arah pandang key kemudian tersenyum lebar.

“taemin! Minho!” melambai riang pada taemin dan minho yang tengah mencari tempat duduk. Taemin tersenyum tipis dan langsung menggandeng lengan jinwoon dan minho bersamaan menghampiri onew. Key mengetuk-ngetuk dahinya pelan, enggan untuk menatap mata sipit yang tengah menatapnya tajam itu. Sibuk merutuki diri sendiri sampai-sampai tak sadar mereka sudah berdiri di sampingnya.

“Hai hyung.. oh.. ada kibum hyung..anneyong hyung, sedang apa kalian disini?” Tanya taemin riang, menarik kursi disebelah onew kemudian duduk dengan santai di susul minho, menyisakan jinwoon yang terpaku berdiri menatap dingin kea rah key.

“Makan siang..hehe..” jawab onew terkekeh.

“Mianhae.. aku ada urusan sepertinya harus pulang. Eum.. minho, taemin, terima kasih telah mengajakku. Tapi mianhae.. hehe..” menatap pada taemin yang terlihat datar.

“Kenapa mendadak sekali?” Tanya minho. Jinwoon mnegelus tengkuk belakangnya lembut.

“Aku lupa kalau harus menjmeput umma di pusat belanja.. mianhae.. eum.. aku harus cepat. Permisi semuanya..” membungkuk pada semua yang ada disana, tapi sorot matanya tak menatap key bahkan tak sekalipun menoleh saat badannya berbalik membuat key terpaku sejenak.

“Wae key?” Tanya onew. Key tersenyum tipis, mendorong kursinya kemudian bangkit berdiri.

“Ah..mianhae.. tampaknya aku juga harus pulang sekarang. eumonew hyung.. aku pulang dulu.. semuanya aku pulang..” ikut membungkuk dan langsung berlalu pergi menyusul jinwoon.

“Jinwoon itu mantannya..” ujar onew santai membuat dua sejoli di sampingnya hanya mmebulatkan mulut.

========================================================================

“JInwoon hyung!” terus menerus memanggil jinwoon yang berjalan dengan sangat cepat membuat key tertinggal jauh di belakang. Jinwoon terus berjalan berusaha tak menghiraukan key.

“Jinwoon hyung!” berusaha berlari sekali lagi tapi semakin lama semakin tertatih.

Deg..deg..deg..
Oh no! saat merasakan nyeri mulai merambati rongga dadanya.

“Jinwoon hyung!” masih berusaha seraya mencengkram dadanya yang mulai bertambah sakit.

deg..deg..deg..
Semakin melambat..melambat dan..BRUK!

JInwoon menghentikan langkahnya saat merasa key tak memanggil lagi namanya. Berbalik kemudian terbelalak begitu menangkap sosok itu jatuh terduduk dengan nafas tersengal dan memegangi dadanya.

“Key!”

TBC

62 thoughts on “[onkey]-I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 5

  1. tidakkk… key,? jantung.a kambuh lagi… onew, kau misterius amat sih ? penasaran dengan gelagakmu to. huhhh ngereget deh… jinwoon kecewa to ! key.a keasyikan ma bebeh jadi gak inget ada janji ? hehe bebeh kau sengaja or kebetolan sih ngaja kex.a ? next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s