[Jongkey] One thing change everything part 4 end


Foreword :

Aigo aigo… akhirnya udah sampe part 4, dan ini… RATE guys! hahahaha LOL, maaf yah ini di protek! kekekek~
Wah aku terkejut sangat sangat sekaligus seneng minta ampun, ternyata SR disini udah pada muncul dan berusaha komen dgn segala cara, aku hargai usaha kalian suunders, gomawo^^ aku bakal kasih FF yang bagus untuk kalian sebagai ungkapan terima kasih ku , doakan saja yah 🙂
Maaf kalau masih ada yang susah komen, sekali lagi kalau semua cara yg udah saya kasih tahu masih gak bisa itu bukan kesalahan saya, tapi karena dari jaringannya mungkin 🙂
Makasih yang udah pada dukung FF ini dan komen dan segalanya deh … aku berterima kasih banget*bow 90degree*

OKE, READ, ENJOY, NO BASHING, NO SENSOR, NO SR, NO PLAGIARISM, END COMMENT!!

by : Sanniiew^^

.

.

Jonghyun Pov~

“Jadi …semuanya benar begitu?”,

“Kau masih tidak ingat juga ?”,

Jadi semuanya benar … tunggu, kenapa hal seperti itu aku bisa tidak ingat? aku tahu sekarang, kenapa selama ini aku merasa ada sesuatu jika aku berhadapan dengan Key, ada suatu yang hilang atau entah apa.

“Apa yang harus kulakukan sekarang Hyung? Key pasti membenci ku… ani, dia sangat benci padaku …”, aku meremas rambut ku sendiri, aku benar-benar tidak enak.

“Tidak ada cara lain Jjong.. kau harus minta maaf, bertemu dengannya, katakan semuanya…”

“Kalau dia masih tidak mau memaafkanku bagaimana?”,

“Dia pasti memaafkan mu.. tapi aku tidak jamin sih yah…” , aku melirik Onew kesal

“Kau mau mendukung atau mematahkan semangat ku sih Hyung? aku serius, dan aku benar-benar butuh saran mu..”, aku menatap dengan puppy eyes terbaikku. Onew hyung bernafas panjang, mungkin dia juga bingung menanggapi ini semua.

.

Onew pov~

Susah kalau begini jadinya, aku tau Key suka padanya  … dan taruhan yang aku lakukan sebenarnya berharap bisa membantu, tapi aku rasa lebih baik dilupakan, aku melirik Jonghyun, dan dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa? apa lagi aku?

“Jonghyun..”,

“Ya?”,

“Kalau aku boleh tanya, apa kau suka dengan Key?maksud ku, bagaimana perasaan mu padanya?”, tanya ku, dia tampak terkejut, bodohnya aku bertanya ini, tapi setidaknya aku harus tahu perasaan dia pada Key, agar Key tidak terluka jika mengetahui tentang perasaan Jong padanya kan?

“Aku … entah lah Hyung … aku bingung … aku…”, dia menarik nafas, aku merangkulnya aku tahu ini pasti membingungkan.
“Hyung, aku bingung … aku merasa bersalah padanya, selama ini aku ingin tahu apa salah ku padanya, kemudian aku menjadi perduli padanya, dan dia ..well, cukup manis, tapi jujur … aku bingung sekarang…”, katanya, aku diam … lalu harus bagaimana sekarang?

“Baiklah … jangan pikirkan itu dulu, yang pertama kau harus minta maaf padanya, arra?”, dia hanya mengangguk, aku diam saja, well… sulit untuk hal ini, masalahnya bukan lagi perasaan yang dilibatkan … tapi tekanan batin, mereka pernah melakukan kesalahan, walau aku yakin diantara mereka ada sesuatu yang tidak ingin mereka akui.

.

.

“Neh ..umma…arraso …”, PIK

Key menutup gagang telpon yang baru saja ia terima, “Apa secepat ini? aku tidak tahu umma dan appa punya rencana ini untukku?”, tanya nya pada pelayan rumahnya.

“Ne Tuan, nyonya dan Tuan Kim yang meminta anda untuk bersiap pergi pada hari sabtu…”

“Tapi aku masih punya satu tahun untuk sekolah disini , kenapa tidak setelah aku lulus saja?”, tanyanya menopang dagunya, dia tidak mau memusingkan hal ini, toh dia sudah biasa pindah kemana pun, sesuka orang tuanya, dan sesuka mereka ..

“Saya tidak tahu Tuan akan hal itu.”, Key menoleh dan memutar bola matanya,kemudian berdiri mengambil ponsel, jaket, dan kunci mobilnya,
“Aku juga tidak menyuruh mu untuk membela ku sih.. aku hanya bertanya , dan aku juga sudah tau kalau jawabannya pasti ‘tidak’.”
“Anda mau kemana?”
“Kemana saja untuk menghabiskan sisa hari ku di Seoul, aku akan pulang telat , jangan memasak untukku, aku makan diluar.”,
“Baik Tuan.. hati-hati dijalan…”
Dengan itu Key keluar dan menuju mobil Ferrari SA Aperta berwarna merah yang bertengger didepan rumahnya, dan melajunya dengan kecepatan standart , dia hanya mau kerumah Taemin, tidak ada tempat yanga enak selain bar tentunya selain rumah Taemin.

.

“MWOOOOOO?!!!!”, teriak Taemin kencang, membuat Key mendelikkan matanya kesal.

“Berisik!”, teriak Key, Taemin hanya bersungut,

“Andwe andwe andweeee~~ kenapa harus pindah ke Jepang? untuk apa? sekolah disana atau disini kan sama saja Hyung…andwee, nanti aku sama siapa?

“Sama aku lah.”, kata Minho yang duduk disampingnya, menyilangkan tangan dan menatap lurus ke layar TV
“Memangnya yang kau punya Key saja Minnie ah~ aku bagaimana?”, tanya Minho meraih pinggang Taemin dan merebahkan kepalanya di pundaknya, Taemin berdecak dan mencubit pipinya, dia tahu pacarnya sedang ngambek karena ketika Key datang dengan mendobrak pintu dengan kencang karena badmood  mereka sedang keadaan ‘genting’ dan hampir saja terjadi sebelum Key datang dan menghancurkan minat Minho untuk memiliki Taemin.

“Sudahlah, kau tidak perlu cemas, aku akan tetap kirim e-mail pada mu, dan juga kalau ada libur aku akan main ke sini, appa pasti tidak keberatan jika aku jadikan mu alasan untuk minta uang mengunjungimu…”

“Kalau dia tidak keberatan, ya tinggal minta sekalian saja kau tetap disini…”,
“Anio … percuma, appa pasti bersikeras, terlebih aku pewaris tunggal, aku harus ikuti maunya…”
“Dengan meninggalkan ku? dan Seoul kota tercinta mu?” tanya Taemin dengan air mata menggenang, Key menarik nafas dan duduk disampingnya, mengacak rambutnya,
“Sudahlah … tidak perlu merengek, aku sudah bilang aku akan kabari mu setiap saat, kan masih ada webcam untuk tatap muka… lagi pula…”, Key melirik ke arah Minho yang diam saja dan mengacuhkan pembicaraan mereka.
“Kau masih punya Mr. Frogy pervert dibelakang mu itu yang akan menjaga mu ekstra posesif …ya kan,Minho ah~~?”, ledek Key, Minho melirik Key kesal dan mengeratkan rangkulannya di pinggang Taemin, wajah Taemin memerah dan memegang lengan Minho yang melingkar dipinggangnya, Key tersenyum miris, manisnya pasangan ini… sedangkan dia? sudahlah..

“Kenapa?”,

“Hah?”, tanya Key pada Taemin.

“Iya kau kenapa? masih ada sesuatu yang mengganggu mu Hyung? kau menarik nafasmu…”, tanya Taemin, Key tersenyum.
“Ani …” jawab Key singkat, dia tidak mungkin cerita pada Taemin bahwa dia sudah mengatakan pada Jonghyun tentang hal itu, dan Jonghyun pasti jijik padanya, jika mengingat hal itu lagi ia sedih, sedih karena Jonghyun tidak pernah tahu bahwa Key mencintainya, sejak dulu … ya…

FLASHBACK~

Key berjalan menyusuri trotoar dengan payung ditangannya, ia menolak untuk diantar kesekolah, ani… untuk tes di sekolah SMA yang akan dia tuju, bukan karena dia tidak suka sekolah, dia hanya tidak suka karena bagaimanapun juga , mau dia bersekolah di tempat yang ia suka dan disekolah favorite di wilayah ia tinggal, ia tidak akan bener-benar bisa menikmati sekolah dan masa muda, kenapa? karena tidak lama lagi dia juga akan dipindahkan, terus seperti itu, itulah alasan kenapa dia benci lingkungan baru, ia lelah beradaptasi… keluarga bodoh, apa pentingnya terus membiarkan seorang anak tinggal disana sini hanya untuk mengikuti mereka dan ujung-ujungnya mereka bekerja dan ditinggal sendiri, pfh, funny …

BRUK!!!
Ah, maaf—” kata Key membenarkan posisi kacamatanya yang melorot.
“YAH! PUNYA MATA TIDAK?!!” teriak salah seoarang siswa dengan tubuh tegap dengan kedua temannya dibelakangnya, Key menelan ludah, oh tidak… jangan sekarang, dia harus segera menuju tempat ujian, tinggal 1 jam lagi.

“Mianhe…mianhe… aku tidak sengaja…”
BUK!
“Ah !”, Key berteriak ketika tubuhnya didorong dengan sangat keras dan tasnya jatuh, termasuk buku didalamnya, karena saat itu ia hanya bawa tas simple dengan selempang dipundak.

“Y-yah! aku sudah minta maaf, aku tidak perlu kasar, aku mau ujian sekarang, minggir jangan ganggu aku!”, teriak Key kesal, dia tidak sadar itu membuatnya dalam masalah.

“Apa kau bilang?!! berani mati yah? dasar kau—“
“AAAH~~!!”, Key menutup matanya takut ketika orang itu sudah merenggut kerahnya dan bersiap memukulnya,namun pukulan itu tidak terasa dan perlahan genggaman di kerahnya mengendur, Key membuka matanya perlahan.

“Lepaskan Kangin, sudah lah…”, Key melihat seorang pria berseragam , dia tidak tinggi, bahkan jauh lebih pendek dengan orang yang sedang ia tahan untuk memukulnya.
“Ck , kau mengganggu saja…”
“Sudahlah, kalau sampai ada yang lihat, mereka akan mengadukannya lagi kesekolah, dan kau tahu pasti kan apa akibatnya?”, katanya, Kangin berdecak dan melirik Key kesal.
“Awas kau bocah!” , ancam nya, dan kemudian dia pergi dengan temannya, namun yang satunya, orang yang sama, masih berdiri didepan Key, dia menunduk dan mengambil tas Key dan membersihkannya dari air.

“Ini … agak basah, aku tidak yakin bisa digunakan, aku harap nomer ujian mu tidak ikut basah .”, katanya menyerahkan tas itu dan tersenyum hangat, untuk pertama kalinya, Key berpikir, senyum itu, senyum yang sangat manis yang perah ia lihat.

“N-neh…gomawo..”, kata Key mengambil tasnya, pria itu tersenyum.
“Nah, semoga berhasil …hwaiting!”, kata nya menepuk pundak Key sambil terkekeh, benar. ia tidak setinggi Key,tapi dia good looking.

“H-hei!!”, panggil Key ketika pria itu berjalan jauh, dia menoleh dan tersenyum.
“Gomawo…siapa namamu?” tanya Key kencang dari seberang jalan.

Pria itu tersenyum, “Jonghyun! Kim jonghyun!!”, teriaknya, Jonghyun … Key tersenyum.

“Kibum! aku Kim kibum!!”, ketika ia berteriak ia pastikan pria itu tidak mendengar, karena saat itu juga mobil berjalan , dan lampu berganti jadi hijau, ia hanya bisa lihat pria itu berjalan dengan temannya, dan tertawa, Jonghyun … ketika ia sadar, ia tersenyum lebar, ia harus lulus ujian, karena seragam itu, adalah seragam murid sekolah yang harus ia tuju saat itu juga.

Disisi lain, Jonghyun menggenggam gantungan kucing ditangannya, dia melihatnya, dan tersenyum…sorry, dia harus mengambilnya, ia pikir ini lucu sekali, anak berkacamata itu imut sekali…pikirnya.

ENDFLASHBACK~

Key mengusap matanya, ia berusaha untuk tidak menangis, lucu sekali, ia tidak suka merasakan galau seperti itu.

“Kau sudah mengatakannya pada Onew?”, tanya Minho.
“Belum… mungkin nanti…”

“Kalau begitu Jonghyun pasti juga tidak tahu akan hal ini yah?”, tanya Minho lagi, Key meliriknya kesal.
“Apa hubungannya sama Jonghyun, kau tidak usah mengungkit namanya, karena dia tidak ada hubungannya dengan ku, bahkan kami dekat juga tidak…”
“Tapi kalian punya sesuatu…”
“TIDAK! KAU JANGAN—” Key terdiam ketika ia menyadari telah berlebihan, ia melihat Taemin yang terkejut dan menatapnya khawatir,dan Minho yang diam saja. “Aku mau pulang!”, kata Key berdiri.

“H-hyung!tunggu!!”, cegah Taemin menarik tangannya,
“Apa?”
“M-maaf … bukan itu maksud Minho , hyung… Minho hanya mau kau jujur dengan perasaanmu saja…kalau kau memang suka pada Jonghyun hyung,lebih baik kau katakan…”, Key terdiam.
“Jangan bicarakan hal itu, karena aku tidak tahu!”, kata Key kesal dan keluar dari apartemen Taemin.

“Seharusnya kau tidak mengangkat masalah ini tadi Hyung…”, kata Taemin ketika ia kembali ke sofa melihat Minho, Minho menarik nafas, dan menatap Taemin.
“Jadi kau marah padaku karena aku berkata seperti itu? aku hanya ingin katakan yang sebenarnya Minnie…”
“Ani… aku tidak marah, tapi itu bukan porsi kita untuk bicara Hyung…”, kata Taemin cemas, Minho menarik nafas dan menarik tangan Taemin dan memeluknya.
“Oke mianhe neh?mianhe… sudah jangan dipikirkan… aku minta maaf, tapi aku yakin, dengan aku bicara seperti itu, Key pasti setidaknya mendengarkannya…”, kata Minho.
“Neh hyung… aku hanya tidak mau Key hyung pergi saja… dia teman terbaikku..”
“Tenang saja…kan masih ada aku… i love you…”
“Neh I love you too Minho…”

.

.

Jonghyun berjalan menuju lorong, dia sengaja jalan di area lorong junior dan berharap bertemu Key, namun percuma, ia tidak menemukannya, ia sesekali melihat ke setiap kelas, dan ia tidak bisa menemukannya.

“Mau apa kau di area junior?”, tanya sebuah suara mengagetkannya. Dia menoleh.

“K-key?”, Key berdecak dan masuk kekelas yang kosong itu, semua siswa sedang jam pelajaran, dan kelas Key sedang olahraga.

“Kemana seluruh siswa?”

“Di hall gym , mau apa kau disini?”, tanya Key dingin dan duduk di kursi nya membuka iPad yang ia bawa setiap harinya,

Jonghyun tidak menjawab hanya berjalan dan duduk didepan Key, Key tidak perduli padanya, walau sebenarnya hatinya berdebar kencang, terlebih pria itu melihat wajahnya terus menerus,
“Jangan tatap aku seperti itu Dino pervert!”, cecar Key, Jonghyun berdecak, Key hanya meliriknya kesal dan serius mengecek blongnya.

“Hei .. apa saat itu kita benar-benar melakukannya?”, tanya Jonghyun, membuat Key terbatuk karena tersedak air liurnya.
“A-apa?!”, teriak Key menatap Jonghyun kesal, Jonghyun berdecak.
“Kau dengar apa yang kukatakan Key… “, Key diam saja, dia meremas tanganya dan tidak berani menatap Jonghyun.
kemudian tidak ada yang bersuara diantara mereka.

“Mianhe Key…jeongmal Mianhe…”, kata Jonghyun lembut , Key diam saja, Jonghyun menatapnya cemas.
“Kumohon Key…maafkan aku… aku tidak pernah menyadarinya, asal kau tahu Key, tanpa aku sadari wajah mu membuat ku tergannggu , itu alasannya kenapa aku selalu kesal melihat mu, seperti ada yang kulupakan…” kata Jonghyun meremas rambutnya , Kye mendongak menatapnya,
“Kau bahkan juga tidak ingat kalau kita pernah bertemu sebelumnya..”, kata Key akhirnya, Jonghyun mendongak.
“Bertemu?”, Key berdecak dan lagi, terus menelan kekecewaan, benar sudah, dia selama ini hanya bertepuk sebelah tangan, menyedihkan..

grek~~
“Kau mau kemana?”, tanya Jonghyun menarik lengan Key.
“Aku mau pulang… “, kata Key malas.
“Dengarkan aku dulu … kita pernah bertemu? dimana? maksuh ku sebelumnya? kapan?”, tanya Jonghyun. Key menepis tangan Jonghyun.
“Sudahlah Jonghyun… tidak ada pentingnya juga aku memberitahukan? toh kau juga tidak tahu? apa lagi ingat?” sindir Key.

Jonghyun habis kesabaran, entah setan apa yang merasukinya.
“Hei apa ya—hmmmpfh?!!!”, Key terkejut ketika Jonghyun menarik tangannya kasar, dan kemudian merengkuhnya mencium bibirnya yang ranum.
“Hmmpfh…hmpfh!”, Key terus berontak, namun tenaga Jonghyun lebih besar, ia mendorong Key ketembok dan menahan kedua tangannya di tembok. Ia mencium paksa Key dan menjilat bibir Key, namun Key tidak mau, dia menutup  mata dan bibirnya rapat sambil terus berontak, Jonghyun tidak ada cara lain, ia mengelus selakangan Key dengan dengkulnya,
“Aah–hmpfh!”, Jonghyun berhasil memasukkan lidahnya, menyapu rongga mulut Key, menjilat setiap gigi dan juga menghisap lidahnya, Key tidak membalas, tangannya melemas, ia takut…
Jonghyun merasakan asin yang jatuh dibibirnya, dan basah dipipinya, ia membuka matanya dan melihat Key menangis tersedu, ia melepaskan ciumannya dan genggamannya, langsung Key terkulai dilantai memeluk dengkulnya sendiri menangis dan gemetar. Jonghyun merasa bersalah…shit shit shit! dia mengutuk dirinya sendiri, apa yang ia lakukan?

“K-key…” panggilnya, Key tambah mengeratkan rangkulan di dengkulnya dan menjauh dari Jonghyun, Jonghyun berjongkok,ia ingin menyentuh kepala Key, namun ia takut itu akan membuatnya terluka ..

“P-pabo…hiks…”, jawab Key lirih.
“Key…mianhe…”,
“P-pabo…” hanya itu yang Key ucapakan berkali-kali, Jonghyun merasa sesak, ia tidak tahu harus berkata apa , ia sadar
bahwa ia banyak salah padanya.

“K-key … aku minta maaf…”, kata Jonghyun, “Aku perduli padamu … aku …hanya merasa…sepertinya aku menyukaimu Key…”, kata Jonghyun lirih, Key diam saja mendengarkannya,
“Mungkin ini bodoh, dan kau tidak percaya, tapi sungguh … aku sudah menanyakan hal ini padamu, kenapa aku selalu bergerak untuk mencapai mu, attraktif jika melihat mu, bukan karena masa lalu yang kita perbuat, tapi… aku melihat sisi lain yang membuat ku tertarik padamu…”, kata Jonghyun,
“Dan …aku tidak akan memaksa untuk kau memaafkan ku… aku hanya ingin mengatakan hal ini, setelah ini … aku janji aku tidak—“Jonghyun terhenti, ketika matanya menuju tas Key, dia mengerutkan alisnya, seperti…

Key diam saja, ia heran kenapa tidak ada suara dari Jonghyun, ia mengintip Jonghyun yang terpaku memegang tasnya.
“K-key…ini punya mu?”, tanya Jonghyun pada Key sambil melihatkan gantungan kunci ditas Key,
“K-kenapa? balikan!”, kata Key merebutnya, Jonghyun menganga.
“Kau yang punya ini?”, Jonghyun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan gantungan yang sama. Key terbelalak.
“Itu…”
“apa?ini punyamu?”,
“Dari mana kau dapatkan? ini hanya ada di Kongo, kenapa kau punya?”, dan itu seperti punya ku…”, kata Key kesal, Jonghyun terdiam, kemudian dia tertawa…Key terdiam, dia memandang Jonghyun yang tertawa kencang sambil memegang perutnya,
“YAH!”, teriak Key, Jonghyun menatapnya diam..

“A-apa yang mau kau lakukan?”, tanya Key kaget ketika Jonghyun menatapnya lekat. Jonghyun tersenyum dan menatap Key lembut,
“Punya kacamata?”, tanya nya, Key bingung,
“Di tas? kenapa?” tanyanya Jonghyun langsung mencarinya dan memakaikannya diwajah Key kemudian ia menyibak rambut Key belah pinggir,dari rambutnya yang sedikit mohawk dan diponi sedikit. Jonghyun menepuk tangannya.

“Y-yah! apa yang kau lakukan pabo!!!”, teriak Key membereskan rambutnya.
“JANGAN!”, cegah Jonghyun.
“YAH, Wa—” Jonghyun sudah mencium bibir Key lagi dengan paksa, Key berontak dan mencubit perutnya.

“A-aahh…”, lenguh Jonghyun. “YAH!”
“YAH! AKU YANG HARUSNYA MARAH, DASAR IDIOT BASTARD!”, teriak Key dan berdiri

“I LOVE YOU!”, teriak Jonghyun, Key terhenti di ambang pintu, dia berbalik dan  mengerutkan alisnya, Jonghyun berdiri dihadapan Key.
“What?”, tanya Key,
“I love you … aku ingat sekarang siapa kau… aku ingat pertama kali kita bertemu, saat hari ujian dan saat itu hujan, saat kita ketemu dipesta musim panas penerimaan siswa baru, aku bertemu dengan mu dengan wajah dan penampilan berbeda, aku tidak pernah menyadarinya bahkan sadar kau orang yang sama Key…orang yang sama selama 1 tahun ini aku harapkan bisa bertemu lagi, dan orang yang aku harapkan bahwa dia akan ikut ujian disekolah ku dan menemuinya lagi… dan aku bisa berkata im fallin in love wtih him for the forst time Key…”, kata Jonghyun tersenyum tulus, Key ternganga, Jonghyun mengambil kesempatan itu untuk membelai wajahnya.

“Dan aku tahu.. kau juga mencintaiku kan? katakan iya… dan aku minta maaf untuk membuat mu lama menunggu dan menyakitimu Key…katakan iya…”, kata Jonghyun mendekatkan wajahnya, menatap dalam mata Key dan merasakan deru nafasnya, hidung mereka bersentuhan , hanya beberapa inci lagi bibir mereka terpaut, Jonghyun merengkuh pinggang Key.
“Katakan iya…”, perintah Jonghyun, “Aku tidak bisa menunggu sebelum semuanya datang…”, katanya lagi ,Key meraih leher Jonghyun dan tersenyum.
“Ya…ya Jonghyun… i love you too…”
Jonghyun tersenyum, “Good baby…”, kemudian bibir mereka saling menyatu. Lembut dan saling mengulum, Jonghyun perlahan mendorong Key pintu yang tertutup, ia merangkuh tubuh Key dan menjilat bibir bawahnya, Key melingkarkan tangannya dileher Jonghyun …

KRINGGKRINGGG ….

Mereka melepas ciuman mereka terkejut karena bel pelajaran berganti, itu tandanya semua murid akan kembali kekelas,
“Ups, sayang sekali baby…”, ledek Jonghyun mencium pipi Key, Key memukul lengannya.
“Ya pervert!”, teriak Key, Jonghyun berlari keluar kelas.
“Sampai nanti Key, kita pulang bareng, aku ada kelas pratikum, bye bye…saranghae…”, teriaknya, Key berdecak dan melambai.

“Akhirnya…”, Key terkejut,
“M-minho? sejak kapan kau?”
“Sejak kapan yah Key? sejak ‘I LOVE YOU’ “, kata Minho meledek, wajah Key memerah.
“Dammit.”,makinya, Minho tersenyum.
“Baguskan Key akhirnya… tinggal kau katakan tentang kepergianmu…”, kata Minho, dan itu cukup membuat Key resah.
“Ya kau benar… aku duluan.”, kata Key pergi, Minho tersenyum.

“Loh Key hyung?”,
“Hai Minnie… sampai nanti…”, kata Key mengusak rambut Taemin.

“Kenapa lagi?”
“Anio, tapi yang jelas, mereka sudah jadian…”,
“Siapa? Jonghyun dan Key hyung?” Minho mengangguk,
“Jinjja? yeaaah!!!”, Taemin loncat-loncat, Minho hanya bisa tertawa menahan gejolak Taemin.

.

.

“Santai saja baby…”, Jonghyun menggelayut di pundak Key dan melingkarkan tangannya di pinggang Key yang asik sedang buat agar-agar di rumah Jonghyun. Malam itu ia memutuskan untuk mengatakan rencana kepergiannya, namun Jonghyun dengan manja meminta Key membuatkan agar-agar untuknya.

“Ish, lepaskan… aku mau buat agar-agar dulu…”, kata Key, namun percuma, Jonghyun layaknya anak anjing mengintil Key kemana-mana dan terus mengganggunya.
“Jonghyun!!”, teriak Key menoleh, namun jarak mereka dekat sekali, Key menoleh malu, Jonghyun berdecak, ia meraih dagu Key untuk melihat wajahnya.

“Key…”,
“Hmm?”
“May i…?” bisik Jonghyun, Key terdiam dan membalikkan badannya, dia sudah persipakan dirinya, mereka pernah melakukannya, kenapa sekarang semua terasa berbeda, jantungnya berdebar.
“Neh Jongie~” katanya, dengan itu Jonghyun mencium bibir Key, menghisapnya dengan lembut, mereka saling melumat, dan fierce kiss mereka lakukan.

“Tidak disini…”, bisik Key, Jonghyun tersenyum dan menurunkan tanganya meremas pantat kenyal Key, Key mengerti, ia menaikan kakinya ke pinggang Jonghyun, Jonghyun cukup kuat membopong Key di pelukannya dan membawanya kekamarnya.

WARNED RATE SCENE

Perlahan Jonghyun meletakan Key diatas kasurnya, dan meruam tangannya kebalik T-shirt Key dan menemukan nipplenya, ciumannya turun ke leher jenjang dan putih Key, Key memejamkan matanya , ia meremas kepala Jonghyun dan memiringkan kepalanya, Jonghyun memainkan kedua nipple Key,
“Ngghh…”, desah key, Jonghyun tidak mengerti kenapa hanya desahannya membuatnya bernafsu.

Perlahan ia buka baju Key dan menurunkan celana panjangnya menyisakan boxernya
“T-tunggu… tidak adil kalau aku saja yang buka baju…”, kata Key, Jonghyun tersenyum, ia dengan cepat membuka bajunya dan sama seperti Key menyisakan boxernya saja.Key mengangkat tangannya merasakan kekar tubuh Jonghyun, ia tidak tahu Jonghyun punya tubuh yang bagus.

“Like what you see?”, tanya Jonghyun menggoda, Key tersenyum malu, dan bangkit sedikit,
“I like it …”,
“Aahhh…”, desah Jonghyun ketika nipplenya dihisap oleh Key, Key tersenyum, dengan cepat ia berbalik posisi, dia diatas Jonghyun.
“Aku sudah lama ingin melakukan ini, aku harap kau bisa mengingat ku ketika saat itu…”, kata Key lirih.
“Key aku…
“Sssh…biarkan aku…”, kata Key menyentuh pipi Jonghyun, Jonghyun tersenyum dan mengangguk ketika Key menciumnya lagi, lidah mereka menyatu dan bertukar air liur, tangan Key turun merasakan lengan kekar Jonghyun, kenipplenya, keperutnya yang berotot, dan sampai di ujung boxernya, perlahan ia masukan tangannya kedalamnya, dan mengelus bulge yang sudah mengeras.
“Aaah…hah…ngh Key…terus baby…”, desah Jonghyun ketika Key mencium lehernya dan tangannya terus bergerak mengelusnya, tangannya menurunkan boxernya dan perlahan ia menurunkan tubuhnya dan sampai diselangkangan Jonghyun menggenggam membernya yang tegang ditangannya.

Ia menjilat bibirnya dan kemudian menyentuh pucuknya, “Aahh…ohh Key…”, desah Jonghyun, Key tersenyum dan mulai menjilatnya dari pangkal bawah ke atas, dengan mengeluarkan suara desahn nikmat membuat Jonghyun tambah menegang, Key berhenti di pucuknya dan menjilatnya, kemudian mengulumnya, tangannya sambil terus mengocoknya dan yang lain bermain di twinballnya.
“O-oohhh…goood…nnh…Key…faster…”, desah Jonghyun, Key tersenyum sambil melihat ekspresi Jonghyun yang terlihat menikmati perlakuannya, ia senang …Jonghyun mengacak rambut Key tak karuan. Key menaik turunkan kepalanya dan bergumam membuat Jonghyun ingin sampai klimaksnya sebelum Key berehenti dan diikuti erangan kesal.

“Not now baby… i want you inside me…”, kata Key tersenyum, Jonghyun berdecak dan menarik Key menciumnya ia merasakan asin dari percumnya sendiri. Ia balikkan posisi Key, menarik turun boxernya , kemudian ia miringkan sedikit posisi Key dan ia buka sedikit kakinya sehingga terpampanglah holenya.

“Apa yang mau kau–nnghh…” Key mendesah mengigit bibirnya ketika ia rasakan lidah Jonghyun berada di holenya, tangan nya menggenggam member Key dan mengocokya,
“Auuh…hhh…ohh..Jonggi…mmmh…”, desahnya ketika Jonghyun menjilat holenya, terasa hangat dan basah didalamnya, rasanya aneh dan baunya juga namun ia menikmatinya, demi Key… Key memajukan pinggulnya meminta lebih dari kocokan dimembernya,
“J-jonggi…im cummmingghh…ehmmm…hah…ah..”, desahnya dan klimaks ditangan Jonghyun, Jonghyun meletakan jarinya di mulut Key untuk menjilatnya, Key menjilatnya dengan menatap mata Jonghyun, Jonghyun tersenyum mencium keningnya.

“Yeppo…saranghae…”, kata Jonghyun.
“Nado saranghae..”, kata Key melepas tangannya dan membimbing tangan Jonghyun kebawah sambil membuka kakinya lebar-lebar.
“Preparing me baby…”
“Sure..”, bisik Jonghyun, menciumnya dan memasukan satu jari ke dalam hole Key, Key melenguh disela ciuman mereka, memejamkan matanya kuat , Jonghyun tahu itu sakit, dan Key tahu ia harus tahan, karena semua akan hilang dan terganti kenikmatan.
“O-ohhh…my god…faster…move faster…”, desah Key, Jonghyun menggerakan tangannya di hole Key dengan cepat, Key meraung gila dan menarik Jonghyun untuk diciumnya.
“OOH!”, desahnya, Jonghyun tahu ia mengnai prostatnya,
“JONGHYUN…A-AAH…”, kedua kalianya Key mencapai klimaksnya, Jonghyun belum sampai juga dan Key merasa tidak enak.
“Jonggie..kau belum…”
“Turn around.. i wanna fuck you now..”, perintah Key untuk menungging membelakanginya.Key mengangguk dan bersiap, Jonghyun membuka laci tidurnya dan mengeluarkan lotion disana, mengoleskannya ke hole Key dan juga membernya sendiri.

“Ready baby? tahan sedikit… aku akan pelan-pelan..”
“No, just… do what you want..”
“Oh oke…”, Jonghyun meraih pinggul Key dan memposisikan membernya, ia menarik nafas dan perlahan memasukan ujungnya.

“NNNHH…”, desah Key mengigit bibirnya , meremas sprei kasurnya dengan kencang, sakitnya luar biasa , air matanya mengalir.
“Nggh…fuck…tight baby…”
“Nggghh…ooh…so biggh…”, desah Key, Jonghyun mengelus pinggul Key untuk relax dan akhirnya semua membernya masuk kedalam hole hangat Key, Jonghyun mencium tengkuk Key , ia tidak akan bergerak sebelum Key memerintah.

“Move..”, perintah Key sambil menggerakan pinggulnya, Jonghyun menarik nafas dan menggerakannya maju mundur, terdengar suara desahan dan juga kulit mereka , Jonghyun merebahkan badannya di punggung Key, keningnya ia tempelkan dipundaknya,mulutnya terbuka , dan nafasnya tersengal.

“Ooh…Jjongii faster…”, desah Key, Jonghyun menambah frekuensinya , ia memelankan gerakannya memposisikan yang tepat.
“JJONG I SAID FAS—AHH THERE!”, teriak Key , Jonghyun menemukan prostatnya dan menghujamnya dititik yang sama,

“J-jonghyun…im gonnna…”

“J-jakkaman…sama-sama dengan ku…” Jonghyun meraih member Key dan mengocoknya dengan cepat sesuai hujamannya,
“J-jongg… i cant handle it…aaahh…ngghh..”
“aaahhhh~~~!!”, Mereka berdua melenguh bersama, dan Key klimaks ketiga kalinya, Jonghyun tumpah di dalam hole key, Jonghyun merebahkan tubuhnya disamping Key menarik nafasnya, Key tengkurap dan mengatur nafasnya,
“You oke baby?”, tanya Jonghyun, hanya gumaman yang terdengar,

Ketika Jonghyun ingin memejamkan mata ia merasakan hangat dimembernya , ia membuka matanya , Key mengulum membernya dengan cepat.
“Good Key…ngghh…”
“i wanna you cum to me..”, desah Key dan melumat membernya habis, memainkan lidahnya dan menggertakannyan dengan giginya,
“Ooh…sssh…faster…”, desah Jonghyun sekarang terduduk dan meremas rambut Key , kepalanya terdongak kebelakang merasakan nikmat.
“Key im cumming…ooh…”, Key menelannya habis, walau ada yang jatuh dilehernya, dan ia bangkit memeluk Jonghyun, Jonghyun tersenyum dan mencium bibirnya, menarik selimut dan memeluk tubuh Key.

“Gomawoo, saranghae Kibummie…” kecup kening Key.
“Nado saranghae Jonngiee..”, dan mereka terlelap tidur.

.

.

Key terbangun dari tidurnya , ia melihat Jonghyun masih terlelap, ia perlahan bangkit dan menuju kamar mandi, membersihkan badannya dan tidak lama kembali ke kasur duduk disampingnya, melihat wajah Jonghyun dengan seksama, bagaimana ia mengatakannya, ia sentuh wajah Jonghyun.

“Baby…wake up…”, bisik Key, Jonghyun membuka matanya dan meraih dagu Key mencium bibirnya,
“Morning baby…”.kata Jonghyun,
“Morning… ayo mandi, aku akan buatkan sarapan , aku lapar dari semalam…”, kata Key, Jonghyun tersenyum dan berjalan ke kamar mandi, Key menarik nafas , ia buatkan sarapan lebih baik.

Sebelum keluar ia lihat di sisi meja belajar Jonghyun, kemana keluarga Jonghyun? dia harus tanyakan itu juga…

.

.

“Baby?”,

“Neh?” tanya Jonghyun mendongak dari makanannya

“Hmm.. boleh aku tanya?”,

“Boleh…tanya apa?”, jawab Jonghyun tersenyum.

“Ng…kemana orang tuamu, dan kakakmu?”, Jonghyun terdiam dan tersenyum.

“Umma dan appa ada di Namsan… mereka mengurus bisnis keluarga disana,dan noona… dia meninggal setahun yang lalu karena kanker hati.”, katanya,

“Oh maaf baby…”

“Tidak apa-apa… aku sudah merelakannya kok..”

“Kau sayang sekali dengannya ya? mm.. aku pernah mendengar kau sering mempermainkan perempuan apa karena mencari sosok noona?”,

Jonghyun tersenyum, “Neh… tapi tidak ada yang bisa mengalahkan noona ku…”, katanya , Key tersenyum miris,
“Tapi…”, Key melihat ke arah Jonghyun, “Ketika aku melihat mu kau mirip dengannya, kau yang pemarah, dan ugal-ugalan mirip dengannya, terkadang aku berpikir, apa kau renkarnasi noona ku? aku tidak tahu, ahahaha… funny neh?”, tanya Jonghyun.
“Ani… kau imut!”, kata Key, Jonghyun tersenyum.

“Ng…baby..”

“Ya apa lagi baby?mau tanya apa lagi, akan ku jawab?” , Key menarik nafas dan berjalan ke arah Jonghyun , Jonghyun bingung dan menariknya ke pangkuannya.

“Hei…ada apa?”, tanya Jonghyun meraih dagunya. Key menatap lurus Jonghyun menahan air matanya. Kemudian ia menceritakan perihal kepindahannya.
Jonghyun tercekat, kenapa harus begini? mereka baru saja bersama, Key menangis, dia memeluk Jonghyun tidak mau pergi.

“Ssshh…sudah lah, kau bisa kirim email padaku kan? masih ada webcam juga baby… aku akan mengunjungi mu setiap liburan panjang, aku akan minta uang dari appa dan kerja sambilan untuk ke Jepang melihat mu…tenang yah…”, Jonghyun berusaha menutupi kekecewaannya, dia tidak bisa juga melarang Key.

“Tapi—”
“Ssshh…sudahlah…”, kata Jonghyun mengahapus air mata Key.

“Kapan kau berangkat?”, tanya Jonghyun,
“Lusa…dengan pesawat pukul 9 pagi…”
“Aku akan antar…”, kata Jonghyun, Key hanya mengangguk namun tetap menangis.

.

.

> 2 tahun kemudian <

DRRT DRRT

Jonghyun mengerang, ia menggapai ponselnya.

“Yoboseyo?”, tanya nya malas,

“Hyung, palli, bangunnn~~ mau ikut aku ,Minho , dan Onew hyung ke taman bermain tidak?”, tanya Taemin riang, Jonghyun mengerang dan melihat jam dinding.
“Taeminnn~~!! ini masih jam 7, berisik sekali, kalian pergi bertiga saja , aku tidak minat…”, teriak Jonghyun.
“Hyunggg~~!!! pleaseee pleaseee~~ kalau tidak aku akan menangis seharian didepan rumah mu, ayolah,udaranya sedang bagus hyung…~~”, bujuk Taemin lagi,
“Tidak mau akh~~ kalian saja…aku mau tidur lagi~~”
“Hyungg~~~”
“Tidak mau!”
“Ayolah.”

DEG! Jonghyun terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak, nafasnya seakan berhenti, suara itu, seperti…
“yoboseyo?!! Taemin! Taemin!”,
“Neh apa?!!”,
“T-tadi…apa ada Key? aku mendengar suaranya?”, disana terdengar tawa suara Taemin kencang
“Pabo hyung ah~ … makanya melek dulu hyung… Key hyung kan di Jepang ,kemarin kita habis webcaman dengannya kan? bagaimana dia bisa disini?’, ledek Taemin , Jonghyun berdecak, ia meremas kepalanya, ia hanya terlalu merindukan Key. Selama 2 tahun janji bertemu belum ditepati, karena biaya dan juga sibuk ujian, terlebih ia sudah masuk kuliah, dan Key ujian kelulusan SMA, waktu mereka komunikasi tetap lancar, namun semua tidak menutupi rindunya sedikit pun, dan ia tidak tahu harus bagaimana lagi membendungnya.

“HYUNG!!!”
“a-AH neh?”
“Aish, mau ikut tidak~!!!”
“IYA IYA BAWEL!”
“Good! ketemu di taman dekat stasiun jam 9 oke? bye!” PIK.

Jonghyun mengerang, dasar tukang memaksa…kalau bukan pacar Minhom mungkin dari dulu sudah ia ikat dan buang ke laut.

Jonghyun bangkit dan mandi, kemudian ia berjalan ke dapur memasak mie ramen , setelah jam menunjukan pukul 8 ia keluar dari rumah, namun ia balik lagi karena ada sesuatu yang ia lupa. Ponselnya, ia lihat gantungan yang sama, gantungan 4 tahun lalu ia temukan, dan sama dengan Key.

“I miss you Key..”, bisiknya dan berjalan menyusuri trotoar, benar…udara yang bagus.

Bis berhenti didepannya, dengan cepat ia naik, ia duduk di paling belakang dan memasang iPod ditelinganya, ia tidak suka dengar suara mesin bis berbunyi.
Ketika bis berhenti di pemberhentian, ia menatap lurus kedepan, dan jantungnya berhenti berdetak, dari kejauhan , ia sempat melihat sosok yang baru saja duduk di barisan depan. Ia tidak yakin apa yang ia lihat. Ia ingin menghampirinya namun logikanya mencegahnya, ia menggeleng, dan tersenyum, ia menunduk dan memainkan ponselnya,membuka contact  dan mengetik pesan kepemilik yang ia tuju.

Kau tahu, hari ini aku merasakan hal aneh, aku merasa kau ada didekatku Key, mulai dari suara mu, dan sekarang aku melihat orang yang mirip dengan mu, aku tidak menghampirinya, aku takut kecewa itu bukan kau dan hanya imaginasiku, kau tahu…
I miss you Key, really Miss you…please come back… ❤

Dan tanda di ponselnya sekitar 20 menit menandakan deliverd!
Ia dengan sabar menunggu balasan dari Key, ia edarkan pandangannya ke luar jendela, kemudian sebuah tangan melepas headsetnya, ia terkejut, dan menoleh, seorang pria tinggi berdiri didepannya , ia lepas kacamatanya dan topinya.

“Key…?”
“Hai, i miss you too Jjong..”

END!

Hehehehehe~~ waw, panjang yah?
good, RCL!!!

bye bye 🙂

and check this gif!

baby ” i love you” chuuu~~~

WE’RE TOGETHER NOW~~

AND THEN … JONGHYUN GRAB KEY’S HIPS <333

Advertisements

60 thoughts on “[Jongkey] One thing change everything part 4 end

  1. Ya ampuuuuuuuunnn~

    endingnyaaaa.. >.< *gigit panci*
    gantuuuung. Belum jalan2 jugaaa..
    Haduh.haduuuuh..

    Onew sendirian dong ya~

  2. endingnyaa kuraaang ne… *dtimpuk author*

    ceritta na baguuuss wlopun aq msihh lebihh ska kalo ituu Onkey… hehehehehe
    hidupp onkey shipper ^O^b

  3. Eeecccieeeeeeee akhirnya jjong n key..tumben jjong setia #plaaaaak #ditabokjjong kekekeke taimin n key selalu jd kakak adek yg saling sayang ya???hahahahahaaa suka suka suka

  4. Huuuuuaaaaa suka , aku jg suka yuhhh foto2 jongkey yg d bawah huuaaaa keren.. NC’a jg HOT. Aaduhhh onyuunyu sndiri, ama akyu aja dehh ㅋㅋㅋ ㅋㅋㅋ
    Keren \(´▽`)/

  5. kenapa gak kawinn?????? mending kawinin aja sekalian biar lebih lega (?) gitu.. wkwkwkwkwk
    bagusss thor.. buat lagi yg jongkey yakk..

  6. Uuuuuuhhhh co ciiiiitttt !
    Ujungnya itu sweet bangeeeetttt !!
    Ah key , tau aja gimana buat kejutan .
    GiLa kereeennn !!

  7. Fiuh..ensi nya bkin keringetan kyk abis marathon..
    Hosh hosh..
    Aq suka pas jongkey awal awal ktmu..
    Sweeeet…

    Perasaan ku aja apa gmn ya,2min d sini lucuuu bgt!
    Hahaha

  8. daebak !
    Akhirnya mereka bisa bersatu juga!
    Tapi tapi, masih penasaran gimana reka kejadian waktu mereka sama-sama mabuk. Padahal aku kira ada flashbacknya.
    Tapi tetep, i like it!

  9. yeeeee, happy ending 😀 -loncat loncat-
    onew oppa nya gak dapet siapa-siapa di sini? kasihan onew oppa #plakk xD
    daebak daebak! ^^b

  10. ade,,,, heboh dun dee aq bca pas bagian yang “ehm”
    aq triak2 aj ini mah d kmr, ekh pas lagi asik bca sore2 ad kunjungn my grandma k hum langsung nymprn cucu’y tercinta… jd bca’y d tunda2 n lngsng giring grandma k ruang mkn spya mkn smbl nntn city hunter, hahahahah.. *curcol
    daebak deee.. lannjutkan…..!!!!!

  11. Finally happy together forever huaaaaaahhhhhh..

    Bagus author,,always daebak..

    Gooooooddddddddd…

  12. Wahhhhh,,,,,manis banget…suka bagian jonghyun teriak I LOVE YOU ke key….
    Aku juga suka bagian jonghyun kirim sms ke key di bus,,,keren,,,bayangin jonghyun duduk di bis sambil make headset. . ..
    Akkkkhhhhhhhhh,,,,nggak kuat…..

  13. Wow ajib end-nya sanget memuaskan ,daebak ..
    Cieee yang udah jadian ,ehem” ,
    Minong jadi stalker tuh ,asekkk :v
    Ternyata Jjong udah suka Key dari awal ne ,berarti cinta Key ga bertepuk sebelah tangan dong yah .ciieee ehem”
    Bahagialah kalian sayang .

    Yg di bus kejutan Key untuk Jjong ,simple tapi aku suka (y)

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s