[onjongkey] That will be chosen is … part 5 end


Foreword:

Hai, semua pada bertanya” kenapa pairing ini Onjongkey tapi Jongkeynya jarang dan malah ada 2min, jangan tanya saya, saya ini author yang plinplan dan bego luar binasa, tangan saya bergerak sendiri nulis Onkey dna 2min dalam satu cast berturut2 saya jadi frustasi sendiri,LOL
Oke, terus makasih yang udah pada komen, sekali lagi, saya berterima kasih pada SR yang udah bermunculan , saya bukannya gila hormat untuk dihormatin dgn komen FF saya, tapi aku seneng banget, mau nangis karena smpe ada yg sms segala tnya gmn caranya komen, smpe belain ke warnet dgn duit terbatas rela biar komennya masuk, huwaaa~~~ aku terharu, dan liat komen di setiap FF ini membeludak aku malah bingung, dan author lain aku rasa juga 🙂
GOMAWO^^

SO, HERE IT IS LAST PART ONJONGKEY!
SORRY MANY WRONG TYPO IN HERE , B’COZ IM SUCH A LAZY ASS AUTHOR FOR CHECK N RE-CHECK THE TYPO LOL

NO BASHING, NO SR, NO SENSOR, NO PLAGIARISM!

JUST LEAVE COMMENT!

by : Sanniiew^^

.

.
>diwaktu yang sama ketika Onew,Key, Minho, dan Taemin di rumah sakit<

“So … yang aku dengar dari Minho benar Hyung?”, tanya Jino pada Jonghyun yang duduk di sofa kamarnya,

“Ng..itu …”

“Well, aku tahu kau tidak akan pernah berhenti, aku sudah duga kau akan seperti itu padaku, termasuk dengan Kim kibum itu kan? come on Hyung ah~ im not blind oke?” kata Jino bersidekap tangan dan menatap Jonghyun dingin, sejak tadi Jino mulai berintrogasi ketika ia sudah dengan jelas melihat siapa Kim kibum, dan ketika ia lihat, dia menyimpulkan bahwa ternyata Jonghyun juga berusaha ingin merebut Kibum aka Key dari Onew, kakaknya sendiri.

“Jino ah~ im sorry … aku masih mencintai mu…”, Jonghyun berjalan mendekat dan duduk di depan Jino, Jino mendengus, ia sudah hapal sikap jonghyun, dan ia mengutuk dirinya sendiri karena ia masih saja percaya dengan namja playboy didepannya selama 2 tahun ini.

“Kau terus minta maaf, setelah itu kau terus melakukannya kepadaku… aku lelah …”, kata Jino dingin, dia menarik nafas, putus? entahlah.

“Jangan bilang kau mau putus?”

DEG! layaknya baca pikiran orang.

Jino mendongak, ia menatap Jonghyun sedih. “Kau sering berbuat seperti ini , dan entah kenapa aku terus saja percaya dengan mu, entah aku yang bodoh, atau kau yang pintar bersilat lidah ya hyung?”, tanya Jino kesal ia sudah tidak tahan, rasanya ia percuma kembali ke Seoul.

“J-jino…aku…”,

Jino menepis tangan Jonghyun, dan berdiri.
“Aku …butuh berpikir oke? aku kesini ingin memastikan apakah perasaanmu masih sama padaku, tapi setelah aku dengar dari teman ku, dan apa yang aku tela’ah semuanya membuatku…ragu, mianhe Hyung… aku mau istirahat, kita bicarakan besok saja.”, kata Jino keluar dari kamar Jonghyun, Jonghyun ingin mencegah , namun percuma, ia menendang kasurnya dan duduk disana meremas kepalanya kesal.

“Shit!!shit!! i love you , you know… tapi kau tidak tahu kenapa aku begini kan?”, gumam Jonghyun.

Flashback~

“Hyung, ada yang mau kubicarakan padamu!”, kata Jonghyun menyentuh bahu Onew dengan semangat.

“Loh, apa yang sedang kau lakukan?”

“Ini? ini sebuah hadiah, aku akan mengatakan cinta ku pada seseorang…”

“OMO! jinjja? aku juga, baru saja aku mau mengatakan padamu bahwa aku baru saja menyatakan cintaku dan aku diterima Hyung!!”, teriak Jonghyun senang, Onew tertawa melihat tingkah adiknya,

“Serius? sama siapa? Se kyung?”

“Kok se kyung sih? hello… im gay Hyung, you know that right? dengan Jino!”

Onew terpaku, Jino? what? JINO?!!
“J-jino?”

“Iya Jino… aku pernah cerita belum sih, Jino teman di club musik ku yang imut itu, aku sudah lama memperhatikannya, dan ternyata dia juga menyukai ku, well… im dating with him now,kekekek~” jelas Jonghyun senang.

Onew hanya terpaku, seketika itu juga ia tersenyum miris dan melupakan niatnya untuk menyatakan perasaannya kepada seorang namja yang sama yang selalu ia temui di toko musik, dan kandas begitu saja, Jonghyun selalu mendapatkan apa yang ia mau, dan ia lebih dari Onew, dia pintar bernyanyi, main musik, supel, dan down to earth, tidak susah untuknya mendapatkan perhatian orang sekitar, tidak dengan Onew. Walau ia punya kelebihan yang juga jauh berbeda dan sama hebatnya.

>skip<
^Saranghae Jino ah~ <3^

Hanya tulisan itu yang sangat jelas di memo bersamaan dengan kotak kecil yang tersembunyi dibawah kasur Onew dengan sebuah tape recorder terbaru .

“A-apa ini maksudnya?”, tanya Jonghyun ketika ia ingin mencari majalah terlarang di balik kasur Onew*omo*

“Jonghyun? apa yang—“

“Apa ini? apa maksudnya? sejak kapan? dan …kenapa bisa…?”, tanya Jonghyun, Onew tersenyum dan mengambil kadonya perlahan.

“Sudahlah, kau tidak usah khawatir, ini sudah lama sekali, sudah setahun yang lalu, aku tidak mencintainya layaknya orang yang kucintai, tapi sebagai adik, dan ketika ia ingin pergi belajar keluar negeri, aku berniat memberikan ini, tapi tidak sempat…”, kata Onew terkekeh dan keluar kamar.

Jonghyun terpaku, “Bohong… “, gumamnya, dan ketika itu ia tidak pernah mendengar Onew membicarakannya.

Endflashback

.

.

“T-tunggu Minho hyung… kau salah paham…”, Taemin berusaha berontak dan menutupi kissmark itu dari Minho, namun Minho layaknya singa yang lapar karena mangsa nya sudah direbut oleh yang lain, dia sudah kepalang emosi.

“Aku sudah bilang dari tadi … aku tidak mau menunggu, dan ini bukan main-main…”, katanya menarik tangan Taemin kesamping kupingnya dan mendekatkan wajahnya ke leher Taemin yang penuh dengan bekas kissmark.

“Nggghh…M-minho…”

“Ssshh…jangan berisik, kau bisa mengganggu ketenangan pasien…”, katanya dan menghisap leher Taemin dengan kuat, menjulurkan lidahnya, dengan membasahinya dengan air liurnya, tubuh Taemin melemas, kakinya sudah tidak tahan untuk terkulai.

“Ngghh…shh..M-inhoo… hentikann…”, desah Taemin, Minho menarik tengkuknya dan Taemin memiringkan kepalanya, tidak ada yang bisa ia perbuat, Minho nya sudah sangat tidak bisa di cegah, yang bisa ia lakukan adalah tetap diam, dan memberikan apa yang Minho mau.

“Ikut aku.”, kata Minho.
“K-kemana?”

Namun Minho tidak menjawab, Minho masuk kedalam sebuah ruangan, entah apa? yang jelas penuh dengan handuk, baju pasien, baskom, mungkin tempat penyimpanan baju dan handuk bersih. Ia kunci pintu dibelakangnya, Taemin menatapnya cemas.
“Minho? apa yang kita lakukan disini? aku mau keluar…”

“Kau tidak bisa keluar Minnie… tidak sekarang..” Minho berbalik dan menyilangkan tangannya.

“Kau tahu kesalahan mu selama ini?” tanya Minho mendekat. Taemin memundurkan badannya, Minhonya terlihat menyeramkan.
“A-apa?”
“Kau terlalu sombong , kau pikir kau bisa seenaknya mempermainkan aku? bermain dan berflirting ria saat didepanku, kau tahu tidak itu salah mu, salah mu karena kau tidak bisa melepaskan pikiran kotor dan ingin merengkuh mu dan bersikap egois hanya ingin memilikimu?”, tanya Minho , dan Taemin sudah tidak bisa kemanapun, ia menelan ludah.
“M-maaf… aku minta maaf…”, jawabnya gugup karena jarak mereka sudah dekat.
“Aku mau maafkan mu… tapi…”
“T-tapi?”

Minho mundur, dan menunjuk Taemin, “Buka kaos mu, akan kubersihkan kau dari sibrengsek Joon itu.”, Taemin menggeleng dan menutup dadanya,
“J-jangan, aku tidak mau…”, Minho menatapnya kesal.
“Buka tidak?”,
“T-tidak…”, Minho mendesis dan dengan cepat maju selangkah, dengan cepat tangannya sudah dibalik kaos Taemin.
“Kau yang memaksaku untuk melakukannya sendiri kalau begitu.”
Dengan cepat Minho membuka kaos Taemin dan melemparnya kesembarang tempat, dan dengan cepat ia bopong Taemin rebahan di atas tumpukan handuk, menindihnya dan menghisap leher, dan juga tulang dadanya yang terdapat bekas kissmark membuatnya tambah memerah,
“Dimana lagi? dibawah juga?”
“ANI!”, teriak Taemin.
“Kalau begitu aku yang akan melakukannya, dan setelah ini, jangan coba-coca lakukan dengan yang lain.”

Dengan cepat Minho menurunkan celana beserta boxer Taemin, Taemin tidak berkutik, dia menikmatinya, ani…dia menginginkannya, Minho menggenggam member Taemin dan mengurutnya dengan percum yang sudah mengalir, ia kulum membernya mendapat desahan dari Taemin, Minho mengambil handuk dan menyuruh Taemin menggigitnya untuk menahan suaranya, Taemin memejamkan mata ketika Minho terus merangsangnya dengan isapannya.

Minho mengulurkan jarinya kemulut Taemin, dan setelah dirasa cukup ia masukan satu jari kehole Taemin, Taemin masih virgin dan ia mengerang hebat, Minho menciumnya untuk menenangkannya. Jari kedua dan ketiga ia lanjutkan, Taemin mulai terbiasa dengan sensasi itu,
“M-masukan Hyung…”,
Minho tersenyum, dengan cepat ia turunkan celana dan boxernya,
“Tahan sedikit…”, bisik Minho , ketika Taemin memejamkan mata, ia memasukan membernya, Taemin mengerang kesakitan, rasanya tubuhnya hancur berkeping-keping, Minho menggenggam tangannya erat. Ketika ia mendapat sinyal dari pinggul Taemin, ia mulai menggerakan pinggulnya maju mundur dengan irama cepat.

“Ohhh…there..again..do that again…nghh ahhh!”racau Taemin.
Minho terus melakukannya, sambil tangannya mengocok member Taemin. Tidak lama saling meneriakkan nama masing-masing mereka klimaks, Taemin di perut nya dan Minho di hole Taemin.

“Jahat…”, rengek Taemin,
“Wae?” ,
“Setidaknya aku mau ditempat yang bagus, bukan di closet handuk.”, rengek Taemin.
“Oke, sepulang ini kita ke hotel.”
“Pabo.”
“Neh, I love you too.”
“Idiot.”
“Kalau kau tidak balas, akan aku perkosa di luar.”
“Rappist! i love you.”, racau Taemin, Minho tertawa dan memeluknya, kemudian membantunya memakaikan bajunya dan keluar dari sana, duduk diruang tunggu sampai tertidur pulas.

.

.

Key membuka matanya, kepalanya sangat pusing, ia ingin memegang kepalanya, namun tangannya tertahan, ia menoleh dan Onew tidur menggenggam tangannya disana, ia menarik nafas, sejak kapan namja ini menjadi sangat amat perduli padanya, ia selalu memegang tangannya, bukan hanya sekarang, tapi juga kemarin malam.

“Kenapa memandang ku seperti itu? apa aku terlalu tampan?”,

Key terkejut, Onew sudah bangun dan tersenyum , Key menarik tangannya paksa dan melihat ke arah lain, shitt, dia ke-gap.

“Hai, morning… gimana perasaanmu?”, tanya Onew, Key menoleh, dan mengangkat bahunya,
“Sedikit pusing …”
“Ya tentu saja, kau dijahit delapan jahitan, dan …apa pundak mu tidak apa-apa?”, tanya Onew, Key memeriska pundaknya.
“Aw!”
“Kenapa?”, tanya Onew panik.
“Sakit…”, rintih Key, Onew menarik nafas,
“Pundak sebelah kirimu bengkak, keseleo karena di hantam kursi.”

Key hanya membentuk mulutnya ‘O’
“Ng..Onew hyung …”
“Hm?”
“Aku haus.”
“Oh neh…jakkaman…airnya habis, aku ambil dulu yah?”, Onew hendak berjalan keluar.
“Gomawo…”, bisik Key, Onew menoleh.
“Kau bicara apa tadi?”, tanyanya tersenyum.
“ANI?! aku hanya bilang, PALLI!”, teriaknya malu. namun Onew cukup dengar yang ia katakan.

.

.

“Nah, kau istirahatlah disini …”, kata Onew menuntun Key duduk disofa, Taemin dan Minho masuk kedalam rumah ketika mereka sampai, benar, tidak ada yang serius, hanya perlu checkup ke dokter, maka Key boleh pulang.

“Oke, aku dan Minho akan kekantor polisi melaporkan kasus ini… Taemin, kau bisa jaga rumah kan? jaga Key baik-baik ya?”, perintah Onew mengelus kepala Taemin,

“T-tunggu…”, panggil Key, Onew berbalik
“Wae Key?”
“B-bisakah…maksudku Minho bawa serta Taemin juga , dia saksi semua ini kan? tentu penting baginya untuk ikut.”, kata Key, Minho mengangguk.
“Lalu kau dengan siapa Hyung?”, tanya Taemin, Key tersenyum.
“Aku bisa sendirian kok, aku baik-baik saja, sudah sana kalian pergi.”, kata Key tersenyum.

“Sudah begini saja, aku dan Taemin pergi melaporkan semuanya, kau menjaga Key hyung, bagaimana Onew?”, tanya Minho.
“Loh tapi…”
“Sudahlah Hyung, toh sudah ada Taemin saksinya kan ditambah dengan hasil ronsen Key, jangan khawatir, aku bisa urus hal seperti ini..”, kata Minho, Onew akhirnya mengangguk. Dengan lambaian terakhir Taeminho keluar , dan Onew masih berdiri canggung disana, dan Key memainkan kukunya dan menatap ke layar TV.

“Ng…kau lapar tidak?”, tanya Onew. Key mendongak.
“Sedikit…”
“Baiklah, aku akan siapakan makan untuk kita,”kata Onew, dan kemudian kedapur, Key menarik nafas, dia memegang jantungnya sendiri yang berdegup kencang, ia sering bersama dengan namja satu rumah, tapi kenapa yang ini ia merasa gugup? Key menggeleng kepalanya, namun ia tersenyum karena Onew ada bersamanya.

.

.

Jonghyun membuka matanya lebar-lebar , ia bangkit dari kasurnya , sudah pagi, bahkan sudah hampir siang, ia menuju kamar mandinya dan mencuci mukanya kemudian keluar dan langsung menuju kamar Jino.

Ia mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan, ia membukanya perlahan, namun sudah tidak ada, dia langsung turun ke bawah mencarinya.
“Jino ah~”, panggilnya,

“Oh, kau sudah bangun Jonghyun?”

“Umma? dimana Jino?”

Ummanya mendongak dan tersenyum, “Jonghyun , bsia kau duduk sebentar?”, tanyanya menyuruhnya duduk di kursi makan, Jonghyun menghampirinya dan duduk disana dengan tenang.
“Wae Umma?”

“Ada apa dengan kalian? umma mendengar kalian bersitegang semalam, bukannya umma mau mencampuri urusan anak umma, tapi umma tidak mau melihat anak umma menyakiti orang lain… ”
“Tidak ada apa-apa… hanya salah paham sedikit saja.”
“Umma tahu , tapi boleh umma sarankan? kau sudah dewasa kan? kau tahu mana yang terbaik dan yang tidak, dan umma yakin kau bisa ambil sikap yang gentle dan adil.”
“Apa sih maksud umma?”
Ummanya tersenyum dan mengelus kepala Jonghyun, “Aduh, masa begini saja tidak mengerti? maksdunya, jangan khawatirkan apa yang sudah lewat, yang sekarang harus dijalani sekarang kan? jangan sampai kau menyesal karena kau tidak bisa mendapatkan yang siapapun…ngerti?”, tanyanya, Jonghyun terdiam, dan kemudian tersenyum, meraih tangan ummanya dan menciumnya,
“Mengerti umma…gomawo~..so,kemana Jino?”,
“Hmm… i dunno, mungkin jalan-jalan diluar , tadi sih bilangnya mau cari udara segar saja…”,

Jonghyun tersenyum dan bangkit dari duduknya, dia menuju kamar mandi, mandi dengan cepat dan keluar rumah mencari Jino, ia memejamkan matanya merasakan angin berhembus,
“Akan kucoba kali ini …aku janji Jino…”

.

.

Hanya garpu dan sendok yang saling berdenting menimbulkan suara dan memecah kesunyian diantara mereka berdua.
“Ng…Key…” panggil Onew.

“Ya?”, Key mendongak, Key langsung menelan ludah, entah kenapa ia merasa takut melihat sorotan mata Onew yang seakan menelannya.
“Ng…terima kasih sekali lagi… karena telah menolong ku…”, katanya, Key tersenyum.
“Bukan masalah besar, sudah seharusnya kan? lagi pula, aku yang harus berterima kasih, karena selama ini kau juga yang telah menjaga ku dirumah sakit,  …” Key terdiam , …juga selalu disampingku ketika Taemin hilang dengan terus memeluk ku dan menggenggam tangan ku, pikir Key.

SILENCE
“Aku sudah selesai, kau sudah?”, tanya Key berdiri mengambil piringnya.
“Andwe andwe,biar aku saja yang cuci …”, cegah Onew.
“Anio … kau sudah masak, biar aku yang cuci… lengan ku baik-baik saja kok…”, kata Key tersenyum, Onew berdiri dan menuju ke arah Key.
“Andwe, biar aku saja, kau duduk disitu …”, katanya tersenyum entah sejak kapan senyum itu berpengaruh banyak pada Key. Key hanya diam dan duduk dikursi dan melihat Onew , ia menatap punggung itu lekat, pikirannya melayang lagi ketika pertama kali Onew menyatakan perasaannya padanya.

“Aku mau kau berhenti main-main, sudah saatnya kau menemukan cinta sebenarnya kan Key? aku rasa aku menyukaimu, kita mungkin bisa bersama kalau kau mau memberikan ku kesempatan?”,

“Kenapa?”,
“Kenapa kau berbuat begini? kenapa kau tiba-tiba perduli? kenapa kau memohon padaku, kau tahu persis apa yang sering aku lakukan kan? kau akan menyesal jika mengenalku.”,

“Entahlah Key, aku merasa nyaman dengan mu. Lagi pula, aku hanya tidak mau kau dipermainkan Jonghyun, dia sudah punya pacar Key…”,

Key dengan hati yang tak karuan berdiri dan berjalan menuju Onew, apakah ia benar serius saat itu? dan entah apa , dia beranikan diri untuk memastikannya, untuk kali ini  ia merasa ingin mencoba, dan ia ingin berhenti, layaknya Taemin , berhenti…untuk Minho.

“K-key?”, Onew terkejut, ketika sepasang tangan melingkar dipinggangnya dari belakang, dan itu Key, ia rebahkan kepalanya di punggung kekar Onew.

“Biarkan sebentar saja… aku hanya ingin memastikan sesuatu…”,

“Memastikan sesuatu? apa maksud—“

Onew berhenti bicara ketika Key memeluknya lebih kencang, Onew menarik nafas, dan terdiam, ia menatap cucian piring didepannya dengan mata kosong, namun perlahan ia tersenyum, ia mendengar sesuatu..

“Kau berdebar…”, kata Key terkekeh membuat punggung Onew bergetar, Onew berdecak dan menggenggam tangan Key.
“Kau juga… kedengaran …”, ledek Onew terkekeh,kemudian mereka diam sebelum Onew berbalik dan Key melepaskan tangannya dan berbalik menuju kursinya, namun Onew telah menarik pinggulnya.

“Jadi …”
“J-jadi apa maksudnya? lepaskan…”, kata Key berusaha melepaskan rengkuhan Onew.
“Ahh… kenapa kau terkadang membosankan sih?”
“YAH!”, teriak Key berusaha menjitak kepala Onew tapi Onew menatapnya layaknya puppy eyes , Key seperti ingin tertawa, wajahnya terlihat lucu dengan mata sipit dan pipi yang chubby.
“Pabo… kalau tidak  mengerti ya sudah…”, kata Key cuek dan berbalik,
Onew berlari dan mencegah jalannya. Key berhenti dan menatapnya heran,

“Apa sih, awas! sudah sana bersihkan piringnya…”, perintah Key menunjuk ke arah dapur.
“Tidak mau…”, katanya, Key meliriknya kesal.
“Yasudah, aku saja…”,

Namun Onew menarik tangannya dan berbalik , tanpa bisa dicegah Onew telah mencium bibir Key dengan lembut, memposisikan dirinya dengan baik dan meraih tengkuk Key dengan lembut, Key terbelalak, ia membuka matanya lebar, ia tidak membalas ciumannya, karena sangat terkejut.
“O-onew…”, desahnya, Onew menghentikan ciumannya dan menatap lekat mata Key.
“Kenapa? kau tidak suka aku mencium mu?”, tanyanya,
“A-ani… maksud ku… apa hubungan kita?”, tanya Key, Onew terkekeh dan menarik tangan Key dan membuatnya duduk di kursi makan, Onew berlutut dan membelai wajah Key.
“Mau kau seperti apa?” tanyanya menggenggam tangan Key, Key menelan ludahnya,
“Aku sudah sering dengan namja lain..”
“Lalu?”
“Aku bahkan sudah cering berciuman, dan juga…melakukan sex dengan mereka…”
“Aku tahu…”
“Kalau kau jadian dengan ku kau akan tersakiti…”
“Kenapa?”
“Karena aku murahan…”
“…”
“Karena aku piala bergilir yang sering dijadikan properti untuk kesenangan namja lain…”
“……..”
“Karena ak–hmpfh..”
Onew mencium bibir Key kesekian kalinya, tidak dengan memaksa, dia meninggikan tubuhnya sedikit dan kemudian melepasnya menatap lurus mata Key.
“Aku tahu, aku bilang aku sudah tahu, aku tahu itu bukan mau mu, aku tahu kau hanya ingin dicintai dengan tulus, aku tahu kau berhati lembut, dan aku tahu… aku menyukai Kim kibum ini.”, kata Onew tersenyum dan membelai pipi Key.

Key terdiam,
“Kau tidak malu ?”
“Untuk?”
“Untuk berpacaran dengan ku, si Kim innocent kiddo?”
“Hmm… aku rasa kau tidak se innocent yang mereka pikir, kau cukup pervert …”ledek Onew, Key terkekeh dan memukul pundak Onew, Onew menangkap tangannya.
“I love you …”
Key terpaku, dia menelan ludahnya, jantungnya berdebar cepat. Onew menatapnya menunggu jawabannya.
“I-i love you too…” kata Key tersenyum,
“Good..”, bisik Onew dan kembali mencium bibir Key, kali ini dengan tersenyum Key melingkarkan tangannya di leher Onew membalas ciumannya. Onew menghisap bibir Key dengan lembut, menyapuhkan lidahnya kebibirnya, Key dengan rela membuka bibirnya dan merasakan lidah hangat Onew menyapuh setiap rongga mulutnya,
“Hmmh…’, desah key ketika tangan Onew membelai pinggangnya dan menelusupkan tangannya kebalik baju Key, ia rasakan lekuk tubuh mulus Key dan menuju kedua nipplenya, Key mengeratkan pelukannya di leher Onew dan memiringkan kepalanya lebih menikmati ciuman panas mereka, sebelum mereka melepasnya untuk mengambil nafas.

“I want you …”, bisik Key, Onew tersenyum.
“Andwe… kau masih sakit…”
“Tidak kalau kau melakukannya dengan lembut…please…”
“Hmm… like what i said, you’re not as innocent as I thought …”, ledek Onew.
“Oh, shut up… you want me too right?”
“Yess i want, get up.” Onew menarik Key berdiri dan berjalan ke kamar Key.

Ketika pintu ditutup Onew duduk di atas kasur dan menuntun Key duduk di pangkuannya.
“You dont want to undress me?”, tanya Key, Onew berdecak.
“Come on… i help you..”

Onew mencium bibir Key lagi dan meraih ujung kaos Key membukanya, hal yang sama yang dilakukan Key, Key mengelus dada bidang Onew, merasakan kehangatannya, tangannya meraum dengan lincah ke setiap inci tubuhnya, Onew mengelus punggung Key berkali-kali memberikan sensasi geli ditubuhnya, ciumannya turun ke lehernya, melayangkan butterfly kiss dan menghisapnya, meninggalkan bercak merah disana, ia cium lagi tempat yang lain, Key meremas kepalanya dan menggesekan pinggulnya mengeratkan pelukannya.

“Ngghhh…”, Onew mengerang ketika Key menggeseknya bulge nya dengan pantat kenyalnya, tangan Onew turun ke pantat kenyal Key dan meremasnya membelainya dengan lembut.
“Aaah…Onew…”, desah key merasakan geli ketika nipplenya ia gigit kecil dan dihisap.

Tangan Key turun ke celana Onew menurunkan resletingnya, dan meraih bulgenya yang sangat besar ditangannya, ia elus dengan brutal membuat Onew mengerang.
“Ooh…ssh…dont tease me baby…”

Key tersenyum, ia menurunkan tubuhnya didengkul Onew , melepas celananya sendiri dan juga celana Onew dibantu olehnya, ia genggam member Onew yang menegang hebat didepan wajahnya, ia menjilat bibirnya, menikmati pemandangan didepannya.
“Mmmmh…”, desahnya ketika menjilat ujung kepala member Onew, Onew mendongak memejamkan matanya, ia genggam sprei kasurnya, karena tidak mungkin menekan kepala Key yang terluka.

Key menjilatnya dari ujung hingga pangkalnya, sesekali tanganya yang lain meremas twin ballnya,
“Ooh…faster Key…”
Key mengulumnya dan menyedotnya layaknya eskrim kiko dan menaik turunkan kepalanya dengan cepat, Onew menaikan pinggulnya meminta lebih, walau sedikit tersedak tapi Key bisa mengatasinya. Ia rasakan member Onew mengeras dan berkedut, dengan cepat ia keluarkan diikuti erangan frustasi.
“Not now…”, katanya menjilat bibirnya yang terdapat percum disana, Onew tersenyum dan merebahkan dirinya.
“Naik.”, katanya, ia bimbing Key untuk menduduki wajahnya dengan tubuh yang ia tahan dengan memegang ujung atas kasurnya, dan Onew dengan lahap melahap member Key yang menggantung di depannya.
Onew meraihnya dan menjilat ujungnya, Key mendongak kenikmatan.

“o-OOH..ssh..Onew…mmh..goood…hhh..shhhh…”, racau Key menggerakan pinggulnya naik turun, Onew meyentuh pinggul Key untuk menjaganya tetap stabil agar ia tidak tersedak. Sesekali ia tahan untuk menghisapnya layaknya minum dari sedotan, membuat Key meracau gila, ia menekan kepala Onew dengan tangan satunya.
“O-ooh…im gonna cummm…ah..ah..ah…” desah Key dan klimaks di mulut Onew, Onew menelannya , ia mengerutkan alis, sedikit asin, namun nikmat.

Kemudian ia bangkit dan duduk bersandar di kasur, Key duduk dipangkuannya, mereka berciuman lagi dan saling merangsang.
“Hhhm…hhnmm…nnhh…’, desah Key ketika member mereka saling bersentuhan.
“Aah…kau punya..ssh…lotion?” tanya Onew terus menggerakan pinggulnya. Key mengangguk dan mengambil nya di laci samping tempat tidur dan duduk dipangkuannya lagi.

Onew mengambilnya dan melumuri dijarinya.
“I wanna prepare you first…”
“Tidak perlu …’, kata Key malu, Onew mengerutkan alis.
“I want you inside me now…i cant handle it anymore…”, kata Key merebahkan kepalanya di leher Onew, Onew tersenyum dan membelai punggungnya,
“Oke, ill be gentle.. if its hurt just tell me, and ill stop …oke?”, bisik Onew mencium pundak Key yang keseleo membuat Key meringis sedikit.
“Tuh sakit kan?”
“Tidak… sudah ayolah…” Key menatap Onew memelas, Onew tersenyum dan mencium bibir Key.
“Oke , peluk aku dengan erat..”, kata Onew, sambil tangannya melumuri membernya dengan, dalam posisi duduk Key mengangkat sedikit pantanya dan Onew dari balik pundak Key melihat dan membimbing ujung membernya memasuki hole Key yang rapat.

“Aaarghh….oooh..Onew…”, racau Key memeluknya erat, air matanya mengalir, ini sakit luar biasa, walau beberapa kali ia pernah melakukannya.
“Sssh…”, bisik Onew mencium leher Key, Key menaik turunkan nafasnya teratur, dan Onew berusaha melakukanya dengan lembut,dan bless…
Tubuh Key bergetar merasakan sensasi member Onew seluruhnya didalam holenya, mereka berhenti sejenak , Onew biarkan Key memberikan aba-aba… Key menggerakan pinggulnya naik dengan erangan kecil.
“M-move…’, perintah Key, dengan menggenggam pinggulnya menggerakan tubuh  mereka, semakin cepat.
“THERE! NNHH…”, racau Key, Onew terus menghujamnya dititik yang sama.

“O-oh…im gonna…”
“Nnhh…na do Key…”

Dengan hujaman terakhir dan saling meracau nama masing-masing mereka klimaks, dan Key tergeletak ke samping namun Onew menangkapnya dan merebahkannya, dia melihat sosok Key yang kelelahan , merasa bersalah karena kondisi Key sedang tidak sehat.
“Key…’,bisiknya, Key membuka mata kantuknya, namun tersenyum.

“Kau baik-baik saja?”
“Neh …”
“Aku bersihkan badan mu, setelah itu tidur yah?”, kata Onew, Key hanya mengangguk.

Onew bangkit dan kembali dengan handuk basah dan baskom berisi air, ia basuh tubuh Key dengan lembut,
“Ck, aku tidak akan hancur , kenapa kau sangat hati-hati sekali?”, tanya Key dengan mata terpejam.
“Karena aku ingin kau baik-baik saja…
“Hmm …”
hanya itu jawaban Key, yang Onew tahu ia tertidur ketika ia selesai memakaikan kaos longgar pada Key. Kemudian dia naik dan berbaring disamping Key memeluk tubuhnya menyapu wajah cantiknya.
“Neomu yeppo …saranghae Key…”, bisiknya dan mencium keningnya yang terluka, Key tersenyum dan mengeratkan pelukannya di tubuh Onew.

.

.

Jonghyun sudah hampir gila, ia kehabisan akal, kemana Jino pergi?
“Disana ada yang tertabrak mobil…”

“Seorang anak laki-laki … “

“Apa parah?”

“Entahlah… ayo kita lihat…”

Jonghyun punya firasat tidak enak, ia berlari ke ujung jalan, dan menyeruak di tengah kerumunan orang.

Jantugnya berhenti, topi kupluk Jino*kupluk yang di foto SM the ballad* ada dilantai, namun ia tidak bisa menemukan Jino, ia menyapu pandangannya ke seluruh orang yang ada disitu.

“Mundur…maaf silahkan anda mundur…”
“Kemana anak yang punya topi ini?”, tanya Jonghyun histeris ke petugas ambulan.
“Oh, dia disana Tuan..’,

Jonghyun berlari ke ambulan yang ditunjuk, ia mencarinya, dan disitulah Jino, sedang duduk dan menerima pengobatan, ia tidak apa-apa, ia masih sehat dan hanya luka, ia hampir menangis , ia lari ke arahnya.
“JINO!!”, teriaknya, Jino mendongak dan langsung menangis.
“Hyung…!!’, teriaknya, Jonghyun memeluknya dan mengelus punggungnya.
“Syukurlah..syukurlah…”, bisiknya, Jino diam saja.
“Aku baik-baik saja Hyung…”, katanya, Jonghyun menatapnya cemas dan mengelus pipinya.

“Maaf, saya mengganggu sebentar, bisa saya minta keterangan pada anda sebentar?’, tanya seorang polisi ke arah Jino, Jino mengangguk.
Ternyata Jino menolong anak kecil yang sedang dalam bahaya karena menerjang jalanan , namun ibu anak itu yang hendak menolongnya malah tertabrak sedangkan dia berhasil meraih tubuh anak itu dan terpental sedikit.
“Apa ibu anak itu baik-baik saja?’, tanya Jino,
“Ya, dia patah kaki dan luka goresan di kepala, namun semua dalam keadaan aman, apa kau perlu kami bawa kerumah sakit?”,
“Tidak… aku bisa pulang, tapi tolong jaga anak kecil itu..”, kata Jino menunjuk anak kecil yang tertidur di dalam mobil ambulan,
“Pasti nak … terima kasih atas kebaikan mu… kami akan antar kau pulang dengan mobil kami.”, kata Polisi itu.
“Baik terima kasih..”, kata Jino.

.

.

Jonghyun masuk kekamar membawa air minum dan juga makanan untuk Jino.
“Ini …”,

“Gomawo Hyung…”

“Jangan keluar rumah kalau tidak dengan ku…’, kata Jonghyun duduk disampingnya.

“Aku akan baik-baik saja Hyung… aku bisa jaga diri kok..”

“Iya tapi–“

“Hyung… sudahlah … aku sudah cukup dewasa untuk menjaga diriku … aku tidak perlu di manja lagi…” kata Jino datar, Jonghyun merasa di acuhkan dan menarik lengan Jino.

“H-hyung..apa sih? sakit…”

“Kau kenapa? aku hanya khawatir padamu setengah mati, kau tidak tahu perasaan ku tadi? aku takut kau kenapa-kenapa, dan sekarang kau dengan santai mengatakan begitu, aku pacar mu, aku juga ada kewajiban menjagamu…”, katanya.

“H-hyung..lepaskan..sakit…” kata Jino melihat tangannya, Jonghyun terkejut dan melepasnya.
“M-maaf …”,

“Aku hanya ingin tidak bergantung padamu … aku rasa karena aku terlalu manja maka kau bosan dengan ku kan? aku tidak bisa menjadi pacar yang baik, maka kau mencari yang lain untuk mendapatkan yang kau inginkan? aku sudah berusaha, tapi aku tetap saja… aku bingung harus bagaimana…” katanya menangis, Jonghyun terdiam.

“Tapi aku mencintaimu… kau mau putus juga?” tanya Jonghyun, Jino terdiam dan menunduk.

“Tidak…’, bisiknya.

“Kalau begitu dengarkan aku dulu,baru mengambil sikap…”

“Apa yang harus kudengar?!’, teriak Jino. “Kau jelas-jelas yang sering selingkuh!”, teriak Jonghyun. Jonghyun terdiam.

“Aku melakukan ini karena aku bingung bersikap apa padamu … aku tidak tahu kau benar menyukaiku atau tidak …?”

“Tuh kan, aku menyukaimu, berarti selama ini kau yang selalu curiga dan tidak percaya!”

“Iya, lalu perasaan mu pada Onew hyung juga benar kan?!”, teriak Jonghyun, Jino ternganga,
“Onew hyung? kenapa jadi ke dia?!”
“Dia menyukai mu!”
“Tapi aku tidak!!’, teriaknya lagi,Jonghyun terdiam.
“Oke, aku dan Onew hyung hanya teman oke? aku juga terkejut kalau dia saudara mu, tapi sejak aku bertemu Onew hyung pertama kali kau juga bersamanya kan? hanya saja kau pergi duluan saat itu , dan kita bertemu di les musik, kemudian kita berkenalan, begitu juga aku dengan Onew hyung, tapi dari awal aku hanya menyukaimu, kalau tidak untuk apa aku menerimamu?!!”, cecar Jino emosi . Jonghyun terdiam.

“Dan soal Onew hyung … aku rasa dia bisa dengan lapang dada menerima hubungan kita …kenapa kau tidak mengerti juga? kau tahu tidak? selama ini aku bodoh ternyata namja yang aku cintai tidak bisa ambil sikap, kalau kau menyukai ku kau pertahankan ku, bukan melepaskan ku begitu saja, PABO!!’, teriak Jino menangis dan hampir gila.

Jonghyun menatapnya resah, pabo pabo pabo Jonghyun, kau menyianyiakan nya…
“Mianhe…mianhe Jino…” Jonghyun memeluk Jino, Jino menangis,ia lega mengatakan semuanya.
“Pabo…kenapa kau begitu pabo…aku mencintai mu..berhenti permainkan ku…”, kata Jino menangis. Jonghyun menangis juga, ia merasa bersalah…
“Mianhe… aku masih mencintaimu, aku janji aku berubah..pleasee…’
“Seharusnya begitu, karena setelah ini jika terus kau menyakitiku, aku tidak akan mau menerima mu kembali…”

Dengan itu Jonghyun mengangguk dan mencium bibir Jino dengan lembut, ia rebahkan Jino di atas kasur dan menindihnya.
“Saranghae…”
“Nado…saranghae…’, bisik Jino,

Jonghyun mencium leher Jino dan tangannya turun ke celananya ,menurunkannya sehingga membernya digenggamannya, Jino menurunkan celana Jonghyun, dengan itu Jonghyun meletakan jarinya di mulut jino untuk dihisap dan ketika cukup basah ia masukan ke holenya, rintihan kecil keluar dari mulut Jino seraya Jonghyun menggerakan tangannya.
“You ready?” tanya Jonghyun, Jino hanya mengangguk dan meraih nya kedalam ciumanya, ia mengerang ketika member Jonghyun memasuki holenya yang sempit.

“Unnghhh…f-faster hyung…faster…ooh…’, erang Jino, Jonghyun menggerakannya maju mundur dengan cepat, dan nafas mereka saling beradu, desahan memenuhi kamar mereka.

“Oh , aku…nghh..sam…hh..paii…aaah Hyung!!”,

Jino meracau dan klimaks, tidak lama kemudian Jonghyun sampai klimaksnya dan merebahkan tubuhnya disamping Jino memeluk tubuhnya erat.
“Awas kalau selingkuh lagi…”
“Tidak akan …”
“Aku akan tinggal disini…itu kabar baiknya.”
“Jinjja?”
“Kenapa nada mu sedikit tidak senang?”,
“Apa? tidak …”
“Ya…”
“Terserah … kalau kau tidak berhenti ngambek, jangan salahkan aku kalau–”
“Kalau apa? mengancam ku sekarang? apa yang mau kau perbuat?”
“Oh oke, kau yang menantang. Akan kubuat kau tidak bisa berjalan.”
“Try me…”
“Ck, oke.”
“WAAAA–apa yang mau kau lakukan?!”, teriak Jino,

Di luar sana ummanya mendengar semua, ia menarik nafas lega.
“Appa… anak kalian sudah bahagia semuanya, tinggal aku sendirian …” katanya tersenyum miris*poor you*

.

.

“Hyung…disini…’, teriak Jino melambai ke arah Key dan Onew yang baru memasuki kantin sekolah mereka, well, Jino sekarang jadi adik kelas baru mereka, ia sekelas dengan Taemin,

“Hai semua…sorry nunggu lama yah?ada bisnis sebentar..”, ledek Onew.

“I know you couple pervert!’ ledek Jonghyun.

“Shut up!” kata Key kesal menimpuk kepala Jonghyun dengan kentang goreng di tangannya.

“Ng…Minho Hyung…memangnya Onew hyung dan Key hyung punya bisnis apa?”, tanya Taemin ke arah Minho yang asik makan, Minho tersedak.
“OMO! HYUNG! gwencana?”,

“Iya, kalian punya bisnis apa? aku ikutan dong, buat nambah uang saku ku… ya kan Jonggie~~?’, tanya Jino, kali ini Jonghyun tersedak minumannya.
“Aigo! calm down hyung…ckckck…’, Jino menepuk punggung Jonghyun,

Onew dan Key saling bertatapan dan tertawa.
“SHUT UP!”, teriak Minho dan Jonghyun bersamaan.

“Kau merusak otak innocent Taemin!”cela Minho.
“Ya, dan kau memanfaatkan otak pintar Jino!”, cela Jonghyun

Namun Onkey couple hanya tertawa lebih keras.

Seluruh siswa melihat chemistri dikeenam namja yang asik bercengkrama, ada yang sirik ada yang yang suka, well … mereka dikenal couple termanis yang ada disekolah mereka, ditambah keenamnya punya prestasi bagus dan populer, tentunya menambha sederetan kisah cinta disekoalh mereka, what a perfect love that can make people to learn that how to get a better person for their love, and that will be choosen for the rest of their love life. 🙂

END!

OMONAAA~~ is over !!

thanks for support , commenting, critism, and everything 🙂
Hope you like it suunders 🙂
Kee supporting me and all my Suunthor 🙂

See ya…kiss kiss :*

Advertisements

77 thoughts on “[onjongkey] That will be chosen is … part 5 end

  1. ini keren. ….aku SUKAAAAAAAAAAAAAA banget..
    apalagi pas bagian onkey…so dalkomhan sarang. .
    cara onew mencintai key…caranya mrnjaga dan merawat key,,;membuat siapapun yang melihatnya iri berada diposisi key…
    dan kayanya onkey ensiannya paling lama ya????tapi 2min jufa mau nerusin dihotel..
    OMOO…jjong mau bikin jino ga bisa jalan..

  2. Waah, berakhir bahagia..
    Suka-suka, hehe
    jadi inget, waktu awal liat judulnya kirain jong diperebutkan onew ma key, pasti unik kalo ceritanya kayak gto.

  3. uwooooooo……
    ini NC smuaa…… *meleleh
    Minho gak sabaran ngapus smua tanda-tanda yg ditinggalin Joon di badan Taem….

    Jonghyun maw diputusin sama Jino…. xixixixixixxi jadi galau deh si Jong…
    ohhh~~~~ jadi dulu Onew pernah suka sama Jinoo…
    trnyata Jonghyu ngerasa kurang PD yahh sama Hyungnya…

    dan Onkey!!!!!
    kyaaaaa… merekaaa akhirnyaaaa…
    jadiaannnnn…
    key malu-malu ucing pas meluk Onew yg lagi nyuci piring~~~~~
    ahhh~~~ maw jugaaa dong meluk punggung Onew~
    punggung Onew memang seksiii… *__*
    saya sukaaaa…sukaa… sukaaaa #mulai ga waras
    syukur bgt deh Key gak lupa ingatan…. fiuuhhhh *ngelap keringet

    ending part:
    Onkey lg ada bisnis berdua…
    taem: bisnis apa hyung? —> minho tersedak
    Jino: saya juga maw dong ikutan bisnis.. lumayan buata nambah uang saku O.o
    HUK…UHUKK… HUKK…. #batuk-batuk bareng JJong
    INI sumpah mereka polos bgt sihhh….

  4. endingnya keren 🙂
    akhirnya mereka bisa meyakinkan perasaan mereka dengan pasangannya masing-masing B-)

  5. Suka bgt sama Onkey couple disini. Mereka manis bgt!
    Gila,, NC’nyaaaaaaa..
    -_-‘ eeeerghh.. saya ckup tau diri karna umur masih 16 thn, so yg bagian NCnya saya lewat.. ohohoho 😄
    *disiram bensin*

    Mian ya, author. Aq gak komen dr part 1. Abisnya internetan pke Telk*msel muahallllll T_T
    Apalagi harga pda naik. Harga pulsa jga naik.. #kagak ada yg nanya#
    Tp FF ini daebak lah!

  6. Suka bgt sama Onkey couple disini. Mereka manis bgt!
    Gila,, NC’nyaaaaaaa..
    -_-‘ eeeerghh.. saya ckup tau diri karna umur masih 16 thn, so yg bagian NCnya saya lewat.. ohohoho 😄
    *disiram bensin*

    Mian ya, author. Aq gak komen dr part 1. Abisnya internetan pke Telk*msel muahallllll T_T
    Apalagi harga pda naik. Harga pulsa jga naik.. #kagak ada yg nanya#
    Tp FF ini daebak lah!!

  7. OMO! 3 couple NC an bersamaan…
    HOT SUMMER #kipaskipas
    MinHo yg pervert g mw da jejak cipok Joon… Si Key yg pervert jg pdhl msih sakit juga…
    Daebakkk FF ny eonni ;* ;*

  8. akhirnya…
    semua kembali seperti semula…semua kembali dg pasangan abadi (?) nya masing-masing…
    it’s so sweet and soooo hot..
    gmn g hot coba..lha wong 3nc dirapel jd satu…

  9. UWAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH semuax punya pasangan masing2. dan yg paling membahagiakan onKey berSATU. sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    ini kerennnnnn^_^

  10. semuanya bersatu dan bahagia.. 😀
    haha onkey couple sebutannya couple pervert.. emng pantes sih.. 😀

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s