[bumsook]i’m your MVP-straight


okeh.. buat yang mau baca,, silahkan baca,, yang ga mau baca ga usah baca.. dan satu lagi..

saya tahu key itu multi talent termasuk wajahnya (tampan dan cantik) tapi saya membayangkan kalau key disini adalah seorang namja yang tampan! Mauhahaha…

oke//

NO BASHING

RCL PLEASE

HAPPY READING ^^

Title                       : I’M YOUR MVP

Author                  : Keysha

Cast                       : Kim kibum as key, lee jinki as lee eunsook

Support cast       : Kim jonghyun as jonghyun, lee taemin as lee taeyon, choi minho as minho, sekyung (nama aja)

genre                    : zzz.. ga tau

Rate                       : NC-21!! Muahahaha

Length                  : One syuuuuutttt!!

 nb: mian banyak typo.. heeehehe

Tap..tap..

Eunsook mendengus kesal seraya berjalan cepat dengan langkah yang panjang-panjang. Wajahnya di tekuk membuatnya terlihat semakin manis. Yeah..yeppeo!! masih berjalan dengan cepat membuat anak rambutnya lepas dari bandana putih yang menghias kepalanya. Rambut hitam panjangnya di ikat tinggi-tinggi, memperlihatkan leher jenjang itu dengan sempurna.  jadi? Apa yang membuat yeoja cantik ini berjalan begitu cepat dengan wajah yang di tekuk sedemikian rupa?

“Yah..eunsook-aa, waeyo? Kenapa jalan begitu cepat?” sebuah suara yang perlahan mendekat. Menampilkan seorang namja yang…tampan? Cantik? Molla..sepertinya Tuhan menciptakan namja ini dengan dua sisi yang seimbang. Tersenyum begitu lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya pada eunsook yang masih menatap lurus ke depan.

“Jadi.. chukkae atas pacar barumu. Eumm..apa setelah putus dengan jonghyun  kau akan menerimaku?” menatap eunsook penuh harap, sementara yeoja itu masih terus mendengus sesekali menggerutu pelan tentang betapa menjengkelkan namja bernam tag Kim Kibum ini. Membiarkan Key -panggilan kibum- untuk terus membeo tak jelas di sebelahnya.

“Aku pikir kau akan lebih serasi jika bersanding denganku nona lee..” mengetuk-ngetuk dagu lancipnya, mengerling genit pad eunsook yang semakin mempercepat langkah untuk berbelok ked alam perpustakaan sekolah.

“Eunsook-aa..kau terlihat cantik hari ini dengan bandana itu. Ap~..”

“Ssshhttt..tuan Kim, jaga volume suaramu disini” sebuah suara parau memotong racauan key yang masih asik mengikuti eunsook masuk kedalam perpustakaan.

“Nde ms.Jung, arasseo..mianhae..” mengecilkan suaranya seraya membungkuk pelan, kembali melirik eunsook yang sudah duduk di kursi perpus dengan menggumam sebuah kata ‘pabo’.  Ikut duduk di sebelah eunsook. Menumpu dagunya dengan tangan menatap lekat-lekat wajah manis itu.

“Eunsook-aa..” panggil key pelan, masih dengan tatapan kucing yang mengarah pada eunsook. Eunsook hanya diam, matanya bergerak kecil mengikuti baris-baris kalimat di dalam ensiklopedi sains bersampul ungu.

“Eunsook-aa..” memanggil lagi dengan suara yang sedikit keras.. oke.. catat itu..HANYA SEDIKIT. Membuat eunsook mengeluarkan i-pod putihnya dari dalam saku kemudian mengenakan benda itu, menyumpal telinganya dengan kabel tipis yang mengalirkan music berirama beat.

“Eunsook-aa..” kini memanggil AGAK KERAS seraya menyentuh pipi chubby eunsook. Eunsook menatap kesal pada key yang sekarang etrsenyum begitu lebar.

“What?” sinis, memicing kesal e arah key. Key terkekeh, mulai menusuki pipi chubby eunsook dengan ujung telunjuknya.

“Tuan kim..bisa kau jauhkan telunjukmu dari pipi mulus kekasihku eum??” sebuah suara merdu terdengar dari belakang mereka berdua, membuat key sontak menoleh ke belakang dan eunsook yang tersenyum meremehkan. Menatap sosok namja tampan berambut pirangyang memicing, membuat tatapan kucing key bertubrukan dengan manic mata tajam itu.

“Hai jonghyun..” eunsook tersenyum tipis, bangkit berdiri dan menggamit lengan kekar namja bernama jonghyun itu. Jonghyun tersenyum tipis, mendaratkan sebuah kecupan kilat di pipi chubby eunsook.

“Mau pergi sekarang?” Tanya jonghyun pada eunsook. Eunsook tersenyum lebar, senyum yang tidak akan pernah di berikannya pada seorang kim kibum. Key melengos kesal saat mendapati tatapan jonghyun yang seolah berkata cepat-pergi-dari-sini-sekarang! mendorong kursinya kebelakang dan bangkit berdiri dengan malas. Sebentar menatap tajam pada kekasih eunsook kemudian berlalu pergi meninggalkan sejoli itu.

.

.

key memelintir ujung blazer yang ia kenakan. Menggigit bibir bawahnya keras-keras membuat bibir itu sedikit bengkak dan memerah.

“Hyung, apa yang kau lakukan eoh?” Tanya minho yang mengamatinya sedari tadi. Tatapan itu begitu cemas mendapati sepupunya yang aneh ini begitu terlihat resah dan mengkhawatirkan. Key hanya menggeleng pelan, masih asik meremas ujung blazernya semakin kencang seolah akan merobeknya. Minho memutar bola mata senewen. Apa tidak ada yang bisa di lakukan namja bernama key ini selain hal-hal bodoh seperti memikirkan eunsook? Mengejar cinta eunsook? Menjadikan minho bulan-bulanan kekecewaannya atas penolakan eunsook? Eunsook..eunsook..eunsook! yah! Hanya seorang eunsook yang begitu melekat dalam otak seorang key.

“Paboya namja..” mencibir pelan masih melirik key disampingnya. Key melepaskan remasannya, berhenti menggigiti bibir bawahnya kemudian menatap tajam kea rah minho yang baru saja mencibirnya dengan telak.

“Yah! Apa yang kau katakana barusan kdok jelek?” mengaktifkan tatapan membunuh dari kedua mata kucing itu. Minho tersenyum sinis, kembali melirik pada majalah otomotif yang ia pegang sedari tadi.

“Paboya namja” kembali mencibir namun kali ini lebih keras. Key menggeram, memukul keras-keras kepala minho hingga namja itu meringis kesakitan,.

“Yah! Apa yang kau lakukan sih? Appoyo!!” mengelus-elus kepalanya hasil jitakan maut sang sepupu. Key tersenyum licik.

“Memukulmu kodok jelek”

“bad cat! Sebenarnya pa yang kau pikirkan sih sampai-sampai akan merobek seragammu sendiri?” mengerling kea rah ujung blazer sekolah key yang sudah kusut dan lecek karena terlalu lama dan terlalu kuat di remas.

“Eunsook pergi dengan jonghyun..” menjawab begitu pelan seolah ia putus asa dan akan bunuh diri sekarang juga. Minho berdecak kesal, menutup majalahnya kemudian merangkul bahu key.

“Tentu saja eunsook pergi dengan jonghyun. Jonghyun itu kan pacar barunya..” menekankan kata ‘pacar baru’ dalam kalimatnya barusan.

“Tapi aku tidak suka”

“Mau kau suka..tidak suka.. tetap saja eunsook itu seorang player kau tahu. Kenapa kau terus mengejarnya sementara ia sudah menolakmu ratusan kali. Pakai otakmu hyung? Tak kasihankah pada noona-noona di luar sana yang menanti seorang key?” membisiki telinga key dengan kata-katanya yang  begitu masuk akal. Yeah.. lee eunsook! Seorang player! Hubungannya tak akan bertahan lebih dari tiga hari, oke..paling lama seminggu. Kita lihat apakah kim jonghyun akan bisa menembus waktu seminggu?

“Ani..ani.. aku akan tetap mengejar eunsook! Eunsook! I’m coming honey!!’ mengepalkan tangan menggebu-gebu. Minho hanya menggeleng putus asa, yeah..sepupunya ini sudah bertekad. Dan ia begitu terobsesi dengan seorang eunsook. Ayolah.. seperti tidak ada gadis lain saja yang ada di dunia ini -,-

“YAAAHH!!! Hyung! Eodigaaa??!” berteriak panic saat key menyambar tangannya kemudian menyeretnya keluar area sekolah. Ck, siapa peduli? Toh sekarang jam sekolah sudah usai. Jadi??? Sedikit berontak ketika key mengeluarkan kunci motornya dan memaksa minho untuk menemaninya pergi membuntuti eunsook yang katanya sedang nonton bersama si dino itu.

“Kenapa kau berlebihan sekali sih hyung? Biarkan saja eunsook bersenang-senang dengan mainan barunya. Kau itu..~”

“just shut up frogy boy.. pokoknya kau harus menemaniku, kajja naik!” menunjuk jok belakang dengan dagu lancipnya. Minho hanya berdecak pelan walaupun sebenanrnya masih ingin menggerutu dan mengumpat tentang betapa gilanya namja yang sekarang mulai menjalankan motor sport ini di jalanan seoul.

.

.

“Aku dengar mereka menonton film ini. Kajja, kita masuk..” menarik tangan minho yang mejutar bola matanya senewen setelah key memberikan dua tiket pada penjaganya. Mengambil kursi tepat di belakang eunsook dan jonghyun yang asik menonton. Sesekali tertawa saat film itu memperlihatkan hal konyol yang mneurut key biasa saja. Ia sama sekali tidak konsen untuk mneonton, terlalu sibuk mengamati eunsook yang sekarang menyandarkan kepalanya di bahu jonghyun. Menoleh sekilas pada minho yang asik berkutat dengan ponsel touch-nya.

“Cih.. apa taeyon membayarmu untuk membuatmu menjadi gila?” mencibir pelan seraya mencuri pandang ke layar ponsel minho. Minho mengerucutkan bibrnya, sedikit mendekap ponselnya agar key tidak bisa melirik lagi.

“Perhatikan saja eunsook yang akan berciuman dengan dino itu, tak perlu mengurusi aku hyung..” tak menatap key, masih asik menatap layar ponselnya. Key berdecak pelan kemudian terdiam. Tunggu! Apa yang frogy boy ini katakan  barusan? Eunsook? Berciuman?! Menatap lurus ke depan dan langsung melebarkan mata saat benar apa yang di katakana minho. Lihat wajah mereka semakin dekat, semakin dekat dan…

“ANDWAE!”

PUK!

“AWW!”  jonghyun meringis saat lemparan botol minuman telak mengenai wajahnya, membuat semua orang yang ada di sini menatap key dengan heran dan sedikit tatapan terganggu. Eunsook menggertakkan bibirnya geram, menatap kesal pada key yang hanya meringis.

“Kajja oppa.. kita pergi dari sini..” menarik tangan jonghyun untuk segera bangkit dan meninggalkan tempat ini.

“Yah..yah! eunsook.. eodiga?! Eunsook! Eunsook!” memanggil-manggil nama eunsook membuat orang-orang bertambah jengkel dan menggumamkan sebuah kata ‘SSHHTT’ yang begitu keras. Key buru-buru menarik tangan minho, membawanya keluar menyusul eunsook seraya membungkuk-bungkukkan badannya bergumam ‘mianhae’. Berlari keluar studio, menatap liar sekeliling yang begitu ramai.

“Hyung! Stop it! Kau ini gila atau bagaimana sih?! Kau membuatku malu!” minho menghentak kasar tangan key yang masih mencengkram erat lengannya. Key berdecak, menatap minho dengan tatapan memelas.

“Mianhae minho.. aku~”

“Sudahlah hyung.. berhenti mengejar eunsook. Kau bisa bersama Nicole noona yang notabene penggemar fanatikmu, atau bersama amber. Kau akan menyakiti dirimu sendiri dan secara tidak langsung orang lain. Berhenti bersikap kekanakan dan pandanglah jalan yang ada di depan. Jangan terllau berharap pada eunsook..” berujar panjang lebar, menatap tajam key yang menghela nafas panjang. Inikah akhirnya? Bahwa seorang key yang harus menyerah?

“Ne.. kau benar minho. Mungkin aku memang harus menyerah. Mianhae sudah ikut membuatmu susah dengan keadaanku yang seperti ini. Mianhae..” menundukkan kepala lemas. Minho menggelengkan kepalanya kecewa.

“Ayo pulang. Kau sudah terlalu lelah hari ini” menggamit lengankey untuk berjalan mengikutinya. Key menampik tangan minho, tersenyum kecut dan menggeleng pelan.

“Sekali lagi.. aku coba sekali lagi. Kalau kau mau pulang, pulanglah. Aku tidak memaksa” memasukkan tangannya ke saku blazer. Ck, bahkan mereka masih memakai seragam sekolah. Minho terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum begitu lebar membuat key menautkan kedua alisnya menjadi segaris.

“Waeyo? Kenapa tersenyum begitu lebar. Kau sudah gila ya?” menempelkan punggung tangan kanannya pada kening minho. Minho mendengus, menepis halus tangan key dari keningnya, segera mencengkram pergelangan itu dan mneyretnya keluar bioskop.

“Yah! Kita mau kemana?” sedikit memelankan pekikannya saat minho membawanya cepat melalui toko-toko baju di pusat perbelanjaan itu. Menghentikan langkah tepat di depan sebuah butik.

“Ini butik temanku, ayo masuk..” menarik key masuk kedalam kemudian tersenyum tipis saat minho bertemu dengan seorang yeoja cantik di dekat ruang fitting.

“Hyo ah.. ini key, key ini hyo ah. Dia temanku. Err.. hyo ah, kau bisa tolong aku kan? Buat dia seperti pangeran mala mini. Ada sesuatu yang special..” mendorong tubuh key mendekat pada yeoja bernama hyo ah itu,. Hyo ah hanya tersenyu7m tipis, mengangguk pelan mengiyakan permintaan minho barusan.

“Minho.. apa yang..~”

“Shhtt.. sudah, hyung bilang mau mencoba sekali lagi kan? Sudah ikuti saja apa kataku. Aku ini sudah ahli masalah beginian.. hyo ah, bawa dia. Tolong yah..” kembali tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih. Key masih bingung saat hyo ah mempersilahkannya duduk di sebuah sofa besar di sudut ruangan itu. Minho mengeluarkan ponselnya, menekan dial 1 kemudian menempelkan benda itu ke telinganya.

“Taeyon.. hai sayang. Sedang sibuk?.. oh bagus kalau begitu, bisa tolong telepon eunsook noona. Err.. ada sesuatu yang key ingin bicarakan dengan kakakmu. Tolong bawa eunsook noona ke restoran xxx (tidak di sebutkan.. muahaha) ya.. ah? Nee.. minta bantuanmu. Umm.. aku mengurus key dulu, kau hati-hati ya sayang. Nee.. chu~” pik. Menutup teleponnya dan menatap sekilas pada key yang sekarang mengamati baju-baju yang di sodorkan padanya.

.

.

“Eunsook..” jonghyun memanggil yeoja yang tengah duduk di bangku taman itu. Rambut oanjangnya jatuh ke bahu, mukanya di benamkan pada kedua tangan. Jonghyun ikut duduk di samping eunsook, membelai lembut punggung itu saat di rasa eunsook mulai bergetar. Yeah.. ia menangis.

“Gwaenchana.. uljima..” menarik tubuh itu untuk bisa ia dekap. Eunsook menjatuhkan kepalanya di bahu lebar jonghyun, masih dengan air mata yang berlinang, membuat eye liner hitamnya luntur di sekitar mata sabit itu.

“Minahae.. mianhae.. aku membuatmu malu..” mulai bersuara dengan parau. Jonghyun berdecak pelan, menepuki punggung sempit itu lagi.

“gwaenchana.. key memang seperti itu. Aku mengerti..” mulai naik mengelus kepala eunsook. Eunsook mengangkat wajahnya, menatap mata bulat itu dalam.

“Kau tak apa?” Tanya eunsook, menghapus air matanya yang menghitam karena eye liner yang luntur.

“Gwaenchana.. tapi aku pikir bukankah sebaiknya kau mencoba untuk member I sedikit kesempatan pada key?” mengelus pipi chubby eunsook dengan ibu jarinya. Eunsook tersenyum kecut, menggelengkan kepalanya pelan, membuat poni coklatnya jatuh ke dahi.

“Shireoyo.. dia terlalu baik untuk aku sakiti..uhh..” masih menggeleng hingga jonghyun menaikkan sebelah alisnya.

“Jadi? Bukankah itu bagus untuk membuatmu tidak menjadi seorang player? Kau bisa belajar untuk setia..” mengambil poni eunsook dan menyisipkannya ke sela telinga.

“Keundae..”

“Shhtt..jangan berkomentar sebelum mencoba. Ck, aku ada janji dengan sekyung jam delapan. Err.. aku pulang dulu nee. Kau hati-hati. Rumahmu sudah dekat kan??” menepuk pelan kepala eunsook yang menatapnya memelas.

“Oppa..”

“Gwaenchana..semua akan baik-baik saja. Percaya padaku.. key namja baik. Err.. anneyong eunsook..” melambaikan tangannya pelan seraya tersenyum lebar. Yeah.. sesame player. Apakah harus sharing seperti itu? Membiarkan punggung lebar itu semakin menjauh, mengecil dan akhirnya menghilang di tikungan jalan sana.

Do do it, Chu~ (It’s) true, true, true, true it’s You~ Do do it, Chu~

Do do it, Chu~ (It’s) true, true, true, true it’s You~ Do do it, Chu~

merasakan sesuatu bergetar di dalam skin tight jeansnya. Eunsook merogoh gadget tipi situ, menatap layar yang berkedip menampilkan nama kontak ‘nae dongsaeng’.

pik.

“Ne taeyon? Eoh? Pulang? Ne.. sebentar lagi aku sampai.. mwo? Urusan apa? Ne. ne. aku pulang sekarang.. ne, anneyong” pik.. memutus sambungan, memasukkan lagi ponselnya kedlaam saku. Ck, beranjak bangkit dari duduk kemudian berjalan lesu menuju rumah. Beruntung jalan ini sepi, membuatnya tak perlu untuk mneutupi wajahnya yang menghitam dan mata sembab. Orang pikir ia pasti adalah hantu gentayangan yang santer sedang gencar di gosipkan berkeliaran di komplek ini -,-a

.

.

Minho membolak-balik catalog di tangannya. Huuftt.. apa yang ia liat sekarang? tak ada yang menarik di butik ini. Yeah.. sedikit melihat-lihat catalog lipstick yang ia temukan di meja pengunjung. Err..mungkin bisa membelikannya untuk taeyon atau noona-nya yang sedang ke daegu.

“Ehem..” segera menutup catalog yang terbuka di tangannya saat mendengar deheman dari hyo ah yang berdiri di depan fitting room. Tersenyum tipis, memegang tirai penutup.

“Apa sudah selesai?” tanya minho, menurunkan kakinya yang di naikkan sebelah bertumpu pada lutut. Menatap penuh Tanya pada hyo ah yang hanay tersenyum penuh arti.

Sreekk..

menarik tirainya terbuka, menampilkan  key yang tersenyum tipis di sana. Berdiri tegap dengan balutan jas abu serta kaos hitam. Poninya terjuntai seperti biasa, membuatnya semakin tampan. Yeah.. walapun key pada dasarnya memang tampan (ini pendapat author! Muahaha).

“Gomawo hyo ah..” berjalan menghampiri key dan hyo ah. Yeoja itu hanya tersenyum tipis, memandang lagi key yang masih terdiam di sana. Minho terkekeh, menepuk bahu key dan merangkulnya.

“Dia yeoja yang cerewet..” gumam key pelan membuat hyo ah mendelik ke arahnya.

“Ya! Dan kau namja tercerewet yang pernah ku kenal.. huh..” memicing pada key yang hanya tertawa kecil.

“tapi terima kasih ya sudah membantuku.. hmm..” menepuk-nepuk kepala hyo ah pelan hingga yeoja itu tersenyum lagi.

“Nah.. sekarang kau siap untuk percobaan terakhirmu.. kami pergi dulu ne. gomawo, nanti kirim saja tagihannya ke rumahku” mengacungkan dua ibu jarinya.

“haha.. ani, untuk perkara ini aku beri gratis saja. Ck, key.. FIGHTING!” mengepalkan tangan memberikan semangat.

“Gomawo..” menyisir poninya dengan jemari itu,. Kemudian berlalu pergi mengikuti minho.

.

.

Eunsook mengetuk-ngetuk pinggiran meja bundar di depannya sekarang. sesekali mengumpat pelan tentang taeyon yang enggan mengatakan tujuannya memaksa sang kakak untuk datang ke restoran ini.

“Aish.. taeyon, kau mau mengerjaiku ya? Kenapa harus pakai gaun segala sih? Lagipula memangnya aku mau bertemu dengan siapa?” menatap tubuhnya yang terbalut gaun vintage hitam dengan motif lingkaran putih kecil-kecil. Yeppeo! Ah.. menenggak orange juice yang telah ia pesan sepuluh menit lalu. Alisnya bertaut kesal mengingat ulah sang adik yang bersikeras menyuruh ia untuk menemui sesuatu yang katanya ‘spesial’ huh!

Lantunan piano live terdengar mengalun merdu, mendendangkan lagu the name I loved yang eunsook sangat suka. Ah. Memejamkan mata sabit itu pelan, menikmati music yang masih mengalun dengan merdunya. Ck, setidaknya itu mampu untuk sedikit membuatnya melupakan kekesalan yang tengah memenuhi dirinya.

“Eunsook..” sebuah suara yang sangat familiar, membuat mata sabit itu kembali terbuka dan mendapati soosk namja yang biasa membuatnya jenkel setengah mati. Key tersenyum tipis, menyodorkan sebuket mawar merah pada eunsook yang sedikit apa yah? Kagum? Menatap namja itu dengan mata membulat. Apakah benar ini key? Key yang biasa mengikutinya kemanapun ia pergi? Ck, apakah ia baru menyadari tentang betapa tampannya namja ini.

“Hehe.. apa kau terpesona?” key mengeluarkan cengiran khas membuat eunsook buru-buru menepis semua pikiran yang baru saja melekat di otaknya.

“Ck, kau terlalu pede. Huh.. mau apa kesini?” mengalihkan pandangannya ke objek lain. Enggan untuk menatap key ayng etrsenyum begitu lebar.

“Kau cantik malam ini..” oh! Apa itu sebuah rayuan? Gombal sekali.. eunsook berdecak, masih tak sudi untuk menatap key. Tak sudi? Sepertinya bukan. Ia hanya takut.

“Err.. eunsook..” mulai serius, saat menatap wajah cantik itu lekat-lekat. Eunsook menelan ludahnya , ragu untuk menoleh.

“Eunsook..” memanggil lagi kali ini berhasil membuat eunsook mau untuk menatapnya walau secara tidak langsung karena yeoja itu malah menunduk.

“Saranghae..” uh! Entah sudah ke berapa ratus kali key mnegatakannya. Bahkan mungkin yeoja ini sudah bosan dengan kata macam itu.

“Kau selalu tahu jawabanku key..” menarik ujung bibir kanannya membentuk seulas senyum sinis. Key menghela nafas, mengarahkan tangannya untuk menggapai tangan eunsook. Menggenggamnya hangat walaupun eunsook menarik tangannya berontak.

“Dengarkan aku.. please.. ini terakhir aku mengatakannya” menautkan jemarinya di sela jemari eunsook. Eunsook hanya diam, sedikit melirik pada tauutan tangan mereka. Kenapa rasanya begitu berbeda? Bukankah ini sudah biasa baginya yang notabene seorang PLAYER? Seperti ada puluhan kupu-kupu kecil ayng tiba-tiba muncul di dalam perutnya dan menggelitiknya. Uhh,, manis,

“Kenapa yang terakhir?” oohhh… apakah itu suatu pengharapan agar namja ini tak berhenti untuk mengejarnya?

“Karena aku sudah terlalu bayak membuat kesulitan untukmu, untuk orang di sekelilingku.. jadi, dengarkan aku dan kalau bisa..” Ucapannya tertahan saat key menarik nafas.

“beri aku kesempatan.. sekali saja..” mengucapkan itu dengan begitu pelan. Eunsook menatap key lekat, menatap dalam-dalam mata kucing itu. Mencari kejujuran? Bukankah sudah fakta kalau namja ini begitu mencintainya. Bahkan rela untuk melakukan sesuatu di luar akal sehat manusia demi mendapatkan dirinya.

“Saranghae..saranghae.. tak perduli kau seorang player atau bukan, aku akan tetap mencintaimu..” mengeratkan jemarinya membuat semburat kemerahan mulai mewarnai pipi chubby itu.

“Kau tahu kenapa aku tak pernah bilang.. nado..nado saranghae?” menaikkan sebelah alisnya, menunggu respon key hingga namja itu menggeleng pelan.

“Karena aku player, murahan, terlalu sering berpindah-pindah. Aku bukan wanita baik-baik yang setia dengan satu orang, aku seorang yang moody dan cepat bosan. Kau tahu sudah berapa banyak mantanku? Kau tahu apa saja yang sudah kulakukan dengan mereka? Apa kau akan tetap mencintaiku setelah aku membeberkannya? Aku murahan.. itu sebabnya aku tak mau denganmu.. aku terlalu murahan untuk bisa bersanding denganmu. Kau terlalu baik untuku..” menarik tangannya dari genggaman key yang melemas. Mata kucing itu menatap sendu kedalam mata eunsook yang mulai berkaca-kaca.

“Apa itu sebuah pengakuan?” menarik ujung-ujung bibirnya membentuk seulas senyum simpul yang terlihat..er..miris?

eunsook mengangguk pelan, meremas ujung dressnya dengan memalingkan wajah.

“I’m your MVP.. most valuable person.. tak perduli kau player, murahan atau apapun itu. Yang aku tahu kau hanya seorang lee eunsook, wanita yang aku cintai walau aku tak tahu pasti kau yakin seberapa persen aku mencintaimu. Tak peduli seberapa banyak mantan yang kau miliki, atau apa saja yang pernah kau lakukan dengan mereka. Yang aku tahu hanya aku mencintaimu. I’m your MVP.. seorang yang akan selalu ada untukmu di saat susah atau senang. Yang selalu sedia ketika kau menangis atau tertawa. Yang akan selalu menjagamu dari semua ketakutan yang ada. Cuz I’m your MVP..” mengeratkan rahang saat kata-katanya berhasil membuat yeoja itu membulatkan mata, mengalihkan lagi pandangannya untuk menatap key. Key tersenyum tipis menarik lagi nafas, berusaha memasukkan oksigen sebanyak-banyak paru-parunya bisa tampung.

“Saranghae,,” terakhir..terakhir..ini terakhir kalinya ia berharap untuk..

“Nado..nado saranghae..”

.

.

Minho tersenyum tipis mendapati key yang asik merangkul pinggang ramping eunsook. Sesekali tersenyum tipis dan terkekeh saat sesuatu yang sebenarnya tidak lucu untuk di tertawakan.

“Harusnya mereka berterima kasih pada kita..” minho bergumam.

PUK!

“Ya.. biarkan saja mereka seperti itu dulu..” taeyon menggembungkan pipnya imut setelah mendaratkan sebuah jitakan kecil di kepala kekasihnya.

“Haha.. ne, ne.. ck..” berdecak, tersenyum begitu lebar saat mencubit pipi yang menggembung itu.

.

.

CUZ I’M YOUR MVP

.

.

END

WOOOOOOOOOOO… endingnya seperti biasa gantung dan kurang banget,.,, tapi itulah saya.. muahaha..

buat yang udah baca,, komennya plis.. hehe


58 thoughts on “[bumsook]i’m your MVP-straight

  1. Aku suka suka suka banget…
    pa lagi Onew jd Eun Sook cos sesuai bgt ma khayalan ku…
    hehehe cos school rock sih nd situ kan Onew cantik en cute banget
    Jd aku suka ma ni eph eph….
    Buat eph eph BumSook yg buwanyak ya eunni aothor…
    Pliiiiiiiiiiiiiisssss….. #tampang memelas

  2. Hahaha sukasukasuka , yeah ini fanfic bumsook kedua yang aku baca setelah fanficnya vienasoma eonni . Ahhh jadi suka banget bumsook ginu entah kenapa , manis banget wkwkwk tapi tetep kok onew itu seme sejati dan key uke sejati sepanjang jalan kenangan wkwkwk daebak !

  3. agak bingung bayangin jinki oppa jadi yeoja,,,
    soalnya kebiasaan baca fanfict yang key nya jadi yeoja,,,
    hehehe,,
    tapi baguuuuusssszzzz critanyaaaaa,,,

  4. lucu jg baca cerita epep yg biasa’a nyunyu jd cowo malah jd cewe hihihihii
    tp lebih suka key yg jd cewe’a ^^

  5. Key smgt bgt tnpa menyrah mngjar eunsook. Bnar2 gila si key. Urat malunya udah ptus. Tp brbuah manis. Pasti eunsook akan sulit untuk key lpas. Scra dpetinnya susah stngah mati…

  6. Kyaaaa bumsook jrang2 ada ff bumsook,
    Tiap kali bca ff bumsook bawaannya pengen ktawa..
    Kekeke

  7. AigOo.. Lucu yeaa Player ketemu player (Ensook dan Jjong),, kkkkkckkcckkck, saling memberi saran >_<
    ternyata ada alasan yg wahhh smpe Ensook blm mnerima Kibum yahh *oohohohohohooo O.o

  8. choaaaaa~…
    keren. diam2 jga suka ni eunsook. happy ending yeay!
    btw, sbar bnget yak! di geplak key tpi tteup mau bntuin.ff nya bgus eonnie..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s