[Minkey] Betrayal


Foreword:

Asli ini pasti bakal pendek banget, siap-siaplah kecewa, nggak tauk kenapa lagi pengen bikin angst, hahaha… aku suka, karena aku lagi suka Minkey*plinplan* saking sukanya , aku mau buat broken! Minkey.

NO PROTEST! NO BASHING!*sama aja*
NO SR, NO PLAGIARISM, JUST LEAVE A COMMENT!

here it is cuee~~!!

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

November 13 2010 ,
saat itu langit Seoul mendung, tidak berawan, dan matahari enggan bersinar lagi, hari yang cerah dengan tiba-tiba berubah menjadi hari yang sangat gelap dan mendung, sama seperti halnya aku saat itu.

“Kau dimana?”

“Aku …disini…”

“Berhenti main-main dengan ku Choi Minho, katakan kau dimana sekarang?”, kata ku dingin.

Tidak ada jawaban, hanya suara bising yang aku tahu pasti dia dimana, dia berada 10 meter jauhnya dari ku, dan aku jelas melihatnya,aku hanya ingin tahu , sampai kapan dia akan membohongi ku.

“Dimana..?”, tanya ku lagi.

Diam, teruslah kau diam seperti itu Minho … kau pengecut, kau bajingan sialan, kau membohongi ku.

“DIMANA SIALAN?!!”, teriakku akhirnya, air mata ku jatuh, sakit rasanya, sejak kapan Minho? sejak kapan kau melakukan ini padaku?sejak kapan?

“Aku di … kampus..”, dia menyebutkan kata terakhirnya ketika matanya menatap sosok ku berdiri tidak jauh didepannya, wajah itu, ekspresi itu, bukan lah Minho yang kukenal selama satu tahun setengah ini. Dai berubah, wajahnya yang selalu lembut padaku berubah.

Aku hanya diam menatapnya, dia tidak bicara apapun, matanya tidak mau menatap ku, aku mengepalkan tangan ku erat, emosi, sakit hati, rasa kecewa, sedih, bingung, semua campur aduk.

Flashback~

“Loh Minho? Minho tidak dengan ku …”

“Kau yakin Hyung? dia bilang dia bermain bola dengan kau dan Eunhyuk Hyung?”,

“Ani … aku dan Donghae hari ini berdua saja, bahkan kami baru sampai di kampus, kau tidak lihat kami masih wangi?hehehe…”, sambung Eunhyuk, aku terdiam, lalu kemana Minho?

“Loh, memangnya Minho mengatakan dia bersama kami yah?” tanya Donghae bingung. Aku tersenyum kecut.

“Ani … aku hanya tanya saja Hyung… gomawo, nanti aku hubungi nomernya saja.”

Tapi nomernya tidak aktif saat itu, berapa lama? hingga malam tiba, dan saat aku sudah terlelap, dia menghubungiku.

.

” Maaf ya Key … aku lupa… pulsa ku juga habis Key…mianhe …”

“Ya sudah , tidak apa-apa Minho ah~ … besok bisa temani aku ? sudah lama kan kita tidak jalan-jalan?”

“Aduh, Mian … tapi besok aku ada turnamen sepak bola, bagaimana kalau lusa saja?”

“Oh, baiklah…”

Dan lusa? tidak lagi … dan terus kau undur waktu mu untukku Minho.

.

“Loh, aku pikir tadi itu kau yang bersama Minho? kau disini?”

“Hah? siapa?”

“Iya, tadi aku lihat Minho naik motor bersama seseorang , kulitnya putih, rambutnya juga sama pirangnya, tapi aku baru sadar, kalau rambutnya berwarna merah, dna tubuhnya lebih kecil dari mu …”

“Oh… kau lihat dimana Dongwoon?”

“Tadi di pelataran kampus, dia mau keluar kampus..”

“Oh…terima kasih…”

Kampus? bukannya kau pergi ke rumah sakit bersama noona mu?

Endflashback~

Entah banyak kebohongan apa lagi yang kau ciptakan dan kau tutupi dari ku Minho .

“Minho Hyung?”,
Seorang namja, namja dengan ciri-ciri yang sama yang disebutkan Dongwoon padaku saat itu, berdiri disamping Minho dan mengapit lengannya manja,ketika aku melihatnya intens, Minho perlahan melepasnya, seakan dia tidak mau aku melihatnya, cih, pabo.

“Minho Hyung…”, rajuk namja itu lagi, aku melihatnya dengan sorotan penasaran, namja macam apa dia yang bisa merebut Minho dari ku? bahkan dia tidak lebih baik dari ku … Minho sialan.

“Ng … Minho hyung… ini siapa?”, tanyanya lembut, wajah yang polos dan layaknya anak anjing yang merajuk pada induknya.

“Ng … Taemin, ini Key … Key ini..Taemin..” katanya, Taemin … namanya Taemin heh? Layaknya aku si keras kepala dan selalu ingin terlihat tenang, aku tersenyum simpul, namja kecil itu mendekat dan mengulurkan tangannya yang imut padaku, dengan senyum malu ia berkata…

“Annyoeng haseyo chonun Lee Taemin imnida…”, katanya lembut dan menunduk sopan, anak yang ramah dan imut. Aku melirik ke arah Minho sesaat, ia menyembunyikan rasa khawatirnya, ia tidak melihat ke arah ku dengan Taemin.

“Annyeong, aku Kim key bum … kau … pacar Minho?”, tanya ku mengambang kan kalimat terakhir dan melirik ke arah Minho, mencari ekspresi dia. Percuma, si betrayal ini pandai menutupi ekspresinya.cih!

“H-hah? a-anio …k-kami belum pacaran…maksudku…b-bukan…”, katanya malu-malu, wajahnya memerah, dan menunduk malu.
Aku tersenyum kecut, jadi ini selera mu sekarang Minho? baguslah … dan ‘belum’ katanya, woo.. bagus, kau sedang penjajakan heh Minho?

“Taemin, bisa aku pinjam ‘Minho-mu’ sebentar? ada hal yang ingin kami bicarakan …”, kataku tersenyum dan melirik Minho,

“Oh, n-ne..Hyung…silahkan…ah, Minho hyung… aku kesana dulu yah? bye Key Hyung…”, katanya dan pergi meninggalkan kami.

Aku beralih ke arah Minho, dia masih tidak melihat ku, aku tersenyum kecut, kau takut? atau kau berusaha pura-pura jadi orang bersalah heh?

“Kita bicara disana saja…’, katanya menunjuk kan jalan menuju lorong kampus yang sepi, aku diam saja, aku pandangi punggungnya yang kekar berjalan di depanku.

Dia menyandarkan punggungnya di tembok, dan melihat ke belakang ku, entah ada apa disana, yang pasti dia selalu cari cara menghindari tatapan mataku.

“Kenapa kau tidak mau menatap mataku? takut?”

Dia menoleh … menatapku sekilas dan menunduk.

“Mianhe Key … “, katanya, mianhe? mianhe? sudah berapa kali kau ucapakan ini? andai aku punya alat hitung kata maaf, mungkin angkanya sudah tidak bisa menghitungnya, over count.

“Kenapa kau lakukan ini padaku? apa salah ku padamu Minho?”, tanya ku berusaha mengontrol suara ku yang parau, dan menahan air mataku agar tidak jatuh percuma untuk si penghianat satu ini.

Dia diam saja, “Kau tidak salah apapun Key, semua salah ku … semuanya ada padaku , aku yang membohongi mu …”, katanya dingin, aku berdecak dan terkekeh sinis, dia menatap ku, aku menatapnya dingin.

“Kau suka pada Taemin?”

“…”

“Kau mencintainya? sudah katakan cinta padanya? mau kapan? kau akan katakan jika aku belum mengetahuinya?”

“…” dia diam , sialan! berengsek!

BUK!!

Aku meraih kerahnnya dan menerkamnya ditembok, emosi ku membeludak, aku menatapnya sinis, wajah ku panas, aku masih menahan air mataku untuk tidak jatuh di depan wajahnya yang oh-so handsome!

“Mianhe …Key…mianhe…jeongmal Mianhe… maaf kalau aku telah membohongi mu, tapi … aku sudah tidak bisa, kita sudah tidak bisa.”

Genggaman ku mengendur, aku melepasnya dan menatapnya sinis.

“Katakan padaku Minho, sejak kapan kau melakukan ini padaku? “

“Mianhe Key…”

“Katakan padaku, aku yang terlalu bodoh atau kau yang terlalu pintar dalam membohongi ku? katakan padaku …”

“Key… kumohon … aku tidak bisa—“

BUKK!

“KATAKAN PADAKU BAJINGAN!!”,
teriak ku frustasi, sialan, berengsek!! aku memukul tembok samping kepalanya, ia tidak berkedip, hanya saja tatapannya sendu, jangan tatap aku seperti itu Minho, aku tidak butuh, jangan kasihani aku, kau yang harus kasihani dirimu!

“Jadi … sekarang apa mau mu?”
Bodoh heh? ya…kau bodoh Key, kenapa kau menyerahkan keputusan ini pada Minho? bodoh …

“Aku … maaf, kita sudahi saja hubungan kita Key, aku tidak mau menyakiti perasaan mu lagi, aku bersalah, aku harap kau bisa menemukan orang yang lebih baik dari ku Key…”

Aku terdiam, kemudian berdecak dan menatapnya dengan tatapan are-you-kidding-me? of course i am .

“Tentu saja, dan aku berharap aku tidak akan pernah bertemu orang semacam kau yah?”, kata ku tersenyum menyindirnya, dia hanya diam.

“Terima kasih Choi Minho, semoga berhasil dengan Taemin …”, kata ku memundurkan langkahku, masih melihatnya dan berbalik.

5 langkah, aku berhenti, aku menatapnya lagi yang masih diam di sana, aku berjalan ke arahnya , dia melihat ku , aku tersenyum padanya. Aku ulurkan tangan kiriku untuk menjabat tangan ku, perlahan dia meraihnya, dan …BUKK!! aku memukul wajahnya dengan tangan kanan ku yang bebas, dia tersungkur di tanah dengan meringis, namun ia tidak melawan? kenapa? kau merasa bersalah Choi Minho?

Aku ulurkan tangan ku lagi padanya, dengan senyum, dia tidak menyambutnya, namun aku kekeh mengulurkannya, akhirnya ia bangkit dan meraih tangan ku.

“Aku tidak tahu Minho, tapi … kau sudah melepas ikan yang sangat besar dari genggaman mu, semoga kau bahagia, jangan lakukan ini pada Taemin, dia anak yang baik… aku dapat rasakan itu.”, kataku dingin.

Dia hanya diam saja, aku melepas tangannya dan berbalik.
“Mianhe Key…”

Hanya itu kata terakhir yang dapat kudengar, aku tidak mau berbalik, karena aku tidak boleh berbalik, kenapa? untuk apa aku berbalik dan kembali untuk orang yang tidak mencintaiku? bahkan menghargai perasaanku? sialan.

.

.

Air terus membasahi ku, hujan ini sangat deras, aku tidak perduli orang menatap ku aneh, menerjang derasnya hujan , menyedihkan … aku paling benci hujan, aku tidak suka dingin, aku juga benci salju, aku benci pakaian ku akan basah, rambut ku akan berantakan, tapi saat ini, aku tidak perduli, bahkan aku merasa jalanan yang aku lewati saat ini sedikit tergenang air, sepatu baru ku basah..

“Hei nak , berteduh dulu … nanti kau sakit…”,

Aku menoleh, seorang ahjumma, penjual makanan kaki lima dekat apartemen ku memanggil , namun aku hanya tersenyum, membungkuk sebentar dan berjalan lagi, air mataku tidak akan pernah habis,jadi aku tidak perduli jika aku mengeluarkannya beberapa, aku janji, besok atau lusa, akan aku tebus, aku tidak akan seperti ini lagi. Dan untuk pertama kali aku berterima kasih dengan hujan karena menutupi air  mata di pipi ku.

“Uhuk..uhuk..”

Bagus, aku rasa aku bukan sakit, tapi karena air mata ini membuat tenggorakan ku kering, dan aku tersedak karena sesak, sakit rasanya, bukan cuma hati ini, kaki ku juga, entah berapa lama aku berjalan , aku lupa menggunakan alat transportasi, pabo …

Aku lelah, aku percaya pada mu Minho , aku percaya kita akan bersama, apa salah ku? apa aku terlalu bawel? apa aku terlalu mengatur mu? apa aku tidak seimut dia? apa aku…aku tidak tahu apa yang salah Minho. Kau jahat, kau penghianat sialan.

“Ya, maaf yah. …letakan saja di lobi, biar nanti aku yang akan angkat…gomawo…”

Orang baru? pindahan? dimana? mungkin disebelah kamar ku.

Benar, orang datang dan pergi, kita tidak pernah tahu kapan semua silih berganti, karena kita manusia hanya bisa mengikuti dan menjalani jalan Tuhan, siapa yang datang dan pergi, semua Tuhan yang menentukan.

Aku lelah … kenapa terasa lama sekali lift ini mencapai tujuannya?
TING!

Good . Aku mau sampai di kamar ku dengan segera.

Kenapa ini? kenapa kuncinya tidak bisa dibuka? kenapa tanganku gemetar? apa karena aku melihat gantungan bola ini? seharusnya kau buang tadi, ini dari Minho, aku buang saja nanti, tapi nanti …

“Bisa kubantu?”,

Siapa? pandangan ku kabur, mata ku perih, badanku lemas ..

“Key?”

Hah? siapa? tahu dari mana namaku?

“KEY!!”

Teriaknya, dan tubuh ku terkulai, aku lelah .. aku capek , aku mau tidur..hangat..siapa ini?

“S-siapa?”, tanya ku meraih bajunya, aku tidak bisa melihat dengan jelas apa aku menangis lagi, aku rengkuh tubuhnya, hangat,bau yang kusukai, siapa orang ini?

“Sssht … jangan menangis, aku disini … tenang, kau punya aku disini … jangan menangis… ini Jonghyun ,Key…”

Jonghyun? kenapa dia bisa disini?

“J-jonghyun?”

“Ya ini aku … “

Aku rasakan tangannya mengelus pipi ku, dan kemudian mencium kening ku, apa ini? hangat? bisakah kau jangan pergi Jonghyun?

“Jangan pergi …”, kata ku menariknya lebih dekat.

“Tidak akan, aku akan selalu ada untuk mu…’, kataya memeluk ku.

“Terima kasih …”

END!

Hahahahahaha…bagaiamana?

Haruskah saya buat sequelnya? yess…no…yess…no?!

Hehehehe… comment if ya likey🙂

 see ya🙂

SORRY MANY WRONG TYPO. IM SUCH A LAZY ASS AUTHOR!

78 thoughts on “[Minkey] Betrayal

  1. wah jjong nya pas banget tuh nongol di belakang gitu.
    awalnya kirain bakalan si onew eh ternyata jjong, gpp deh asal key bahagia
    *ditabok onkey shipper*
    wkakakakakakakaa

  2. Sejak kapan siminho jahat mendua lagi wkwkwk
    Bgus critanya thorr, jjong udh lma suka sma key ya? Ada ksmpetan tuh jjong wkwkwk

  3. MINKEY!!!!
    aigoo~ mino selingkuh~ mino selingkuh sama Taem…. tapi…. gapapa sih keroro kan punyanya banana milk~ u,u
    tapi gak bisa bayangin si key nonjok wajah oh my god handsome-nya mino ._.
    endingnya JongKey!!!!!
    yeay~ cieeeee bang dino ada kesempetan tuh u,u
    naiseu fanfic~

  4. kirain yg dateng itu onew .___. /jiwa oks/
    duh minho sompret betul disini =3= bagusnya dia dijadiin kambing guling aja. huahaha ._.v
    nice ff, bikin lagi yg temanya betrayal gini nggak papa eon .____. ^o^b

  5. after minkey terbitlah jongkey. ahahahaha lol xD
    dramatis kisahnya key TTT
    jeongmal pabboya minho-ah!

  6. hohohoh
    mau sperti apa juga ttap aja,
    minho akan pergi dan berakhir di pelukan taemin,,
    tapi harusnya kan key sama onew,,,
    hehehe

  7. Aku suka minkey knp harus broken?😥
    Sebenernya aku benar2 gak tolerir sama yg nama nya perselingkuhan.. tp yg jadi selingkuhan minho taemin sih.. jd susah mau marah nya kkkkk.. mgkn kalo yg jadi selingkuhan minho org lain pasti udah mencak2 xD

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s