[OnKey] Say It For Me


Foreword

Oh hai suunders. Maaf aku baru update. Ngurus buat kuliah ribet banget. Aku capek sendiri. Dan lagi_lagi repost dari fb. Cuman diedit dikit-dikit. Semoga jadi lebih mendingan. Kalo ada yang udah pernah baca, ya gapapa. Itu berarti kalian baca dari fb aku.

Well, aku jarang buka blog. Pas buka. Ebuset. Yang komen membludak. System PW sanniew eon sukses berat. Para SR bermunculan, hehe. Jangan karna mau pwnya aja trus komen. Dan aku terharu banget waktu baca postan salah satu author (aku lupa siapa, kayaknya sanniew eon) ada yang bela_belain ke warnet cuman karna mau komen. Ya ampun. Bangga aku sama kalian suunders :*

Okelah, aku kebanyakan ngomong. Keburu tidur kalian dengerin aku ngoceh ga jelas, hehe.

Let’s check it.

*
Title : Say It For Me (sudah kubilang aku ga bisa buat judul yang bagus)

Cast : OnKey
JongNo (just their name)

Genre : romance (?)

Rated : PG-13

Summary : baca langsung ajalah.

Disclaimer ; OnKey punya onkey shipper.
2Min punya aku (don’t throw me to trash 2minshipper, hehe)
Aku yang buat cerita, oke.

*

onkey

*

“Onew, bisakah kau membantuku?” tanya Key. Onew menoleh. Alisnya bertautan. Kenapa Key tiba-tiba jadi formal begini? Tidak biasanya.

“Ne, kau minta tolong apa?” Onew menutup buku yang sedang dibacanya. Menatap Key.

“Hmm. Aku…aku mau mengutarakan perasaanku pada Jonghyun” semburat merah muncul di pipi namja ini. Malu? Mungkin.
Namun berbeda dengan Onew. Onew merasa sakit pada dadanya. Sakit. Seperti tertusuk beribu jarum. Kenapa? Karna ia menyukai Key. Bukan, bukan sekedar menyukai. Lebih tepatnya ia mencintai sahabatnya ini. Sayangnya, cintanya bertepuk sebelah tangan. Key mencintai orang lain. Teman les vokalnya, Jonghyun.

“Hmm. Lalu?”

“Aku mau latihan”

“Latihan apa? Vokal? Kau mau mengatakan perasaanmu dengan bernyanyi?” tanya Onew bingung.

“Aniya. Aku mau latihan mengutarakan perasaanku” kata Key gugup.

Lagi-lagi Onew menautkan alisnya bingung.

“Apa maksudmu?”

“Begini, kau hanya harus berpura-pura jadi Jonghyun. Lalu aku mengutarakan perasaanku. Kau hanya perlu mendengarkanku.” jelas Key.

Onew tertegun. Konyol sekali. Apa yang ada dipikiran namja ini?

“Onew-ya. Mau ya? Jebal. Kau kan sahabatku”

DEG!

Dengar. Sahabat. Dia hanya menganggapmu sahabat, Onew. Tak lebih.

Menghela napas berat. Sungguh. Ini sangat berat. Bayangkan saja. Ia mengungkapkan perasaannya di hadapanmu. Namun itu bukan untukmu. Yah, mudah apabila kau tidak punya perasaan lebih padanya. Bagaimana kalau kau mencintainya? Itu sakit. Sungguh.

Onew mengangguk. Sebagai ‘sahabat’, ia akan mencoba membantu Key. Walau itu sakit, ia akan bertahan.

*

‘Latihan’ dimulai hari ini. Onew duduk dengan tenang di bangku taman. Hanya luarnya saja yang tenang, tapi jantungnya sedari tadi tidak bisa berdetak dengan normal.

Menunggu Key yang sepertinya agak terlambat, membuatnya berpikir, ia pasti sudah gila. Menerima tawaran yang jelas-jelas akan menyakitkan hatinya.

Hah.
Berpura-pura menjadi Jonghyun.
Hal yang mudah. Iia sudah lama kenal Jonghyun.
Namun, tidak saat Key mengatakan perasaannya.
Argh! Bahkan membayangkannya saja sudah membuat Onew gila.

“Ah, mianhae aku terlambat” Key berlari kecil menuju Onew.

“Gwaenchana. Minum ini dulu” Onew menyerahkan sekaleng soda dingin yang tadi dibelinya.

“Gomawo” mengambil kaelng tersebut. Cesss. Sedikit gelembung keluar saat Key membuka penutupnya. Meminumnya cepat. Ia sangat kehausan sepertinya. Cuaca begitu panas.

“Ahh. Ini enak sekali Onew” puji Key. Lalu meneguk lagi sodanya.

Mendengar pujian Key, wajah Onew mendadak menjadi panas. Ia yakin wajahnya sudah merah sekarang.

Setelah Key meminum teh, ‘latihan’ pun dimulai. Onew duduk manis, menunggu Key yang terus diam.

Key berdehem. Mencoba mengeluarkan suaranya.
“A. . Aku. . Aku. .”

Onew hanya diam. Bukankah tugasnya hanya mendengarkan?

“Sa. . Sa. .”

Oh. Setelah beberapa lama, Onew mulai bosan. Key selalu mengulang kata aku, saranghae dan Jongyun. Bukan dalam 1 kalimat, tapi seperti orang gagap. Setelah itu, Key menghela napas dan berkata, ‘aku tidak bisa’. Mengesalkan sekali.

“Ya. Coba kau tenangkan dirimu dulu. Ambil napas dengan hidung, lalu keluarkan lewat mulut. Lalu katakanlah” usul Onew.

Key mencobanya. Usaha awal masih seperti yang sebelumnya. Lama kelamaan, sudah mulai lebih baik.

“Jonghyun-ssi..”

Jonghyun. Bukan Onew, dubu, atau panggilan lain Key untuknya.

“Umm. .”

Onew deg-degan. Ia tau kata selanjutnya.

“Saranghae. .”

Akhirnya! Onew tersenyum. Pahit. Jangan tanyakan sakitnya. Yah kalimat itu bukan untuknya. Walau dikatakan di hadapannya.

Refleks Key memeluk Onew bahagia.

“Aku berhasil. Aku akan mengataknnya besok”

Onew terkejut. Besok? Secepat itu? Andwae. Ia belum siap. Belum siap menyerahkan Key pada Jonghyun. Hei, ia bukan siapa-siapamu Onew. Hanya sahabatmu.
‘Ya, sahabat yang aku cintai’ batinnya.

*

“Onew, aku gugup sekali” ujar Key, meremas ujung kaos birunya.

Menepuk bahu Key lembut. Seakan menyalurkan semangat untuk Key.
“Semangat. Kau hanya gugup. Jangan sampai itu membuatmu gagal menyatakannya. Ingat kata-kataku. Hwaiting!” Onew mengepalkan jemarinya.

“Ne, hwaiting! Doakan aku” setelah mengatakannya, Key berlari menuju tempat janjiannya dengan Jonghyun.

Menghempaskan dirinya di bangku taman yang sama sekali tidak empuk. Mau apa lagi? Bukankah ia yang mendorongnya untuk jujur? Ia yang membantunya latihan mengutarakn peasaannya? Benar kan?

Hah. Berat sekali rasanya. Melepaskan cintamu untuk orang lain. Yah, mungkin ini sudah jalannya.

*

Menghampiri kedai es krim di taman. Siang ini terlalu panas. Membuatnya ingin makan sesuatu yang dingin.

Terlihat seorang namja duduk termenung di salah satu bangku dekat kedai es krim. Wajahnya menunduk.

Melanjutkan langkahnya menuju kedai. Namun langkahnya terhenti.
Menoleh untuk meyakinkan dirinya.
Bukankah itu Key?
Sedikit ragu, melangkahkan kakinya menuju namja itu.

“Eum, Key?” yakin Onew.

Mengangkat wajahnya. Benar. Itu Key. Wajahnya kusut, matanya sembab. Ada apa dengannya? Dan sedang apa ia disini? Seharusnya ia sedang bersama Jonghyun.

“Kenapa disini? Bukankah kau..”

“Gagal Onew” ujar Key dengan suara parau. Menangiskah?

“Aku bahkan belum mengatakannya”

Belum? Lalu dari mana Key tau ia gagal?

“Aku melihat Jonghyun bersama Jino. Dan ia..” terisak. Key menutup mulutnya dengan punggung tangan. Bahunya terguncang.

“…ia melamar Jino”

Benarkah? Rasa bahagia menyeruak dari dalam hatinya. Tanpa sadar, senyum terukir di bibir Onew.

“Apa yang harus aku lakukan Onew? Sakit sekali”

Jahatkah? Ia tersenyum saat orang yang dicintainya sedang bersedih?

“Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku. Bahkan tak apa seandainya ia tidak mencintaiku”

Eoh? Onew tak tau haruskah ia senang atau sedih sekarang. Menyakitkan mendengar Key berkata seperti itu.

Key menyandarkan kepalanya di bahu Onew. Sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Key.

“Biarkan seperti ini. Sebentar saja. Bolehkah?”

Berteriak dalam hati. Tentu saja. Aku akan melakukan apapun untukmu. Apapun. Batin Onew.

*

“Makanlah” menyodorkan semangkuk nasi dan beberapa macam lauk.

“Aku tidak lapar” mendorong kembali mangkuk nasinya.

“Kau harus makan. Mau aku dimarahi ummamu eoh? Karna tidak mengurusmu dengan baik” tinggal separtemen dengan Key. Karna orangtua Key selalu sibuk dan tidak ingin Key kesepian, mereka menitipkan Key pada Onew, yang merupakan sahabat Key sejak kecil.

“Baiklah. Sedikit saja”

“Tidak tidak. Habiskan semuanya”

“Tapi ini banyak sekali”

“Aku tidak peduli. Kau itu terlalu kurus tau. Butuh tambahan lemak untuk tubuhmu”

Key mengerucutkan bibirnya. Kenapa orang ini keras kepala sekali?

“Dari pada kau. Tahu tembem” Onew terkekeh. Senang Key sudah bisa kembali menggodanya. Setelah akhir-akhir ini hanya diam dan melamun.

“Biar saja. Tetap tampan kan?” sedikit narsis. Membuat Key tergelak. Meski hatinya sependapat.

*

Duduk berdua di balkon sambil minum cokelat. Kebiasaan Key dan Onew sebelum tidur.

“Pernah jatuh cinta Onew?” tanya Key. Tangannya menggenggam mug pink miliknya.

Pertanyaan apa ini? Haruskah ia menjawabnya?

“Onew?” panggil Key saat Onew tak menjawabnya.

“Ne. Aku pernah. Bahkan masih mencintainya”

“Jinjja? Nuga? Apa aku mengenalnya?” tanya Key lagi. Ia terlihat begitu antusias. Hey, Onew selalu mengelak kalau ia sudah bertanya hal_hal seperti ini.

“Tentu. Kau bahkan sangat mengenalnya” Onew tersenyum pahit. Membicarakan orang yang jelas-jelas ada di depannya.

“Nuguya? Malhaebwa”

Menghela napas. Biarlah ia mengetahuinya. Ia sudah tidak sanggup menanggungnya sendiri. Sedikit lelah dengan perasaan ini.

“Kau, Key”

*

Duduk sendiri memeluk boneka kelinci pinknya di tempat tidur. Masih memikirkan perkataan Onew beberapa hari lalu.

Onew mengungkapkan perasaannya. Menceritakannya. Membuat Key sangat terkejut.

Lalu, bagaimana perasaannya terhadap Onew? Adakah sedikit untuk Onew? Atau ia masih mencintai Jonghyun? Key sendiri bingung. Jujur, ia sangat nyaman bila berada di samping Onew. Tapi, apa itu bisa dikatakn cinta?

KLEK.
Pintu kamar Key terbuka. Onew masuk dengan membawa segelas susu cokelat.

“Belum tidur? Aku membawakanmu susu hangat” menaruh gelas di meja kecil samping tempat tidur.

“Gomawo”

Hening. Terasa canggung. Apa karna pernyataan waktu itu?

“Key-ah. Aku tidak tau ini benar atau tidak. Tapi, jangan terlalu memikirkan perkataanku waktu itu ne? Aku tidak ingin itu menjadi beban untukmu. Aku hanya ingin kau tau perasaanku. Bukan berarti kau harus membalasnya” kata Onew.

Key menatap namja bermata sipit itu. Tampan. Ia baru benar-benar menyadarinya. Tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat.

“Onew, boleh aku minta bantuanmu?” sudah ia putuskan. Ia harus yakin dengan ini.

“Eung, tentu saja. Apa?”

“Bantu aku latihan menyatakan perasaanku lagi”

Sakit. Hatinya seperti teriris lagi. Apa Key sudah menemukan pengganti Jonghyun? Oh Tuhan. Kenapa ini terjadi lagi?

“Baiklah. Kapan?” bodoh. Lagi-lagi menyetujuinya.

“Sekarang”

Apa? Ia belum siap. Hatinya masih berantakan. Jangan dulu.

“Aku..”

Terdiam. Dilanjutkankah?

“…mencintaimu”

Sudahlah. Ia rela. Mungkin Key memang bukan untuknya.

“Boleh aku tau siapa?” tanya Onew.

Key tersenyum. Gugup menyergapnya tiba-tiba.

Beranjak lalu duduk di samping Onew. Memanggil namanya, membuat Onew menoleh padanya.

CHU~

Mengecup bibir Onew dengan cepat. Merasakan pipinya memanas. Malu.

Terbelalak. Kaget. Tidak menyangka Key menciumnya.

“Aku mencintaimu Onew”

Ia sedang latihan kan? Bukan nyata.

“Ini bukan latihan. Aku mencintaimu. Bisa bantu aku untuk lebih mencintaimu?”

Masih shock. Key mengatakan cinta untuknya?

“Kenapa melamun?”

“Ini nyata?”

Key terkekeh. “Tentu saja. Mau aku ulangi?”

“Aku mencintaimu Onew”

*

Bagaimana? Biasa ajakan? Aku harap kalian mau komen. Tapi kalo ga bisa komen, jangan dipaksain juga. Okke? Love ya all suunders :*

70 thoughts on “[OnKey] Say It For Me

  1. Ah, apa-apaan ini? Nembak kok tiba2 sih Key?
    Pantes aja Onew cengo.. hehe
    tp so sweet!!!😄

    Author, saya slama ini comment bukan utk ngedapetin PW (lagian saya jga readers baru dan blm punya PWnya). Slama ini murni karna aq PENGEN KOMEN!
    Ya.. itung2 sbagai apresiasi lah, karna udh nyediain bahan bacaan bwt aq.🙂 Mo FFnya jelek kek, bagus kek, sm aq ttp dikomen! Dan gak jarang aq blak-blakan !! HAHA
    Aq blm mau minta PW, karna FF yg di-protect itu rata2 yg NC (saya blm 17 thn). ^^

  2. eummm manisx 2 makhluk yg q cintai ini. ihihi senangx mereka bersama pd akhrx:-D
    appa, chukaeyo *wink

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s