Someone Whose Being Loved by My Husband


Annyeoooong ^^

Jujur sebenernya ini bukan karya aku, aku dikirim via email, udah cukup lama sih, gatau yah kalian nerima juga apa enggak, ini pernah di publish sama ranchuu di salah satu fandom ff & icha ayu di sjff. Keanya gaada salahnya yah berbagi (:

Aku suka banget sama cerita ini, menyentuh.. of course, ini true story. keanya gak harus dibuat switchgender ya? Aku Cuma ganti nama mereka aja pake nama anak-anak SHINee. Hehe semoga tetep menyentuh ceritanya. Happy reading ^^

Someone Whose Being Loved by My Husband

.

.

(from email)

Aku mencium kedua kening anak-anakku. “Minji, Minhwa.. sekarang kalian tidur ya..”

“tapi aku ingin menunggu appa”  Minhwa anak bungsuku berkata dan terlihat sekali kalau ia ingin appanya mengucapkan selamat tidur padanya.

“besok saja ya, appa sedang bekerja. Besok pagi ketika Minhwa bangun appa pasti sudah ada disamping Minhwa, sekarang tidur ya” bujukku

“ne umma” sekali lagi aku mencium kening Minhwa

Aku berjalan mendekati ranjang Minji dan mengelus rambutnya. Kemudian ia berkata “Umma.. aku sayang umma”. Langsung kupeluk putri sulungku lalu aku menyuruhnya untuk segera tidur. “umma juga sangat sayang kalian berdua. Tidurlah besok kalian sekolah”. Aku mematikan lampu kamar anakku lalu menutup pintunya.

.

.

Aku Choi Taemin, 36 tahun. Seorang ibu rumah tangga. Dengan dua anak bernama Choi Minji dan Choi Minhwa, dan seorang suami yang bernama Choi Minho.

Kupandangi jam dinding ruang keluarga dimana tempatku sekarang yang sedang membaca buku. Pukul 20.30. Kulanjutkan acara membaca bukuku yang terpotong. Perhatianku tidak begitu fokus, sekali-kali melirik jam dinding.

Pukul 21.00

Pukul 23.30

Minho belum juga pulang. Perasaanku semakin cemas. Aku khawatir. Kutahan pikiranku semua itu. Minho memang sering pulang malam akhir-akhir ini.

Tapi itulah yang membuat hatiku sedih.

.

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Minho tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri.

Bernama Lee Keybum

Temannya Minho saat dulu kuliah.

Key tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Key tidak pernah kenal dekat dengan Minho selama mereka kuliah dulu, Key bercerita Minho sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Key yang bekerja di bidang Public Relation akhirnya bertemu dengan Minho yang sedang membuat promosi untuk sebuah produksi perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Minho, Setiap mau pergi bekerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang ponselnya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Key pernah datang pada saat Minho sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Minho tidak juga mau aku suapi.Key masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya.

“Annyong Taemin-ah~ kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus mengajak Minho bercerita sambil menyuapi Minho, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia menciumku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit dari pada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Lee Keybum, begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan kimbap untuk anak-anakku, dan membawakan bibimpap kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Di lain waktu, dia datang bersama suaminya Lee Jinki dan kedua anaknya yang lucu-lucu. Seingatku namanya Lee Yoogeun dan Lee Jino.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti kota Seoul , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, Choi Minji, yang rambutnya lurus dikepang dan cerdasnya sama seperti appanya. Dia berhasil membuka password email Appa nya, dan memanggilku, ” Umma, mau lihat surat Appa untuk Key Onnie ?” Anak-anakku memang sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan Onnie dari pada ajuhmma karena begitu cerahnya kepribadian Key.

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear ,Key.

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Taemin. Aku mencintai Taemin karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak
sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Taemin  bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you
are the only one in my heart.

yours,
Choi Minho.

Mataku terasa panas. Minji, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat cantikku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Minho merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja-manja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya diriku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang istri yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Mengapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkanku ? Itu lebih aku hargai dari pada dia hanya diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Minho terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mnho adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

.

 [Author POV]

Setahun kemudian…

Key membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

” Minho, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan
tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Minho.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” Mengapa, Taemin ? Mengapa kamu mesti cemburu ? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?”

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Taemin”

Di surat yang lain..

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Key…… “

Disurat yang kesekian,

…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Minho- ah. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah-marah padamu,
aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi.
Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai.
Aku tidak lagi boros, dan selalu menabung.
Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu.
Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah.
Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?
Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. …..

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ……”

Key menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Minji yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

“……….. …Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah , sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu,
inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?……… “

Minji menatap Key, dan bercerita,

” Siang itu Umma menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan di wajah Umma, Umma terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari Umma seperti siang itu, Umma begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Umma memarkir motornya diseberang jalan, Ketika Umma menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan
tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Onnie….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak…. ..” Minji memeluk Key dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Key mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Minho mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya ia ingin Taemin membacanya.

Dear Key,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Taemin berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang kau sarankan, Key. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku,
tapi karena dia belahan jiwaku….

Key menatap Minho yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di samping nisan Taemin. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

End

notes from the email : Jakarta , 7 Januari 2009 (dedicated to my friend….may you rest in peace…)

 

.

.

Gimana? Dalem nggak? haha aku udah baca ini puluhan kali tetep nangis TTATT

Aku nggatau siapa pengirim asli ini, aku cuman dapet forward-an dari temenku, kisah nyata emang beda yah?

127 thoughts on “Someone Whose Being Loved by My Husband

  1. Aku nangiiiiiiissssss 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
    MINHO JAHAT!!!!!!!!!!!!!!!! BODOH!!!!!!!!!!!! BABO!!!!!!!!!!
    bisa”nya dia tidak mencintai seseorang yg telah dengan setia berada di sampingnya!!
    Dia malah sibuk berpaling kepada orang yg jelas” gamungkin buat dia miliki!! BABO!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    jadi ini si istri meninggal gegara kecelakaan? Di tabrak mobil? Di depan anaknya??
    Astagaaaaaaaaa (ಥ_ಥ)
    Aku gatau gmana hancurnya hati taemin.. begitu lama pacaran, begitu lama menikah, tp tidak pernah mendapatkan secuil cinta dari minho (•̩̩̩̩_•̩̩̩̩)
    Aku yakin kalo aku pasti ga sanggup. Ga bakalan sanggup buat ngejalaninnya!! 😢😢😢
    Siapapun yg punya cerita ini, kau adalah wanita terhebat!! 👍👍

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s