[2min] Dearest part 3 of ?


Foreword:

Annyeong Suunders, nah, masih inget sama FF ini? kalau udah lupa silahkan dibaca ulang dulu deh  biar nyambung, FF ini udha lama banget Hiatus, dikarenakan ada satu dua hal oleh Author aslinya my besties Rinhyon >.O
Karena menurutku sayang, jadinya aku yang nerusin sebenernya tadinya Kimechaa tapi tuh anak lagi ilang entah kemana? ck!*marah*

Oke deh, yang lupa baca dulu lagi, kalau mau! LOL

Ini buat Rinhyon, semoga hasilnya memuaskan dan sesuai dengan yang kau harapkan nak! LOL

SO, NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM, JUST LEAVE A COMMENT AND LIKE THIS POST IF YA LIKEY🙂


by : Sanniiew^^

.

.

Well, sudah sekitar 2 minggu setelah pernikahan mereka, yah, Choi Minho dan Lee Taemin, surat kontrak? apa itu perlu?

“Surat kontrak?” tanya Minho beralih dari kegiatannya membaca buku ketika Taemin menanyakan hal itu padanya.

“Neh Minho hyung … aku kan …”

“Tidak perlu hal seperti itu , itu tidak penting…”

“H-hah? t-tapi—“

Minho menatap Taemin lurus dan Taemin terdiam, ia menunduk dan memotong apel di pangkuannya.

“Baiklah…arraso …” kata Taemin cemberut. Minho tersenyum dan beralih ke buku nya lagi,
“Aku tidak mau kita sama-sama terbebani, kau hanya ikuti apa yang kita sepakati dari awal, dan jalani saja semuanya layaknya pernikahan biasanya…”

Taemin mendongak, what? biasanya? tentu ini tidak biasa, ini hal terbodoh dalam hidupnya, dibayar hanya untuk menikah dan menciptakan seluruh skandal dalam hidup, membohongi Tuhan, keluarga Minho, dan juga …dirinya sendiri, pabo neh?

“Baiklah  … aku mengerti, aku akan lakukan sebaik mungkin, mohon bantuannya…”, Taemin membungkuk, Minho berdecak dan menutup mulutnya, kenapa anak ini imut sekali? what? imut? hell yess, sekarang otaknya sudah mulai tidak waras, Minho sudah bisa komentar tentang orang lain? ajaib!

“Aah!”

Minho mendongak, Taemin mengemut tangannya sendiri, dengan sigap Minho beranjak dari kursinya dan menuju samping Taemin.
“Kenapa? coba lihat …”

“Aw.sakit…pelan-pelan ..”, jari Taemin teriris pisau dan lumayan mengeluarkan banyak darah, dengan sigap Minho mengemutnya , Taemin memejamkan matanya, dan menelan ludahnya, bukan karena perih, mungkin iya sedikit, tapi itu karena entah mengapa jantugnya berdegup cepat.

Ketika Taemin membuka matanya ia lebih terkejut, Minho masih mengelum jarinya dan menatap wajahnya lekat, jarak mereka sangat dekat sehingga susah untuk Taemin menutupi rona merahnya. Ia palingkan wajahnya.

“Aku ambil obat dulu …”, Minho segera berdiri menuju dapur mengambil kotak p3k.

Disisi lain Minho menelan ludahnya, ia mengurut keningnya, apa itu barusan? kenapa mukanya terlihat manis sekali, dan hampir saja ide gila terlintas, bibir pink kissable itu, pipinya yang merona, dan…Minho menggelengkan kepalanya , andwe…andwee , tenang Minho.

“Sudah …lain kali hati-hati..”, kata Minho selesai memberikan hansaplas pada Taemin, Taemin hanya mengangguk dan menyentuh jarinya.
“Ini buat ku kan?”, tanya Minho menunjuk apelnya, Taemin mengangguk lagi.

“Ng…Minho hyung…”

“Hmm?”

“Apa bekerja dirumah sakit itu menyenangkan?”, tanya Taemin menyilangkan kakinya dan menghadap ke arah Minho yang asik mengunyah apel dan menonton TV.

“Hmm…begitulah, itu kewajiban ku, jadi aku jalani …” Taemin cemberut, selalu begitu, pelit jawaban.
“Kau beruntung bisa jadi dokter, aku mau meneruskan sekolah ku saja susah … padahal aku juga ingin sekolah lagi, jadi dokter juga keinginanku dulu …”, Taemin tersenyum kecut mengambil apel di piring dan menyandarkan punggungnya di sofa disamping Minho.

Minho menatap Taemin sekilas, mengamati sosok kecilnya baik-baik, “Memangnya … kenapa kau tidak lanjutkan sekolah? untuk apa kau jauh-jauh dari Incheon hanya untuk cari kerja?”, tanya Minho lagi, Taemin menoleh dan tersenyum, tidak perlu diceritakan kan? yah…nanti saja.

“Orang tua ku tidak punya cukup biaya Hyung untuk mengantarkan ku kejenjang yang lebih tinggi lagi, jadi disini lah aku … ingin cari kerja, dan sekarang aku …menjadi istri seorang dokter terkenal..hehehe”, katanya menggaruk poninya, Minho terdiam, diam-diam dia mengangkat ujung bibirnya mengulas sebuah senyum.

“Hoaam… tapi aku akan lakukan yang terbaik Hyung … aku janji …”, katanya perlahan menyandarkan kepalanya ke bahu Minho, Minho diam saja menatap layar TV, pikiran berkecamuk di otaknya, kenapa Taemin sendirian di kota besar ini? kemana keluarganya, dimana mereka? sudahlah , ia tidak mau berpikir seperti itu, toh, ummanya setuju dia menikah dengan Taemin meski statusnya pun tidak jelas.

“Hmmmh… susu banana…”
Minho menoleh, Taemin mengigau kepalanya terkulai ke bawah dan dengan sigap ditangkap oleh Minho,syukurlah …posisinya bisa tidak nyaman jika ia jatuh dan tepat di selangkangan Minho.Minho menarik nafas, ia perlahan meraih tengkuk Taemin dan mengangkat tubuhnya dengan bridal style, kenapa anak ini begitu ringan? badan nya pun kurus sekali, tidak layaknya namja yang lain yang selalu mengimpikan punya tubuh kekar dan tegap.

Minho merebahkan Taemin dikasurnya, ya benar, dikasur Taemin, mereka pisang ranjang, beda kamar tepatnya … itu kesepakatan , janji tetaplah janji.
Minho tidak bisa tidak tersenyum, Taemin tidur dengan tersenyum, ia heran , kenapa anak didepannya ini bisa selalu tersenyum, dan ajaibnya bagi Minho, ia tidak bisa membiarkan dirinya selalu menjadi es batu dihadapannya.

“Good night Taemin …”, bisik Minho mengelus pipinya dan merapatkan selimut Taemin, kemudian ia berjalan menuju pintu keluar, melihat ke arah Taemin sekali lagi tersenyum sebelum mematikan lampu kamarnya dan berjalan ke kamarnya sendiri.

.

.

Minho bangun seperti biasa, ia tidak pernah terlambat, ia sangat tepat waktu, ia renggangkan otot tubuhnya dan bangkit dari kasur, ia buka jendela kamarnya yang langsung disambut oleh perbukitan Seoul, yah, dia suka lingkungan rumahnya yang masih asri .

Kemudian ia menuju kamar mandinya dan mandi , setelah itu ia berpakaian dan segera turun ke lantai bawah.

“Pagi Minho hyung…”

Minho terkejut ketika ia turun tangga disambut oleh Taemin yang tersenyum lebar, berdiri di belakang counter dapur dengan apron kuning pikachunya.

“Pagi Taemin … apa yang kau lakukan pagi begini? “, tanya Minho mendekat, ia terkejut, Taemin sedang memasak.

“Aku sedang membuat sarapan untuk mu, kemarin Umma mu bilang kau ini susah untuk sarapan pagi, jadi aku sengaja bangun pagi untuk siapkan ini semua …”, kata Taemin dengan wajah gembira, Minho tersenyum, dengan cepat ia duduk di atas kursi, ia memang tidak pernah selera sarapan pagi, tapi karena ini Taemin …entahlah, dia hanya ingin memakannya.

“Sebentar .. aku siapkan dulu…”, katanya, Minho hanya diam memperhatikan Taemin yang mengambil semangkuk nasi, dan kemudian menghidangkan semangkuk sup ayam.

“Kau yang masak ini pagi-pagi?”, tanya Minho bingung, Taemin duduk didepanya dan bersiap menyantap makanannya.
“Ng! aku yang buat, aku tidak tahu ini enak tidak dengan lidahmu, aku lihat ayam yang tidak diolah dikulkas, jadi kuputuskan ini makanan mu …”, katanya, Minho tersenyum lagi,kemudian ia mengambil sendok dan menyendok sup ayamnya.

Ia berhenti ketika menyadari Taemin memangdangnya, “Kenapa?”, tanyanya, Taemin menggigit bibirnya.
“Kau tidak mengatakan padaku apakah itu rasanya enak? tidak keasinan? atau malah kurang garam atau lada?”

Minho menggeleng, “Aku pernah bilang kan masakanmu cocok dengan seleraku, jadi tidak ada koreksi.”, katanya meneruskan makannya, Taemin sumringah, dia tersenyum lebar, Minho yang dilihat seperti itu jadi tidak nyaman.
“Cepat makan, memandangi orang seperti itu terus tidak sopan.”, kata Minho , Taemin cemberut dan memakan makanannya, namun tetap tersenyum dan melirik ke arah Minho, dia juga tidak berhenti menyengir senang, Minho yang menyadarinya hanya bisa tersenyum simpul.

.

“Ng…MINHO HYUNG!!”,

Minho berbalik ketika ia ingin masuk kedalam mobilnya. Taemin berlari dari dalam rumah dan memegang dengkulnya.

“Kenapa kau tidak bilang kalau mau berangkat?”, tanya Taemin cemberut.

“Oh mianhe … aku pikir kau lama tertidur di kamar tadi?”

“Ani … aku hanya membersihkan kamar ku tadi … “

“Oh baiklah, aku berangkat yah? mungkin aku akan pulang malam … ada jadwal operasi sore ini …”

“H-hyung…!”, Taemin mencegah Minho lagi,

“Apa Taemin?”

“Ng … s-siang ini apa sibuk? kalau tidak … mungkin aku bisa antarkan bekal makan siang ke rumah sakit, maksudku..ng.. aku ingin lihat tempat mu bekerja, aku janji aku tidak akan ganggu kok,dan biar irit tidak makan diluar!”, kata Taemin semangat dan berusaha menyembunyikan seburat merah di mukanya.

Minho tertegun, perlahan ia ikut tersenyum juga, dan menghampiri Taemin, “Baiklah … jam 1 aku tunggu di ruanganku, alamatnya ada di depan kulkas. “, Minho tersenyum,
Taemin hanya mengangguk. “Oke, aku akan tepat waktu kok!”, katanya mengacungkan kedua jempolnya,
Minho tidak bisa berhenti tersenyum, entah apa yang menggerakkannya, ia mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Taemin lembut.
“Aku berangkat …”, kata Minho , dan berbalik “…akh bulgogi atau sup pasta kacang kedelai rasanya enak pasti..”

Taemin membelalakan mata, apa? apa Minho ingin makan itu?
“Bye Taemin …”

Dengan itu Minho pergi dan Taemin yang masih mencerna kata-kata Minho segera masuk kedalam rumah, ia berlari menuju meja komputer dimana ada satu komputer yang free internet, dengan lihai ia search cara memasak dan juga bahan dari sup pasta kacang kedelai, kalau bulgogi mungkin dia bisa masak.

“I gotcha! aku akan buatkan untuk mu Minho hyung…tenang saja…”, Taemin terkekeh geli, dengan cepat ia berganti pakaian dan mengambil dompetnya pergi ke supermarket membeli bahan yang diperlukan, masih ada waktu 4 jam semoga cukup, pikirnya.

.

.

Taemin berjalan menyusuri supermarket 24 jam, hanya ini yang buka di pagi hari syukurlah semuanya tersedia, dengan senyum ia keluar dari supermarket dan berjalan menyusuri blok perumahan yang lumayan ramai.
Ia tidak percaya, kenapa nasib ini ada padanya, ia hanya ingin mencari kerja, yang ada dia malah menikah di usai muda, namun ia tidak menyesal , toh Minho dan keluargnya adalah orang baik.

BRUK!!

Taemin mendongak, ia memicingkan matanya, dari kejauhan seseorang kesulitan membawa barang-barangnya kedalam bagasi mobilnya. Dengan segera ia berjalan mendekat dan menyapanya.

“Annyeong … ada yang bisa saya bantu mungkin?”, tayanya ramah, namja yang tidak jauh tinggi dengannya menoleh dengan tangan berisi map dan juga papper bag.

“Oh, neh…bisa kau bantu aku bawa ini kedalam taxi? aku sudah terlambat …’, katanya, Taemin tersenyum, ia menaruh belanjaannya di sudut jalan dan membantu papper bag yang masih tersisa dan menaruhnya kedalam taxi.

“Aah…gamsahabnida … maaf sudah merepotkan mu…” katanya tersenyum manis, Taemin balas tersenyum, jika orang melihat mereka berdua, pasti mengira ada dua malaikat saling bertegur sapa.

“Neh Cheonmaneyo … “, balas Taemin.

“Ah aku harus pergi, aku Shin ____ … kau?”, tanyanya mengulurkan tangannya dari balik kaca taxi.

“Aku Lee Taemin … “

“Taemin shhi senang berkenalan dengan mu … sampai jumpa, terima kasih sekali lagi..”, katanya mengangguk, Taemin tersenyum dan membungkuk, ia melambaikan tangannya ketika taxi itu berjalan jauh, ia melirik jam ditangannya.

“Omo, sudah terlambat!aisshh~~…” dengan cepat ia berlari ke rumahnya , tidak ada waktu lagi.

.

.

Minho mengecek jam ditangannya, kenapa dengannya , ia tidak pernah sepeduli ini dengan waktu, dia orang yang konsekuen dan juga menghargai waktu, tapi ia tidak pernah secare itu dalam mengusuri kapan waktu berjalan cepat atau lambat. Tapi entah sudah berapa kali ia melakukan hal yang sama melihat jam tangannya terus menerus.

“Aigo Minho ah~ jangan lihat jam terus, jam masih berjalan seperti biasa layaknya kemarin, dan sejak beberapa jam, menit, dan detik yang lalu … its look so annoying …”, cecar Onew pada Minho , Minho meliriknya kesal.

“Diam kau .. aku ada janji dengan seseorang …”

“Aigo … siapa? nah nah … suster mana lagi yang akan kau jadikan gebetan?”, ledeknya, Minho berdecak.

“Aku sudah punya istri!”, katanya datar, Onew tertawa kencang,

“Omona~~ im forget , ahahahaha…mianhe neh Choi Minho? istri yah? aku heran, kenapa kau tiba-tiba menikah, padahal aku ini sahabatmu, aku tidak pernah tahu kau dekat dengannya? hmm… apa kemampuan gosip ku berkurang?”,

“Diam kau … tidak ada urusannya dengan mu aku mau dekat dengan siapa.”, jawabnya sinis, dan lagi , dia melihat jam tangannya lagi.

“OMO! aku harus pergi Minho, Key sudah menunggu ku di kamarnya, suster yang lain mulai ribut …”

“Cih, dia hanya manja, alasan saja tidak suka minum obat, nyatanya dia hanya mau bertemu denganmu..”

Onew terkekeh, “I know … itulah mengapa aku selalu buat laporan dia belum sembuh, padahal dia sudah sepenuhnya pulih, aku hanya ingin menahannya beberapa hari dulu bersamaku…”, kekehnya, Minho bergidik.

“Dasar pervert! tunggu saja sampai Key tahu kalau selama ini dia dirawat oleh dokter mesum!” Minho terkekeh ,PLETAK! sebuah papan jalar mendarat pelan di pucuk kepalanya.

“Berisik! aku tahu Key juga suka padaku yang seperti ini..”, kata Onew menjulurkan lidah dan berjalan keluar dari ruangan dokter.

“Oh,Dongho? ya… Minho didalam..silahkan …”, Minho mendongak mendengar namanya di sebut. ” Minho … asisten mu datang …’, teriak Onew.

Dan seketika itu pula seorang namja berkulit putih dan berpipi chubby masuk dengan setumpuk berkas ditangannya. Minho berdiri dan meraih berkas itu dan menaruhnya dimejanya sendiri.

“Terima kasih Dongho ah~ seharusnya kau mengatakan padaku jika semua ini harus diserahkan padaku, kau tidak perlu membawanya sendiri..”, kata Minho duduk dibalik kursinya, Dongho hanya tersenyum.

“Anio Minho sunbae … aku hanya menjalankan tugasku saja kok..”, Minho hanya tersenyum dan menandatangani berkas yang ada, yah, Dongho asistennya , tepatnya ia siswa perawat yang sedang praktek di RS dan sudah lama membantu banyak dokter dalam menyelesaikan tugasnya, ia siswa yang rajin dan berprestasi, itulah alasannya kenapa RS tempatnya dia bekerja mempertahankan nya disini meski tugas prakteknya berakhir, dan hanya sekedar magang saja.

“Ng … Minho sunbae …” Minho mendongak,
“Neh?”

“Ng…b-bisakah kita makan siang bersama?”, tanyanya, Minho terdiam sebentar.

“Mianhe Dongho ah~ .. tapi aku sudah ada janji dengan seseorang siang ini…”, katanya tersenyum, Dongho mendongak dengan kecewa,

“O-oh yah? yasudah tidak apa-apa… hehehe… aku makan dengan teman ku saja…”, katanya,

“Neh, mianhe neh? mungkin lain waktu …’, kata Minho, Dongho hanya mengangguk pasrah dan tersenyum kecut.

“Ada yang bisa aku bantu lagi?”, tanyanya, Minho hanya menggeleng

“Tidak terima kasih ..”, hanya itu tanpa melihat ke arahnya, Dongho cemberut dan keluar dari ruangan itu.

Ia melihat kebelakang lagi sebelum menutup pintu, tidak sekalipun pria itu menengok kearahnya.

.

.

Taemin berjalan dengan cepat menyusuri trotoar dna masuk kepelataran RS , ia mengedarkan pandangannya dan sibuk melihat ke kertas kecil di tangannya, ia memutuskan jalan ke resepsionis untuk mencari tahu dimana ia bisa bertemu dengan Minho. Namun tidak sengaja dia menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan dengannnya,

“Mianhe…mianhe… aku tidak lihat , mianhe…”, kata Taemin langsung membungkuk dan memunguti semua kertas yang berserakan di lantai.

“Oh tidak apa-apa…”

“Mianhe neh…eeeh??!!”, Taemin terkejut.

“Eeeh? kau kan…?!”,

Taemin tersenyum, lagi, dia bertemu dengan namja yang sama yang ia temui pagi ini,
“Hai, tidak menyangka kita bertemu lagi disini yah?”, tanya nya,

“Iya… aku terkejut, mianhe neh? biar kubantu…”, Taemin memunguti kertas itu dan menyerahkan padanya, Namja itu tersenyum manis.

“Kau mau menjenguk seseorang? dilihat dari bekal yang kau bawa pasti kau ingin mengantarkan makanan rumah untuknya yah? “

Taemin melihat bekal ditangannya dan tersenyum, “Anio … aku ingin menemui seseorang disini, dia dokter di Rs ini …”, Taemin tersenyum, namja itu terkejut.

“Oh, siapa? mungkin aku bisa memberi tahu mu, aku cukup kenal dengan semua dokter disini…”, katanya,

“Jinjja? kebetulan sekali, aku harus bertemu dengan Dokter Choi Minho..kau bisa antarkan aku ke ruangannya?”, tanya Taemin, saat itu juga entah hanya perasaan Taemin atau bukan, wajah namja didepannya seperti orang yang baru di tonjok oleh seseorang.

“Ng.. Dongho shi?”, panggil Taemin, namja itu Dongho mendongak dan terkejut,
“N-neh?”

“Kalau kau sibuk aku akan pergi sendiri tak apa kok…”, balas Taemin tersenyum,

“A-ah, hehehe… aku baru ingat aku ada urusan, kau tinggal lurus saja, dan belokan pertama kau kekanan saja, disana ada suster jaga, kau tanya dengan mereka, sudah yah Taemin shi, annyeong…”, katanya terburu-buru.

“Ya annyeong, terima kasih!”, teriak Taemin, namun Dongho hanya tersenyum dan bergegas pergi, Taemin hanya bisa menaikkan bahunya, tanpa ia sadari ada sepasang mata yang mengawasinya dengan geram.

.

.

Taemin menghembuskan nafasnya perlahan , sesekali ia pandangi halaman rumah sakit yang nyaman, tempat yang sangat nyaman, dia berjalan menelusuri lorong dekat taman, masih harus menunggu Minho sebentar lagi , karena baru saja dia ada meeting, meeting di jam makan siang? kasian Minho… pikirnya.

“Yah, ayolah makan sedikit~~ saja… nanti minum obat dan baru kita main lagi… gimana?”, Taemin menghentikan langkahnya, dia melihat seorang pemuda dengan jas putih layaknya dokter sedang membujuk seorang anak kecil, Taemin tersenyum, sendainya ia punya cukup uang untuk sekolah lagi, ia mungkin akan memilih jadi psikolog anak.

“Yah,yoogeuniie~~ cepat, jangan menendang ku terus… ayolah..”, Taemin tersenyum memandang dokter itu sudah mulai kewalahan karena anak kecil itu terus menendang kaki dokter itu dan tidak mau memakan makanannya.

 “Andwe … andwee… kalau kau tidak mau belikan aku robot power ranger aku tidak mau…”, kata anak kecil itu,

“Ya nanti aku belikan yah? sekarang…aaahhh..”, dokter itu menyodorkan sendok kemulut anak itu tapi yang ada …

“AAH!’, anak itu menepis tangannya dan alhasil nasi yang ada disendok itu terciprat ke wajahnya,

“Yah yoogeuni–“

“Ahahahahahahahaha…”,

Taemin tertawa, ia tidak sadar sudah tertawa diambang pintu,

“Hei!”

Taemin berhenti tertawa, dia menutup mulutnya, dan menoleh kebelakang karena dokter itu sudah menatapnya.

“Aku?” tanya Taemin menunjuk dirinya sendiri,

“Kau pikir siapa lagi? kan cuma kau yang ada disitu..”, katanya berdiri mengelap mukanya dan berjalan mendekat ke arah Taemin.

“Kau … siapa? kau keluarga Yoogeun?”, tanyanya,

“Yoogeun? oh, anak ini?bukan, aku hanya pengunjung lain dan tidak sengaja lewat dan melihat… tontonan lucu!”, kata Taemin terkekeh.

“Yah! jangan tertawa!”, katanya lagi, Taemin menutup mulutnya berusaha untuk tidak tertawa lagi,

“Aish, sudah sana  … kau mengganggu ku saja.”, katanya berbalik,

“Tunggu!’, cegah Taemin.

“Apa?”

“Kau ..tidak mau kubantu, siapa tahu aku bisa membujuknya, dia butuh makan untuk bisa minum obatkan?”, tanya Taemin, namja itu menyilangkan tangannya dan menatapnya, are-you-kidding?.

“Hei.. jangan remehkan aku, aku cukup dekat dengan anak kecil tauk!”, kata Taemin cemberut dan menggembungkna mulutnya, dokter itu terkejut, hmm…sejak kapan dia bisa tersenyum melihat orang lain ber-aegyo ria didepannya?

“Oke, kalau kau tahan banting sih, silahkan..”, katanya menggeser tubuhnya memberi jalan,Taemin tersenyum menaruh bekalnya di meja terdekat dan menghampiri anak kecil yang duduk di atas kasur dengan kaki terlipat dan memainkan gameboy  nya.

“Ehm .. annyeong Yoogeunnie~~”, sapa Taemin, Yoogeun anak itu tidak beraksi, dia malah asik memencet tombol di gamenya. Taemin menoleh ke arah dokter yang sedang berdiri dibelakangnya, dokter itu menaikan alisnya seolah berkata ‘mana buktinya?’ , Taemin tersenyum.

“Hei Yoogeunnie, kau tahu tidak, aku punya robot megazord dirumah ku, kalau kau janji mau makan makanan mu hari ini, aku akan membawakannya untuk mu besok..” entah kenapa anak itu berhenti bermain dan mendadak memandang Taemin lekat, Taemin khawatir bujukkannya tidak mempan, karena anak itu melihatnya dengan ekspresi datar.

“Jinjja?!!”, teriaknya sambil meraih lengan Taemin, Taemin menoleh kedokter itu dan menyengir menang seakan matanya menyatakan ‘See? i win!’

“Jinnja… yaksok Yoogeunnie~~ nah, sekarang, maukah kau makan makan siangmu? setelah itu kau minum obat dan istirahat, aku janji, ketika kau bangun besok pagi, aku akan bawakan robot itu padamu, bagaimana?”, tanya Taemin.

“Kenapa tidak sekarang?”, rengeknya, Taemin tersenyum dan menepuk kepalanya.

“Karena megazord sedang sibuk, dia harus bertarung melawan Zoldik dulu, baru dia mau kesini menjenguk mu, makanya , kau harus makan supaya punya tenaga untuk main dengannya? bagaimana?”, tanya Taemin lagi. Wajah anak itu tersenyum senang.

“Baiklah, ayo cepat mana makanannya? aku mau kau suapi aku..”, katanya, Taemin kemudian mengambil nampan berisi nasi dan lauk pauk lengkap kemudian menyuapinya sambil sesekali bercerita tentang power ranger, bukan masalah baginya, karena selama ia kecil itu merupakan kartun favoritnya.

.

“Hmm…megazort dan zoldik heh?”, tanya Dokter itu terkekeh, Taemin tersenyum.

“Kau hanya perlu tahu apa yang ia sukai, dan tentunya harus punya skill untuk membujuknya, aku rasa dokter seharusnya punya kemampuan itu, tapi rasanya kau tak punya yah?”, ledek Taemin, sambil melihat ke arah Yoogeun yang sudah tertidur, cepat sekali, mungkin dia lelah …

“Ck, kau ini… btw, gomawo …”, katanya, ” Aku Kim Jonghyun, kau?”, tanyanya mengulurkan tangan.

“Aku Lee Taemin …”,

Jonghyun hanya mengangguk, dan kemudian matanya beralih ke tangan Taemin yang memegang bekal ditangannya.

“Oh, kau ingin mengantarkan bekal untuk orang lain kan? kenapa tidak kau antarkan? keburu basi makanannya..”,

Taemin terekejut, ia ingat ..ah, sudah berapa lama ia menunggu Minho selesai rapat? padahal ia pikir ia sudah telat makan siang, sekarang sudah hampir jam 2 siang, dan Minho entah kemana.

“Iya.. tapi dia belum datang juga, kami janjian di taman sekarang …”, Taemin berusaha mencari sosoknya.

“Nuguya?” tanya Jonghyun

“Dokter Choi–“

“Taemin!”, panggil sebuah suara bass yang sangat ia kenal, Taemin wajahnya langsung tersenyum dan menghampiri Minho.

“Yah! aku sudah menunggu lama Hyung… keburu tidak enak makanannya , aish …”, Taemin cemberut, dan Minho hanya tersenyum dan mengelus kepalanya sekilas, Taemin yang hendak marah lagi jadi tidak mengeluarkan kata-katanya, sial..Minho bisa saja membuatnya terdiam.

“Hai Minho …”

“Oh hai Hyung …” sapa Minho yang melihat Jonghyun menghampiri mereka.

“Oh, jadi ini yang mau kau berikan makan siang? aigo Froggy, tega sekali kau? dia sudah menunggu mu lama ckckck…”

Minho melihat ke arah Taemin dan Jonghyun, “Kalian saling kenal?”, tanyanya.

“Ah anio … aku baru saja bertemu, tadi aku ketemu dengan pasien Jonghyun Hyung bernama Yoogeun … aku bermain dengannya sementara menunggu mu …’, katanya, Minho hanya ber’ oh ‘ ria dan menatap bekal Taemin.

“Bisa kita makan sekarang? aku lapar, aku ada jadwal operasi jam 4.”, katanya, Taemin tersenyum dan mengangguk.

“Ya bisa, ayo  kita makan … aku juga sudah lapar, ah, Jonghyun hyung? mau makan bersama?”, tanya Taemin beralih ke Jonghyun, Jonghyun terkekeh.

“Tidak terima kasih, aku sudah punya bekal ku sendiri …”, katanya,

“Oh baiklah…”, jawab Taemin tersenyum.

“Oke, Minho aku duluan … “, Minho hanya mengangguk.

“Oh ya Taemin …”, Minho dan Taemin menoleh ke arah Jonghyun “Aku rasa aku harus tepati janji mu pada Yoogeun, kalau tidak kau akan menambah sulit pekerjaan ku.”, katanya, Taemin hanya terkekeh.
“Pasti, aku akan tepati janjiku, aku akan datang besok.”, katanya, Jonghyun hanya tersenyum dan berlalu.

Minho menatap Taemin yang tersenyum lebar didepan Jonghyun, entah mengapa dia merasa kesal. “Jangan senyum-senyum terus, kau bisa dikira gila..”, kata Minho dingin, Taemin cemberut.
“Huu~ you so mean..kajja, aku bawakan bekal kesukaanmu..”
“Oh ya? apa?”
“Ada deh … kajja kajja…’, Taemin menarik jas Minho menuju bangku taman.

Setelah duduk Taemin menaruh bekalnya diantara mereka, ia buka sambil tersenyum.

“Taraaa~~” serunya membuka tutup bekal satu persatu,Minho tersenyum,
“Kau benar membuatnya? sendiri?”, tanyanya, Taemin mengangguk.

“Enak tidak yah?”, tanya Minho mengigit sumpit.
“YAH! coba dulu …aish, you really so mean Minho hyung… aku buat susah payah …” katanya, Minho hanya tersenyum, kemudian ia mengambil nasi dan bulgogi jadi satu. Taemin menggigit sumpitnya khawatir, semoga enak…

“Enak, menurutku lebih enak dari masakan umma…”, katanya,
“JINJJA?!”, seru Taemin, Minho mendongak dan tersenyum kemudian mengangguk, Taemin gembira sekali, ia ikut makan.

Minho melirik ke arah Taemin yang asik makan sambil tersenyum, lagi, dia tidak bisa membiarkan bibirnya tidak mengulas sebuah senyum melihat sosok didepannya, dan kemudian matanya beralih  ke jarinya, ia melihat beberapa balutan hansaplas disana, apa karena memasak untuknya jadi seperti itu.

“Apa itu sakit?”, tanya Minho, Taemin mendongak.
“Hah? apa?”, tanyanya, Minho menunjuk ke arah jarinya, dengan cepat Taemin menyembunyikannya.

“A-ahaha…anio, hanya ceroboh saja, tadi aku buru-buru takut terlambat, jadi tidak berhati-hati saat memotong sayurannya..”, katanya, Minho terdiam dan menaruh mangkuk serta sumpitnya. Kemudian dengan cepat ia mengambil tangan Taemin.

“M-minho?”

“Sehabis ini aku ganti hansaplasnya… “, hanya itu dan melepas tangan Taemin lagi melanjutkan makannya. Taemin diam saja, ia memegang tangannya, kenapa hanya seperti itu membuatnya berdebar.

“Sup nya sedikit asin.”, kata Minho tiba-tiba, Taemin terbelalak.
“Jinjja?”, Taemin menyendok sup nya dan mengecapnya.
“Tidak akh …”
“Lidah mu saja yang error … aku tidak suka asin …”, katanya, Taemin cemberut, dengan cepat ia ambil sup nya.
“Yasudah, tidak usah dimakan kalau tidak suka!”, katanya,Minho dengan cepat mengambilnya lagi.
“Aku mau makan, kalau bukan aku yang makan siapa lagi? kau bisa habiskan ini semua?”, tanyanya, Taemin cemberut.
“Yasudah jangan mengeluh …”, balasnya.
“Sudah makan saja, kau berisik.”
“Yah!”
“Sssht … kalau makan tidak boleh bicara…”
“Kau bicara!”
“Makanya kau diam Taemin…berisik…”

Taemin hanya cemberut, namun ia tidak memungkiri bahwa ia senang, walau katanya terlalu asin, dia melihat Minho tidak hentinya memakan sup buatannya, tidak sia-sia, thanks for google … batinnya.

Dan lagi, sepasang mata cemburu melihatnya tidak suka, mengepalkan tangannya kesal.

.

.

“Aku akan pulang malam, jadi jangan tunggu aku, kunci pintu dan jangan tidur terlalu larut.”, perintah Minho, Taemin mengangguk,

“Oke aku harus pergi.” Minho melihat jam tangannya.

“Neh, hwaiting Minho hyung!”, Taemin mengepalkan tangannya di depan wajah Minho.Minho berdecak dan tersenyum.

“Neh … gomawo …”ia mengelus kepala Taemin, Taemin membereskannya rambutnya lagi. Ia menunduk sedikit dan chu~

Dia mendongak terkejut. “Terima kasih juga makan siangnya …bye Taem.”, Minho langsung berbalik, ketika ia mencuri ciuman di pucuk kepala Taemin.

“Neh …h-hwaiting!’, teriak Taemin, Minho hanya melambai tanpa menoleh dan masuk ke ruangan.

Taemin tersenyum dan mengelus kepalanya , kemudian ia berjalan menuju pintu keluar.

“Iya… aku heran, padahal selama ini dia tertutup, aku pikir dia ada hubungan dengan Dongho ?”
Taemin tersenyum mendengar pembicaraan suster yang terdengar olehnya.

“Iya, masa Dokter Choi menikahi dia? kabarnya asal usulnya pun tak jelas…”

Deg! Taemin berhenti tepat sebelum ia melewati ruang jaga , Minho? menikah? apa yang dibicarakan itu juga tentang dirinya?

“Kata siapa? tapi orang tua Minho mendukungnya? tidak bisa kupercaya, beruntung sekali anak itu …”, kata yang lain, Taemin terus mendengarkan.

“Iya yah? padahal aku pikir dia ada hubungan dengan Dongho , karena dia baik sekali dengannya, sesekali aku melihat mereka makan siang bersama, Dongho anak yang menyenangkan kan? kenapa tidak dengannya saja…?”,

Dongho? kenapa dengan Dongho? ada apa Minho dengannya?
Taemin menyentuh dadanya, kenapa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman?
Kenapa dia sangat perduli dengan apa yang terjadi dengannya dan Minho?

“Hai , Taemin sshi …”,

Taemin berbalik, ia terkejut, “Jadi kau yah yang menikah dengannya? aku tidak sadar, ternyata orangnya kau … beda sekali dengan yang ada di koran dan berita …”,

Taemin hanya terdiam.

CUT!!

Yeah, aduh nggak tahu deh ini … aku berharap sesuai dengan yang kamu harapkan yah Nyon…
Sorry kalau masih kurang puas sama hasilnya, aigo ~~

Oke guys , what do ya think?
Please leave a comment!

Oh, yang udah minta pw aku harap kalian adil yah? aku sih tauk mungkin lagi susah nih komen dari hape, tapi yang udah dpt pw aku harap tepati janjinya, ehehehehe…inget guys, kita harus simbiosis mutualisme*gak maksud minta dihargai sih* but come on~~

SORRY MANY WRONG TYPO!
IM LAZY ASS AUTHOR!

159 thoughts on “[2min] Dearest part 3 of ?

  1. OHOHOHO DONGHO KELUAR…
    BIAR EMIN CEMBURU HOHOOO
    ah aku suka yg di taman mereka makan siang ^^

  2. wahhhh onkey nongol kekkeke
    curiga gue,jangan2 dongho suka sama minho??
    kyaaa aad yogeun,,jong jg ada akh makin seru aj,,nyahahahaah minho blg makanan buatan taemin asin?? kekekekk cemburukah??

  3. Wahh.. Sweet banget dehh pasangan baru ini. Cieehh cieehh
    Dong Ho ??? Ck!! Awas aja sampek ganggu hubungan mereka. Aku cincang kau!! #sarkatis
    Eehhh ada onkey moment.. Yeaaahhh

  4. Ow.. Konflik udh kelihatan, tapi 2min malah tambah manis x3
    apaan ntu suster2 ngegossip yg bikin ga enak hati -__- 2min udh jodoh tauk ‘-‘)/
    jeoseongiya author-nim, tdi ada typo,ada kata pisang ranjang, mgkin seharusnya pisah ranjang .____.)v

  5. Minho cool gitu tapi romantis juag ya.
    Cari2 kesempatan sama Taemin.
    Rika juga mau dong bekalnya.

  6. Udah mulai panas2an nih..
    Ga nyangka yg bakal jd orang ketiganya dongho. Tp knp dongho? Emang aslinya minho deket sama dongho? (Ya gmn author lah) hehehe xD

  7. jadi dongho suka ma minho,, pntas wkt tae nanyain ruangan minho dia mlh bralasan..
    emang knpa klw ming lbh milih tae,, suster2nya kura g kerjaan ummanya ming aja mw nerima tae knpa mlah mreka yg rempong.

  8. Ish, apa2an sih suster itu. Sok2an komentar tntang taemin yg gak pantas u/ minho, jadi lu mrasa udah smpurna gitu :@ *naikpitam

    kira2 yg suka ngintip 2min itu siapa? Dongho kah,? Ah penasaran >< next!

  9. dongho cinta sepihak nih, khawatir dia bakalan bertindak anarkis ama taemin… trus itu siapa yg datang, pasti si dongho, serius curiga nih kalo dongho bakalan jahatin taemin,
    so hubungan mereka udah mulai dekat ya, tapi masih malu2 kekekee

  10. Itu donghonya sukak sama siming?? Udah ada onkey sama jjong + yogeun yey… Tapi ih sirik banget pegawai RSnya sama taemin ih

  11. itu tulisann CUT nya bikin kaget ahahaha part ini lebih panjang dan kayanya Minho mulai naksir Taemin. dan semoga Dongho Dongho itu ga jadi penghalang buat hubungan 2min

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s