[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 7


okeh…
setelah lama tak post akhirnya post juga.. mian kalo lama dan banyak typo.. T.T
langsung aja yah.. silahkan di baca ^^

Title: I’M YOUR LOVE DOCTOR
Author: keysha feat Maitsa’
Cast: Onkey
Length: Sequel

“Kau mau.. aku.. hm?” Kini hanya tersisa jarak sekian inchi dari wajah Key. Semakin erat Key memejamkan mata kucingnya itu. Merasakan nafasnya yang semakin tersengal. Apakah namja ini benar Onew? Ke.. kenapa dia jadi seperti ini?

Deg.. Deg..

“Ya! Kalian!” Kedua namja itu serempak menoleh kaget. Menatap taemin yang menggandeng yoogeun dengan piyama motif anak ayam. Menatap mereka berdua dengan mata membulat.

“Onew hyung lagi ngapain?” terdengar suara polos yoogeun seraya mengacung-acungkan telunjuk gembulnya kea rah key dan onew. Onew buru-buru berdiri dengan benar, mengelus tengkuknya lembut berusaha mencari jawaban yang tepat.

“A..ani.. yoogeun mau bobo nee? Kajja.. hyung antar..” mendekati yeeogeun dan mengambil alih tangan gembul itu dari pegangan taemin. Taemin hanya berdecak pelan, membiarkan sang hyung membawa adik bungsu mereka ke kamarnya.

“Apa yang kalian lakukan barusan kibum hyung?” taemin menghela nafas, mendekati key yang masih terengah berusaha mnegatur nafasnya yang satu-satu. Key tersenyum kaku dan menggeleng pelan.

“Molla… err.. hyung-mu sedikit aneh..” menjawab dengan suara tercekat kemudian reflex menyisir panik poni legamnya yang jatuh ke dahi.

“Oh.. yeah.. dia memang aneh. Eum, hyung sebaiknya tidur. Ini sudah malam..”tersenyum tipis, melirik sekilas pada kamar di belakang key. Key hanya mengangguk pelan, kemudian balas tersenyum dan masuk kedalam kamarnya. Tubuhnya dihempaskan ke atas bed ukuran king size. Terlentang menghadap langit-langit berwarna putih. Pandangannya di edarkan ke seluruh ruangan, putih, abu-abu, dan merah. Tak ada warna pink? Ia rasa ia harus bilang pada jinki untuk mengecat ulang kamarnya. Apa itu akan merepotkan? Sepertinya tidak. Ia tidak bisa tidur jika bgukan PINK! Ia seorang pink maniak kau tahu. Menghela nafas panjang, menjulurkan tangan memeluk erat sebuah guling besar di kepala tempat tidur. Menerawang lagi langit-kangit kamar.

“Eh?” terkejut saat mendapati jemarinya bermain di bibirnya sendiri. Menyentuhnya pelan dan entah kenapa semua yang terjadi padanya belakangan ini berputar ulang seolah tengah memutar film. Saat ia jatuh tepat di atas tubuh onew dan mendapatkan first kiss yang tidak di sengaja, saat jantungnya berdebar lebih ketika onew memeriksanya tempo hari,  dan saat tadi. Ketika onew berhasil membuatnya terpojok dan kembali berdebar.

“Aishhh!! Apa yang kupikirkan?!” mengacak rambutnya kesal, buru-buru melepas jemarinya yang masih betah bertaut di bibir tipi situ. Beranjak bangkit menuju lemari pakaian yang berdiri di sudut kamar. Sedikit tidak yakin memang kalau di dalam sana ada baju ganti untuknya. Tapi yaahh.. who knows? Membuka pintu lemari dan mendapati selembar kaos putih longgar yang pasti sangat kebesaran di tubuh rampingnya, menghela nafas pelan sebelum memutuskan untuk akhirnya memakainya.

“Kenapa tidak siapkan saja piyama untukku? Lagipula namja gila itu terlalu terburu-buru. Memangnya tidak bisa apa kalau mampir ke apartemenku sebentar..huh” menggerutu sendiri selagi tangannya sibuk membuka kaos yang ia kenakan sepanjang hari ini. Menggantinya dengan kaos putih longgar yang ternyata ujungnya saja hampir selutut key. Menatap pantukan bayang dirinya sendiri di cermin besar itu. Yeppeo! Hanya mengenakan kaos saja tanpa apa-apa lagi. Toh siapa yang akan melihatnya? Tidak ada kan? Melangkahkan kaki menuju bed dan menarik selimutnya hingga ke dagu. Memejamkan sepasang mata kucing itu untuk bisa terlelap dan melupakan sejenak penat yang terasa.

Deg..deg..deg..

Aish… kenapa berdebar lagi? Sedikit meringis saat sakit mulai perlahan-lahan mengetuk-ngetuk rongga dadanya.

“Uh.. shit..” mengumpat pelan, memegangi dadanya yang masih berdebar dengan sedikit nyeri. Tidak terlalu sakit memang. Mungkin ia hanya terlalu lelah. Menyibak selimut putih yang tadi membungkusnya kemudia bangkit untuk duduk di tepian ranjang. Mata kucingnya melirik sekilas pada jam meja.

“Tengah malam..” ujarnay pelan, mulai mengenakan lagi sandal rumah berbentuk kepala ayam yang menggemaskan. Ck, tahu kalau pemilik rumah ini adalah seorang chicken mania. Beranjak bangkit perlahan dengan merambat dinding untuk keluar kamar.

Cklek

Memutar kenop pintu dan membukanya perlahan, berusaha untuk tidak membangunkan penghuni kamar sebelah.

Deg..deg..deg..

masih berdebar. Tidak bisakah kalau di tahan sebentar? Biarkan namja cantik ini bernafas sejenak. Berjalan hati-hati dan sangat pelan menuruni satu persatu anak tangga, melangkahkan kaki jenjang itu menuju dapur.

Kling..kling..kling..
ck, bunyi apa itu? Seperti denting aduan antara cangkir dan sendok? Melebarkan cuping telinga untuk membuat dirinya sendiri waspada. Sinar lampu yang temaram menyinari seluruh dapur ini, menampilkan sesosok bayangan yang asik duduk di meja makan. Mengaduk cangkirnya kemudian menenggak isinya.

“Nuguyaa?” berbisik pelan masih dengan gerakan mendekati sosok itu. Sosok itu menolehkan wajahnya mneatap key. Dan BINGO!

“Onew hyung?” sedikit membulatkan matanya begitu wajah tampan tersebut sedikit tersorot sinar redup dari lampu dapur. Onew hanya tersenyum kembali menempelkan bibir tebalnya dengan pinggiran cangkir. Sedikit mengecap cappuccino yang ada di dalamnya.

“Apa yang kau lakukan malam-malam hyung?” menghempaskan diri duduk di sebelah onew.

“Kau sendiri?” ck, menatap key seraya menaikkan sebelah alisnya. Apakah itu lucu?

“Aku haus..”

“Mau kubuatkan sesuatu?”

“Ani.. tak usah.. aku hanya ingin air putih saja” mnegulurkan tangan kurusnya untuk mengambil steeko air dan gelas kosong. Mengisinya kemudian meminumnya hingga habis.

“Apa tidak bisa tidur?” Tanya onew, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, kakinya di naikkan satu. Tersenyum tipis mengamati key yang masih menenggak air-nya.

“Kamarnya tidak pink..”

“Eoh?” melebarkan mata sabit itu saat mendengar jawaban key. What the????? Kamarnya tidak pink? Hanya karena itu dan sekarang ia tidak bisa tidur karena KAMARNYA TIDAK PINK??

“Nee..kamarnya tidak pink, aku tak bisa tidur..” kembali mengulang jawabannya seolah tahu apa yang di pikirkan namja tampan ini.

“Kau bisa mengecatnya lagi..” jawab onew enteng, meletakkan cangkir cappuccino yang tinggal bersisa ampas di atas meja.

“Gomawo.. aku harap kau tidak marah..” tersenyum tipis kemudian mendorong kursinya kebelakang untuk berdiri.

“Eodiga?” onew menatap key heran, menautkan kedua lis hingga memnebtuk jadi segaris. Key terkekeh, menepuk pelan kepala onew kemudain tertawa kecil.

“Tidur..”

“kau bilang kau tak bisa tidur” protes onew seolah mencegah key untuk pergi. Key mendudukan lagi dirinya di sebelah onew, mendekatkan wajah cantik itu hingga hanya tersisa beberapa centi dari wajah tampan yang tampak tertegun sekarang.

“Kyeopta..banyak-banyaklah tersenyum.. “ tersenyum begitu lebar tepat di hadapan onew, membuat namja itu mengerdipkan mata sabitnya cepat. Memudnurkan lagi wajahnya kemudian menyandarkan punggung sempit itu pada sandaran kursi. Menghela nafas panjang saat poni panjang itu kembali jatuh ke dahi. Onew tersenyum, mengetuk-ngetukkan jemarinya pada pinggiran meja, sesekali berdendang pelan. Menikmati waktu dengan kediaman bersama key.

==================================================================================

Jinwoon tersenyum kecil, mendekap beberapa kaleng cat kecil berbagai warna dalam karsdus berukuran sedang. Mengeluarkannya dari bagasi mobil setelah mobil audi itu berhenti tepat di depan rumah onew. Key menenteng dua gulung wallpaper soft pink yang panjang, menentengnya sampai ke depan pintu.

“Gomawo hyung sudah menemaniku membeli semua ini” membungkukkkan badannya pada jinwoon yang meletakkan kardus berisi cat tersebut di lantai, hanya terkekeh pelan mengelus tengkuk belakangnya lembut.

“Apa onew hyung ada di rumah?” jinwoon sedikit memanjangkan leher mengintip dari celah pintu yang terbuka. Key meringis pelan, menaikkan bahu sempitnya spontan.

“Molla.. setahuku tadi pagi dia ke rumah sakit.. tapi entahlah..” tersenyum tipis, menyandarkan gulungan besar wallpapernya di dekat pintu.

“Oh..kalau begitu aku ambil dulu sebentar peralatan yang masih tertinggial” membalas senyum key kemudian berbalik menuju mobil yang terparkir di sana, membawa lagi beberapa kuas cat dan menyodorkannya pada key.

“Aahh.. gomawo jinwoon  hyung.. aku rasa onew hyung tidak akan marah kalau kau mampir untuk membantuku merombak kamar.. aku tidak bisa tidur seminggu disini.. haha” tertawa kecil, menggamit lengan kekar jinwoon. Jinwwon mengelus dagunya pelan seolah menimang tawaran key barusan.

“Ne.. maybe.. kajja ayo mulai..” mengambil kardus bersii cat yang ada di atas lantai. Key ahnay tertawa kecil, kambali meraih dua gulung wallpaperny a.

“Key hyuuungg..” sebuah suara jenaka yang mampu mengalihkan perhatian key pada seorang namja cilik yang berlari ke arahnya.

“Yoogeun! Hay sayang.. sudah pulang sekolah??” tersenyum lebar mengelus pipi gembul yang bergoyang lucu itu. Mata besarnya berkilat jenaka, tersenyum lebar memprelihatkan deretan gigi susunya yang putih.

“Nee hyung… key hyung mau apa? Kenapa bawa cat? Hyung mau mewarnai tembok?” memiringkan kepalanya lucu membuat topi TK yang bundar mirip helm itu ikut miring di atas kepalanya.

“haha.. ne yoougeun-ah.. kau mau ikut? Kajja kita masuk.. tapi kau ganti baju dulu..” memencet hidung bangir itu hingga yoogaun tertawa keras. Menggapai tangan kurus key kemudian menggandengnya masuk kedalam rumah. Key mengerling pada jinwoon untuk ikut masuk kedalam. Key menyuruh namja itu untuk menunggu sebentar di kamaranya sementara ia menemani yoogeun untuk ganti baju dan mengambil minum. Jinwoon mengedarkan pandangannya ke sekeliling,. Ck, terang saja namja cantik ini tidak bisa tidur dengan baik.. liahta saja temboknya yang putih polos,. Bed covernya putih, lemari putih. Ohh.. lebih terlihat seperti ruang isolasi di banding jika di sebut kamar.
Cklek..

“Eh? Hyung yang waktu itu kan?” jinwoon tersenyum tipis mendapati taemin muncul dari luar. Membungkukkan badannya dan terkekeh.

“Ne.. haha.. tak kusangka dapat bertemu denganmu lagi..anneyong” menghampiri taemin yang ikut membungkuk sopan.

“Key hyung kemana? Ohh.. kenapa ada cat?” tunjuk taemin kea rah tumpukan peralatan di sudut ruangan itu. Jinwoon mengelus tengkuknya lembut, panas dingin,, ahha

“Hmm.. key bilang ia tidak bisa tidur seminggu disini.. aku rasaa dia tertekan karena hyung-mu.. hehe”  tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih bersih. Taemin mnegangguk polos.

“Ne.. hyung-ku memang senang sekali mengganggu key hyung.. haha.. aku rasa begitu. Lalu apa mau mengecat kamar ini?” menghampiri kumpulan cat tersebut, memainkan ujung-ujung kuasnya dengan jemari lentik itu.

“Nee.. key memang tidak bisa tidur nyenyak  jika kamarnya tidak pink. Itu warna kesukaannya..” bergumam pelan, di sambut respon taemin yang hanya sebuah kata ‘Oh’. Cklek..

“Hyuuuunnggggg!” lagi-lagi.. suara jenaka itu lagi. Taemin tersenyum kecil saat tangan mungil itu memeluk lehernya dari belakang. Key tersenyum tipis di belakangnya, menoleh pada jinwoon.

“Wooa.,.. yoogeun mau ikut membantu key hyung?” menatap namja kecil itu dari atas sampai ke bawah. Hanya sebuah kaos hitam polos dan celana pendek selutut, membuat namja kecil ini semakin terlihat menggemaskan!

“Nee.. yoogeun mau ikut mewarnai tembok key hyung..” bertepuk tangan riang menghadapkan diri pada key. Key hanya tertawa kecil menanggapi kelakuan namja kecil yang sudah di anggapnya sebagai dongsaengnya sendiri.

“Baiklah.. Minnie-ah.. kau mau ikut? Aku akan segera mulai..” mengambil kuas cat dan mulai mencongkel tutupnya dengan ujung obeng. Taemin tertawa kecil, mengambil salah satu kuas dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

“FIGHTING!”
==================================================================================

Onew menendang-nendang kerikil kecil yang ada di tanah, berjalan lemas kearah rumah. Langit sudah malam, menampilkan gugusan bintang yang mulai muncul satu persatu. Wajahnya lusuh. Lelahkah? Yeahh.. bekerja seharian di rumah sakit membuatnya sedikit jenuh terlebih hari ini pasiennya lebuh banyak dari biasa. Key! Hah.. jadi teringat dengan pasien spesialnya satu itu. Ck, special tentu saja. Tidak ada satupun pasien yang semenarik dan secerewet dirinya. Bahkan tinggal seatap dengannya selama seminggu saja sudah membuat kupingnya sedikit cengang karena terlalu banyak mendengar ocehan seperti “Hyung! Ayo makan!” “Hyung! Bangun!” “Hyung! Ppaliya.. nanti kau terlambat!” “Hyung kau lupa membawa tas!” dan satu lagi yang paling menyebalkan menurut onew adalah “Hyung! Gunakan matamu kalau sedang berjalan!” ohh.. kau tahu? Itu sangat menjengkelkan mengingat seringkali si tampan ini terjatuh, terpeleset, terantuk, dan banyak lagi membuatnya terlihat sedikit bodoh di mata key.
Haaahh.. menghela nafasnya panjang menciptakan uap yang mengepul keluar. Ck, mungkin malam ini ia akan meminta key menemaninya melihat bintang di atap rumah. Kenapa begitu ingin? Entahlah.,., mungkin key orang yang paling cocok untuk menemaninya mengoceh tentang betapa lelahnya hari ini. Yeah.. mungkin secangkir cappuccino hangat bisa menenangkannya nanti.
Mengulurkan tangan meggapai kenop pintu setelah sampai di depan pintu. Tapi sebelum tangannya menggapai kenopnya pintu itu sudah terbuka, menampilkan sesosok namja tampan yang keluar bersama key. Ah! Jinwoon!

“Hyung?” raut wajahnay sedikit terkejut mendapati onew sudah berada di depan pintu, menatapnya dengan skeptic. Menakutkan! Key mengernyit, menarik tangan onew untuk membawa namja itu masuk kedalam.

“Ma~..” ucapannya terpotong begitu key menutup pintu di sertai anneyong keras untuk jinwoon. Onew menatap key, memicingkan mata sabitnya yang tinggal segaris itu. Key menghela nafas, enggan untuk menatap mata yang meliriknya tajam, berjalan melewati pundak onew.
SRET!
Menahan lengan kurus key membuat namja cantik itu membulatkan mata.
DEG..DEG..DEG! uh.. meringis saat debarannya mulai terasa. Entahlah.. sudah sejak kapan debaran itu selalu muncul saat berada di dekat onew. Yeah.. mungkin sekarang debarannya bercampur khawatir mengingat onew sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti agar tidak terllau dekat dengan jinwoon. Dan apa yang namja tampan itu dapatkan sekarang? jinwoon.. dalam rumahnya? Sedang apa?

“Sudah kuperingatkan berapa kali padamu untuk menjauhi namja itu.. kenapa kau malah membawanya kesini?” mempererat cengkaramannya di lengan kurus itu, membuat key meringis sakit.

“Lepas hyung..” berusaha menarik lengannya yang sedikit kebas. Ah! Apa namja ini terlalu kasar hingga meyakiti key? Tapi onew tetap menahannya membuat key semakin meeingis dan memberontak.,

“Jawab dulu pertanyaanku..” berujar dingin. Hhmm..bahkan posisi mereka masih di depan pintu.

“Dia temanku. Dia membnatuku mengecat kamar. Puas?! Sekarang lepaskan aku hyung! Appo!” menyentak lengannya sampai terlepas dari genggaman onew. Onew menundukkan kepala menghela nafas lagi.

“Mian key.. aku terbawa emosi..” menatap mata kucing itu sayu. Key hanya berdecak, menyentuh lengannya yang merah bekas cengkraman onew. Melenggang meninggalkan onew di sana. Yeah.. mungkin malam ini ia akan sendirian untuk sekedar minum kopi karena sekarang kamar key sudah pink. Ahh.. jujur saja, ia menyukai saat tengah malam key mengetuk pintu kamarnya untuk sekedar ngobrol karena ia insomnia tak dapat tidur dengan nyenyak.
melangkahkan kaki menaiki anak tangga mneuju kamarnya. Berhenti sebentar menatap pintu kamar key yang tepat berbelahan dengan pintu kamarnya. Hahh.. mungkin namja cantik itu sudah terlelap sekarang. melirik jam tangan swiss army yang sudah Menunjukkan pukul setengah sebelas malam,. Memutar kenop pintu kamar, melempar sembarang tas kerjanya kemanapun ia bisa melemparnya. Menghempaskan diri ke atas kasur, membuat rambut coklatnya menjadi semakin berantakan. Ohh.. sungguh hari yang melelahkan. Mencoba memejamkan mata agar kantuk segera menjemputnya.
Satu jam
Dua jam
tik..tik..tik.. seakan jarum jam yang mengeluarkan bunyi samar itu membuatnya tak bisa tidur. Memutar posisi untuk melirik jam berapa  sekarang? sudah masuk hari baru. Uhh.. ia tak terbiasa tidur jam segini. Karena sejak ada key jadi membuatnya begadang semalaman mendengarkan ocehan namja cantik itu. Apa namja cantik itu sudah tidur sekarang? apa ia sudah nyaman dengan kamar barunya? Haahh! Ia frustasi! Insomnia karena key! Ia ingin mendengarkan ocehannya.. kenapa begitu ingin? Seperti ada yang kosong.
menyapu kasar poninya yang jatuh ke dahi, memposisikan diri untuk duduk di tepian ranjang, mengenakan sandal rumahnya dan beranjak keluar. Ck, ia butuh cappuccino!
menuruni anak tangga dengan hati-hati, hanya lampu kuning pemaran dari arah dapur yang menyinari rumah ini. Eoh? Kenapa menyala? Bukankah tidak ada orang? Melangkahkan kakinya buru-buru kesana dan..
BINGO!
apa ini yang namanya sehati? Haha.. menemukan key terduduk di meja makan, menenggak air dari dalam mug bergambar anak ayam. Hanya diam di sana,. Melamunkah? Sampai-sampai tidak menyadari onew yang sudah duduk di sampingnya untuk menyeduh secangkir cappuccino.

“Key..” mengaduk sendoknya pelan menimbulkan dentingan-dentingan nyaring saat ujung sendoknya bertubrukan dengan cangkir. Key berdengung, masih memainkan bibr tipi situ di pinggiran bibir mug. Err… bibr pink yang manis! Pabo! Kenapa malah memandangi bibr tipi situ?! Hha.. sepertinya ia benar-benar kehilangan akal sehatnya sekarang..

“Key..” memanggil sekali lagi berharap key akan menolehkan wajahnay kemudian tersenyum tipis seperti biasa. Tapi apa yang ia dapat sekarang? tak ada selain dengungan tak jelas dari key. Ck, mungkin namja cantik ini masih marah karena hal tadi. Okeh! Mungkin onew berlebihan sampia harus seperti tadi. Tapi entahlah.. seperti puncak kemarahannya meluap ketika jinwoon berada di dekat key. Ia tak mengerti kenapa harus semarah itu. Hhh..menghela lagi nafasnya untuk yang kesekian kali.

“Mianhae untuk yang tadi.. aku..”

“Sudahlah hyung.. aku mengerti, kau hanya lelah sampai emosi seperti itu..” seolah tahu apa yang akan di katakana onew selanjutnya, menatap kosong ke depan. Onew mengelus tengkuknya lembut,masih mengaduk c apuccinonya yang sudah berbusa.

“Ne..mianhae.. harusnya akiu tidak seperti itu.. mianhae..” memegangi pegangan cangkirnya, mengangkat cangkir itu dan mengarahkannya pada mulut untuk sekedar mencicipi setetes. Cappuccino..capuccino! ck, hanya itu yang bisa membuatnya tenang seperti sekarang. ketika ia kalut seperti tadi. Key menoleh, memandang sayu pada onew yang masih mengecap minumannya.

“gwaenchana. Kau hanya khawatir..” waa!! Apa tidak terlalu percaya diri untuk mengatakan ini? Ia bahkan baru menganl onew selama seminggu.. haa..

“ Ne.. maybe.. seperti itu.. uhh.. aku tak tahu, melihat jinwoon dan kau seperti tadi membuatku merasa aneh.. err.. entahlah.. lupakan..” mengibaskan tangan tak memandang key. Key menautkan kedua alisnya bingung.

“Kau cemburu?” yeahh… jauh di dalam lubuk hati namja tampan itu ia cemburu! SANGAT CEMBURU! Tapi ia hanya diam, masih asik meminum isi dalam cangkirnya.

“yeahh.. kau cemburu.. kau cembur kan?? Haha..” terkekeh, mendekatkan wajahnya pada onew. Onew menggeleng pelan, tersenyum tipis meletakkan cangkirnya yang tinggal setengah.

“Kau lucu key..” ck, hanya itukah tanggapan dari ucapan key barusan? Oh.. bukan ucapan! Tapi godaan!

“Hoho.. kau cemburu hyung..kau cemburu.. haha” semakin mendekatkan wajahnya mengerling nakal pada onew. Onew hnya diam, membiarkan key terus menggodanya. Haaa,,, apa yang terjadi dengannya? Seperti ada yang menggelitik perutnya saat wajah cantik it uterus tersenyum padanya, meledek padanya seperti sekarang.

“Kenapa diam hyung? Sudahlah.. tak perlu di pungkiri lagi kalau kau..hmpphh”

CHU! Menyambar bibir tipis itu. Mata kucing itu membulat ketika bibir tebal onew sudah menyapu bibirnya. Hanya menempelkan! Oh.. tidak.. sekarang tidak lagi menempelkan saat onew mulai mengulumnya, membuat pahit capuccinonya menjalar ked alam mulut key. Mata kucing itu mulai terpejam, membiarkan lidah itu menerobos masuk kedalam rongga mulutnya.

“Ha.. kau~” tercengang saat tautan mereka sudah terlepas. Sulit dipercaya saat tadi key malah mengikuti alur permainan onew.,

“ya! Aku cemburu padamu..”

TBC

78 thoughts on “[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 7

  1. huwaaa onew nyaaa .. yaaa onew ny ngaku kalo dia cemburur !!! uwa amazinggg!!! ahahhaa
    kesian key ny smpe di cengkram gitu gegara onew nya cemburu bangt sma si jinwoon ..hahhah
    aishh apa itu? mreka ciuman lagi? omomo dsar yah onew pervert .. hahaha
    tpi siapa sih yg tahan kalo digoda sma key gitu .. kkekeke
    udah key ny juga suka kan sbner ny? ayo ayo jadian aja udh deh kalian ini yah .. ii gemes dah sumpahh ..

  2. waaaahhhh … udah lama gk lanjut baca di part ini… maklum… nunda baca malah lupa…
    itu Key menggoda Onew banget…….. suruh siapa mancing-mancing…. kan jadi di lahap (?)..keke….
    tapi …. jadi kagum sama Onew….. gentle banget udah ngaku… so sweeettt…..

  3. whoaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..
    onew ngaku,,,,si onew ngaku….
    lo suka ma key
    si onew cemburu……..
    hohoho….

  4. Onkey yg brciuman, aq yg deg degan…
    Akhrnya Onew ngaku jg klw dy cmbru..hehe tpi gmna prasaan Key yah ?
    Apkh dy akn mmbls prasaan Onew or dy akn mmbls prsaan Jinwoon…???

  5. Aaahhhh suka suka sukaaa
    Kalau ginikan jadi asiikkkkk >,<
    Tapi jinwoon gimana-_-a
    Next part aaaahhhhh

  6. yaaaa

    akhir’a yg di tunggu2 terjawab sudah…
    aseek aseeek

    penasaran ma jwban key…
    ehmm

    lanjut

  7. Astaga ada Yoogeun , anak OnKey itu :p
    Huwaaaa Onew sabar nyu , maen civok aja , kagak tau masih pagi(?) #eh

  8. yeahhh… onew cemburu. good… eh, key kerasukan racoon nih. gkgkgk nah ngoceh lagu tahu dapet toh. haha jinhun ngakak mulu… selamat kau jinwoon dari amukan ayam. hahaha next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s