[2min]JULIETTE-one shoot


SIAPA YANG 2MS?? SAYA BAWA 2MIN SOALNYA.. WWKWKW
lagi tiba-tiba seneng denger JULIETTE.. OHHH…
masih terpesona dengan pembukaan lagunya.. pas key bilang Song for my Juliette!! Waaa.. itu lagu buat saya *plak* muahaha..
okeh.. silahkan putar juliette-nya dan HAPPY READING.. ^^

Title                 : Juliette
Author             : Keysha
Cast                 : 2min
genre                :??
Length             : One shoot

=======================================================================

Yeah… song for my juliet uh!
Sso da jil deut han dahl biht yuk shi uh doo wa
Tuh jil deut ta neun hwet bool nuh doh ma chahn ga ji
Geu nyuh eh geh ih chi na neun buh beul bae wuah ya hae
Geu nyul b1h myun noo nee muh luh buh lill gguh ya

Riuh tepuk tangan menggema saat seorang namja tampan bertubuh tegap berjalan mantap menuju panggung. Mempesona ratusan pasang mata yang sekarang menatapnya dengan berbinar. Beberapa yeoja bahkan menjerit tak karuan sesekali di selingi siulan saat si namja tampan yang namanya di elu-elukan itu memegang mikrofon. Mengangkat sebelah tangannya dengan wajah yang berseri, teriakan semakin menjadi-jadi membuat suasana semakin panas.

“Anneyong haseo..naneun..~”

“MINHO..MINHO..MINHO..” bahkan riuh tepuk tangan dan suara-suara teriakan dari para penonton sudah membuatnya tak perlu lagi untuk memperkenalkan diri. Jelas semua orang sudah tahu ia adalah seorang namja berbakat dari chungdam high school, Choi Minho. Ck, walaupun di sayangkan ia adalah seorang PLAYBOY!

“Apa kalian siap untuk acara malam ini?!!” nyaris berteriak menyapa para penonton dengan begitu semangat. Mata besar itu melebar senang ketika responnya begitu luar biasa. Haa.. hanya sebuah acara pensi sekolah yang di jadikan kegiatan tahunan, membuat para siswanya berhenti sejenak untuk sekedar bersenang-senang seperti ini. Minho memasukkan sebelah tangannya kedalam saku jaket kulit hitam yang membungkus kaos hitam putihnya membuatnya terlihat.. SANGAT TAMPAN!

“Baiklah… kalau begitu untuk penampilan pertama.. ayo kita sambut dancer baru kita Lee Taemin dari tingkat satu!!” bertepuk tangan di atas panggung sebelum akhirnya turun setelah seorang namja cantik dengan sweater putih yang terlihat begitu kebesaran di tubuhnya naik ke atas panggung. Tersenyum begitu lebar setelah riuh penonton semakin membahana. Kaki kurusnya mengetuk lantai pelan saat music mulai mengalun, membawakan irama yang perlahan namun lama kelamaan temponya semakin cepat hingga tubuh langsing itu bergerak lincah membuat penonton kembali meneriakkan apapun itu. Ck, terlalu ramai!
Minho terkekeh pelan saat ia menatap taemin yang asik meliukkan badannya di sana.

“Target barumu kan?” sebuah suara merdu terdengar dari belakang di iringi tepukan di bahu lebarnya. Minho hanya tertawa kecil saat menoleh dan mendapati temannya itu tersenyum sinis ke arahnya. Hanya seorang key dengan riasan gothic, eyeliner hitam yang membuat mata kucingnya itu semakin terlihat err..tajam! bibir tipisnya menyunggingkan senyum sinis saat minho hanya menaikkan bahu, masih dengan pandangan yang tertuju pada taemin.

“Not bad.. dia cantik.. haha..” tertawa kecil ikut memandang taemin yang terengah di panggung setelah music perlahan melambat dan akhirnya berhenti.

“Yeah.. dia memang cantik key, dan sebentar lagi aku akan mendapatkannya..” memandang remeh key yang berdecak sebal.

“Haa.. whatever.. onew-ku lebih menarik di banding namja cantik itu..” mencibir cukup keras membuat tangan minho melayang menepuk keras-keras kepalanya. Key mendelik tajam, menjauhkan kepalanya dari tangan besar itu.

“Jangan merusak rambutku kodok jelek! Aku menatanya lebih dari dua jam…” memicing kearah minho. Minho tertawa keras dan mengibaskan tangannya.

“Nee..sudahlah.. aku harus tampil lagi.. bye key.. chu~” mengecup bibir tipis itu cepat sebelum si namja cantik yang sekarang mulai mencak-mencak tak karuan.

“YAH! KODOK JELEK! SIALAN KAU!:”

Je bahl
Gi hwe leul jwah yo
Nahl boh neun noon ma chi
Nul ahn goh shi puh suh
Ahn dahl nahn nae geh jahng nahn chi neun yuh oo ga ta

Minho terus menerus menatap wajah cantik yang sekarang agak menunduk itu, membuat anak rambut coklatnya yang terlepas dari jepitan turun ke dahi. Bola matanya terus bergerak lincah mengamati huruf perhuruf yang tertera pada kertas lapuk tersebut. Ck, begitu sunyi, hanya ada suara gesekan pena dengan kertas dan kertas yang di bolak-balik. Sungguh tempat yang membosankan untuk seorang player sepertinya,. Hey! Jiwanya bebas kau tahu.. bukan terkurung di tempat membosankan seperti ini. Tapi tak apa, demi sosok cantik yang masih betah berlama-lama duduk untuk sekedar Membaca ensiklopedi yang membuat mungkin akan membuat minho mual. Wajahnya di topang sebelah tangan yang di tumpukan pada meja, memainkan jemari besarnya di depan taemin hingga namja cantik itu mendengus sebal.

“Jadi..kapan kau selesai Membaca cantik?” ck, berhasil membuat wajah mungil itu terangkat untuk melayangkan tatapan tajamnya pada si tampan. Melirik sekilas pada jam tangan putih yang melingkar di pergelangan tangan kirinya kemudian kembali menatap minho dan berdecak.

“Ini sudah dua jam lebih.. apa kau tidak bosan menungguku?” menaikkan sebelah alisnya menantang. Minho terkekeh, memajukan wajahnya dan menoel dagu lancip taemin, membuat namja cantik itu mendelik.

“Untuk apa bosan kalau nantinya aku akan pulang bersama kau cantik.. eoh?” mengetuk permukaan meja dengan ujung telunjuknya. Taemin memutar bola mata senewen, kembali focus untuk Membaca. Hh..kutu buku! Yeah..kutu buku yang cantik dan multitalent.

“So..what’s the answer?” bisik minho dengan nada menggoda, menarik ujung-ujung bibir tebal itu membentuk seulas senyum. Oh.. ani.. tapi seringai. Taemin menutup bukunya, memasukkannya ked alam tas kemudian mendorong kursi kebelakang dan beranjak bangkit dari duduk. Minho hanya terus menatap si cantik itu melenggang keluar perpustakaan setelah membungkuk pamit pada mr.jung.

“Aiisshh.. kenapa susah sekali sih? Aigoo..” mengumpat pelan mengacak rambut hitamnya frustasi. Menyambar ranselnya yang tergeletak begitu saja di atas meja, menggantungnya pada sebelah bahu kemudian berlari kecil untuk mengejar taemin.

ck, apakah tak bisa untuk memberi satu kali saja kesempatan untuk seorang choi minho?
Haahh.. mata besar itu berbinar senang saat punggung sempit taemin samar terlihat di ujung gerbang sekolah. Memperpanjang langkhnya agar segera sampai di samping taemin.

Puk

Menepuk bahu taemin, taemin menoleh anggun seolah itu adalah salah satu gerak slow motion. Membuat mino tertawa kecil saat manic mata indah itu menusuk menatap lurus kedalam matanya. Lalu arah pandangannya turun pada tangan besar minho yang bertengger pada bahunya. Minho ikut mengikuti arah pandang taemin, dan sejurus kemudian langsung segera melepaskanya.

“Hehe.. ehm.. mau kuantar pulang?” mengelus tengkuknya. Gugupkah? Saat keringat dingin mulai menyembul keluar dari permukaan pori kulitnya,. Oh my.. saat manic mata indah itu menatap dalam dengan mata yang berkedip pelan. Imut!
Deg..deg..deg..
selalu sukses membuat sesuatu dalam rongga dada minho memberontak.

“Ayolah… sekali ini saja.. ne?” sudah bosan di tolak dalam jangka waktu sebulan mengejar seorang Lee taemin. Taemin terdiam sejenak. Mungkin menimag keputusannya kah? Minho mengerutkan alis taemin menatapnya langi. Woaa!! Selalu berdebar ketika menatap mata itu, membuatnya tak tahan untguk menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya.

“Hanya sekali ini saja..” taemin berdesis pelan sebelum akhirnya melangkahkan kaki lebih dulu di depan minho. Minho tersenyum lebar. Ck, akhirnya..AKHIRNYA!! mungkinkah akan ada lagi satu kemajuan dalam mengejar taemin?

“ya! Mau sampai kapan kau berdiri di situ?” sedikit terlonjak kaget mendapati taemin yang memicing ke arahnya. Apakah ia barusan mematung?

“Nee..” mulai melangkah panjang, menyamakan langkah taemin untuk berjalan di sampingnya.

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo (so I get you )
Juliette ohh
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl kom hee jom duh dahl kom ha geh
Sok sa guh na eh serenade

SEperti ada yang menggeliti perutnya setelah punggung sempit taemin menghilang di balik pintu rumahnya. Minho terkekeh, buru-buru mengeluarkan ponsel dari dalam saku blazer.
tuuut..tutt..
masih nada tunggu membuat minho sedikit gemas dengan sahabatnya satu ii. Menyandarkan tubuh tegapnya pada dinding terdekat. Begitu senangkah sampai rasanya kaki-kaki itu lemas?

“Yeoboseyo..” yeah.. akhirnya sebuah suara terdengar di seberang. Minho tertawa kecil, menarik napasnya dalam-dalam sebelum berbicara.

“Key..” uuhh..manis..manis..masih jelas terbayang saat roma tubuh mungil itu menguar, menebarkan wangi caramel yang begitu MANIS!

“Ye? What? Ppali.. aku sedang bersama onew..” sedikit terdengar menggerutu.

“Haha..ne..ne, mau menebak apa yang akan aku ceritakan?” mengangkat sebelah alisnya sendiri. Cih. Mungkin ia akan di anggap orang gila jika ada yang menemukannya tersenyum begitu lebar sendirian di sini.

“Kau di tolak taemin lagi?” nada yang begitu meremehkan seolah begitu hapal dengan cerita minho setiap harinya. Yah! Bagaimana tidak hapal kalau setiap hari minho meneleponnya hanya untuk berkata bahwa ia ditolak taemin..lagi. minho tertawa keras. Haa..sahabatnya satu ini memang begitu lucu!

“Ani! Si cantik itu mau aku antar pulang.. woooaaa!! Kau tahu.. aku begitu berdebar saat ia berjalan di sebelahku..”

“Oh..my..god! jinjja??! Kupikir ice prince itu akan menolakmu lagi.. chukaeyo!!” memekik di seberang sana. Minho tersenyum tipis, mengelus tengkuknya lembut. Hahh..ia begitu bahagia.. yeah.. Juliette! Juliette!

Dahl kom han oong dok hwal hwal beul ta oh leu neun yoo hok
Lip sseun doh gi la doh
I’m romeo geu daehl ji ki neun gi sa doh
Yoo ri byung eh gahd heen sa rang eun bbahl gahn shin ho

Merebahkan tubuh jangkung itu ke atas kasur, menatap langit-langit kamar yang berwarna krem. Masih..masih terasa saat debar jantung it uterus memukul-mukul dinding rongga dadanya. Memejamkan mata erat-erat untuk sekedar mengenang lagi apa yang ia lalui hari ini.

“Haahh.. kau membuatku gila Juliette!” mengumpat pelan ketika debaran itu memuncak, memaksanya untuk menjulurkan tangan meraih ponselnya yang tergeletak di atas bantal. Menekan dial satu sebelum menempelkannya pada telinga.

“Yeoboseyo..” suara serak yang terdengar begitu menggemaskan. Aahhh! Gila! Gila! Ia sudah gila karena seorang lee taemin. Ayolah.. apa tidak gila jika menelepon pada waktu selarut ini? Jam satu dini hari. Minho terkekeh pelan, tak ingin bicara.. hanya ingin mendengar suara itu untuk di rekam dalam memori. Yaahh.. mungkin ini yang orang bilang jatuh cinta. Ck, mungkin setelah mendapatkan taemin ia akan merubah profesinya dari seorang player menjadi..menjadi kutu buku mungkin? Haha.. gila!

“Nuguya?” suaranya terdengar lagi, semakin membuat namja tampan itu tak karuan.
deg..deg..deg..
Mengapa rasanya begitu nyaman ketika suara imut itu masih bertanya-tanya di line telepon?

“Yah! Nuguya?!” terdengar jengkel. Tapi itu menggelikan bagi minho.

“Cih..kurang kerjaan..”
Pik.
dan selesai sudah. Minho tertawa hingga rasanya rahangnya itu akan keram karena terus menerus tersenyum. Melempar sembarang ponselnya kemudian menarik selimut putih yang terdapat pada ujung ranjangnya, menariknya sampai ke dagu sebelum akhirnya mata itu terpejam dengan senyuman yang masih tersungging di wajah tampannya.

Juliette..juliette… I’m your romeo! Haha.. ingin rasanya berteriak saat wajah cantik itu terus terbayang jelas dalam benaknya.

Geu daen ee mi oh seh sahng eh jong shim
Na ma neh cho jum
Ha roo jong il ang nahn chi deut nahl
Mil goh dahng gi goh moo nuh jyuh doh
Ddo nae ohn moh meul gahm ssan geu dae hyang gi leul jo cha
Mum cheul soo up seu ni nae shim jang
Soom gyul doh mo doo da ga jyuh yo

Namja cantik itu masih mengumpat pelan saat minho menatapnya sedari tadi. Oke.. dalam jarak satu meter karena posisi mereka terpisah oleh meja perpustakaan. Taemin membolak-balik halaman kamusnya cepat sebelum akhirnya memutuskan untuk menutupnya dengan kasar. Minho terkekeh.

“Waeyo? Ini baru lima belas menit.. kenapa sudah selesai?” goda minho. Si tampan itu bahkan hapal betul kebiasaan taemin yang selalu mampir dan berlama-lama di perpustakaan setelah sekolah usai. Taemin berdecak, mnegibaskan tangannya dan bangkit untuk meletakkan kamus tadi pada rak di ujung sana. Namja cantik itu kembali lagi untuk menyambar tas selempangnya.

“Yah..waeyo? bukankah ini baru lima belas menit? Kenapa sudah mau pulang?” Tanya minho bingung, menautkan kedua alisnya menyusul taemin yang sedah berjalan lebih dulu. Hh..jujur saja, ia bahkan menyukai hal ini karena ia bisa berlama-lama menatap wajah itu.

“Sudah mau pulang taemin?” mr.jung tersenyum tipis saat taemin melewatinya, taemin membungkuk pelan dan terkekeh.

“Nee.. aku pamit dulu mr.jung, ada urusan yang harus di selesaikan.. anneyong..” melangkah keluar perpustakaan dengan langkah panjang-panjang, sedikit membuat minho kewalahan karena ternyata namja cantik itu cukup cepat juga untuk ukurannya yang mungil.

“Eh? Urusan? Urusan apa?” Tanya minho bingung, menarik tali ransel yang merosot dari bahunya karena terlalu cepat berjalan.

“Denganmu..” menjawab datar, berbelok di ujung koridor.
DEG
seakan hatinya mencelos masuk kedalam lubang tanpa dasar. Hahh.. gila! Minho kembali mengejar taemin yang sudah agak jauh, sedikit berlari untuk kembali berjalan di sampingnya. Ck, wangi..wangi caramel yang selalu membuat minho tergiur. Memilih untuk bungkam karena taemin sudah melemparkan tatapan sarkatisnya pada minho. Membiarkan namja cantik itu membawanya pada taman yang tak jauh dari sekolah. Langit sudah dihiasi semburat kemerahan, membentuk siluet indah ketika taemin menantang sinar itu. Membuat bayangan tubuhnya terpatri pada aspal jalanan. Minho berhenti sejenak, menatap taemin yang masih berdiri disana, menerawang pada pemandangan gedung-gedung di ujung. Yeppeo! Neomu neomu yeppeoda!!
Ragu untuk melangkah mendekat, namun rasanya akan terasa janggal jika akhirnya ia memutuskan tidak. Hey! Ini kesempatannya! Mungkin? Mungkin nanti taemin akan mau menerimanya? Tahukah bahwa minho tak pernah lelah untuk mengejar seoran lee taemin? Menguntitnya setiap hari seperti sebuah obsess yang begitu ia dambakan. Menyapanya setiap hari demi meluluhkan keras dan dinginnya hati itu. Menunggunya saat usai sekolah hanya untuk mengantarnya pulang, membuatnya bisa berlama-lama ada di sampingnya . ia mnyukainya! Oh..mungin sudah berkembang menjadi….IA MENCINTAINYA!

Je bahl
Ma meul yuh luh yo
Nahl dae ha neun mohm jiht
Ddo seu chyuh ji na doh (girl)
Ddul lih neun ga seum geum bahng ee la doh tuh ji geh ssuh (yeah)

tap..
selangkah.. dan..deg..deg..deg.. baru selangkah dan itu sudah membuatnya dadanya bergemuruh?
tap..
dua langkah.. DEG..DEG..DEG! yah! Tahukah bahwa itu membuat si tampan ini semakin gugup untuk mendekat.
Tap.. tiga langkah. DEG! Keringat dingin kembali mulai keluar satu persatu saat taemin memutar badannya untuk menatap minho yang masih mematung sekitar tida meter darinya.
Haa.. ini seperti bom waktu yang kapanpun bisa meledak karena ia begitu mencintai namja cantik ini! Taemin menaikkan sebelah aslinya sebelum menghempaskan diri duduk pada kursi kayu panjang di dekatnya, menepuk bangku di sebelahnya menyuruh namja tampan itu untuk segera duduk di sebelahnya.,
seperti mimpi untuk minho ketika kaki kurus itu saling menumpuk dengan anggun. Yeppeo..yeppeo..

Juliette ohh
Yung o neul ba chil ggeh yo (so I get you )
Juliette ohh
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl kom hee jom duh dahl kom ha geh (dahl kom ha geh sok sa guh jwa)
Sok sa guh na eh serenade

Minho duduk dengan gugup di samping taemin walaupun sekarang taemin malah menatap kosong kedepan, seolah tak menghiraukan minho yang sudah semakin gugup. Aroma caramel itu kembali menguar, membuat minho tersenyum tipis.

“Jadi..ada apa?” mencoba membuka pembicaraan seraya menarik ujung-ujung bibir tebal itu. Ck, senyum yang di paksakan. Ayolah! Kemana perginya kepercayaan diri yang begitu kuat dari seorang choi minho?! Haa,, bahkan sekarang ia terlihat seperti orang yang awam tentang percintaan. Taemin berdengung pelan, menghembuskan nafasnya pelan.

“Bisa berhenti mengejarku?” DEG! Sebuah pertanyaan yang menohok, membuat minho mengerutkan aslinya.

“Wae?” menatap lekat-lekat lekuk wajah cantik itu. Wae? Wae? Kenapa harus? Taemin menghela nafas, enggan untuk menatap minho hingga masih betah menerawang lurus kedepan.

“Ani..hanya merasa terganggu..”  ooh.. ingin rasanya namja tampan itu langsung menghilang dari peredaran. Ia kalah telak! Ia di tolak mentah-mentah!

“Dan.. aku meragukanmu.. kau tahu maksudku kan? Kau seorang player. Aku adalah tipikal orang yang serius untuk menjalin hubungan,, maksudku aku tak mau kalau ini hanya soal main-main yang dengan mudahnya putus sambung.. yeah..aku tak ingin seperti itu..” meremas ujung blazer sekolahnya, memainkan jemari lentik itu di atas paha. Minho menghela nafas, masih mencoba menetralisir perasaannya yang kacau balau.

Juliette..juliette.. seperti inikah rasanya sebuah penolakan?
haa.. tak menyesalkah untuk membiarkan romeomu ini pergi?

Ah moo mahl doh ahn hae doh ee mee
Mo doo ahl goh eeht neun gul
Geu dae doo noo nee gahn jul hih na
Leul won han da haeht jahn ha yo
Ee jen buh suh nahl soo up suh nul joch neun seup gwan jo cha
Cha meul soo upht neun joong dok chu lum puh ji gul ( yeah all right! )
Yeaa baby, juliette!

Minho menatap lekat taemin dengan sendu. Tersenyum tipis penuh kemenangan. Ia tahu.. ia mendapatkan sesuatu.. sebuah kebohongan dalam diri si cantik ini.

“Yeah.. aku mengganggu, tapi lihat mataku. Apa ini sebuah kebohongan?” menyentuh dagu lancip itu agar manic mata yang iondah.. yang selalu membuatnya berdebar menatap langsung kedalamnya, taemin menggeleng pelan, enggan untuk menatapnya.

“See? Aku serius padamu…jadi? Apa penolakanmu barusan masih akan berlanjut?’ mengelus pipi mulus itu dengan ibu jarinya. Taemin menepis halus tangan minho dari wajahnya.

“Masih.. aku masih menolakmu..” mengernyit pelan menatap lurus kedepan. Minho terkekeh.
Bahwa ia tahu apa yang ada dalam Juliette-nya! Ia tahu sebuah kebohongan. Bahwa sinar mata itu terlalu banyak mengatakan sesuatu yang membuat minho semakin besar berharap. Bahwa ia tahu taemin juga menginginkannya.
seperti penolakan tadi tak berlaku saat mata itu memancarkan kejujuran. Sangat bertolak belakang.

“Taemin..” memanggil pelan, seringainya sudah terpampang jelas di wajah tampan itu. Taemin menoleh.

CHU~

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette ohh ( I wanna be with you, my girl yeah yeah )
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl kom hee jom duh dahl kom ha geh
Sok sa guh na eh serenade (nae sa rang eun jung yul eh tae yang )

Juliette ohh
(Oh oh oh oh jik geu dae mahngeu dae mahn )
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette ohh
(Da shi tae uh na doh han sa ram)
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
(Da da da da da da da…)
Juliette ohh
(Nae ma meun chahn lahn ha geh biht na *3)
Dahl kom hee jom duh dahl kom ha geh
Sok sa guh na eh serenade
(Da da da da da da da da da da…)
Sa rang eh serenade

Juliette
Da da da da da da da da da…

Juliette
Da da da da da da da da da…

Sa rang eh serenade

END

Kenapa end di situ?? Karena MUNGKIIN saya akan buat lanjutannya.. jadi… tenang.. jangan protes kalau ff ini gantung.. muahahaha..
Okeh.. RCL-nya pelase.. ^^

[Jonghyun] The moonlight, as if it’ll spill, is definitely dark
[Onew] Including the almost expolding torchlight
[Key] I need to learn how to shine like she does
[Jonghyun]If I look at her, I’ll be blinded

[Taemin/Minho] Please give me a chance
When you look at me with those eyes
I want to hold you in my arms
[Jonghyun] But to me, you’re like a playful fox

[All] Juliette, I’ll give you my soul
Juliette, please accept me
Juliette, sweetly, a little more sweeter
Whisper my serenade

[Minho] Sweet addiction, burning temptation
Even though your lips are bitter poison
I’m Romeo, your knight in shining armor
Trapped in a glass jar, love is a red light

[Onew] You’re already the center of the whole world, my focus
[Key] You play me all day, and even if you push me, pull me, and I fall down
[Taemin] I follow your scent that embraces my body again
[Jonghyun] I can’t stop, so take all of my heart and my breath

[Taemin/Minho] Please open your heart
Your gestures toward me pass by again
[Jonghyun] My trembling heart seems like it’ll explode any moment

[All] Juliette, I’ll give you my soul
Juliette, please accept me
Juliette, sweetly, a little more sweeter
Whisper my serenade

[Taemin] Even without any words, I already know everything
[Onew] Your eyes said they want me badly
[Key] I can’t escape this habit of chasing after you
[Jonghyun] You spread like an irresistable poison
Yeah, baby Juliette

[All] Juliette, I’ll give you my soul
Juliette, please accept me
Juliette, sweetly, a little more sweeter
Whisper my serenade

[All] Juliette, I’ll give you my soul
Juliette, please accept me
Juliette, sweetly, a little more sweeter
Whisper my serenade

([Key] My love is passionate like the sun, only you, only you
[Minho] Even if I’m born again, only one person will shine brightly in my heart
[Jonghyun] My heart shines brightly
[Taemin] My heart shines brightly
[Jonghyun] SHI, SHI, SHI, SHI, SHINee)

Da Da Da Da Da Da Da (X4) love’s serenade
Da Da Da Da Da Da Da (X4) love’s serenade

69 thoughts on “[2min]JULIETTE-one shoot

  1. menggantung oh menggantung….. ini crt klo ibrt manusia lg sekarat mau mati tp gk bs mati.

    good story, i like it *wink

  2. Yaaaaaaaa! Thor bikin penasaran ajaaaaa. Gue udah serius2 bacanya.
    Taemin jual mahal bgt de ahhhh. Kkkkk.

  3. Oke la author aja udah paham bakalan byk yg blg gantung.. aku ubek2 dulu ini wp siapa tau nemu lanjutannya..
    Btw aku suka bgt kalo minho si playboy insaf krn pesona si cantik taemin.. kkkkk..

  4. Huwaaaaaa sequel mana sequel *bbbbrrrbbbb*
    Need sequel u,u
    Gantung banget gantung banget. Kan males ><

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s