[2min] Im sick of this part 2 of ?


Foreword:

Nah nah … ini dia baru updatean gue, aduh, saking sibuknya akhir-akhir ini dengan tugas kuliah, persiapan ujian, sampai gue capek karena olahraga tiap hari*asek* gue jadi nggak punya tenaga buat update bahkan cek comment aja nggak sempet, mian yang udah komen jadi ke pending yah😦
Dan ada yang sms sampe tanya pada kemana Author SYF kok gak pada update, saya aja adminnya bingung pada kemana itu author” berbakat saya…hahaha…masih banyak yang ngutang muahahaha*termasuk adminnya*
Dan maaf yah pada nunggu lama…

Balik ke FF ini , gue terkejut, gue pikir nggak ada yang suka, udah fail banget, ditambah pada bingung gue gunain POV apa yah? itu POV orang ke tiga suunders🙂 mau yg beda dikit aja, heheheh… tapi gue nggak nyaman, balik ke awal aja deh yah? hehehe…

Terus buat yang FF angst 2min versi Never be the same again itu tunggu saja…kekekek~ aku ingin membuat kalian penasaran!

Makasih yang udah komen … so here it is!

PART 2 MINHO SIDE!kekekek~

So, happy reading, no bashing, no plagiarism, no SR, just leave a comment.

WARNED:
ANGST, BROKEN! 2MIN, AND…

by : Sanniiew^^

.

.

MINHO SIDE

Minho membuka pintu dorm Shinee, pukul berapa? entahlah, dia sudah lupa waktu, bahkan ia sudah sukses membunuh waktu, ia tidak lagi bisa membedakan apakah itu malam, pagi , atau siang bahkan sore tiba. Sibuk! hanya itu satu kata di kepalanya yang terngiang. Lelah! hanya itu yang ia rasakan. Sunyi! itu hal yang paling ia rasakan sekarang, ia merasa kan kesepian … hatinya kosong, merasa ada yang hilang, apa? dna jawabannya adalah cintanya… cinta yang ia harapkan dari seorang Lee Taemin.

Perlahan Minho berjalan ke sebuah kamar yang dipintunya tertutup dengan tulisan “Our Amber! dont disturb us, or we kill you!”, ia membuka knop pintu dengan perlahan, nafasnya tertahan, ketika terbuka, ia menyembulkan sedikit kepalanya, dan perlahan masuk sedikit untuk melihat lebih jelas ruangan itu dari sinar bulan yang masuk dari cela ventilasi kamar.

Disanalah sosok itu, tertidur pulas dengan nafas yang teratur, memunggungi posisinya yang sedang berdiri tenang, seorang namja yang telah tumbuh menjadi dewasa dengan rambut merahnya, Lee Taemin, namja yang mengisi hatinya selama 3 tahun ini. yah… 3 tahun, sampai akhirnya 3 hari yang lalu, semua berubah, dimana Minho…dimata Taemin.

Ia melihat ke sekitar , tidak ada Key, mungkin malam itu, lagi dia tidur di kamar Onew, Key sedang buruk, entah apa yang menganggunya, dia menjadi sering tersinggung dan juga marah-marah, PMS-ing huh? he dunno!
Dan, semenjak saat itu … saat Key melakukan hal gila, kenapa gila? dia mencium Minho, dan itu membuat Minho merasa tidak nyaman, dengan Key, dengan Onew, terlebih dengan Taemin , entah apa yang mengganggu otak Key, kami bersahabat, namun Key sering kalap dan terlalu histeris menghadapi sesuatu, terkadang Minho dibuat kesulitan jika sang Diva sedang “PMS-ing” terlebih yang disebabkan kerena Onewnya.

Minho duduk di kasur Key dan menatap punggung Taemin lekat, ia masih ingat apa yang terjadi 3 hari lalu, mereka …break, really? he dunno exactly . Yang ia tahu, ia bingung, dan entah apa yang harus ia katakan, ia meninggalkan Taemin dan tidak meminta penjelasan lebih, dan itu … ia sesali, semua yang ia katakan terakhir kali itu, ia sesali, sesali karena Taemin benar melakukan apa yang ia mau, dan buruknya … ia tidak butuh dirinya lagi.

Flashback~

Layaknya hari biasa, SHINee … keluarga kecil itu berkumpul di meja makan dengan tenang, Jonghyun yang duduk menunggu dengan gadgetnya, Key yang memasak, Onew yang mengecek jadwal, Minho yang baru bangun dari tidurnya dan …

“Kau dari mana Taemin?”, tanya Jonghyun melihat Taemin kembali dari luar dengan kantong plastik besar.

“Oh, aku baru membeli susu banana ku dan juga kebutuhan sehari-hari ku…”, katanya tenang dan tersenyum simpul, Minho hanya bisa terdiam, menenggak susunya.

“Susu? Key…kau lupa membeli susu Taemin?”, tanya Jonghyun tidak percaya dengan keteledoran Key dengan baby kesayanganya, Key menoleh,
“Mianhe Taeminnie … aku lupa … “, katanya, Taemin hanya tersenyum.
“Anio … aku bisa beli sendiri kok, jadi kau tenang saja Hyung, aku tidak akan membuat mu repot membelikan keperluanku , neh?”, katanya tersenyum dan meninggalkan dapur.

Key hanya diam dan menatap Taemin tidak nyaman, Jonghyun hanya diam merasakan ada yang lain di antara membernya,

“Aku mau lihat Taemin sebentar …”, kata Jonghyun beranjak pergi, dan melirik Minho yang tidak juga berkutik.

.

“Taemin?”

Taemin menoleh dari balik notebooknya dan tersenyum.

“Neh Jong-hyung?”

Jonghyun duduk di kasurnya dan menghadap Taemin yang duduk manis diatas kasur.

“Hmm … ada masalah dengan mu? kau bersikap aneh…”

Taemin tersenyum, “Kau yang aneh Hyung… kenapa kau bertanya begitu? aku tidak apa-apa…?”, katanya polos.

“Anio … ng…apa yah? entahlah … hehehe … mungkin cuma perasaanku saja…”, katanya, Taemin hanya terkekeh, Jonghyun menatap kertas yang berserakan di sampingnya.
“Ng, apa itu semua tugas sekolah mu?”,tanya Jonghyun memungut selembar kertas, partitur lagu , ia ingat Taemin sekarang pindah ke sekolah seni. Ia scan setiap note baloknya, dan ia terkejut, semua benar dengan sempurna.

“Taemin ini …kau yang selesaikan?”, Taemin mendongak dan mengangguk mantab.
“Kenapa? ada yang salah yah? seingat ku aku sudah memeriksanya dan tidak ada note yang meleset?” katanya polos. Jonghyun hanya menggeleng dan tersenyum, kenapa? karena Taemin lemah di note balok, dan ini merupakan suatu hal yang aneh untuknya, Taemin tanpa bantuannya menyelesaikan semua itu.

“Kau semakin pandai Taemin … aku rasa kau sudah mulai mengerti bahkan tanpa bantuanku…”, Jonghyun terkekeh, Taemin lagi hany mengacungkan jempol dan tersenyum.

“Baiklah, kau tidak ikut sarapan dulu? nanti siang kita ada rehearsal…” tanyanya lagi.

“Ya nanti aku menyusul , kau duluan saja Hyung…”, Jonghyun hanya mengangguk.

“Oh ya Taemin… kalau kau butuh bantuan, kau bisa minta padaku…”

Taemin terdiam dan kemudian mengangguk dan tersenyum.
“Selama aku bisa kerjakan sendiri aku akan lakukan tanpa bantuan mu Hyung, terima kasih..”, jawabnya sebelum tenggelam dengan notebooknya lagi.

Jonghyun masih merasa aneh dengan sikap magnaenya, namun ia tidak bertanya, ia hanya berpikir, mungkin hanya emosi yang dipacu oleh hormon muda nya, terkadang sifat moody timbul menghantui ABG layaknya Taemin maknaenya.

.

“Taemin …maaf aku tidak bisa membuatkan bekal mu baby … aku dan Onew harus–“

“Oh tidak apa-apa … aku sudah buat sendiri Hyung..”, jawab Taemin menujuk bekal yang siap ia masukan kedalam tas.

Sontak itu membuat ke 4 hyungnya menoleh,maknae Taemin membuat bekalnya sendiri? makan mereka terehenti beberapa detik.
Namun Taemin hanya tersenyum dan memasukan bekalnya kedalam tasnya.

“Oke Hyung, aku harus pergi, aku ada ujian, sampai jumpa di SME hyung… dan Oh onew Hyung, aku sudah pegang jadwal ku selama sebulan ini, jadi kau tidak usah capek-capek ingatkan aku, semua sudah kucatat di reminderku …”, katanya terkekeh,

“Benarkah? bagaimana bisa? kau dapat dari mana?”tanya Onew terkejut, karena ia sebagai leader sudah bertanggung jawab mengingatkan , bukan memberi tahu jadwal masing-masing, jika ada, itu juga karena diberikan penyampaian terlebih dahulu, tidak dengan printout jadwal asli.

“Aku dari manager Hyung, aku mengatakan bahwa aku akan sibuk disekolah dan juga SHINee, agar aku tidak kesulitan mengaturnya aku meminta listnya, jadi aku bisa kontrol apa saja kegiatanku …”, katanya mantab.

Semua saling pandang , “Oke Hyung, i gotta go … see ya…”, sapanya dan mengalungkan tasnya dan berjalan keluar, tanpa menoleh ke arah Minho yang mengunyah makanannya, dan Jonghyun yang bingung, serta Onkey yang menatap khawatir.

“Ada yang tidak beres…”, kata Onew menyimpulkan.

“Thats right … menurutmu juga begitu kan Minho?” tanya Jonghyun, Minho diam saja.

“Aku mau mandi … sampai jumpa di SME nanti siang.”, katanya dan pergi.

Endflashback~

Posisi tubuh Taemin segera berubah, Minho menahan nafasnya, takut Taemin terbangun , ia sering bangun karena mimpi buruknya.

Ia bangkit ke arah Taemin ,menatap namja itu dengan seksama, rambutnya yang sudah berubah jadi merah, tulang pipinya yang tegas menandakan bahwa ia sudah berubah menjadi sosok namja tampan, dan tulang dada serta lehernya sangat kekar, ENTAH sejak kapan Minho tidak menyadari hal ini, Taemin …sudah banyak berubah, tanpa ia tahu, dan ia perdulikan.

Minho ingin menyentuh kepalanya, namun tangannya mengambang, gengsi, marah, merasa ditinggalkan karena ucapan Taemin yang sepihak membuanya mengurunkan niatnya.

“Taemin … aku masih mencintaimu, tapi kalau ini yang kai mau , aku akan menerimanya, maaf Taemin …”, Bisik Minho dan menarik lebih rapat slimut Taemin sampai ke leher putihnya, kemudian berjalan keluar, sekali lagi menatap sosok itu yang tidak berkutik sedikit pun.

“Malam Taemin …” bisiknya, dan menutup pintunya.

Disudut gelap dengan sinar bulan itu, lagi , terdengar dengusan  dan juga air mata yang menggenang dipelupuk mata sebening biru laut, dengan cepat air mata itu dihapus olehnya, ia benci menangis, ia tidak lagi menangis, dia …Lee Taemin, tidak akan menangis lagi.

.

.

Im sick of this
Minho merasakan itu sekarang, ia merasa … kehilangan, sekarang ia bisa dengan jelas menggambarkan perasaannya beberapa hari ini.
Rasa kesepian, cemburu,dan juga dilupakan ada di dalam hatinya, semua itu salah siapa? salahnya kah? tentu ia merasa itu salahnya.

“Minho .. bisa kita bicara sebentar?”, tanya Onew melihat Minho yang terduduk di ruang ganti sendiri, dengan iPadnya.

“Ya , kenapa Hyung? harus disini?”

“Tidak, kita keluar sebentar …”, katanya, Minho hanya mengangguk dan mengikuti Onew berjalan keluar, sekilas ia melihat Taemin yang duduk di pojokan dan tertawa lepas dengan seseorang di gagang telpon.

“Ada apa Hyung?’, tanya Minho ketika mereka berada di rooftop SME.

Onew menarik nafas dan menatap Minho, “Minho ah~ apa kau tahu ada apa dengan Taemin kita? dia …well, terlihat aneh , aku tadinya tidak serius menanggapi ini, tapi sikap nya terhadap Key dan juga Jonghyun berubah, dia seakan menutupi sesuatu, dan …entahlah, dia seperti tidak menganggap kita…”

Minho terdiam, apa dia harus mengatakannya , “Aku tidak tahu … karena… aku…”, Minho berhenti sebentar, menyusun kata-kata yang sulit ia keluarkan karena satu kata itu , “Kami …hubungan kami berdua break hyung…”

“A-apa??!!”, teriak Onew terkejut, Minho hanya diam.
“Kau bercanda … jadi ini alasannya dia mengubah sikapnya? semua karena mu ya kan? katakan, apa kau telah menyakitinya hah?”Onew kali ini sudah mulai serius, lebih dari serius…

“Aku … mungkin ia lelah dengan ku Hyung, entah apa? aku tidak pernah tahu alasannya…ia hanya berkata ia lelah denganku …”

“Lalu kau bilang apa?”

Minho terdiam, “Aku bilang terserah padanya, lakukan apa yang ia mau, aku …menyesal Hyung…”, katanya, Onew kali ini benar-benar kehabisan akal, dua dongsaengnya yang selalu terlihat manis didepan mereka tiba-tiba break dan …

“Minho, mungkin Taemin sedanh emosi saat ini, ada baiknya kalian introspeksi diri terlebih dahulu … dan kami juga…”, kata Onew tenang, Minho hanya diam dan mengangguk.

.

Mereka masuk kedalam dorm satu persatu, baru kali ini suasana terasa canggung, tidak ada senda gurau yang dilakukan, hanya di atas panggung mereka bersikap seolah semua baik-baik saja.

Dengan cepat Taemin masuk ke kamar, mengganti bajunya dan mengambil notebook dan duduk di ruang tamu sambil menyeruput susu banananya.
“Taemin … apa yang kau lakukan? ini sudah malam, kau tidak tidur?” tanya Jonghyun, Taemin mendongak dan tersenyum.
“Kau duluan saja Hyung, aku mau kerjakan tugas sekolah ku dulu …”
Jonghyun mendekat dan melihat ke arah notebook dna taskbook nya,ia tahu soal itu semua, “Mau aku bantu? aku masih ingat bentuk soal ini…hehehe…”
Taemin terdiam sesaat, dan menarik taskbooknya tanpa melihat ke arah Jonghyun.
“Aku bisa kerjakan sendirian, terima kasih …”, katanya datar dan mengetik tugasnya, Jonghyun yang hendak membuka suaranya terdiam lagi ketika melihat raut muka Taemin yang seakan tidak mau mendengar apapun lagi.

.

Key masuk kedalam kamar nya, kamar Taemin dan dirinya, ia melihat sang magnae sedang duduk di kasurnya memasukan barang-barangnya kedalam tas, Key duduk dikasurnya dan menatap sang magnae dalam diam,
“Ng…Taemin…”

Taemin mendongak dan tersenyum.
“Neh hyung?”

Hyung?? Taemin memanggilnya Hyung? sejak kapan? sejak kapan babynya memanggilnya dengan sebutan itu, dan tidak lagi umma?
“Bisa… kita bicara sebentar?”

“Tentu.”, jawab Taemin tersenyum tanpa melihat ke arah Key.
Key tahu ia punya salah dengan magnaenya ini, dan tidak dipungkiri lagi dia sangat sensitif dengan hal itu, karena dia sangat perasa akan perubahan sikap disekitarnya.

“Taemin … aku tahu kau membenciku, kau membenci kami semua Hyung mu disini kan? mungkin kau bisa menutupi apa yang kau rasakan pada yang lain, tapi tidak dengan ku Taemin, kau merubah sikapmu terhadap ku, terhadap yang lain, terutama Minho … aku minta maaf jika ada suatu hal yang membuat mu sakit hati sehingga kau menjaga jarak dengan ku … “, jelas Key, Taemin diam saja, dia merutuk dirinya sendiri bahwa ia benar tidak bisa menutupi apapun dari sang almightynya.

“Aku tidak membenci kalian, aku juga tidak merubah sikap , aku hanya berusaha bersikap mandiri dan dewasa seperti yang pernah kau katakan padaku Hyung..”, jawabnya datar, Key merasa tersinggung, ia merasa bersalah, magnaenya yang imut dan ramah berubah menjadi cold hearted boy.

“Kalau begitu katakan padaku … apa ada yang bisa kubantu Taemin?”

“Tidak ada Hyung… aku bisa sendiri…”

Key terdiam, “Kau … kenapa dengan mu? kau tidak pernah bersikap seperti ini padaku, kau tahu aku menyayangimu kan? jangan tutupi apapun padaku Taemin,please katakan apa yang mengganggu mu, aku akan membantu … aku mohon…”,
Taemin mendongak ketika ia mendengar Key tersedak , ia menangis didepan Taemin, Taemin terkesiap, sedingin apapun hatinya sekarang, ia tidak bisa membiarkan Key seperti itu, Key adalah orang yang paling ia sayang, sahabatnya…ummanya…

“Key hyung…jangan menangis, kumohon… aku tidak apa-apa…”, Taemin berlutut dan menggenggam tangannya, entah kenapa ia tidak menangis, ia hanya merasa tidak enak, benarkah hatinya telah mendingin?

“Bohong! kau berbohong padaku Taemin!! aku tahu kau, aku tahu semua kebiasaanmu, aku tahu isi hatimu, aku tahu semuanya, kau pasti berbohong padaku, kau menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh ku tahu… jangan lakukan ini, aku merasa tidak berguna jadi sahabatmu..”, isaknya, Taemin tidak tega, ia bangkit dan memeluk tubuh Key dengan erat,

“Mianhe…mianhe Key hyung…mianhe telah berbohong…mianhe…”, jelas Taemin, air matanya mengalir, ia bersyukur ia masih punya sisa air mata untuk sahabatnya ini.

“Please…Taemin, kembali lah ke dirimu yang dulu … katakan ada apa?ceritakan apa yang membuat mu seperti ini …”
Key melepas pelukannya dan memegang pundak Taemin.Taemin menghindari tatapannya, dan menarik nafas panjang.

“Bukan apa yang terjadi padaku … tapi apa yang terjadi pada kalian Hyung …”, Taemin memundurkan badannya dan duduk dikasurnya sendiri,

“A-apa? apa yang terjadi pada ku?apa yang terjadi pada kami?”, tanya Key bingung.

Taemin menarik nafas, “Kalian tidak perduli padaku, kalian sibuk dengan diri kalian masing-masing, aku tidak mau perotes, karena itu kekanakan, dan sangat menganggu  … jadi kuputuskan untuk merubah sikap ku, dan hasilnya baik… kalian bisa tenang tanpa aku yang selalu merepotkan..”, katanya datar.

Key tersontak kaget, “Apa yang kau katakan? aku perduli padamu, aku perduli apa yang baik untukmu, jangan katakan begitu padaku!”, teriak Key

“Lalu apa kau perduli ketika kau mencium namjacingu sahabatmu sendiri ini Key hyung? “, Key terkejut , ia menutup mulutnya, Taemin tahu? itu…”Kau tidak akan pernah tahu apa rasanya dikhianati sahabat sendiri kan? ironis sekali…” decak Taemin berdiri,

“Taemin …Key?”

Key menoleh, Onew dan Minho berdiri disana berdua, terpaku dengan apa yang dikatakan Taemin barusan, Onew terkejut , Key pun sama, Minho terpaku, dan Taemin bersikap datar.

“Aku mau keluar, aku akan menginap di dorm TRAX, aku sudah mengatakannya pada manager, dan ia setuju, sampai jumpa semuanya..”
Taemin membawa tasnya dan berjalan kepintu keluar, namun dicegah oleh badan Onew dan Minho, Jonghyun dari balik badan mereka telah berdiri juga.

“Kau tidak boleh kemana-mana, kita selesaikan masalah kita terlebih dulu …”, kata Onew, Taemin terdiam, dan memutar bola matanya.

“Baiklah, tapi aku tidak akan merubah keputusanku..”, katanya dingin dan menabrak tubuh ketiga Hyungnya yang menghalau dan berjalan ke ruang tamu, keempat Hyungnya mengikutinya, Onew melirik ke arah Minho yang tampang lebih kaku dari biasanya.

.

Mereka duduk bersama di ruang tamu, Taemin di sofa kecil sendiri, didepannya Onew dan Key, kemudian Minho yang duduk dengan kursi di samping Taemin, dan Jonghyun yang duduk di depan Minho.

“Jadi, apa yang harus kita bicarakan?”, tanya Taemin.

“Taemin, kami merasa ada sesuatu yang tidak enak disini … dan kami bingung ada apa denganmu, kenapa kau menjauhi kami dan sekarang kau ingin tinggal dengan para Hyung kita..”, tanya Onew,

“Anio, tidak ada yang salah dari ku kan? apa salah jika aku ingin menginap dirumah teman?”, Taemin menekankan kata teman pada mereka semua, matanya menatap ke tangannya. Minho memperhatikannya, ia tahu kenapa Taemin berbuat ini, apa ingin membuatnya cemburu? ia tahu bahwa Jungmo TRAX sudah lama menaruh hati dengan magnaenya.

“Kau tidak mau lagi tinggal bersama kami?”, tanya Key,

Taemin tersenyum namun tidak menjawab.
“Jawab lah Taemin… “paksa Jonghyun.

“Baiklah …”, kata Taemin “Aku…dan Minho, kami sudah break, biar kujelaskan, aku hanya ingin kami introspeksi diri kami, aku lelah selalu menantinya, aku lelah mendengar gosip dan skandal yang meliputi Minho hyung, aku lelah menangis dan kemudian balik lagi dengannya selesai hanya dengan ..sex.”, jawabnya jujur , Minho terbelalak, dia tidak percaya alasan Taemin.

“Taemin … tunggu, apa maksudmu, jadi ini semua alasanmu? kenapa kau tidak dengar dulu penjelasan–”
“Tidak perlu Minho hyung , apa aku juga lupa mengatakan bahwa aku lelah mendengar semua alasanmu? kau tahu apa yang salah dari hubungan kita? karena aku dan kau tidak bisa ambil sikap, maka dari itu, aku yang mengambil sikap … aku harap kau bisa mengerti, dan bisa menerima hubungan kita hanya sebatas..teman.”, jelas Taemin membuang mukanya,

“TAEMIN!”, Minho berdiri dan hendak menarik tangan Taemin, namun Jonghyun bangkit dan menahannya. “Tapi aku mencintaimu…”, Minho tidak melepaskan matanya dari Taemin yang duduk dengan tenang.

“Hyung, maaf aku merepotkan kalian semua, tapi aku bukanlah Taemin 3 tahun atau 2 tahun lalu yang sering membuat kalian susah, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk diriku sendiri, dan juga untuk SHINee, jangan khawatir, masalah ini tidak akan mengurangi kinerja ku untuk member kita, terima kasih atas semuanya.”, Taemin berdiri dan menggendong tasnya.

“Untuk Minho Hyung, terima kasih … untuk Jonghyun dan Onew hyung juga, dan untuk Key hyung… aku rasa ada baiknya jika masalah tidak disimpan sendiri, selesaikan dengan baik dengan Onew hyung, dan tidak menyakiti siapapun lagi.Sampai jumpa besok semuanya.”, Taemin membungkuk,

“TAEMIN!”, Onew dan Key berteriak, mereka berlari ke pintu keluar, namun Taemin sudah menghilang, cepat sekali larinya. Semua Hyungnya terdiam, Minho mengepalkan tangannya kuat, Jonghyun meremas kepalanya, Key menangis di pelukan Onew, dan Onew hanya bisa terpaku menatap pintu dormnya. Malam itu, mereka sadar, hal yang paling buruk terjadi di grup mereka, perpecahan.

.

.

Minho tidak lagi konsen dengan semua hal yang ia lakukan, tidak dengan proses filmingnya, seluruh kru mulai jengah dengan kebiasaan barunya, melamun…
Hanya itu yang sering ia lakukan secara tidak sadar.

“Minho ah~..”

Minho mendongak, “Yoona noona?”, Yoona tersenyum dan duduk didepan Minho memberikan sekaleng teh melati padanya.

“Gomawo noona..” Minho tersenyum lebar, ia tidak bisa melihatkan keresahan hatinya didepan orang lain.

Yoona tersenyum, “Neh, sama-sama…”, kemudian diam, “Minho ah~ ada apa denganmu? aku tahu kau sedang dalam masalah, kau sering gagal saat pengambilan take, salah naskah , dan sering melamun… kau tahu, aku sebagai teman bersedia menjadi tempat curhatanmu jika kau tidak keberatan..”

Minho hanya tersenyum , “Gomawo noona, hanya ada masalah sedikit saja, maaf membuatmu susah..”, katanya, Yoona terkekeh.

“Ya lumayan, kau membuat ku susah beracting, dan terlebih, aku lelah membujuk sutradara untuk bersabar padamu…”, katanya cemberut, Minho tidak bisa menahan senyumnya, Yoona memang orang yang baik, dia orang yang ramah, dan juga humble, itulah kenapa dia menganggap Yoona sebagai teman yang baik, hanya teman, tidak lebih … tapi kenapa alasan ini membuat Taemin dan dirinya berpisah? tidakah Taemin menyadari bahwa ia dan Yoona tidak ada apa-apa?

“Apa…karena Taemin?”

DEG!
Minho mendongak kaget,
“T-taemin? kenapa kau–“

Yoona terkekeh, “Ayolah Minho ah~ aku tidak buta oke? aku tahu apa yang terjadi diantara kalian, termasuk Onew dan Key..”
Minho terbelalak.
“K-kau tahu? kau tahu kalau kami—”
Yoona mengangguk.
“T-tapi bagaimana bisa?”, tanya Minho,Yoona terkekeh.

“Aku tahu , bahkan aku sudah terbiasa, kau tahu … aku tahu apa yang terjadi dengan Jaejoong oppa dan Yunho oppa, Donghae dan Eunhyuk oppa, sungmin dan kyuhyun oppa, masih banyak lagi … tapi aku tidak mau membukanya, karena aku tahu kalian sangat menjaganya dengan baik…”

“Noona…”
“Ya, Minho, aku rasa aku harus jelaskan padanya, jika memang ini karena ku dia cemburu, maka kau jelaskan padanya, kau harus mengambil sikap Minho, kalau memang kau mencintainya kau kejar dia …”

Minho terdiam dan menunduk, “Percuma… perasaannya terhadapku sudah mendingin..ia kecewa padaku..”, kata Minho miris.
Yoona tersenyum, ia mengambil tangan Minho.
“Percaya padaku, jika kau usaha, dia akan melihatnya, aku yakin dia juga masih mencintaimu, aku hanya menduganya, tapi tidak ada salahnya dicoba kan?”, katanya, Minho mendongak dan tersenyum miris.

“Gomawo noona…”,
Yoona tersenyum dan menepuk pundak Minho, Minho hanya tersenyum, tanpa tahu sepasang mata memandangnya tidak sengaja.

“Mencintaiku heh? bullshit.”, bisik orang itu dan pergi , ia usap matanya, takut air mata itu mengalir lagi.

.

.

Keempat member SHINee, Jonghyun , Key, Onew, dan Minho duduk bersama di ruang ganti mereka, tidak ada magnae Taemin, kemana dia? setelah rehearsal selesai ia langsung pamit dan pergi bersama Ryewook dari suju.

“Loh kalian masih disini guys?”,

Semua menoleh, melihat Donghae, Eunhyuk, sungmin, dan Leetuk berdiri didepan pintu.
“Neh Hyung…annyeong ..” sapa Onew membungkuk.

“Kalian habis rehearsal?”tanya Donghae.

“Neh … kami menunggu manager mendrop kami kembali ke dorm untuk makan malam..”, kata Jonghyun,

“Loh, kalian tidak diberi tahu Taemin? Taemin pergi dengan ryewook untuk beli sesuatu, kami akan makan malam didorm, dan mereka bilang ingin memasak bersama..’ jelas Leetuk

“Masak? makan malam?”, tanya Key kali ini

“Iya, kalian tidak tahu ? Taemin sejak 2 hari lalu sering mampir ke dorm kami, hanya untuk membantu Ryewook memasak untuk kami ..masakannya semakin enak, dia bilang mau belajar memasak.”, kata Sungmin tersenyum riang.

Keempat member itu saling bertatapan, jelas semua, kenapa Taemin menghilang ketika makan malam bersama, kenapa ia sudah pandai menyiapkan bekal sendiri dipagi hari.

“Apa..kami boleh ikut?”, tanya Minho, semua menoleh ke arahnya yang menatap lurus anggota suju didepannya.

“Oh boleh…silahkan, kami akan pulang 10 menit lagi, kami ganti baju dulu..”, kata Eunhyuk tersenyum lebar.

Semua mengangguk, dan menatap hyung mereka meninggalkan mereka.

“Apa yang mau kau lakukan Minho?”, tanya Onew.Minho terdiam dan menatap ketiga hyungnya.

“Membawa Taemin kembali padaku, apapun caranya, suka atau tidak..”, katanya dingin dan menyambar tasnya, keluar dari ruang ganti.

CUT!!

OH SUUNDERS~~ for SHINee’s sake i cant handle this, gue mau buat 3 shoot tapi kayakanya bakal panjang nih cerita, gue mau siksa Minho, tapi gue mau siksa Hyungnya juga, jadi berbahagialah, ini akan panjang, dan untuk FITRI!

im sorry dear… ini aku rubah haluan, heheheh…

SO, LEAVE A COMMENT

NO SABHING, NO SR , NO PLAGIARISM, B’COZ ITS HARAM ACT!!

SEE YA~~~

131 thoughts on “[2min] Im sick of this part 2 of ?

  1. Waah,,tae jd makin lebih dewasa, gw ska bangeet,, ^^
    Gtw knpa gw sdih banget baca part ini,,
    Minho akhir na kamu bergerak jugaa,,
    It’s not over right?? ^^

  2. ahaha ngeri kata kata taemin yang semua selesai dan kembalu dengan sex😄
    problem yg paling mendukung ya key, apa coba nyium nyium -_-

  3. Bru nyadar ya hyungnya Minnie,,,klo mrk dh mngabaikan Minnie!! Q rasa skap Minnie cukup stmpal dgn sikap mrk,,,trutama MinKey!! Ska bgt,,,ma ff ne dn bkin pnasaran lanjutannya!! Nextt

  4. tae gue suka gaya lo hahaha😄
    pada nyeselkan semuanya .. salah paham yang membuat semua kek gini ㅠㅠ

  5. wajar lah taemin kayak gitu toh kalian kyk gitu terutama minho ama key apa mereka gkmikir perasaan pasangan masing masing. nyeselkan minho setelah nyakitin taeminkek gitu

  6. Kit ati banget pas baca part ini tapi disatu sisi seneng sih taemin udah ga bergantung lagi sama hyung”nya, miris banget ngeliatnya sampek” segitunya taemin ngehindari anak shinee buat njaga prasaanya dia biar ga terlalu sakit

  7. akhir.a para hyung.a taemin sdar bahwa mreka lah ug mnyebab kan taemin mnjadi pria yg dingin…
    taemin jg tambah dwasa…
    gmna cra.a minho bsa mmbuat taemin kmbali pda.a…
    dan bgmna cra.a agar shinee bsa sperto dlu lg..??

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s