[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 8


ANNYEONG! ^^

Apakah masih ada readers yang setia nungguin dan RCL FF ini? Semoga ada dan pasti ada! Kekeke~

FF kali ini nggak diedit dulu, jadi mianhae kalau ada typo dan bahasa yang kurang.. kurang apa yah? Kurang berkenan😄

Baiklah, langsung saja dan jangan lupa Read Comment and Like-nya!🙂

 

***

 

Title : I’M YOUR LOVE DOCTOR 8

Author : Keysha feat Maitsa’

Cast : Onkey

Rating : PG-15

Genre : Romance, Fluff

 

***

 

Key menatap lurus ke depan. Tepatnya ke arah namja yang saat ini tengah berada di hadapannya. Kata-kata yang meluncur dari Onew beberapa detik yang lalu sukses membuatnya shock.

 

Ya. Aku cemburu padamu.

 

Ya. Aku cemburu padamu.

 

Ya. Aku cemburu padamu.

 

Tuhan.. Rasanya kalimat itu terus berputar-putar di sekeliling kepalanya. Bahkan Onew yang jelas-jelas tengah ditatapnya saat ini pun terasa buram. Seterkejut itu kah?

 

“Ya!”

 

Oh.. bahkan sekarang indra pendengaran Key tak lagi berfungsi dengan baik. Onew yang heran melihat Key yang terpaku sedemikian rupa, kini mulai mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata kucing milik namja cantik ini.

 

“Ya, Key!” Serunya dengan volume suara yang sedikit lebih diperkeras.

 

“Huh?” Kali ini berhasil membuat Key terperanjat kecil. Onew terkekeh, menatap Key lucu.

 

“Kau kenapa? Apa kau suka padaku? Haha..”

 

“Aniya.. enak saja.” Mencoba mengelak meskipun sebenarnya jauh di dalam hatinya ia sama sekali tidak memungkiri kenyataan itu – bahwa bersama Onew memang menyenangkan, ia menyukainya, meski terkadang namja itu memang bertingkah menyebalkan. Key berdiri dan menyilangkan tangannya di depan dada, membuang pandangan ke arah lain. Berusaha menenangkan hatinya yang bergemuruh saat ini.

 

“Jinjja?” Onew semakin tergelitik untuk menggoda Key. Entah mengapa rasa cemburunya yang sempat  hadir beberapa waktu yang lalu lenyap begitu saja. Sekarang ia menikmati permainan ini, dimana Key terlihat begitu salah tingkah.

 

“Ne.. A..  Aku hanya sedikit kaget, mm.. yah, kaget dengan perkataanmu yang tak masuk a~” belum selesai kata-katanya, Onew memutar tubuh Key sehingga mereka saling berhadapan. Menggenggam erat bahu sempit itu untuk menahannya agar tetap berdiri di tempat.

 

BLUSH..

 

Wajah Key merona, kata-kata yang ingin dilontarkannya tercekat begitu saja di tenggorokan. Sedangkan Onew semakin berusaha keras untuk tidak menertawakan Key – yang jelas-jelas ketahuan berbohong dari rona wajahnya – yang kini membulatkan mata cantiknya.

 

Onew menatap Key lekat, membuat namja cantik itu semakin tak berani berkutik. Hanya mengatupkan bibir tipis itu kuat.

 

“Key.. kuulangi sekali lagi. Kuharap kau tidak terlalu sering bersama dengan Jinwoon, apalagi membawanya kemari. Arasseo?”

 

Mwo?! Kuharap? Apakah itu adalah sebuah larangan? Ani.. Itu bukan sebuah larangan. Kata-kata itu lebih terdengar seperti.. permohonan. Ajaib! Hey, apakah benar Onew cemburu? Atas dasar apa? Ckck..

 

Key mengangguk cepat, tak ingin terus berlama-lama dalam posisi seperti ini. Terlebih ini di ruang makan, bagaimana jika Taemin tiba-tiba muncul seperti kemarin? Andwae! Itu memalukan.

 

Onew melonggarkan genggamannya dan melepaskan sebelah tangannya. Sebelah lagi menepuk pelan ujung kepala Key pelan. Tersenyum samar, hampir tak terlihat. Kemudian berjalan menuju tangga dan mulai menitinya satu per satu. Sepertinya ia hendak ke kamarnya, sekedar menenangkan diri. Yeah.. Kejadian barusan, memang tingkah lakunya yang paling aneh dan agak di luar kesadarannya. Di luar kesadaran? Ya, sepertinya begitu. Ataukah.. ah, molla.. Akhir-akhir ini perasaan-perasaan aneh senang sekali singgah dalam hatinya. Sementara Key hanya melihat kepergian Onew dari tempatnya berdiri. Masih tidak memiliki kekuatan untuk segera mengikuti jejak Onew untuk beranjak pergi.

 

Cklek.

Onew masuk ke dalam kamar dan kembali menutup pintunya, kemudian menguncinya. Rupanya ia sedang tak ingin diganggu. Ehm.. Perihal tadi kah?

 

“Haah..” Membuang napasnya yang sedari tadi hanya bisa tertahan dalam rongga paru-parunya. Omo! Bahkan ia tak sadar sudah menahan napas selama itu! Ckck. Ia dokter, ia tahu menahan napas itu tidaklah baik, tetapi molla.. Tiba-tiba saja semuanya menjadi baik saja jika ia bersama.. Hufth.. Yah.. Bersama Key.

 

Kini ia memiringkan tubuhnya, meraih guling dan mendekapnya erat. Sebelah tangannya menggusak rambutnya sendiri.

 

“Aaargh..” mengerang kecil, sedikit bingung dengan apa yang telah tadi ia lakukan. Cemburu? Mengapa ia bisa mengatakan hal itu pada Key? Molla.. Ia hanya ingin mengutarakan isi hatinya, apa yang ia rasakan.

 

Key!

 

Namja cantik yang selalu menyebutnya namja gila, selalu cerewet ketika di sampingnya, protes hanya karena kamarnya tidak berwarna pink, dan berjuta hal paling menyebalkan ia temukan dalam diri namja cantik itu.

 

Key!

 

Rasa manis yang menguasainya ketika bersama Key meskipun ia begitu menyebalkan, rasa yang menggelitik perutnya ketika ia berhasil membuat Key cemberut  dan salah tingkah, dan.. rasa hangat dari aura yang dipancarkan namja cantik bermata kucing itu. Juga.. juga.. ah.. Onew terlalu malu untuk mengakui hal ini. Ia menyukai saat bibirnya bertaut dengan bibir tipis milik Key.

 

Key!

 

Key!

 

Key!

 

Bahkan ia cemburu saat Key bersama Jinwoon?! AAAAARRRRGH! Ia akan benar-benar menjadi seorang namja gila – seperti kata Key – jika begini terus.

 

Onew kembali mengerang dan memejamkan matanya kuat. Membenamkan dirinya ke bawah tumpukan bantal di kasur putihnya.

 

***

 

Key duduk di kursi ruang makan. Masih sama sekali tak berani untuk masuk ke kamarnya. Entahlah.. Takut jika harus bertemu Onew di koridor dan…

 

Haish! Key menggelengkan kepalanya kuat. Kau mulai berpikir macam-macam Key!

 

Hello.. Hello.. Nareumdareum yonggil nasseoyo. Key meraih ponselnya yang tergeletak di atas bufet di samping kasur. Menekan tombol hijau dan menempelkannya pada daun telinga.

 

“Yobosseo.” Kemudian terdengar suara khas dari seberang sana.

 

“Ah? Jinjja? Ne.. ne..”

 

Pik. Mengembalikan ponsel pink-nya ke tempat semula.

 

Ujung-ujung bibir soft pink itu tertarik membentuk seulas senyum. Yeppeo! Sepertinya ia sejenak melupakan seluruh kejadian beruntun yang hampir membuat degupan kencang jantungnya kambuh kembali. Kabar yang baru saja ia terima membuat mood-nya kembali cerah. Jonghyun akan datang di bandara Incheon besok, pukul 10. Key bangkit dari duduknya dan melenggang sambil bersenandung kecil menaiki tangga, dan masuk ke kamarnya. Tak sabar menunggu hari esok. Hyung, bogoshipoyo..

 

***

 

SRET.

 

Key berputar di depan cermin besar yang terdapat di kamar itu. Beruntung sekali ia mendapatkan kamar ini, haha.. Yah.. meskipun harus bersebelahan dengan kamar si tuan-gunung-es-yang-sudah-mencair itu, hehehe.. Mencair? Yah… itu julukan baru, karena akhir-akhir ini sikapnya berubah 180 derajat dari sejak pertama mereka bertemu.

 

Ah, Yeppeo! Batin Key pada dirinya sendiri. Tersenyum sekilas pada bayangan dirinya yang dipantulkan cermin.

 

Cklek. Bergegas keluar dan menuruni tangga. Kini tujuannya adalah ruang makan. Setidaknya ia harus mengambil sepotong roti sebelum ia berangkat ke bandara. Sekarang masih pukul 8 pagi, dari sini ke bandara bisa memakan waktu satu jam. Dan key ingin sampai di sana lebih awal, yah.. pukul 9 pagi. Molla.. tapi harus ia akui, ia juga merindukan hyung-nya itu.

 

Tersenyum simpul ketika selintas mengingat Jonghyun yang akan segera datang.

 

“Ukh..”

 

Tiba-tiba sebuah erangan kecil berhasil membuat tangan Key yang sudah terjulur untuk mengambil sehelai roti di meja mundur kembali. Key memicingkan matanya, menyisir setiap sudut ruangan, hingga matanya menangkap sosok mungil yang memakai piyama bergambar paha ayam berjalan dari arah kamar Taemin, dan sepertinya ia ingin ke ruang makan ini.

 

“Ukh.. Huhuhu..”

 

Key membulatkan matanya. Yoogeun! Kenapa ia berjalan sambil menangis? Tanpa banyak bicara Key menghampiri bocah berpipi gembil itu.

 

“Ssssh.. Yoogeun-ah.. Uljima.. Wae? Mengapa menangis?” Key berjongkok menyejajarkan wajahnya dengan Yoogeun. Raut wajahnya terlihat begitu cemas.

 

Yoogeun hanya menggeleng. Sementara tangisannya semakin kencang. Anehnya.. tak ada satu pun orang di rumah ini yang terusik dengan suara berisik ini sama sekali. Benar-benar keluarga yang tidak peka. Ataukah mereka menyumpal lubang telinga ketika tidur? Haish! Key berdecak kesal.

 

Key mulai curiga saat Yoogeun justru memeluk Key erat, membenamkan wajahnya ke dalam dekapan hangat namja cantik itu. Key menyentuh dahi Yoogeun.

 

“Aigoo! Panas sekali! Kau sakit?” Tanya Key khawatir. Tangisan itu lagi-lagi mengencang. Key tahu, anak seusia Yoogeun memang tak mudah untuk berkata bahwa dirinya sakit. Tetapi juga tak mudah untuk berbohong bahwa dirinya baik-baik saja. Maka dengan ini Key amat sangat yakin, sekaligus keyakinannya itu membuatnya semakin khawatir. Bagaimana ini? Naluri keibuannya menjadikannya tak memikirkan apa pun kecuali anak ini, yang sekarang ada dalam gendongannya.

 

“Ah.. apa aku harus memberitahu Onew?” gumam Key pelan, berkata pada dirinya sendiri. Ah.. ani! Dia masih agak shock dengan kejadian kemarin. Tapi..

 

“Sssh.. sayang.. hyung bawa ke Onew hyung ne? Kau akan segera sembuh..” Bujuk Key pada Yoogeun, dan anehnya kini Yoogeun bisa mengangguk. Segera Key berjalan dengan langkah yang lebar menuju kamar Onew setelah mengambil napas yang cukup panjang untuk memulainya.

 

Tok tok tok, sekali Key memanggil nama namja tampan itu. Tak ada jawaban dari dalam.

 

 

Tok tok tok.

Kembali tak ada jawaban. Persediaan kesabaran Key semakin menipis. Apalagi ditambah ia tengah menggendong Yoogeun yang cukup berat. Akhirnya Key memutuskan untuk langsung membuka pintu kamar itu.

 

Cklek.

 

Dan pada saat yang bersamaan Onew pun tengah membuka pintu kamarnya. Hup. Sedikit terlonjak kaget. Tetapi kekagetannya memudar ketika ia melihat kondisi Onew yang masih acak-acakan. Terlebih mata sabitnya yang semakin sabit karena baru saja bangkit dari tidur. Haha.. lucu sekali. Hampir saja ia tertawa, jika ia tak kembali sadar apa tujuannya kemari.

 

“Eh.. Ada apa? Lalu, mengapa kau bawa Yoogeun juga?” Tanya Onew sambil sesekali menggosok matanya. Sekilas ia melihat wajah Yoogeun yang memerah dalam dekapan Key.

 

“Hei, nampaknya Yoogeun sakit. Tadi ia keluar dari kamar dan menangis. Kurasa ia harus diperiksa. Dan berhubung kau dokter, jadi aku langsung ke kamarmu.” Key mencerocos cepat. Onew mulai membuka matanya lebar.

 

“Mwo? Sakit? Aiiish.. Apa Taemin tidak menjaganya dengan baik?” Umpat Onew kesal. Ia menjulurkan tangannya, mencoba menyentuh dahi Yoogeun. Panas.

 

“Sudahlah.. jangan menyalahkan orang, kau juga hyung-nya seharusnya bisa menjaga Yoogeun lebih baik. Sebaiknya sekarang kau bersiap hyung. Dan antarkan Yoogeun ke rumah sakit.”

 

“Ck.. Ne, ne.. kau tunggu aku di ruang tamu.” Onew menutup kembali pintu kamarnya cepat, sementara Key mengangguk patuh dan kembali turun. Sekarang yang ada di pikirannya benar-benar hanya Yoogeun. Molla.. Ia tak mungkin meninggalkan Yoogeun seorang diri, apalagi hanya bersama Onew? Tak bisa dipercaya. Yah.. mungkin memang ini naluri yang dimiliki oleh seorang Key sedari dulu.

 

10 menit berlalu.

 

Tap tap

Suara langkah seseorang meniti tangga mulai terdengar. Key membulatkan matanya senang.

 

“Ya! Ayo kita berangkat!” Seru Onew yang telah bersiap dengan kemeja putih dan jas – yang juga berwarna putih – yang tengah ditentengnya. Sejenak Key terpaku.

 

Kyeopta. Menatap namja tampan dengan rambut coklat diponi itu tanpa berkedip. Entah mengapa, padahal sudah berkali-kali Key melihat Onew berpenampilan seperti itu, tetapi kali ini, terasa berbeda. Blush..

 

“Ya! Jangan diam saja di situ. Kasihan Yoogeun!” Onew memalingkan wajahnya dan segera menuju ke tempat parkiran mobil. Onew pun rupanya khawatir terhadap Yoogeun, bahkan mungkin lebih dibandingkan dirinya. Dugaan Key bahwa Onew merupakan seorang yang tidak peka ternyata salah besar. Key tersadar dan langsung bergegas, kemudian menatap Yoogeun hangat. Seolah memberitahu bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja.

 

Key masuk ke dalam mobil bersama bocah kecil itu. Onew mulai menggas mobilnya.

 

“Hei, kita lupa memberitahu Taemin!” Pekik Key pelan sambil menatap Onew.

 

“Biarkan. Nanti kuberitahu lewat sms.” Sahut Onew tenang. Berusaha tetap fokus pada jalan yang akan dilaluinya. Tanpa ia sadari, Key tersenyum di sampingnya. Menepuk-nepuk Yoogeun yang kini tertidur pulas dalam pangkuannya.

 

Mungkin kau tak sedingin yang kukira, tuan gunung es..

 

***

 

Situasi di bandara Incheon sangat ramai. Di antaranya ada para penjemput dan ada pula para penumpang yang baru saja tiba di Korea. Jam di bandara ini menunjukkan  pukul 09.30.

 

Seorang namja dengan baju kaos abu-abu gelap dipadu celana levis panjang dan berkacamata hitam, tampak menyeret kopernya. Ia menggeser kacamatanya hingga bertengger di atas kepalanya. Kemudian melirik ke sana kemari, mencari sesorang, maybe?

 

“Huft.. Key.. Where are you? Don’t you miss me?” Gumam namja tampan itu, agak kesal rupanya. Mendapati orang yang dicarinya tak kunjung nampak barang seujung batang hidung pun. Oooh.. Ini Jonghyun ternyata, mungkin pesawatnya berangkat lebih awal sehingga ia sampai lebih awal pula. Jonghyun mencoba untuk memaklumi. Mungkin Key akan datang tepat pada pukul 10.00. Kini ia mencari-cari bangku yang masih kosong, mengeluarkan ipod hijau-nya sembari menunggu Key.

 

5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. setengah jam.. 45 menit..

 

Jonghyun semakin kesal. Sekarang sudah hampir pukul setengah sebelas! Kemana dongsaengnya itu? Seharusnya ia sudah datang paling tidak 15 menit yang lalu. Jonghyun merogoh kantong celananya. Ia memencet tombol-tombol dalam ponsel touchscreen itu.

 

Sial! Bahkan pesan singkat pun hanya bosan yang ia dapatkan karena sama sekali tak ada balasan. Dicobanya menelepon.. dan.. aish! Hasilnya sama saja, nihil. KEY!

 

Sekali lagi Jonghyun berusaha, merogoh-rogoh kantong celananya yang satu lagi. Secarik kertas putih pun ia dapatkan.

 

“Bingo!” Secarik kertas bertuliskan alamat apartemen Key. Jonghyun menyeringai kecil. Awas kau Key, tunggu aku di apartemenmu!

 

***

 

“Bagaimana dok?” Key menghampiri dokter yang baru saja keluar memeriksa Yoogeun. Onew membuntuti di belakangnya.

 

“Hanya demam biasa.. Jangan terlalu khawatir ne? Cukup mengistirahatkannya dengan baik dan jangan memberinya makan sembarangan. Dan ditambah beberapa jenis obat sirup yang diminumkan rutin seusai makan.” Jelas dokter itu.

 

“Gomawo, uisa..” Ucap Onew yang turut gembira. Ia sudah khawatir, takut jika terjadi apa apa. Key tersenyum senang. Lalu sesosok tubuh gempal yang masih mengenakan piyama berlari ke arah Onew dan Key.

 

 

“Hei, Yoogeun. Kau sudah bisa berlari? Apa sudah merasa baikan?” Onew berjongkok meraih Yoogeun. Terlihat sekali kalau dia sangat mencemaskan anak itu. Lagi-lagi Key tersenyum memandangnya. Yoogeun mengangguk dan tersenyum mengiyakan. Menjadikan namja tampan itu membuang napas lega.

 

“Gamsahamnida, dok. Kalau begitu, kami permisi dulu.” Dokter itu mengangguk dan tersenyum hangat. Memandang ketiga ‘tamu’-nya yang berjalan menjauh.

 

Onew, Key, serta Yoogeun meninggalkan area rumah sakit. Sepanjang perjalanan, hanya diam yang meliputi mereka. Yoogeun, mungkin masih ingin beristirahat, ia tidur dalam dekapan Key. Onew serius menyetir. Sebentar lagi mereka akan sampai di rumah Onew. Tiba-tiba pikiran Key menerawang. Rasa-rasanya.. ia melupakan sesuatu. Hmm.. Tapi apa?

 

 

Sampai pertigaan, tinggal belok ke kiri sampailah mereka.

Tring! Key teringat sesuatu yang amat penting.

 

“Omo! Onew hyung! Jangan belok kiri! Belok kanan!” Teriak Key kencang. Onew mengerem mendadak mobilnya. Menatap garang pada Key.

 

“Kenapa huh?” Tanya Onew kesal. Jelas, padahal sebentar lagi ia akan sampai rumah dan melanjutkan tidurnya yang sempat terpending.

 

“Aku lupa. Jonghyun hyung akan datang hari ini. Dia pasti sudah lama menungguku di bandara. Lihat sekarang jam berapa. Omo! Pukul 12! Shit! Hyung, antar aku ke bandara sekarang juga.” Pinta Key, wajahnya benar-benar pucat. Bagaimana reaksi sang hyung jika seperti ini caranya? Pabo! Kau pabo key! Argh!

 

Onew menurut, demi dilihatnya Key yang begitu serius memohon. Ia membelokkan stirnya ke arah kanan, menuju bandara Incheon. Napas Key mulai terdengar tak beraturan.

 

“Lagian kau ini.. Ceroboh sekali sih.. Ckck. Pabo.” Decak Onew pelan. Key tak membalas. Pikirannya hanya mengarah pada satu hal saat ini. JONGHYUN!

 

Setibanya di bandara, Key berlari menerobos kerumunan orang yang berlalu-lalang. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling bandara. Tapi di sana benar-benar tak ia temukan tanda-tanda keberadaan hyungnya itu. Aiiish.. Eottoke? Ia mengacak rambutnya frustasi, setelah mendapat keterangan dari bagian informasi bahwa pesawat penerbangan dari Sydney sudah sampai 2 setengah jam yang lalu. Key mengerang kecil.

 

“Hei, sudahlah.. Lebih baik kau telepon saja.” Usul Onew yang ikut bingung dengan situasi Key. Ia ikut menyusul masuk ke dalam bandara, meninggalkan Yoogeun yang masih tertidur pulas dalam mobil.

 

“Oh ya.. kau benar hyung.” Key mulai merogoh sakunya, tapi.. ah!

 

“Oh no! Aku lupa membawa ponselku hyung! Aigoo.. Eottoke? Eottoke?” Key semakin meracau tak keruan. Onew hanya memandang bingung. Ia tak lagi berselera untuk mengejek Key ‘pabo’ . Tiba-tiba wajah Key yang menunduk terangkat, ia teringat sesuatu.

 

“Ah hyung! Aku tahu! Jonghyun pasti ke sana!” Mata kucing itu membulat, ada sedikit rasa lega yang dipancarkan di sana. Seketika itu juga Key menarik sebelah tangan Onew.

 

“Ke mana?” tanya Onew, semakin bingung.

 

“Apartemenku.” Balas key singkat.

 

***

 

Mobil audi putih meluncur kencang di sepanjang jalanan Seoul. Menuju satu titik. Ya, apartemen Key. Ia juga lupa untuk memberitahu Jonghyun bahwa kini ia tak lagi tinggal di apartemennya, tetapi di rumah dokter yang merawatnya.

 

“Hhh…” Mendesah pelan ketika jarum jam monol putihnya menunjuk pada angka satu dan enam. Setengah dua siang. Haiish..

 

 

SRET.

Onew mengerem mobil itu ketika sampai di depan sebuah bangunan mewah bertingkat. Menoleh pada Key dan memberi kode untuk turun. Kali ini mereka tak meninggalkan Yoogeun. Onew dan Key bergegas menuju lift dan menekan tombol dengan nomor lantai yang akan dituju. Key masih menggendong Yoogeun sambil terus resah memikirkan Jonghyun.

 

Tit. Tanda bahwa mereka sudah sampai di lantai yang dituju dan sedetik kemudian pintu besi itu terbuka otomatis. Key langsung melangkah cepat menyusuri koridor , mencari-cari nomor kamarnya yang dulu. Untunglah ia masih ingat. Onew hanya terus menerus membuntuti Key di belakangnya.

 

 

GLEK.

Key menelan ludah, saat melihat sesosok tubuh duduk menggelosor di lantai begitu saja di depan sebuah pintu apartemen. Hanya ditemani oleh sebuah koper ukuran besar di sana. Sosok itu menutup matanya, tampak begitu lelah. Napas Key tersendat, tetapi menyusul kemudian senyum yang terkembang.

 

“JONGHYUN HYUNG!” Key berlari ke arah namja tampan yang kini membulatkan matanya, kaget. Setelah sebelumnya mengalihkan Yoogeun pada Onew. Jonghyun bangkit menyambut Key yang mengarah padanya. Memeluk Jonghyun erat. Sudah lama tak bertemu, membuat kakak-beradik ini saling merindukan.

 

“Ya! Key, kau jahat sekali padaku eoh? Aku menunggumu begitu lama. Aiish..” Jonghyun mngerucutkan mulutnya, lucu. Key mencengir lebar.

 

“Hehe.. mianhaeyo.. Tadi aku lupa hyung..”

 

“Mwo?! Lupa? Dasar kau ini. Hyungmu datang masa’ terlupakan begitu saja?” sahut Jonghyun yang semakin kesal. Key terkekeh sambil membungkuk berkali-kali.

 

“Katakan padaku, apa alasanmu lupa?” Jonghyun memicingkan matanya pada Key, meminta penjelasan. Tak terima diperlakukan sedemikian rupa sampai-sampai ia layaknya seorang gembel yang terlunta-lunta di dalam apartemen. Key melirik Onew sekilas, kemudian mendekatinya dan mengambil alih kembali Yoogeun.

 

“Tadi anak ini sakit hyung.. Aku tak tega. Dan aku bersama Onew memeriksakannya terlebih dulu ke rumah sakit.” Ujar Key jujur sambil mengelus punggung Yoogeun perlahan. Sementara, tanpa disadarinya, Jonghyun menatap Yoogeun nanar. Melirik bergantian pada mereka bertiga. Giginya bergemerutuk karena geram. Wae?

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” Wajah Jonghyun memerah, kedua tangannya mengepal, sementara Onew dan Key menatap bingung, tak mengerti. Jonghyun menatap Onew sarkatis, maju perlahan mendekati namja tampan itu. Onew semakin tak paham. Sama sekali tak berpikiran buruk sebelumnya.

 

BUGH!

 

“Aargh..” Onew meringis pelan, memegangi pipinya yang kini terasa sakit bukan kepalang. Menatap tajam pada namja di hadapannya. Heran, ada apa sih? Apa salahnya? Tiba-tiba saja Jonghyun meninjunya cepat. Onew tak memiliki persiapan sebelumnya. Sedangkan Key ternganga melihat kejadian itu. Wajah manisnya pucat seketika. Tetapi untunglah, Yoogeun sepertinya terlalu lelah untuk terbangun.

 

“HYUNG! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ONEW?!” Berteriak kencang, tangan satunya berusaha menjauhkan Jonghyun dari Onew. Sungguh ia tak mengerti sama sekali. Ada apa dengan hyung-nya?! Tetapi hyung-nya benar-benar tak bisa dikendalikan. Jonghyun menepis tangan Key, membuat namja cantik itu sedikit terdorong ke belakang.

 

 

BUGH!

Meninju Onew lagi tepat di samping bibirnya, sedetik kemudian darah segar mengalir di titik pukulan itu. Onew semakin meringis, sibuk mengusap darahnya. Ia tak bisa melawan, terlalu bingung dengan keadaan saat ini. Mata Jonghyun seolah berapi-api, ia mencekal kerah kemeja yang dikenakan Onew, mengangkatnya perlahan. Amarahnya – yang entah karena apa – memuncak.

 

“Apa yang kau lakukan pada dongsaengku HUH?! JAWAB!” Key semakin heran. Memangnya kenapa? Ada apa?!!! Key merasakan matanya yang memanas, cairan bening dalam kelenjar di matanya mendesak ingin keluar dan segera mengalir bebas. Tak tahan ia melihat Onew dalam keadaan sebegini parahnya. Wajahnya yang putih membiru, akibat dua pukulan telak dari hyung-nya. Jonghyun.

 

“Mak.. maksudmu.. a.. apa?” Tanya Onew terbata, mata sabitnya kian menyipit. Sekali lagi Jonghyun menguatkan cengkeramannya pada kerah kemeja namja itu, dan sesaat kemudian menghempaskan Onew hingga berdebam keras di koridor itu.

 

“HYUNG!” Pekik Key semakin melengking.

 

“Arrgh..” Onew memegangi dadanya yang terasa begitu sesak sekarang.

 

“Cih.. Anak itu..” Jonghyun menunjuk pada Yoogeun.

 

“Hasil perbuatanmu pada Key kan?! Bangsat!” Lanjut Jonghyun keras sambil menunjuk Onew, seolah Onew-lah yang paling dibenci olehnya saat ini. Tak ayal, Onew dan Key membulatkan matanya kaget. Kini mulai paham pada maksud Jonghyun. ANDWAE! INI SALAH PAHAM!

 

“MWO?!” Teriak Key dan Onew bersamaan.

 

TBC

 

Hohoo.. otte? Mau protes? Silakan di kolom komen berikut! Atau bisa langsung hubungi saya😄

Gomawo~

84 thoughts on “[onkey]I’M YOUR LOVE DOCTOR-chap 8

  1. hahaha… jong apa yang kau lakukan mah… aduh, perot deh muke.a bebeh… rasa.a key bru bentar tinggal drmh onew masa udah punya anak segede yooguen. hemeh bang2… ck bilang love2 onkey. ayolah kapan married.a ? next dah

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s