[jinboon/NC-21] A beast pure love


Foreword:

OMFG … gue lagi jadi AGG(anak gaul galau)tingkat akut!!
WAE?!!
Gue frustasi gak punya duit dan gue bingung apakah gue harus nekat ke senayan demi liat suami ku Echulita?!
Kalau disana gak sedia bigscreen gmn? percuma kan gue?
Demi apapun, gue nggak da mood nerusin dearest karena gue lagi galau, mau tulis yg so sweet gak kuat jadinya, gak ada feel… gue bikin NC aja dah yah?jelek? jangan banyak protes! gak suka, gak usah baca, LOL
Ini FF NC straight pertama gue, beseeeh… gue bingung ngetiknya, geli sendiri ….

Btw, ini req an dari sahabat pena saya lagi LOL she’s “YIIMA” yang punya blog Onkey dan 2min fanfics, bedeeeh…NC nya dia hawt guys!!daebak! dan sorry yiima , kalau ini hasilnya jelek.

nb: Guys, hape gue ke upgrade ulang, kontak ilang semua, please sms gue yah? terutama yg sering sms an sm gue! LOL

So, here it…
NO BASHING, NO SENSOR, NO PLAGIARISM, NO SR, ITS HARAM ACT!
JUST LEAVE A COMMENT!!!

WARNED:
LITTLE ANGST, AND SMUTT!*bingung, gabungin aja lah!*
.

.

by : Sanniiew^^

Gwiboon Pov~

“Hmmh~~”, hanya itu yang bisa aku gumamkan.

Jinki aka Onew aka binatang sialan tampan itu pergi entah kemana dengan seluruh anak buahnya menyelesaikan ‘kekasihnya’ dan meninggalkan aku disini, di dalam kamarnya, terbaring lemah di atas tatami dengan kimono yang entah tidak rapih ini, tangan ku diikat menjadi satu didepan, dengan mulut ku tersumbat bola pipmpong yang terikat melewati wajah ku, dan tidak lupa di vagina ku tertanam vibrator, kaki ku di ikat menjadi mengangkang dibatasi dengan besi memanjang, tubuh ku melemah…

Badan ku lemas, ini pukul berapa? 4 kah? dia sudah pergi meninggalkan ku selama 7 JAM!! dengan posisi terikat seperti ini, vibrator yang terus menghujam prostat ku dan aku telah lelah terus klimaks sepanjang siang ini, JINKI SIALAN! BAJINGAN TENGIK!

“Hrmmh~!!”, vibrator itu menyentuh prostat ku lagi, aku merebahkan kening ku ke lantai dengan tubuh menungging, dengan posisi kaki ini aku tidak bisa telentang, aku bernafas dengan lelah, sudah keseribu entahlah aku klimaks berkali-kali dengan posisi menungging ini.

“Hngh…nghh…nh…”, aku terus mendesah ketika vibrator itu terus menghujam ku, aku lemas, aku tidak sanggup lagi, Jinki ku mohon, cepatlah kembali, lepaskan vibrator ini dari vagina ku, aku lelah…

.

.

Author pov~

“Selamat datang Tuan Jinki…”,

“Hm, semuanya sudah beres, dimana Gwiboonie?”, tanya dengan senyum simpul, buter setianya Jonghyun tersenyum dan berjalan dibelakangnya.

“Dia ada di kamar tuan…”

Jinki tersenyum, ia tahu pasti… “Apa yang ia lakukan didalam sana?”, tanyanya dan terkekeh, Jonghyun hanya menggelengkan kepala, ia juga tahu pasti apa yang sedang dilakukan olehnya.

Jonghyun membungkuk sebentar ketika pintu utama cotage Tuannya terbuka untuk permisi meninggalkannya, karena ia akan menemui selirnya tersayang, gwiboon.

“Terima kasih Jonghyun, kau bereskan ‘kekasihku’ dengan baik hari ini…”

“Sebuah kewajiban bagiku Tuan, jika membutuhkan sesuatu, tuan bisa katakan padaku kapan saja…”

Jinki menoleh dan tersenyum sinis,”Baiklah…kau boleh pergi.”, katanya menyengir.

Jonghyun menarik nafas, ia tahu apa yang selanjutnya ia lakukan, benar, membereskan ‘kekasih’ Jinki, kekasih? bukan bukan…mereka adalah orang-orang yang disebut oleh Jinki sebagai musuhnya, orang yang patut disingkirkan jauh-jauh dari kelompok Gundal Lee. Sebuah sebutan untuk organisasi mafia tertinggi di Seoul, dan Keluarga Lee adalah salah satu Gundal ternama , Mereka cukup dikenal dengan keterampilan proficent mereka berkelahi, pemerasan kejam dan taktik pinjaman sharking di wilayah sekitar dan Asia mulai dari Busan, Daegu, Tokyo, bahkan New York City, Hawaii, Los Angeles, Dallas, dan Selatan Florida.

“Beresakan sekarang?”, tanya sahabatnya, Jonghyun tersenyum sambil meremas tangannya menatap temannya yang bertubuh tinggi.

“Come on Minho ah~ kita punya kekasih yang seru selanjutnya…”

“Hm. i likey..”, katanya menjilat jempolnya dan berjalan menuju pintu keluar. Cukup 2 orang dan selesai tugas mereka, Jonghyun dan Minho, ck, bukan seberapa tugas ini.

.

.

Gwiboon pov~

“Hrmmh…hmm…rhmm…”, aku terus mendesah tak karuan air liur ku membasahi sumbatan dimulutku, aku sudah klimaks lagi, kaki ku lemas, tapi aku tidak bisa membalikkan bahkan merebahkan badanku sedikit pun.

Aku benci menjadi seperti ini, aku menjadi simpanan seorang binatang mafia jalang, Lee Jinki, entah sudah berapa lama ini bermula, aku bahkan tidak ingat .

“Hrrmhh~~.”, aku terus mendesah, ketika aku mendengar pintu terbuka, dia datang! binatang jalang jinki datang!

“Well… annyeong Bunny…miss me?”, tanyanya, aku menatapnya sinis, sialan!kenapa dia bisa tersenyum secerah itu, puaskah dia menyiksa ku dengan alat sex bodoh ini yang tertanam di vagina ku selama ia pergi?

Dia berlutut di hadapan ku, dan membelai rambut panjang ku yang hitam telah basah dengan keringat, aku menggeleng, menghindar dari sentuhannya, jijik!aku benci!

“Hei … dont be mad at me, aku tidak bermaksud meninggalkanmu dan kau memuaskan dirimu tanpa ku kan?”, katanya, aku menatapnya sinis, namun ia hanya tertawa dan duduk sila dihadapanku.

Ia melepas ikatan di mulut ku dan membunganya yang penuh dengan ludahku.

“DARI MANA SAJA KAU SIALAN! KAU BIARKAN AKU DISINI MERINGKUK DENGAN THIS FUCKING VIBRATOR ON MY VAGI YANG TERUS MENGHUJAM PROSTATKU!!”, teriakku histeris dengan air mata terus mengalir di mataku, dia terdiam, tidak lagi tertawa, perlahan ia meraih ku, aku berusaha mengelak, namun aku sudah cukup lelah, dia membopongku dan menariknya kepelukannya, ia mencium pundak mulusku, dan berbisik.

“Im sorry Bunny…”, ia mulai mencium leher ku, menghisap titik sensitif ku, menjilatnya dengan lidahnya yang panas, aku menggigit bibir bawah ku menahan desahan, sialan kau Jinki, dia tahu persis titik sensitifku, kedua tangannya turun kedua payudara ku , dia menangkupnya jadi satu dan meremasnya, aku mendongakkan kepalaku..

shit… its so…good.

“Hmm… aku dapat lihat ada yang masih bergairah neh.miss vibrator?”

“Aaahhh….agh,ugh..”,

Aku mendesah ketika ia menekan tombol vibrator untuk lebih kencang, aku mendongakkan kepalaku.
Dia melepaskan ikatan tanganku dan menariknya kebelakang lehernya, dengan posisi duduknya dia membuat ku setengah berdiri, dan kemudian mulutnya menyusu dipayudara kananku, aku meremas kepalanya, aku tidak pungkiri, aku menikmatinya..dengan vibrator yang masih menancap di vagina, ciuman di payudaraku, dan tangannya yang meruam pantatku.

“Ngh..ngh..ooh…j-jinki…”

“Hmmh…mmh…kau suka?”

“Hmmh…”, hanya itu jawabanku, Jinki sialan! dia tahu aku menikmatinya.

“Good, teruslah jadi simpanan ku yang cantik..”, katanya, aku terbelalak, simpanan? yah benar, pandanganku menjadi dingin.

Perlahan aku turun ke bawah, melihat bulgenya yang sudah menegang, aku buka resleting celananya, dan ia terus meremas payudara ku bergantian, memainkannya dengan jari-jarinya yang besar.
“Suck me bunny…”, katanya, aku diam saja, lihat pembalasanku sialan!

Aku genggam membernya, aku cium selangkangannya, aku hisap dengan kuat.
“Agh..oh…tidak disitu bunny..”

“Aggh..”, aku mengerang ketika ia menekan tombol vibratornya lagi.

“Aku bilang, suck me!”, perintahnya menatap ku sinis,binatang tidak sabaran!

Aku tekan ujung membernya dengan jempoku, dia menahan erangannya, dan aku julurkan lidahku menyentuh ujung membernya,
“Agh.ngh.”
Aku kulum ujungnya dengan bibir ku yang mungil, tangannya meremas payudara ku dengan memainkan nipple ku yang sudah menegang merah.
“Ah.”, aku tersedak ketika ia menekan pahanya ke atas, dia terkekeh melihat ku kewalahn menelan habis membernya yang besar itu.

Aku merasakan membernya berkedut, dengan segera aku memundurkan bibir ku sampai ujugnya dan..kres.
“AAH!”PLAK!

Aku terlempar ke belakang dengan dentuman keras, sakit … tapi aku tidak perduli tamparan itu, setidaknya aku lakukan padanya, aku gigit membernya yang siap mengeluarkan cairan surga itu dimulutku.

“FUCK YOU SLUTY GIRL!!”, teriaknya mengerang kesakitan, aku terkekeh, aku cabut vibrator itu dari vagina ku,namun aku tidak bisa bergerak, kaki ku masih terikat dengan besi panjang itu antara engkel yang kanan dan kiri, dan hanya Jinki yang punya kucinya.

“Kau suka caraku? itulah hal yang sama yang kau lakukan padaku Jinki.”, kataku dingin, dia bangkit dan meniban ku, dan cklek! dammit!! aku tidak lihat dia membawa borgol.good, aku terjebak lagi, tanganku terbogol diatas kepala, dan kaki ku juga, ia membuka baju kimono ku yang tinggal lilitan di pinggangku.

“Dan ini caraku…kau nakal yah bunny… aku tinggal sebentar, kau sudah pandai melawanku..”, katanya, aku tahu ini akan dimulai.

Dia mencium bibirku, aku katupkan bibirku rapat, aku tidak mau dicium olehnya, namun..
“Aahh..hmpfh—”
Dia meraba vagina ku dan memainkan klitorisku dengan jari tengah kanannya,dengan itu ia memasukan lidahnya kedalam rongga mulutku. Aku memejamkan mataku, tapi pertahanan ku runtuh , aku sambut ciumannya , aku tahu ia tersenyum, ia hisap lidahku, dengan tangan kananya mengerjai vagina ku dan tangan kirinya memelintir nipple kananku.

“Ngh..ngh..mhh..”, desah ku ,
“Becek sekali bunny… horny heh?”tanyanya, aku hanya diam, ia mungkin … tubuh ku panas Jinki… aku membenci mu, benci karena aku ingin lebih disentuh oleh mu..

“Katakan bunny…apa maumu?”, bisiknya, aku menggeleng, dia menjilat telingaku, dan terus memainkan jarinya di vaginaku, aku menggeliyat menerima sentuhannya.
“Katakan bunny…”, bisiknya lagi, aku memejamkan mataku, tuhan…

“A–ah-kuh…mau…kau–nnh-menghisap–ngh ahh! ”
“Apa?”, dia turun mencium leher ku, dan turun ke payudara ku, menjilatnya dan mengcupnya dan menggigitinya kemudian menghisapnya layaknya anak baik,
“Hmmmhh…”
“Katakan..”, dia menggesekan telapaknya di vagina ku yang ditutupi bulu-bulu halus,
“F-fuck me! fuck me Jinki!”, perintahku.
“Oke!”, dia turun keperut datarku, kedua tangannya berpindah kepayudaraku, dan aku merasakan nafasnya, wajahnya sudah berada di selangkanganku, aku melirik kebawah.

Dia menjilat lidahnya, dan menjulurkannya, aku mungkin sudah gila, aku tidak suka ini, tapi aku hanya ingin dia menyentuh ku sekarang.
“Aah…ngh,fuck yah…ngh…nnh…ssh…mmh…”, erang ku terus menerus, aku membuka paha ku lebih lebar, membiarkan lidahnya yang hangat menghisap, menjilat, mengigit kecil diklitorisku, dan menghisap cairan surga yang kelur dengan deras.

“Ohh…hmmh…ngh auh…ssh…Jinki.hisap sayanghh..nggh…”, kataku meracau, aku turunkan kedua tangan ku kekepalanya, menekan lebih dalam, dia terus meremas dada ku dengan kuat.
Aku mengejang, aku busungkan dada ku, dammit, aku tidak tahu dia bisa menstubuhiku hanya dengan lidahnya.

Ia tusukan lidahnya ke lubang surgawi ku, aku maju mundurkan sesuai gerakan lidahnya.
“Oh.oh..mh..yes..sh..shh…oh..aagh..jinki…good..ssh..”desahku.*anjrit*
Jinki terus menghujamnya , aku sudah lelah dan tidak kuat lagi, aku menarik nafas dan mengangkat pinggulku dengan tinggi,
“Oh..Jinki…im cum…AH..AHHH!’

Aku klimaks lagi, entah sejak yang keberapa kalinya dalam satu hari ini, ia menghisap dna menjilatnya dengan bersih, aku tidak bisa lagi menahan kantuk dan lelahku, terserah apa yang akan dia lakukan pada tubuh ku ini, aku hanya seonggok tubuh yang beernyawa namun raga ku sudah hilang karena direngkuh dan dikekang oleh makhluk ini, tuhan…kau tidak adil.

.

.

Jinki pov~

Aku menelan habis sisa percum dari bagina bunny, kemudian aku mendongak, benar dugaanku, dia tertidur, cantik sekali. Entah sejak kapan ini terjadi, aku mungkin terlalu keras padanya hari ini, tentu ia lelah. Maaf bunny…bunny…aku suka panggilan itu, gwiboonie ku sayang, kau tahu aku menyayangimu kan? maaf atas perlakuanku selama ini, aku mohon, jangan pergi dari ku.

Aku bangkit dan aku lepaskan pengikat di tangannya, dan di kakinya, aku merasa bersalah sekarang, dikulitnya yang putih dan bersih itu sekarang memerah karena aku ikat seharian. Aku sibak rambutnya yang hitam dan panjang, aku kecup keningnya, dia bergerak dan mencengkram baju ku, meminta perlindungan,

“Hiks..umma…appa..”,
Umma!uppa! aku benci dia memanggil umma dna appa nya, aku tahu kau merindukannya, tapi merindukan mereka sama saja buang waktu dan mengesalkan.

“Aku disini bunny…”, bisik ku, dia menangis dalam tidur, aku janji aku disini…

Aku bangkit dan menuju telpon di ujung kamar.
“Bawa air dibaskom dan lap basah, juga baju untuk Bunny, sekarang!”, perintah ku pada pelayan,
Tidak butuh lama, pintu terketuk, bukti bahwa mereka patuh perintah ku dengan cepat.

Aku keluar mengambil semua yang kuminta dan aku menuju bunny yang tergeletak lemah, aku buka kimononya yang sudah berantakan, aku mulai basuh tubuhnya perlahan dengan air hangat , tubuhnya sangat indah dan ramping, cantik sekali…aku pakaikan kimono baru, dan aku bopong tubuhnya kekasur ku, kemudian aku pergi mandi dan kembali kemudian tidur disebelahnya.

“Nite bunny … saranghae..”, bisikku.

.

.

Gwiboon pov~

Aku membuka mataku, aku menghirup udara dingin menyelimuti tubuhku, aku usap mata kantukku.
Pukul 6 pagi neh? aku lirik disebelah ku, Jinki…si binatang sialan itu.

Aku tengkurap dan menatapnya, rambutnya, matanya, hidungnya, pipinya, dan bibirnya, entah mengapa ada sesuatu yang membuat ku tercekat di dada ini. Sejak kapan ini kurasakan, aku tidak boleh menyerahkan diriku pada binatang buas ini , walau sebenarnya sudah sepenuhnya, dan aku tidak bisa pergi bahkan lari dari kediaman ini, atau lari dari bayangannya sekalipun.

Dulu.. aku seorang yeoja yang periang , cantik, dan banyak teman, seluruh kampus tahu siapa Kim gwiboon, namun hidup ku berubah 1800 sejak saat itu.

Flashback~

Aku pulang dari kegiatan kampus, aku ingat hari itu aku ada janji dengan umma dan appa untuk segera pulang, mereka bilang akan mengatakan sesuatu padaku, aku bingung ada apa sebenarnya, maka dari itu, aku terus berjalan dengan cepat menuju halte berikutnya..

namun…

“Apa kau Kim gwiboon?”, tanya seorang namja dengan senyum memukau, bertubuh tidak lebih tinggi dari ku, aku bingung, aku hanya diam dan siap berlari.

percuma, ketika aku berbalik, aku dicegah seorang namja bertubuh tinggi dan tampan, lalu..semua gelap.

Endflashback~

Sampailah dimana aku bertemu dengan Tuan muda binatang buas sialan ini, Lee Jinki, entah dia punya kuasa apa, entah apa maksudnya menculikku, dan entah mengapa HARUS aku yang ia bawa bersamanya, menjadi simpanan, bahkan aku lebih tepatnya disebut sebagai pelacurnya,pelacur seorang Gundal terbesar di Seoul, Lee Jinki.

2 bulan sudah, aku menghilang dari kampus, dari teman-teman, bahkan keluargaku, aku kangen umma dan appa, namun… aku tidak bisa pergi dari sini, Jinki menahan ku, walau ia sering membully ku, melakukan sex dengan ku, aku tidak bisa lepas darinya. Sikapnya lembut padaku, aku tahu itu … bahkan aku tahu dia yang merawat ku jika aku sudah lelah menjadi budak sex nya.

Namun aku heran, wajahnya yang tertidur terlihat lebih lembut, dan aku heran lagi, kenapa orang seperti dia bisa menjadi orang yang mengerikan dan paling ditakuti di Seoul?

“Hmm… apa yang kau lihat?”

Aku terkejut, dia terbangun, aku menjauhi tubuh ku, namun terlambat tangan kekarnya menarik ku di atasnya,
“L-lepaskan…”

“No.”, bisiknya, wajah ku memerah, kau tidak boleh seperti ini pada namja ini Gwiboon.

“Ah..”,

“Hmm…sudah mulai horny lagi sayang?”, katanya menyelinapkan tangan nya dari balik kimono ku, dan membelai vagina ku, aku berusaha lepas dari tangannya, namun ia menekan tubuh ku untuk tetap di atas nya,

“Kau benar-benar gampang horny yah bunny…”, katanya, aku diam saja, aku pejamkan mataku, dia terus menerus meraba klitorisku dan..
“Ah,jinki!!”, teriakku, dia terkekeh , dia memasukan satu jarinya kelubang vagina ku, aku menjerit tertahan, please..dont do this to me…

Aku mencium bibirnya kesal, dia melumat bibirku dengan ganas,
“Oh.Jinki im cumm…AHH!”, teriakku, aku sampai lagi, aku lelah, aku rebahkan kepalaku didadanya, dia menarik tangannya dan menjilatnya dengan nikmat.
“Your taste was good as always…”, katanya di sela jilatan di jarinya, aku diam saja dan bangkit perlahan dari tubuhnya.

“Bunny…”, panggilnya, aku menoleh.

“Jangan pergi jauh-jauh..”, katanya, aku diam saja memutar badanku, percuma Jinki, kau akan menemukanku, tidak ada tempat bersembunyi untukku, buat apa aku lari, beast Jinki!

.

.

Aku menerawang ke atas langit, aku sedang berendam di jacuzzi besar penuh dengan aroma rosemary, aku rasa darang rendah ku mulai kambuh aku sering pusing, dan aku rasa aroma ini cocok untukku sebagai sirkulasi darah dan otak sebagai tonik penyegar syukurlah disini tersedia apa yang aku mau..

Tapi.. akankah aku seperti ini? aku lelah… aku ingin pergi dari sini, aku ingin kembali kekehidupan ku yang dulu, bukan terjebak di dalam cotage yang besar dan dipenuhi para keluarga besar Gundal. Aku ingin kembali menjadi gwiboon yang calon desaigner terkenal, aku ingin kembali.

“Aku mau …hiks..p-pulang..hiks..umma…hiks..appa…”, aku menangis, aku bukan anak yang cengeng , tapi aku tidak kuat lagi..

.

.

Aku keluar mencari udara segar, sepi sekali, aku tahu, pasti lagi-lagi mereka pergi menghabisi semua kekasih mereka, wait…

“Mobil?”

Aku celingukan, aku panik, apakah ini saatnya aku perrgi dari tempat laknat ini?

“Hei.”, sapa ku pada supir didalam.

“Yess nona?”, tanyanya,

“Aku minta kau antar aku bisa?”

“Kemana?”, tanyanya, aku tersenyum, apa dia orang baru, buktinya dia tidak tahu siapa aku.

“Antarkan saja aku sekarang,palli, kalau tidak Tuan Jinki akan memenggalmu karena kau tidak mau turuti kemauanku.”, ancamku, dia menelan ludahnya, pabo!

Aku dengan cepat masuk kedalam mobil itu dan bergegas pergi, kesuatu tempat, disana… aku yakin aku akan aman, terima kasih Tuhan…

.

.

“Umma…appa…’, aku berlari keluar mobil, aku suruh mobil itu pergi dan tidak mengatakan keberadaanku, kalau tidak aku akan laporkan dia ke Jinki, itu ancam ku, jangan khawatir, aku tidak akan bilang, karena aku tidak akan lagi ketemu Jinki.

“Umma…appa…”, aku berlari ke dalam rumahku. dan…

“Umma..appa??”, sepi… sunyi..dan…kemana semua barang dan juga umma dan appa? kenapa rumah ini kosong, kemana mereka semua, apa mereka meninggalkanku?mereka pergi tanpa ku?

“Well..well…well…well…lihat siapa yang datang Gikwang…”, aku menoleh, dua orang namja berdiri didepanku, aku memundurkan tubuhku, siapa orang ini? kenapa mereka bisa ada dirumahku?

“S-siapa kalian?”, tanya ku, mereka tertawa, sialan, aku tidak suka ditertawakan.
“SIAPA KALIAN?! MAU APA DIRUMAHKU?!! KEMANA ORANG TUAKU?!!”, teriakku pada mereka, mereka berhenti tertawa dan saling bertatapan, kemudian tertawa lagi.

“Yah!!”, teriakku,

“Hei manis… kau tanya kenapa kami disini?”, kata pria bernama Gikwang padaku, “Ck, Dongwoon, beritahu dia…”

“Seharunya kami yang tanya, mau apa kau disini? orang tuamu sudah tidak lagi disini, mereka pergi, tanpamu, dan kau tahu? mereka menjualmu pada kami, untuk membayar semua hutang mereka…”, kata pria bernama Dongwoon, hatiku tercekat? kenapa? apa aku salah dengar? ini bohong kan? andwe…andwee…andwee!!kaki ku lemas, ini tidak mungkin, kenapa umma, appa? apa salah ku?

“Uuh~ jangan menangis manis… sayang ,jadi ini selir Lee itu? “, Gikwang mendekat ke arah ku ,aku lemas, bunuh saja aku, aku tidak tahu harus apa, orang tua ku sendiri menjualku? mereka tega…mereka gila..

“Ya sayang sekali ,mungkin sekarang kesempatan kita untuk mencicipinya?”, Dongwoon mendekat padaku.

“Jangan…’, bisikku pelan, namun mereka telah mendekat ke arah ku, aku dipojokkan ke tembok, kedua tangan ku dicengkram oleh tangan mereka berdua. Aku tidak perduli lagi, jika mereka mau menodai ku sekarang silahkan, aku memang sudah jadi properti sex yang siap kapan saja digunakan, mungkin hati ini sudah beku..

“Jangan…’, pabo, kenapa aku malah menolak? kenapa wajah Jinki terpancar didepanku? Jinki…untuk sekali ini, aku kapok, aku ingkar, aku kapok lari darimu…

“Mulusnya…”, andwe, jangan sentuh aku.
“Sssh..jangan menangis manis, kau akan suka…”, nangis? bahkan mulut ku kelu, raga ku tak bisa bergerak dengan baik..

“Jinki…’, panggilku ketika tangan mereka meruam ke payudara ku, mencium leher ku,dan…

BUUK!!

“Jangan kalian berani SENTUH seujung rambut pun apa yang bukan milikmu..”, Jinki? ini benar Jinki?!

“S-shit..”,

Aku melihat mereka berlari keluar, namun aku lihat Minho dan Jonghyun tepat di pintu keluar.

“O-oh, kekasih ku…mau kemana?”, Jonghyun berkata, dan aku tidak lihat apa-apa lagi, aku lelah, kepalaku pusing, darah rendah ku benar kambuh, dan semua gelap. Jinki…tolong aku…

.

.

Jinki pov~

“Darah rendah nya kambuh , aku akan berikan vitamin untuknya, perhatikan asupan makanan, dan buat ia istirahat yang cukup ..”, aku mengangguk pada Jung, dokter pribadi kami, setelah mengantarnya keluar kamar, aku kembali menoleh ke arah Bunny yang tertidur lelap. Akhirnya kau tahu bunny…

Aku menarik nafas ku, aku duduk disamping tubuhnya yang terbaring pucat, aku belai wajahnya , matanya sembab, bibir pinknya yang kissable yang selalu membuat ku tidak tahan untuk mengecupnya berbuah menjadi pucat.
“Cepat sembuhlah bunny… jangan tinggalkan aku…”, kata ku, kemudian aku rapatkan selimutnya dan berdiri, namun sebuah tangan menangkapku, Bunny?!

“Bunny?”, aku berusaha menahan rasa gembira ku, dia bangkit perlahan, dan menangis. Aku tahu kau terluka…mianhe..bunny…

“J-jinki…jangan pergi…aku mohon… aku tidak mau sendirian lagi …hiks.. umma dan appa..hiks..apa salah ku Jinki?…hiks. kau boleh lakukan .hiks. apapun padaku…asal…hiks..biarkan aku tinggal bersamamu…hiks..aku tidak tahu harus pergi…hiks..kemana…”, katanya terus menangis, come on Jinki…rengkuh dia, betapa aku ingin memeluk tubuh rampingnya yang bergetar hebat.

“Bunny aku–“

“KUMOHON JINKI?! HUKUM AKU JIKA KAU MAU, HUKUM AKU KARENA AKU TIDAK PATUH PADAMU, AKU TIDAK AKAN PERGI JAUH-JAUH LAGI… AKU JANJI. JADIKAN AKU MILIKMU, LAKUKAN …AKU MOHON, AKU INGIN DIRIMU…JINKI..KUMOHON…”, katanya histeris, Aku tidak mengerti ‘jadikan aku milikmu’ apa maksudnya?

Perlahan tangannya merengkuh tanganku, matanya yang basah dan sembab itu menatap mata ku dalam, aku terkejut, ia meletakan tangan ku di dadanya,
“Milikku aku sepenuhnya Jinki…aku milikmu, setelah ini, aku akan ada disampingmu selalu, aku janji, jangan pernah tinggalkan aku, aku juga akan pegang janjiku..hiks..”, katanya, aku terbelalak, aku tahu apa artinya ini, Bunny ku…meminta ku…

Aku perlahan meraba pipinya ,mengusap air mata di pipinya, dan mengecup keningnya, ia pejamkan matanya merasakan deru nafas kami, aku tidak pernah menginginkan Bunny sebesar ini, akhirnya… bunny ku…

.

.

Author pov~

Perlahan Jinki merebahkan gwiboon dikasurnya, ia buka selimut yang menutupi tubuh nya yang ramping itu, gwiboon hanya menggunakna piyama Jinki yang kebesaran, tanpa celana terusannya,ia naik ke atas gwiboon, mata mereka saling menyatu, jinki mengusap air mata yang masih tersisa di pelupuk matanya, perlahan ia mencium kening yeoja itu,ia belai rambutnya yang hitam, ciumannya turun ke matanya, kepipinya yang terangkat indah, kehidungnya, kedagunya melewati bibirnya, dan kemudian ke bibirnya yang ranum.

“Hmm..”, gwiboon mendesah ketika Onew menjilat bibirnya dan memasukan lidahnya yang panas ke dalam bibirnya, membasuh seluruh rongga mulutnya dan menemukan lidah mereka saling menari indah dengan kecapan dan saling bertukar ludah. Lidah mereka menari menjilat bibir masing-masing, air liur gwiboon yang turun ke lehernya diljilat dengan baik oleh Jinki, ciumannya turun ke ke rahang dan lehernya yang putih.

“Ngh.hh..”, gwiboon mendesah enak, ia miringkan kepalanya, membuat Jinki lebih mudah menghisap lehernya dan meninggalkan kissmark yang sangat besar disana. Tangan gwiboon meraba kepala dan punggung Jinki bergantian, Jinki menurunkan tangannya sehingga sampai didadanya, ia meremas dari balik bajunya, gwiboon mendesah dan mendongakan kepalanya.

“Ngh..Jinki..’, Jinki turun mencium tulang dadanya seraya melepas kancing baju gwiboon perlahan, dan terpampang lah payudara yang menantang indah dari balik branya.

Jinki tersenyum, indahnya… ia mengatupkan kedua tangannya disamping dada itu, dan membenamkan wajahnya diantara belahan payudaranya, ia hirup wangi tubuh seharum mawar itu, dan ia jilat setiap sisinya,
“Auh..Jinki…”,

Jinki tersenyum, ia turunkan tali beha nya, dan tangannya menelusup kebalik punggungnya, dengan mudah ia menemukan pengaitnya dan melepaskannya sekaligus baju piyamanya , hingga gwiboon tersisa hanyalah celana dalamnya saja. Yeoppo …

Gwiboon tersenyum, ia menangis lagi, apa ia mencintai namja ini?molla…

gwiboon menarik hem bawah baju Jinki, dan menariknya keatas, Jinki tahu, ia bertelanjang dada sekarang, gwiboon menyentuh abs Jinki dan juga dada Jinki yang ternyata kekar, wajahnya memerah, seindah itukah tubuh Jinki?

Jinki menurunkan tubuhnya ia menangkup dada kanan bunny dengan tangan kirinya, sedangkan yang lain menghisap nipple nya yang sudah menantang, bunny membusungkan dadanya ,
“Aahh…terus…jinki…enak…’, katanya, Jinki tersenyum, kemudian ciumannya turun ke perutnya bermain di pusarnya yang lucu, dan kemudian ke ujung celana dalamnya, ia hisap selanngkangannya dan ia turunkan CDnya, gwiboon mengatupkan pahanya malu, Jinki berdecak.

“Aku sudah pernah lihat bunny…”, katanya, gwiboon hanya cemberut,
“T-tapi..kau tidak adil, kau masih menggunakan celanamu..”,
“Hmm… bunny ku sangat tidak sabaran.”

Gwiboon cemberut, “Kau yang buat aku begini Jinki..”, Jinki berdecak, dengan cepat ia buka celananya, Gwiboon terkejut, sejak kapan Jinki bisa sebesar itu? ia menjilat bibirnya melihat member Jinki yang besar dengan cairan percum mengalir di ujugnya.

“Wae? kau suka?”, tanya Jinki iseng, Gwiboon hanya diam dan mengalihkan mukanya, Jinki berdecak dan rebahan di samping nya, gwiboon bingung,
“Wae?”, tanya yeoja cantik itu.
“Naik, dan berbaliklah … kau mengakang di wajah ku..ayo..”, katanya menarik lengan gwiboon, gwiboon mengerti, ia ikuti perintanya, ia naik di atas Jinki dengan tengkurap, dengan vagina berada di wajah Jinki, dan member Jinki didepannya.

“Nah. suck me Bunny…’,

Gwiboon menjilat ujung member Jinki, dan memulai blowjobnya, Jinki mulai membuka ruang vagina dan menjilat, menghisap, dan menusukan lidahnya ke lubang senggamanya, gwiboon menggerakan tubuhnya layaknya orang kesetanan.

“Ngh.ngh..ugh…ngh..”, desah gwiboon,
“Aahh…’, ia sampai klimaksnya,namun Jinki belum.

Jinki mengangkat tubuh gwiboon dan membalikkannya diatas kasur,ia cium bibirnya dan kemudian ia turun ke bawah selangkangannya, gwiboon membukanya lebar dan Jinki mulai menghisap dan menjilatnya lagi.

“Aah..Jinki..ah…cepat…”,

Jinki tersenyum mengambil kondom di laci meja, hei, kondom itu penting untuk mencegah HIV, dan gwiboon senang karena Jinki tidak pernah lupa hal itu.
“Nghh…hh..auh..d-dont tease me…angh…”, deru gwiboon ketika Jinki menggesek -gesekan membernya di lobang senggama Gwiboon, Jinki menarik kedua dengkul gwiboon dan dipegang sendiri ke atas oleh yeoja itu sehingga terpampang dengan jelas, Jinki menarik nafas memposisikan diirnya,
“Hold on bunny…”, katanya, gwiboon hanya mengangguk dan memejamkan matanya.

“Aaahh!”,
“Sssh…relax..”, baru ujungnya, gwiboon menarik nafas untuk relax, Jinki mengigit bibirnya, dammit, so tight.
“AAAH!”, blesh, semuanya masuk, mereka mengatur nafas sebentar.
“Ngh!move”, perintah gwiboon, Jinki menahan berat tubuhnya diantara kepala gwiboon, dan mulai memaju mundurkan tubuhnya teratur.

“Dammit,faster..Jinki..nghh..AAH. yess begitu!”, racaunya, Jinki mengutuk dirinya , ia harus bersyukur, gwiboon cantik sekali dari atasnya.

“There ohh…do that …oh..ah..”, desah gwiboon, Jinki terus menghujam prostatnya dan
“Aahh..”, gwiboon sampai, Jinki menarik membernya, gwiboon bingung.

Namun kemudian ia mengerti ketika Jinki duduk di kursi rias dan mennyuruhnya mengampirinya.
Gwiboon berjalan dan menuju kearahnya, Jinki memeluk pinggangnya dan mencium payudaranya, ia hisap membuat gwiboon mendongak keenakan dan meremas kepala Jinki.

“Nghh..hisap..terus…”, perintah Gwiboon.

Jinki tersenyum dan berbisik “Ride me bunny..”, katanya, bunny tersenyum, ia menaikkan kaki kanannya ke sanggahan kursi dan ia turun kan tubuhnya, Jinki memegang membernya dan bleshh..

“Aaah…”, desah mereka, gwiboon mulai menaik turunkan tubuhnya dengan cepat.Jinki menahan pinggulnya dengan kedua tangannya, sedangkan sibuk dengan menghisap di payudara gwiboon,
“Oh…Jinki…im gonna cum…’
“Me too…agh..”

Jinki membalikkan posisinya tanpa melepas membernya menjadi doggystyle, gwiboon menahan beratnya dengan berpegangan di kursi,
“Oh, Jinki…!”
“Aaahh…ahh…”,

mereka klimaks bersama, dan saling memeluk tubuh masing-masing,
Setelah  mengatur nafas, Jinki bangun dari tubuh gwiboon, namun bunny nya itu tidak bangkit,ia membalikkan tubuhnya dan wajahnya terlihat pucat, ia panik.

“Bunny…hei…bunny…lihat aku, buka matamu…”, katanya panik, gwiboon tersenyum lemah dan menatap jinki, ia sentuh pipi chubbynya.

“Aku lelah..bisa kau gendong aku saja?”, katanya, Jinki tersenyum lega, dengan bridal style ia rebahkan gwiboon perlahan dan mengecup keningnya. Ia bangkit dan tidur disampingnya.

“Hei Jinki..”

“Hm?”

“Kenapa aku diculik?”

“Karena orang tuamu menjualmu..”

“Menjual padamu?”

“Tidak, pada keluarga Cho  …”

“Lalu?”

“Lalu aku tebus … aku beli semua saham mereka, dan aku ambil dirimu…”

“Sama saja aku ini dijual padamu.”

“Kau tidak suka?”

“Ya..”

Diam , Jinki tahu ini akan terjadi, dan gwiboon akan pergi darinya , sosok yang ia rindukan, sosok gwiboon yang mirip dengan almarhum ummanya.

“Jinki..”

“…”

“Saranghae..”

Jinki menoleh, melihat gwiboon tersenyum padanya, senyum paling indah yang pernah ia lihat.

“Aku tahu kau selalu mengatakan ‘jangan tinggalkan aku’ atau ‘saranghae bunny’ ketika kau dan aku selesai berhubungan sex..”, katanya terkekeh , Jinki memerah dan memalingkan muka.

“Jinki…”

“Hm?”

“Cium aku…”

“Mwo?”

“Kau tidak mencintaiku?”

“Ani…”

“Yassudah cium…” katanya menyentuh bibirnya menggoda, Jinki berdecak dan menciumnya dengan lembut, tidak penuh nafsu. namun cinta..

“Saranghae Jinki ah~”

“Saranghae Gwiboonie..”

“Omo, bukan bunny..?”

“Ck, bunny saranghae…”

“Nappeun!”

“Yah!”

Gwiboon pov~

Bagiku tidak masalah, karena aku tahu dia mencintaiku, dia membeli ku hanya untuk mencintaiku, dia membeli ku untuk dijadikan orang yang penting baginya, dan dia membeli ku untuk membuat ku bahagia bersamanya.

Terima kasih Jinki sialan, kalau bukan kau yang membeli ku, mungkin aku bukan lagi orang yang punya hati.

“Berjanji lah, jangan tinggalkan aku…”

“Begitu pun kamu…”

“Neh yaksok..”

“Yaksok Bunny…”

END!!

Huwaaaa begitulah, end yang pabo! aku galau dan ini parah galaunya, fail abessss…

sudahlah leavea comment ! bye :p

128 thoughts on “[jinboon/NC-21] A beast pure love

  1. keren min….
    ternyata Jinki ngelakuin itu biar bisa sama Gwe, ah~ so sweet…

    cerita sama NC nya keren min…

    sampek deg-deg.an bc NC nya….
    aku kira Gwe bakalan disiksa terus, ternyata nggak…

    wah! daebak deh!! ^^

  2. Kirain si gweboon bakalan di siksa smpe akhr cerita
    Ternyata alasan’a gweboon di kurung ga blh pergi gr2 takut di ambil sm kel cho
    Udh gtu setiap berhubungan slalu pke kondom
    Hehehehehe
    Deg deg deg deg…
    Hahahaha
    Kereeen cerita’a

  3. kenapa dr awal jinki ga ngasih tau ya kalo dia itu sebenernya mau nyelametin gweboon..
    kan kalo gitu mungkin dr awal gweboon bisa nerima jinki..
    tp seru sih ceritanya..
    jinki ngurung gweboon karna mau ngelindungin gweboon dr orang orang jahat(?)
    happy end..
    cinta jinki terbalaskan akhirnya..
    jd ga usah sok sok an jd orang jahat lagi padahal dlm hati mah cinta kkkk

  4. Lmao ini apaan kak san?? 😂😂
    Aduhduh gakuku nae keroro 😅
    Tutup mata biar galiat scene mereka 🙈🙈🙈🙈🙈
    Tutup mulut biar ga jejeritan gegara hot scene 🙊🙊
    Tutup telinga biar ga denger desahan mereka 🙉🙉🙉🙉
    duh akupun seketika menjadi gila 😅😅😂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s