[2min] Dearest part 4 of ?


Foreword:

Yeah… akhirnya pecah juga nih telornya, wuhuu~~ LOL
Alamak, aku lagi galau banget ini, sumpah, mau nangis tapi kayak orang gila, gak cuma galau di echul aja, tapi disemua, tugas kuliah, ya UAS, ya organisashit, dan lain” gaaah~~ i cant handle this anymore.

Im sorry for let update neh?
jangan pada kecewa yah kalau hasilnya jelek, jangan bunuh saya juga, LOL

SO, NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM, JUST LEAVE A COMMENT AND LIKE THIS POST IF YA LIKEY :)

.

.

by : Sanniiew^^

“Jadi kau yah yang menikah dengannya? aku tidak sadar, ternyata orangnya kau … beda sekali dengan yang ada di koran dan berita …”,

Taemin terdiam, ia menelan ludahnya dan tersenyum miris.

“Beda yah? hehe… aku memang tidak bagus untuk di foto …”, katanya,

“Ck, kenapa denganmu? ayo ikut aku..”, Taemin mendongak, entah kenapa dia mengikutinya,
Mereka berjalan ke sebuah kantin kecil, namja itu berjalan ke mesin minuman kaleng dan kembali duduk didepan Taemin.

“Minum…”

“Gomawo Jonghyun hyung…”katanya tersenyum,

“Jangan kau dengarkan suster gosip itu, mereka itu tidak punya kerjaan jadinya kerjanya cuma gosipin orang lain saja, hahaha…”, ledeknya, Taemin tersenyum.

“Mungkin mereka cocok untuk bawa acara gosip sesekali ..”, balas Taemin, Jonghyun berdecak.

Kemudian diam diantara mereka.
“Oh ya Jonghyun hyung…”

Jonghyun mendongak dan tersenyum
“Hm… kalau aku boleh tahu, Yooegunnie..sakit apa?”, tanya Taemin, Jonghyun meneguk minumannya dan menerawang keluar jendela.
“Dia sakit lemah jantung…”,

Taemin tercekat, lemah jantung? anak sekecil itu?
“Anak sekecil itu?kenapa bisa?”
“Semua orang bisa terkena sakit itu Taemin, tidak pandang umur … itu penyakit turunan…”
“Orang tuanya, kemana mereka?”,

Jonghyun terdiam, dan beralih menatap Taemin dengan senyum, “Aku orang tuanya.”, katanya, Taemin terbelalak,
“Kau..kau appanya? kau sudah menikah? kau yang menuruni penyakit itu padanya?”
Jonghyun tertawa mendengar ucapan Taemin, Taemin hanya bisa cemberut dan menimpuk Jonghyun dengan tisu digenggamannya.

“Bukan… aku orang tuanya disini, karena… yah, orang tuanya sudah lama meninggal…”
Taemin menutup mulutnya,
“Meninggal? lalu…kemana keluargnya yang lain? kenapa tidak menjenguk atau menjaganya dirumah sakit?”, tanyanya,Jonghyun lagi-lagi menghela nafas.
“Well, aku baru tahu ini setelah 1 tahun aku ditugaskan untuk merawat nya, dia itu anak dari panti asuhan, waktu dia masih kecil,dia diasuh oleh kedua orang tua nya, dan setahun yang lalu,mereka pergi berwisata, namun terjadi kecelakaan, dan saat itu Yoogeun yang tinggal di rumah bersama baby sitternya tidak tahu apapun, namun akhirnya anak itu di taruh disini karena baby sitternya tidak tahu harus bagaimana, terlebih keluarga orang tuanya entah kemana…”

Taemin diam saja, kenapa didunia ini banyak sekali hal yang tidak adil, dia punya keluarga, dan kakak laki-laki, walau hubungan nya dengan keluarganya…sudahlah, tapi ini, kenapa anak sekecilnya harus terluka.

“Hei..hei..Taemin…kenapa kau?”

Taemin mendongak bingung, “Kenapa kau menangis? kau tidak apa-apa?”, Jonghyun panik, Taemin terkejut dia sudah menangis,
“A-ah.mianhe Hyung, aku sedih saja mendengarnya…”, kata Taemin mengelap air matanya , Jonghyun tersenyum.

“Sudahlah Taemin , aku juga tadinya berfikir, kenapa ini bisa terjadi padanya, betapa beruntungnya aku, dan masih banyak orang tidak beruntung, kau jangan cengeng, nanti kalau sampai Minho lihat, aku bisa dipenggal karena telah membuat istri orang nangis.”, ledeknya, wajah Taemin memerah malu, dia memukul tangan Jonghyun namun hanya kekehan yang ia terima.

“Oh, aku harus ada jadwal periksa, aku tinggal yah? ingat pesan ku, jangan dengarkan apa kata suster disini, mereka hanya sekumpulan miss gosip berseragam putih.”, katanya menyengir,Taemin berdiri dan tersenyum.

“Ng hyung!”

“Ya?”

“Apa boleh kalau ng..maksudku, aku setiap hari bermain bersama Yoogeun, aku tidak akan mengganggu , aku janji, aku hanya ingin membuatnya senang saja, kalau kau pasti sibuk kan? gimana?”, tanyanya, Jonghyun berpikir sebentar.
“Hmm..selama itu tidak mereopotkan mu sih tidak apa-apa, aku jadi senang , terlebih Yoogeun sepertinya menyukaimu..”, katanya dan tersenyum.
“Jinjjayo?” Taemin menarik lengan baju Jonghyun, Jonghyun terkejut, melihat ke arah tangannya dan menatap mata yang berbinar didepannya, entah mengapa sekilas ia berdegup cepat.
“Hmm..jinjja … sudah yah? jangan lupa robot megazord, kalau tidak aku yang repot!”, Jonghyun menunjukan peace di jarinya,
“Sippo!”, Taemin membalas nya dengan 2thumbsnya.

“Hahaha…oke, bye Taemin..”
“Bye Hyung..gomawoo, hwaiting!!”, katanya, Jonghyun hanya melambai dengan senyum dan pergi,

Taemin menarik nafasnya menatap Jonghyun pergi, ia senang sekali, temannya bertambah satu lagi, ia tidak sabar menunggu hari esok, Yoogeun mungkin akan mengisi harinya mulai dari sekarang, pasti menyenangkan.
Dan gosip itu,molla…Taemin mengangkat bahunya, lebih baik ia tidak memikirkannya, itu akan membuatnya gundah, toh Minho tidak pernah mengungkitnya, ia juga tidak tahu pasti kebenarannya kan?

Taemin mengambil kotak makannya dan berjalan keluar kantin dengan senyum lebar, besok cepatlah datang…

“Dokter Minho, ada apa? ayo, pasien kita menunggu.”, kata seorang suster menyadarkan Minho yang sedang menatap kepergian Taemin dari balik jendela kantin.
“Ya…”, jawabnya singkat, pikiran berkecamuk diotaknya, dan perasaan tidak nyaman di hatinya muncul, mau apa Jonghyun dengan Taemin, kenapa mereka akrab? apa mereka sudah sedekat itu baru pertama bertemu?molla…

.

.

Taemin masuk kedalam halaman rumahnya, ia melihat jam ditangannya dan sudah pukul 6 sore, ia menarik nafas, apa yang akan dia lakukan malam ini , Minho pasti akan pulang terlambat , mungkin ia hanya bisa duduk di sofa dan menonton acara kartun favoritnya, atau membuat masakan apa lagi untuk Minho? tapi kalau dia sudah makan bagiamana?

Cklek~

“Loh?”, Taemin memiringkan kepalanya, seingatnya ketika ia pergi rumah sudah dikunci semuanya?tapi,dia menelan ludah, jangan-jangan…ia perlahan membuka knop pintu, dan menyembulkan kepalanya, lampu ruang tamunya mati, namun ia bisa melihat lampu dapurnya menyala, ada orang didalam, dengan keberanian seadanya, ia masuk kedalam, membuka sepatunya, dan mengambil payung didekat pintu.

Perlahan ia berjalan kedalam rumah dan melihat lebih dekat ke arah dapur, ia menahan nafasnya, seseorang sedang berjongkok membuka kulkasnya, siapa dia? hantu? mana ada hantu membuka kulkas?
Perlahan ia dekati sosok yang masih sibuk mengacak isi dapur, dan…

“Kyaaaaaaaaaaaaaaa…”
“Huwaaaaaaaaaaa…”

sosok itu dan Taemin sama-sama berteriak kencang, Taemin menjatuhkan payung ditangannya,dan sosok itu menjatuhkan makanan ditangannya.

“U-umma Heechul?!!”,Taemin terkejut melihat umma Minho berdiri didepannya,
“Taemin! kau membuat ku kaget!!”

Taemin mengerutkan alisnya, “Umma yang buat ku jantungan .. aku pikir siapa yang masuk kerumah?”, tanya Taemin, Heechul menjilat selai ditangannya dan terkekeh.
“Hei, kau pikir umma ini hantu sayang? maaf yah umma main masuk saja, habis saat umma pencet bel tidak ada sahutan, yasudah umma masuk saja..”, katanya berjongkok.
“Ah, tidak usah umma, biar aku saja yang bereskan..”
Ummanya berdiri dan tersenyum,
“Aigo, menantu ku yang manis baik sekali…makasih yah?”, katanya mengelus kepala Taemin,
“Boleh umma makan tart dikulkas?”
Taemin mengangguk dan mulai membersihkan kue yang jatuh kelantai dapur, sedangkan Heechul umma duduk di meja makan melihat menantunya sibuk .

“Minnie…”

“Neh umma?”

“Kau dari mana sayang? kenapa ponsel mu tidak bisa kuhubungi? umma jadi harus masuk dengan kunci cadangan dari Minho tadi..’

“Oh, aku kerumah sakit Umma.. aku makan siang dengan Minho hyung…”

“JINJJAYO??!!”, teriak ummanya, Taemin terkejut,
“Mianhe sayang…mianhe…hehehe..jinjja? kau makan dengannya? makan siang? berdua? kau yang masak?”

Taemin mengangguk disetiap pertanyaannya sambil tersenyum, Heechul tersenyum lebar dan menepuk tangannya.
“Fabulous!! aku bangga punya menantu seperti mu, kau tahu, aku sering bawa bekal untuknya, jangankan dimakan, disentuh pun tidak…ck, anak kurang ajar yang satu itu..”,
“Jinjja?”
“Jinjja! dia itu workaholic sayang, ck… aku heran, keturunan siapa dia begitu, dan sikapnya itu, ck, dingin sekali, tapi aku senang, setidaknya, aku punya menantu yang perhatian, dan anak ku yang bodoh itu dirawat oleh mu..”katanya tertawa melengking sambil bertepuk tangan, Taemin wajahnya memerah dan menaruh air putih didepan heechul.

“Umma, aku hanya tanya apa dia sibuk, aku baru kali ini membuatkannya bekal, dan dia mau… aku ikut senang..”, kata Taemin,
“Pasti itu, harus senang! Minho itu kaku sayang, jadi bersabarlah kalau dia susah bilang ‘wah Taemin, masakanmu enak, besok buatkan lagi untukku yang banyak yang sayang..’, begitu..”
Taemin tertawa mendengar heechul memeragakan suara bass Minho.

Taemin dari awal selalu senang berbicara bersama heechul , dia orang yang lucu, humble, dan juga pandai memasak.Dia juga cerita kebiasaan Minho, baik dari yang buruk serta yang baik. Minho yang suka makan ramen, suka menonton pertandingan sepak bola, Minho yang suka warna biru , yang tidak mau kalah, Minho yang tidak takut apapun, dan Minho yang…pervert.
Setidaknya Taemin merasa senang bersamanya, ia merasakan seperti bersama ummanya, yah..umma yang ia impikan..
“Ng Taemin…”

“Neh?”

“Bisa aku tanya sesuatu?”

“Ya Tentu umma..”

Heechul duduk di samping Taemin yang asik mengupas buah untuk dimakan oleh ummanya itu.

“Ng…kau berasal dari Incheon kan sayang?” Taemin mengangguk,
“Apa tempat tinggalmu disana indah?” Taemin tersenyum lebar<
“Ng…boleh umma tahu, tentang keluargamu?”
DEG!

Taemin berhenti mengupas buahnya, lidahnya kelu, ia bingung harus mengatakan apa, bagaimana kalau ummanya ini tidak suka dengan keluargnya, apa ia akan menyuruh Minho untuk bercerai, lalu bagaimana dengan nasibnya?
“Taemin?”
Taemin terkejut,
“Ah ya Umma..maaf..”
“Maaf yah umma mengungkit ini… habis, umma kan juga mau tahu tentang mu, umma belum tahu tentang mu dari Minho sebelumnya, tahunya dia mau menikah denganmu… tapi maaf kalau ini membuat mu merasa tidak nyaman..” kata heechul memelas, Taemin jadi salah tingkah.

“U-umma..anio… bukan begitu, hanya saja, aku…aku takut umma tidak suka denganku..”, kata Taemin menunduk. Heechul jadi bingung, dengan alasan apa ia tidak suka? dari awal ia melihat Taemin anak yang baik, dan memang patut untuk jadi pedamping Minho, entahlah, hanya feeling seorang umma.

“Aku tinggal di sebuah sudut kota Incheon, aku bukan dari keluarga berada, kami hidup sederhana, ayah ku bekerja sebagai pegawai swasta, ibuku buka usaha kue dirumah, dan aku punya seorang kakak bernama Taesun yang umurnya lebih tua dua tahun dari Minho hyung.. “, kata Taemin, ummanya mendengarkan seksama.

“Lalu.. kenapa kau bisa ke Seoul?”

“Aku…ingin cari pekerjaan… “

“Kerja? kau baru lulus SMA?”  Taemin mengangguk.

“Aku hanya ingin mandiri, jadi aku memutuskan untuk merantau, dan … aku sempat bekerja di cafe..”, ini bohong , Taemin merutuk dirinya karena berbohong pada umma sebaik heechul.

“Cafe? jinjja? sebagai apa?”

“Pelayan… aku pelayan cafe umma… dan aku bertemu Minho yang sering mampir di cafe..”, kata Taemin lirih, ia tidak sanggup berbohong, dan ia mohon, ummanya berhenti bertanya, kemudian tidak ada jawaban apapun dari ummanya.

Ia menoleh dengan takut, ia terkejut. “U-umma..umma kenapa? kenapa menangis?”, tanya Taemin panik, Heechul menghapus air matanya, dan tiba-tiba memeluknya.
“Umma?”

“Umma minta maaf Taemin… umma tidak tahu hidupmu berat begini, umma tahu kau tidak mau menyusahkan kedua orang tuamu, pilihanmu sangat bagus nak… tenang saja, umma akan menjaga mu disini, Minho juga , umma akan buat Minho menjaga mu baik-baik…”, katanya menatap Taemin serius, Taemin tersenyum miris, kau jahat Taemin…kau bohongi semua orang… dan ia ikut menangis, terharu akan kebaikan ummanya, dan juga merasa bersalah..

“Gamsahabnida Umma..jeongmal..”, katanya memeluk heechul, maafkan untuk sekarang ini umma..pikirnya.

.

.

Minho melihat jam ditangannya, ia mematikan mesin mobilnya dan turun dengan perlahan, jam 1 dini hari, lelah rasanya, ia menarik nafasnya dan merentang kan tangannya, merenggangkan ototnya yang tegang, ia remas tengkuknya dan ia putar kepalanya kekanan dan kekiri menghilangkan pegal.

Taemin pasti sudah tidur, pikirnya…ia mengambil kunci rumah dan membukanya, namun ia terkejut, ketika lampu ruang tammu masih menyala, apa Taemin masih bangun?
Ia bungkukkan badannya melepas sepatunya dan berjalan masuk.

Apa yang ia lihat membuatnya terbelalak,
“Umma?”, bisiknya, Ummanya sedang tiduran di sofa besar dengan cemilan di tubuhnya, dan Taemin tertelungkup di meja dengan badan dibawah, serta TV menyala, ia menggelengkan kepalanya,ruang tamunya berubah jadi sarang(?) sampah.

Minho menuju TV dan mematikannya, namun ia menginjak pelastik chiki.
“Minho hyung..?’, panggil Taemin membuka matanya,

“Taemin?”, dia berbalik melihat Taemin melihatnya sambil mengusap mata kantuknya.
“Kau baru pulang Hyung?” tanyanya merenggangkan tubuhnya, Minho hanya mengangguk dan duduk disofa.
“Kenapa larut sekali?”, katanya,
“Ya, ada berkas yang harus ku laporkan..”, katanya dan melihat ke arah Ummanya dan semua hal yang berserakan.

“Oh, maaf Hyung berantakan…nanti aku bereskan..mau ku buatkan sesuatu?”, tanya Taemin berdiri, Minho berpikir sejenak, ia berdiri juga.
“Buatkan aku teh madu Taemin..”, katanya berjalan kedapur, Taemin tersenyum dan ikut ke dapur.

.

“Ini…minumlah…tidak ada teh madu, jadi aku berikan teh jahe saja yah? bisa hangatkan badanmu juga..”, kata Taemin tersenyum dan duduk didepannya. Minho hanya mengangguk dan mulai menyeruputnya.

“Apa kau sudah makan? mau kubuatkan mie ramen?”,
Minho mendongak
“Ramen?”
Taemin terkekeh, “Ya ramen, kau suka mie ramen kan? mau?”
“Tahu dari mana?”
Taemin terkekeh dan menunjuk ke arah umma yang tertidur di sofa .Minho berdecak.
“Ck , nenek lampir itu.. aku harap dia tidak bicara aneh padamu..”
“Yah..dia itu umma mu, lagi pula , cepat atau lambat, baik buruk mu juga akan ketahuan oleh ku hyung..”
Taemin terkekeh, Minho hendak marah namun ia melihat Taemin imut sekali, dia hanya menyengir.

“Jadi mau makan?”
“Tidak usah.. aku sudah makan tadi..”
“Baiklah..”
“Aku mau tidur saja,besok aku berangkat jam 8.”
“Sepagi itu?”
“Hm, ada rapat dengan kepala RS …”
“Ya, kalau begitu cepatlah tidur hyung, bersihkan badanmu terlebih dahulu..”
“Kau?”
“Aku mau bangunkan umma untuk tidur dikamarku Hyung…lalu aku bereskan kamar tamu sebentar setelah itu tidur.”, katanya tersenyum.

“Kalian tidak sekamar?”,

DEG!
Minho dan Taemin menoleh kaget, shitshitshit! mereka lupa, ini bahaya, ummanya akan tahu semuanya, eottokhe?
“U-umma…”, Taemin panik , ia berusaha  meminta pertolongan Minho.
“Bukan begitu umma, terkadang kami suka tidur terpisah … karena aku sering mendengkur jika lelah, jadi Taemin suka pindah kamar..ya kan Taemin?”

Ummanya memiringkan kepalanya,”Sejak kapan kau terbiasa mendengkur?”
“Sejak aku tinggal sendiri.”
“Hah?”
“S-sudahlah umma… umma sebaiknya tidur, Minho hyung juga, nanti aku menyusul ya Hyung, aku bereskan ruang tamu sebentar..”

Taemin langsung ambil langkah seribu, Ummanya menatapnya bingung.
Minho menarik nafas, susah berbohong dengan umma yang kritis ini..
“Kenapa umma memandangku begitu?”
Ummanya tersenyum innocent.
“Ani… ck Minho minho… kau ini , pasti kau sering membuat Taemin susah yah?”
“Yah! kenapa bicara begitu?”
“Ya itu buktinya, kalau jadi suami yang baik , hentikan kebiasaanmu itu, masa Taemin suruh pindah kamar terus?pabo..”
“Umma…”
“Sudah lah, umma mau tidur, jumuseyo..”
“Hmm..”

Minho melihat ke ruang tamu, melihat Taemin yang sibuk memunguti sampah sisa snack malam mereka, Minho naik ke lantai atas, dia tidak berniat membantu, ia hanya ingin mandi dan tidur.

.

Minho keluar dari kamar mandi dengan t-shirt dan celana training putih, ia usap rambut cepaknya yang basah dengan handuk dan berjalan melihat kedapur, ia lihat Taemin masih mencuci gelas sisa minumnya dan minum Minho.

“Sudah lanjutkan besok, ini sudah jam 2 pagi..”, kata Minho, Taemin menoleh, ia tersenyum.

“Kau tidur duluan saja, nanti aku tidur di sofa kok..”

“Hah? andwe!”, cegah Minho.

“Andwe?” Taemin mengelap tangannya dan menatap heran Minho.

Minho terdiam, “Ya andwe..maksudku, sudahlah, kita cuma punya dua kamar, karena umma pakai kamarmu, kau tidur dikamarku saja, bisa sakit kalau tidur disofa..”

“Lalu kau hyung?”

“Ya aku juga disana… aku juga tidak mau sakit..”, katanya datar,wajah Taemin sontak memerah, ia menelan ludahnya gugup, Minho menangkap ekspresi itu, ia tersenyum dalam hati.

“Kajja…tenang saja, aku akan tidur dibawah, aku tidak akan melakukan apapun padamu..”

“A-apa maksudmu..aku tidak berpikir begitu..”, Taemin tambah gugup, Minho berdecak.

“Kajja kajja, aku sudah mengantuk..”

Dengan ragu-ragu Taemin berjalan dibelakang Minho, jantungnya berdegup cepat, kenapa ini? untuk pertama kalinya ia merasa sangat sangat nervous bersama Minho.

.

“Minho hyung…yakin mau tidur disitu? biar aku saja…”

“Sudahlah Taemin… cepat tidur, aku juga mau tidur…”, katanya berbaring, Taemin menatapnya tidak enak, kenapa?
Well, Minho tidur tepat dibawah kasurnya, dengan berlaskan tatami tipis, dan ia tidur di atas di kasur Minho,bagaimana tidak merasa enak, Minho pulang kerja pasti ingin tidur di kasur yang empuk, tapi ini…

Perlahan Taemin turun dan duduk di belakang punggung Minho. Minho mendengar deritan kasurnya ia menoleh dan terkejut.
“T-taemin? sedang apa kau?”

“Ng…aku tidur dibawah juga kalau kau tidur dibawah..”, katanya tersenyum , Minho bangkit dan menatapnya aneh.

“Aduh, Taemin…sudah sana naik, aku ngantuk, tidak ada waktu untuk berdebat..”

Taemin cemberut, “Ya makanya, kalau tidak mau berdebat kau naik saja kekasur, aku yang tidur di sini… aku baru pulang kerja pasti ingin tidur ditempat yang nyaman kan?”, kata Taemin tegas, Minho ingin melawan lagi, akhirnya ia menarik nafas dan berdiri, namun tangannya menarik lengan Taemin.

“M-minho hyung?”

“Sudahlah, tidur di atas juga saja… aku batasi guling nanti..”

“H-hah?”

“Taemin..sudahlah cukup protesnya, aku ngantuk…’

Taemin hanya bisa mengangguk meng-iyakan saja, akhirnya Minho naik ke sisi kanan dan Taemin kesebelahnya.
Minho menaruh sebuah guling diantara mereka,
“Nah.jumuseyo..” kata Minho berbalik memunggungi Taemin,
“Ya…”, jawab Taemin singkat, dia berbalik juga, namun jantungnya berdegup cepat, sepi … ia takut detakannya terdengar jelas oleh Minho.

Perlahan ia berbalik, ia menatap punggung Minho samar-samar dari cahaya lampu taman dan juga lampu tidur , punggungnya kekar,lebar, dan tegap … mimpi apa ia bisa menikah dengan orang sesempurna Minho. Menikah…walau cuma kontrak, namun ia bersyukur mengenal Minho , dari Minho ia menerima rasa sayang dari keluarg besarnya, terutama umma heechul, ia berharap, walau tidak jelas kapan kontraknya berakhir, dia hanya ingin terus merasakan kasih sayang dan kebahagiaannya sekarang, tanpa ia rasakan matanya berat dan menguap, ia memejamkan matanya seraya terus menatap punggung Minho.

“Jumuseyo…Minho…hyung…’, katanya disela menguapnya dan memejamkan mata.

Dilain angle, Minho merasa kantuk, tapi matanya tidak terpejam, entah kenapa kamar yang biasanya terasa dingin karena ACnya yang kencang malah terasa sumpek, ia merasa panas dipunggungnya, ia tahu sesuatu menatapnya, mungkin Taemin, dan benar..

“Jumuseyo…Minho…hyung…”, suara lembut itu, terdengar jelas ditelinganya, Minho perlahan tersenyum, ia berbalik,dan melihat Taemin dengan nafas teratur dan mata terpejam tidur didepannya, entah kenapa ia selalu tidak bisa menahan untuk tidak menyentuhnya. Ia menyukai senyumnya, dan ia berharap ..senyum itu hanya untuknya, harap? molla…dia mulai berharap, Jonghyun…membuatnya resah hari ini … sampai matanya terpejam menatap Taemin, ia belum tahu pasti apa rasa itu sebenarnya…will see..

.

.

“Taemin… “

“Hmmh…jakkaman…5 menit lagi…”

“T-taemin…”

“Hmm…”

“Taemin…berat…”

“…”

“Taemin… kaki mu menindih perutku…s-sesak…ugh..”

SNAP!
“K-Kyaaaaaaaaaaa…”Taemin membuka mata dan berteriak.
BUKK!!

“Aaaah…”

Minho meringi kesakitan karena ditendang oleh Taemin dan tersungkur di lantai.

“O-omo…Minho hyung…g-gwencana?”, Taemin melihat ke bawah, Minho mendongak dan meliriknya kesal, ia bangkit dan berdiri menatapnya sinis.

“M-mianhe…”, kata Taemin memundurkan badannya.

“A-ha? mianhe…ini baru mianhe…”

“Kyaaa…a-ahh…ahahahahaha…a-aduh..g-geli hahahaha..gel–hahah a-ampunn…”

“Ampun? belom!”, kata Minho naik ke atas kasur dan habis menggelitik pinggang Taemin, Taemin tertawa sampai sakit perut dan menahan tangan Minho untuk berhenti.

“M-minho hyung..ampun–hahaha…”

Minho semakin kalap , ia ikut tertawa menang melihat Taemin yang sudah keluar air mata..
Dan tiba-tiba…BUKK!

“Ugh..”, Taemin jatuh kelantai dan menarik lengan Minho, namun yang mereka tahu sekarang, posisi mereka…Taemin menahan nafas, begitu juga Minho, karena hidung mereka sudah saling beradu, nafas mereka bertemu, mata mereka mengunci satu sama lain. Entah apa yang mendorong nya, Minho menahan berat tubuhnya di lantai dengan sikunya, namun ia tidak menjauhkan wajahnya sedikit pun, jantung Taemin berdegup cepat, ia menelan ludah, wajahnya memenas.

“M-minho hyung…”, panggilnya, Minho diam saja.

“MORNIGGG~~!! OMO!! MAAF !!”, heechul berteriak, dan BUKK!

Taemin mendorong Minho kemudian ia berdiri dengan gugupnya, dan Minho dengan tenang berdiri disamping Taemin seakan tidak terjadi apa-apa.

“Aigooo pagi-pagi sudah mesra…umma mengganggu yah?”, kata heechul.

“ANI!”, teriak mereka. Taemin menelan ludah.

“Ak-aku mau buat sarapan..”

“Aku mau mandi.Umma nanti aku antar pulang.”

“Hei…”, heechul merasa diacuhkan, “Dasar sok jaim..’, katanya mengangkat bahu.

.

Sarapan pagi itu sangat canggung, Taemin makan dengan gugup, dan Minho makan dengan tenangnya layaknya mr.ice itu.
“Ehm, umma mau mengatakan sesuatu sebenarnya dari kemarin … itulah kenapa umma kesini…dan umma rasa baru sekarang akan umma katakan..”

Minho dan Taemin mendongak.
“Apa umma?”, tanya Taemin tersenyum sambil mengunyah nasinya.

Ummanya menaruh sumpit, mengunyah makanan terakhir, minum..dan..
“Umma mau punya cucu, dan berikan aku cucu yah Taeminnie sayang…”.

“Uhuk uhuk uhukk…U-UMMA?!!”, teriak Minho, Ummanya memutar matanya, Taemin juga masih tersedak namun dengan cepat ia memberikan Minho minum dan menepuk punggungnya perlahan.

“U-umma…jangan bercanda deh!”, cerca Minho.

“YAH! umma tidak bercanda, umma mau punya cucu, memang tidak boleh? itulah gunanya kalian menikah yah kan?”katanya santai, Taemin menatap Minho dengan malu, dan Minho menggelengkan kepalanya, ia mengurut keningnya.

“U-umma..maaf…tapi, kau tahu kan? aku..laki-laki, maksud ku … aku tidak punya rahim untuk mengandung anak…”

Ummanya tersenyum, “Tidak masalah, kalian bisa angkat anak! tapi secepatnya…’, kata Ummanya,

“Mwo?!!”, teriak Minho lagi,Ummanya hanya berdecak dan meneruskan makan, sedangkan Minho dan Taemin terpana, eottokhe? nikah kontrak dan punya anak? bunuh saja Taemin sekarang…

.

.

Taemin berhasil mencari robot power ranger ditangannya, setelah membujuk Minho untuk meminta uang membeli robot untuk Yoogeun, siang itu, ia menenteng paper bag berisi bekal makan untuk Minho, dan juga ditambah mainan yang ia janjikan untuk Yoogeun.

Ia masuk ke dalam RS dengan senyum terkembang, entah ada yang aneh padanya atau apa? ia merasa setiap ia lewat semua suster jaga dan suster yang lewat menatapnya dan terkadang berbisik-bisik, dasar, seharusnya RS ini dirubah saja fungsinya jadi agency gosip entertainment.

“Taemin sshi …”

Taemin menoleh, Dongho…pikirnya.

“Hai Dongho shhi …”

Dongho tersenyum, dan melihat ke barang bawaannya,”Bekal lagi neh?”, katanya, Taemin tersenyum simpul dan mengangguk.

“Ng … kau bisa makan bersama jika mau, aku bawa banyak..”, kata Taemin.

“Oh tidak usah … lagi pula aku sudah bawa bekal juga…hehe…”, kata Dongho.

“Oh baiklah, mungkin lain kali yah?” kata Taemin, canggung rasanya, apa yang harus ia perbuat, ia menarik nafas dan membuanganya perlahan.

“Ng Taemin sshi …boleh aku tanya sesuatu?”, katanya, Taemin mengangguk.

“Apa benar yang dikatakan suster disini, kalau kau… yang menikah dengan Minho sunbae?”, katanya,Minho? Dongho memanggil nama Minho, bukannya seharusnya dokter Choi, atau Choi sunbae? apa mereka akrab?

“Ng…iya…’, jawab Taemin tersenyum wajar,

“Oh … maaf aku lancang, aku tidak tahu …”

“Neh, gwencana…”

“Aku kau sudah tahu nama ku kan? aku praktek magang disini, dan kebetulan aku membantu banyak dokter disini, tapi , aku lebih banyak membantu Minho sunbae karena sepertinya dia yang paling repot dibanding dokter lain.ehehe…”,

Taemin tersenyum simpul, lebih banyak membantu?so?

“Terima kasih karena banyak membantu Minho hyung..”,

“Neh Taemin–“

“Taemin?!”,

Taemin dan Dongho menoleh, Minho berdiri tidak jauh didepan mereka,
“Annyeong Minho sunbae..”, sapa Dongho.

“Annyeong… berkas ku kau sudah taruh?”

“Sudah..”

“Good..”, Minho beralih ke Taemin, “Kau sudah datang, bawa bekal lagi? dan…apa itu?”, tanya Minho menunjuk paper bag Taemin.

“Oh ini… aku bawa kado buat Yoogeuniie, ini robot yang aku beli dari uang yang tadi…hehehe…”

“Yoogeun yah… kau akrab sekali dengannya…”

“Neh, dia lucu… akh, kau ada waktu makan siang ini kan? aku sudah–“

“Ng…Mianhe sebelumnya Minho sunbae, Taemin shhi..”

Minho dan Taemin menoleh.
“Kenapa Dongho?”, tanya Minho.

“Ng..maaf, tapi bukannya sunbae sudah ada janji makan siang dengan Dokter Jung untuk masalah pembahasan penelitian selanjutnya?”, jelas Dongho.

“Loh, hari ini yah?” tanya Minho bingung.

“Iya… maaf baru saja saya mau bilang ke sunbae, karena hari ini dimajukan pertemuannya, Dokter Jung mau pergi keluar negeri besok..”, jelasnya lagi, Taemin meremas papaer bag nya, percuma bekalnya..

“Oh begitu yah, yasudah terima kasih dongho…”kata Minho tersenyum sekenannya.

“Neh, kalau begitu aku pergi dulu…” katanya tersenyum.
“Annyeong Taemin sshi, mari sunbae…’, katanya, Taemin dan Minho hanya mengangguk sekenannya.

Minho beralih ke arah Taemin, “Jadi..maaf , kau dengarkan, sepertinya aku tidak bisa makan siang denganmu ..”

“Neh gwencana, nanti akan ku bawa pulang saja, dan mungkin..”

“Taemin!”

Taemin menoleh, Jonghyun berlari ke arahnya,
“Jonghyun hyung?”

“Taemin…gawat…yoogeun susah dibujuk, untung aku melihat mu, ayolah tolong aku pleasee…”, katanya mengatupkan tangannya,
“Oh hai Minho… boleh aku pinjam Taemin mu sebentar?”, katanya,

“Ng…”

“Minho hyung, aku pergi dulu yah? tidak usah khawatir, bekalnya bisa aku kasih Jonghyun hyung dan Yoogeun, kajja hyung!”, kata Taemin berusaha berjalan ke arah kamar Yoogeun.

“Sorry Minho, sebentar saja..”

Minho diam saja dan menatap punggung Taemin yang berjalan menjauh dengan Jonghyun, entah mengapa dadanya panas dan memburu kesal.
Dan tanpa ia sadari sepasang mata melihatnya sambil tersenyum. kena kau!

CUT!!

Voila~~ nah, udahkan silahkan di komen yah..

maaf kalau masih banyak wrong typo … gue udah males ngedit..

bye bye :))

162 thoughts on “[2min] Dearest part 4 of ?

  1. yeeey minho cemburuuu *bersorak sorai* wkwk
    duh heechul umma ngganggu aja ni, kalo ga dateng ke kamar kan tumin…………

  2. Ya kan workaholic sih,apa salahnya coba ambil bekel dr taemin makan aja lagi,ntar kan yg makan ama org laen mesen makanan ringan aja -_-

  3. cih!!! smw omonganmu itu BULLSHIT Dongho~shi, i know kau pasti mnghalalkn sgl cr utk ttp brd dRS agr bs dkt2 abang Ming

  4. Gila pengen gigit wp komen gamasuk2 giliran testing masuk /plak
    pokoknya aku suka banget nget ama prosesi(?) 2min menuju cinta yg baru(?)

  5. Ck dongho jahat banget sih.. tenang minho taem milikmu forever ever.. hihihi aduhh heechul umma main minta cucu aja.. jangankan bikin cucu ciuman aja mereka belum pernah.. lanjuuutt…

  6. doh~ itu dr part sebelumnya ada yg ngintip mulu >.<
    heechul kah? dongho? atau key?
    yah~ dongho bisaan -.-
    ganggu aje dah

  7. Heechul umma~ kau mengganggu mereka pagi2 eoh? Kali aja kan mereka mau poppo??
    Dong ho!! Inget yaaa. Peringatanku masih berlaku #apadehhgeje

  8. Untung ada heechul, jadi bisa tidur berdua xD Ahahah, itu posisi 2min pas lagi mainstream si emak malah nongol hahah..
    Hayoo yg udh disuruh cepat2 punya anak :3
    aisshh.. Itu napa dongho maen adu domba -_- ckck, tapi positifnya minho udh ngerasa jealous😀

  9. Gitu dong tidur 1 kamar & 1 kasur.
    Jangan pisah ranjang terus.!
    Aduuuh … Heechul umma kenapa menggangu mereka sih…
    2Min lagi hot2nya tu.
    Hehehe

  10. Nah loh saling panas2an hahaha…
    Kirain ini mpreg, tp kalo taemin sadar ga akan bisa hamil knp heechul jd ummanya minho ya? Kan heechul cowo jg dong

  11. yahh. pasti yg rencanain semua ini si dongho..
    kirain dia tuh anaknya baik, eh ngga taunya ada udang dibalik batu…
    jonghyun sering2lah deketin tae biar ming bisa lebih nunjukin rasa cemburunya dia ke tae.

  12. ‘kena kau’?
    Ck pasti dongho *prasangka xD

    aiguu, senang deh liat minho cmburu😉 hihihi cmburu itu tanda suka kn?
    Um, typo ngeganggu *masa? :3 next!

  13. ha kan lagi2 ada yg melihat diam2 itu pasti dongho
    omo,,, lucu banget acara tidurnya kekekeee ummanya datang disaat tidak tepat tuh, bisa jadi udah tabrakan t bibir kakakaa jonhyun sbg penghangat suasana nih ya, minho cemburu yesss

  14. Siasua deh taemin bawak bekal apa ga bisa dimakan setelah rapat Minho mah bikin taemin kecewa untung ada yoheun sama jjong tapi itu dongho ga bohongkan masalah rapatnya

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s