[2min] My lovely ghost part 1 of ?


Foreword:

Hai, ini lagi -lagi bukan FF postan hasil saya, tapi ini adalah re-post dari teman FB saya bernama Isnaeni Nurul F yang dulu pernah saya re-post juga FF nya yang berjudul Keyderella itu loh …

Tapi ini juga bukan karya dia, dia hanya diminta tolong oleh temennya,dan dia minta tolong saya, haduh ribet dijelasinnya,LOL
Oke deh, check this out.

NO BASHING, NO PLAGIARISM, NO SR, JUST LEAVE A COMMENT!
PLEASE BARE WITH HER.

Author : Chaeyoung Saengie

cast : 2Min and Other

Genre : Romance, and Angst. maybe

 

Ini kisah nyata dari temanku dan castnya aku rubah jadi 2Min.

ok cek it out!

.

.

Hari ini terasa sangat berat untukku. Karena hari ini hari terakhir ku di sekolah. Mulai besok sudah masuk waktu liburan dan saatnya menyusun rencana untuk berlibur. Sebelumnya, keluargaku suah memutuskan untuk berlibur ke pulau jaeju. Sebenarnya aku tidak begitu suka dengan rencana ini. Tapi mau bagaimana lagi mau tak mau aku harus ikut. Daripada harus menghabiskan liburan 2 minggu di rumah.

Sebelum meninggalkan sekolah. Aku dan teman-teman mengadakan acara musik kecil-kecilan dalam rangka menyambut liburan besok. Setelah acara selesai kami pun saling bersalaman dan berpamitan pulang.

Sesampainya di rumah aku langsung menyiapkan pakaian dan barang-barang yang akan dibawa. Semua yang ku butuh kan sudah masuk dalam koper. Awalnya aku bersikap biasa saja karena aku tidak terlalu senang dengan agenda liburan kali ini. Tapi bagaimanapun juga aku harus menghargai keputusan mereka. Rencananya kami berangkat dari rumah menuju Incheon kemudian menyebrangi lautan menuju pulau Jaeju. Kira-kira waktu perjalanan 6-8 jam.

Waktu menunjukkan pukul 3 sore. Kami bersiap dan memeriksa semua barang yang akan kami bawa sembari menunggu Appa yang belum pulang dari kantor. Jam 03.15 sore, akhirnya orang yang sedari tadi kami nanti sudah datang. appa segera membersihkan diri dan bersiap. Kami pun berangkat dari rumah jam 03.45 sore. Namun seperti biasa kami repot sendiri ada saja barang yang tertinggal, ya sepatu, ya changer. Kami meninggalkan kota Seoul dan memasuki kota Incheon pukul 04.50 sore. Inilah hal yang paling ku benci saat perjalan. Macet !! Saat ini kami sedang melewati para demonstran yang ada di restoran. Aku pun bertanya dalam hati, apa yang mereka lakukan di atas sana ? sore-sore bukannya berjalan-jalan ke tempat yang nyaman dengan pemandangan yang indah malah berdemo tidak jelas. Apa sih yang mereka pikirkan?

Terlalu terjebak dalam kemacetan, rasa kantuk mulai menyelimutiku. Aku yang duduk di jok paling belakang mulai merapikan dan menyusun tas-tas an barang-barang yang ada di sekelilingku agar aku dapat merebahkan ragaku dan terlelap dalam suasana macet yang tak tahu kapan akan berakhir.

Kini ku mulai terjaga. Aku mendengar mereka sedang tertawa riang. Apakah mereka membicarakan ku ? Bisa jadi. Aku mulai bangun dan duduk sambil memeriksa keadaan telepon genggamku yang rasanya dari tadi tak berhentinya berdering. Rupanya, delapan pesan singkat menghampiri dan semuanya dari teman,saudara, dan orang-orang yang tak ku kenal. Terpaksa aku harus membalas pesan mereka hingga aku tak sadar saat ini aku sedang berada dimana. Appa yang melihatku dari kaca spion tengah  menyapa dan bertanya padaku

“ Hey, sudah bangun! Nggak lapar ?”

“ Heh ? Iya, sedikit lapar.”

“ Ya sudah, setelah ini kita makan. Kamu mau makan apa ?”

“ Apa saja yang penting bisa dimakan.”

Setelah bicara dengan ku appa melanjutkan pandangannya ke depan sambil mengetuk-ngetuk kemudi. Sedang asyik mendengar musik, biasa  musik  zaman dulu. Aduh, di maklumi  sajalah. Aku melihat  jok  depanku  ternyata  Onew hyungku  sedang tidur  pulas dengan mulut yang menganga lebar dan banjir air liur dimana-mana. Maksudku di bantal, wajah, Dan bajunya. Ish, Jorok!

“ umma, kita sudah sampai mana ?” tanya ku

“ sudah hampir dekat pelabuhan kok sayang,” Jawab Umma

Baru aku mengetahui keberadaanku kini, dan telepon genggam berdering lagi sebuah pesan singkat menghiasi layar HPku. Pesan dari kawan rupanya. Sepanjang perjalanan aku berSMS ria dengan kawan ku itu , sesekali  juga aku membuka situs jejaring sosial facebook untuk membuat status baru, istilahnya “update status “ maklum anak muda.

Hari sudah gelap dan jam menunjukkan pukul 7.00  kami melewati tempat yang lumayan sepi  jarang ada pemukiman penduduk yang kulihat. Apa memang tidak ada pemukiman atau mataku saja yang tak melihat ? Dipinggir jalan ada toko yang berjajar lumayan banyak . Kamipun  berhenti  untuk mengisi  perut  yang  sedari  tadi  sudah  berbunyi  karena  lapar . Tidak hanya ada kami disana . Disana juga ada orang – orang yang sedang beristirahat. Begitu juga dengan mobil, motor dan truk- truk besar yang terparkir di depan restoran . Aku tengah menikmati santapan malamku, kami makan sambil mengobrol dan bercanda . Jepret !!  Ish, Onew hyung  iseng mengambil foto kami yang sedang makan. Tidak hanaya sekali  namun berkali – kali. Dasar hyung pabo. Jahil terus pekerjaannya.

Setelah selesai makan kami beristirahat sebentar, kemudian masuk kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan . syukurlah  kenyang ! aku berguman dalam hati. Semakin malam semakin gelap keadaan semakin menyebalkan karena semua orang telah mengunjungi mimpinya masing – masing. Hanya aku dan appa yang masih terjaga , entah mengapa aku tak dapat memejamkan mataku. Keadaan ini membuatku kesal karena aku ingin sekali tidur , aku tak ingin mendengar musik klasik khas Korea. Jujur sedari tadi ku menggerutu akibat musik – musik klasik yang berdendang dari radio mobilku. Oh Tuhan biarkanlah aku mengunjungi dunia mimpiku agar aku tidak mendengar musik – musik itu. Aku meminta appa untuk mengganti dengan lagu – lagu yang lebih modern sedikit. Namun appa tidak mau menggantinya , ia mengaku  mendengarkan lagu dangdut tidak akan membuatnya mengantuk . Ya sudahlah aku mengalah dari pada kuputar lagu – lagu pop dan membuat appa mengantuk hingga membahayakan kami semua , lebih baik tidak !!!!.

Kami sudah  di pelabuhan. Membeli tiket, mengantri, dan masuk kapal. Setelah selesai memarkirkan mobil di dalam kapal. Aku, umma, dan Onew hyung  keluar dari mobil dan membiarkan appa  beristirahat karena nampaknya ia sudah sangat lelah. Kami menuju dek atas , disana terdapat ruangan yang dapat digunakan untuk tempat istirahat. Udara sangat dingin , tetapi aku tak ingin beranjak dari jendela , karena pemandangan malam dini atau pagi ini lebih tepatnya sangat indah . Berkali – kali umma memanggilku untuk duduk dan menjauhi jendela . Namun aku tak mendengar, saking asyiknya menikmati udara subuh yang dingin . Aku menghiraukan panggilan mama. Sayang hari masih gelap , jadi aku tak dapat menikmati pemandangan dengan jelas.

Perlahan kapal merapat ke dermaga, itu berarti kami telah sampai di pelabuhan  pulau Jaju yang tak ku ketahui namanya. Kami semua yang ada di dek atas berduyun – duyun untuk turun dan menyiapkan kendaraan masing – masing agar dapat cepat keluar ketika pintu kapal terbuka.’ Budayakan tertib!’ itulah yang kini kami lakukan untuk menunggu giliran keluar . Setelah kami berhasil keluar , kami dihadang oleh polisi yang berjaga di pintu keluar pelabuhan . Polisi itu memeriksa KTP, STNK, SIM serta barang apa saja yang ada di dalam mobil kami. Polisi itu basa basi dan meminta rokok berhubung persediaan rokok tinggal sedikit, appa memberikan uang  10.000 won kepada polisi tersebut , katanya untuk membeli kopi. Sekarang zamnnya polisi minta persenan dari orang – orang yang lewat . heu ….

Hari sudah mulai terang, kami berjalan ke restoran  untuk sarapan . Dan selesai kamipun melanjutkan perjalanann menuju hotel milik sepupu appa yang tinggal di pulau Jaeju ini. Udara dingin nan sejuk kunikmati, pagi ini terlihat sangat indah dengan pohon-pohon yang berjajar rapi di tepi jalan. Aku mulai menyambut hari ini dengan senyuman, ternyata liburan kali ini tak seburuk apa yang kupikirkan . Dan liburan di pulau ini bukanlah pilihan yang buruk, sepertinya aku dapat menikmati liburan kali ini.

Pukul 08.30 pagi , kami telah tiba di hotel milik Heechul ahjumma sepupu appaku . Kami pun disambut dan di antar menuju kamar. Senangnya kamar kami berhadapan langsung dengan pantai. Dari sini pantai terlihat sangat indah dan mulai tumbuh rasa ingin tahu ku. Aku ingin berkeliling untuk melihat – lihat sekeliling hotel dan berjalan – jalan di pantai. Tanpa meminta izin terlebih dahulu pada umma, aku dan Onew hyung  mulai jalan – jalan keluar hotel dan menikmati indahnya pantai. Kakak mengeluarkan senjatanya dan ….. jepret ! kilatan blitz membuatku terkejut, kami pun mengabadikan indahnya pantai  dengan sebuah kamera digital. Saat di pantai Onew hyung bertemu dengan kekasihnya yang bernama Kim Keybum yang sering aku panggil Key. Aku tak tahu kenapa Key hyung mencintai Onew hyung yang jahil ini? Ah, cinta memang buta. Lihat saja mereka langsung mengabaikanku. Tenanglah Taemin, jangan terlalu over pada hyungmu.

Mentari tak terlihat lagi, kami makan malam bersama di restoran hotel . Menikmati debur ombak angin garam yang penuh ketenangan , aku mulai hanyut dalam suasana. Terduduk aku di balkon hotel menikmati semaraknya malam ini yang membuat hati damai dan tentram . Terlalu menikmati hingga aku tak sadar bahwa ada yang memperhatikanku seorang namja tampan yang mengenakan kaos putih celana jeans hitam duduk pas 2 bangku di sebelah kanan. Ia melihat ku dengan pandanagan tajam, ketika aku akan menghampirinya tiba- tiba terdengar panggilan dari Onew dan Key hyung yang mengajak aku keluar hotel.

“ Taemin, mau ikut tidak? ayo!”

“ Eh. Kemana hyung?”

“ Udah ikut aja! ayo!”

Mereka  langsung menarik ku meninggalkan rasa penasaranku pada namja tampan itu, sejenak kusempatkan diri menenggok  ke belakang dan namja itu sudah tak di tempat. Yah sudah , aku mengikuti kedua hyungku.

Keesokan harinya rencana jam 5 pagi berlari – lari kecil di pantai sambil menikmati Sunrise / matahari terbit, setelah itu kami bersiap untuk berjalan – jalan ke pasar. Sesampainya di pasar kami berjalan dan melihat lihat apa saja yang diperdagangkan disana, hingga satu insiden terjadi , tiba – tiba dompet yang semula kutaruh di saku belakang lenyap begitu saja. Akupun panic dan aku mendengar ada keributan di depan sana, akupun menghampiri lokasi keributan . Seorang yang kedapatan mencopet di hakimi warga hingga wajahnya lebam. Seorang namja  berusaha menenangkan warga dan membawa pencopet itu ke kantor Polisi terdekat. namja tersebut menghampiriku dan menyodorkan dompet putih bercorak hitam yang dipegangnya padaku.

“ Ini dompet kamu ?”

“Ne, Gamsahamnida!”

“ Cheonmaneyo, lain kali hati – hati ya.”

“ Siap , sekali lagi gomawo .”                                                                                                                namja itu berlalu dan pergi. Aku langsung memeluk erat dompetku dan menyimpannya baik. Kami langsung melanjutkan perjalanan dan membeli beberapa barang – barang , setelah puas berjalan – jalan , kami beristirahat sambil mencari minuman untuk melepas dahaga . Tiba – tiba aku teringat insiden tadi dan namja itu, jika aku ingat – ingat namja itu mirip dengan namja  misterius yang pernah kutemui di hotel.

Suasana senja yang tenang membuat semua rasa capek setelah berjalan – jalan kuhabiskan senja dengan menatap keindahan matahari terbenam di bibir pantai. Hanya sendiri tanpa siapapun disisiku. Orang – orang serasa berada sangat jauh dariku walau sebenarnya sangat dekat. Tak henti – hentinya bibirku berucap syukur dan kagum atas kebesaran Tuhan yang telah menciptakan bumi ini dengan indahnya . Dan tiba – tiba  aku mendengar suara .

Memang indah menikmati senja . Tapi jangan hanya dinikmati , namun disyukuri. Sosok seorang namja berdiri pas di sebelah kiri ku, akupun terkejut, rupanya dia si namja misterius itu.

“Mian, Nuguseo?” tanya ku

“Ah, Mianhae sudah membuatmu terkejut, Perkenalkan naneun Choi Minho imnida,” jawab namja  itu

“ Oh naneun Lee Taemin, imnida.”

Sejak itu kami saling bicara , kamipun sangat dekat , layaknya kakak beradik. Selama di Jaeju kami selalu bersama .Aku sudah menganggapnya seperti hyungku sendiri . Banyak hal yang ku ceritakan padanya . Namun mengapa aku merasa sangat cocok pada dirinya , rasanya ada yang berbeda, aku berpikir mungkin hanya perasaaanku. Tetapi perasaan suka dan perasaanku semakin besar , hingga sanubari., aku sedang asyik berbincang  sambil bercanda dengan Minho. Dan suara yang keras melengking menghujam telingaku,

“ Taemin,” panggil umma

“ Ne!”

“ Kamu kemana saja dari tadi dicari kok tidak ada ?”

“ Mian umma, aku tadi habis jalan – jalan sama teman . Memangnya, wae ?”

“ Ayo sudah siang waktunya makan.”

Aku pun berpamitan dengan Minho.

“Taemin, kamu bicara dengan siapa?”

“Oh tadi itu Minho hyung, kawan baruku”

“eodiega? Disini tidak ada siapa-siapa?”

Ku tengok ke belakang. Ternyata Minho sudah tidak ditemapt. Ckckck benar-benar namja misterius. Aku membuntuti umma dari belakang menuju restoran hote. Disana kami sudah ditunggu. Onew hyung menanyakan keberadaanku. Tumben sekali. Aku pun menceritakan namja misterius yang baruku temui tadi.

“Hey, Taemin kau tahu kata Ahjumma disini ada hantu”

“Mwo? Hantu?”

“Nde dia namja beertubuh tinggi dengan rambut cepak. Katanya sih dia korban perampokan yang terjadi disini”

“chakaman hyung, namja bertubuh tinggi berambut cepak?”

“nde, waeyo?”

Apa jangan-jangan dia?

“HUWAAAAA. ANDWAE” teriakku. Tidak masa itu?

 

CUT!!

Nah. silahkan deh di komen, jangan cuma baca doang dong… hargailah karyanya,
oke deh, sorry kalau maish banyak wrong typo, ngeditnya gak bener banget nih sekalian ngerjain tugas.

edit by : Sanniiew^^

46 thoughts on “[2min] My lovely ghost part 1 of ?

  1. ko angst c gendernya korain mau d buat comedy romantisss….. ctita awLnya c emang afa yng kuranggg…. xixixi

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s