[2min] My lovely ghost part 2 of ?


My Lovely Ghost part 2 of ?

Author : Chaeyoung Saengie

cast : 2Min and Other

Genre : Romance, and Angst. maybe

 Author yang asli :
Annyeong para reader, saya sudah kembali dengan membawa lanjutan cerpen saya. mianhae buat Magnae Isnaeni karena kau telah merepotkanmu. gomawo yang udah comment. Sanniew eoni ini ff yang aku janjikan Mian kalau lanjutannya jelek karena aku membuatnya disela-sela UAS. OK dari pada banyak bacot mari kita simak.

Oke sunnders, leave a comment if ya likey,

no bashing, no SR, no plagiarism!! its haram act!

by : Chaeyoung Saengie

.

.

“HUWAAAAA. ANDWAE” teriakku. Tidak masa itu?

BLETAK!

Onew hyung menjitak kepalaku dengan sendok.

“Aww, appo hyung,” keluhku sambil mengelus kepalaku yang tadi habis dijitak sama Onew hyung.

“Kau sih, teriak-teriak. Wae? Kau melihat hantunyakah?” tanya Onew hyung sambil celingukan nggak jelas.

“Aniya… Cuma pengen teriak aja hehehe ^^v”

“Huh, kirain. Tadi Key melihatnya”

“Jjinja? Oh iya Key hyung punya kelebihan semacam itu”

Belum sempat Onew hyung menjawab pertanyaanku. Dia sudah ditegur oleh Umma agar diam. Karena sejak tadi makanan kami belum tersentuh sama sekali.

Setelah puas menikmati makan malam bersama keluarga, aku beranjak dari restoran dan berjalan menuju lantai paling atas hotel ini. Ya sekitar delapan lantai dari lantai dasar. Disana aku bisa melihat pemandangan pantai yang sangat indah. Sekali lagi aku mencoba menikmati hasil dari karya tuhan yang menciptakan alam ini dengan sangat indah dan sempurna. Tiba-tiba Minho hyung menyapaku. Aku sempat terkejut dan berpikir mengapa ia tahu keberadaanku? Dan jawabnya

“Aku sering datang kemari tiap aku merasa sedih ataupun senang.”

Sebenarnya aku bingung mengenai Minho hyung. Apakah ia memang tinggal di hotel ini? Tapi jika iya kenapa tak ku temukan namanya di buku tamu? Kalau iya, mengapa ia bisa masuk dan berada di lantai atas hotel ini? Apakah Minho hyung hantu? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu melekat di pikiranku hingga rasa penasaranku semakin besar, pertanyaan yang terakhir segera kutepis karena kupikir itu tak masuk akal. Aku ingin mencoba untuk menanyakannya, tapi aku tak ingin membuat ia tersinggung.

Mentari menghiasi langit pulau Jaeju dengan indahnya. Ku langkahkan kakiku menuju pantai yang berada di belakang hotel. Aku menyusuri garis pantai diiringi dengan debur ombak sambil bermain air. Setelah lelah aku beristirahat dan.

“Taemin.”

Ada yang memanggilku? Aku menoleh kebelakang dan mendapati Minho hyung sedang berdiri dibelakangku sambil tersenyum. Manis sekali. Benar-benar. Err…. kyeopta.

Apa iya Minho hyung hantu? Kalau pun iya, kenapa hantu bisa muncul di pagi hari dan mentari telah menyinari bumi? Entah, setan apa yang merasukiku. Aku berusaha memeluk Minho hyung.

Hup

Aku bisa memeluknya. Aku yakin hyung bukan hantu seperti yang kupikirkan semalam. Aku merasa kalau Minho hyung mulai membalas pelukanku. Ini nyata, benar-benar nyata. Orang-orang yang ada disekitar pantai memandangku dengan heran, termasuk Onew hyung. Aku mendengar Onew hyung bertanya pada Key hyung.

“Jagiya, apa yang dilakukan Taemin? Seperti memeluk orang?”

“Memang iya kok”

“Siapa yang dia peluk?”

“Namja yang ku katakan kemarin”

“Mwo? Apa mungkin dongsaengku dipeluk oleh hantu?”

“Mungkin saja, Ayo Jagiy kita jalan-jalan di pantai lagi”.

Mereka membicarakan Minho hyung dan menyangka kalau ia adalah hantu. Siapa peduli yang penting aku sudah yakin kalau Minho hyung itu manusia.

“Ah, Taemin”

“Hyung,” panggil kami bersamaan. Kami diam sebentar. Lalu tertawa bersamaan.

“Hahaha kau duluan hyung”

“Ani… kau duluan”

“Kau saja”

“Kau”

“Kau”

“Ok, aku duluan yang bicara,” kata Minho hyung mengalah. Aku tersenyum mendengarnya.

“apa yang mau kau bicarakan?”

“Saranghae Lee Taemin,” katanya dengan tersenyum sangat manis. Aku terkejut mendengar pengakuannya. Apa iya aku mencintainya dan mengucapkan ‘nado saranghae Minho hyung’?

“Ah, lupakan saja. Lagi pula kita juga baru bertemukan?” kata Minho hyung. Kenapa dia bisa membaca pikiranku sih? Aku jadi tidak enak mendengar kata-katanya barusan.

“Mian hyung, aku tak tahu harus menjawab apa?” kataku dengan wajah tertunduk. Minho hyung mengangkat kepalaku sehingga mataku bertemu dengan matanya.

“gwenchana, Taemin aku juga tidak memaksa hmm?”

“Lupakan saja yang penting sekarang kita jalan-jalan otte? Kkaja, aku ajak kau keliling pulau Jaeju!” ajaknya sambil menyeretku.

Kami bersenang-senang bersama. Bermain air di pantai, dan membangun istana pasir. Namun, kenapa orang-orang memandangku dengan tatapan aneh? Seakan-akan tatapan mereka mengatakan ‘apa anak ini gila?’. Beuh, siapa peduli yang penting aku bisa bersenang-senang dengan Minho hyung.

Senja telah datang dan saatnya aku kembali ke hotel. Minho hyung mengantarku kembali ke hotel. Saat aku berbalik untuk melihat umma ternyata dia sudah tidak ada di tempat. Mungkin, dia telah pulang.

.

.

Makan malam mini terasa sangat ramai karena dua keluarga telah datang kemari. Siapa lagi kalau bukan keluarga Key hyung. Ya, Onew dan Key hyung mau menikah tahun depan. Aku hanya memainkan makananku seperti tidak ada selera menyantap ayam lada hitam di depanku.

“Taemin, gwenchana?” tanya Key hyung.

“Mwo? Ne gwenchana hyung.”

“Kau tidak lapar? Kenapa makananmu belum kau makan?”

“Aku sedang tidak berselera hyung. Hehehe,” kekehku. Key hyung tersenyum mendengar kata-kataku. Tiba – tiba umma angkat bicara.

“Taemin, dua hari ini umma melihatmu berbicara sendiri. Kau bicara dengan siapa?”

“Aku kan sudah bilang. Aku bicara dengan Minho hyung kawan baruku, umma”

“Tapi, kenapa umma tidak bisa melihatnya?”

“Mungkin waktu umma datang Minho hyung sudah pergi umma”

“Ne, mungkin saja,” kata umma. Aku masih bisa melihat wajah bingung dari umma. Kenapa akhir-akhir ini semua orang menatap seakan-akan aku orang gila ya? Hah, masa bodoh.

.

Keesokan harinya aku di kejutkan oleh kedatangan Psikiater disini. Kata Onew hyung sih umma dan appa mendatangkan psikiater untukku. Ada masalah apa sih pakai panggil psikiater segala? Aku kan tidak gila?

Di kamar aku ditanyai berbagai hal oleh psikiater tersebut, seperti kenapa kau berbicara sendirian? Apa kau mengalami stress karena ujian kemarin? Pertanyaan apa itu? Tidak bermutu sama sekali. Ingin rasanya aku berkata ‘Pak, aku datang kesini untuk berlibur bukan untuk wawancara seperti ini?’

Setelah psikiater itu pulang aku bertanya pada umma dan appa.

“wae?”

“Ada apa sayang?” sahut umma sambil membelai rambutku.

“Wae kalian mendatangkan psikiater? Aku kan tidak gila?” kataku dengan sedikit rasa kecewa. Oh tidak kenapa aku menangis sih?

“Itu karena kau bertingkah aneh Taemin. Apa kau tidak suka kita berlibur disini?” tanya umma.

“Kalau kau tidak suka. Besok kita pulang ya?” lanjut appa.

Mwo? Pulang? Aku tidak bisa bertemu dengan Minho hyung lagi dong. Aku melirik ke arah Onew hyung sepertinya dia juga terkejut mendengar ini. Tidak lama kemudian Key hyung datang.

“Annyeong. Ada apa ini? Kenapa suasananya suram begini?” tanya-nya.

“Itu tadi Taemin marah – marah,” sahut Onew hyung dengan wajah polosnya.

“Lho, marah kenapa jagiy~?”

“Dia marah karena dikira dia gila”

“Mwo? Gila? Wae?”

“Seperti yang kita lihat kemarin dia sering tertawa sendiri, berbicara sendiri, bahkan kemarin kita melihatnya seperti sedang memeluk sesuatu,” jelas Onew hyung. Key hyung hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Onew hyung.

“Kalian tidak mengerti. Mengapa Taemin seperti itu?” kata Key hyung sambil memandangku penuh arti.

“Apa maksudmu Key?” tanya Umma.

“Kalian tidak mengerti karena hanya aku dan Taemin yang tahu,” jawab Key hyung. Kami semua terdiam hingga.

“Oh, hampir lupa aku datang kemari mau berpamitan pada kalian,” kata Key hyung memecah keheningan.

“Mau pulang ke Seoul?” tanya Onew hyung dengan muka cemberut.

“Ne, liburanku sudah cukup disini. Tenang jagiy~ kita masih bisa bertemu disana,” jawab Key hyung menepuk punggung Onew hyung.

“yaksok?”

“ne”

“Kiss me”

“Mwo? Ini di depan bumonimmu. Ireona!” kata Key hyung sambil memukul kepala Onew hyung.

Kami semua tertawa melihat pasangan OnKey di depan. lalu Key hyung menengok ke belakang. Aku ikut menengok, disana tidak ada apa-apa.

“Key, lusa kami juga mau pulang karena cuti appa dan Onew habis,” kata appa.

“Mwo? Jjinja?”

“Ternyata lusa jadi pulang ya?” kataku kecewa.

“Wae Taemin? Apa kau tidak suka?” tanya appa.

“Ne”

“Mau bagaimana lagi appa dan Onew harus kerja kan? Lagi pula sebentar lagi Hyung mu mau menikah,” jelas appa.

“tapi….”

“Sudahlah, sekarang kau bersenang-senanglah disaat terakhir ini” kata umma menenangkanku.

“Ya sudah, ahjumma, ahjusshi, Taemin aku pergi dulu ya? Tidak enak dengan umma dan appa yang sudah menunggu di pelabuhan,”  pamit Key hyung. Tiba-tiba Onew hyung mencium bibir Key hyung. Kami semua terkejut akan tindakan hyungku ini.

Ciuman mereka lama sekali. Bosan aku. Mendingan aku ke lantai atas hotel ini. Sekalian melihat pemandangan pulau Jaeju. Tiba-tiba Minho hyung ada disebelahku. Aku terlonjak karena kaget, Minho hyung ada di sebelahku. Kapan dia kemari?

“Tidak usah kaget, aku sudah ada disini dari tadi Cuma aku tertidur hehehe,” jelasnya sambil terkekeh.

“Kenapa hyung tahu apa yang ku pikirkan?”

“Hmm, molla sepertinya kita memang jodoh. Mungkin,” katanya lirih. Aku menatapnya sendu. Seandainya kau tahu hyung kalau hari ini dan besok adalah hari terakhirku disini.

Kami sama – sama diam. Hanyut dalam pikiran masing – masing. Hingga suara cempreng umma memanggilku dari pintu yang ada di lantai atas. Aku menepuk jidatu karena lupa kalau aku belum sarapan pantas saja perutku terasa lapar. Sebelum turun aku menatap Minho hyung dan berkata.

“Nado saranghae hyung. Besok aku tunggu kau di pantai ne?”

Minho hyung tersenyum dan beralari memelukku, yang membuatku terkejut adalah Minho hyung membalikkan tubuh lalu mencium bibirku. Sungguh ciuman yang lembut, tapi hey, ini first kiss ku. Biarlah toh yang mengambilnya adalah namja yang aku sukai. Tiba-tiba

“Taemin, ayo waktunya sarapan sayang,” panggil umma.

Segera ku lepas ciumanku dengan Minho hyung lalu masuk ke dalam. Aku melihat Minho hyung memandang kepergianku dengan senyuman. Hyung besok kita akan membuat kenangan. Aku menengok lagi kea rah Minho hyung, tapi dia sudah menghilang. Lalu angin berhembus dan di saat angin itu berhembus aku mendengar suara bass Minho hyung.

“Saranghae Taemin, always remember me. Besok aku tunggu kau.”

Entah mengapa aku tersenyum mendengar suara itu seolah-olah yang berbicara itu adalah Minho hyung. Lalu aku membuka pintu dan umma sudah ada di hadapanku dengan wajah yang heran.

“Kenapa kau tersenyum sendirian?” tanya Umma.

“Itu rahasia umma,” sahutku sambil berlari menuju restoran hotel dengan senyum yang sangat indah. Ku lihat umma kewalahan mengejarku. Aku memperlambat laju lariku agar umma tidak capai. Di sisi lain aku merasa diawasi oleh seseorang. Aku melihat seorang yeoja tua sedang memandangku. Tatapannya sama seperti saat Minho hyung menatapku tajam. Tiba – tiba.

BRUK!

“Taemin,” pandanganku buram terakhir aku mendengar suara jeritan umma sebelum akhirnya mata ini tertutup.

CUT~~!!

Sanniiew word:

Nah, guys, gue yang baca aja penasaran, lo semua juga kan? so, sorry if theres any wrong typo.. kekeke, gue udah edit sih, sorry kalau masih banyak yang kelewat!

Oke, Leave a comment if ya likey :))

See ya on next part!

46 thoughts on “[2min] My lovely ghost part 2 of ?

  1. trnyata bnr minho y hantunya…. rada aga gak rnal neh mau naca ampe akhirrrr tktnya tetem d tinggal mimg…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s