[epilog NBTSA] I DON’T WANNA FIGHT NO MORE!!!


Lagi-lagi saya dimintai tolong sanniew unn ._.v ayook yang pada galauu hahaha

yak here~ ^^

Foreword:

Annyeong, naneun Fitri imnida. Aku mhs tingkat 2 lhoo sama kaya Sanniii *masa ada yang bilang anak SMP, muda cekaliii. Tapi makasi deeh*

Ahaha, pada galau yaa? Cediiihh sama SHINee yang berakhir dengan 2 member keluar dorm, 1 member depresi, 1 member semakin jadi es, dan 1 member kelimpungan untuk nanganin semuanya sendirian? Maaf yaa, itu aku bikin pas lagi galau dan insomnia gara-gara UAS*hit* itu, jadi kalo akhirnya gantung, yaa silahkan salahkan UAS saya. Ahaha.

Tapi tenang, sekarang sedang mencoba buat penyelesaiannya. Belom tau sih apa, ini sambil ngetik juga sembari mikir. Abis aku ga tega sama sannii yang semakin menggalau gara-gara suami ke dua nya saya buat depresi, dan ga jadi liat si echulita itu pula di kimchi *sabar yaa*.

Ini aku bikin jam setengah 2 pagi sambil dengerin Westlife, I don’t wanna fight no more.

Trus langsung cling deh *munculbolalampudikepala*, kepikiran buat bikin kelanjutan Never Be the Same Again sebagai permintaan maaf karena daku sudah membuat kalian semua menggalau.

So, here it’s.

Kalo bisa sii bacanya sambil dengerin westlife juga, biar dapet feel nya.

*engga juga sii*, ahahahha.

.

.

By : TaeminhoShouldBereal a.k.a Fitri

.

Pukul 03.07 AM @ dorm Super Junior

I can’t sleep

Everything I ever knew

Is a lie

Without you

I can’t breathe

When my heart is broke in two

There’s no beat

Without you

Lee Taemin, magnae SHINee yang sedang ‘pindah kapal’ ke dorm super junior, duduk di tepian jendela kamarnya sambil melihat keluar.

Langit masih gelap.

Mungkin segelap hatinya saat ini.

“Taemin?”, panggil Eeteuk ketika membuka kamar magnae barunya di dorm.

“aahh, eeteuk hyung? Sudah bangun?”, senyum Taemin manis.

“sudah bangun? Kau tidak sadar yaa ini jam berapa? Masih jam 3 pagi, aku baru pulang. Kau sendiri tidak tidur?”, tanya nya sambil berjalan masuk ke kamar kibum yang sudah selama hampir sebulan ini ditempati dongsaeng nya di SHINee.

Eeteuk tau ada masalah cukup serius pada SHINee, sampai-sampai manager nya sendiri menyuruh magnae nya keluar dari dorm. Tapi ia tidak pernah menanyakan itu. Member super junior yang lain juga tidak pernah menanyakan itu, bahkan heechul sendiri yang sudah seperti saringan bocor. Masalah seperti ini adalah masalah yang cukup bisa membuat mereka sesak nafas jika diingat. Ia tau keretakan dalam sebuah boyband itu adalah persoalan yang sensitif meskipun mereka bernaung dalam mangement yang sama. Yaah, untuk masalah keretakan, Eeteuk memang sudah mengalami dan merasakan seperti apa sakitnya. Ia  hanya berharap Onew bisa kuat, melakukan sesuatu dan memperbaiki semuanya, tidak seperti dirinya dulu.

“aku tidak bisa tidur hyung, ehehe”, kekeh Taemin imut.

Aah, rupanya Eeteuk hyung baru pulang. Memang kebiasaan leader super junior itu untuk mengecek setiap kamar member nya satu per satu untuk tau apa mereka sudah tidur/belum, bahkan juga kamar Taemin semenjak ia pindah ke dorm mereka. Leeteuk benar-benar sudah menganggap taemin sebagai bagian dari keluarganya di dorm, sehingga ia merasa bertanggung jawab juga pada si magnae imut ini.

“kenapa kau duduk di tepian jendela begitu? Kau ada masalah taemin? Ceritakan saja padaku, aku siap mendengarkan. Jangan dipendam supaya kau lega.”, ucap leeteuk lembut sambil mengusap kepala taemin perlahan.

Aaahh, Leeteuk hyuuung, aku sungguuuuh menyayangimuu. Kau benar-benar malaikat, hyung.

Tapi tunggu dlu.

Perasaan apa ini?

Sifat lembut itu? Kenapa mengingatkanku pada Onew hyung. Leader sangtae namun sangaaaaattt penyabar dan baik. Appaa.

Hei hei taemin, apa kau bilang tadi? Sejak kapan kau memanggil nya Appa lagi? Itu sudah lama sekali semenjak ia tidak memanggil sebutan Appa dan Umma.

Umma?

Usapan di kepala ini ternyata juga mengingatkannya pada key.

Setiap ia tidur, pasti key hyung menyempatkan untuk mengusap kepalanya, merapatkan selimutnya, dan mencium keningnya. Sungguh seperti Ummakan?

Hei heiii taemiin, pikiran mu mulai melantur kemana-mana!!!!!

“Taemin, kenapa kau bengong?Adaapa?”, tanya Leeteuk sambil menggoyangkan badan taemin perlahan untuk menyadarkannya.

“a-ah? Kau bilang apa hyung? A-aniyoo, aku tidak apa-apa hyuung. Jinjjaaa”, senyum taemin imut menenangkan hati hyung tersayang nya di super junior itu.

Leeteuk terdiam.

Ia tatap wajah magnae tersayang nya itu yang sekarang sudah melihat ke langit malam lagi. Ia tau taemin sedang memikirkan sesuatu.

“taemin?”, panggil leeteuk perlahan.

“nde hyung? Waeyo?”, taemin menatap mata hyung nya itu.

Leeteuk hyung terlihat lelah. Tapi ia masih sempat-sempat nya mengurusi semua member nya yang lain. Benar-benar leader yang hebat.

“kau kangen hyung-hyung mu yaa?”, tebak leeteuk perlahan. Sebetulnya ia tidak mau membahas imi, tapi dari wajah taemin…

“a-apaa hyung? Apa yang kau bicarakan? Tentu saja tidak. Untuk apa kangen.Kanaku tetap bertemu mereka saat ada pekerjaan”, jawab taemin kaget.

Apa yang dibicarakan leeteuk hyung sih? Taemin sungguh-sungguh tidak mengerti? Kangen? TENTU SAJA, SAMA SEKALI TIDAK!!

“tapi wajahmu mengatakan sebaliknya”, leeteuk hyung tersenyum.

BLUSH..

Wajah taemin memerah, dan leeteuk hyung tersenyum. Dongsaeng baru nya ini memang cepat sekali memerah wajahnya, kyeopta! Ia pikir selama ini sungmin sudah sangat imut, ternyata ada yang lebih imut lagi. Pantas saja akhir-akhir ini SHINee semakin terlihat tidak bersemangat. Mereka kehilangan magnae seimut taemin, siapa yang tahan?

“tidak usah malu. Aku tidak akan bilang siapapun. Dengan bercerita, kau akan membuat perasaanmu lebih tenang. Jangan memendam semua nya sendirian taemin”, ucap leeteuk hyung lembut.

Taemin terdiam menatap hyung nya itu.

“hhhhhhh”, ia menarik nafas panjang.

Haruskah?

Haruskah ia bercerita?

Ah, anii.

Lebih tepatnya, haruskah ia jujur pada perasaanya sendiri?

Ia tau bahwa ia mulai lelah.

Lelah mengikuti permainan bodoh ini.

Dan ia tidak buta.

Ia tau hyung-hyung nya tersiksa.

Sangat tersiksa.

Terutama kau, key hyung.

Jahat kah aku sudah membuat mu begitu depresi hyung?

Sudah terbentuk perisai kristal bening di mata taemin.

Ia akhirnya menumpahkan semuanya.

Tuhan tau kau tidak bisa jahat seperti ini taemin.

Tuhan tau kau anak baik.

Tuhan tau kau tidak nyaman dengan ini.

Dan terutama,

Tuhan tau kau SANGAT menyayangi mereka, SHINee, keluargamu!

“nde hyung. Aku kangen”, ucap taemin lirih sambil menunduk.

Dan.

Yaah, tentu saja perisai kristal itu sudah berubah menjadi aliran sungai kecil di pipi mulusnya.

Akhirnya, ikatan itu terbuka.

Selama ini, taemin ikat kejujuran hatinya erat-erat, tapi malam ini, entah kenapa ia memang merindukan hyung-hyung nya.

Ia tau SHINee kacau.

Jonghyun hyung keluar dari dorm.

Key hyung depresi.

Minhohyung menangis.

Dan Onew hyung, leader yang juga luar biasa menurut nya itu, entahlah.

Wajahnya terlihat tenang.

Tenang, bukan dingin seperti minho hyung.

Tapi ia tau dibalik ketenangannya itu ada berbagai masalah yang coba ditanggung leader itu sendirian.

Taemin mulai terisak.

Mungkinkah ia merasa bersalah?

Apakah ia keterlaluan terhadap hyung-hyung nya?

Ia sendiri juga tidak tau!

Sungguh, aku tidak tau, Tuhaan, batin taemin.

Leeteuk hyung yang melihatnya hanya terdiam dan  merengkuh kepala taemin dalam pelukannya. Ia tidak berkata apa-apa karena ia mengerti, di situasi seperti ini, orang tidak butuh mendengarkan nasehat. Orang lebih membutuhkan perhatian, bahu tempat bersandar supaya ia bisa menangis, pelukan disaat ia  butuh untuk diyakinkan. Dulu ketika perpecahan itu datang leeteuk sudah sering melakukan itu untuk member nya walau hatinya sendiri hancur tapi ia harus tetap bertahan untuk adik-adiknya, sekarang ia melakukan itu untuk magnae barunya.

Dan itu berlangsung hingga taemin lelah untuk menangis dan tertidur di pelukan sang leader.

Keesokan paginya, di ruang makan dorm super junior.

Hanya ada leeteuk, heechul, dan siwon.

Member yang lain sudah keluar untuk melakukan aktivitasnya.

Dan taemin? Tentu saja ia sudah berangkat ke sekolah.

Siwon menatap leeteuk, yang sedari tadi hanya mengacak-acak makanannya tanpa dimakan. Sepertinya ada yang sedang dipikirkan oleh leader nya itu. Khawatir tentang 5jib kah?

Sedangkan heechul sendiri, tentu saja sedang di depan leptopnya dan tenggelam di dunia maya seperti biasa.

“eeteuk hyung kau sedang memikirkan apa?”, tanya siwon cemas. Ia memang paling tidak bisa melihat teman satu member nya menghandle segala permasalahan sendirian. Merekakansaat ini bersepuluh, beban itu bisa lebih ringan jika dibagi, bukan?

“aku? Aku entah kenapa memikirkan taemin”, jawab leeteuk hyung reflek.

Yaa,ia memang memikirkan taemin sejak semalam. Bahkan taemin memanggil nama hyung nya, Key, disaat ia sedang tidur. Dan saat tidur pun ia masih menangis? Ia tau taemin dekat dengan key dan Key adalah Umma di SHINee, tapi hubungan mereka sebulan ini renggang dan key juga terlihat depresi. Bahkan leeteuk yang orang luar saja tau, key sungguh tidak bisa menyembunyikan perasaanya. Ia terlalu ekspresif!

“hyung, sebetulnya kau mau berbicara sesuatu padamu dari beberapa hari yang lalu tentang masalah taemin ini”, jawab siwon sambil mengubah duduknya lebih tegak pertanda ada hal serius yang ia ingin bicarakan.

“waeyo?”, eeteuk mendengarkan lebih seksama. Apa yang dipikirkan dongsaeng nya ini. Selama ini ia memang tidak pernah membicarakan ini pada membernya yang lain dan mereka juga tidak pernah membahas ini. Sekali  lagi, ini persoalan sensitif bagi mereka. Baru siwon yang berani menyampaikan pendapatnya akan hal ini.

“apa sebaiknya kita mengembalikan taemin ke dorm nya sendiri, hyung? Karena…”

“YAK CHOI SIWON!!”

Kata-katanya terpotong karena teriakan nyaring sang cinderella padahal mereka ada di meja yang sama. Tidak bisakah ngomong biasa saja? Hyung nya satu ini benar-benar…

“KAU BERMAKSUD MENGUSIR TAEMIN, HAH? KAU TERGANGGU DENGAN KEHADIRANNYA? APA YANG ANAK IMUT ITU PERBUAT MEMANGNYA? KALAU KAU TERGANGGU, PERGI SAJA DARI SINI DAN TINGGAL DI RUMAH MU YANG SEPERTI ISTANA ITU!!”, bentak heechul sarkastis.

Heechul memang sensitif jika persoalan menyangkut taemin. Selama taemin disini, heechul benar-benar memperlakukan taemin seperti anaknya sendiri. Ia merasa taemin bagai angin segar di tengah member super junior yang aneh *dih ga ngaca sendirinya yang paling aneh*. Mungkin jika bisa, ia benar-benar akan menukar kyuhyun, si evil magnae menyebalkan itu dengan Taemin. SHINee beruntung sekali punya magnae seperti dia dan super junior sial sekali punya magnae seperti kyuhyun, selalu itu yang ia katakan.

Jadi heechul benar-benar menjaga taemin dan cepat sekaali tersinggung kalo ada yang bicara macam-macam tentang anaknya itu.

“tentu saja bukan itu maksudku hyuung”, jawab siwon sabar. Menghadapi cinderella satu ini memang diperlukan kesabaran yang unlimited kalau tidak mau gila.

“yak heechul, dengarkan dulu siwon bicara, kau ini tidak pernah berubah selalu memotong omongan orang lain!”, omel sang leader.

“lanjutkan omonganmu tadi. Aku ingin dengar”, ucap leeteuk pada siwon sambil memberikan tatapan deathglare nya pada heechul jika berani-berani memotong pembicaraan ini lagi.

“begini hyung, entah hanya perasaanku saja/tidak, tapi aku melihat taemin akhir-akhir ini muram. Aku pikir ia hanya sibuk dan lelah dengan semua jadwal sekolah dan comeback nya, tapi sampai waktu itu aku melihat taemin menangis sambil melihat leptop nya, dan ketika ia pergi ke toilet, aku penasaran apa yang barusan ia lihat dan ternyata itu hanya screensaver di leptopnya, dan kau tau apa yang menjadi screensaver nya? Kumpulan foto-foto member SHINee yang lain. Jadi entahlah aku pikir ia pasti kangen namun terlalu malu/takut untuk bilang, atau mungkin ia takut jika kita tersinggung jika ia bilang ia mau pulang, seakan-akan ia tidak betah disini. Aku juga yakin member SHINee yang lain kangen padanya. Siapa yang bisa tidak kangen terhadap anak imut begitu”, ucap siwon mengakhiri penjelasannya.

Leeteuk terdiam, bahkan heechul tidak berkata apa-apa *tumben*. Mereka tidak bisa bohong, ucapan siwon benar. Sepenuhnya benar.

Leeteuk  merasa ia harus mengambil tindakan. Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut terlalu lama. Kalu tidak, kedua pihak akan sama-sama tersakiti semakin dalam.

Beberapa hari berlalu dan taemin semakin murung saja.

Ia sudah tidak nafsu makan.

Hasil masakan ryeowook yang selama ini selalu ia habiskan, sekarang selalu tersisa di piring.

Setiap leeteuk hyung/siapapun pulang malam/dini hari, mereka selalu melihat lampu kamar taemin masih menyala pertanda sang magnae masih belum terlelap karena ia tidak bisa tidur dengan lampu menyala.

Yaa, selama beberapa waktu tinggal di dorm mereka, sedikit banyak mereka mulai hafal kebiasaan taemin.

Sekarang, bukan hanya siwon yang mulai sadar magnae baru mereka berbeda, tapi ryeowook, sungmin, eunhyuk, donghae bahkan heechul pun mulai menyadarinya.

Hingga suatu malam..

I can’t dream

Sleepless nights have got me bad

The only dream I ever had

Is being with you.

I know that we can make it right

It’s gonna take a little time

Let’s not leaveourselves with no way out

Let’s not cross that line.

Toktoktok, pintu kamar taemin diketuk.

Ini sudah jam setengah 1 pagi dan lampu  kamarnya seperti biasa belum dimatikan juga.

“masuklah hyung, tidak dikunci”, ada sahutan dari dalam.

Benar saja, sang empunya kamar belum juga tidur.

Ia sedang duduk di kursi belajarnya.

Taemin menengok ke belakang, ke arah pintu ingin tau siapa yang mengetuk kamarnya jam segini.

“heechul hyung”, sapa taemin sambil tersenyum.

“hai minnie, sedang apa?”, tanya heechul sambil duduk di tempat tidur taemin.

“Ah? Aku sedang belajar hyung. Ujianku semakin dekat. Kau baru pulang?”

“ndee. Bisa kuganggu sebentar minnie?Adayang mau kubicarakan”, ucap heechul serius.

Taemin mengerutkan keningnya.Adaapa dengan heechul hyung, tidak biasa-biasanya dia serius begini?

Taemin mengangguk, dan menutup bukunya. Ia duduk ke arah samping menghadap heechul langsung.

“kalau kau rindu member yang lain di SHINee, sebaiknya kau pulang saja dan jangan terus-terusan membohongi perasaaanmu karena kau akan lelah sendiri”, ucap heechul tegas.

*buset ni orang kaga kenal basa-basi banget*

Hah? Taemin terkejut.

“ma-maksudnya hyung?”

“aku tau yang kau rasakan saat ini karena kau juga pernah mengalaminya. Aku sempat marah pada leader bodoh ku itu dan hyukjae, dan aku keluar dari dorm untuk sementara waktu, seperti kau saat ini. Awal nya memang aku merasa sudah menemukan kebahagiaanku yang baru. Sendirian. Sepi. Dan tidak ada lagi orang-orang usil yang menggangguku dan membuatku marah. Aku bebas melakukan apapun yang kumau. Dunia serasa milikku sendiri, dan aku sangat senang.”, heechul tersenyum membayangkan kejadian waktu itu.

“tapi itu hanya berlangsung sebentar. Mungkin hanya 2 minggu. Aku memang sangat malas mengakuinya, tapi aku tidak bisa berbohong pada diriku sendiri kalau aku merindukan mereka. Aku rindu leeteuk hyung yang bodoh, yesung yang aneh, shindong si beruang madu, hyukjae yang cerewet, donghae si sensitif, kyuhyun yang sangat menyebalkan, sungmin yang innocent sepertimu, ryeowook yang bisa kusuruh memasak kapanpun aku mau, dan siwon yang sibuk ceramah dimanapun ia melihatku. Aku sadar tanpa mereka, hidupku sangat datar. Awalnya aku tidak pulang karena takut mereka masih marah padaku, tapi ternyata, semuanya baik-baik saja. Mereka menerimaku tanpa ada yang berubah seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Memang langkah pertama itu sulit, tapi setelah dijalani yaa biasa saja. Aku yakin member SHINee yang lain juga merindukanmu, dan kau pun merindukan merekakan? Jadi kenapa kalian sama-sama menyiksa diri sendiri? Dan ohya, aku sama sekali tidak bermaksud mengusirmu loh ya. Justru kami semua senang kau disini, tapi kalau makin lama kau disini malah membuatmu semakin sedih, kenapa harus memaksakan diri untuk bertahan?”

Kata-kata itu…

Aku tidak menyangka akan diucapkan oleh seorang heechul hyung.

Dan akhirnya, taemin tersadar.

Bukan keberadaanya disini yang membuatnya tidak nyaman.

Disini sangat sangat sangat nyaman.

Tapi ternyata hatinya yang salah.

Bahwa ia berlebihan.

Bahwa semua orang pasti punya kesalahan, tak terkecuali hyung-hyung nya.

Mereka manusia biasa, yang bisa lelah, bisa marah, bisa kecewa, bahkan bisa menangis.

Tapi, bukankah itu gunanya punya keluarga?

Keluarga menerimamu apa adanya, bahkan sebrengsek apapun kau, sebanyak apapun kesalahanmu.

Keluarga menerima mu, just the way you are! *lagunya bruno mars nih*

Keluarga menyiapkan tangan untuk memelukmu dan mengusap air matamu, bahu untuk tempatmu bersandar.

Yaa, semua itu pernah menjadi bagian dari keluarga Taemin, SHINee.

Tawa, tangis, marah, kecewa.

Hanya saat ini mereka sedang melewati satu fase yang baru lagi untuk belajar, salah paham!

Dan untuk memperbaikinya, hanya ada 1 hal yang bisa dilakukan, MEMAFKAN!

“gomawooo heechul hyuuung. Gomawooo. Jeongmaaall. Aku pergi dulu hyung. Sekali lagi, gomawooo”, taemin berkata sambil berlari keluar.

Hanya ada satu tempat yang dituju.

Satu tempat yang ia rindukan.

RUMAH!

Ia hanya berharap ada orang disana!

Ia pacu larinya lebih cepat.

Orang-orang melihatnya.

Tapi ia tidak perduli.

Ia hanya berharap tidak ada kerumunan fans yang menyergapnya disaat seperti ini!

Sesampainya disana.

Ia pegang handle pintu, ia berhenti untuk mengatur nafas sejenak, “ayo taemin. Kau ingin jadi dewasakan? Belajarlah untuk minta maaf lebih dulu, FIGHTING!!”, batinnya berteriak memberi semangat.

Cklek.

Pintu dibuka.

Untung ia membawa kunci cadangan di sakunya.

Terdengar suara tv di ruang tengah.

Ia masuk kesana.

Ketika sampai,

Ternyata dia.

“annyeong, key hyung”, sapa taemin lirih.

Aahh, kenapa harus key? ia merutuk dalam hati. Keberaniannya yang tadi ciut. Ia lebih berani jika dihadapannya onew atau jonghyun hyung! Tapi key? entahlah, ia hanya merasa paling bersalah dengan Umma nya ini.

“minnie? Demi tuhan kau datang? Ini benar kau? Benar taeminkukan? Aku tidak bermimpi?”, sahut key histeris. Ia langsung bangkit dari duduknya, memegang pipi dan kedua lengan taemin. Ia sentuh setiap inchi tubuh nya memastikan bahwa yang ada di hadapannya bukan bayangan/halusinasinya seperti biasa.

Taemin menatapnya. Pandangannya mulai buram! Ia menangis lagi, padahal ia sudah berjanji ia tidak akan menangis!! Tapi jika key seperti ini, Umma nya, sahabatnya, apa ia bisa tahan? Taemin tidak menyangka key akan sesedih ini.

Pandangannya kosong. Lingkaran hitam mulai terbentuk di bawah kedua matanya. Kulitnya pucat, tidak secerah biasanya.

Ya tuhan, key hyuuung, maaaaaffffff.

“Ummaa”

Key membeku.

Apa? Apa yang tadi ia dengar?

Setelah otaknya yang bermasalah akhir-akhir, sekarang pendengarannya juga bermasalah.

Taemin memanggilnya, U-umma?

“kau barusan bilang apa minnie?”, tanya key. tangannya masih menangkupkan kedua pipi taemin. Ia tidak mau melepaskannya. Ia takut ketika ia melepaskannya, minnie nya hilang dan ternyata itu hanyalah halusinasinya saja.

Ia tidak mau itu terjadi. Ia tidak mau jadi gila!

“Umma, aku minta maaf. Jeongmal jweisonghamnida, Umma. Minnie sayang Umma. Maaf selama ini minnie bodoh!”

Ya tuhaaan, air mata key tidak bisa dibendung lagi.

Tuhaaann, entah bagaimana aku harus mengucap syukur padamu.

Ia segera memeluk minnie erat!!

Anaknya pulang. Anaknya kembali! Minnie sudah memaafkannya.

Entah kata apa yang sanggup mencerminkan perasaan key saat itu.

Ia mau menukar segalanya hanya untuk memastikan kalau ia sedang tidak bermimpi.

Batu berton-ton yang menghimpit key selama ini, hilang begitu saja tanpa sisa.

Ia tidak pernah merasa sebahagia ini dalam hidupnya.

TIDAK PERNAH!!

Tidak ketika ia pertama kali debut dan naik panggung, tidak saat pembuatan album pertama mereka, tidak ketika mendapat penghargaan pertama kali, tidak ketika ia berhasil membuka galeri seninya, bahkan tidak ketika Onew ternyata juga mencintainya!! Tidak ada yang sanggup menyamai kebahagiaan yang dirasakan key saat ini, detik ini, ketika anak tersayang nya berada dalam pelukannya!

“Kami pulaang. Yeobo, kau dirumah? Ada Jonghyun datang. Ia mau mengambil partitur lagu nya yang tertinggal”, terdengar suara Onew dari ruang tamu.

Ketiga namja tampan SHINee hadir, dan..

Mereka terpaku melihat pemandangan di ruang tengah.

Plastik belanja yang dibawa minho jatuh.

Pemandangan ini?

Kapan terakhir kali mereka melihatnya.

Key tersenyum sambil berurai air mata, dan taemin di pelukannya?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Key melepas pelukan taemin.

Ia membalik tubuh taemin hingga menghadap ketiga hyung nya.

Taemin menunduk.

Lirih ia berkata sambil tetap menunduk, “hyung, minnie minta maaf selama ini terlalu jahat pada kalian. Aku tidak tau bagaimana cara menebusnya, terserah kalian apakan aku, aku pasrah karena memang aku yang salah. Jeongmal jweisonghamnida hyung. Minnie…”

Kata-katanya terputus.

Ia tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi karena tubuh kecilnya telah dipeluk oleh 3 namja kekar yang tadi terpaku didepannya.

Ia bahagia.

Benar kata heechul hyung, segalanya akan baik-bik saja!!

Sang leader menangis.

Ia hanya bisa berkata lirih, terima kasih Tuhan.

Matahari kami kembali!!

akhirnya mereka bisa melihat seperti apa indahnya pagi!!

Onew memang belum melakukan apa-apa.

Tapi kebaikan hatinya, kesabarannya menanggung semua beban itu sendiri, ketulusan hatinya untuk melindungi semua adik-adiknya, sepertinya telah mengetuk hati Tuhan untuk mengembalikan matahari mereka dengan jalan yang lain, orang lain!!

Seorang Kim Heechul!!

Key semakin menangis hebat melihat pemandangan di depannya.

Dan ketika ke empat namja itu selesai berpelukan, minho merasa inilah saatnya.

Didepan hyung-hyung nya,

“minnie, maukah kau untuk kembali menjadi malaikat ku?”

Taemin tersenyum.

Ia berkata, “Umma tolong siapkan kamarku yaa. Besok aku mau pulang. Kau juga pulangkanjonghyun hyung?”

Jonghyun mengangguk cepat.

“minnie, jawab pertanyaanku!!”

“apa sih hyung, memangnya kau bertanya apa? Sudah yaaa, aku mau pulang dulu hyuuung. Sampai jumpa besok. Umma, saranghae!!”, cium taemin singkat di pipi mulus sang Umma yang sekarang sudah cerah bersinar.

“Taemiin, tungguuuu”

“annyeong, hyuuuung”

Dan jawabannya,

“aku tidak bisa, hyuung! maaf”, sahut taemin sambil tersenyum dan ia segera berlari keluar.

I don’t wanna fight no more

I forgot what we were fighting for

And this lonelyness that’s in my heart

Won’t let me be apart from you.

Epilog :

Di sebuah pusat perbelanjaan termahal diSeoul,

Onkey ‘ninja’ Couple..

“yak yak, yeoboo, sudahlaaahhh kau sudah belanja banyak sekaliiiii”

“apa siiih dubuuuuu?? Kenapa kau ini cerewet  sekali. Sudahlah jangan menggangguku, aku sedang senaaang”

“yeoboo, tapi kau membeli bahan makanan terlalu banyaak. Itu seperti persediaan sebulan padahal belum lama ini kaukansudah belanja bulanan”

“diam sii dubuu. Itu untuk makan malam kita. Waaahh, baguuuss sekaliii tas nyaaa. Dubuuu aku mau yang iniii”

“yak! Sebuah tas harganya Rp 5 juta? Yeobo, ini terlalu mahaaaal ><”

“yeobooo, belanja nya dikurangi yaaa, masa bahan makan malam yang kau beli kaya persediaan sebulan? Kita cuma berlima yeobooo. Bahan makanan yang kau beli untuk makan seluruh SM Town juga pasti masih sisa, apalagi kalo cuma untuk kita”

“shut up, dubu!! Kau tidak lihat minnie ku itu kurus? Aku tidak mau di cap Umma yang tidak becus mengurus anak! Namamu juga bisa jelek, dubu! Sudahlah percaya saja padaku. Urusanmukantinggal bayar saja. Waaahhh, demi tuhan bajunya baguuus, ini juga bagus. Sepatuuu, dubuuu. Kaluuung?? Waaaahhhh. Dubu aku mauuuuuu”

“yak! Yeobo, demi tuhan ini semua mahal sekaliiii. Ini belanjaanmu kenapa aku yang bayaar??”

TEP.

Langkah key terhenti.

Mata kucing nya menatap tajam.

“aku sedang dalam masalah”, batin Onew

“Buy all of these item or you can’t touch me for a month!!!”

Glek.

Kau lupa he’s almighty, Onew??

Dibelakang Onkey ‘ninja’ Couple.

Taemin danMinho..

“yak minnie, ini sudah 2 hari kenapa jawaban mu masih menggantung juga?”

“waah, hyuuuung lihaaattt, boneka keroro nya besaaarrr. Woaahh, hampir setengah tinggimu hyuuung. Woaaahh, hyuuung belikaaaannn”

“iya nanti aku belikan, tapi jawab dulu minnie mau/tidak?”

“wah wah, lihat hyuuung, sepatu  kets gambar kerorooo. woaahhh”

“minnieee, jangan membuatku gilaaa!!”

“hyuuung, baju itu sepertinya cocok untuk mu, hyung”

“minnie jangan membuatku kehilangan kesabaran!!”

“hyung…”

TEP.

Kedua lengan taemin dipegang dan badannya minho hadapkan padanya. Mata minho mengunci mata taemin.

“jangan mengalihkan pembicaraan aku tidak suka minnie”

Tuhaan, jangan tatapan itu lagii. Aku tidak kuaaattt. Tolong aku Tuhaaan.

Dan tiba-tiba

“YAK!! PERVERT KERORO LEPASKAN TANGANMU DARI ANAKKU SEKARANG JUGA ATAU KAU KUJADIKIN KERORO BAKAR BEGITU SAMPAI DIRUMAH!!! MINNIE, KESINI SEKARANG!!”, teriak sang Umma histeris begitu lihat anaknya dipegang kodok jelek itu!!

Chuu~

Taemin mencium singkat pipi minho sekilas,

“kita jadi kaka adik saja yaa hyung. Aku sepertinya mulai menyukai Sungmin hyung. 2min couple, Sungmin dan Taemin. eheheehe”

“aku mulai sadar sungmin hyung sekarang manly sekali semenjak bonamana. Tidak seperti di MV haengbok atau miracle yang masih imut-imut sepertiku. Jadi aku sukaaa”

WHAT??

”SUNGMIN SUDAH PUNYA KYUHYUUUUN!!!”

“Kata siapaaa? Kau tidak tau kalau kyuhyun hyung sudah jadian dengan seohyun noona? SeoKyu itu nyata hyuung. 2 hyun couple *jelek banget namanya*. Sungmin hyung itu single. And you know? Sepertinya Sungmin hyung juga menyukaiku, dari tatapannya saat menjemputku di rumah sakit waktu itu, berbeda! Bahkan eunhyuk hyung saja bilang begitu padaku. Eheheehe.”

Minhomembeku!!!

ANDWEEEEEEEEE!!!!!

END!!!!!

GaJe??

Ga suka sama SeoKyu apalagi new 2min couple?

BODO!!!

Ahahahaaha.

Kan saya yang nulis. Yaa jadi suka-suka saya.

Saya membentuk 2min couple yang baruuuuuu.

LOLOLOLOL!!!

Makacii buat yang ngasih ide new 2min couple ini.

Udah ah, ini beneran ending ding ding ding!!!!

GAADASEKUEL LAGI!!!!!!!

CAPPPEEEE!!!!

:p

SAYA MAU HIATUS SEBULAN!!

JADI, MAKACIIII SUPPORT NYA SELAMA INI..

*poppo*

50 thoughts on “[epilog NBTSA] I DON’T WANNA FIGHT NO MORE!!!

  1. DAEBAK.Aq NANGIS BACANYA.
    nyentuh bngt,jadi inget KALAU oppadeul lagi seneng2 ber.5
    emang Keluarga tempat kita pulang..
    HEBat..

  2. ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!
    POKOKNYA TAEMIN CUMA MILIK MINHO BUKAN SUNGMIN!!! AWAS LU THOR, LU KIKIN FF KAYAK GINI LAGI,… HIKS, TAEMINHO IS NUMBER ONE

  3. Ishhhh seharusnya hyungdeulnya juga minta maaf ma tetem, kan mreka duluan yang salah, bagus deh 2min ga jadian lagi efek masih kesel sama minho

  4. Hahahahaha…..

    Ngakak banget lah….
    Ujungnya kirain happy endingnya romance ternyata humor….
    Haahahahaha…

    Chuaaaaaaaa……

  5. andweaaaa .. kenapaa bukan minhooo .. kenapaa musti sungminn .. andweaa .. 2 min tetap minho and teamin ..❤ bukan sungmin and teamin (T_T) sedihh tpii bagusss …

  6. saiah terharu, huhuhu hiks~ akhirx mereka benar2 kembali bersama lgi. walau 2min say goodbye. tp OnKey ttp JAYA.hhe~

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s