[onkey] FLY ME TO THE MOON


HOY! SAYA DATANG.. PADAHAL BESOK MAU SIPENSIMARU.. HAHAHAYA SUDAH,, YANG BACA TOLONG COMMENTNYA YAH..

HAPPY READING

Title                       : FLY ME TO THE MOON

Author                  : keysha

Cast                       : Onew, key, ONKEY FOCUSED

Genre                   : fantasy, mistery

Length                  : One shoot

Ting..ting..

Begitu lembut dan indah mengalun

Sebuah simphony yang menyejukkan

Membuat sesuatu di sana terhanyut

Tergoda untuk terpaku

Melebarkan cuping telinganya lebar-lebar

Indah..

Indah..

Hanya kata itu yang bisa ia gumamkan untuk sesuatu yang tengah mengalun sekarang..

Sorot mata yang sepertinya tak berkedip sedari tadi, lekat untuk terpukau pada jemari lihai yang asik bermain di atas tuts-tuts grand piano hitam di tengah ruangan itu. Wajah tampan yang tampak sangat menghayati dengan mata  sabit terpejam, membiarkan jemarinya itu membawanya kedalam dunianya. Dunianya dimana ia bisa lari dari realita. Tampak tampan walau hanya di balut kaos abu dan jaket hijau lumut. Menganggukan kepalanya pelan mengikuti ketukan yang perlahan semakin cepat, membuatnya betah berlama-lama seperti ini. Hahh.. indah..indah..

Tep..

Dan akhirnya ia sadar kalau ia tak seharusnya di sini, menghela nafas panjang setelah nada terakhir berbunyi dengan tinggi. Selesai. Hari ini selesai dan…

Ting..ting..

Fly me to the moon and let me play among the stars..

Let me see what spring is like on Jupiter and mars

In other words..hold my hand

In other words..baby kiss me..

Ya! Lagu itu lagi. Lagu yang akan selalu di mainkan sang pianis muda ini di akhir latihannya. Kenapa? Kenapa harus selalu lagu ini? Kali ini ikut bernyanyi membuat suara lembutnya sangat serasi mengalun dengan dentingan tuts hitam-putih. Ck, selalu bisa membuat sang pengamat itu betah berlama-lama menyaksikan permainannya yang begitu memukau. Membiarkan angin menyapa helai-helai rambut legam yang begitu lembut, membiarkan sepasang sayap hitam kokoh yang terpancang di belakang punggungnya terbuka begitu lebar. Toh tidak akan ada yang melihatnya, ia INVISIBLE .

In other words.. please be true..

In other words.. I love you..

Dan inilah saatnya, saat sepasang sayap hitam itu mulai mengepak lemah namun berangsur kuat, membuat dedaunan kering di sekitar beterbangan terhempas ke sekeliling. Sorot mata kucing yang tajam masih menatap lekat namja tampan itu, mulai menekan tanah seperti akan melompat, membiarkan kedua sayapnya membawanya pergi dari sana.

==================================================================================

Tangannya sibuk mengaduk mocca yang tersaji tepat di depannya, berjali-kali menghembuskan nafas lelah seraya menatap kosong pusaran mocca yang perlahan mulai berbusa. Melamunkah? Tampaknya seperti itu ketika sebuah suara memanggilnya dari jauh tak kunjung ia respon. Membuat si pemanggil mendengus dan akhirnya memilih untuk menepuk bahu lebarnya.

“Onew hyung..” suara yang begitu imut, sesuai seperti pemiliknya, cantik dengan rambut yang baru di cat merah gelap. Name tagnya terpasang rapih di saku bertuliskan ‘LEE TAEMIN’. Namja yang di panggil onew itu menoleh, tersenyum tipis dan mempersilahkan sang adik untuk duduk di sampingnya.

“Kenapa melamun? Hmm?” menaikkan sebelah alis, meminta jawaban atas protesnya yang tidak digubris.

“Ani.. mianhae.. hehe.. aku hanya sedang banyak pikiran..” terkekeh, menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.

“Memikirkan konsermu? Hehe.. aku pasti akan datang minggu depan!” nyaris memekik saat mendapat tatapan yang cukup tajam dari kakaknya. Ck, kebiasaan..terlalu bersemangat.

“Ne.. kau harus datang. Kau kan adikku.. pokoknya harus..” mengangkat cangkir mocca-nya dan menempelkan bibir tebal itu pada pinggiran cangkir. Taemin hanya tertawa kecil, emngetukkan jemari lentiknya di atas permukaan meja menunggu sang kakak menyelesaikan minumnya. Hah.. begitu tampan dan terlihat….EXCLUSIF! tentu saja, walau hanya mengenakan jas semi formal putih dan blue jeans. Aura bangsawan mereka selalu terpancar dengan anggun, ck..ningrat.

“Tentu saja aku akan datang.. ckckc, kakakku ini memang hebat. Tampan, berbakat.. huwaaa.. pokoknya aku padamu hyung! Hehe” memeluk leher onew erat, nyaris membuat namja tampan itu tersedak dengan mocca yang masih berada di tengah-tengah tenggorokan.

“yah! Kau.. sudah kubilang berapa kali untuk tidak memeluk leherku. Bagaimana kalau aku mati tersedak? Kau mau tanggung jawab eoh? Mau kehilangan hyung-mu yang tampan ini?!” menyisir poni hitamnya dengan gaya yang anggun. Ckck,, terlalu percaya dirikah. Eum.. bukan masalah, toh pada kenyataannya memang dia tampan. Siapa yang tak kenal dengan pasangan kakak beradik Lee ini? Sang kakak yang pianis muda berbakat, dan si adik yang dancer terkenal dalam kalangan anak-anak remaja Seoul. Anak dari konglomerat terkaya di korea selatan, membuat mereka begitu eksis dalam masyarakat.

“Kalau hyung mati tersedak aku kan masih punya keroro yang jauuhhh..lebih tampan dari hyung.. haha..” menyengir begitu lebar.. imut! Imut!

“Kau.. cih, aku lebih tampan di banding keroro-mu itu!” tak terima begoitu saja di rendahkan oleh sang adik. Mengerutkan alis tebalnya tampan.

“Ani..ani..keroro-ku lebih tampan di banding hyung.. keroro itu sangat..sangat..sangat..sangat..tampaannn….hehehe” bertepuk tangan kecil dengan riang. Ck, manja, dan masih kekanakan. Sangat berbeda dengan hyung-nya yang begitu dewasa.

“Kalau begitu keroro-mu tidak boleh datang ke konserku minggu depan..”

DEG

Berhasil untuk membuat kedua mata taemin membulat, menatap kaget pada onew yang kembali meneguk mocca-nya.

“Haa? Keroro-ku tidak boleh datang? Huks.. ye..ye.. kalau begitu hyung-ku lebih tampan dari keroro..huks..”

“Good boy.. haha..” menepuk-nepuk rambut merah taemin, merangkul bahu sempit itu erat-erat. Ck, sangat sayang dengan adiknya. Jelas sayang, hanya taemin-lah satu-satunya anggota keluarga yang ia punya. Orang tua-nya sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat tahun lalu, membuat kaka-beradik Lee ini sangat berduka kala itu. Di tambah sanak family yang begitu serakah membuat mereka harus benar waspada menjaga harta yang mereka punya.

“hehe.. eh? Ini sudah jam setengah delapan, kenapa hyung tidak latihan?” melirik jam tangan kuning cerah yan melingkar pada pergelangan tangan kurusnya. Onew tersenyum tipis, memainkan jemarinya pada pinggiran cangkir.

“Ne.. kalau begitu aku pergi latihan dulu.. kau cepat pulang. Ini sudah malam, atau mau ku panggilkan minho untuk mengantarmu pulang?” tawar onew seraya merogoh gadget putih tipis dari dalam saku jas. Taemin menggeleng pelan, menyunggingkan senyum yang begitu manis tanda menolak tawaran onew.

“Ani hyung.. gomawo, aku kan sudah besar, sebentar lagi lulus SMA. Masa masih di antar pulang? Nanti aku pulang sendiri saja. Hyung pergi saja latihan, tak perlu mengkhawatirkanku, aku mau makan dulu di sini,, hehe..” mendorong pelan bahu lebar onew, membuat namja tampan itu tersenyum. Maju selangkah untuk mengecup lembut kening sang adik dan melambai pelan.

“Hati-hati hyung.. jangan pulang terlalu malam..” berujar mengantar hyung-nya yang sudah berbalik dan akhirnya menghilang keluar café.

==================================================================================

Ting..ting..ting

Seperti angin sepoi yang menyapu gendang telinga..

Sangat sangat menenangkan hati..

Akankah mati itu tercegah oleh alunan merdu ini?

Ketika takdir terhalang oleh denting-denting surga yang tengah bermain indah..

Seperti biasa, saat sorot mata kucing itu terus mengarah pada satu objek. Namja tampan yang asik bermain dengan mainan besarnya. Grand piano hitam yang selalu menemani malam-malam yang kelam dan dingin. Membiarkan instrument lagu Ring ding dong yang di mainkan sedemikian rupa terdengar begitu menyentuh. Membuat sosok cantik dengan aura kelam itu selalu berdebar. Jatuh cintakah? Jatuh cinta pada permainannya yang sangat apik. Ck, indah..indah..

Membuat sosok cantik ini selalu begelut dengan batinnya. Membuatnya ragu..ragu untuk mempertemukan sang namja tampan dengan takdirnya. Akhir dari semua kehidupan. Melangkah mendekat pada sang pemain tanpa ragu, tentu saja karena ia tidak kelihatan. Berdiri tepat di samping namja tampan yang ternyata adalah onew, memandang lekat wajah tampan itu dari dekat. Kyeopta! Neomu neomu kyeopta! Tetap berdiri di sana walau sekarang permainan piano onew mulai sedikit ebranktakan. Entahlah.. mungkin pengaruh kehadirannya yang terasa tepat di tengkuk namja itu.

DREENG

Dan akhirnya berhenti tepat di tengah-tengah lagu, mengelus bulu kuduknya yang meremag karena kehadiran sang sosok cantik.

“Huufftt…” seolah nafasnya tercekat, merasakan aura kelam semakin mengelilinginya.  Sosok cantik itu tersenyum sinis, mengelus tengkuk onew dengan lembut.

DEG..DEG..DEG..

Jantung onew berpacu, membuat mata sabit itu membelalak ketika dingin menyentuh tengkuknya. Nugu? Mengelus tengkuknya lagi. Hantu kah? Molla.. menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk focus kembali pada latihannya yang sempat tertunda.

“Fuuhh..” sosok cantik itu meniup pelan tengkuk onew, lagi-lagi reflex mengangkat wajha onew pelan.

“Aigoo.. apa tempat ini berhantu? Aish.. molla.. ck, hantu itu tidak ada onew.. lanjutkan saja permainanmu.” Bergumam pelan pada dirinya sendiri, mengusir ketakutan yang semakin memenuhi dirinya. Sosok cantik itu tertawa pelan, mendekatkan wajah pada telinga onew dan berbisik lirih.

“Ya..teruskan saja latihanmu onew..”

DEG..DEG..DEG..

Sedikit ragu saat menempatkan jemari besar itu di atas tuts hitam-putih, mulai menekannya pelan memainkan kembali instrument Ring ding dong dari awal. Hah..kenapa rasanya begitu..tegang?

Sosok cantik itu hanya tersenyum sinis, melipat kedua tangan di depan dada kembali menyimak apa yang di lakukan sang namja tampan. Namja tampan yang menjadi targetnya dua minggu belakangan ini.

Ting..ting..

Mati..

Mati..

Apakah denting-denting ini akan menghalagi sebuah maut?

Keindahan yang enggan untuk selesai begitu saja..

Sosok cantik itu memejamkan mata kucingnya erat-erat, ikut menghayati lagu yang masih mengalun lembut namun beritme cepat. Ikut menyeruak masuk ked alam imaji terdalam. Apa nanti aka nada yang seperti ini lagi? Saat sosok cantik itu menikmati symphony yang begitu indah?

Ting..ting..ting..

Fly me to the moon and let me play among the stars

Let me see what spring is like on Jupiter and mars

in other words..hold my hand

In other words.. baby kiss me..

Fill my heart with song and let me sing for ever more

You are all I want for all I worship and adore

in other words please be true,,

in other words.. I love you..

Selesai.. itu permainan terakhirnya ketika nada terakhir berhenti berbunyi. Menghela nafas sebelum menutup tuts tuts itu dengan penutup yang mengkilap. Ya.. selesai lagi untuk hari ini.

Dan seperti biasa, ketika sosok cantik itu mengembang sayap hitamnya yang kokoh ke samping, berjalan menuju jendela dan menjatuhkan diri kemudian terbang menghilang.

==================================================================================

Onew menyandarkan dirinya pada grand piano hitam yang biasa ia mainkan tiap malam. Mengamati tiap sudut ruangan itu dengan seksama. Entahlah.. hanya ingin menatap dan merekam semuanya di dalam sana. Mengelus permukaan pianonya dengan lembut, memperlakukannya seolah-olah itu adalah kekasihnya. Ck..pianis yang berbakti.

Cklek..

“Hyung? Kenapa disini?” aku mencarimu dari tadi pagi..” taemin melangkah masuk, menghampiri onew yang masih asik mengelus permukaan pianonya.

“Tumben sekali ada disini? Bukannya yung kesini kalau malam saja?” duduk tepat di depan onew, mengamati lekuk-lekuk wajah sempurna sang hyung. Onew hanya diam, menarik ujung-ujung bibir tipisnya ke samping membentuk seulas senyum simpul. Seperti enggan untuk berbicara hari ini. Taemin menghela nafas, mencoba menghiraukan hyung-nya yang memang terlalu kalem bahkan cenderung pendiam. Membuka penutup tuts piano, memainkan jemari lentiknya di atas sana dengan asal.

Ting..Ting..

Hahh.. masih awam ketika nada-nada itu terdengar tidak pas dan tak meruam dengan benar. Onew terkekeh, meyuruh taemin menggeser duduknya agar ia bisa mengajari sang adik.

“Bukan begitu..tapi begini..” menyingkirkan tangan taemin dari atas sana dan menggantinya dengan jemarinya sendiri..

Ting..ting..

Lagi..instrumen fly me to the moon yang selalu ia mainkan tiap kali ia selesai latihan. Taemin tersenyum senang saat suara merdu onew ikut mengalun seiring permainan pianonya.

Prok..prok..

“Waa.. hyung hebat!” memekik senang setelah onew selesai bernyanyi. Onew tertawa kecil, merangkul pundak sempit itu agar erat padanya. Memeluknya dengan penuh sayang. Ck, sebersit pikiran melintas di kepalanya. ‘Bagaimana kalau nanti ia mati? Apakah taemin akan bisa tersenyum seperti ini lagi?’

“Ini..” mengmabil sesuatu dari atas grand piano, sebuah buku partitut yang penuh dengan garis paranada serta not-notnya. Tercantum jelas di sana. Taemin tersenyum senang setelah membuka halaman pertama yang diisi dengan lagu fly me to the moon. Ck, lagu favoritnya..

“Belajarlah memainkan ini.. jaga piano ini dengan baik ara?” memainkan jemarinya di wajah cantik taemin. Taemin mengerutkan alis bingung.

“Kenapa aku? Kenapa bukan hyung? Aku tidak bisa memainkannya..” elak taemin pelan. Onew terkekeh, mencibut gemas pip kurus taemin dan tersenyum. Aigoo.. tampan!

“Ani.. hanya ingin berkata seperti itu..” menggumam pelan, menutup kembali penutup tutsnya dan beranjak bangkit di ikuti taemin.

“Hyung.. aku sayang hyung..” menggelayut manja pada lengan kekar onew., membuat tangan besar namja tampan itu menempuk dan mengusak rambut merah taemin.

“Ne..nado.. gomawo..” Cklek.

Menutup pintu ruang latihan dan berlalu pergi.

SRETT…TEP..

Angin mulai berpusar pelan seiring dengan sebuah kaki kurus yang menapaki lantai ruang latihan. Lagi.. saat aura kelam itu mulai memenuhi semuanya.

“Bersiaplah onew..” menarik ujung bibr tipis kanannya.

==================================================================================

Sosok cantik itu sudah menunggu, terduduk di pinggiran jendela. Menatap tajam pada onew yang baru saja memasuki ruang latihan, wajah tampannya tampak sendu dan pucat. Ya..sudah waktunya..

Menduduki tempatnya seperti biasa dan mulai menempatkan jemari lihai itu di atas tuts-tuts hitam putih. Kenapa rasanbya begitu berbeda, ketika kaki-kaki kurus pnajng milik si cantik itu saling bertumpuk santai untuk menonton pertunjukan terakhir yang bisa ia dapat. Yeah..terakhir..

Ting..ting..ting..

Fly me to the moon and let me play am,ong the stars..

let me see what spring is like on Jupiter and mars..

kenapa langsung lagu itu? Kenapa langsung pada lagu penutup? Tersenyum sinis pada onew yang menghentikan permainannya, memutar badan berhadapan dengan sosok cantik itu. Bisa melihatnya kah? Sosok cantik itu menurunkan kakinya, tersenyum simpul pada onew, cantik! Cantik! Dengan balutan setelan hitam-hitam yang membuat dirinya semakin penuh aura kelam dan misteri. Onew masih diam, diam menunggu gerak selanjutnya dari si cantik. Sosok itu berdiri menghampiri onew, setengah berjongkok dan mendekatkan wajahnya pada wajah onew.

“Anneyong onew..” berbsisik tepat di depannya, ck..

DEG..DEG..DEG..

Kembali berpacu lebih cepat..lebih cepat sekana jantungnya akan meledak saat itu juga. Saat menatap lurus kedalam mata kucing yang terlihat menakutkan.

“ne..” memberanikan diri walau dengan suara yang tercekat.

“Oh..sudah bisa melihatku.. umm..” kembali tersenyum, ani..bukan tersenyum.. tapi menyeringai. Membuat namja tampan itu terpaku di posisinya yang duduk tegap.

“Nuguya?” Tanya onew, masih mengamati awas pada sosok cantik yang berjalan mondar mandir di depannya kemudian berhenti.

“Apa kau percaya kalau aku bilang aku adalah malaikat?” tersenyum meremehkan. Onew menelan ludahnya sendiri. Apa ini yang namanya malaikat? Kenapa begitu…menakutkan?

“Molla.. di mana sayapmu?” cih.. pertanyaan konyol, di sambut kekehan sinis dari si sosok cantik.

ZRAATT!!

Mengepak sayap hitamnya melebar, membuat kedua mata sabit itu membulat sempurna.

“Apa sudah bisa percaya kalau aku malaikat?”

DEG..DEG..DEG…

Semakin kaku ketika sayap-sayap hitam kokoh si cantik mengembang sempurna. Membuat bebrapa helai bulu hitamnya yang seperti bulu gagak terjatuh beberapa ke lantai. Onew mengangguk pelan, yeah..mungkin sudah saatnya dan memang sudah saatnya.

“Jadi.. satu pertanyaanku sebelum aku menjalankan tugasku..” mulai berbicara dengan seringainya yang penuh misteri. Onew kembali menelan ludahnya, diam tak bersuara membiarkan sosok cantik itu terus berbicara.

“Kenapa selalu meminkan lagu yang sama untuk penutup latihanmu?” yeah… pertanyaan bagus malaikat! Onew tertawa kecil. Apa yang lucu?

“Fly me to the moon.. itu lagu favorit ibuku.. aku memainkannya karena aku rindu pada ibuku..” tersenyum lebar seperti tak ada lagi ketakutan macam beberapa detik yang lalu.

“Oh.. kalau begitu.. apa kau siap?” menjulurkan tangan kurusnya pada dada onew.

SRET!!!

Ting..ting..

Dan terbukti kalau denting-denting itu tak akan menghalangi mati,,,

Karena mati adalah sebuah takdir..

meskipun ada symphony yang menghalanginya..

=================================================================================

Fly me to the moon and let me play among the stars

Let me see what spring is like on Jupiter and mars

in other words.. hold my hand..

in other words baby kiss me..

Fill my heart with song and let me sing for ever more

You are all ia want for all I worship and adore

in other words please be true

in ither words I love you..

Cklek..

“Hyung!” memekik saat pintu itu terbuka, mata yang sempat berbinar itu kembali meredup, si susul dengan rangkulan pada bahu sempitnya.

“Dia sudah tidak ada taemin..” suara berat yang selalu menenangkan jiwanya.

“Ya.. ia sudah tidak ada.. onew hyung..” sedikit meratap, menatap sendu pada grand piano yang tetap pada tempatnya, lalu? Lalu? Yang tadi itu siapa?

TBC/END

TBC ATAU END??

MYSTERY MYSTERY

Molla Molla ajig naneun Molla

Gibon Gibon saranggongshig

Saramdeure ibyeolgongshig

NANANANA…

HAHAHAH *nyanyi bareng f(x)

60 thoughts on “[onkey] FLY ME TO THE MOON

  1. Eh… ? O,o
    ini ngggantuuuung
    aaarggghh itu itu ahh, ._.
    aduh ini bagus.. Tapi
    mau sekueleeellll😀
    onkey bersatuuu dong *heh ? #ini gak nyambung

  2. hahahaha ini apa sih thor?
    si key jd lucifer atw malaikat pencabut nyawa?
    si onew mati atw diculik
    hahahhaa
    gantung ini thor..

    bikin mati penasaran ahhaa

  3. bisa bisa nya onew, nanya ke key “dimana sayapmu”
    kalo gue sih didatengin malaikat gitu bakalan langsung pingsan ga sempet tanya tanya hahahaha

  4. Huweh O_O
    Em ,rada gak ngerti jalan ceritanya sih ,tapi itu si Onyu mati udah dari kapan? Kok kesannya Taemin ngeliat hantunya Onyu? O_O
    Kalo saran saya sih bagusnya di END aja ,soalnya kalo TBC ntar nyeritain apa? Tumin? Apa kehidupan Onyu dialam lain yang tenang bersama Key? O_O
    Sebenernya bagus kalo ditambah dialog antara Key sama Onew diakhir cerita ,misalnya Key minta dinyanyiin Fly Me To The Moon sama Onyu ,wehehe😄

  5. hadehh key,, knp tega bgt.. ga add romance’a.. kirain key bakal jatuh cinta sama onew eh malah tetep ajj …

  6. Akhirnya gantung yaaa..
    Bener sihh onew metong, trus key cuma jadi pencabut nyawa gitu?? Trus metongnya gimana,? Maksud paragraf akhir itu apa ooo?? Bingung. Ada sequel gak yaa??

  7. Ah mwoya?
    Onew wafat(?),tpi nyatu kand sama key??
    Ih nyesek deh..
    Apalagi taemin yg liat hyungx trbujur kaku,pasti nyesek bgd..😥

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s