[2min] Im sick of this part 3 of ?


Foreword:

Kenapa gue nggak mood yah nerusin FF ini, ck … mian yah kalo gue males”an,lagi gak mood banget nulis FF nih.
Mau ge apus, tapi pasti banyak yang protes deh…*sigh*
Oke thnx yah udah pada komen, yang belum komen, up2u lah, capek saya ngarepinnya,LOL

Oke.no bashing, gak suka cabut aja*moodburuk*
BTW, gue mau UAS, jadi mungkin 2 minggu ini jarang update, kalo update juga kesimpen di draft, tugas gue banyak banget, eneg gue jadinya!!

by : Sanniiew^^

.

.

Disana, mereka duduk bersama, di bawah lampu taman yang menyinari, sebelumnya, dan sebelum malam itu, tempat itu merupakan tempat yang paling mereka sukai.

namun sekarang…

“Mau apa kau ikut ke dorm suju hyung?” tanya Taemin dingin.

“Aku minta penjelasan.”,jawab Minho tegas.

“Ck. apa lagi? “

“Apa… apa tidak bisa kita mencoba sekali lagi?”

Taemin melihat ke mata Minho, ia seakan jijik dengan pertanyaan itu.

“Kalau aku punya alat hitung kesalahan, alat hitung pertengkaran yang kita alami, alat hitung kita selesaikan masalah dengan sex, mungkin alat itu rusak dan tidak berfungsi.”, cecar Taemin.

Minho tidak percaya, semua itu keluar dari mulut Taemin, seorang Lee Taemin, malaikat baginya.

“Minho, kau tahu … kenapa aku tidak mau kita kembali lagi?”

“….”

“Karena kau dan aku sama-sama lelah kan? lelah terus bertengkar, lelah terus menerus mengulang kesalahan yang sama, Minho..sadarlah, aku bukan Taemin yang dulu … kalau kau mau aku kembali, aku rasa kau buang waktu mu saja… “

Minho terdiam, ia mengepalkan tangannya erat, ia menarik nafas dalam dan menatap mata Taemin lurus, “Katakan … aku mencintaiku?”, Taemin terdiam, ia memalingkan wajahnya,
“Katakan kau tidak mencintaiku … katakan perasaanmu yang mendingin…dan tatap aku..”

Taemin terdiam,kemudian ia berbalik dan menatap lurus mata Minho.
“Terima kasih untuk 3 tahun ini, aku senang mengenalmu Minho hyung… tapi… benar, perasaanku mendingin…”, Taemin berdiri hendak pergi.

“Katakan kau tidak mencintaiku lagi…”

“…”

“Katakan…”

“……..”

“Kau tidak bisa mengatakannya Lee Taemin?”

“…”

“Kat-“

“Aku TI-DAK mencintaimu LA-GI” Taemin berbalik dan berkata tegas menatap Minho, Minho terkejut, terkejut karena tidak melihat ekspresi apapun dari mata Taemin, kali ini ia takjub, ia tidak bisa melihat ada rasa ragu di mata Taemin ketika ia mengatakan itu, benarkah ini berakhir? sampai disini?

“Aku tidak mencintaimu …lagi…bye Minho hyung.”katanya dan pergi, Minho terpaku, ia meremas dadanya, kenapa sakit Tuhan… inikah rasa yang selalu Taemin rasakan , sesakit ini Tuhan?

.

.

“Baby…?”

“Onew…”, bisik Key lirih..

Sedang apa kau disini? aku pikir sudah tidur, apa yang kau lakukan?”,

Key berdiri dan tersenyum, “Kau baru pulang yah? pasti lelah..biar aku buatkan minuman hangat untukmu yah?”, Key beranjak dari sofa, sudah pukul 2 dini hari, dan Onew baru saja pulang dari jadwalnya ,ia berjalan dibelakang Key yang sibuk menyeduh sesuatu kedalam cangkir.

“Kau mau makan apa? aku akan buatkan? atau mau mandi? aku siapkan nanti..”

“Key…”

“Oh, aku lupa, Jonghyun menginap di dengan Jino, Minho belum pulang, mungkin sebentar lagi… duh, aku lupa beli gula..”

“Key…”

“Tidak ada gula, bagaimana ini–“

“Key…”, Onew mendekat , ia mencium gelagat aneh dari kekasihnya itu , ia terus mengoceh tak tentu arah, telah lama menjadi kekasihnya ia cukup tahu, tahu semuanya , bahwa sekarang ia sedang resah dan sedih… dan orang yang juga harus disalahkan adalah Onew , ia tidak ada saat Key butuh.

“Key…”

“Sebentar lagi yah? maaf tidak ada gul–“

“KEY!!”,
PRANG!

Onew hanya menyentuh sedikit bahu Key, namun reaksi Key berlebihan, gelas yang semula ia pegang menjadi jatuh ke lantai, dan Onew memundurkan kakinya karena ia terkena serpihan gelas dan juga air panas yang tumpah tepat di antara kakinya.

“Auwh…ssh…”, desis Onew menjinjit.

“Onew..mianhe…mianhe…biar ku elap…awas Onew…” Key panik , ia tidak mengambil lap atau apapun yang ada di dekatnya, namun ia celingukan layaknya orang linglung.

“Key aku tidak apa-apa baby…hei…” Onew menarik lengan Key, namun Key terus bergumama tak jelas dan matanya terus mencari sesuatu, ia berjongkok dan memungut asal serpihan beling itu.

“Auw!!”, desisnya,
“Yah!” teriak Onew menarik Key menjauh.

“Awas, aku mau bersihkan…nanti kotor, kalau masih ada belingnya dan licin Taemin bisa kepeleset…”cecarnya, Onew terperanjat, Taemin? ia menatap sejenak Key yang berjongkok dan memungut serpihan layaknya orang bingung.

“Key ..gwencana…aku akan bersihkan…”

“Tidak tidak… aku ummanya disini, aku yang bersihkan…”, Key mendorong tubuh Onew, Onew merasa sakit hatinya melihat Key layaknya orang linglung.

“Key…Key!!sadarlah ini aku..”

“Onew awas  …nanti Taemin bis–“

“TAEMIN TIDAK ADA DISINI! YANG ADA HANYA AKU! ONEW PACARMU!! DAN AKU SEDANG LUKA DI KAKI KU KEY!!”, teriak Onew frustasi, lelahnya , frustasinya, bebannya semua tiba-tiba keluar begitu saja, menarik lengan ramping itu dan menatapnya, Key terperanjat, ia menatap Onew, matanya kosong, Onew lihat lingkaran hitam dimatanya, memerah, dan sembab.

“Key…tenanglah, ada aku disini…all is fine… aku Onew Key…”

Key terdiam, namun air matanya mengalir, perlahan ia julurkan tangannya keleher Onew dan memeluk namja itu dengan erat , jika Onew tahu Key sedang tidak gundah ia sudah bilang bahwa itu sesak, namun saat ini, ia tidak perduli, bahkan jika tulang rusuknya juga patah.

“Huaaaa~~Onew…onew…onew…”, teriak Key layaknya seorang anak bayi yang kehilangan dot-nya. Hati Onew miris,ia memeluk Key, membopongnya untuk berdiri dari lantai dan membawa duduk bersamanya di kursi makan.

“Sssh…all si fine…im here…im here…sudah…all is fine…”, hanya itu yang bisa Onew katakan, Key terus meraung disela leher Onew, Onew memeluk erat tubuhnya, menenangkannya dengan mengelus pungggung kurusnya.

Key disisi lain, ia sangat lelah, ia merasa beban pikirannya bertambah, ia berusaha kuat, namun percuma, bukan salahnya ia punya sifat perasa, dan Onew… tahu, hanya ia yang bisa membuat Key tenang.

“Mianhe…jeongmal Mianhe…” isak Key.Onew mengelus punggungnya sekali lagi dan kemudian mendorong Key perlahan.

“Untuk?”, tanyanya mengusap air mata Key, Key masih terisak.

“Untuk…semuanya, keegoisanku…sifat khilaf ku Onew…aku t-tidak bermaksud…pada Taemin…dan Minho…aku tidak bermaksud menyakitimu…menyakiti Taemin…minho…dan…semuanya…”, isak Key, Onew menarik nafas, ia tahu apa maksudnya, soal yang dikatakan Taemin, itu pasti yang sedang Key pikirkan, masalah ciuman itu, ia sudah tahu…namun ia berusaha tidak perduli, dan memang tidak mau perduli, karena semua akan jadi runyam, ditambah ia tahu Key sedang emosi saat itu, dan itu karena hubungan mereka yang renggang, dan ia tidak mau salahkan Minho yang cukup sedang merasa menyesal kepada Taemin…

“Gwencana,jeongmal…”, bisik Onew menangkup pipi Key, Key menggeleng, ia terus menangis,
“Nggak Onew…seharusnya…kau marah padaku…aku …salah…ak–”
Sebelum Key dapat berkata lagi Onew sudah mencium nya dengan lembut, membelai pipinya lembut dan terus menciumnya dengan lembut.

“Mianhe…”, bisik Key.

“Ya, i still love you… just leave it…”, kata Onew memeluknya.

“Aku rindu Taemin…”,

“Aku juga..”

“Semua akan kembali?”

“Ya…”

“Yaksok…”

“Yaksok..’

Dan mereka tidak tahu, dibalik pintu sana, seorang bertubuh tinggi mendengar semuanya, ia menarik nafas lega, satu masalah selesai, tapi…bagiamana dengannya? apa ia bisa menghadapi ini layaknya Onew menghadapi Key? tidak…semua terlambat…

“Aku merindukan mu Taemin…”, Minho berjongkok, kakinya lemas, ia bersandar di tembok menekuk kakinya hingga ke dadanya, ia cengkaram sisi tungkai kakinya, dalam diam dia menangis.

“Aku kangen Minnie…mianhe…”
desis nya, ia tidak mudah menangis,

Aku TI-DAK mencintaimu LA-GI

.

.

“Taemin?”

“Neh…oh,Jungmo Hyung…”

“Sedang apa kau disini? kenapa tidak masuk? dari mana saja hingga larut malam?siapa yang antar kau kesini?”

Jungmo yang baru saja tiba terkejut melihat Taemin berdiri didepan dormnya dan tidak masuk, Taemin hanya tersenyum dan mengikuti Jungmo yang membuka pintunya dan masuk kedalam.

“Kau mau kubuatkan sesuatu?”, tanya Jungmo melirik, Taemin menggeleng.

“Tidak, aku mau tidur saja.. gomawo Hyung, dan sebaiknya kau juga istirahat,”, Jungmo tersenyum, dongsaengnya yang satu ini memang sangat manis.

“Taemin…”,

Taemin yang hendak masuk kekamarnya berhenti sejenak,
“Neh?”

“Bisa kita bicara sebentar?”

Taemin terdiam sejenak, dan kemudian mengangguk,
“Neh…”

Akhirnya Taemin berjalan mengikuti Jungmo yang duduk dimeja ruang makan dan Taemin duduk dihadapannya.
“Baiklah, jujur…aku dan Jay hyung tidak ingin bertanya tentang hal ini, namun… kau tahu aku perduli padamu kan Taemin? maka dari itu, boleh aku tahu, alasanmu tinggal dengan kami?”

Taemin terdiam, “Apa…kalian merasa terganggu dan keberatan jika aku tinggal disini?”, tanya Taemin, Jungmo tersenyum.

“Kenapa kau berpikir bahwa aku dan Jay hyung keberatan? tentu tidak, kami senang sekali, kau tahu, sungguh sepi hanya berdua, berbeda dengan kalian yang berlima dan sungguh ramai, kalau kami, jika yang satu pergi, maka kami sendiriankan?”

“Tapi sedikit itu lebih baik.”, jawab Taemin dingin.

“Kalau banyak lebih bsia berbagi.”

“Untuk apa berbagi jika tidak saling memberi,sendiri atau berdua lebih baik, tapi terkadang mengerti satu orang saja sulit, bagaiamna banyak? dan itu bukan hal mudah.”Jawab Taemin dingin, benar, untuk apa banyak, jika semua Hyungnya tidak perduli? jika semua bisa sendiri, maka akan ia lakukan sendiri.

Jungmo menarik nafas, “Oke, aku tidak akan bertanya lagi, tapi jangan berpikir aku bertanya karena aku tidak suka ada dirimu disini Taemin, kami berdua menyayangimu layaknya adik kami … kami akan perbolehkanmu untuk tinggal disini semaumu…oke?’Jungmo mengelus kepala Taemin, Taemin sedikit menegang, sejak kapan ia tidak suka disentuh layaknya anak kecil seperti itu? sentuhan seperti itu sudah lama ia lupakan, dan …ia benci diperlakukan seperti itu.

“Neh…gomawo Hyung…”, jawabnya tersenyum.

Jungmo tersenyum dan beranjak berdiri, “Taemin, ada lagi… setidaknya kau cukup dengar yang satu ini, tidak semua hal yang kau lihat dan kau dengar itu benar, karena terkadang manusia melihat tapi tidak dengan sungguh-sungguh melihat,dan juga sebaliknya..”, Jungmo tersenyum, Taemin hanya tersenyum miris, dia masih belum tahu artinya, namun, tanpa ia sadari, kata-kata itu mengetuk hatinya. Ia lirik benda ditangannya.

Sebuah gelang, berwarna pelangi, dan bertuliskan Taemin dibaliknya, ia lepas gelang yang sama di tangannya, dan ia genggam jadi satu, ia letakan di dadanya, ia bernafas teratur,
“Haruskah aku sesali?” bisiknya.

.

.

Hari berlalu , entah apa…tapi mungkin Tuhan benar menguji kesabaran Minho, ketika member yang lain bersama, maka ia harus tenggelam sendiri oleh jadwalnya, ia tidak bisa bertemu SHINee, tidak juga dengan Taemin, baru kali ini ia merasa takut bertemu dengan Taemin, ia takut kalap dan memohon padanya saat itu juga untuk kembali jika ia bertemu, kemana harga diri Minho? mungkin sejak malam itu, harga dirinya melayang jauh, ia masih terus ingin kembali, namun berat rasanya, ia sulit membawa Taemin untuk percaya sekali lagi.

Layaknya sekarang, ia duduk di pojokan ruang ganti, ia menunduk dan berusaha tenggelam dengan iPadnya, Key dan Onew di ujung sana berbicara entah apa, Jonghyun pergi, dan Taemin…entahlah…

“Minho, bisa kita bicara sebentar?”

Minho mendongak, tanpa berkata apapun ia mengangguk dan emngikuti manager Hyungnya berjalan keluar ruang ganti.

“Kemana Hyung?’, tanya Onew pada managernya,
“Sebentar, ada yang harus kubicarakan dengan Minho,setelah itu kalian berdua…”,

Onew dan Key saling berpandangan, Minho melihat mereka sekilas, tidak berkomentar bahkan berekspresi, datar saja dan keluar dari sana.

“Ige mwoya?”tanya Key meraih tangan Onew, Onew menarik nafas.
“Mungkin Hyung sudah tahu…”
“Lalu…apa yang akan kita lakukan?”Key panik, dia tahu, jika keributan ini sampai terdengar dimanagernya maka akan gawat, terlebih jika PH mereka mendengar bahwa ada sesuatu yang sedang genting dalam salah satu tubuh BB ciptaan mereka.
“All is fine… arraso? “, Onew mengelus kepala Key, Key hanya mengangguk dan mengigit bibirnya, semoga.

.

.

“Ada apa Hyung?’, tanya Minho ketika ia duduk berhadapan dengan managernya, Hyungnya itu melipat tangannya didada dan mengerut keningnya dengan jarinya.

“Minho… aku ingin tanya, apa terjadi sesuatu diantara kalian?”, tanya Hyungnya, Minho mendongak dan menggeleng.

“Ani…wae?”

Hyungnya menarik nafas ,”Cukup kalian bohongi aku, aku ini sudah cukup lama kenal dan bersama kalian, aku tahu ada yang tidak beres dengan kalian semua, aku punya firasat berbeda dengan apa yang terjadi dengan Taemin, kepindahannya ke dorm TRAX , kemudian latihan kalian yang berantakan, terlebih, aku sudah tidak melihat SHINee yang aku kenal dulu…tapi yang menjadi inti kenapa aku memanggilmu adalah…”

Minho terdiam dan melihat ke arah Hyungnya.

“Aku dapat laporan dari produser film, kau bermain sangat buruk, take sering salah, jadwal pemotretan dna wawancara pribadi kau lewatkan sehingga pihak majalah protes pada ku, kau tidak baik dalam latiaha coreo,dan yang anehnya, kau melewatkan satu hari ijin dari DT, kemana kau saat itu? bisa kau jelasakan padaku?”

Minho terdiam, dia harus jawab apa?

“Mianhe Hyung telah membuat mu susah, aku akan lakukan yang terbaik, dan aku janji aku tidak akan tertinggal jadwal lagi.”, hanya itu, namun Hyungnya merasa tidak puas dengan semua itu.

“Baiklah Minho, apa kau butuh istirahat sebentar? aku bisa ajukan pada PH , aku akan undur jadwal dengan alasan kau butuh–“

“Ani ani… aku tidak perlu hal itu, maaf Hyung… aku akan berusaha sebaik mungkin, aku akan teruskan…”, kata Minho meyakini, Hyungnya menatap Minho lekat, berusaha mencari keseriusan dimatanya, akhirnya ia menarik nafas.

“Baiklah kalau itu maumu, tapi aku minta kau benar-benar pegang kata-kata mu, karena ini keputusanmu, dan kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau pilih…”

Minho tersenyum,”Neh, gomawo…”, katanya, Hyugnnya tersenyum.

“Aku akan bicara dengan Kibum dan Onew , aku harap kau bisa perbaiki semua yang aku katakan tadi, ini bukan untuk ku, tapi untuk masa depan karirmu, aku hanya perduli akan keberhasilanmu Minho, arra?’,

Minho tersenyum, “Neh, arra… gamsahabnida Hyung..”

Hyugnya hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Minho yang duduk dirungan kecil itu.

Perlahan Minho meremas kepalanya dan menunduk, menopang kepalanya dengan kedua tangannya yang sikunya bersandar di kakinya, bagaimana bisa? bagaiamana ia bisa konsentrasi jika banyak masalah akhir-akhir ini, hatinya terlebih lagi, ia benci mengakui ini, namun benar, hatinya masih sakit, dan masih tidak bernafsu untuk melakukan apapun, tidak ketika Taemin tidak disekitarnya.

Kepalanya pusing, ia ingat, tidurnya pun terganggu, malamnya terasa sunyi, ketika ia berusaha memejamkan matanya, yang ia rasakan hanya kesunyian, tidak ada suara hembusan nafas yang lembut yang terdengar disekitarnya, tidak ada lagi igauan lucu ditengah malam dari mulut kecil sosok itu, sosok yang selalu membuat malamnya terasa nyaman,namun tidak lagi, kamarnya terasa hampa. Meski Jonghyun disana, dan kamar Taemin tidak dengannya, namun ia benar selalu tahu apa kebiasaan Taemin tengah malam.

“Taemin…”, air matanya, Minho terkejut, ia menangis, ia cengkram dadanya, sakit… ia menyesal, kenapa sakit rasanya ditinggalkan? ia ingin memeluk tubuh itu, menciumnya, dan memilikinya seutuhnya, namun tidak lagi, perasaannya mendingin…bukan dia, namun Taemin, itu artinay tidak ada cinta Taemin lagi untunya…

“Taemin…uhuk…”, Minho tersedak liurnya sendiri, tangisnya pecah dalam kesunyian, ia menengadah melihat langit-langit ruangan,
“Taemin…kembali…ku mohon…Taemin…”

Mata bulat dan indah menatapnya dari jauh, tangannya mengambang di knop pintu, “Jangan…”, bisiknya, hanya ia sendiri yang dengar.
“Berhenti menangis…Minho hyung…”, katanya, dan kemudian memejamkan matanya dan berbalik.

Ia berjalan lurus, tidak menoleh, ia tahu, semua akan berakhir, pada akhirnya dia yang akan mengalah lagi… egoiskah? tentu, cinta selalu egois, namun ini… gengsi atau harga diri, entahlah…

Ia senderkan tubuhnya ketembok, dan lama-lama kakinya lemas…
Ia berejongkok di bawah, kepalanya menunduk dalam-dalam…
Namun ia tak menangis…

“Apa yang harus aku lakukan? menyerah? kembali? atau terus menyiksa diri ku dan orang lain?”

“Ikuti kata hatimu..”

Taemin mendongak, sosok Hyung yang ia anggap kakak kedua setelah Minho berdiri dengan tas dibahunya.

“Bukan urusanmu..” jawabnya ketus dan meliriknya kesal, sosok itu berdecak dan menarik kerah Taemin berdiri.

.

.

Minho menenggak gelas liquor yang kesekian untuk menghilangkan penatnya, bukan … ini malah tambah buruk, membuatnya tambah pusing dan terlihat buruk.

“Yah Minho…cukup sudah…”, sapa bartender yang akrab dengannya, Minho menepis tangannya yang hendak mengambil gelasnya dan juga botol ketiga liquor besar darinya.

“Diam!!ngh…”, gumamnya, dia menundukkan kepalanya, ia sadar apa yang ia lakukan, ia tidak pernah seperti ini,namun pikirannya sedang kalut.

Perlahan ia berdiri dengan bantuan tangannya dan membayar dengan kartu kreditnya dengan paham bartender itu menggesek kartu emas di tangannya.Setelah itu tanpa berpamitan Minho berjalan keluar dengan langkah gontai, ia setidaknya masih sadar dan harus pulang dengan taxinya.

.

.

Taemin duduk di taman, sekitar 2 jam yang lalu ia masih saja duduk di tempat yang sama, ia tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan, ini semua sudah sangat terlanjur, ia tidak bisa melihat Minho seperti itu, namun hatinya masih enggan untuk percaya sekali lagi, bahkan ia takut untuk percaya lagi dengan Minho.

Flashback~

“Aku tahu kau marah dengan kami para Hyung mu, karena kami tidak lagi perduli dengan mu, kami tahu kami salah telah banyak menyakitimu secara langsung atau tidak, tapi Taemin …”, Jonghyun menarik nafas, mereka duduk di taman ketika Jonghyun melihat Taemin menunduk di SME beberapa jam lalu.

“Tidakkah kau berpikir ini sangat melelahkan juga bagimu? kita SHINee, dan aku merasa ini bukanlah kita lagi… aku tidak mau menyalahkanmu, aku juga salah … aku tidak jadi contoh yang baik untukmu, jadi temanmu, bahkan jadi Hyung yang baik padamu…aku harap kau mau kembali, kita selesaikan semuanya dengan kepala dingin …”

“Aku tidak marah …” jawab Taemin singkat.

“Tapi kau kecewa…”

Taemin tidak berkata apapun.

“Baiklah, aku akan pergi, dan Taemin … Minho itu …entahlah, kau percaya atau tidak, mungkin dia bukan tipe orang yang bisa mengekspresikan hatinya, dan aku rasa kau cukup tahu hal itu kan? lihatlah dengan benar, jangan ambil emosi,neh? kau lebih baik maaf kan dia…”, kata Jonghyun.

Taemin hanya terdiam, untuk apa semua memaksanya memaafkan Minho, seakan mereka mengatakan bahwa dirinya yang egois dan bukan Minho, Minho tentu egois, dia berpikir begitu, karena sudah lama dan terus hal ini terulang, dan mungkin saat ini …putus, adalah jalannya.

Endflashback~

Entah apa yang membawanya, kakinya melangkah sendiri, melambat, kemudian semakin cepat dna cepat, sampai akhirnya ia sadar ia sedang berlari.

Kakinya terasa sakit, namun ia tidak berhenti, terus berlari melewati beberapa blok, sehingga ia sampai di dormitori yang sangat ia kenal,ia mengatur nafasnya, perlahan ia memilih naik tangga darurat dibanding lift, ia sambil mengatur nafasnya, dengan debaran jantung yang mengalun, ia remas gelang di tangannya.

Ia menarik nafas dan memegang knop pintu darurat. ia menalan ludahnya.
Ketika ia membukanya, ia terkejut, Minho lewat didepannya, dengan cepat ia bersembunyi, namun sepertinya pria itu tidak menyadari keberadaan Taemin, Taemin merasa aneh, ia sembulkan kepalanya dan menatap sosok Minho berjalan menuju pintu dorm mereka dengan langkah gontai, mabuk?

DUUK DUK DUKK DUK

“O-oppee~~n uup~~!!”, teriak Minho menggedor pintunya, Taemin tetap berdiri ditempatnya, Minho berpegangan ditembok dengan tubuh terayun lemah.

“Open~~~u-uupp~!!!”, teriaknya kesal menendang pintu dorm,namun tidak ada sautan, jam berapa ini? jam 2 pagi, mungkin Hyugnnya sudah tertidur lelap.

“B-bukkaa~~~…bukkaaa…T-taemin…buka…”

DEG!

Taemin terkejut, Minho mengerang dan ia memerosotkan badannya di tembok, ia menekuk lutunya dan lagi…
“T-taemin…bukaaaa~~~”,

dia menggedor pintu dengan keras lagi.

“TAEMIN!!!BUKKA!!!”, teriaknya, Taemin tetap diam, kenapa Minho? apa yang kau lakukan? aku yakin kau tidak seperti ini, ini bukan sifatmu, kemana Minho si flaming charisma yang tenang? ia tidak tahu siapa orang lemah didepannya ini?

“Hiks…T-taemin…pleasee…Hhk…’, Minho tercekat sendiri, kaki Taemin beranjak dari tempatnya, setidaknya ia sudah cukup melihat Minho seperti ini, bukan ..ini bukan Minho hyung yang ia kenal.

CKlek! Taemin terkejut dan bersembunyi di balik lorong, ia mengintip sekilas.
“ASTAGA MINHO!!”, pintu terbuka dengan teriakan Jonghyun.

Jonghyun meraih tangan Minho namun ditepisnya,
“Minho…ayo masuk…”

“TIDAK! TAEMIN MANA?!!”, teriaknya, Jonghyun menarik nafas, ia meraih tangan Minho pelan namun ditepis lagi.

“Minho…Taemin akan pulang, ayo masuk dulu.”, kata nya, Minho berdecak dan bersungut tidak jelas.

“Key…Onew…”, teriak Jonghyun, tidak lama Taemin melihat ketiga Hyungnya menghampiri Minho yang terduduk malas dilantai dengan air mata berlinang.

“Astaga Minho…berhentilah bersikap lemah…’, seru Key,
“SHUT UP! kau penyebabnya! kau mencium ku, kau yang salah, bukan aku!!!!”, Teriak Minho pada Key, muka Key pucat, ia tidak membalas kata-kata Minho sedikit pun, Taemin terkejut dengan pernyataan itu.

“Minho…cukup, jangan kau limpahkan pada Key…ayo bangun Minho, disini dingin…”, bujuk Onew menarik tangan Minho, namun ia berusaha menepisnya, mengerang, Onew tidak melepasnya, dan BUKK!

“ONEW HYUNG!”, teriak Key, Taemin terkejut, Minho meninju pipi Onew dan tersungkur.
“KAU! seharusnya kau yang juga disalahkan!!….K-kau…gara -gara kau, pacarmu …Fucking kibum mencium ku dan TAEMIN! DIA…dia…marah padaku, dia kecewa!! kau dengar tidakkk~~!”, teriak Minho dengan nafas memburu dan siap menyerang lagi.

“Minho..kendalikan dirimu…”cegah Jonghyun menghalau langkah Minho,Minho melirik Hyungnya yang lebih pendek.

“DIAM !! kau jug—“

BUKK!!!

“Aah…” erang Minho,

Mata ketiga Hyugnya terkejut,

“Taemin?!!”, mereka berteriak bersamaan.

Taemin terengah, tangannya mengepal dan menatap Minho lurus yang terkapar di tanah dengan memegang wajahnya yang baru saja kena hantaman dari tangan Taemin.

“WHAT THE FUCK ARE YOU DOING ,YOU DUMMY??!!!”, teriak Taemin menarik kerah Minho dan meninju nya lagi.
“Taemin!!”, teriak Jonghyun , namun tangannya di tarik oleh Key dan Onew, mereka menggeleng,

“YAH! ANSWER ME , ARE YOU DEAF?!!!ANSWER ME!”, Taemin mencengkram kerah Minho dan menggoyangkannya, Minho tidak menjawab, tatapannya blank, dan air matanya yang tadi masih tersisa mengalir dipipinya,

“T-taemin?’, bisiknya berusaha meraih wajah Taemin, namun Taemin bergidik dan menekan kedua tangan Minho kelantai.

“What the hell is wrong with you ,Minho? kenapa kau terlihat seperti ini? menjijikan, ini bukan Minho!!”, teriaknya.Minho terdiam, ia masih menatap Taemin dengan blank, kemudian ia tersenyum.

“Kenapa…aku tidak tahu…”

Taemin merasa di rendahkan, ia serius!PLAK!

Lagi, wajah yang sudah kena tinju dua kali darinya ia tampar lagi.
“SADARLAH , KAU SUDAH GILA?!!”
“YA AKU GILA…AKU MEMANG GILA, KAU TIDAK PERDULI PADAKU KAN? KAU TIDAK PERDULI JUGA JIKA AKU MATI KARENA ALKOHOL! KAU TIDAK AKAN KEMBALI PADAKU SAMPAI KAPANPUN SEKERAS APAPUN AKU BERSABAR, BERUSAHA…KAU..KAU TIDAK AKAN KEMBALI!!!”Teriak Minho.
“ITU KARENA KAU PEMBOHONG!!!”
“TAPI AKU MENCINTAIMU TAEMIN…”
“NO YOUR N—HMPFH ughh…?!!”

Minho membalikkan tubuh Taemin kelantai, menindihnya dan mencium telak bibirnya, Taemin merapatkannya sebisa mungkin, ia tidak mau, ia pasang ekspresi datar, ia biarkan Minho menciumnya dengan ganas, ketika Minho berusaha memasukan lidahnya , Taemin diam saja, namun…
“AKH!”, Minho teriak, bibirnya berdarah. begitu juga bibir Taemin, Minho menatap mata Taemin yang dingin, dari mulutnya keluar darah segar, Minho mencoba mencari tahu, apa yang ada di pikiran Taemin, perlahan air matanya jatuh lagi, jatuh kepipi Taemin.
“Please…kembali…aku mohon…kembali padaku…’, isak Minho meletakan keningnya dikening Taemin, Taemin diam saja…ia menarik nafas panjang…ia pejamkan matanya, merasakan nafas Minho yang menderu, dan juga ia dengarkan baik-baik isakan Minho, ini bukan Minho…kenapa dengannya? apakah Minho berbohong kali ini?

“Please…kembali…”, katanya lagi, Taemin membuka matanya, cengkraman Minho di tangannya mengendur, Minho rebahkan tubuhnya diatas Taemin, seakan ia tidak perduli dengan berta tubuhnya, ia terisak di leher Taemin, Taemin tetap diam … ia rasakan pundaknya basah.

Ia pejamkan matanya lagi , kemudian membukanya, ia melihat ketiga Hyugnya berdiri didepannya, namun hanya menatapnya untuk seakan memohon akhiri semua ini..

Taemin mengangkat tangannya dan mengelus punggung Minho, pertama sentuhan itu membuat Minho membeku, namun kemudian ia tetap berbaring dan semakin membenamkan ketubuh Taemin yang sekarang mungkin sudah menjadi sangat besar dan tumbuh,ia sesapi bau harum tubuhnya,sudah lama rasanya…

“Minho…’, panggil Taemin masih mengelus punggungnya, Minho tidak beraksi.

Taemin menghentikan elusannya dan mendorong tubuh Minho, Minho menatapnya dengan mata sendu, memohon…

Taemin menarik nafas, ia pandang mata Minho dengan tenang, tidak ada air mata disana…hanya tatapan biasa, apa ia benar menjadi cold hearted boy?molla…

“Mianhe…aku …tidak bisa…”

Tubuh Minho menegang … tidak bisa? benarkah? lemas rasanya…dari sudut mata Taemin, ia melihat Key menangis dipelukan Onew.

Minho menatap Taemin , tidak bisa…apa berakhir seperti ini? aku sakit…aku merasa sakit Tuhan,bisik Minho dihatinya…

“Mianhe…aku tidak bisa…”

CUT!!

Voila!! huah, HIATUS GEBLEK SAYA MAH! ngomong doang LOL…

ini udah 4 hari klo gak salah mandek didraft,LOL

so, RCL aja lah…

kapan ini berakhir? i dunno!

LEAVE A COMMENT!!

bye

130 thoughts on “[2min] Im sick of this part 3 of ?

  1. T.T
    minho terpukul banget kayaknya :3
    tapi penyesalan dateng terakhir yah bang? ibarat sebuah gelas kaca yang pecah, pasti susah buat ngebenerinnya.
    ka sanniew, next part diprotect? aku minta password nya, boleh?

  2. Taem egois bener sih..
    itu minho kurang apa lagi?
    sampe dia stress kaya gitu.
    cepet maafin dan balikan!!!

  3. Wow,,DAEBAK!!! HEBAT chingu,,,,ceritanya bkin kebawa bgt,,,,bs ngerasain prasaan Minnie jg,,,dy dh jd namja dingin kh???? Oh no…..ga tega jg ma Hyung2nya…..
    Next!!

  4. kenapa ???!!! kenapa ini sangat rumit huks
    di chap sebelumnya gue kasian ama tae.. tapi sekarang gue kasian ama Minho .. ayolah tae perbaiki semuanya ㅠㅠ

  5. kasian ama minho tapi itu tidak sebanding sama sifatnya ketaemin setelah taemin pergi baru nyesel kemana kamu selama taemin membutuhkan
    sibuk sama key sibuk sama temen sibuk sendiri jadinya kan taemin merasa dia jadi pacar minho kalo akhirnya kayak gini

  6. Hati taemin sekarang udah jadi sekeras batu, usaha minho yg udah mati”an bekim dipandang jugak sama taemin, yg utu jugak menunjukkan betapa sakitnya taemin

  7. penyesalan.a emang dtg terakhir…
    dan itu d rsakan ama minho dan taemin..
    taemin kyak.a udah jd namja yg dingin bgt yah…
    itu taemin bneran gak mau blik k minho lg??…
    balikan aj deh taem…yah..

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s