[2min] My lovely ghost part 3 of?


Foreword:

Annyeong reader, i’m back.

             Duh, Mianhae aku telat update. coz masih sibuk dengan semua remidi dan persiapan LDKS. Ini sudah aku titipkan pada maknae, tapi malah belum di ketik. aish, dasar. aku tak tahu ini ff selesainya kapan? kalu tidak part 4 atau part 5. pokoknya tidak lama-lama. aku dengar Ria di datangi Dio? benarkah? ouh, jeongmal boghoshippo. apakah cerita ini mistis? ku rasa tidak? karena ini hantunya cakep banget gak kayak hantu malah kayak manusia. Hah, aku harap kau tenang disana Dio. Btw ada yang comment Taemin ikut mati aja ya? jangan dong, nanti aku mati juga? aku masih pengen idup dan meraih mimpiku dulu. dah lah, gak usah banyak cincong lebih baik.

LEAVE A COMMENT, NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM!!!ITS HARAM ACT!!

Author : Chaeyoung Saengie

cast : 2Min and Other

Genre : Romance, and Angst. maybe

.

.

Aku membuka kedua mataku. Ugh! Sakit sekali kepala ini. Aku pun mencoba mengingat-ingat kejadian yang baru saja menimpaku tadi. Oh, iya tadi aku jatuh dari tangga. Yeoja tua itu, kenapa dia memandangku seperti itu? Apa yeoja itu hantu dari tempat ini? Ah, semakin dipikirkan kepalaku jadi semakin pusing. Lebih baik aku tidur lagi.

Kruyuuuuuk!

Aish, aku lupa kalau aku belum sarapan. Ku lihat jam dinding yang ada di belakang kasurku. Jam 12 siang pantas saja perutku sangat lapar. Aku takut sakit magh ku kambuh lagi. Eotokhae? Umma, appa, hyung siapa saja tolong bawakan aku makanan. Aku benar-benar lapar L.

Cklek!

Pintu kamar terbuka dan masuklah umma sambil membawa makanan.

“Eoh? Taemin, kau sudah sadar sayang? Pasti kau sangat lapar ya?” tanya umma padaku.

“Ne umma, anakmu yang imut ini lapar sekali”

Kruyuuuuuk!

Perutku berbunyi lagi. Ku lihat umma tersenyum melihat tingkahku yang kelaparan. Dia berjalan menghampiriku. Mengambil meja lipat yang ada dibawah kasur dan mulai duduk di samping kasur.

“Say AAA…” kata umma seraya menyodorkan sesendok nasi ke mulutku. Mau tak mau aku harus memakannya toh, aku sudah sangat kelaparan.

“Umma, beropo loho ohu hinghan?” tanyaku dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

“Taemin, telan dulu makanannya baru bicara.”

Aku mengunyah makananku dengan cepat lalu menelannya.

“Umma, berapa lama aku pingsan?” ku ulangi pertanyaanku tadi dengan suara yang jelas sekarang karena tak ada lagi makanan yang ada di mulutku.

“Kau pingsan dari jam 9 hingga sekarang, jadi berapa jam?”

“Hmmm, 3 jam? Woah, aku membuat rekor pingsan. hehehe”

“Pingsan 3 jam saja rekor, coba  saja kau pingsan selama 3 hari baru itu namanya pingsan, Taemin,” sahut Onew hyung yang tak ku ketahui kapan kedatangannya.

“Hyung, itu bukan pingsan namanya, tapi koma.”

“Oh, koma, kapan titiknya? Sudah ganti kah?”

“Ish, hyung kalau titik itu namanya mati. Memang hyung ingin aku mati?” kataku kesal. Umma dan Onew hyung kaget mendengar kata-kataku barusan.

“Taemin, hyungmu hanya bercanda sayang…Kau juga Onew kenapa kau suka sekali membully dongsaengmu sendiri?”

“Habis, wajah Taemin imut sekali ingin aku mencubitnya,” Onew hyung mencubit pipiku keras.

“Auwww, umma, Hyung nakal,” aduku pada umma. Umma mencubit lengan Onew hyung keras. Aku tertawa melihatnya.

Setelah makan siang aku diajak jalan-jalan oleh Onew hyung mengelilingi pulau Jaeju sampai malam. Awalnya, orangtua kami menolak karena aku masih kecil tidak boleh keluar hingga larut malam. Namun, Onew hyung mengeluarkan jurus andalannya yaitu Puppy eyes, dan diizinkan oleh orangtua kami, tapi dengan satu syarat jangan sampai pulang melebihi jam 11 malam. Hhh, umma, lagi pula siapa yang mau pulang melebihi jam segitu? Kecuali orang-orang yang suka ke pub atau semacamnya. Aku dan Onew hyung tidak pernah ke pub atau diskotik sama sekali. Jangankan pergi kesana tahu tempatnya saja tidak.

Kami berkeliling hampir ke semua tempat yang ada di pulau Jaeju mulai dari tempat wisatanya, pasarnya, hingga ke restoran-restoran. Mulai dari restoran yang berkelas hingga kaki lima. Dan tidak lupa kami abadikan semua moment dengan berfoto-foto ria. Mulai dari foto dengan wajah yang termanis sampai wajah yang paling jelek. Hah, senangnya. Aku rasa ini adalah liburan yang paling mengesankan dari hidupku.

Malam pun tiba. Kami memutuskan untuk makan malam di restoran pinggir jalan lalu pergi ke pasar malam. Selama disini aku memang sering melihat suasana malam di pantai atas hotel bersama Minho hyung tentunya. Namun, aku tak pernah melihat suasana malam diluar sini. Hmm, indah sangat sangat indah sekali.

Pluk!

Onew hyung memukul kepalaku dengan kamera digital yang dia bawa.

“Appo hyung” rengekku sambil mengusap kepalaku yang tadi dipukul oleh Onew hyung.

“Kau ini, kenapa melamun? Ini hari kita bersenang-senang sebelum lusa kita pulang, jadi jangan melamun, arra?” marah Onew hyung.

“Ne, arasseo hyung”

“Good boy, kajja, kita lanjutkan perjalanan”

Kami melanjutkan perjalan sampai jam sepuluh malam. Kami sampai hotel pukul setengah sebelas. Fiuh, lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Kami kembali ke kamar masing-masing.

“Hauh, segarnya habis mandi. Besok aku akan pergi bersenang-senang dengan Minho hyung dan memberitahu akan kepulanganku,”gumamku sebelum aku terlelap dalam tidurku.

Hari terakhir aku menghabiskan liburanku di pulau Jaeju. Aku tidak ingin kehilangan hari ini. Rencana demi rencana aku susun agar liburan terakhirku ini menjadi menyenangkan dan tak terlupakan. Termasuk rencanaku berlibur bersama Minho hyung. Pagi ini kesibukan telah terlihat. Orang-orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Dan aku masih memeluk bantal sambil berguling-guling kesana kemari. Jam menunjukkan pukul 7.30 aku berhenti bermalas-malasan dan beranjak menuju kamar mandi.

.

.

Ting…tong jam menunjukkan pukul 8 pagi saatnya ku jalankan seluruh agenda yang telah aku susun. Aku berlari ke restoran hotel. Disana sudah berkumpul seluruh keluarga. Aku melihat Onew hyung sedikit memanyunkan bibirnya. Ada apakah gerangan? Aku mendekati meja makan ternyata sarapan hari ini adalah nasi goreng sea food. Pantas saja Onew hyung seperti itu, karena tidak ada ayam di meja makan.

Setelah sarapan, ku langkahkan kaki ku menuju pantai yang ada di belakang hotel. Ckckck, Minho hyung belum datang ternyata. Sambil menunggunya aku menyusuri garis pantai di iringi dengan debur ombak sambil bermain air. Saat lelah aku beristirahat dan…

Tiba-tiba Minho hyung ada di sampingku. Itu membuatku cukup terkejut. Kami pun berbincang sebentar sebelum kami menjalankan rencana kami.

Aku dan Minho hyung pergi ke taman hiburan di pulau Jaeju. Kali ini semua mata memandang ke arah kami. Aku mendengar bisikan dari beberapa yeoja yang lewat. Yeah, sepertinya mereka mengagumi Minho hyung. Aneh, dulu waktu aku bersama Minho hyung, mereka memandangku seperti orang gila, tapi sekarang mereka seolah terpesona dengan Minho hyung.

“Taemin, kau mau naik roller coaster?” tawar Minho hyung seraya menunjuk roller coaster di depan kami.

“Tentu hyung, aku mau. Kajja!” sahutku sambil menyeretnya kesana.

Hoek!

Aku memuntahkan seluruh isi perutku setelah naik roller coaster. Aneh sekali, biasanya aku baik-baik saja saat menaikinya, tapi sekarang kok… aaaahh, magh ku kambuh lagi. Hah, gara – gara aku tidak sarapan kemarin.

Minho hyung memijat punggungku agar aku baikan.

“Taemin, gwenchana?” tanya-nya khawatir.

“Ne hyung nan gwenchana, Cuma magh ku saja yang kambuh”

“Perlu aku belikan obat?”

“Aniya,,, hyung aku sudah membawa obatku kok”

“Oh, baikalah kalau begitu, akan aku belikan minum otte? Don’t go anywhere!”

“Yes, sir!”

Dia beranjak dari tempat duduk untuk membelikanku air putih untuk minum obat. Saat Minho hyung pergi. Datanglah 3 orang namja yang tak aku kenal. Mau apa mereka?

“Hai manis” kata salah satu di antara mereka.

“sendirian, eum..?” lanjutnya sambil duduk disampingku dengan tangan yang ada di belakang bahuku. Aku hanya menatap sinis ke arah mereka.

“Bos, sepertinya kita akan bersenang – senang”

“Pasti, maukah kau menemani kami manis?” tanyanya sambil mencolek daguku.

Satu kali

Dua kali

Tiga kali mereka menggodaku. Aku biarkan saja. Tapi…

Kali ini mereka tak hanya mencolekku melainkan boss yang tadi duduk disampingku merangkul bahuku. Heh, belum tahu mereka siapa aku.

Saat si boss hendak merangkulku. Aku tarik tangannya dan mulai menguncinya.

“Wah, tenang saja manis… kami tak bermaksud jahat” katanya.

Dua teman yang lain berusaha melepaskan ku dari bos-nya. Namun, dengan segera aku pukul mereka satu persatu. Ada yang ingin memegang tanganku, tapi aku banting dia.

“Dasar, laki-laki hidung belang… berani kau menyentuhku akan aku laporkan kau!” kataku dengan suara yang agak tinggi.

Adu pukulan dan tendangan pun terjadi di antara kami. Saat aku hampir kalah Minho hyung datang sambil membawa satpam. Ketiga namja itu telah diurus oleh satpam dan aku selamat. Huh, untunglah.

“Gwenchana?”

“Ne, hyung gwenchana”

Minho hyung menyodorkan aku sebotol air putih.

“Minumlah, kau perlu ini kan?”

“Ne, gomawo” aku menerima air putih dari-nya. Ku ambil obat magh-ku lalu aku minum sedikit air dan setelah itu ku masukkan obat itu dalam mulutku. Hiii, sensasi dingin dan sejuk menyeruak dalam meulutku. Selalu begini saat aku memimunnya.

“Kau tadi hebat” pujinya.

“Hebat? Maksud hyung?”

“Hebat saja, kau bisa melawan namja-namja yang menggodamu tadi. Kau belajar bela diri dimana?”

“Ouh, aku ikut Taekwondo di sekolah, hyung. Walaupun belum pernah ikut pertandingan, tapi yah lumayanlah.” Jelasku.

Minho hyung hanya mengangguk paham.

“Kajja kita bersenang-senang” ku tarik tangan Minho hyung dan mengajaknya berlari.

Kami bersenang-senang hari ini. Makan gulali bersama, membeli gelang yang sama dan ada tulisan nama kami berdua di gelang tersebut. Makan siang di restoran taman ria, mencoba semua wahana kecuali, komedi putar dan bianglala. Aku dan Minho hyung naik bianglala. Saat sampai di atas, ku beranikan diriku untuk memberitahukan kepulanganku.

“Hmm, Hyung… besok aku harus pulang ke Seoul” kataku dengan kepala menunduk.

“Mwo? Kau akan pulang? Ku mohon tinggallah disini,” Minho hyung memohon sambil memegang tanganku.

“Sirheo hyung, aku harus pulang ini sudah menjadi keputusan orangtuaku… hiks mi…mian…mian…hae hyung” kataku sambil terisak. Minho hyung memelukku. Aku hanya menangis di dada bidangnya. Tak peduli kalau baju Minho hyung akan basah. Aku terus menangis.

“sudah baikan?”

“Ne, Mianhae hyung”

“Gwenchana, Taemin..”

“Eum?”

“Lupakan,”

Ada apa dengan Minho hyung aneh sekali. Tak lama kemudian bianglala turun ke bawah. Kami turun dari bianglala. Saat melintas di depan Komedi putar aku berhenti. Minho hyung yang berjalan di depanku pun ikut berhenti dan mulai berjalan ke arahku.

“Wae, Taemin?” tanyanya. Aku hanya menunjuk komedi putar dengan pipi yang mengembung.

“Aish, jangan naik itu, please banget!” tolaknya.

“Wae hyung? Aku kan ingin sekali naik itu. Aaahh, jangan-jangan kau malu ya? Ha? Ha?” godaku sambil menyenggol lengannya.

“Tidak, siapa yang malu?”

“Mengelak lagi, ayo hyung, naik itu!” rengekku dan mulai mengeluarka puppy eyes kepadanya.

“Ne, kajja kita naik itu” katanya mengalah. Hahai jurusku berhasil.

Setelah naik komedi putar kami kembali ke hotel. Sebelum pergi Minho hyung mencium keningku. Besok, pertemuan kita yang terakhir hyung. Sebelum aku kembali ke Seoul. Seperti biasa Minho hyung suka menghilang tiba-tiba setelah mengucapkan saranghae padaku.

Aku masuk ke hotel dan langsung menuju kamar untuk tidur. Tadi di tangga umma menanyakan apa aku sudah makan? Dan ku jawab dengan anggukan. Hah, hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan.

“Good night jagiya” gumamku.

Tiba-tiba jendela kamarku terbuka lebar dan angina telah bertiup ke arahku. Di sela-sela angin aku mendengar suara Minho hyung.

“Night, baby, have a nice dream. And tomorrow morning, I will wait you on the beach” aku tersenyum mendengernya lalu terlelap masuk ke alam mimpi.

Hari kepulanganku pun tiba. Kira-kira kami akan pulang pukul 10 pagi. Mentari menghiasi langit pulau Jaeju dengan cerahnya. Kembali aku menyusuri tepi pantai. Tiba-tiba Minho di sampingku. Kami berbincang dan aku mengatakan kalu jam 10 aku harus pulang. Seperti kemarin dia memintaku untuk tidak pulang, tapi dengan sedikit pengertian dariku akhirnya ia mengerti. Setelah puas jalan-jalan aku kembali ke hotel untuk memenuhi panggilan sarapan. Aku menikmati makan pagiku di balkon luar hotel bersama Minho hyung. Dan semua orang lembali memandangku dengan tatapan aneh. Tapi tak ku hiraukan. Namun, aku juga berpikir mengapa mereka menatapku seperti itu? Kupikir tak ada yang aneh.

Setelah sarapan aku melanjutkan pembicraanku dengannya. Sen orang-orang menatapku seperti itu lagi seakan-akan aku orang aneh, orang asing, orang dari planet lain yang jauh dari bumi. Aku semakin penasaran. Ada apa dengan mereka?

“Hyung, menurutmu mereka itu kenapa ya?”

“Memang ada apa dengan mereka?”

“Mereka memandangku dengan tatapan aneh. Seperti melihat orang gila”

Minho hyung tersenyum dan berkata

“Gomawo, Taemin kau telah menunjukkan arti cinta padaku…tapi percaya padaku kau akan selalu di hatiku sampai kapan pun walaupun kita berbeda alam”

“Maksudmu hyung?” tanyaku bingung dan sedikit panik. Apa ini kata-kata terakhir darinya. Minho hyung hanya tersenyum dan beranjak ke tepi balkon. Aku pun panik.

“Hyung, apa maksudmu?”

Dia tersenyum dan bersiap untuk lompat.

“Hyung,,, jebal… jawab pertanyaanku, hyung” teriakku sarkatis.

“Saranghae Lee Taemin sampai jumpa di alam sana” katanya lalu dia lompat ke bawah.

“Nado hyung, nado saranghae…” tak bisa ku tahan air mataku ini. Tanpa sadar aku juga mau melompat dari hotel. Namun, seorang yeoja tua menahanku.

Tunggu, sepertinya yeoja itu adalah yeoja yang menatapku dengan tajam saat di tangga.

“Hey, jangan ikuti dia” cegahnya sambil menahan tanganku.

“Siapa anda? Apa anda tahu tentangnya?” tanyaku masih menangis.

“Kau benar-benar melihatnya?”

“Apakah anda mengenal Minho hyung?”

“Ne, aku mengenalnya” sahutnya. Aku terkejut mendengarnya.

“Siapa nama anda?”

“Aku Eline. Aku tahu kau sering bertemu dan bahkan berkencan dengannya,”

“tapi, sayang sekali kalian tidak bisa bersatu” lanjutnya.

“M…ma…maksud anda?”

“Karena kalian berbeda alam,”

 Aku terkejut mendengar pernyataan darinya. Sebenarnya siapa Minho hyung dan apa maksud ucapan Eline tentang kami yang berbeda alam?

“Apa anda mau menceritakannya padaku?” tanya ku dia hanya mengangguk.

TBC~~~

bagaimana? penasaran kenapa Minho hyung bisa jadi hantu? Ayo comment kalo gak comment nanti tidak aku lanjutkan lho… rencana saya mau saya buat dalam sudut pandang Minho. apa ada yang mau? kalau mau nanti aku buatkan. dan syaratnya adalah jangan jadi silent reader ok? RCL. karena comment anda telah membangun saya untuk tetap berkarya.

edit by:Sanniew^^

Sorry masih banyak yang kelewat…sambil benerin tugas kuliah🙂

43 thoughts on “[2min] My lovely ghost part 3 of?

  1. acemeleh
    beneran jadi setan si minho.
    semoga itu cuma arwah minho yang melayang-layang dan minhonya lagi koma
    *inget film heaven postman

  2. Eaa..
    Tragis bgt nasip menong😥
    thor,author biarkanlah 2min bersatu nne.. *rayu author pake 2min*

  3. huaaaaa…..
    hampir aja c tetem loncat jga…
    tem,, c menong kn cman ngmng sampai jmpa lg d alam lain…
    bkn ngajak tetem ke alam lain saat itu jga>//////<

  4. Aduh si tetem koq polos amat sih..masa gak tau klo sih minho itu hantu….taemin sayang apakah kau sudah dibutakan oleh cintanya minho sampe kagak sadar klo minho itu bukan manusia…hmmmmmm
    Wah siapa ya sih nenek tua itu.??? Knapa juga minho bisa meninggal.?? Apakah dy bunuh diri.?? Terlalu byk pertanyaan ya..hehehehe
    Klo gitu aku lanjut aja ke next partnya biar gak nanya2 lagi
    Buat author daebak deh.!!!
    Btw ini beneran kisah nyata ya.???

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s