[JinTae] Forbidden Love


Maafkan saya *bowed* ini ff nista yang ternista terabsurd yang paling absurd gaje yang teramat gaje yang pernah saya buat, aku buat ini dari jam 12malem sampe jam setengah 2 hahaha menyadari itu adalah jam jam diluar kewarasan saya. Backsoundnya heartquake superjunior, can you hear me taeyeon, coagulation superjunior, saya mabok SHINee!/ganyambung ff 2min saya numpuk di leppie, tapi ntar aja publishnya, setelah love infection kelar, kkk~/kejam gatau, aku pengen publish ini, meskpun galayak baca, hehe maaf yah *bowed* Love infection ntar malem ^^v maap lama *bow lagi* akhir akhir ini aku krisis pede😦

Silahkan kalau mau mencak2 abis baca ini, bash, flame, keluarkan saja, biar ramai, haha oiyah ini SWICTH GENDER yah pemirsah, mohon ditekankan, don’t like don’t read!

~ Forbidden Love ~

.

.

By: Rinhyon

~ awalnya aku hidup bahagia, aku memang bahagia, tapi Tuhan, kenapa kau tidak adil? Kehidupanku berubah, semuanya berubah, aku tidak pernah menginginkan hal ini. kehidupanku mulai tidak normal, aku ini bukan boneka, aku punya kehidupan, aku punya hati dan aku.. inikah akhir kehidupanku..? aku sakit.. umma.~

Awalnya aku bahagia.

“ummaaaaa~~ taeminnie pergi ke sekolah dulu ne?” mencium sebelah pipi cantik sang umma, hihiy demi apapun ia sangaaaaaat sayang dengan ummanya.

“ne~ hati-hati, sayang!” mengacak rambut taemin asal, yah ia sangat sayaaaaang sekali dengan aegyanya. Taemin tersenyum kemudian beralih kearah sang appa yang masih menyesap kopi paginya ditemani Koran pagi ditangannya.

“aku berangkat dulu, appa!” mengecup pipi sang appa sambil berlalu, ia juga sayang, sayang sekali !

“hati-hati di jalan nee~” berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas yang ada di genggamannya. Yah, ia juga sayang aegyanya..

Hanya gambaran keluarga bahagia di pagi hari, awalnya ia merasa inilah kehidupanku, ini kehidupanku yang sempurna.. tapi tak tahukah ia badai bisa datang kapan saja?

Awalnya, aku memang bahagia

“umma.. aku.. suka seseorang! Kyaaa~~” berteriak histeris di depan sang umma yang sibuk memasak, key terkekeh melihat anaknya yang sudah mulai dewasa.

“jinjjayo? Siapa?” menjawab dengan anusias taemin tersenyum malu, pipinya memerah, ia mulai menggerakkan bibirnya perlahan “Choi Minho..” menangkupkan kedua tangannya di wajahnya, menutupi wajahnya yang sudah sangat memerah.

“aigooo~ uri taeminnie sudah dewasa nee~ hahaha” membuka kedua tangan taemin dari wajahnya “nanti kenalkan pada umma ne?”

“aku kan belum mengenalnya, umma!” mempoutkan bibirnya lucu, lebih mirip mengeluh atakanag pernyataan.

“kalau begitu cepat kenalan, nanti kau kenalkan pada umma & appa, umma mendukungmu ne!” mengepalkan tangannya keudara, taemin terkekeh, ck~ memang ummanya..

“aku sayang umma..”  manja! key mengacak rambut aegyanya sayang, umur 17 ternyata belum merubah sifatnya. Sepertinya ia harus menarik kembali kata ‘dewasa’ untuk taeminnienya ini, haha!

“na do chagi~” taemin tersenyum memeluk ummanya

“sayang.. sangat sayang..” mengeratkan pelukannya di pinggang ramping key, dan tanpa terasa air matanya mulai mengalir, entah kenapa?

“umma juga sangaat sayang taemin” ucap key sambil mengelus rambut anaknya itu, entahlah, ia tidak mengerti ada apa dengan anaknya hari ini.

“tidak sayang appa?” tiba-tiba sebuah suara menginterupsi aktifitas umma-aegya itu, mereka berdua terkekeh dan melepaskan pelukannya

“tentu appaaaa~~” merentangkan tangannya menunggu untuk dipeluk, Lee Jinki –nama sang appa—berjalan kemudian memeluk kedua sosok cantik dihadapannya.

Tuhan, kenapa kau tidak adil?

“sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya saat hendak menyebrang, sepertinya sopir mabuk dan mengantuk, menyebabkan ia tidak melihat lampu merah” kesal, apa.. APA YANG DIINGINKAN SOPIR ITU HAH!

Hanya sanggup memandangi sang appa yang tengah terpuruk di depan nisan sang umma, wae? Waeyo? Ini ulangtahunnya yang ke 37 dan KENAPA KAU MENGAMBILNYA TUHAN?

Kenapa.. kenapa..

Ini begitu tidak adil..

Aku.. sayang umma, Tuhan..

Dan sekarang Kau biarkan aku hidup hanya berdua dengan appaku?

Hidup berdua, tanpa umma, dan appa yang terpuruk..?

Berubah, semuanya berubah, aku tidak pernah menginginkan hal ini.

Akhir akhir ini appa sering pulang malam, taemin seringkali melewati malamnya sendirian, yah, bagaimanapun juga dulu ia anak yang penuh kasih sayang, semenjak ummanya pergi ia hidup tanpa kasih sayang sedikitpun. Appanya mabuk-mabukkan, hidupnya berantakan, hidupnya tidak lagi bahagia.

Awalnya taemin hendak tidur, tapi tidak jadi ketika dirasakannya sebuah tangan meraih pergelangan kakinya dan mulai beranjak naik melalui selimutnya, ani.. ANIYO!

“APPA!” menarik kakinya menjauh dari jangkauan sang appa yang mabuk, tatapannya begitu menijikkan bagi taemin, bukan.. ini bukan appanya! “yah kau kenapa taeminnieyah” meracau tak jelas, taemin menarik selimutnya keatas menutupi tubuhnya, takut-takut appanya ini..

“taemin sayang appa ne?” mulai naik ke atas kasur dan meraih kaki taemin, mulai naik ke atas perlahan hingga lututnya “appa juga sayang taemin..” menatap intens mata taemin dan mengelus kaki taemin perlahan hingga pahanya.

Taemin bergetar, ia takut. Umma, dimana appa yang dulu..

“jangan appa.. aku mohon jangan..” menggelengkan kepalanya sambil menangis, tubuhnya bergetar hebat.

Seolah tidak menghiraukan isakkan taemin, tangan jinki terus bergerilya di tubuh taemin, ia tersenyum, senyum yang sangat menjijikkan untuk taemin.

Hanya mampu diam, yah, bahkan menangis pun ia tak sanggup, saat sang appa mulai melucuti pakaiannya satu persatu sambil mengunci tangannya erat.

Hanya mampu diam ketika sang appa mulai menggerayangi tubuhnya dan meninggalkan noda yang membekas di tubuhnya, bahkan hatinya.

Hanya mampu diam ketika sang appa mulai menyatukan tubuh mereka, air matanya mengalir, ini sakit.. bahkan lebih sakit sesuatu yang ada di dadanya sekarang.

Hidupnya.. berubah.

“aku mencintaimu taemin~ah” terus menggerakkan tubuhnya yang tengah menyatu dengan tubuhku, ia tidak lagi mabuk, tidak lagi terpuruk, tapi ia jauh lebih buruk dimataku.

Aku hanya diam, entahlah, aku tidak mau menjawabnya, ini menyakitkan, sakit ketika ia terus memaksakan tubuhnya di dalam tubuhku. Hatiku lebih sakit, bahkan ini jauh lebih menyakitkan di hatiku, sudah terlanjur.. seperti ada lubang hitam besar dihatiku, orang ini.. siapa?

“tak tahukah kau taemin? ummamu saja tidak pernah memuaskanku seperti saat bersamamu” jinki mengelus rambut taemin yang basah sambil tersenyum, taemin hanya diam, ia tidak mau menjawabnya, ia tidak dengar demi apapun IA TIDAK DENGAR DAN TIDAK MAU MENDENGAR!

“kenapa kau diam saja taemin~ah?” lagi, mengusap –memukul kasar?—kepala taemin untuk menjawabnya. Taemin hanya diam, yah ia diam, ia tidak ingin memandang sosok menjijikkan dihadapannya ini, terlalu menjijikkan!

Mulai beranjak bangun tanpa memperdulikan sang appa yang masi tertidur di kasurnya, menuju kamar mandi, tubuhnya lengket. Dan ia.. ingin menangis.

Kehidupanku, mulai tidak normal..

“err.. begini, aku ingin mengajakmu jalan sabtu nanti.. bisakah?” taemin menggigit bibir bawahnya keras tampak berpikir, ia tidak mau memandang sosok tampan dihadapannya ini karna terlalu merasa jijik dengan dirinya sendiri. Bukankah ini yang diinginkannya? Menjalani kehidupan normal, kencan dengan orang yang disukainya..

“mianhae.. Minho-ssi—“ omongan taemin terpotong ketika sebuah suara menginterupsi sepasang anak muda ini.

“apa yang sedang kau lakukan taemin~ah?” siapa lagi, Lee Jinki..

“a-appa..” bahkan lidah ini begitu kelu untuk mengucapkan kata yang begitu hormat untuk sosok menjijikkan di hadapannya.

“cepat masuk kedalam, atakan anak muda, JAUHI TAEMINKU!” segera menarik tangan taemin kasar meninggalkan minho yang terpaku menatap raut wajah taemin yang diseret appanya.

Yah meskipun ia tidak mengerti apa-apa, ia bisa melihat, segurat kesedihan dan kebencian yang memintanya untuk membawa lari dari keadaan ini.

BRAAAK!

Taemin didorong kasar ke dinding setelah jinki menutup pintu dan menguncinya, menatap taemin sarkastik “jadi sekarang kau begini, taemin~ah?” mengelus pipi taemin yang berlinang air mata. Ini keterlaluan, hidupnya benar-benar hancur.

“kau hanya mencintaiku kan? atakana padaku, taemin~ah!” mendorong tubuh taemin untuk semakin merapat ke dinding

Taemin hanya bisa menangis tanpa suara, mulutnya terkatup rapat, air matanya terus mengalir membasahi pipinya.

Ani.. hanya pasrah ketika jinki kembali menjamah tubuhnya..

.

Aku ini bukan boneka, aku ini punya hati, aku punya perasaan, dan aku..

Akhir akhir ini aku merasa mual, tubuhku pegal-pegal, aku seringkali bolos jam pelajaran karna harus tidur di ruang kesehatan, huks~ ini sakit, umma..

Apa hal yang kutakutkan terjadi? Mengingat hampir setiap hari appa melakukannya padaku..

“aku hamil, appa..” dentingan sendok dengan piring itu langsung terhenti. Ini berat sakit, bibir ini bergetar ketika mengatakannya, ia baru 17tahun dan IA HAMIL OLEH APPANYA SENDIRI!

“gugurkan saja..”

kenapa begitu mudah.. inikah yang diinginkan appanya.. ia yang kebingungan selama seharian ini, ia yang terus menangis selama seharian ini, dan ia yang bergetar ketakutan menghadapi kenyataan ini..

“aku tidak mau..” jawaban apa ini, kenapa ia begitu berat..

“terserah, asalkan itu tidak menggangguku untuk tetap menjamahmu”

BRENGSEK!

Taemin mendorong kursinya dan menampar appanya

“YA! KAU IN—“

“APPA KAU INI BODOH! BRENGSEK! KAU SUDAH MENODAIKU DAN SEKARANG INI SIKAPMU PADAKU? DIMANA APPAKU? DIMANA?! KEMBALIKAN APPAKU YANG DULU! KEMBALIKAN LEEJINKI APPAKU!” mendorong tubuh jinki sambil terisak, jinki menatap lantai dibawahnya tidak ingin menatap taemin.

“appamu, sudah mati, yang ada sekarang Lee Jinki yang mencintai Taemin”

“kau tidak waras jinki..”

“yah, aku memang tidak waras, ITU KARENA KAU TAEMIN! SALAHMU SENDIRI YANG BEGITU MENGGODA!”

“BUKAN SALAHKU KETIKA AKU TERLAHIR BEGINI, APPA!”

“ck~ SALAHKAN UMMAMU DAN BUKAN SALAHKU!”

“aku tidak tahu bahwa kematian umma begitu membuatmu terpuruk, appa..”

“kau tidak pernah menolak saat kusentu—“

“BAGAIMANA AKU BISA MENOLAK KETIKA KAU MENGUNCI TUBUHKU DENGAN BORGOL, KAU MENGIKUTIKU KEMANAPUN AKU PERGI, BAHKAN KAU LANGSUNG MEMANGGIL POLISI KETIKA AKU TIDAK ADA!”

Taemin terisak, ia tidak kuat, benar.. kenapa ia tidak mencoba lari? Salahnya juga ketika ia hanya diam menerima perlakuan appanya yang brengsek terhadapnya.

Jinki tertegun sesaat meresapi perkataan taemin, “aku akan bertanggung jawab”

“bertanggung jawab apa? SEKARANG AKU BAHKAN TIDAK TAHU HARUS MEMANGGILMU APA, APPA? APPAKU? APPA ANAKKU? IA BAHKAN TIDAK TAHU HARUS MEMANGGILMU APPA ATAU HALBOEJI, JINKI!” tidak lagi memanggil appanya dengan sebutan appa, ini menyakitkan, seluruh emosinya tumpah.

Inikah akhir kehidupanku..? aku sakit.. umma.

.

~ awalnya aku hidup bahagia, aku memang bahagia, tapi Tuhan, kenapa kau tidak adil? Kehidupanku berubah, semuanya berubah, aku tidak pernah menginginkan hal ini. kehidupanku mulai tidak normal, aku ini bukan boneka, aku punya kehidupan, aku punya hati dan aku.. inikah akhir kehidupanku..? aku sakit.. umma.~

END

HAHAHAHA/ketawagelo

Iyah iyah saya tau ini cerita sangat absurd dan gaje =3=

Akhir akhir ini saya mabok ontae & minkey sampe pengen muntah, 2min is real~! *digaplok ots + mks* gini doang nih tamatnya? Terus cerita jinkinya gimana? Taeminnya? Anaknya?

I too dunno~ [aku juga tidak tau] hahaha ih sayah seteres mamaaaah ;________; don’t kill me, if you confuse crying (?) after read this! Kkkk~ [eng ancur]

Gomawooo~ love yaa :*

82 thoughts on “[JinTae] Forbidden Love

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s