[2MIN] We Got Married ~ Confession!!


Foreword:

Anyyeong, sudah menantikan FF iniii??

*KAGAAA WOOY KAGAAA*

Sebelumnya makasiiihhh bangeeettttt, jeongmal kamsahamnida buat yang udah komen, nge like, ataupun sekedar baca tanpa ninggalin jejak.

Dan bener bener MAKASIH BANGET siapapun orang yang udah ngasih ide di FF WGM abal ini. Idenya bener-bener aku baca dan aku coba tulisin walau mungkin ga bisa semua dan tentunya ga sebagus yang kalian harapkan! But, I’ll try my best, guys!!

Buat kalian udah baca dan kalo abis itu senyum-senyum sendiri, GUE KAGA TANGGUNG JAWAB!!! Gue aja yang bikin gigit gigit bantal, ahahaha/autis/plak.

 Ohiyaa, gue mau kasih pengumuman/cepetaaaan oooyy.

Berhubung gue penulis abal dan setiap nulis suka-suka jari gue aja mau ngetik apaan kek, jadi WGM disini itu BEDA yaa sama WGM yang kalian biasa tonton.

Gue mau fokus ke 2min nya aja, bukan orang-orang yang biasa komentar distudio itu lho. Kayanya ga bakal gue adain dweeh.

Soalnya, I dunno, gue ngerasa ga penting aja, soalnya setiap gue nonton WGM dan tiba-tiba disela sama komen ga jelas, iri apalah segala macem sama orang-orang di studio itu, gue ngerasa kesel aja. Jadi kayanya ga bakal gue tampilin disini daripada gue nulis nya jadi ga mood. Ahahaha.

Trus juga yang wawancara di backroom, itu masih mikir-mikir juga gue adain/engga.

Dan kayanya bakalan banyak adegan yang gue bikin itu behind the scene nyaaa aja dweeehhh. Jadi bukan apa yang ditampilin di kamera. Entahlah, hanya ga mood aja nulis adegan-adegan yang di script/bilang aja males mikir, ahahaha.

Gue lebih nekenin sisi polos nya Taemin dan gentle nya Minho disini, dan itu kayanya lebih jujur kalo tanpa script.

Jadii, berhubung gue yang bikin, jadi suka-suka gue dooong, dilarang protes. Kalo protes, bikin aja sendiri/plak, ditimpuk!

 Oke dweeeh, hope you’ll likeeyyy.

Cueee…

We Got Married PART II ~ Confession!!

.

.

Tangan kekar itu masih terus setia menggenggam tangan si mungil. Tanpa berkata-kata! Terlalu bahagiakah? Entahlah, hanya hati Taemin, hati Minho, dan Tuhan yang tahu. Bahkan mereka masih bingung terhadap rasa yang ada di hati masing-masing saat ini. Masih tidak percaya, ini nyata kah?

Benarkah bisa seorang malaikat dan seorang bidadari bersanding seperti ini?

Minho tak henti-henti nya menatap Taemin. Bosankah? Bagaimana bisa bosan jika yang ditatapnya makhluk seindah ini?

Sementara yang ditatap tak henti-henti menampilkan semburat merah pada pipi mulusnya. Yeppoohh!! Ia hanya menunduk, tidak berani menatap balik tatapan tajam seperti elang yang daritadi terus menatapnya.

Ia sangaaat sangaaat bahagia! Ia yang tergolong ‘orang baru’ di industri hiburan Korea langsung mendapatkan salah satu namja terpopuler seperti Minho.

Awalnya, karena status nya yang seperti itu, ia mengira Minho hanyalah seorang playboy seperti kebanyakan yang lain. Namja sok dingin yang terbiasa dikelilingi yeoja-yeoja unggulan yang memujanya.

Tapi ia salah!

Minho orang yang sangat baik. Dan err, romantis mungkin. Entahlah, tak seperti kebanyakan namja yang juga banyak memuja Taemin, ia merasakan ketulusan yang berbeda di diri Minho. Keinginan untuk melindungi. Bukan keinginan untuk memiliki yang dipaksakan seperti yang selama ini selalu diinginkan namja-namja di sekitar Taemin. Ia hanya merasa aman di dekatnya. Aman, nyaman, dan hangat!

Di lift, Minho melepaskan genggamannya pada Taemin.

Taemin menoleh.

Ia tidak melihat tangan minho mulai merengkuh kepala mungilnya dari belakang dan ia letakkan pada lekukan leher jenjangnya. Minho sendiri menaruh kepalanya di atas kepala Taemin yang sekarang ada di pelukannya.

Entahlah apa yang membuatnya bisa melakukan hal seperti itu. Jujur saja, ia adalah tipe namja yang sangat dingin bahkan pada wanita, secantik apapun ia.

Tapi untuk si mungil ini, semuanya berubah! Es itu mencair seketika! Ia tidak mampu menahan aura baik, imut, dan lembut yang menguar kuat dari seorang Taemin! Sudah kubilang sejak pertama bahwa ia bukan wanita biasa. Ia bidadari, bidadari ku yang dikirim langsung oleh Tuhan!

Minho menghirup aroma rambut Taemin.

Wangi strawberry yang sangat manis.

Jujur saja ia terbuai dengan itu.

Dan Taemin sendiri ternyata merasa nyaman-nyaman saja diperlakukan begitu.

Tubuh minho menguarkan aroma parfume maskulin yang khas dan segar!

Mata keduanya terpejam menikmati kenyamanan masing-masing.

Mereka hanya mengucap hal yang sama di dalam hati, Tuhan, terimakasih!

TENG

Pintu lift menunjukkan bahwa mereka sudah di lantai dasar.

Syukurlah tidak ada orang yang masuk lift tersebut sejak lantai 30 hingga lantai 1.

Aneh? Memang!

Tapi, mungkinkah itu jalan yang Tuhan berikan untuk mereka?

Minho melepaskan rengkuhannya. Ia ingin menjaga perasaan Taemin. Bidadarinya ini mudah sekali malu, dan jika hal yang tadi mereka lakukan terlihat orang banyak, entah seperti apa malu yang Taemin rasakan. Sekali lagi, Minho hanya berusaha membuat keadaan senyaman mungkin bagi bidadari kecilnya.

Ketika pintu lift terbuka, Minho menoleh untuk melihat Taemin

Ia melihat ekspresi cemas ada di wajah cantiknya.

Minho hanya tersenyum menenangkan.

“jangan mudah khawatir selama ada aku, araasoo? Aku akan handle semuanya”, ujar Minho perlahan sambil mengusap lembut pipi Taemin

Taemin hanya bisa tersenyum.

Ia PERCAYA Minho.

Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk saat ini.

*

*

Di lobi, mereka melihat para kru WGM.

Taemin baru sadar, ada yang aneh disini.

Jika sedang syuting, kenapa Minho sendirian ketika menemuinya? Dan kenapa para kru itu menunggu disini dengan muka kelelahan seperti itu.

Ia hanya bisa menatap Minho yang berjalan tenang di sampingnya menuju mereka.

Entahlah, lidahnya kelu.

Perasaanya campur aduk saat ini.

Tiba-tiba ia teringat status nya yang jauh berbeda dengan Minho. Dia siapa? Hanya anak baru yang tidak tau apa-apa! Sedangkan Minho? Siapa yang tidak kenal dan tidak memujanya? Dan anak baru itu sekarang disandingkan dengan pujaan banyak orang? Apa yang akan terjadi nantinya? Tepatnya, apa yang nanti akan terjadi padanya?

Ketika sampai, Taemin hanya bisa memberi bungkukan sopan. Ia masih khawatir. Tangannya mulai berkeringat. Minho merasakan Taemin mulai gelisah. Ada yang membuat hatinya tidak nyaman meskipun ia masih tidak mengerti ia tidak nyaman akan hal apa? Minho sudah melepas gandengan tangannya. Mereka hanya berjalan berdua tanpa melakukan skinship apapun dihadapan semua orang. Lalu ia masih merasa tidak nyaman dengan apa?

Minho menghentikan langkahnya, dan ia berbalik, ia mensejajarkan wajahnya dengan wajah Taemin, Taemin mundur selangkah, posisi mereka terlalu dekat.

“heii, ada apa? Kenapa gelisah seperti itu? Ada yang membuatmu tidak nyaman, katakan saja padaku, angel?”, Minho bertanya cemas.

Jangan tampilkan ekspresi begitu dihadapanku, aku mohon. Ada aku. Kau percaya pada ku kan?

“anii, oppaa. Aku tidak ada apa-apa”, Taemin menunduk. Ia tidak berani menatap mata itu. Ia tau ia tidak pandai berbohong, dan dalam hitungan detik, jika Minho melihat matanya ia akan tau kalau Taemin berbohong.

Tapi dengan sikap begitu, justru semakin menunjukkan kalau Taemin sedang berbohong.

Hhhh, Minho menarik nafas panjang, ia tegakkan berdirinya, ia usap kepala Taemin perlahan, dan ia genggam tangannya.

Taemin membeku, “oppaaa, nappeun”, pekiknya tertahan.

Minho pura-pura tidak mendengar. Ia tidak bermaksud apapun. Ia hanya ingin menghangatkan tangan Taemin yang sudah mulai dingin karena kegelisahannya. Jika ada aku, aku akan berusaha membuatnya baik-baik saja, aku janji Tuhan.

Heii, ini dihadapan banyak kru WGM langsung dan kamera yang mungkin sudah merekam mereka saat ini.

Adegan yang sungguh tak boleh disia-siakan, bukan? Walaupun sekedar mengenggam tangan. Tapi ini pertemuan pertama mereka.

Wajah Taemin sudah sepenuhnya memerah sekarang. Padahal Minho hanya menggenggam tangannya. Entahlah, ia hanya merasa tidak pantas. Sangat tidak pantas!

Pada saat yang sama, pintu otomatis lobi SM Ent, terbuka, dan masuklah 9 gadis cantik tambang emas baru milik SM.

Jalan mereka tiba-tiba terhenti begitu melihat adegan di lobi.

Seorang Choi Minho menggandeng tangan seoraaang….wanita?

Mereka membeku.

Pandangannya tidak mudah untuk dideskripsikan.

Bahkan ketika Taemin melihat pandangan itu, tubuhnya gemetar.

Sungguh, jika hanya dengan pandangan mata mampu membunuh seseorang, mungkin ia sudah mati dari tadi.

Pandangan yang sangat menyeramkan. Tidak suka? Benci? Iri? Mungkin akumulasi dari berbagai hal mengumpul dan memancar lewat mata itu.

Sungguh tidak sebanding dengan tubuh dan wajah mereka?

Bagaimana seorang wanita cantik bisa mempunyai tatapan membunuh seperti itu?

Minho merasakan tangan di genggamannya gemetar, ia menoleh. Apa lagi kali ini?

Ia hanya melihat Taemin menunduk, dan ketika melihat ke samping, 9 anggota SNSD sedang melihat mereka. Sekilas Minho bersumpah ia melihat tatapan kebencian keluar dari mata mereka, namun sedetik kemudian tatapan itu langsung tergantikan tatapan ramah dan senyuman seperti biasa. Aneh?

Ia hanya tersenyum sekedarnya untuk membalas senyum mereka. Sopan-santun sesama penghuni SM Town. Ia melihat Taemin masih menunduk gemetar. Ia mulai mengerti. Ia rasa pandangan kebencian yang tadi sekilas ia lihat ditujukan untuk Taemin, dan bidadari kecilnya ini melihatnya. Siapa yang tidak ciut jika dipandangi begitu? Minho kembali menoleh. Tambang emas itu masih tersenyum cantik seperti biasa, tapi kali ini Minho tidak balas tersenyum. Ia tampakkan wajah dinginnya seperti biasa. Hati kecil nya terganggu! Ada yang tidak beres disini, dan feeling nya mengatakan ini akan jadi sesuatu yang berat, terutama untuk Taemin! Mata bulat dan dingin itu masih menatap kesembilan orang dihadapannya. Hanya senyuman sang magnae, Seohyun yang terlihat tulus. Tapi unnie unnie nya? Dipaksakan? Awas saja jika berani menyakiti bidadariku walau seujung rambut, aku akan membalasnya tanpa melihat status kalian sebagai perempuan! Aku sudah berjanji langsung pada Tuhan untuk menjaga bidadarinya, dan aku pantang untuk tidak menepati janji, pada siapapun, apalagi langsung pada Tuhan!

Ia mengeratkan genggamannya. Ia geser tubuh Taemin ke samping, menghindari pandangan sunbae-sunbae nya yang seperti nenek sihir itu. Untungnya, tubuh kekarnya cukup menutupi tubuh mungil Taemin. Ia kembali pada tujuan awalnya kesini. Tidak ada waktu mengurusi orang-orang tidak penting!

Ia berjalan menemui ketua kru WGM yang sedari tadi menatap Minho dan Taemin,

“hyuung, maaf atas kejadian tadi. Kalian jadi tidak bisa mengambil adegan pertama kali kami bertemu. Aku benar-benar minta maaf hyung”, ujar Minho merasa bersalah.

Taemin yang tidak tau apa-apa, tetap menunduk.

Entahlah, sebetulnya ia ingin mendengar penjelasan kenapa Minho meminta maaf dan kenapa ia sendirian ketika menemuinya, tapi semua hal disini membuat perasaannya campur aduk. Status nya? Acaranya sendiri? Pandangan tadi?

Haaah, mungkin nanti saja ketika mereka sudah berdua. Toh saat ini juga Taemin tidak bisa melakukan apapun selain menundukkan kepalanya. Malu? Aneh? Haaah, semuanya!! Ia masih merasa asing menjadi sorotan utama kamera seperti saat ini.

Walaupun sudah mencoba panggung level internasional sejak muda, namun ia terbiasa menjadi back dancer, bukan target utama sorotan kamera. Ia masih perlu banyak menyesuaikan diri.

Berbeda dengan status nya sebagai member F(x).

Jika diatas panggung bersama mereka ia memang terlihat tenang. Heii, itu karena satu hal! Ia menari! Jika ia menari, ia tidak lagi mencemaskan apapun. Belum lagi ia tidak sendirian. Ada unnie-unnie nya anggota F(x) yang lain yang ada di panggung bersamanya. Belum lagi teriakan Aff(x)tion yang terus bergema sepanjang lagu. Itu menambah semangatnya. Tapi sekarang?

Ia ada di reality show pertamanya, We Got Married, bersama seorang Choi Minho pula!! Bagaimana ia bisa tenaaang??

“Minho-ya, apa maksudmu berlari seperti orang kesetanan seperti tadi? Berlari mu yang biasa saja kecepatannya sudah tidak normal apalagi jika kau berlari seperti tadi seperti angin begitu? Mana kami sanggup mengejarmu?”

Minho hanya diam diomeli seperti itu. Ia tau ia memang salah, tapi sejujurnya ia tidak peduli.

Genggaman bidadari mungil nya memberinya kekuatan untuk tidak takut pada apapun!

“jweisonghamnida, hyung”, Minho hanya mampu mengatakan itu.

“lalu bagaimana dengan episode pertamamu? Kau tidak tau betapa banyak yang menantikan itu dan betapa sulit kami membuat script nya untuk menampilkan adegan semanis mungkin?”, namja paruh baya itu kembali mengomel.

Didalam hatinya Minho hanya berkata, “sepertinya pertemuan ku dengan Taemin tadi jauh lebih manis dibanding yang bisa kalian tuliskan dalam script!”

“aku sudah menerima script nya hyung, tapi Taemin belum dan aku juga belum menjelaskan secara rinci padanya. Ia pasti masih asing dengan semua ini. Ia baru beberapa hari sampai di Korea dan baru saja debut. Aku berjanji padamu aku akan menampilkan ini sebaik mungkin, tapi aku mohon jangan hari ini, hyung. Syuting hari ini cukup sampai disini saja. Kau lihat Taemin masih pakai seragam sekolah, ia baru saja pulang. Ia pasti masih lelah dan bingung dengan semuanya. Aku akan mencoba menjelaskan dulu pelan-pelan, baru aku akan secepatnya menghubungimu untuk syuting episode pertama. Bagaimana? Aku mohon hyung. Demi Taemin”, Minho memelaskan suaranya. Apapun akan kulakukan demi kau Taemin.

“Janji kalian akan menampilkan sesuatu yang bagus?”, tanya hyung nya memastikan.

 “aku berjanji hyung. Aku tidak akan mengecewakanmu”, Minho berkata mantap. Jika pasangannya Taemin, ini akan menjadi sangat mudah!

Hyung nya melihat kesungguhan di mata Minho. Ia melirik Taemin yang sedari tadi menunduk di samping Minho. Padahal baru bertemu, tapi entahlah, ia merasakan sesuatu. Apa ini yang dinamakan chemistry diantara dua orang ini? Perasaan yang sulit dijelaskan. Minho sangat peduli dan melindungi Taemin. Seorang namja dingin sepertinya bisa berubah secepat ini hanya demi Taemin? Sepertinya kami tidak salah memilih pasangan. KhunToria akan punya saingan sepertinya.

“baiklah, aku pegang janji mu Minho. Jangan terus memegang tangan Taemin seperti itu terus, kau buat iri saja”, ia hanya tersenyum.

 “secepatnya hubungi aku! Kajja, kita pergi. Jangan ganggu pasangan baru ini”.

Lagi-lagi Taemin menunduk. Aaahhh, bagaimana aku bisa syuting acara seperti ini kalau aku tidak mampu berkata apa-apa? Pikirnya sambil menunduk malu.

Ketika semua kru WGM sudah pergi…

 Minho menggeser tubuh Taemin. Sekarang posisi mereka berhadapan.

 “oppaa, kenapa kau meminta maaf seperti itu? Memangnya kau salah apa?”, Taemin bertanya cemas.

 Minho hanya tersenyum, mengusap kepalanya sayang.

 “aku jelaskan di luar yaa. Kau lapar? Mau makan apa, angel?”, tanya Minho sambil sedikit menunduk mensejajarkan wajah mereka.

 Blusshh.

 Wajah Taemin kembali memerah. Posisi mereka terlalu dekat. Taemin mundur selangkah.

 “aku mau ramen, oppa”, jawab Taemin pelan.

Minho tersenyum. Bilang mau ramen saja wajahnya malu-malu begitu. Aiiishh, anak ini.

 “kajja, aku tau restoran ramen yang enak”, Minho menarik tangan Taemin, tapi ternyata yang ditarik tetap tidak bergeming.

Minho menoleh ke belakang.

Ia kembali mendekat sambil bertanya, “ada apa? Katanya mau makan ramen?”.

 Taemin hanya menatap namja di depannya.

“Kau ini seorang super star oppa. Masa menemani makan anak SMA sepertiku di hadapan publik tanpa menyamar? Apa kau tidak malu?”, taemin bertanya sambil menggigit bibir bawahnya, khawatir.

Lagi-lagi Minho mensejajarkan wajahnya dengan wajah Taemin, tapi menahan tangan di genggamannya agar ia tidak bisa mundur.

Wajah Taemin sudah sepenuhnya memerah sekarang.

Minho hanya tersenyum sambil mengusap pelan pipi imut itu dengan punggung tangan satunya.

 “jangan pikirkan aku. Pikirkan saja dirimu sendiri. Apa bukannya kau yang merasa risih jika makan sambil dikerumuni banyak orang karena ada aku?”, Minho balik bertanya. Ia hanya ingin memastikan semuanya nyaman untuk anak ini.

 Taemin hanya menundukkan kepalanya. Kenapa orang yang baru bertemu dengannya ini seakan sudah sangat mengenal dirinya? Ia tidak sanggup menatap mata elang yang hanya beberapa centi didepan wajahnya.

 Minho hanya bisa tertawa melihat perubahan wajah Taemin.

 “jadi kau mau bagaimana? Jangan pernah takut mengatakan semua yang kau pikirkan dan semua yang membuatmu merasa tidak nyaman padaku. Aku akan nyaman jika kau juga merasa nyaman Taemin. Sudah kubilang jangan pernah pikirkan aku. Kau yang utama!”, Minho berkata sungguh-sungguh. Nyamanku itu tergantung kau, angel.

 “oppa lapar?”, tanya Taemin kemudian.

 “eehhmmm, tergantung. Kalau kau lapar, aku lapar. Kalau kau tidak lapar, aku juga tidak jadi lapar”, Minho menggoda sambil tersenyum. Ia berbuat begitu hanya untuk menghilangkan perasaan aneh dari Taemin. Otaknya sedang berpikir, apa yang harus dilakukan? Ia mengusap pipi Taemin pelan. Wajahnya masih berjarak hanya beberapa centi dari wajah imut Taemin.

 “opppaaaa, aku seriuuusss. Aiishh, oppaaaa”, Taemin merajuk.

 “ahahaha, baik-baik. Sebetulnya aku tidak terlalu lapar. Tapi kalau kau lapar, aku akan menemanimu makan”, Minho mulai menjawab serius. Ia menegakkan badannya. Sudah jangan menggodanya terus, Minho. Kasihaan.

 Taemin mengerucutkan bibirnya, kyeoptaaaa..

 “Oppa tau tidak SM punya dapur yang besaar? Aku mau masak ramen sendiri saja”, kata Taemin tersenyum.

 Minho menepuk dahi Taemin pelan, ia tertawa.

 “heiii, yang anak baru disini itu siapa yaaa?”, Minho meledek Taemin.

 Wajahnya kembali memerah. Ia menunduk sambil menggembungkan pipinya. Aiiiishhh, Taemin memalukaaannnn!!! Stupid stupid stupid!! Kenapa ia berkata begitu pada orang yang sudah lama mondar-mandir di gedung ini bertahun-tahun?

 Minho melihat perubahan wajah ‘istrinya’ itu. Ada sedikit perasaan tidak enak yang terselip di hatinya.

Haaah, ia salah lagiiiii. Minho bodooh!!

 “hei heiii, angeell ku. Kenapa? Maaf aku salah bicara. Aku bodoh memang. Ini hal baru buatku jadi aku tidak tau harus berbuat dan berbicara apa”, Minho menangkupkan kedua tangannya di wajah taemin dan memaksa wajah yang tertunduk itu untuk menatapnya.

 “aniii oppa, aku yang salah. Aku lupa kau sudah lama disini”, taemin berkata pelan. Dipegang wajahnya seperti itu, menatap mata elang itu, sungguh membuat jantung nya berdebar tak karuan.

 Minho melepas kedua tangannya dari pipi Taemin. Ia mengusap kepalanya pelan, “sudah, jangan mempersoalkan siapa yang lebih senior disini. Kita sama-sama keluarga SM Town. Titik! Aku tidak mau membahas ini lagi. Ayo ke dapur, aku tidak mau kau sakit karena telat makan”, ucap Minho sambil tersenyum dan menarik tangan Taemin ke dapur SM Ent.

Di dapur…

 Tidak ada satu orang pun disana.

Kemana para OB disini siih?

Taemin memutar bola matanya.

Haah, ia lapar tapi mana ia tahu dimana ramen itu disimpan?

 Minho hanya tersenyum melihat Taemin yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan memandang bingung ke sekeliling dapur besar SM yang kosong.

Ia pasti bingung dimana ramen disimpan.

Wajahnya itu sungguh seperti buku yang terbuka. Mudah sekali dibaca.

 Minho terus berjalan ke arah salah satu rak di dapur besar itu, meninggalkan Taemin yang masih kebingungan.

Ia buka rak yang diatas, ketiga dari pojok kiri.

Dan voilaaa, ada bertumpuk-tumpuk ramen di rak itu.

Minho melihat taemin hanya memandang nya kagum.

 Ia hanya tertawa. Dasar anak polos!!

 “kau mau rasa apa? Atau mau ambil sendiri?”, Tanya minho sambil tetap membuka rak itu.

 “waah, oppa hebaat. Aku ambil sendiri saja”, Taemin segera melangkah ke rak itu.

Tapiii…

“oppaaa, hehehe, tidak sampaaiii. Maaf, tapi bisa tolong ambilkan tidak?”, Taemin berkata malu-malu. Aahh, ia sedih punya badan pendek begini. Bikin malu saja.

 Minho tersenyum dan….

HAP..

Ia memeluk pinggang ramping taemin, ia pegang kedua sisinya dari belakang dan mengangkatnya.

Anak ini begitu ringaan.

Taemin yang tiba-tiba ‘diserang’ begitu hanya bisa membeku.

“oppaaa, apa yang kau lakukan?”, serunya tertahan.

Sungguh demi apapun ia kaget Minho menggendongnya begitu. Bagaimana kalau ada yang lihat? Mau ditaruh dimana muka Taemin?

 “katanya kau mau ambil ramen mu sendiri?”, tanya Minho polos.

 Taemin segera menyambar ramen didepannya. Masa bodoh lah rasa apa. Ia hanya ingin Minho segera menurunkannya. Sungguh demi tuhan Taemin sangat malu!!

 Minho menurunkannya.

Dengan muka yang sangat memerah seperti kepiting rebus Taemin memukul lengan Minho dengan ramen yang baru diambilnya.

 “aiiisshh, opppaaaa. Aigooo, apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau ada yang lihaaatt? Sungguh aku malu sekali oppaaaa. Aiisshh, kau iniiiii benar-benaaarr”, seru Taemin sambil terus memukul lengan kekar Minho.

 Minho hanya tertawa melihat muka Taemin yang seperti orang sedang demam tinggi begitu.

“kau ini bagaimana? Tadi katanya mau ambil sendiri? Karena tidak sampai yaa aku gendong. Salah siapa punya badan pendek?”, Minho kembali menggoda sambil memegangi lengannya yang dipukuli Taemin. Lama-lama terasa sakit juga.

 “kan tadi aku minta oppa ambilkan, oppa malah menggendongku tiba-tiba begitu. Aiiishh oppaaa”, Taemin kembali merajuk. Semburat merah itu masih enggan meninggalkan wajah putihnya. Belum pernah ia semalu ini dalam hidupnya!!

 “ahahahaha, maaf maaf. Lagian siapa suruh ketika kutanya mau kuambilkan atau tidak, kau malah mau mengambil sendiri. Tidak sampai kaan akhirnyaaa?”, Minho tak henti-hentinya menggoda bocah mungil di hadapannya ini.

 Taemin menggembungkan pipinya, kyeoptaaaa.

 Minho mengelus kepalanya sayang.

“sudah cepat makan. Kau ini kenapa bisa badanmu seenteng itu? Aku seperti menggendong boneka saja, ringan sekali. Banyak-banyak makan. Kudengar makanan Victoria enak, sampai Khun hyung saja ketagihan. Jangan kurus-kurus seperti sunbae-sunbae mu di SM. Tidak ada bagus-bagus nya kau tahu? Yang penting itu bukan kurus, tapi sehat!”, Minho menjelaskan.

 Jujur saja ia memang agak tidak sreg melihat badan artis-artis wanita SM, terutama girl group beranggota banyak itu. Apa malah tidak menyiksa diri sendiri jika seperti itu? Kudengar bahkan sampai ada yang pingsan, terlalu kurus hingga malah terlihat menyeramkan dan beberapa jatuh sakit. Yaa bagaimana tidak mau sakit kalo apa yang dimakan sangat tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan?

 “aku sudah banyak makan opppaaa. Tapi aku memang tidak bakat gemuuk. Kedua orang tuaku kurus semua. Kau tidak tau saja aku di dorm makan sebanyak apa! Victoria Umma sampai memasak berkali-kali karena aku terus saja makan”, Taemin berkata di sela-sela meniup ramennya yang masih mengepulkan asap.

 “oh iya, mau?”, Taemin menawarkan ramennya pada Minho.

“mau tapi kalau disuapi”, kata Minho kembali menggodanya sambil tersenyum, pandangannya mengunci mata Taemin.

Saat ini mereka duduk berhadapan di sebuah meja pantry yang tidak terlalu besar.

Minho tak henti-henti nya melihat wajah bidadari yang sedang makan di hadapannya ini.

Kenapa bisa seorang wanita punya wajah sesempurna ini?

 “anioo opppaaa, memangnya kau bayi harus disuapi? Makan saja sendiri ini sumpitnyaa. Atau mau kubuatkan ramen lagi?”, tanya Taemin.

“kau secara tidak langsung mau memintaku untuk menggendong mu lagi yaa? Aku tidak keberatan kok kalau kau jujur saja langsung”, Minho kembali menggoda. Tetap dengan senyuman mautnya.

 BLUSH…

 “woaaahh, demi Tuhan aku benar-benar baru bertemu orang seperti mu oppaaaa”, taemin memalingkan wajahnya kesamping sambil menunduk.

Ia benar-benar tidak kuat mengahadapi godaan Minho sepanjang hari ini.

Selera makannya hilang seketika.

Ia sedang sibuk mendiamkan hatinya yang benar-benar berdetak tidak normal sekarang.

 Minho tak henti-henti nya tersenyum melihat wajah salah tingkah di hadapannya. Entahlah, menggoda anak ini seperti suntikan semangat yang sangat ampuh bagi Minho. Melihat pipi kemerahan jika malu itu, haaah, jika boleh? Bolehkah aku 24 jam bersamamu?

 “cepat habiskan ramen mu, angel. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat”, Minho berkata sambil menggenggam tangan taemin dengan tangan kirinya.

Taemin menoleh.

“mwo? Kemana? Ini sudah agak malam oppa. Aku takut dimarahi Vic Umma”, Taemin berkata sambil melirik tangannya yang digenggam Minho. Hangaatt…

 Minho mengambil ponsel di saku celananya dengan tangan kanannya.

 Tanpa melepas genggaman itu, ia menempelkan i-phone nya ke telinga, mencoba menghubungi seseorang.

 “Yoboseyo, Vic. Ini aku Minho”, ia bicara sambil tersenyum dan mengunci mata Taemin.

Taemin hanya menahan nafas. Untuk apa Minho nya menghubungi Vic Umma?

 WAIT!! WAIT WAIT WAIT!!!

 Apa barusan? Minho NYA?

 Haaahh, ia pasti sudah gilaaa, jinjaaa!!!

 “Aku ingin memberitahumu, saat ini Taemin bersamaku. Kami pasangan terbaru We Got Married. Kita ada di acara yang sama Vic. Mohon bantuannyaaa”

 Seketika Minho menjauhkan i-phone dari telinganya. Ini salah satu yang menyebabkan ia malas menelpon perempuan. Suka histeris mendadak begitu. Bikin pengang telinga saja. Ia sudah cukup pengang mendengar suara-suara abnormal Key di dorm. Sudah sangat amat cukuup!!

 Taemin mendengar Umma berteriak. Pasti ia kaget mendengar magnae yang baru beberapa hari di Korea sudah mendapat reality show pertamanya, ekslusif langsung bersama seorang Choi Minho. Aku lebih kaget lagi darimu Umma.

 “aku tidak bercanda Vic. Kami pasangan WGM terbaru. Dan sekarang aku ingin meminta izin pada mu untuk mengajak Taemin keluar sebentar. Aku akan menjaganya kau tenang saja. Bolehkah? Tidak akan lama, aku janji”

 “arasso, aku mengerti. Tolong beritahu manager kalian juga yaa. Gomawoo Vic. annyeong”, Minho menyudahi pembicaraannya.

 “Umma mu sudah mengizinkan! Ramen mu sudah habis? Kajja, kita pergi sebelum terlalu malam. Aku bisa dibunuh Vic kalau memulangkanmu terlalu malam”

 Taemin bangkit dari duduk nya. Seperti biasa tangannya digenggam oleh Minho. Ia benar-benar tidak dilepaskan sedetik pun oleh Minho.

 Mereka keluar, ke parkiran mobil.

“kita naik mobil siapa oppa?”, tanya Taemin.

“Mobilku”, Minho berhenti di depan sebuah mobil sport Ferrari mewah berwarna merah dan membukakan pintu mobil untuk Taemin, sangat gentle, right?

Taemin tetap tidak bergeming.

Minho melihatnya heran.

“waeyo, kenapa diam disitu”.

Taemin tetap tidak menjawab.

Kau tau apa yang ada di pikirannyaaa?

Demi Tuhaaaan mobil itu mewaaaahhhh sekaliiii.

Mulus seperti mobil baru, berkilau. Pasti mahal!!

Ia tidak menyangka Minho sekaya ini!!

Kenapa Kau semakin melebarkan jurang perbedaan diantara kami, Tuhan?

 Minho menutup pintu yang ia buka untuk Taemin.

Ia menghampiri yeoja imut yang tetap diam seperti patung begitu.

Begitu sampai di hadapannya, ia mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya, ia buka dan ia keluarkan sebuah kartu, sebuah driver’s license (SIM).

Ia tunjukkan itu pada Taemin.

Taemin hanya melihatnya heran. Sepertinya Minho salah mengerti apa yang dipikirkan Taemin.

Minho berkata, “ini sudah kudapatkan sejak 2 tahun yang lalu, jadi jangan khawatir begitu, kau ini meremehkan kemampuan mengemudiku yaa?”, ia mengacak pelan rambut Taemin, gemas!

 Taemin hanya melihatnya.

Minho terdiam. Ia langsung mengerti hanya melihat pandangan Taemin padanya. Ia tidak tau apa yang ada di pikiran bidadarinya, tapi pasti bukan masalah SIM ini yang mengusik pikirannya.

Ia masukkan SIM itu ke dompet dan ia kembalikan ke kantong belakangnya.

Ia pegang dagu Taemin dan mengangkatnya, ia kunci matanya, mencoba mencari tau apa yang dipikirkan bidadarinya saat ini.

Ia tidak suka melihat ekspresi seperti itu hadir di wajah cantiknya!

Minho membelai pipi Taemin dengan tangan satunya mencoba menghadirkan ekspresi kemerahan Taemin seperti biasa.

Pipinya memang memerah seperti biasa begitu minho membelainya, tapi matanya masih tidak fokus, seperti ada yang ia pikirkan.

 Ia tidak lagi membelai pipi taemin.

Ia rengkuh kepala mungil itu kepelukannya, ia belai rambutnya yang halus, ia hirup aroma strawberry itu. Tangan satunya masih menggenggam hangat tangan taemin.

 “bisakah jangan menampilkan ekspresi itu jika dihadapanku, aku mohon”, Minho berujar lemah disela-sela belaiannya pada rambut taemin.

 Taemin hanya memejamkan matanya, tidak menjawab apapun, mencoba menenangkan diri dengan aroma masculine dari tubuh Minho. Ia tidak ingin memberitahu Minho pikiran childish yang ia pikirkan barusan.

Ia malu. Ia malu mempersoalkan status mereka berdua, tapi mau tidak mau hal itu memang begitu saja hadir di pikirannya!!

 Mengetahui wanita di pelukannya tidak menjawab apapun, Minho melepaskan pelukannya.

Daan…

Ia mencium kening Taemin perlahan.

Taemin hanya membeku.

Entah apa yang merasuki Minho bisa berbuat begitu pada Taemin.

Ia hanya mau menghilangkan ekspresi itu dari wajahnya.

Ia TIDAK SUKA bidadarinya terbebani sesuatu tanpa memberitahunya.

Dan hanya cara ini yang terpikirkan olehnya.

Sangat reflek!

Maaf Taemin, sungguh aku hanya ingin membantumu. Aku sudah berjanji pada Tuhanku untuk menjagamu sekuat yang aku bisa. Tidak akan kubiarkan ekspresi apapun hadir di wajah cantikmu selain ekspresi kebahagiaan!!

Minho hanya mengecup kening Taemin perlahan, sebentar.

Ia tidak mau Taemin malah justru berpikiran macam-macam tentang dirinya.

Ia angkat kembali dagu mungil itu, ia berkata lirih, “mulai detik ini, aku mohon, bisakah kau percaya untuk membagi bebanmu padaku?”

Taemin hanya tersenyum manis, tanpa menjawab apapun! Aku tidak tau haru senjawab apa, oppa. Sungguh ingin sekali kubagi beban ini, tapi relakah aku menyusahkan orang sebaik kau?.

 Ia tarik tangan Taemin, ia buka pintu mobil nya untuk Taemin, tutup perlahan, berjalan memutar dan masuk lewat pintu pengemudi.

Minho bahkan memasangkan seatbelt untuk Taemin dan mengusap kepalanya pelan.

Namun Taemin tetap tidak bereaksi.

Minho kendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.

Hanya satu tangan, sebab tangan satunya sedang menggenggam tangan wanita mungil disampingnya.

Pandangan mereka berdua tetap kedepan, tidak berkata apapun, hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Minho genggam erat tangan mungil itu berusaha mengusir pikiran apapun yang menganggu Taemin saat ini.

Ia berhenti di depan sebuah butik yang terkenal mahal di pusat kota Seoul.

 Taemin hanya menatap bingung.

Minho membukakan seatbelt Taemin, turun, berjalan memutar dan membukakan pintu di samping Taemin.

“mau apa kesini oppa?”, Taemin bertanya ketika ia keluar dari mobil.

Minho hanya tersenyum. Ia gandeng tangan Taemin masuk ke dalam.

 “annyeoong, Minho oppa”

“annyeong”, Minho menjawab singkat sambil tersenyum.

“bisakah memilihkan pakaian untuknya? Tolong pilihkan baju yang hangat. Aku mau mengajaknya ke sebuah tempat yang agak dingin”, kata Minho pada pelayan wanita itu.

“oppaa? Untuk apa?”

“sudah percaya saja padaku. Sana, ikut memilih. Pilih saja baju apapun yang kau suka”, Minho mendorong pelan tubuh Taemin untuk mengikuti pelayan butik ini.

Minho membuka-buka majalah fashion di tangannya. Ia tidak mengikuti Taemin memilih baju karena jujur saja seleranya jelek soal pakaian, apalagi pakaian wanita. Harusnya aku membawa pemilik butik ini untuk memilihkan. Siapa lagi kalau bukan teman satu group nya, sang diva almighty, Kim Keybum.

 Setelah beberapa lama,

 “oppaa”, Taemin berkata lirih.

Minho mengangkat kepalanya.

Ia membeku…

Taemin hanya memakai pakaian sederhana.

Sebuah kaus panjang ketat warna putih yang menutup hingga leher, cardigan baby chocolate bermotif teddy bear di bawahnya., celana panjang warna coklat lurus yang senada dengan cardigannya, dan sepatu berwarna krem pucat yang serasi dengan bandananya.

Baju yang sangat sederhana!!

Dengan warna-warna yang juga sederhana. Hanya putih, krem dan coklat, tapi, terlihat sangat pas saja membungkus tubuh mungil bidadarinya.

Ia terlihat, entahlah…

Mungkin lebih sweet?

Minho tersenyum menatap Taemin yang menunduk malu.

Ia genggam tangannya.

“gomawoo sudah memilihkan baju yang sangat cantik. Akan kubayar langsung pada nya seperti biasa yaa?”, kata Minho pada pelayan butik itu.

“ndee Minho oppa”, sahut si pelayan sambil tersenyum ramah.

Ketika Minho hendak melangkahkan kakinya, pelayan itu berkata, “Minho oppaa, pacarmu cantik sekali, sungguh aku tidak pernah melihat wanita korea secantik dia”.

Taemin semakin menunduk. Minho tersenyum, “sejujurnya sampai detik ini aku juga heran ada wanita secantik dia”, ia berkata sambil mengelus pipi Taemin yang ada di sampingnya.

“opppaaaaa, sudahlaaaah aku mohooon”, Taemin mencubit lengan Minho sambil menunduk. Wajahnya memerah sekali..

“ahahaha, maaf dia memang sangat pemalu. Kami pergi dulu. Sekali lagi, gomawoo. annyeong”, Minho melangkahkan kaki keluar dari butik itu dengan Taemin yang masih ia genggam tangannya.

 Minho menjalankan mobilnya keluar kota Seoul, ke sebuah tempat yang masih asri dan banyak ditumbuhi pepohonan.

Taemin tidak tau tempat apa ini.

Seoul saja masih asing baginya, apalagi tempat begini.

Ia daritadi bertanya pada Minho, tapi yang ditanya hanya tersenyum sambil sesekali membelai pipinya lembut.

Entah kenapa Minho senang sekali melakukan itu pada Taemin. Ia sudah kecanduan dengan semburat merah yang muncul setiap Minho membelai pipi putihnya.

Akhirnya mereka berhenti.

Ia membukakan seatbelt taemin, lalu seatbeltnya sendiri.

Ia keluar dan berputar membukakan pintu Taemin.

Ketika keluar, bau pepohonan langsung menyegarkan pernafasan mereka.

Masih adakah tempat sesegar ini padahal tidak terlalu jauh dari Seoul?

 Minho mengenggam tangan Taemin, membimbingnya pada jalan setapak memasuki tempat entah apa itu.

Sebuah bukit?

Beberapa kali Taemin tersandung karena malam cukup gelap waktu itu.

Jujur saja ia takut mereka tersasar.

Minho tidak lagi menjaga Taemin dengan menggenggam tangannya.

Ia mulai merangkul pinggang ramping Taemin dan jalan agak dibelakang. Ia tidak mau terjadi apa-apa pada bidadarinya. Apalagi ditambah ia akan benar-benar dibunuh Vic kalau sampai magnae kesayangannya kenapa-kenapa.

 Sampai lah mereka di puncak sebuah bukit kecil.

Malam cukup dingin. Dengan pakaian begini saja ia masih merasa dingin. Angin malam ini kurang bersahabat.

Ia agak gemetar.

Minho yang mengetahui itu, langsung melepas jaketnya..

Taemin yang melihat Minho melepas jaketnya langsung menahan tangannya.

 “Anii oppaa, kau cuma pakai kaus, ini buatmu saja”, Taemin menggelengkan kepalanya menolak jaket Minho.

 “aku sudah sering kesini. Jadi sudah biasa dengan anginnya. Sudah jangan bandel. Pakai saja atau aku akan dibunuh Vic sesampainya di dorm begitu tau magnae tersayangnya sakit. Kau mau lihat aku dibunuh yaa? Kita bahkan belum syuting episode pertama”, Minho tersenyum.

 Ia tetap memaksa memakaikan jaket nya pada Taemin. Memang cukup dingin, tapi sudahlah, bukan masalah, yang penting ‘istri nya’ tidak kenapa-kenapa.

 Ia ajak Taemin duduk diatas sebuah batu besar, dan ia tetap berdiri.

Taemin membeku. Begitu ia duduk, ia melihat pemandangan kota Seoul di malam hari. Ini………

Entahlah ia speechless. Ini lebih bagus daripada pemandangan kota Seoul yang dilihat dari rooftop SM, salah satu tempat favoritnya di SM building.

Dari sini terlihat begitu banyak warna dari rumah-rumah dan kendaraan di bawah sana. Sangat warna-warni. Belum lagi biasan cahaya di sela-sela dedaunan.

Sungguh ini tempat paling indah yang pernah Taemin datangi dalam hidupnya.

 Minho berlutut mensejajarkan diri dengan taemin yang sedang duduk disampingnya.

Ia menoleh, melihat Taemin di sampingnya yang melihat ke pemandangan di depannya dengan pandangan terpesona!!

Mungkin seperti inilah pandangannya ketika pertama kali melihat Taemin.

Karena pemandangan paling indah yang pernah Minho lihat bahkan melebihi pemandangan di depannya sekarang, adalah pemandangan indah disampingnya ini.

 Merasa diperhatikan, Taemin menolah.

“waee? Jangan bilang aku cantik. Aku bosan. Memang aku cantik aku sadar kok”, kali ini Taemin yang mencoba menggoda Minho.

Dan benar saja Minho tertawa. Ia cubit pipi itu. Aiiihhh, kenapa kau imut sekali.

 Minho melihat ke depan.

“ini namanya bukit bintang. Aku sering kesini ketika aku merasa sedih, marah atau lelah. Aku sendiri yang menamainya begini, karena ketika aku pertama kali kesini dengan keadaan kacau, disini aku melihat bintang yang sangat terang diatas langit. Apa itu kau yang sedang mengamatiku?”, Minho menoleh pada Taemin.

Taemin hanya bisa tertawa. Dasar opppaaa.

 “entahlah, tapi tidak begitu lama aku melihat bintang itu, Tuhan mengirimkan bidadari yang sebenarnya langsung padaku”, Minho kembali menatap pemandangan kota didepannya.

 Taemin lagi-lagi hanya bisa membeku mendengar Minho berkata begitu.

Ia hrus segera mengalihkan pembicaraan. Pertahanannya bisa benar-benar runtuh jika keadaannya seperti ini terus.

 “oppa”, panggil Taemin.

“hemmm”, Minho menoleh menatapnya.

“aku ingin kau cerita kenapa kau bisa sendirian menemuiku dan maksud perkataan tadi di gedung SM dengan kru WGM itu apa. Jelaskan padaku, oppaaa”

 Minho terdiam sejenak. Menatap mata manik itu.

Ia mulai bercerita kenapa ia bisa sendirian menemuinya. Sejujurnya sungguh ia malu sekali menceritakan itu.

Taemin yang mendengarnya hanya tersenyum. Ia tahu Minho berat menceritakan itu. Ia tipe orang yang mempunyai gengsi tinggi.

Ia berusaha untuk tidak tertawa. Ia ingin mendengar cerita lengkapnya. Jangan sampai karena ia tertawa, Minho jadi menghentikan ceritanya.

 “jadi begitu ceritanya kenapa aku menemui mu sendirian. Sudah kalau mau menertawakanku tertawa saja sekarang jangan ditahan”, Minho berkata lirih smabil menunduk. Aaahhh, wajahnya pasti memerah sekarang.

 “aniii oppaaa. Aku tidak akan menertawaimu”, Taemin tersenyum sambil membelai pelan pipi Minho. Ia membeku. Jadi seperti ini yang Taemin rasakan jika aku membelai pipi nya? Pantas saja pipinya selalu memerah begitu.

 “lalu tentang WGM itu?”, Taemin melanjutkan pertanyaannya.

 Untuk pertanyaan ini, ia kembali mengunci mata Taemin. Jika kuceritakan, bersediakah ia?

Ia hela nafas mendalam, lalu mulai cerita. Tentang apa itu reality show We Got Maried, keharusan pasangannya untuk melakukan adegan sesuai script, dan juga adegan pertemuan mereka yang tertulis dalam script ia jelaskan secara detail .

 Taemin mulai menggigit bibirnya. Khawatir?

Tak sedetikpun mata Minho lepas dari mata Taemin.

Ia amati gerak-gerik ‘istrinya’ itu.

Didalam hatinya ia sebenarnya khawatir, apa Taemin bisa? Apa Taemin mau? Apa akibat untuknya nanti?

Dan ketika selesai, mereka sama-sama terdiam.

Mata Minho tak henti-hentinya mengunci mata Taemin.

Mencari apa yang dipikirkannya sekarang.

 Akhirnya Taemin hanya berkata lirih, “bisakah aku menjalaninya, oppa?”

Minho berdiri, berjalan hingga menghadap sempurna di depan Taemin, ia menarik tangannya agar berdiri.

 Ketika Taemin berdiri.

Ia menempelkan satu telapak tangannya di pipi Taemin.

Taemin hanya bisa memejamkan matanya.

Aneh, tangan Minho oppa hangat.

Padahal udara sedingin ini dan ia tidak memakai jaket.

“buka matamu, angel”, perintah Minho pelan.

Ketika membuka mata, Minho sudah mensejajarkan wajahnya di depan Taemin. Jarak mereka terlalu dekat, dan lagi-lagi Taemin membeku.

“kau percaya, selama ada aku, tangan ini akan membantumu kapanpun kau merasa butuh”, dan tangan ini, Minho meletakkan tangan satunya di pipi taemin hingga kedua tangannya menangkupkan pipi oval itu

“tangan ini akan selalu ada untuk menjagamu”, Minho berkata lirih.

“jadi aku mohon, bukan demi aku, tapi demi kau, demi orang yang aku sentuh saat ini, percaya padaku kalau aku akan membuatnya semudah dan senyaman mungkin untukmu”

 Taemin hanya mampu diam!

 “kau akan menjalani ini semua tidak sendirian, tapi denganku! Selalu! Ini mungkin akan berat, pasti ada yang tidak suka dan muncul omongan negative dimana-mana, tapi satu hal, apapun beban yang kau rasakan, kumohon berikan itu padaku! Jangan pernah menanggung beban sekecil apapun sendirian apalagi jika beban itu ada karena aku. Kau adalah bidadari yang dititipkan Tuhan untuk aku jaga, dan aku juga sudah berjanji untuk itu, jadi kumohon, tetap tersenyum dan jalan kedepan bersamaku yaaa. Tangan ini akan selalu ada untuk mengenggammu. Jangan pernah takut karena ada aku. Ada aku yang akan menjagamu sekuat yang aku bisa”, sungguh itu kalimat-kalimat paling jujur yang pernah Minho ucapkan.

Ini janjiku pada bidadariMu Tuhan!!

“AKU MENCINTAIMU, BIDADARI KECIL”, Minho melanjutkan ucapannya, mantap, tegas!!

Taemin hanya membeku, dan aaahh, pandangan matanya buram!!

Tuhan, kenapa aku harus menangis disaat seperti ini?

 Minho menghapus air mata itu sebelum membentuk sungai kecil.

Ia rengkuh kepala Taemin, memeluknya erat!

“janga menangis, ku mohon jangan menangis, angel! Kau tidak tau sesakit apa aku ketika melihatmu menangis. Aku mohon jangan menangis!”

 Taemin tidak tau kenapa ia menangis. Sungguh ini air mata kebahagiaan, oppa!! Tapi ia tidak mampu berkata apapun, karena memang tidak ada kata yang sanggup mendeskripsikan ini semua.

 Mereka pulang dengan kebahagiaan yang tidak sanggup dideskripsikan dengan kata-kata. Bahkan hati mereka serasa mau meledak saking bahagianya!

Kembali minho menyetir dengan satu tangan, dan tangan satunya kini membelai pipi Taemin yang tertidur. Mungkin ia kelelahan.

Bahkan saat tidur pun ketika Minho membelai pipinya, semburat merah itu masih muncul. Yeppoooh!

Sesampainya di depan dorm F(x).

“Angel, bangun”, panggil Minho sambil membelai-belai pipi taemin.

 [kalo dibangunin gini mah gue makin tidur :p ]

 Taemin mulai terbangun, ia mengucek-ucek matanya, kyeoptaa.

“kita sudah sampai, oppa?”

 Minho tersenyum, “ndee, kau pasti lelah. Maaf yaa Taemin”.

 “a-ah? Anii, aku justru yang seharusnya minta maaf kau pasti bosan menyetir sendirian”, kata Taemin.

 Minho lagi-lagi tersenyum. Ia buka seaetbelt taemin, namun tidak langsung turun seperti biasa.

Ia mengambil spidol hitam di dashboard mobilnya, dan ia tuliskan angka-angka pada telapak tangan taemin.

 “ini nomor ponsel pribadiku. Hanya kau, manager dan hyung ku di SHINee yang tau nomor ponsel ini. Tadi aku menelpon Vic dengan ponsel untuk pekerjaan, jadi jangan cemburu, arasso?”, Minho mengacak rambut Taemin.

“aiishhh. Siapa yang cemburu, oppa sungguh PD mu berlebihan sekali”, Taemin membantah.

Cemburu? Tentu saja tidak!!

“ahaha, terserah kau mau mengaku atau tidak tapi tadi aku melihat tatapanmu cemburu. Sudahlah, tidak usah dibahas. Besok kita akan syuting episode pertama. Mungkin aku akan menjemputmu di sekolah. Jadi dandan yang cantik yaa? Dan jangan berikan nomor ini pada siapapun!! Aku tidak akan meminta nomor ponsel mu. Aku akan menunggu kau duluan yang menghubungiku, hehehe”.

Minho turun, memutar dan membuka pintu samping Taemin.

“oppaaa, gomawo untuk hari ini. Jeongmal. Hati-hati di jalan”, teriak Taemin saat masuk ke dorm sambil berlari.

Minho hanya tersenyum, ia menunggu hingga Taemin benar-benar masuk ke dorm nya.

Ia tersenyum, “tidur yang nyenyak yaa, sayang”, ucap nya lirih ketika Taemin sudah benar-benar masuk ke dorm nya.

Sesampainya di dorm.

“aku pulaaang”, seru Taemin.

Dan…

DEG..

 Di ruang tamu ia melihat Krystal menyandar di tembok sambil bersedekap dan menatapnya, benci? Dingin? Entah tatapan apa itu.

Yang jelas Taemin bergidik melihatnya.

 “Un-unnie, belum tidur?”, tanya Taemin takut. Bahkan ia takut melangkah mendekat. Ia hanya berdiri di depan pintu.

“habis darimana kau? Senang seharian berkencan dengan Minho oppa bahkan jaketnya saja sampai terbawa?”, jawab Krystal sinis. Suaranya sangat amat dingin!!

Taemin membeku. Ahh, jaket Minho oppa masih menyelimutinya. Aah, bodoh kau Taemin! Kenapa bisa sampai terbawa?

Taemin tak sanggup berkata apapun. Ia hanya menunduk.

Ia memang tak tau harus bicara apa?

“baru saja debut tapi kau sudah banyak tingkah, magnae! Kau pikir dengan kecantikanmu kau bisa mendapatkan segalanya? BITCH!!”

 Taemin membeku mendengar kata itu. BITCH?

 Ia mulai menangis. Air matanya jatuh ke lantai.

 Ia tidak pernah dibilang seperti itu oleh siapapun! Sekarang oleh Unnie nya sendiri?

 Krystal mendekat, ia pegang dagu Taemin keras, “awas kalau kau berani mengadu pada Minho oppa atau Vic umma. Sungguh, pegang omonganku Taemin, hidupmu akan kubuat seperti di neraka! Camkan itu!! Dan cepat hapus air mata mu sekarang!!”, Krystal mengeratkan pegangannya. Sakiit. Sakiiit, Minho oppaaaa.

 Krystal pergi, masuk ke dalam. Dan ia mendengar Krystal berteriak, “Vic umma, magnae tersayang kita sudah pulang. Aigooo, selamat yaa Taemin kau pasti senang. You’re so luckyy!!”, ia dan keempat Unnie nya keluar. Taemin segera hapus air matanya. Ia berusaha menampilkan senyumannya seperti biasa. Ia tidak mau yang lain khawatir. Biarkan saja ia menanggung beban ini sendirian.

 Maaf Minho oppaaa, untuk hal ini, aku tidak mungkin cerita.

Kuatkan aku Tuhaaan.

Taemin mengucap lirih, sangat lirih hingga hanya ia dan Tuhan yang dengar.

TBC…

AAAAAAAAAA, GA MAU NGOMONG APA-APA LAGI!!!!!!

GUE MAU GALI TANAH AJA BUAT SI NENEK SIHIR KEHERISEUTAL!!!

LOL

Chapter ketiga, bakalan penuh dengan konflik, dan maaf buat Taemints, sepertinya Taemin akan gue bully dengan kejam disitu. Ahahaha *evil’s laugh/dibakar*

Gue cuma mau liat kaya apa si kodok jungkir balik ngebuktiin janjinya untuk SELALU ngelindungin Taemin…

Bakal gue bikin agak banyak konflik karena kalo tanpa konflik, si menong lama-lama berubah jadi yadoong!!

Ahahahaha.

Okkeeeyyyhhh.

RCL yaaaaa..

Dan jangan lupa kasih ide lagiii!!!

JEBAAALLL.

Tha_tha Babaiiiii…

 Edit by : Sanniiew^^

And this is teaser for chapter 3 :

“yoboseyoo”

“…..”

“Taemin?”

“…..”

Klik.

Mati.

“annyeong. Maaf malam-malam menganggu, bisa aku bertemu Taemin sekarang?”

“Taemin sudah tidur, oppa. Ada pesan?”

“satu kata saja kau mengadu pada Minho oppa, kau tidak akan pernah hidup tenang di dorm ini!”

“kau pikir kau cantik, anak baru? Kau tau aku ingin sekali membunuhmu!”

“Jangan pernah menguji batas kesabaranku, atau itu adalah keputusan paling salah yang pernah kau ambil dalam hidupmu”

“jangan besar kepala hanya karena kau bisa menari, BITCH!”

MINHO OPPAA, SAKIT!!

TOLONG AKU!!

END!!

Ahahaha, mau bunuh gue? Bunuh aja kalo bisa!

*Mehroong*

Taeminnya kenapa?

Gue juga ga tau karena emang belom gue bikin, ahahaha/plak.

SATU HAL YAA, YANG BAKAL NGE BULLY TAEMIN BUKAN CUMA NENEK SIHIR KEHERISEUTAL AZAAA!! DIALOG-DIALOG DIATAS ADALAH DIALOG DARI BEBERAPA ORANG!!

AND NO BASHING BUAT AFF(X)TION AND………

AHAHAHAHA…

KAN GUE UDAH BILANG, GUE CUMA MAU BIKIN KONFLIK INI CUMA BIAR SI KODOK ADA KERJAAN, GA CUMA NGE BACOT GOMBAL DOANG!!

LOL

Udah ah!!

Komen komen komen woooy..

Komen ga ngelebihin 35 ga bakal gue lanjutin FF ini!!!

Bodooo amaaaatttt…

Ahahahaha…

FF ini cukup menyita konsentrasi gue di kantor soalnya…

Jadi hargailah sedikit okeehh…

133 thoughts on “[2MIN] We Got Married ~ Confession!!

  1. Sepertinya kali ini, author dan yeoja2 lainnya di ff ini lebih menyeramkan.. Terancam sekali hidup Taeminnie😦

  2. Aih, krystal kejem amaaattt…duh gemes mau tak sobek2(?)
    Minho demi apa makin kesini makin so sweet ajaa….aku kl jadi taemin bs pinfsan digobalin seharian kaya gitu~

  3. minho harus jd pelindung Taem. ok!!!
    aisshh.. nenek sihir jauh2 sono dr Taem. kalah cantik :p

  4. sikap minho ke taemin bener” sweet bangeeetttt, mana minho gentle dan care banget lagi sama taemin, jadi iri #mupeng
    si nenek lampir keris itu jahat banget sih, memang dasar nenek lampir dia itu, kasian taeminnya😥 #hugtemin

  5. Saya readers baru..
    Saya suka ff di sini.. sekarang lagi serius baca “im sick 2min”
    Cerita nya keren bgt
    Fell ny sungguh terasa
    Ampe2 nangis bombay :’) hiks..
    Pas nyari part 4end
    Ternyata di protec
    Kalau boleh saya baca kelanjutannya tu gmn ya outhor yg baik hati utk mendapan kan password nya?

  6. Ahhhh demi apaaa ini bikin diabetes thor
    Manisnya kagak ketulungan
    Tanggung jawab kau thor

    Bujugdah itu si kristal huaaasseeemmm banget dah jahat
    Sabar ya taem bang ming selalu ada untukmu🙂

  7. omooooo… banyak banget nenek sihir di ff mu tooorrrr.. kesian si temin…
    ga usah takut kalo si krystal atau 9 rubah itu macem2 masukin karung aja jadiin makanab kucing ahahahhaa…

  8. Aaaaa ini minho baru pertama ketemu ajah tingkahnya udah semanis ini taemin ana minhonya udah saling fall in love yah ciye… Hadeh ini bendera perangnya sinenek sihir udah kibar” yah sabar yah tem, taemin kuat kok dan bang minong lindungin noh istrimu

  9. Aaa… Manis banget perlakuannnya minho ketaeminnya berasa diabetes akut liat 2min, ihtapi ada penganggu ih kasian taeminnya berasa tertekan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s