[2min] My Lovely ghost part 4end


Foreword:

Hai semuanya, Mian buat author FF ini, gue merasa nggak enak udah nunda post FF ini karena gak ada waktu sama sekali buat OL karena dalam masa hiatus UAS gue… dan saat gue lengang 2 hari ini, modem gue bikin murka banget!! shit shit shit!
PLUS! saya merasa galau karena banyak berita yang bikin saya shock di dunia K-popersan, terutama putusnya Jongkyung couple TT^TT
Oke, mungkin gue bakal aktif minggu depan guys, so, be patient…
For silent reader, come on guys…tunjukkan pendapatmu, buat yang udah komen dan buang” pulsanya, gomawo*bows*

-sanniiew^^-

Chae young word :

Annyeong reader maaf kalau saya baru saja update. itu di karenakan kesibukan saya yang mewakli ekskulku untuk LDKS di pacet dan yang aku mintai tolong Isnaeni sedang sibuk nyiapin buat pameran di sun city dan bazar. itulah resiko Isnaeni yang menjadi pengurus organsasinya. apalagi ia berperan penting dalam pameran itu jadi gak bisa post. dan hey, silent reader tunjukin wujudmu. dah ah, dari pada saya banyak cerita ini saya kasih.

 LEAVE A COMMENT, NO BASHING, NO SR, NO PLAGIARISM WITHOUT CREDIT FROM US!!

My Lovely Ghost part 4 (end)

Author : Chaeyoung Saengie

cast : 2Min and Other

Genre : Romance, and Angst. maybe

 

“Aku Eline. Aku tahu kau sering bertemu dan bahkan berkencan dengannya,”

“tapi, sayang sekali kalian tidak bisa bersatu” lanjutnya.

“M…ma…maksud anda?”

“Karena kalian berbeda alam,”

Aku terkejut mendengar pernyataan darinya. Sebenarnya siapa Minho hyung dan apa maksud ucapan Eline tentang kami yang berbeda alam?

“Apa anda mau menceritakannya padaku?” tanya ku dia hanya mengangguk.

***

*Flashback*

Dulu, kira-kira 2 tahun yang lalu saat hotel ini pertama kali dibangun. Minho menginap disini. Dia selalu menempati kamar yang menghadap ke pantai. Dan itu adalah kamar yang kau tempati Taemin. Saat pertama kali ia datang kemari. Seperti yang Taemin lakukan Minho mengagumi ciptaan tuhan yang sangat indah.

Mulai saat itu Minho selalu datang ke hotel ini. Kami para staf bahkan cleaning service pun mengenalnya, Minho itu orangnya sangat ramah, mudah berkomunikasi dengan orang-orang, bahkan dengan orang asing yang menginap disini ia selalu saja bercerita tentang hotel dan tempat-tempat yang sangat menarik di pulau Jaeju.

Tempat favoritnya adalah balkon dekat restoran dan lantai paling atas hotel ini. Saat  saya tanya kenapa ia selalu datang kemari baik pagi maupun malam. Dan ia menjawab.

“Karena saat pagi aku bisa menghirup udara segar dan saat malam aku bisa mendapatkan ketenangan”

Wajah dan senyumnya telah membuat para yeoja maupun namja cantik yang menginap disini jadi mengaguminya. Pernah suatu hari dia kemari bersama teman-teman sekelasnya untuk acara perpisahan. Dan ia berusaha agar teman-temannya itu tenang dan tidak bertingkah seenaknya. Minho benar-benar orang yang ramah.

Minho pernah ditembak oleh salah satu yeoja yang ada disini, bukan menembak mati lho ya? Ini hanya menyatakan perasaannya. Lalu ditolak oleh Minho karena yeoja itu bukanlah tipenya. Entah kenapa aku merasa kasihan oleh yeoja tersebut, walaupun Minho menolaknya dengan halus, tapi aku tetap kasihan padanya.

Pada malam harinya yeoja yang ditolak Minho datang ke tempat favoritnya yaitu lantai atas dan mendapati Minho tertidur dengan mulut menganga dan ada sedikit air liur di ujung bibirnya. Ia mendekati Minho dan mengelap air liur yang ada di ujung bibirnya, tapi Minho merasa terusik akan tingkah yeoja tersebut dan terbangun. Mereka saling berpandangan satu sama lain.

“Ah, Mianhae….aku tak bermaksud…” kata yeoja itu.

“Gwenchana…ini sudah kebiasaanku waktu tidur” Minho bangun dari tidurnya dan mulai beranjak dari tempat itu. Namun,

Grep

Yeoja itu memeluknya dari belakang. Minho yang dipeluk pun kaget akan tingkah yeoja tersebut dan melepaskannya.

“Mian,,, aku bukan bermaksud menyakitimu, aku justru menyelamatkan perasaanmu,”

“Mengapa kau menolakku?”

“Karena kau bukan tipeku dan aku tidak suka gadis pemaksa sepertimu…memangnya kau tidak bisa mencari pasangan yang benar-benar mencintaimu?” yeoja itu menggeleng. Minho menghela nafas. Kemudian berkata.

“Kalau aku menerimamu kau akan menderita karena kau tidak mendapat cinta yang tulus dariku maka dari itu carilah namja yang benar-benar mencintaimu seperti yang ada di balik pintu itu” Minho menunjuk pintu yang menuju lantai bawah. Benar saja karena pintu itu terbuka sedikit jadi ia tahu siapa yang disana.

Seorang namja keluar dari pintu itu. Rambutnya blonde dan berwajah tampan.

“Hai,”sapanya.

“Nikchun?”

“Ne, aku mencintaimu Victoria. Aku benar-benar mencintaimu, tapi aku rasa kau tidak mencintaiku. Gomawo” kata Nikchun beranjak pergi meninggalkan Minho dan Victoria.

“Tunggu, Aku juga mencintaimu. Awalnya aku memang menyukai Minho, tapi aku sadar kalau suka dan cinta itu berbeda benar-benar beda. Izinkan aku untuk berusaha mencintaimu” Victoria memeluk Nikchun dari belakang. Kemudian Nikchun membalas pelukan Victoria. Minho yang ada disana mulai tersenyum lalu beranjak turun.

Saat di tangga ia melihat Eline yang kesulitan membawa peralatan kebersihan di tangannya. Minho menghampirinya dan menawarkan bantuan.

“Permisi Bu, ada yang bisa saya bantu?”

“Ah, tidak usah anak muda saya bisa sendiri”

“Gwenchana, saya bisa kok, lagi pula saya malas untuk jalan-jalan padahal sedang liburan”

“Aniyo, saya bisa sendiri kok anak muda,” tolak Eline, tapi Minho sudah membawa peralatan kebersihannya.

Eline dan Minho membersihkan hotel bersama-sama. Sesekali Minho mencoba menggoda anak muda atau pasangan muda yang sedang bermesraan baik dengan siulan atau pura-pura mengepel di depan mereka. Petugas hotel yang melihat itupun ikut tertawa atas apa yang dilakukan Minho.

“Hah, Minho ternyata kau jahil juga ya?” ujar sebuah suara di belakang Minho.

“Aniyo, Heechul ahjumma aku Cuma rada kesal saja, masa, bermesraan di depan umum? Ya sudah saya goda saja mereka,” sahut Minho memberi penjelasan.

Heechul hanya tertawa kecil mendegar penjelasan dari Minho. Benar-benar anak yang polos, tapi memiliki charisma. lihat saja pasangan yang baru saja digoda Minho tadi, dia langsung melirik Minho dan membuat pasangannya dimakan api cemburu.

“Makanya cari pasangan biar bisa bermesraan seperti mereka,” kata Heechul dengan nada menyindir.

“Sirheo ahjumma, tidak ada yang cocok lagipula aku mau fokus dengan kuliahku dulu,” sahut Minho.

“Hmmm,,, mau tapi malu nih hahahaha” pipi Minho memerah.

“Ah, Ahjumma  menggoda saja nanti aku tidak selesai-selesai mengepelnya”

“Salah sendiri kau mengepel, orang tidak ada yang menyuruhmu mengepel kok”

“Ya nggak papa, sekalian amal kan kasihan Eline ahjumma ntar kecapean?”

“betul betul betul, sebagai ucapan terima kasih kau boleh makan steak gratis di restoran hotel ini”

“Mwo? Jinja?”

“Ne, kau boleh makan steak sebanyak yang kau mau HANYA STEAK  bukan yang lain”

“Hmm, pelit ah ahjumma”

“Kalau semua menu disana kau makan aku bisa rugi tahu. Ini bisnis tahu!”

“Wah, tante-tante galak juga hahaha” ejek Minho pada Heechul dan mendapat satu jitakan dari Heechul.

Ketika mereka asyik bercanda sambil mengepel. Tiba-tiba

“Serahkan harta kalian!” ada perampok yang datang ke hotel.

Minho yang ada disana langsung diam dan tidak berkata apa-apa. Heechul sang pemilik hotel pun berkata.

“Kalian salah mencari hotel disini tidak ada apa-apa”

“Siapa bilang hotel yang dekat pantai yang banyak pengunjungnya tidak kaya. Serahkan harta kalian atau…” sang perampok menyandra Eline yang kebetulan ada di samping mereka.

Heechul dan Minho membelalakkan mata. Kaget atas apa yang dilakukan para perampok tersebut.

“Kalian, tutup semua akses jalan kita akan mengambil alih hotel dan menyandera semua penghuni(?) hotel ini!” perintah sang pemimpin perampok kepada semua anak buahnya.

Tangan semua pengunjung disana diikat termasuk Minho, Heechul dan Eline. Semua pengunjung disana ketakutan, kecuali dua orang yaitu Minho dan Heechul. Heechul sang pemilik hotel berpikir bagaimana caranya menyelamatkan hotel dan semua pengunjung yang ada disana. Sedangkan Minho bagaimana cara keluar dari hotel dan lolos dari perampok tersebut.

Sang perampok tertawa senang melihat tawanannya yang rata-rata adalah orang-orang kaya. Ada anak kecil yang menangis dengan keras dan menggangggu tawa  mereka. Dengan kasar sang perampok menarik anak kecil itu dari ibunya dan berkata dengan keras.

“Hey, anak kecil jelek! Bisa berhenti tidak, kau mengganggu tawa kami! Sepertinya kau takut ya? Tenang saja kau akan aku lepaskan kalau keluarga atau pemilik hotel ini mau menyerahkan hartanya” bukannya berhenti anak kecil itu malah menangis tamabah keras. Sang ibu hanya mengumpat anakku jangan sakiti dia begitulah katanya dalam hati walaupun air mata menetes dipipinya.

Minho yang tidak tahan melihat adegan itu berjalan dengan tertatih karena kakinya juga diikat kearah perampok dan mulai menggigit ketua yang sedang menangkap anak kecil itu.

“AAAAARGH, Wah wah wah lihat ini… siapa yang berani menggigitku. Kau ingin anak ini kembali? Hadapi dulu aku,” kata sang perampok.

“Dasar perampok licik beraninya dengan anak kecil HAH!” tantang Minho.

“Oh, kau menantangku…. hey teman-teman kita apakan anak ini?” tanya si boss pada anak buahnya.

“Kita jadikan budak saja boss”

“Atau kita siksa saja supaya dia menderita” begitulah yang dijawab oleh para anak buah sang perampok.

Minho terus menatap mereka dengan pandangan benci dan jijik. Siapa yang mau menjadi budak orang selicik kalian itulah yang dipikirkannya saat ini. Melihat kesempatan Minho melepaskan anak kecil itu dari sang perampok. Anak itu langsung berlari dan memeluk sang umma yang menangis sejak tadi. Minho tersenyum melihat adegan ibu dan anak di depannya. Namun, senyum itu hilang saat Minho melihat kearah sang perampok yang memasang wajah geram kepadanya.

“Kau, terima ini!” Minho dipukul oleh sang perampok yang geram tadi. Boss memukuli Minho bertubi-tubi dan berhenti saat ia capek.

Sang perampok makan siang di hotel seperti yang lain mereka memaksa sang koki untuk membuatkan makanan yang terbaik dan termahal di hotel ini. Aku rugi besar pikir Heechul. Gwenchana yang penting pengunjungu selamat.

“Aku mau ke toilet” kata Minho tiba-tiba.

“Boleh, tapi harus ada salah satu orang yang menjagamu disana” sahut sang boss.

Minho dan perampok berjalan ke tolilet. Setelah dari toilet, Minho melihat ada celah di pintu keluar yang lain. Ternyata pintu ini tidak terkunci,dan dia berniat untuk kabur bersama yang lain nanti malam. Saat kembali Minho duduk di dekat Heechul dan memberi tahu rencananya. Heechul pun mengangguk yang penting sekarang para pengunjung bisa lolos dari sang perampok.

Malampun tiba, rencana pun dilaksanakan saat para perampok tertidur. Para Sandra berjalan mengendap-endap. Minho berjalan di depan karena memang dia yang tahu akses jalan keluar mengingat dia sering datang kemari jadi dia hafal apa-apa yang ada di hotel ini dibandingkan Heechul sang pemilik hotel.

Eline berada di belakang dengan Heehul. Usianya sudah tua dan Heechul menjaganya agar tidak apa-apa. Kaki mereka yang awalnya diikat, dilepas agar mereka lebih leluasa untuk berjalan. Di perjalanan, Minho berusaha keras untuk membuka ikatan tangannya yang terlalu kuat. Setelah ikatannya lepas dan mulai sampai tempat tujuan. Tiba-tiba ada yang teriak. Sontak semua orang melihat ke belakang. Betapa kagetnya mereka kalau para perampok sudah mengetahui apa yang mereka lakukan.

Eline disandra oleh para perampok. Heechul yang berada disebelah Eline berusaha melepaskan Eline dari tangan sang perampok. Minho yang tadi bebas pura-pura terikat dan berusaha menghubungi polisi. Disana sangat berisik jadi Minho bisa mengendap-endap keluar.

“Halo, pak polisi, ini saya mau melaporkan ada perampokan di hotel yang dekat pantai. Semua orang yang ada disana disandra pak…apa? ya pak saya salah satu korban yang lolos dari jeratan mereka…baik pak saya mengerti…ya saya tunggu….oh iya mereka punya senjata jadi anda harus hati-hati,” kata Minho pada sang polisi.

Dia mengingat Eline yang disandra ia coba kembali lagi ke hotel, tapi tidak bisa. Mau tidak mau dia menunggu polisi datang. Tak lama kemudian polisi datang. Minho menjelaskan semua informasi tentang perampok pada pak polisi. Setelah selesai polisi dan Minho membuat strategi untuk masuk dan menangkap mereka.

Mereka masuk mengendap-endap. Minho masuk duluan dan menjadi umpan sang perampok. Eline masih ada di tangan sang perampok dan Heechul juga ada disana sambil mencari uang pemasukan hotel ini. Berbekal keberanian Minho mencoba melepaskan Eline dari sang perampok.

“Eline ahjumma anda tak apa?” tanya Minho sambil melepas ikatan Eline.

“Ne nan gwenchana Minho-ssi”

“Apa yang dilakukan perampok?”

“Heechul memberi mereka uang pada perampok”

“Oh, tenang saja saya sudah menelepon polisi”

Belum sempat Eline menjawab ia sudah ditarik sang perampok.

“Menelepon siapa?” tanya perampok.

“Hey, lepaskan dia!”

“Oh, kau menelepon polisi ya?” Minho menelan ludah. Keringat dingin mengucur di tubuhnya. Dalam hati ia menyuruh polisi untuk datang.

Seperti yang direncanakan Minho dan polisi. Sebelum polisi masuk. Ia harus membawa perampok ke tempat yang tidak bisa digunakan untuk kabur. Minho berlari menuju lantai paling atas. Benar dugaannya kalau pintu itu tidak dikunci. Perampok mengikutinya dari belakang. Tiba-tiba

BRAK!

“Angkat tangan kalian ditangkap!” polisi datang.

Minho bisa benapas lega. Adu tembak terjadi antara polisi dan perampok. Minho melihat peluru dari sang perampok menuju ke arah Eline dengan sigap ia melindungi Eline agar tidak kena peluru. Namun, naas Minho yang melindunginya pun terkena tembak di bagian kepala. Seketika itu pandangannya menjadi gelap.

Polisi yang lain mencoba membawa Minho dan Eline, lalu membawa Minho ke rumah sakit. Namun, nasib malang menimpanya. Minho tidak bisa diselamatkan dan tewas di rumah sakit. Perampok hotel ditangkap oleh polisi dan di penjara puluhan tahun. Heechul dan Eline orang terdekat Minho hanya menangis mendengar kabar itu.

*Flashback End*

***

Aku hanya membelalakkan mata saat mendengar cerita dari Eline. Mata ini mulai memanas lagi. Aku menangis untuk kedua kalinya.

“Kalau Minho hyung hantu kenapa aku bisa melihatnya?” Eline hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan dariku.

“Sebelumnya aku pernah bertemu dengan arwah Minho dan ia berkata padaku bahwa dia akan menampakkan wujudnya pada orang yang ia cintai”

“Mwo? Jadi aku orangnya?” kagetku. Aku kembali menatap nanar ke arah Minho terjun tadi. Tiba-tiba Heechul ahjumma datang menghampiriku.

“Taemin, kau tak perlu khawatir keluargamu sudah tahu semuanya…aku memberitahu mereka tentang Minho,” katanya. Sontak aku langsung memeluknya dan menangis disana. Heechul ahjumma hanya bisa mengelus punggungku.

“Ahjumma, dimana Minho hyung dimakamkan?” tanyaku.

“Di daerah rumahnya Daegu”

“Daegu?”

“Ne, tubuhnya memang disana tapi arwahnya disini…setiap pengunjung yang datang selalu melihat hantu Minho dengan seram dan wajah yang menakutkan, tapi aku, kau, dan Eline yang melihat Minho dalam keadaan biasa”

“tapi kenapa Key hyun melihat Minho hyung dalam keadaan yang sama seperti yang kita lihat?” ahjumma tertawa. Apa yang lucu? Aku kan ingn tahu?

“Kalau Key tidak cerita soal Minho aku tidak tahu kalau kau dianggap gila oleh bumonimmu Taemin,” kata ahjumma sambil mengacak rambutku.

Aku pulang ke Seoul pukul sepuluh pagi. Di kapal aku hanya terdiam. Pandanganku kosong kea rah luar. Keluargaku membiarkan aku sendiri. Mungkin mereka tahu kalau aku masih syok dan butuh waktu sendiri.

Kejadian ini membuatku syok selama tiga hari. Untung hanya tiga hari dan tak lebih karena aku mau test masuk ke sekolah pilihanku. Sebenarnya aku masih syok atas kejadian yang aku alami. Hanya sahabatku Jino yang tahu tentang masalahku ini.

Selamat jalan Minho hyung. Kau selalu ada di hatiku. Aku akan selalu mencintaimu.

Deg

Tadi itu siapa? Seperti Minho hyung?

“Annyeong, naneun Kim Minho imnida aku yang akan memandu kalian dalam acara MOS ini” kata orang yang akan memandu kelasku.

Yah, sekarang aku MOS dan menjadi pemimpin di kelasku orang yang mirip, tidak, sangat mirip bahkan persis Minho hyung. Jino yang disebelahku hanya memandangku dan Minho hyung bergantian

“Apa mirip?”

“Sangat! Hanya saja dia berambut keriting sedangkan Minho hyung ku rambutnya cepak”

“yang penting mirip” aku dan Jino tertawa lepas dan mendapat hukuman dari Minho hyung.

Hihihi, semoga kau melihatku seperti Minho hyung yang aku temui di pulau Jaeju saatliburan kemarin.

End

 

otte? banyak yang nanyain mana Minho P.O.V nya? comment dulu ntar aku buatin ceritanya. comment kalian yang telah membuatku menyelesaikannya. kalau banyak atau lebih dari 30 akan aku bikin Minho P.O.V nya. *ngimpi*. kalau misalnya ada yang gak nyambung saya mohon maaf karena saya buatnya di sela-sela remidi saya dan di jalan saat saya bosan dengan perjalanan menuju Pacet. ok, saya tunggu commentnya. gomawo reader, magnae Isnaeni, dan Sanniew eoni.

LEAVE A COMMENT!!!!!

40 thoughts on “[2min] My Lovely ghost part 4end

  1. gyaaaaa…
    c menong reinkarnasi.na cepet amat…
    dari hantu jadi pembimbing mos..
    ckckck x)

    ayo lanjutkn ke minho pov^^~

  2. oh ya di part sebelumnya gak ngomen 죄송합니다 abis terlalu penasaran ama cerita selanjutnya daebak deh buat author gak tau harus ngomong apa algi annyeong

  3. xuxixixi trnyata c ming udah renkarnasi toh kd kim minho knapa g lee minho bae….xixixi #ntaryangkebayangminhoynglain syukur lahhh tetem dpt pnggantinya

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s