[2min] We Got Married!! Be Strong, Angel !!!


Foreword :

Ahahahahahaa *apaan tiba-tiba ketawa? Labil*

Gue lagi suteresu binti menggalau pisaan iinnniiihhh.

.

Anyyeoooongggg, Fitri is back!!

Sesuai janji, komennya udah ngelebihin 35 jadi gue bikin nih Chapter 3 nyaaa *baikkangue? LOL*

Abaal? Tentu sajjjaaaaa!! Ahahahaha.

Dan buat yang nanya 2min udah jadian apa belom?

BELOM WOY BELOOOMMM!!!!

SI KODOK DOANG YANG UDAH NYATAIN CINTA, TAPIKANTAEMIN MALAH NANGIS DAN BELOM JAWAB!!!

GUE SUKA MENGGANTUNGKAN SI KODOK DULU!!!

UDAH GUE IZININ TUH MEGANG-MEGANG TAE *baikkangue?*

TAPI KALAU JADIAN, OOOWWW, TIDAK BISSSAAAA!!! *gayaSule*

Buat para Taemints, diharapkan baca sambil asah golok, ambil celurit, piso dapur, gunting rumput (?) atau apapun benda tajam (setajam silet) di rumah anda.

Setelah selesai baca, komeen duluu wooy, baru kita bunuh ramai-ramai para yeoja SM ini. Ahahahaha.

Udah ah.

Baca ajaa yaaa.

NO BASHING!!!

 

THIS IS JUST A STORY!!!

 

Komen yaaaa.

Hope you likeeeyyy.

Cueee….

Kau pikir dengan kecantikanmu kau bisa mendapatkan segalanya? BITCH!!

Lagi, lagi dan lagi Taemin terngiang kalimat itu!

Ya Tuhaaaan, kata-kata seperti itu diucapkan oleh Unnie nya sendiri?

Yang membuat ia tambah sedih adalah, apa salahnya?

Sungguh Taemin tak mengerti apa kesalahan yang diperbuatnya hingga pantas disebut begitu?

Apa karena WGM ini?

Unnie nya marah karena bukan ia yang terpilih, tapi malah si anak baru?

Tapi Taemin juga tidak tau apa-apakan?

Ia bahkan tidak mengerti apa itu acara We Got Married sebelum dijelaskanMinhooppa.

Minhooppaa……

Aku tidak akan meminta nomor ponsel mu. Aku akan menunggu kau duluan yang menghubungiku.

Reflek ia melihat telapak tangannya.

Nomor ini? Haruskah ia menghubunginya?

Tapi Taemin tak mau di cap pengadu.

Tapi sungguh ini sakiiiiiittttt, oppaaaaa.

Ia ambil ponsel nya.

Ia save nomor itu dengan nama ‘Malaikatnya Bidadari’.

Ia sempat tersenyum melihat nama yang ia ketikkan.

Malaikatnya bidadari?

Apa iya kau pantas disebut bidadari Taemin, padahal baru saja ada orang yang menyebutmu BITCH?

Tanpa berpikir, reflek ia menekan tombol hijau itu.

Ia dekatkan ponsel itu ke telinganya.

Bolehkah jika aku hanya ingin mendengar suaranya, Tuhaan?

“yoboseyoo”

“…..”

“yoboseyoo”

“…..”

“Taemin?”

“…..”

Klik.

Mati.

Saat menerima telpon ituMinhomasih di mobil. Ia belum sampai di dorm karena tadi ia mampir ke restoran untuk membeli makan malam untuknya dan hyung-hyung nya di dorm.

Ia tepikan mobilnya. Pandangannya menerawang. Ia berpikir, yang punya nomor itu hanya manager, hyung-hyung nya, dan Taemin. Nomor tadi belum tersimpan di phone book nya, berarti, Taemin? Kenapa tidak ada suaranya? Lalu kenapa tiba-tiba dimatikan? Hatinya mengatakan ada yang tidak beres.

Ia putar arah. Ia pacu Ferrari merah nya dengan kecepatan tinggi. Tidak sia-sia juga ia membeli mobil impiannya ini.

Hanya dengan waktu beberapa menit ia sudah sampai di depan apartemen dorm F(x).

Ia turun dari mobil nya.

Tapi begitu sampai di pintu gerbang, ia berhenti.

Aaah,Minhobodoooh. Mana ia tau dimana dorm F(x). Apartemen inikantidak kecil! Kenapa tadi ia lupa bertanya padaTaemin yaaa? Ia mengutuk kebodohannya sendiri!

Ia ambil ponsel nya. Ia telpon nomor yang tadi menelponnya.

I’m I’m da da da danger, Pinnochio, Remembeeer mee?

Begitu RBT yang terdengar di telingaMinho.

5 detik…

10 detik…

15 detik…

Tidak ada jawaban!

Aaarggghhhh, ia mengacak rambut nya sendiri.

Ia ambil ponsel nya yang lain, ia tekan tombol hijau itu.

Klik.

“yoboseyooo, Vic. Maaf mengganggu malam-malam. Ini aku,Minho”

“ndee. Aku sekarang ada di depan apartemen dorm kalian. Boleh aku tau dorm kalian ada dimana?”

“aniii, aku hanya mau mengembalikan barang Taemin, ada yang tertinggal di mobilku. Sepertinya buku pelajarannya. Aku takut buku itu dipakai besok, jadi mau aku kembalikan sekarang”.

Dammit, Minhoo! Sejak kapan mulut mu lancar sekali mengeluarkan kebohongan? Sudah sekarang pintar merayu, berbohong pula kali ini. Good, hanya karena seseorang sudah membuatmu berubah begini!!

“ndee. Arassoo. Gomawo Vic”, senyuman senang tersungging di bibirnya.

GOTCHA…

Ia segera masuk ke apartemen dan naik menuju dorm F(x) yang tadi diberitahu sang leader.

Di kamar Taemin…

Aaahhh, bodoh bodoh bodoh!!!

Minhooppa pasti tau ini aku.

Kenapa tidak di private number saja siih tadi?

Ia tidak berani mengangkat telpon itu.

Ia takut ketika berbicara, ia tidak tahan dan malah menangis.

Damn! Ia benar-benar tidak bisa lepas dari sifat cengeng ini!!!

Pantas saja Umma berat melepasku keSeoulsendirian.

Aku masih cengeng!!

Tapi sungguh hatinya benar-benar sakit ketika dibilang seperti itu oleh Unnie nya sendiri.

Ia sayang semua Unnie di F(x).

Mereka semua orang-orang yang sangat baik.

Umma Vic yang luar biasa.

Luna Unnie yang sangat penyanyang.

Amber Unnie (oppaa, LOL) yang sangat cool dan bersemangat.

Krystal dan Sulli Unnie, 2 anak kembar F(x) yang sangat ceria.

Ia SUKA disini!

Tapi sekarang?

TING TONG…

Cklek, pintu dorm dibuka.

Keluarlah seorang gadis tampan (?).

“heyy yoo, Dino Girl, what’s up?”, ucapMinhotersenyum sambil mengacak-acak rambut orang di depannya.

Memang diantara F(x) dan mungkin semua girlband di SM bahkan diKorea, entah kenapa ia paling menyukai Amber.

Suka sebagai teman, kau tau?

Adaperasaan nyaman karena keceriaan yang selalu ia hadirkan. Siapapun yang dekat dengannya, pasti terbawa aura positif yang ia pancarkan.

Dan eerrr, dia berbeda. Tampan? Yah memang tidak bisa dipungkiri ia tampan, bahkanMinhopun mengakui itu.

Tapi yang paling ia suka adalah ia nyaman dengan ‘berbeda’nya itu dan sama sekali tidak menjadi orang lain.

Mungkin itu pula yang membuat para Aff(x)tion sangat menantikan comeback nya di first album mereka setelah insiden cedera itu.

Amber is really cool (YEAAHH), LOL.

“What? Aiisshhh, why you always call me like that, oppa!! I’m not a dino!! Just call me Amber, arasso?”, sahut Amber cemberut sambil menampikkan tanganMinhoyang mengelus-elus kepalanya. Memang aku anjing?

“ahahahah. Nde ndee, arassooo Ambeeerrrrrrr”,Minhomasih menggodanya dengan menekankan kata ‘Amber’.

“Taemin ada tidak?”, tanyaMinhosambil melihat ke dalam

“apa liat-liat? Tidak boleh. Dorm ini PRIVATE!!! Tae tidur oppaaa. Ini sudah malam kau kenapa mencarinya? Kangen? Ciee, oppaaaa”, sekarang gantian Amber yang menggodanya.

BLUSH

Muka Minho memerah seketika.

Melihat itu, Amber tertawa semakin keras.

Benar-benar magic magnae baru nya ini.

Seorang ice prince akut begini bisa ditaklukan hanya dalam sehari, ckckckck.

Parayeoja SM saja bertahun-tahun menaruh perhatian ia tidak bergeming.

Tapi sekarang?

HANYA SEHARI!!

“Amber,Minhooppa sudah datang yaa?”, Vic keluar dari dalam kamarnya.

“Ndee, Unnie. Kau tau?”, tanya Amber heran sambil menoleh ke dalam dorm.

“tadi dia menelponku menanyakan dorm ini dilantai berapa. Anyyeong oppa. Katanya mau mengembalikan buku Taemin, mana bukunya? Aku pikir dia sudah tidur, nanti aku yang berikan”, Vic menyapa nya ramah sesampainya di depan pintu.

MATI KAUMINHO!!

“Kenapa diam? Kau membohongiku yaa?”, Vic bertanya curiga.

“mengembalikan buku Taemin? Aaaahhh, dasar oppa hanya cari-cari alasan! Unnie percaya kata-katanya? Dia itu hanya kangen Tae, Unniee”, Amber kembali menggodanya. Kapan lagi ia punya kesempatan melihat ice prince ini memerah mukanya seperti orang demam. Momen-monet langka, pikirnya.

Ketika mereka bertiga sedang asyik berbincang, Krystal keluar dari kamarnya mendengar suara berisik di ruang depan.

Saat mengintip keluar, aiishhh.Minhooppa? Mau apa malam-malam kesini?

Dengan pandangan membunuh ia tatap kamar Taemin.

That BITCH!!!

Ia segera masuk ke kamar magnae nya itu.

“Kauuu”, serunya tertahan.

Taemin sangat terkejut melihat Unnie nya tiba-tiba masuk ke kamarnya dengan ekspresi membunuh seperti itu.

Badannya menggigil.

Takut? SANGAT!

Tatapan Krystal seperti benar-benar ingin mencincangnya jadi puluhan bagian.

Melihat magnae nya sedang memegang ponsel di tempat tidur dengan mata sembab, ia tambah kalap!

Ia kunci pintu kamar Taemin, ia segera naik ke tempat tidur magnae nya itu, dan…

PLAK…

GREP…

[apaan sii bunyi nya?]

Krystal menampar dan menjambak rambut pendek Taemin.

“Kauuu? Are you deaf, bitch? SUDAH KUBILANG JANGAN MENGADU SATU KATAPUN PADAMINHOOPPA DAN VIC UMMAA!!! DENGAR? KAU BENAR-BENAR MAU MATI? CARI MASALAH DENGANKU YAA?”, teriak Krystal tertahan hanya berjarak bebrapa centi dari wajah Taemin.

Sungguh Taemin memang benar-benar ingin mati. Ia sangat sangat sangat takut.

Tidak tersisa sedikit pun wajah cantik di wajah Krystal saat ini.

Ia hanya bisa menangis diperlakukan begitu.

“A-a-aku tidak me-menge-rti Un-nie?”, lirih Taemin terbata sambil terus menangis.

Ya Tuhaaan, bahkan air mata yang tadi saja belum kering sepenuhnya, sekarang Kau menambahkan air mata baru lagi padaku?

Minhooppaaa, siapapuuuunnn, TOLONG AKU!!! AKU TIDAK PERNAH MERASA SETAKUT INI!!!!

“JANGAN PURA-PURA TIDAK TAU!!!MINHOOPPAADADI DEPAN MALAM-MALAM BEGINI, PASTI KAU MENGADU PADANYAKAN? JAWAB AKU!!”, ia masih berteriak tertahan.

Taemin semakin membulatkan matanya.

What?Minhooppa datang? Ia benar-benar datang?

Bahkan pada keadaan seperti itu, Taemin masih bisa mengucap syukur pada Tuhan.

Terima Kasih setidaknya ia membuktikan janji nya padaku Tuhan.

Ia perduli!!!

Bisakah aku berteriak?

Apa jadinya jika aku berteriak memanggilnya?

Mungkin Unnie benar-benar akan membunuhku!!

Be Strong Taemin!!!!

Jangan biarkanMinhotau!!!!

Ia bisa kalap dan melukai Unnie nya ini!!!

Apapun yang kau lakukan padaku, aku MENYAYANGIMU Unnie!!

Ia kuatkan hatinya.

Bahkan hanya sekedar kata-kata “MINHO OPPA DATANG” saja seperti sebuah kekuatan untuk tetap bertahan!!

Ingat pesan Umma, Taemin, kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah!!

“aku sama sekali tidak berbicara apapun padaMinhooppa, Unnie, aku bersumpah demi Tuhan. Aku tidak tau kenapaMinhooppa bisa datang”, hhhh, syukurlah omongannya mulai lancar!

“DON’T LIE TO ME, FUCKING LITTLE BASTARD!!!”, Krystal mengeratkan pegangan pada rambut Taemin.

Taemin hanya bisa memejamkan matanya.

Kuat Taemiinn, KAU HARUS KUAT!!

“Unnie, terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi sungguh aku tidak mengadu apapun!! Percaya padaku Unnie. Kemana Krystal Unnie yang dulu menyayangiku?”, lirih Taemin. Ia tetap memejamkan matanya dan membuat air mata itu semakin deras keluar. Tuhaaann, jika aku yang salah dan membuat nya jadi seperti ini, tolong maafkan aku. Kembalikan Unnie ku yang dulu, aku mohon!!

Mendengar begitu, Krystal mengendurkan jambakan pada rambut magnae nya itu. Ia melihat wajah Taemin yang sudah basah oleh air mata, dan akhirnya ia lepaskan tangannya.

Taemin membuka matanya. Air matanya masih terus mengalir tanpa henti. Atau mungkin entah kapan berhenti. Hatinya sakit. Manusia mana yang tidak sakit diperlakukan seperti itu apalagi oleh orang yang kau sayangi?

Ia melihat Krystal hanya memandangnya. Tatapannya sulit untuk dideskripsikan. Masih tersisa tatapan marah itu, tapi entahlah, Taemin melihat ada perasaan terluka juga yang terpancar dari matanya. Sungguh ia juga tidak mengerti.

“kau tau kenapa sekarang aku membencimu, Taemin?”, Krystal berkata lirih sambil terus menatap magnae nya.

“apa karena Min-Minho oppa?”, Taemin menebak juga dengan suara lirih. Ia tidak ingin Unnie nya meledak lagi seperti tadi. Kepalanya masih sakit akibat perbuatan Krystal menjambak rambutnya dengan sangat keras. Bahkan ia berani bersumpah bahwa pasti ada tanda merah dipipinya buah dari tamparan keras Unnie nya tadi.

“begitu kah menurutmu? Apa hanya karena satu orang bisa membuatku membenci orang dan melakukan hal tadi padamu?Minhooppa hanya salah satu alasan. Tidak kupungkiri aku menyukainya, anii, mencintainya mungkin. Aku cukup berbangga sewaktu ia rela menontonku di Kim Yuna Kiss and Cry di tengah segala jadwal padatnya bersama SHINee. Dan aku tau ia terpesona pada aksi ku. Ia juga bilang aku cantik. Karena itu aku melakukan yang terbaik”, pipi Krystal mulai merona. Ia mulai terlihat seperti Unnie nya yang dulu di mata Taemin. Krystal yang cantik dan pemalu.

“tapi tiba-tiba kabar itu datang. Ditengah kebahagiaan ku bahwa cintaku terbalas danMinhooppa juga menyukai ku. Tapi kau datang dan mengambil semua kebahagiaan, bahkan harapan ku magnae! Kau langsung mendapat reality show pertamamu hanya dalam waktu beberapa hari setelah kau debut, dan itu We Got Married dan bersamanya, bersama Minho oppa, orang yang kucintai, kau tau betapa sakit nya itu?”, suara Krystal mulai meninggi.

Taemin menunduk dalam-dalam. Ia tidak berani menatap Unnie nya seperti tadi. Unnie, maaf, tapi aku juga tidak tau apa-apa, lirih Taemin dalam hati.

“jujur, aku membencimu karena aku iri!”

Taemin mengangkat wajahnya. Iri? Apa ia tidak salah dengar? Apa yang bisa diirikan dari seorang Taemin. Anak kecil yang baru debut dan tidak ada apa-apanya ini. Apa Krystal tidak salah bicara?

“ya, aku iri. Iri karena detik kedatanganmu keKoreakau sudah mengambil semuanya. Status magnae ku, perhatian semua Unnie F(x) terutama Vic Umma, perhatian seluruh PD di semua stasiun TV besar, perhatian para Aff(x)tion, perhatian Lee Soo Man sonsaengnim, perhatian Tn. Kim CEO SM, bahkan sekarang kau juga mengambil perhatian Minho oppa! Kau datang dengan segala keistimewaan, bahkan langsung dari Lee Soo Man sonsaengnim! Tanpa melewati masa trainee kau langsung debut, langsung masuk dalam album pertama kami! Tidak taukankau seberat apa masa trainee itu? kau juga tidak taukanberapa lama kami menunggu album ini? Kau tidak tau rasa sakitnya selalu menjadi girl group terpinggirkan di SM dengan segala perlakuan kelas 2? Seakan kami sampah! Kami tidak berguna! Kami tidak membawa keuntungan apapun dibanding semua artis SM yang lain! Sakit Taemin, sakit diperlakukan seperti sampah oleh management mu sendiri!!”, Krystal berkata semakin pelan, dan ia menunduk. Terbentuklah 2 sungai kecil di pipi mulusnya.

“dan sakit selalu menjadi orang yang dibandingkan dengan Kakak nya yang hebat dan dianak emaskan padahal kami satu management”

Taemin tercekat! Sungguh, entahlah ia speechless. Ia benar-benar tidak menyangka dampak kedatangannya diKoreadapat menjadi sebesar ini untuk seseorang. Selama ini, ia benar-benar nothing to loose. Dapat diterima oleh para Aff(x)tion saja ia sudah sangat bersyukur. Ia tidak berharap apapun! Ia cuma melakukan yang terbaik di album ini, ia cuma menari dan menyanyi dengan baik di atas panggung, that’s all! Ia tidak mengharapkan perlakuan berbeda! Ia bahkan tidak merasa diberi perlakuan berbeda apalagi istimewa! Tapi ternyata? Beginikah keadaan industri hiburanKorea? Terlihat gemerlap dan baik-baik saja di atas panggung, namun menyimpan kebencian dan iri hati didalamnya bahkan pada kawan-kawan satu management nya sendiri?

Perlahan Taemin meletakkan tangannya di atas tangan Unnie yang masih terisak di depannya sambil menunduk, “Unnie, jeongmal jweisonghamnida”, Taemin berkata lirih.

Krystal menyingkirkan tangan Taemin dengan kasar. Ia bangun dari duduknya, ia usap air matanya, sungguh memalukan aku terlihat lemah dihadapan anak baru ini! Ekspresinya kembali tidak terbaca, dingin seperti es!

“mulai detik ini, jangan pernah menyentuhku kecuali diatas panggung dan ada di dalam script, jangan pernah berbicara sok ramah dan baik padaku kecuali lagi-lagi jika diatas panggung, jangan berpura-pura menampakkan wajah sok menyesal dan minta maaf begitu karena aku mual melihatnya, dan jangan pernah ingat omongan ku tadi apalagi mengadu pada siapapun! Aku bukan pembual yang hanya bisa berbicara! Jika aku sudah berbicara sesuatu, maka pasti akan kulaksanakan apapun resikonya! Jadi ingat baik-baik perkataanku hari ini, atau aku berjanji demi nama Tuhan hidupmu akan benar-benar kubuat seperti di neraka!”

Krystal membalikkan badan dan pergi.

Taemin terdiam lalu menunduk. Sungai baru terbentuk lagi di pipi putihnya. “Krystal Unnie, jweisonghamnida. Ottohke?”, Taemin berkata sangat lirih.

Keesokan harinya, pada saat jam pulang sekolah, @ Taemin’s school.

KRIIIIINGGGGG…

Bel menandakan waktu belajar berakhir sudah berbunyi dan disambut riuhan para pelajar yang terbebas dari ‘penjara’ bernama sekolah!

Tapi tidak bagi seorang yeoja cantik, sang raising star SM yang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian.

Ia hanya terpaku di tempat duduknya di pojok depan sambil memandang keluar jendela. Termenung kah?

“hei Tae, kenapa bengong, ayo pulang. Aku lihat manager mu sudah menunggu di depan. Memangnya tidak ada jadwal?”, tanya salah seorang temannya, Minzy, magnae girl group 2ne1 asuhan YG Entertainment. Sekolah ini memang salah satu sekolah khusus wanita paling bergengsi diKorea, salah satu alasannya yaa karena ditempati oleh beberapa artis papan atasKorea. Peraturaannya longgar dan dapat diatur namun tanpa menanggalkan mutu pendidikan itu sendiri. Ini salah satu alasan kenapa artis banyak yang bersekolah disini. Sekolah mudah memberi kompensasi pada murid-murid ‘khusus’ seperti mereka.

“aaah, Minzy mengagetkan! Ndee, sebentar lagi aku pulang. Kau duluan saja”, Taemin tersenyum ramah. Ia satu angkatan dengan magnae lincah ini namun memang berbeda kelas.

“yasudah aku pulang, nee. 2ne1 ada jadwal di mubank sore ini jadi aku mau rehearsal dulu. Jangan bengong! Aku duluan Tae, annyeoong”, Minzy berjalan sambil melambaikan tangannya. Ia hanya tersenyum. Aah, magnae yang menyenangkan. Pantas saja kudengar CL Unnie, Dara Unnie dan Bom Unnie sangat menyayanginya. Tidak seperti aku. Kedatangan ku kesini hanya membuat kesal semua orang.

Taemin menghela nafas panjang. Ia bangun dari duduknya. Raut wajahnya sangat sedih! Anii, ia terluka. Ini raut wajah orang yang tersakiti!

Ia melangkahkan kakinya keluar kelas, namun bukan bermaksud untuk pulang. Ia sedang sangat tidak mood. Pulang ke rumah hanya membuatnya semakin stress dan kesal pada diri sendiri.

Taemin melangkahkan kakinya ke atas. Ia menuju rooftop sekolahnya yang mempunyai 10 lantai. Ia suka seluruh bangunan yang mempunyai rooftop seperti disini dan SM Building. Ia bisa menenangkan diri terutama untuk anak cengeng yang mudah menangis seperti dia.

Sesampainya disana, angin bertiup cukup kencang, maklum, sekolahnya adalah bangunan yang cukup tinggi, sehingga di atas, anginnya cukup kencang, tapi justru keadaan begitu lah yang Taemin suka.

Angin meniupkan rambut pendek nya yang ia biarkan tergerai sempurna hari ini. Ia hanya gunakan jepitan Winnie the Pooh favoritnya yang ia bawa dariUSA. Childish memang di usianya yang sudah tingkat akhir dan hampir masuk perguruan tinggi, ia masih suka beruang madu itu [ini adaptasi dari akuuu. I Love Winnieeee until noowww!!!!!]. tapi ia tidak peduli. Penampilannya cukup manis hari ini, dan simple.

Di tengah kesendiriannya di tempat itu, reflek ia teringat pembicaraannya semalam dengan Krystal Unnie. Taemin memegang pipinya. Ia usap pelan rambut pendeknya yang mulai berantakan tertiup angin. Rasanya rasa sakit itu masih ada. Tapi bukan disini? Ia memegang dadanya. Entah kenapa ia sesak, sungguh! Dan yang sampai saat ini ia tidak habis pikir bagaimana seorang Krystal yang dimata Taemin sendiri adalah yeoja yang sempurna bisa iri padanya? Apa yang tidak menarik dari seorang Krystal. Cantik, badan sempurna, suara bagus, terkenal, baik, ceria, apa yang kurang sampai bisa iri pada yeoja biasa seperti Taemin?

“Umma, aku belum lama debut tapi sudah membuat masalah! Aku mau pulang, Umma. Aku kangen kalian. Umma, Appa, Taesun oppa. Tidak ada yang bantu Umma memasak lagi disana! Tidak ada yang membantu Umma jika dijahili Taesun oppa. Aku kangenUSA! Aku kangen teman-temanku! Aku tidak mau disini, aku mau pulang, Umma, hiks”, Taemin tidak bisa menahan air matanya. Sungguh daripada disini ia hanya bisa menangis dan jiwa nya tertekan, lama-lama ia bisa stress, lebih baik ia pulang dan kembali ke kehidupannya yang lama!

Drrrrttt drrrtttt, ponsel nya bergetar.

Ia ambil ponsel nya dari tas Winnie the pooh kesayangannya, begitu melihat nama yang tertera di layar i-phone nya, ia segera hapus air matanya.

“yoboseyoo”, sebisa mungkin ia buat suaranya biasa-biasa saja. Kalau tidak, orang ini bisa curiga dan bertanya macam-macam. Ia tidak mau menambah masalah lagi!

“yoboseyo, Taemin. Kau dimana sekarang? Sudah pulang? Sekolahmu sudah selesai? How’surday? Sudah makan?”

Hhhhh, Taemin menghela nafas panjang. Vic Umma selalu begini, seakan-akan aku anak TK yang selalu harus diingatkan. Tapi, tak bisa kupungkiri karena dia lah aku bisa mengobati sedikit kerinduanku pada Umma di Amerika. Sungguh, aku sangat sayang padamu, Vic Umma.

“Ndee, Ummaa. Sekolahku sudah selesai tapi belum pulang. Aku masih di sekolah, ada sedikit urusan. Sebentar lagi aku pasti pulang. Dan ohyaa, bekal mu tentu saja sudah kumakan. Masshita, Umma. As always”

selama Taemin di Korea, sejak hari pertama Vic Umma selalu bertanya keadaannya. Mungkin ia merasa aku sama seperti nya. Datang dari luarKorea, sendirian. Jadi aku benar-benar dijaga dan diperlakukan agar aku merasa senyaman mungkin. Perbedaannya hanya Vic Umma benar-benar asliChinasedangkan aku asliKoreatetapi tinggal di Amerika. Tapi tetap saja aku tidak terlalu mengerti tentangKoreakarena hanya beberapa kali kesini menemani Appa yang seorang diplomatKoreauntuk Amerika.

“gomawooTaby, akan selalu kubawakan bekal enak untukmu. Cepat pulang yaaa. Saranghaee”

“ndee Ummaaa, jeongmal saranghae”

KLIK.

Taby? Itu panggilan kesayangan Taemin dari Vic Umma. Taemin baby. Ia selalu tersenyum jika mendengar panggilan itu. Mungkinkah sampai sekarang aku masih baby?

Drrtt drrtttt, ponsel yang masih ia genggam kembali bergetar.

“yoboseyoo, oppa”

“Taemin kau dimana? Kenapa tidak keluar-keluar? Teman-temanmu sudah keluar ini. Cepat aaaaaaaaaaaaaaaaaaa”

Taemin menjauhkan ponsel dari telinganya. Kenapa tiba-tiba jadi berisik begitu?

“Minho oppaaa aaaaaa….. Oppaaaaaaa benarkah opppaaaaaa”, samar-samar ia mendengar kalimat itu dari teriakan histeris yang muncul tiba-tiba.Minhooppa?

“Tae, Taemiiiinn kau masih disana? Demi Tuhan kau dimana cepat keluar disini sangat chaos. Suamimu datang itu. Teman-temanmu histeris. Cepat keluaaaarrrr”, lagi-lagi manager oppa berteriak. Sepertinya ia sudah agak menjauh dari kerumunan itu sehingga suaranya sedikit bisa terdengar.

“what thee….Minhooppa datang? Untuk apa coba?”, Taemin segera mematikan ponsel nya. Ia berlari kebawah. Gawat!!

Sesampainya di lapangan, ia melihat kerumunan para siswi yang sangat besar! Suasananya bahkan hampir seperti konser saja. Teriakan, orang yang meloncat-loncat, sungguh Taemin pusing jika berada ditengah kerumunan orang seperti itu. Ia limbung. Sangat pusing. Pandangannya mulai gelap. Dengan langkah terseok ia keluar dari kerumunan itu. Ia segera menyandarkan badannya pada tiang terdekat.

“Hhhhhh, demi Tuhan kenapa hanya melihatMinhosaja mereka bisa chaos seperti itu?”, Taemin tak habis pikir. Ia masih mengatur nafas dan memejamkan matanya. Sedikit lagi saja ia akan pingsan jika terus memaksakan diri menembus kerumunan itu.

Ponselnya kembali bergetar.

“yoboseyo”, tanpa melihat nomor nya ia langsung angkat dan berbicara denga suara lemah.

“angel, [aaaaa, oppaaaaa] cepat ke [opppaaaa saranghaaeee] mobilku sekarang! Aku [Minhooppaaaa] tidak bisa menembus [oppaaaaa] kerumunan ini untuk mencarimu [opppaaaa kau mencarikuuuu]. Kita ketemu [oppaaaa ini benar kauuu] di mobil, tidak kukunci [Minhooppaaaa saranghaeeee], sekarang yaa!”

KLIK

WHAT?

Di tengah kerumunan chaos begitu ia masih bisa menemukan nomorku dan menelpon?

Bahkan dari sini saja aku tidak bisa menemukan orang itu dimana karena tidak kelihatan.

Ia kembali menelpon manager oppa.

“oppaa, eodiga? Aku pulang bersamaMinhooppa, boleh kah?”

“nde ndeee. Terserah kau asal bersamaMinhoaku tidak kuatir. Aku pulang duluan Tae. Sungguh kepalaku pusing terjebak di kerumunan fans fanatik suamimu itu. annyeong”

KLIK

“op-oppaa?”

WAEYOOO…

Aiisshhh…

Dimana pula mobilMinhooppaa?

Lagipula, masa Ferrari tidak dikunci? Aisshh, pokoknya kalau ada yang hilang bukan salahku!!

Taemin mulai memperhatikan sekelilingnya.

Mobil merah begitu pasti terlihat mencolok di suasana panas begini [cling cling gitu maksudnya].

Ia segera keluar melalui pintu belakang sekolah.

Dan

GOTCHA…

Sudah kubilang tidak sulit menemukan mobil mewah mencolok begini.

Mobil itu terparkir cantik di depan pintu gerbang sekolah Taemin.

“haaah, dasar oppa yang aneh. Tidak bisa yaa dia muncul biaasa saja di tempat umum? Aku curiga dia sengaja menarik perhatian teman-temanku”, Taemin bergumam sambil menggembungkan pipinya. Kyeoptaaa.

Ia segera masuk ke dalam, nyalakan AC dan sedikit merebahkan tempat duduknya, mencoba ‘mendinginkan’ kepala akibat kerumunan tadi, ia memejamkan mata.

Beberapa detik kemudian. Taemin merasakan ada orang membuka pintu disebelahnya dan langsung menyalakan mesin mobil dan meluncur dengan kecepatan tinggi.

“YAK! Oppaaa!! Musun soriyaa? Ngapain kau kesekolahku?”, Taemin segera memiringkan duduknya dan menatap namja tampan yang sudah ‘tak berbentuk’ disampingnya. Nafasnya tersengal.

“YAK!! Harusnya aku yang bertanya? Teman-temanmu kenapa begitu mengerikan begitu? Aiisshhh, jinjayoooo”, ia menjelaskan masih dengan keadaan nafas yang tidak beraturan. Melihat oppa nya begitu, Taemin merasa kasihan juga.

“Oppa, kita ke taman dekat SM building dulu yaaa”, Taemin bicara sambil mengambil tissue di tas nya dan melap keringat di dahi sang namja tampan.

“oppaa oppaaa. Kenapa kau menjemputku di sekolah coba? Menyusahkan diri sendiri. Jadinya begini kan! Coba kalau kau kenapa-kenapa, siapa yang mau tanggung jawab?”, Taemin mengomel sambil terus melap keringat Minho di dahi dan lengannya. Minho hanya terus diam. Sebetulnya bukan ingin diam, tapi hatinya justru sedang tidak karuan Taemin memperlakukannya begitu.

“aiishh, oppa. Tanganmu tercakar sampai berdarah beginii? Ottohkee? Kita ke Rumah Sakit dulu?”, Taemin panik begitu lihat luka cakaran di beberapa lengan bahkan pipi namjanya.

“aniii, ini tidak sakit. Sudah tidak usah dipikirkan”, Minho berusaha menenangkan Taemin dengan mengusap pelan pipinya.

“aniiii oppaaa, bagaimana tidak sakit? Ini berdarah begini? Bagaimana kalau managermu memarahiku?”, Taemin membulatkan matanya.

“manager ku berani mengomeli mu tinggal kupecat. Susah amat!”, sahut Minho cuek. Ia tidak sadar jawaban cueknya tadi justru makin menimbulkan semburat merah di pipi sang yeoja.

“aiishh, oppaaa, kalau nanti infeksi bagaimana? Terus kalau…”

“diam atau kucium!”, Minho memotong ucapan Taemin yang terus berbicara dari tadi. Kenapa anak ini bisa berubah cerewet begini? Minho menatap lekat Taemin. Sebetulnya ia hanya menggodanya saja seperti biasa. Berani mencium anak ini, ia benar-benar akan dibunuh oleh Shawol dan Vic.

Dan benar saja, Taemin seketika DIAM!

Minho tersenyum sambil mengusap kepalanya sayang. Dasar anak polos! Aku juga tidak berani menyentuhmu lebih jauh dari ini Taemin.

“untuk apa kita ke taman dekat SM?”, Tanya Minho sambil tetap berpandangan ke depan melihat jalan.

Tidak ada sahutan.

Ia menoleh.

“kenapa diam?”, tanya Minho heran.

Taemin hanya menggeleng.

Minho mengerutkan alisnya, dan seketika ia tertawa keras.

Ia cubit pipi Taemin gemas. Sungguh aku benar-benar mencintai anak ini, Tuhan.

Taemin hanya membulatkan matanya, sambil memegang pipi yang tadi Minho cubit. Pandangan marah dan sakit tapi tetap tidak mengeluarkan satu katapun.

Melihat yeoja imut disampingnya berekspresi seperti itu Minho tertawa semakin keras. Sungguh segala sakit, pusing, lelah, bahkan marah yang tadi ia rasakan, sekejap hilang tak bersisa!

“aku bercandaaaa. Ya ampuuunn kau ini lucu sekali, bikin gemas! Aku pantang mencium orang jika tanpa persetujuan orang yang bersangkutan, maaf maaf saja yaa. Aku bukan namja pervert!”, Minho berkata enteng.

Taemin tetap diam! Ia menggembungkan pipinya. Ucapan Minho oppa selalu sulit dipercaya! Apalagi kalau soal begini!

Minho menoleh, “waeyooo? You don’t believe me? Aiishh. Jinjja Angeelll, look at my eyes!!”, Minho menatap lekat Taemin.

Taemin mendekatkan jarak mereka. Kali ini Minho yang mundur.

“YAK! Jangan seperti itu jugaa! Biar bagaimanapun aku kan laki-laki!”, Minho kembali fokus menyetir ke depan. Mukanya memerah! Aku tidak mau mati muda, apalagi karena dibunuh!

Melihat reaksinya Taemin hanya tertawa. Senang bisa membalas kelakuan jahil namja itu yang selalu menggodanya!

Akhirnya mereka sampai di taman yang terletak tepat di samping gedung SM Ent.

“kenapa harus kesini sii? Kita ada syuting eps pertama WGM. Nanti kita telat”, Minho tetap bertanya heran sewaktu membukakan pintu mobil untuk Taemin.

Untuk hal satu ini, Minho memang tidak pernah absen melakukannya. Ini adalah salah satu ‘treatment khusus’ yang hanya Minho lakukan untuk Taemin.

“wait a minute! Aku janji tidak lama! Oppa duduk saja di taman”, sahut Taemin begitu keluar dari mobil dan langsung berlari ke dalam gedung SM.

Kenapa anak itu? Minho mengerutkan dahi heran. Tepat ketika akan menutup pintu mobil, matanya melihat suatu benda di kursi belakang. Aaahhh, aku hampir lupa! Ia mengambil benda itu sambil tersenyum.

Taemin segera berlari ke ruangan F(x). Ia ingin mengambil beberapa obat-obatan dan barang yang ingin ia berikan pada Minho oppa. Ia ingin mengembalikan jaket Minho oppa yang masih ada padanya. Lebih baik segera dikembalikan daripada jaket itu semakin membuat masalah baru nantinya. Selain itu, ia juga ingin memberikan sebuah syal. Itu sebetulnya syal favoritnya yang disulam langsung oleh sang Umma di USA. Namun ia ingat perkataan Minho bahwa ia sering mengunjungi bukit bintang ketika sedang lelah, sedih, atau marah. Karena itu, Taemin ingin memberikan syal itu. Berat sebetulnya melepas barang yang sudah belasan tahun menemaninya sejak kecil dan punya ribuan kenangan, namun saat ini, Minho sudah menempati tempat yang spesial di hatinya meskipun ia sendiri masih bingung akan perasaannya. Kekasih? Sepertinya belum sampai tahap itu! Hanya sebuah tempat yang spesial yang hanya diisi oleh beberapa orang yang paling Taemin sayang dalam hidupnya!

Di ruangan F(x)…

Obat dan jaket Minho oppa sudah ia ambil, tapi kemana syal itu? Seingat Taemin, syal itu ia masukkan ke dalam kotak yang dibungkus kertas kado biru, dan ia letakkan di samping jaket Minho, tapi kok hilang?

Ketika sibuk mencari,

CKLEK, pintu ruangannya dibuka seseorang. Sontak Taemin menoleh.

Masuklah 7 [monster] yeoja cantik tambang emas SM.

Taemin menegakkan badannya, seketika membeku. ia reflek menundukkan wajahnya, tak sanggup menatap mata membunuh itu. Ia sedang sendirian! Salahnya apa lagi kali ini? Ottohke?

“sedang mencari apa anak baru? Minho oppa tidak disini. Ini ruangan F(x). Kau siapa? Aku tidak kenal!”, Taeyeon memulai ‘serangannya’.

“masa kau tidak kenal Unnie? Sang raising star yang direkomendasikan langsung oleh om ku. Jadi hanya begini tampangnya?”, Sunny maju sambil memegang erat rahang Taemin yang membeku ketakutan.

SIAPAPUN, TOLONG AKU!!

“sabar Unnie, jangan rusak wajah CANTIK  nya”, Yoona maju dan melepaskan tangan Sunny dari wajah Taemin sambil menekankan kata CANTIK!

“SM tidak menerima artis dengan wajah rusak. Apalagi kudengar Minho oppa punya selera tinggi untuk wanita yang menjadi pacarnya”, Yoona melanjutkan sinis.

“senang mendapat segala keistimewaan dari Soo Man Sonsaengnim? Aku tidak mengerti apa bagusnya kau, BITCH!”, Yuri mulai naik darah dan maju mendekati Taemin.

“sabar Yurii”, Yoona menahan tubuh Yuri.

“kudengar bahkan bayaran nya lebih tinggi dari kita? Betulkah?” Sooyoung ikut maju bersama Tiffany. Hanya Jessi dang sang leader Taeyeon yang masih berada di barisan belakang.

“bayaran tertinggi, tanpa trainee, langsung membuat album, bersanding dengan Minho oppa, wow, apa yang sudah kau lakukan pada Soo Man sonsaengnim? Menidurinya?”, Jessi berkata pelan. Tapi justru perkataan itulah lah yang membuat Taemin berani mengangkat kepalanya! Hatinya terluka! Sungguh ia benar-benar, entahlah perasaannya sudah tidak bisa dideskripksikan! Seperti ditusuk, diinjak, diludahi, dan diracuni dalam waktu bersamaan!

“sudah serendah itukah aku dimata kalian, Unnie?”, ia berani menatap mata para [monster] yeoja sunbae yang mengelilinya. Pandangan terluka kuat terpancar dari matanya.

“wooowww, sudah berani melawan kita anak baru ini! Kau benar-benar ingin mencari masalah dengan kami yaa? Kuberitahu saja itu adalah keputusan paling salah yang pernah kau ambil dalam hidupmu!”, sahut Tiff dengan suara meninggi, ia mulai emosi!!

“anak ini memang minta dibunuh, kalian tahu? Datang dengan segala keistimewaannya, berani-beraninya bersanding dengan Minho oppa. Kau tidak tahu berapa lama menunggu dan berapa ingin aku berada di posisimu sekarang? Lalu kau si anak baru hanya bermodalkan tampang sok polos dan sok innocent berhasil mendapatkan kesempatan ini dalam sekejap! Jika posisi ini direbut oleh Yoona aku pasti kesal namun tak akan se emosi ini! Tapi ini, BITCH? Gooosshhh!!”, Yuri berjalan ke belakang sambil mengacak rambutnya, kesal! Sangat!! Ia berdiri di samping Jessi. Jika terus berada di depan wajah sok polos itu, ia takut benar-benar kehilangan kendali. Emosi nya benar-benar diuji sekarang! Anak baru kurang ajar! Aku sampai pusing karena hanya karena marah menghadapinya!

“semuanya, minggir girls! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang menarik pada penghuni baru SM Town. Anggap saja ini salam perkenalan dari kami, Taemin”, sang leader memberi perintah dari belakang sambil tersenyum.

4 member yang mengelilingi Taemin, perlahan meminggir sehingga Taemin berhadapan langsung dengan leader mereka, Jessi dan Yuri.

“kulihat kau sedang mencari sesuatu tadi. Ini yang kau cari?”, Taeyeon menunjukkan syal coklat muda bermotif bintang-bintang putih di kedua ujungnya.

Taemin kenal betul dengan syal yang saat ini ada di hadapannya.

“kenapa diam begitu? Jadi ini bukan milikmu? Ah, sudah kuduga. Artis dengan bayaran tertinggi sepertimu pasti tidak level dengan barang murahan seperti ini, kan? Kubakar saja yaa?”, Taeyeon berkata sambil lagi-lagi menunjukkan senyum [iblis] manisnya.

Ia mengeluarkan korek dari sakunya [buset nii monster ngapain bawa-bawa korek?].

Tepat dihadapan Taemin ia membakar syal itu.

Syal favoritnya. Syal yang sudah menghangatkannya sejak ia TK. Syal yang disulam langsung oleh tangan sang Umma. Syal yang akan ia berikan pada Minho oppa.

Segala kenangan itu, ikut hangus terbakar menjadi abu…

“senang berbincang denganmu Tae. Annyeong. Selamat datang di SM Town!”, Taeyeon dan ke 6 gadis itu keluar.

Taemin tumbang. Ia jatuh berlutut dihadapan syal nya yang sekarang sudah menjadi abu. Bahkan air matanya menolak untuk keluar. Mungkinkah manusia bisa kehabisan stock air mata? Jika sudah sesakit ini, masihkah tersisa tenaga untuknya bisa mengeluarkan air mata?

Ponsel di tangannya bergetar…

Tanpa berpikir ia tekan tombol hijau itu dan ia dekatkan ponsel ke telinganya.

“…”

“yoboseyo”

“…”

“Taemin? Kau dimana? Are you okey? Kenapa diam saja?”

“…”

KLIK…

Perasaaan Minho tidak enak. Ia segera berlari masuk ke SM Ent Building.

Sesampainya di lobi, ia berhenti.

Harus kemana?

Ia berlari menaiki tangga ke lantai 5. Tidak ada waktu menunggu lift!

Begitu sampai ke studio tari, ternyata sedang dipakai oleh Super Junior.

Ia berlari lagi ke lantai 30.

Nafasnya tersengal begitu sampai. Kakinya serasa mau patah tapi ia tidak perduli. Ia paksakan kekuatannya! Jangan lengah, Minho!

Di studio band, kosong!

Rooftop?

Ia berlari sampai lantai 36, kosong!!

AARRRGHHHH…

Minho berteriak!!

Dammit!! Kau dimana, angel!!!! Tuhan, kumohon jaga dia!!

Ayo berfikir, Minhoo!!

Flashback, entah kenapa ia langsung terbayang tatapan SNSD di lobi waktu itu!! sejak saat itu ia selalu punya feeling tidak enak pada mereka!!

Ia ambil ponsel nya.

“yoboseyo, Seohyun. Dimana unnie-unnie mu sekarang?”

“…”

“lantai 3? gomawo”

Ia matikan ponsel nya.

Lantai 3? Ada apa di lantai 3?

Seketika hatinya mencelos!!

STUPID!!! Ruangan F(x) ada di lantai 3!!

Ia langsung berlari turun dari lantai 36 menuju lantai 3!!

Sesampainya di lantai 3, ia langsung membuka pintu ruangan F(x).

KOSONG!!

ARRRGHHHH, Minho meninju tembok disampingnya!!

Ia hanya melihat ada benda terbakar di lantai tapi sudah menjadi abu. Apa itu?

Tepat saat mendekati abu itu, ponsel nya bergetar. Taemin?

“yoboseyo, Minho oppa, eodiga?”, Taemin bertanya. Suaranya terdengar baik-baik saja?

“TAEMIN, KAU DIMANA?” reflek Minho berteriak. Kekhawatirannya memuncak!

“YAK! Oppaaa, kenapa berteriak begitu, kupingku sakiiitt. Aku di taman. Kau yang dimana? Kan sudah kubilang tunggu disini, malah jalan-jalan. aiisshh”, Taemin mengomel.

Ia baik-baik saja?

“TUNGGU AKU DISITU DAN JANGAN PERGI SELANGKAH PUN!!”, suara Minho tetap meninggi, langsung ia matikan ponselnya.

Mimpi apa ia semalam sampai hari ini dikerumuni fans fanatik dan harus berlari menaiki tanggal 36 lantai bolak-balik seperti ini?

Sesampainya di taman, ia melihat Taemin sedang duduk di ayunan sambil memegang jaket dan kotak obat. Begitu melihat Minho, ia tersenyum manis. Aiiisshhh, that kids, tidak taukah aku sudah hampir mati kelelahan mencarinya?

Seampainya di depan ayunan, ia berdirikan paksa tubuh Taemin. Ia amati dari ujung rambut hingga ujung kaki, ia putar tubuhnya 360 derajat, ia pegang wajahnya, ia lihat sisi kira kanannya. Taemin yang diperlakukan begitu hanya bisa pasrah, heran? Entahlah, ia sudah bersumpah untuk menjadi Taemin yang kuat dan tidak cengeng mulai sekarang. Lagipula, mungkin cadangan air matanya pun memang sudah benar-benar habis.

“kau tidak apa-apa?”, Minho bertanya cemas.

Taemin menatapnya heran…

“sepertinya pertanyaan itu harusnya aku yang Tanya. Minho oppa kenapa memperlakukan ku begitu? Aku tidak apa-apa!”, Taemin menjawab yakin.

Bletak…

Kepalanya dipukul pelan…

“yak! Waeyo oppa, appoooo!!”, Taemin memegang kepalanya.

“kenap kau suka sekali membuat orang cemas? Kenapa tadi kutelpon tidak ada suaranya?”, Minho bertanya menyelidik.

“hah? Oppa menelpon ku? Aku tidak merasa menerima telpon. Mungkin kepencet. Ehehehe, maaf yaaa”, Taemin tersenyum manis.

“ini jaketmu. Terimakasih sudah meminjamkan, dan sekarang oppa duduk”, Taemin mendudukkan Minho pada ayunan yang sedari tadi ia duduki.

Taemin kemudian berlutut di depan Minho. Pelan-pelan, ia mulai mengobati semua luka akibat insiden di sekolahnya tadi.

“sudah kubilang ini tidak apa-apa Taemin”, Minho berkata lirih. Entahlah, hati kecilnya masih mengatakan ada yang disembunyikan oleh malaikat nya ini. Tapi apa? Haruskah aku mencari tau sendiri, Tuhan? Bagaimana jika ia kenapa-kenapa dan aku tidak ada disampingnya? Jika memang Kau marah, hukum aku Tuhan, jangan dia!

“sudah diam saja oppa. Kau ini public figure, penampilan itu penting. Lagipula kau kena semua ini di sekolahku dan karena teman-temanku, jadi mau tidak mau aku harus bertanggung jawab!”, Taemin menjawabnya sambil terus mengobati luka-luka di lengan Minho.

Minho diam saja. Apa yang kau sembunyikan dariku, Taemin? Biar bagaimanapun, aku harus mencari tau sendiri. Pasti ada masalah dengan orang dalam SM sampai dia tidak mau cerita!

“selesai”, Taemin memasukkan kembali obat-obatan ke dalam kotaknya dan ia berdiri. Kali ini, Minho yang membersihkan tanah yang menempel di kaki Taemin karena berlutut tadi.

Taemin hanya diam. “gomawo oppaa”, ia berkata sambil tersenyum manis seperti biasa.

“kajja. Ada yang mau kuberikan padamu”, Minho menarim tangan Taemin ke samping mobil nya.

Ia buka pintu belakang mobilnya.

Dannn…

Ia keluarkan boneka Winnie the Pooh kira-kira setinggi 1,5 meter!!

“mwooo? Ige mwoyaa?”, Taemin berseru kaget. Ia memang banyak koleksi boneka Winnie tapi tidak ada yang sebesar ini!!

Tanpa menjawab, Minho mengeluarkan hadiah lainnya.

“ini juga untukmu”, Minho menyerahkan hadiah kedua yang lebih membuat Taemin terkejut 10x lipat dibanding pemberian boneka raksasa ini!

Guess what? Tablet PC terbaru keluaran Apple, yang bahkan di Korea peredarannya masih terbatas.

Taemin speechless…

“kudengar dari Vic kau jago memainkan piano dan bahkan mengarang lagu? Di dalam sini sudah ada software piano versi terbaru yang aku masukkan. Jadi kau bisa memainkan dan mengarang lagu kapanpun dan dimanapun kau berada”

Dan satu lagiii…

WHAT THEE….

APA MAKSUDNYA?

“bukalah”, Minho menyerahkan kotak perhiasan kecil berbentuk bintang berwarna silver.

Taemin bingung. Bagaimana membukanya kalau tangannya sudah penuh dengan boneka raksasa dan tablet PC ini?

“tanganku penuh oppa”, Taemin berkata polos.

Lagi-lagi Minho tertawa.

Ia membukakan kotak perhiasan itu, dan ia perlihatkan isinya pada Taemin.

Ia terpana!!

Sungguh Taemin tidak pernah melihat perhiasan seindah itu.

Sebuah kalung berlian dengan rantai emas putih, dengan bandul berupa lingkaran dan didalamnya ada bintang.

“itu indah sekali, oppa”, Taemin berkata lirih.

“ini sebenarnya kalung Umma, pemberian dari Appa”, Minho tersenyum.

“woaahh, pasti Umma oppa senang sekali mendapat hadiah secantik itu”, Taemin masih memandangi kalung itu dengan pandangan terpesona.

“Umma memberikannya padaku 2 tahun yang lalu. Mungkin ia kesal anak laki-laki bodohnya ini tidak juga dapat pacar selama belasan tahun, ehehehe”, Minho terkekeh malu.

“Umma berpesan padaku untuk memberikan ini pada siapapun orang yang menjadi pilihan hati ku. Dan aku rasa saat ini hatiku sudah menentukan pilihan. Jadi ini kuberikan padamu. Maukah menerimanya? Aku mohon!”.

Aku mohon!

Sebuah permohonan kah?

Pantas kah kalung secantik ini untukku?

Ia benar-benar tidak tau harus berkata apa!

“tidak suka ya?”, Minho berkata dengan nada sedih.

Taemin menggeleng kuat-kuat. Ia masih menunduk memandang kalung cantik itu. Ia tidak bisa berkata-kata.

“Taemin”, Minho memegang dagu Taemin dan mengangkat keaplanya perlahan. Ia kunci mata Taemin dengan pandangannya.

“bisakah jika kutitipkan bintangku padamu? Maukah menjaganya?“.

TBC….

AHAHAHAHAAA, UDAH YAAAA. CAPE EUYYY…

MAAF UPDATE NYA LAMAAA. MOOD KU DROP SEKETIKA KARENA BERBAGAI ALASAN!!

MAU BUNUH SAYA? MENDING KITA BUNUH YUK YEOJA SM! AHAHAHAA.

GUE SENGAJA BIKIN AKHIRNYA SWEET. ABIS GA TEGA MASA SEPANJANG CERITA DI BULLY MULU SI TABY. BUKANNYA YEOJA SM YANG DIBUNUH NTAR MALAH GUE YANG KALIAN BUNUH.

INI CUMA CERITA YAAAA!!!!

 

NO BASHING BUAT PARA SONE DAN AFF(X)TION ATAU SIAPAPUN YANG NGERASA TERSINGGUNG!!!

GUE GA BISA NGASIH TEASER BUAT CHAPTER 4, TAPI YANG JELAS, GA SEKERAS INI KOK! LEBIH KE PERJUANGAN MINHO UNTUK CARI TAHU TENTANG APA YANG TERJADI SAMA TAEMIN, TRUS ADA MISSION CARD LAGI!! MUDAH-MUDAHAN GA BEGO KAYA MISSION CARD DI CHAPTER 1 YAAA!! EHEHEHE. KAYANYA SII BAKALAN SWEET. MAYBE, LAGU? NGASUH ANAK KAYA HELLO BABY? WE’LL SEE!!!

SEE YOU NEXT CHAPTER!!

RCL YAAA..

TRUS KALO ADA IDE MAU MISSION CARD APA, MISAL LAGU, KASIH TAU DONG REFERENSI LAGU APA YANG COCOK BUAT 2MIN!!! OKEEYYY.

I REALLY WANT TO KNOW WHAT ARE YOU THINKING, READERS!!!

GOMAWOOO FOR READING. SEKALI LAGI MAAF LAMA! GUE LAGI MENGGALAU DAN LAGI SAKIT PULA KECAPEAN…

MAAF JUGA KALO ABAL…

MAAF BUAT PARA TAEMINTS!!

I’M TAEMINTS TOO!!!

GUE AJA BIKINNYA NANGIS *LEBAY*…

TAPI SUMPAH SEDIH BIKINNYA..

MAAF YAA TABY…

RCL DAN IDE MISSION CARD JANGAN LUPA!!!

THA_THA BABAIIII….

nb: saya belum baca loh xD haha *meluncur ke kasur (?) RCL menyusul ya unn kkekeke

123 thoughts on “[2min] We Got Married!! Be Strong, Angel !!!

  1. belom kelar 1 nenek sihir udah dateng lagi yg segerombolan haddddeeehhh…
    ni cerita buat senyum2 sendiri tapi buat kesel jg m tu nenek2 sihiiiirrrr…

  2. Aigoo kasia amat yah taemin udah ketambahan musuh ajah tuh, ini pelindungnya taemin ga ditambahan masak taeminnya dikeroyok terus pan kasian, ayo ding bang nong carik tau kemapa istrimu sedih

  3. Itu yeoja” SM yg ganggu taemin kasik kopi sianida ajah deh biar ga ganggu taemin, beraninnya sama anak kecil, kasian taeminnya tapi untung ada minho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s